cover
Contact Name
Nunung Ernawati
Contact Email
hws.healthjournal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hws.healthjournal@gmail.com
Editorial Address
S. Supriadi No. 22, Malang. 65147
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
ISSN : 23024283     EISSN : 25809571     DOI : https://doi.org/10.47794
Core Subject : Health,
Jurnal ini berisi tulisan tentang gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktis dan hasil penelitian bidang kesehatan, umumnya bidang keperawatan, kebidanan, akupunktur, farmasi, fisioterapi, dan aplikasi kesehatan.
Articles 184 Documents
PENGARUH AKUPUNKTUR JIN’S 3 NEEDLES (LAOGONG, SHENMEN, NEIGUAN) TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PENDERITA NYERI PERGELANGAN TANGAN Mayang Wulandari; Amal Prihatono; Agam Ferry
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nyeri pergelangan tangan adalah peradangan di daerah sendi pergelangan tangan, terutama pembengkakan pergelangan tangan sisi ulnar yang disebabkan oleh pembengkakan tendon otot ekstensor karpi ulnaris. Agar tidak terjadi akibat yang lebih buruk maka nyeri pergelangan tangan perlu ditangani dengan baik, salah satunya dengan terapi akupunktur di titik Laogong, Shenmen, dan Neiguan. Desain penelitian ini menggunakan Pre-experimental Design dengan Pretes and Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang diambil menggunakan teknik Quota sampling. Data yang terkumpul dari hasil wawancara diolah menggunakan Skala Nyeri Bourbanis. Sebelum mendapatkan perlakuan terapi akupunktur tingkat nyeri pergelangan tangan responden semuanya berada pada skala Nyeri Sedang. Setelah diterapi akupunktur sebanyak 12 kali intensitas nyeri hampir semua penderita mengalami penurunan. Sebanyak 7 orang menempati skala nyeri Ringan, 2 orang merasa Tidak Nyeri, dan 1 orang nyerinya masih berskala Sedang. Dihitung dengan menggunakan Uji Wilcoxon’s Signed Ranks Test pada α = 0,05 didapatkan hasil t hitung = 0. Hasil t hitung dibandingkan dengan t tabel, maka didapatkan nilai dari t tabel (10) = 11. Jadi t hitung (0) < t tabel (11) yang berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan. Kesimpulannya, Akupunktur Jin’s 3 needles dapat menurunkan intensitas nyeri pergelangan tangan. Kata kunci: Nyeri Pergelangan Tangan, Akupunktur Jin’s 3 Needles, Intensitas Nyeri.
PENERAPAN POSISI DUDUK BERSANDAR KE DEPAN DAN RELAKSASI SENTUHAN UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI INPARTU KALA I FASE LATEN IBU PRIMIGRAVIDA (Studi kasus pada Ny “L” di BPM “W” Kecamatan Wagir Kabupaten Malang) Mega Anita Wulandari; Sudarti .; Anik Sri Purwanti
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PendahulanNyeri persalinan disebabkan adanya kontraksi uterus yang mengakibatkan dilatasi dan penipisan serviks dan iskemia pada uterus. Nyeri yang dirasakan ibu adalah nyeri somatik yang dirasakan pada daerah perineum akibat peregangan pada jaringan perineum, tarikanperitoneum dan daerah uteroservikal saat kontraksi yang dapat mengakibatkan kelelahan pada saat mengejan. Puncak nyeri persalinan terdapat pada kala I fase aktif. Untuk mengurangi nyeri persalinan dapat diberikan terapi non farmakologis yaitu perubahan posisi ibu duduk bersandar ke depan dan relaksasi sentuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek posisi duduk bersandar kedepan dan relaksasi sentuhan untuk menurunkan intensitas nyeri inpartu kala I fase laten pada ibu primigravida. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus.Subyek penelitian 1 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan observasi intensitas nyeri inpartu pada kala I fase laten ibu primigravida dengan penerapan posisi duduk bersandar ke depan dan relaksasi sentuhan. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara, pengkajian, observasi, patograf, SOP dan dokumentasi.Hasil penelitian intensitas nyeri inpartu pada subyek penelitian mengalami penurunan.Terbukti bahwa perubahan posisi dan sentuhan dapat menurunkan intensitas nyeri inpartu kala I yang mengalami nyeri sedang.Diskusi Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tambahan pada ibu inpartu yang mengalami nyeri pada kala I karena perubahan posisi dan relaksasi dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan. Kata Kunci: Nyeri persalinan, Posisi duduk sentuhan
LITERATURE REVIEW STRATEGI MENJAGA HIGH QUALITY CPR (HQCPR) PADA SETTING PRE, INTRA, DAN POST ATTEMPTS Mokhtar Jamil
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Kasus henti jantung adalah penyebab kematian tertinggi (26,3%) diikuti oleh penyakit infeksi, pernafasan, pencernaan, neoplasma dan kecelakaan lalu lintas (Susiana, 2009) (Supriyono, 2008). Penanganan henti jantung selalu melibatkan cardiopulmonary resuscitation. Keberhasilan CPR juga dipengaruhi oleh kualitas CPR yang diberikan, High-quality CPR adalah landasan dalam pemberian resusitasi untuk mencapai Return of Spontaneus Circulation (ROSC) (Meaney, 2010). Banyak kasus pemberi CPR (compressor) mampu memberikan CPR berkualitas hanya di siklus-siklus awal tetapi ketika siklus itu berlanjut kualitas CPR yang diberikan semakin menurun. Tujuan dari studi ini adalah bagaimana strategi menjaga CPR yang diberikan tetap berkualitas pada setting pre, during dan post attemps. Metode : Peneliti menggunakan pendekatan kajian pustaka dalam penelitian ini. Peneliti mengumpulkan dan menyaring artikel berbasis buku dan elektonik yang berhubungan dengan pencegahan hipoglikemia pada sumber ScienceDirect, Highwire, Sagepub, NCBI, Creative Commons Attribution License, Elsevier, BioMed Central, and CPD Module, dan Google. Penyaringan artikel didasarkan pada bentuk artikel dan tahun publikasi. Peneliti menggunakan literature dengan kriteria format fulltext dan terbit antara tahun 2009 sampai dengan 2014. Analisis dilakukan dengan komparasi topic utama pada setiap artikel dan menarik kesimpulan secara umum terhadap topic utama yang teridentifikasi.Hasil dan diskusi: strategi pre attemps adalah pelatihan dan pembimbingan kepada tenaga kesehatan yang terkait dengan tujuan yaitu mengetahui teknik yang benar dalam HQCPR. Strategi intra attemps dengan menggunakan pendekatan tim resusitasi yang terdiri dari (1) Compression technician, (2) Monitor technician, (3) Ventilation technician, dan (4) Medication technician. Sedangkan strategi post attemps adalah mengevaluasi keseluruhan proses selama tindakan resusitasi apakah ada masukan, diskusi kasus atau ucapan terima kasih dan bahkan kritikan.Kesimpulan : Dalam penanganan SCA sangat diperlukan HQCPR dan meliputi diperlukan strategi untuk menjaga agar HQCPR dapat diberikan terus menerus terdiri dari 3 macam yaitu pre, intra dan post attempts. Kata Kunci : High Quality CPR, Henti jantung, Pre Intra Post Attemps
PENGARUH AKUPUNKTUR PADA TITIK PC 6, CV 12, DAN ST 36 PADA NYERI LAMBUNG DI LABORATORIUM KLINIK AKUPUNKTUR POLITEKNIK KESEHATAN RS DR. SOEPRAOEN MALANG Mayang Wulandari; Amal Prihatono
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nyeri lambung merupakan penyakit yang dapat menyerang semua orang dari berbagai usia dan golongan. Nyeri lambung dapat membahayakan bila tidak diobati karena dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada lambung, bahkan kematian. Akupunktur merupakan pengobatan komplementer yang murah, aman, rasional, efektif, dan alami yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang, karena relatif tanpa efek samping, sehingga diharapkan dapat menggantikan obat kimia yang kadang membahayakan kesehatan karena efek sampingnya yang beragam. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang menderita nyeri lambung yang memanfaatkan pengobatan Akupunktur dengan sample 30 orang. Metode pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling di Laboratorium Klinik Akupunktur Politeknik Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang. Akupunktur dilakukan seminggu tiga kali dengan interval dua hari sekali selama 12 kali terapi. Data yang didapatkan diolah dan dilakukan analisis dengan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran nyeri sebelum terapi Akupunktur (pretest) dengan sesudah terapi Akupunktur (posttest). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara sebelum terapi Akupunktur (pretest) dengan sesudah terapi Akupunktur (posttest) sebanyak 100%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa terapi Akupunktur dapat menurunkan nilai intensitas nyeri pada penderita nyeri lambung. Direkomendasikan bahwa Akupunktur digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk kasus nyeri lambung. Kata kunci: akupunktur, nyeri lambung, intensitas nyeri
SENAM YOPHYTTA DALAM UPAYA PERBAIKAN INSOMNIA, KELELAHAN DAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL BERBASIS TEORI ROY Yophytta Exercise Improvement Efforts In Insomnia, Fatigue And Blood Pressure Of Pregnant Women Based On The Roy’s Theory Pertiwi Perwiraningtyas
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang: kehamilan banyak dihubungkan dengan perubahan psikologis dan psikososial. Berbagai perubahan yang dialami oleh ibu hamil seperti gangguan tidur dan kelelahan banyak menjadi keluhan dari ibu hamil. Resiko lain yang sering dialami oleh ibu hamil adalah peningkatan tekanan darah, terutama pada trimester III. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam yophytta terhadap insomnia, kelelahan dan tekanan darah ibu hamil berbasis teori Roy.Metode; penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan pre post test design. Subyek penelitian menggunakan 9 wanita hamil dan program latihan senam yophytta ini dilaksanakan selama 1 bulan, subyek penelitian akan mendapat pre test dan post test, instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner KSPBJ-IRS for CFQ untuk pengukuran insomnia dan kelelahan, kemudian subyek akan dilakukan pemeriksaan kadar kortisol dan pengukuran tekanan darah. Hasil dan Analisis: hasil penelitian menunjukan hasil yang signifikan antara insomnia dan kelelahan dengan nilai 0,008, nilai untuk kadar kortisol 0,019, untuk nilai tekanan darah systole dan diastole adalah 0,006 dan 0,004. Dimana signifikansi nilai beda antara insomnia, kelelahan dan tekanan darah sebelum dan sesudah perlakukan. Kesimpulan dan saran: senam yophytta merupakan salah satu latihan pada wanita hamil sebagai bentuk respon adaptasi atau sebuah koping mekanisme untuk menghadapi masalah/keluhan selama kehamilan. Terutama pada trimester III yaitu insomnia dan kelelahan serta mencegah hipertensi pada kehamilan atau pre eklamsia/eklamsia. Senam yophytta dapat mengurangi insomnia, kelelahan dan stabilisasi tekanan darah pada wanita hamil Kata Kunci: Senam Yophytta, Insomnia, Kelelahan, Kadar Kortisol , Tekanan darah, Kehamilan
PENERAPAN TEKNIK MASSASE EFFLEURAGE PADA ABDOMEN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMENOREA PRIMER PADA REMAJA PUTRI (STUDI KASUS PADA Nn.”N” DAN Nn.”O” DI PRODI KEBIDANAN POLTEKKES RS dr. SOEPRAOEN MALANG) Ardina Ira Andria; Sudarti .; Reny Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Dismenorhea merupakan rasa sakit yang menyertai menstruasi sehingga dapat menimbulkan gangguan.Derajat rasa nyerinya bervariasi meliputi ringan, sedang dan berat.Beberapa pendekatan non farmasi dalam mengurangi dismenorea telah banyak dikembangkan.Salah satunya adalah penerapan teknik effleurage.Dengan melakukan pemijatan berupa usapan lembut, lambat, dan panjang atau tidak putus-putus.Teknik ini menimbulkan efek relaksasi sehingga dapat mengurangi rasa nyeri, tidak memiliki efek samping dan dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan teknik massase effleurage pada abdomen terhadap penurunan intensitas nyeri dismenorea primer pada remaja putri mahasiswa tingkat II prodi kebidanan Poltekkes RS dr Soepraoen Malang.Metode penelitian: yang digunakan adalah deskripsi observasional dengan pendekatan studi kasus.Subyek penelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 2 subyek. Observasi dilakukan pada remaja putri usia 19-20 tahun yang mengalami dismenore primer. Penerapan teknik massase effleurage selama 2 hari.Pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian, observasi, SOP, dokumentasi.Hasil:Penerapanmassase effleurage dapat mengurangi intensitas nyeri pada Nn “N” dan Nn “O” yang mengalami disminorea primer. Diskusi: hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi atau wacana bagi Nn. ”N” dan Nn “O” tentang efektifitas penerapan teknik massase effleurage untuk mengurangi nyeri pada dismenore primer. Kata kunci : menstruasi, disminorhea, massase effleurage
GAMBARAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU AKSEPTOR PIL ORAL KOMBINASI DI KLINIK BPS “K” DESA GLANGGANG KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Rany Safitri; Tut Rayani A.W.
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan:Pil kombinasi atau COC saat ini adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling luas digunakan, tetapi pil yang sekarang ini digunakan agak berbeda dari pil aslinya. Pil kontrasepsi oral kombinasi (combined oral contraceptive, COC) berisi hormon estrogen dan progesteron. Salah satu efek samping dari Pil Oral Kombinasi adalah peningkatan berat badan. Metode: desain penelitian menggunakan deskriptif. Populasi pada penelitian ini terdapat 23 Ibu Akseptor Pil Oral Kombinasi dengan jumlah sampel 14 responden Ibu Akseptor Pil Oral Kombinasi. Teknik accidental sampling, pengumpulan data menggunakan lembar wawancara. Hasil dan analisis: penelitian ini menunjukkan bahwa dari 14 responden, 6 responden (42,8%) mengalami kenaikan berat badan >5 kg dan 8 responden (57,2%) mengalami kenaikan ≤5-10 kg. Peneliti tidak menemukan adanya responden yang berat badannya tetap. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas peneliti berpendapat bahwa kenaikan berat badan akseptor pil oral kombinasi memang karena pemakaian pil oral kombinasi, selain disebabkan karena pemakaian pil oral kombinasi kenaikan berat badan juga disebabkan beberapa faktor antara lain pola makan dan aktivitas sehari-hari. Diskusi: akseptor Pil Oral Kombinasi untuk menstabilkan berat badan dalam pemakaian Pil Oral Kombinasi harus diimbangi dengan olahraga dan pola makan yang sehat. Kata kunci : Pil Oral Kombinasi, kenaikan berat badan
PENURUNAN KECEMASAN DAN KOPING ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI MELALUI PENERAPAN CARING SWANSON DI RS MARDI WALUYO BLITAR Rahmawati Maulidia; I Dewa Gede Ugrasena; Yuni Sufyanti
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan stress baik pada anak maupun orang tua. Kecemasan pada orang tua menimbulkan suatu mekanisme koping yang nantinya diperlukan dalam mengatasi suatu stress. Salah satu upaya untuk meminimalkan kecemasan dan koping orang tua tersebut dengan mengoptimalkan peran perawat dalam memberikan informasi dan dukungan kepada orang tua melalui penerapan caring. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Pre-experimental One Group Pret-Post test Design yang bertujuan untuk mengetahui adanya penurunan kecemasan dan peningkatan koping orang tua pasien anak dengan adanya perilaku caring Swanson. Sampel yang digunakan 14 orang perawat dengan teknik total sampling dan 47 orang tua pasien dengan teknik purposive sampling. Variabel independent penelitian ini adalah perilaku caring perawat sedangkan variable dependentnya kecemasan dan koping orang tua pasien. Responden perawat mendapat perlakuan intervensi berupa sosialisasi dan bimbingan perilaku caring Swanson sedangkan responden orang tua mendapatkan intervensi perilaku caring Swanson oleh perawat ruangan di IRNA Nusa Indah Mardi Waluyo Blitar. Data penelitian ini di olah menggunakan uji Paired t test. Hasil dan analisa: Hasil menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,000 (
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI IBU MENYUSUI PADA BAYI 0-6 BULAN DENGAN KELANCARAN ASI (STUDI DI PUSKESMAS BULULAWANG KABUPATEN MALANG) Sulistiyah .
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sebagian faktor yang mempengaruhi kelancaran ASI adalah frekuensi ibu menyusui.Semakin sering ibu menyusui,semakin lancar pengeluaran ASI. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 1 dan 2 April 2009 di Puskesmas Bululawang Malang terhadap 10 orang responden menyusui yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, didapatkan 3(30%) orang frekuensi menyusui cukup dengan hasil bayi tidak rewel setelah disusui. Dan sisanya 7 (70%) orang frekuensi menyusui kurang dengan hasil bayi tetap rewel setelah disusui Tujuan dari penelitian iniadalah mengidentifikasi hubungan antarafrekuensi ibumenyusui pada bayi usia0-6bulan dengan kelancaran ASI .Metode Jenis penelitian adalah desain analitik dengan pendekatan yang bersifat crosssectionalsurvey.Sampelnya adalah ibu menyusui yang memiliki bayiusia 0-6 bulan di Puskesmas Bululawang Malang yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah 50orang responden. Tekhnik sampling yang digunakan adalah consecutivesampling.Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode wawancara langsung yang dilengkapi dengan kuisioner yang berjumlah 20 pertanyaan.Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar frekuensi menyusui berkategori cukup kelancaran ASI lancar sebanyak 72%. sedangkan sebagian kecil frekuensi menyusui berkategori cukup, kelancaran ASI tidak lancar sebanyak 6%. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil uji statistik korelasis pearmen rank bahwa, rhohitung = 0,623 (pvalue=0,000) dimana pvalue lebih kecil dari α=0,01.Diskusi Sehingga terdapat korelasi antara frekuensi ibu menyusui pada bayiusia 0-6 bulan dengan kelancaran ASI. Kesimpulan dari penelitian adalah semakin sering frekuensi ibu menyusui, maka produksi atau pengeluaran ASI juga semakin lancar.Saran yangdiberikan kepada Puskesmas Bululawang Malang yaitu agar meningkatkan informasi tentang cara-cara atau usaha dalam meningkatkan kelancaran ASI Kata kunci:ASI, Ibu menyusui, frekuensi meyusui, kelancaran ASI
POLA MAKAN BATITA “Z” DENGAN STATUS GIZI BGM (BAWAH GARIS MERAH) DI PUSKESMAS KETAWANG KABUPATEN MALANG Yeni Agus Safitri; Indah Puji Darmaningtyas
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latarbelakang:BGM adalah anak dengan berat badan kurang menurut umur dibandingkan dengan standar yang diketahui secara visual dengan melihat plot dalam KMS berada dibawah garis merah. Batita BGM tidak selalu menderita gizi buruk tapi menjadi indikator awal mengalami masalah gizi. Karena pentingnya penilaian status gizi, maka perlu dilakukan identifikasi pola konsumsi. Penelitian ini betujuan mengidentifikasi jenis makan, jumlah makanan, dan frekuensi makanan batita BGM. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus dengan melakukan pengamatan secara deskriptif observasional pada batita usia 1-3 tahun dengan BGM, dengan cara mengidentifikasi pola makan batita yang mengalami BGM. Subyek penilitian 1 orang yaitu batita “Z” dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Peneliti menilai pola makan batita “Z” selama 1 bulan. Setelah itu membandingkan dengan AKG. Hasil penelitian: Rata-rata dalam 1 hari kebutuhan kalori, protein, lemak dan karbohidrat batita “Z” adalah untuk kalori 571,727 kkal perhari, protein 21,932 gr perhari, lemak 19,291 gr perhari dan karbohidrat 72,903 gr perhari. Sedangkan kebutuhan menurut AKG batita umur 1 tahun membutuhkan kalori 1100 kkal per hari, protein 27,5 gr, lemak 24,4 gr per hari, dan karbohidrat 192,5 gr per hari. Maka batita “Z” dalam pola konsumsinya kurang memenuhi kebutuhan. Diskusi: disarankan bagi ibu selalu memantau keadaan status gizi batita secara rutin dan terjadwal. Kata kunci: Pola Makan Batita BGM, Status Gizi, Food Record ABSTRACT Introduce: BGM is child underweight by age compared to the standard known to visually see the plot in KMS is below the red line. BGM toddlers are not always suffering from malnutrition but a preliminary indicator experiencing nutritional problems. Because of the importance of nutritional status assessment, it is necessary to identify consumption patterns.This study aims to identify the type of meal, the amount of food, and food frequency toddlers BGM. Methode: In this study, researchers used a case study research design by performing an observational descriptive in toddlers aged 1-3 years with BGM, by identifying the toddler suffered diet BGM. Subjects penilitian 1 ie toddlers "Z" are selected based on inclusion and exclusion criteria.Researchers assessed the toddler diet "Z" for 1 month. After that compares with AKG. Results: The study for an average of 1 day needs of calories, protein, fat and carbohydrates toddlers "Z" is for calorie 571.727 kcal per day, 21.932 grams of protein per day, 19.291 grams of fat per day and 72.903 grams of carbohydrates per day. Meanwhile, according to the needs of toddlers aged 1 year AKG requires calories 1100 kcal per day, 27.5 g protein, 24.4 g fat per day, and 192.5 grams of carbohydrates per day. Then the toddler "Z" in the pattern of consumption did not adequate. Discuss: mother must be constantly monitors the state of nutritional status and toddlers regularly scheduled. Keywords: BGM Toddler Diet, Nutritional Status, Food Record