cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PEMBEKALAN KETERAMPILAN MEMAKNAI BAHASA SIMBOLIK DAN KESADARAN AKAN SKALA (SENSE OF SCALE) MELALUI INKUIRI PADA PERKULIAHAN KIMIA FISIK III Mulyani, Sri; Liliasari, Ms; Hinduan, A; Martoprawiro, M A
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri pada Mata Kuliah Kimia Fisik III terhadap keterampilan generik kimia mahasiswa calon guru. Keterampilan generik kimia yang diteliti berupa keterampilan memaknai bahasa simbolik dan kesadaran akan skala (sense of scale). Penelitian ini dirancang dengan metode penelitian kuasi eksperimen, dengan bentuk “non-equivalent group pretest-posttest design.” Subyek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan kimia di salah satu LPTK berjumlah 43 untuk kelas eksperimen dan 47 untuk kelas kontrol. Pembelajaran di kelas eksperimen dilaksanakan dengan inkuiri, sedangkan kelas kontrol dilaksanakan secara konvensional. Data dikumpulkan melalui tes berbentuk uraian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara n-gain keterampilan memaknai bahasa simbolik dan sense of scale kelas kontrol dengan kelas eksperimen. N-gain kelas eksperimen pada ada pada kategori sedang, sementara kelas kontrol ada pada kategori rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan keterampilan memahami bahasa simbolik dan sence of scale secara lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci: bahasa simbolik, inkuiri, keterampilan generik kimia, sense of scale
PROFIL MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA CALON GURU KIMIA DAN KORELASINYA TERHADAP MODEL MENTAL Wiji, Wiji; Liliasari, Liliasari; Sopandi, Wahyu; Martoprawiro, Muhammad A. K.
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.465

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil motivasi belajar Mahasiswa Calon Guru Kimia (MCGK) tingkat I sampai dengan tingkat IV. Selain itu, juga dikaji korelasi antara motivasi dengan model mental kimia sekolah. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif non eksperimen, dengan desain survei lintas-bagian (cross-sectional survey) dan melibatkan 124 mahasiswa calon guru kimia di jurusan Pendidikan Kimia pada salah satu Universitas di Bandung. Data dikumpulkan melalui Kuesioner Motivasi Belajar Kimia (KMBK) dan Tes Diagnostik Model Mental Kimia Sekolah (TDMKS). Hasil analisis deskriptif menunjukkan motivasi belajar MCGK pada kategori rendah untuk tingkat I (M=3,04; SD=0,24) dan kategori sedang untuk tingkat II (M=3,56; SD=0,20), tingkat III (M=3,78; SD=0,26), dan tingkat IV (M=3,89; SD=0,25). Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan pada sebagian besar jenis motivasi belajar MCGK berdasarkan tingkat kelas, kecuali jenis target prestasi. Motivasi belajar MCGK berkorelasi pada tingkat sedang dengan model mental kimia sekolah (r=0,399; p<0,01).Kata kunci : motivasi belajar, model mental, kimia sekolah, tes diagnostik
MENGAPA MATA PELAJARAN FISIKA SELALUPALING JELEK? Krips, Mr Frans
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 1, No 1 (1993): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v1i1.401

Abstract

studi untuk menjawab pertanyaan di atas dan "siapa yang seharusnyameneliti 7" dilakukan dengan menggunakan refleksi, pengalaman pribadi, seftawawancara secara informal. Sebelas alasan dikemukakan berkenaan dengan jumlahpeminat fisika karena tingkat kesulitannya; struktur fisika yang menuntut tingkatpenalaran formal; rumpang antara kemajuan fisika sebagai ilmu dan pendidikannya;nilai fisika sebagai penyeleksi kualitas siswa; kurang selektifnya alat-alat pelajaranfisika ditingkat sekolah menengah pertama; tidak sejalannya pengertian siswadan pengertian yang sesungguhnya menurut ilmu akibat istilah dan bahasa;kecintaan guru fisika akan bidangnya; kecintaan fisikawan akan sejarah fisika; kurangseimbangnya beban konsep fisika yang harus dipelajari dengan waktu yang tersedia di sekolah; ketidaktepatan urutan topik; serta pendidikan dan cara penyajian fisikadisekolah sangat kelaki-lakian akibat dominasi laki-laki sebagai fisikawan dan gurufisika. Jawaban di atas merupakan kemungkinan jawaban yang masih memerlukanpengkaiian lebih lanjut yang lebih teliti dan melibatkan peneliti dengan latar belakangfisika yang terlibat dalam pengajaran fisika.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERSIFAT KONSTRUKTIVIS PADA TOPIK KLASIFIKASI HEWAN ARTHROPODA (Pengalaman Dari Lesson Study Di SMP Negeri 1 Paseh) Sutarto, Mr
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 13, No 1 (2009): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v13i1.303

Abstract

Metode pembelajaran yang mengedepankan eksperimen sebagai bagian penting kegiatan pembelajaran di tingkat SLTP masih banyak menemui kendala. Terlebih jika eksperimen diseting sebagai pembelajaran yang bersifat konstruktivistik belum banyak dilakukan. Dalam pembelajaran yang bersifat konstruktivis siswa membangun pengetahuannya sendiri. Aktivitas itu akan semakin bermakna jika dilakukan secara bersama-sama dalam pembelajaran kooperatif. Melalui kegiatan lesson study guru secara bersama-sama mengembangkan pembelajaran berbasis konstruktivisme dengan menggunakan pembelajaran kooperatif pada topik klasifikasi hewan Arthropoda di SMPN 1 Paseh. Kegiatan pembelajaran dilangsungkan dengan cooperative learning, tipe Teams Game Tournament (TGT). Kegiatan yang dilaksanakan siswa dalam pembelajarani ini adalah melakukan pengamatan ciri-ciri hewan Arthropoda dan berdasarkan ciri-ciri yang teramati, siswa mengelompokkan hewan Arthropoda ke dalam lima kelas. Selama kegiatan belajar 98% siswa terpacu semangat dan aktivitasnya. Uji dengan TGT umumnya memberikan penguatan yang baik bagi hasil belajar siswa pada topik tersebut. Sedangkan kegiatan lesson study memberikan pengalaman baru bagi guru model dan guru observer.Kata kunci : konstruktivisme, cooperative learning, Teams Game Tournament
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS, KREATIF, DAN REFLEKTIF SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN OPEN-ENDED Rohayati, Ade; Dahlan, Jarnawi Afgani; Nurjanah, Ms
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir reflektif, dan kemampuan berpikir kreatif siswa SMA, (2) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended. Penelitian ini merupakan studi eksperiment dengan desain penelitian bentuk pretest dan posttest yang dilaksanakan di Kota dan Kabupaten Bandung, dengan subyek utama siswa SMA dari beberapa sekolah. Penelitian ini menggunakan beberapa jenis instrumen yaitu tes tulis, observasi, angket, jurnal siswa, dan pedoman wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa; (1) kemampuan komunikasi matematik siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pendekatan open-ended lebih meningkat daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan model ekspositori, (2) terdapat peningkatan kemampuan berpikir reflektif siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan open-ended melalui model pembelajaran kooperatif. Berdasarkan hasil perhitungan, peningkatan yang terjadi tergolong dalam kategori sedang dengan perolehan rata-rata sebesar 0,31, (3) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran pemecahan masalah matematis terbuka (open-ended) lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran ekspositori, (4) respon siswa terhadap pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended positif.Kata kunci: open-ended, kemampuan berfikir kreatif, kemampuan berfikir reflektif, kemampuan komunikasi matematik
UPAYA MENCAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI LESSON STUDY Rahayu, Endang Sri; Juandi, Mr Dadang; Puspita, Mrs Entit
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 9, No 1 (2007): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i1.360

Abstract

Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembeiajaran nratematika dapatdilakukan melalui penerapan model pembinaan propesi guru yang dikenal dengannanta "Lesson Study". Kegiatan Lesson Study dilakukan dalam tiga tahapan yaituPlan (perencanaan), Do (pelaksanaan) dan See (repleksi) yang dilakukan secarakolaboratif dan berkelanjutan. Dengan menggunakan instrumen penelitian berupaLembar Observasi dan Lembar Kerja Siswa dengan topik penjumlahan danpengurangan bentuk aljabar suku sejenis dan bukan sejenis, penelitian dilaksanakanterhadap siswa kelas VII SMPN I Jatinangor, observasi kelas dilakukan oleh 25guni matematik pada hari Rabu tanggal 22 Desember 2006 bertepatan denganImplementasi putaran pertama kegiatan Lesson Study. Dari hasil analisis lembarobservasi pembelajaran terungkap bahrva rnodel pcmbelajaran Kooperatif tipeJigsaw dapat mernotivasi setiap anggota kelompok untuk bekerja sama secarabertanggung jawab mengerjakan hrgas yang terdapat pada LKS. Nilai tugasmatematik pada LKS yang diperoleh masing-masing kelompok berkategori tinggi,menunjukkan bahwa kegiatanberdiskusi kelompok kecil untuk menyelesaikanmasalah lebih memotivasi anak dalam menemukan solusi yang lebih baik. Hal-halpenting yang diperoleh guru sebagai observer dari kegiatan leison study ini adalahadanya penambahan pengetahuan tentang model pembelajaran kooperatif tipejigsaw; memilih media pembelajaran sederhana dan menyusun yang LKS dapatmemotivasi dan membantu sisrva bermatematika secara aktif; cara guru memberikanmotivasi pada sisrva; dan cara menjalin hubungan yang baik antara guru dengansiswa.Kata kunci: lessott study, nodel kooperald, jigsaw, ntotivasi
PENGGUNAAN MEDIA ALAT PERAGA DAN MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PEMBIASAN CAHAYA PADA SISWA KELAS 8 Susianna, Nancy; hutani, Emilia
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 18, No 1 (2013): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v18i1.262

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1). nilai rata-rata normalisasi gain (N-Gain) penguasaan konsep pembiasan cahaya yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif, dan media papan tulis, dan (2). ada tidaknya perbedaan rata-rata N-Gain antara kelas yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif dan media papan tulis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di salah satu SMP Swasta di Tangerang kelas 8. Hasil penelitian adalah: (1). nilai rata-rata N-Gain pada kelas yang menggunakan media alat peraga mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,900; pada kelas yang menggunakan multimedia interaktif mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,902; pada kelas yang yang menggunakan media papan tulis mempunyai kriteria tinggi yaitu sebesar 0,767, dan (2). tidak ada perbedaan rata-rata N-Gain antara kelas pembelajaran yang menggunakan media alat peraga, multimedia interaktif dan media papan tulis.Kata kunci : media alat peraga, multimedia interaktif, penguasaan konsep
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PEMBELAJARAN GENERATIF Isnaeni, Isnaeni; Maya, Rippi
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 2 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i2.456

Abstract

Penelitian  ini merupakan suatu kuasi eksperimen berdesain pretes-postes kelompok kontrol dengan tujuan menelaah kemampuan komunikasi, dan disposisi matematik siswa melalui pembelajaran generatif. Laporan ini adalah bagian dari penelitian tesis dengan subyek penelitian sebanyak 70 siswa kelas X dari satu SMA Negeri di Cimahi.  Instrumen penelitian terdiri dari satu tes uraian komunikasi matematik, dan satu skala disposisi matematik. Penelitian menemukan bahwa kemampuan komunikasi siswa yang memperoleh pembelajaran generatif mencapai mutu yang cukup baik dan itu lebih baik daripada mutu siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Namun penelitian ini juga menemukan tidak ada perbedaan disposisi matematik siswa pada kedua pembelajaran dan disposisi matematik siswa telah tergolong cukup baik. Selain itu, penelitian ini juga menemukan terdapat asosiasi antara kemampuan komunikasi matematik, dan disposisi matematik, serta siswa menunjukkan persepsi yang baik terhadap pembelajaran generatif.Kata kunci:   disposisi matematik, komunikasi matematik, pembelajaran generatif, persepsi  terhadap pembelajaran generatif.
MODEL PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI CALON GURU SEBAGAI KECENDERUNGAN BARU PADA ERA GLOBALISASI Liliasari, Ms
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 2, No 1 (2001): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v2i1.392

Abstract

Indonesian people as human resources should be prepared to globalization era in the 21st  century, therefore they have to develop their higher order thinking skill rapidly, to improve their quality. Science education has an important role to develop young generation thinking skill, that makes science teachers training needs to be improved. Three science teaching models  have been developed to increase science teacher candidates high order thinking skill, consist of Chemical Bond Model of Teaching (MPIK), Thermodynamics Model of Teaching (MPTD) and Anatomy and Physiology of Human Body Model of Teaching (MPAF). Each of the models consists of concept analysis and concept map, learning activities, teaching materials, test item. These studies show the dependency of the higher order thinking aspects and the characteristics of the subject matter in the models, including kind of concepts, width and depth of the subject matter areas. The models have been implemented and evaluated in three institutes of teacher training in Java. The findings show that the models had successfully increased the science teacher candidates way of thinking, on the whole stages of critical thinking skills, that have raised their propositional and combinatorial thinking. The impact shows that science models of learning (MPIPA) are available as new trend of science teacher training for the globalization era.Kata kunci  : model pembelajaran, berpikir tingkat tinggi, calon guru IPA
PENGARUH BUTIR SOAL DALAM FORMAT ANIMASI TERHADAP HASIL TES PEMAHAMAN KONSEP PEMBIASAN CAHAYA Suhandi, Andi; Nur, Muhamad
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i1.294

Abstract

This study investigates the effect of computer animation on assessment of conceptual understanding in refraction phenomena. An instrument was developed by replacing static pictures and descriptions of ray motion on refraction phenomena with computer animations, a commonly used pencil and paper test. Both quantitative and qualitative data were collected. The animated and static versions of the test were given to students and the results were statistically analyzed. The questionnaire was also conducted to provide the student responses about using of animated version test on assessment of conceptual understanding in refraction phenomena. The results suggest that the use of the animation version of the test can be improving score of the conceptual understanding test in refraction phenomena. In general, students had a better understanding of the intent of the question when viewing an animation and gave an answer that was more indicative of their actual understanding, as reflected in the response of the questionnaire.Keywords: animation version test, conceptual understanding test, refraction phenomena