cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Pengembangan Jamur Tiram Di Paguyuban Budidaya Jamur Di Desa Milir Kecamatan Gubuk Kabupaten Grobogan Ngubaidi Achmad, Fuad Abdillah
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan komoditas jamur di pasar masih langka, kelangkaan jamur dikarenakan sedikitnya produsen budidaya jamur dan aktivitas produksi jamur belum optimal. Faktanya lapangan menunjukan belum dapat memenuhi permintaan jamur. Sumber ini didapat dari observasi dan kunjungan lapangan pada paguyuban budidaya jamur di desa Milir Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan. Permasalahan paguyuban budidaya jamur di desa Milir meliputi kebutuhan baglog jamur tiram masih kurang dan pemeliharaan jamur tidak optimal, Alat sterilisasi masih konvensional, pengontrolan Kondisi lingkungan jamur masih konvensional dengan penyiraman 3 x sehari oleh karyawan, berlimpahnya limbah baglog sebagai sarang pembiakan nyamuk dan ulat, Pengelolaan usaha masih sederhana dan manejemen keuangan masih manual, Standar operasional prosedur (SOP) belum dipakai dan safety diabaikan. Melalui Pengabdian Masyarakat Progam Iptek Bagi Masyarakat (IbM) dan menerapkan riset-riset yang pernah dilakukan dosen di IKIP Veteran Semarang yang ada hubunganya dengan solusi mengatasi permasalahan Kelompok budidaya jamur di kecamatan Gubuk. Metode pendekatan yang ditawarkan yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan alat sterilisasi penguapan secara massal, pembuatan sistem kontrol lingkungan pada kubung jamur, Penyuluhan perkembangan usaha dan cara mendapkatkan tambahan modal usaha. Hasilnya mesin sterilisasi baglog jamur dapat meningkatkan kapasitas sterilisasi baglog jamur, yang dulunya kapasitas 15-20 baglog sekarang 1000-1100 baglog. Meningkat sekitar 50-55 kali lipat dari penggunaan yang konvensional, alat penyiram otomatis untuk baglog jamur tiram dapat mengurangi tenaga pekerja, menurunkan ongkos produksi, dan hasil panen jamur tiram meningkat, Pembuatan briket dari limbah baglog dapat menghemat ongkos produksi dan mengurangi pembelian kayu bakar dan kompetensi manajemen usaha dan strategi pemasaran produk para peserta.Keywords : Budidaya, jamur, gubuk, sterilisasi, tiram.
Permainan Kreatif Untuk Perkembangan Fisik Motorik Anak (Kajian Integratif Berbasis APE) Huda, Nurul
PAWIYATAN Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsepsi dasar permainan kreatif adalah permainan tersebut edukatif, transformatif, sekaligus aman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini tentu saja secara langsung menemukan titik aksentuasinya dengan apa yan disebut sebagai Alat Peraga Edukatif (APE). Oleh karena itu, maka sebuah sebuah permainan kreatif mutlak dibutuhkan dalam pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini. Aktivitas-aktivitas pembelajaran seyogianya bisa diejawantahkan dalam permainan. Pada titik ini, orangtua dan pendidik atau guru memiliki kewajiban untuk memberikan permainan yang baik, aman, dan edukatif. Melalui permainan ini, anak akan bisa mendapatkan ransuman nilai dan pengetahuan, dan pada saat yang sama, tetap dalam wilayah keamanan yang terjaga. Begitu pula dengan alat peraga, sebab alat peraga tersebut bisa menjadi bagian dari permainan, atau permainan tersebut bisa dikemas dalam alat peraga yang sedang digunakan. Muara dari kombinasi menarik-unik adalah terciptanya dunia yang begitu menyenangkan bagi anak. Anak pun mampu mendapat berjibun kebaikan dan nilai-nilai positif, baik dari alat peraga yang digunakan maupun dari permainan yang sedang ditampilkan atau dilakukan. Apabila diarahkan ke dalam kajian permainan kreatif, maka hal ini pun akan menemukan titik konfirmasinya. Istilah permainan kreatif sebenarnya tidak mengacu pada tipe permainan, tetapi pada pendekatan pembelajaran yang digunakan. Pendekatan permainan kreatif digunakan sebgai dasar untuk meracang sebuah kurikulum yang disebut dengan model kurikulum permiana kreatif. Model ini awalnya dikembangkan di Universitas Tenesse, Knoxville pada tahun 1985. Secara teoretis model ini berbijak pada teori perkembangan Jean Piaget, model pembelajaran konstruktif dan praktik pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan (developmentally appropriate practise) anak usia dini yang dikeluarkan oleh NAEYC. Pendekatan permainan kreatif juga berhubungan erat dengan potensi kreatif yang dimiliki tiap anak. menurut Tegano (1991) seperti  yang dikutip oleh Catron dan Allen dalam bukanya, Early Curicullum a Creative Play, model potensi kreatif anak dapat dilihat dari 2 sisi yaitu karakteristik kognitif dan kepribadian. Berdasarkan beberapa analisis di atas, maka kajian ini menitikberatkan pada internalisasi permainan kreatif tersebut pada perkembangan fisik motoric anak, khususnya dalam hal pembelajaran yang dilaluinya, sekaligus berpijak pada analisis APE atau Alat Peraga Edukatif yang ada atau yang bisa dibuat oleh guru atau pendidik. Kata Kunci: permainan kreatif, kurikulum, perkembangan, fisik morotik anak.
IbM MEBEL UKIR KAYU DI DESA BANJAR AGUNG KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA Solechan, Samsudi Raharjo Rubijanto JP
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara di juluki Bumi Kartini. Tetapi dengan kemahiran mengukir yang indah warga Jepara sampai sekarang, Jepara di Juluki Kota Ukir. Mebel ukir Jepara menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia dan berkontribusi terhadap perekonomian kabupaten mencapai 27%. China mendominasi perdagangan sebesar 16 % mebel ke beberapa negara di dunia dan lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel ukir Jepara terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya mebel ukir di desa Banjar Agung kecamatan Bangsri kabupaten Jepara. Kelemahan mebel ukir di desa Banjar Agung mulai dari proses produksi lama, biaya tinggi, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik dan proses ukir manual. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari pembeli, minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran unit usaha, kurangnya modal dan sulitnya mengakses dana bantuan. Tujuan pengabdian pada masyarakat program Iptek bagi Masyarakat (IbM) yaitu merubah proses mengukir konvensional menjadi otomatis, meningkatkan SDM tukang ukir agar mampu mendesain mebel ukir modern, mengenalkan produk dan mencari pembeli sebanyak-banyaknya, kurangnya pengetahuan manajemen dan informasi mengakses bantuan usaha. Metode yang dipakai pada program IbM adalah merubah proses mengukir manual menjadi proses otomatis, melatih mendesain ukir kayu yang modern dan futuristik, pendampingan dan pelatihan membuat media website e-commerce, pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah, keuangan, pemasaran dan mendapatkan modal usaha. Luaran program yaitu Menerapkan Iptek tentang pembuatan mesin ukir kayu, desain ukir kayu modern, e-commerce penjualan produk, Mampu menerapkan manajemen usaha, pembukuan, akutansi keuangan dan Cash flow, sertifikat kegiatan Iptek bagi masyarakat. laporan kegiatan dan publikasi nasional hasil kegiatan program IbM.Keywords : mebel, kayu, ukir, e-commerce, usaha.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY MELALUI LESSON STUDY Nugraheni, Diah
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims is to develop an integrated science learning instruments based inquiry by lesson study that can improve students interest and creativity, knowing effectivity and practically of integrated science learning instruments based inquiry by lesson study. This development of learning instruments is done by lesson study using research and development model by Plomp in 5 phase, namely (1) preliminary investigation, (2) design, (3) realization/construction, (4) test, evaluation, and revision, and (5) implementation. Implement of the research in SMP N 6 Semarang class VII semester 2. Instruments and technique of collect data is used by checklist, observation, questionnaire, and test method. Analysis data to know the instruments of this research is valid, effective, and practical with count of valid instruments of the data, carried out learning, students interest, students creativity, students response, data of result study, gain of students interest and creativity, and significance test. Result validation of syllabus, lesson plan, and learning material based inquiry wich develop by lesson study indicate: (1) learning instruments are valid, practical, and effective, (2) students interest and creativity increase, (3) more than 80% students have given good responses, (3) classical completeness learning is more than 75%. Thus, we can conclude that development of integrated science learning instruments based inquiry by lesson study are effective and practical to improve students interest and creativity, so the result study can optimal. This research needs to be continuous to solve the problems on learning and get a quality of learning. Key words : integrated science learning instruments, inquiry, and lesson study
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERVISI SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY) DAN BERBASIS KEWIRAUSAHAAN KIMIA (CHEMOENTREPRENEURSHIP) KOMPETENSI TERKAIT HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI Mursalin, Enggal
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dalam rangka menghasilkan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) kompetensi terkait hidrokarbon dan minyak bumi yang valid dan efektif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar dan menumbuhkan minat berwirausaha siswa kelas X SMAN 4 Semarang tahun ajaran 2011/2012. Pengujian pengembangan bahan ajar dan pembelajaran menggunakan rancangan penelitian pretest and posttest group design yang dilakukan pada kelas terbatas dan kelas luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) dapat meningkatkan prestasi belajar kelas luas dengan peningkatan sebesar 0,70 (tinggi) dan 78,12% siswa mempunyai minat berwirausaha dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) menghasilkan respon positif serta pembelajaran dapat dikatakan praktis dan efektif. Dengan demikian pengembangan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) disimpulkan dapat meningkatkan prestasi belajar dan menumbuhkan minat berwirausaha siswa. Kata Kunci : bahan ajar, visi SETS, kewirausahaan kimia, hidrokarbon dan minyak bumi
EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM LABORATORIUM SAINS PADA PROGRAM GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) Tamaela, Elsina Sarah
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bersifat evaluatif dengan menggunakan Stake’s Models untuk mengevaluasi pelaksanaan program praktikum IPA di PGSD pada sekolah tinggi di Jawa tengah. Subjek evaluasi adalah mahasiswa yang menawarkan mata kuliah praktek  IPA pada tahun akademik 2010/2011 yang terdiri atas dua kelas dengan total sampel 75 orang mahasiswa dan satu orang dosen pengampu mata kuliah. Pelaksanaan evaluasi berlangsung pada bulan November 2013. Data diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) jumlah alat, bahan, dan buku penuntun praktikum masih belum sebanding dengan jumlah kelompok mahasiswa yang terbentuk untuk kegiatan praktikum. Ketersediaannya hanya satu set berbanding tiga kelompok mahasiswa. 2) Kinerja dosen dalam implementasi program dapat dikatakan baik meskipun ada berbagai kekurangan. 3) Kompetensi akademik mahasiswa berada pada kategori baik sekali dengan persentase sebesar 30,90%, dan itu merupakan capaian tertinggi. 4) Respon mahasiswa baik terhadap pelaksanaan program praktikum. Hal ini dibuktikan dengan persentase untuk semua item pilihan jawaban menunjukan 85% memilih setuju, 5% memilih sangat setuju, dan 10% memilih tidak setuju  dengan pelaksanaan program tersebut. Kata kunci : evaluasi program praktikum, model evaluasi Stake’s
DAMPAK PERISTIWA MADIUN 1948 TERHADAP MASYARAKAT KOTA MADIUN Ratnasari, Sri Dwi
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1948 terjadi peristiwa yang menyangkut revolusi Indonesia, yaitu Peristiwa Madiun. PKI dianggap sebagai dalang yang bertanggungjawab dalam peristiwa tersebut. Peristiwa Madiun dilatarbelakangi oleh adanya Perjanjian Renville dan program ReRa oleh Kabinet Hatta yang menyebabkan adanya ketegangan diantara kalangan TNI, FDR/PKI dan masyarakat. Peristiwa Madiun 1948 merupakan upaya dari FDR/PKI untuk menguasai Kota Madiun dan mengambilalih pemerintahan dari tangan Republik. FDR/PKI mendirikan sebuah pemerintahan darurat yaitu Front Nasional Daerah Madiun. Peristiwa tersebut menelan banyak korban jiwa karena terjadi pembunuhan-pembunuhan terhadap tokoh masyarakat, pegawai pemerintahan, pasukan-pasukan pemerintah, ulama-ulama, para santri dan masyarakat biasa yang dilakukan oleh oknum-oknum PKI. Di bidang sosial, karena kekejaman PKI masyarakat Madiun cenderung menutup diri, sikap diam dan tidak berbicara terkait dengan peristiwa yang terjadi pada 1948 dianggap sebagai solusi yang tepat. Kebencian yang mendalam membekas di hati masyarakat Madiun antara kaum abangan dengan kaum santri. Di bidang ekonomi, harga-harga bahan pokok sempat mengalami penurunan dan masyarakat Madiun yang berbasis ekonomi pertanian tidak menjual hasil pertaniannya ke kota lain tetapi untuk dikonsumsi sendiri, sehingga pemenuhan kebutuhan bahan pokok dapat terpenuhi.  Kata Kunci: Peristiwa Madiun, Masyarakat
IbM Usaha Bengkel Di Desa Keling Dengan Membuat Pipa Katalis Penghemat Bahan Bakar Kendaraan Andwiani Sinarasri, Solechan Samsudi Raharjo, Achmad Solichan
PAWIYATAN Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak semua kecamatan di Kabupaten Jepara menjadi sentra kerajinan ukir dan mebel (furniture). Kecamatan Keling untuk jumlah perajin mebel sangat sedikit sama seperti bengkel sepeda motor maupun mobil. Bengkel Langgeng Motor dan Bengkel Sugito termasuk bagian kecil bengkel di desa Kelingkecematan Keling. Bengkel ini, hanya menjual jasa perbaikan dan tidak menyediakan suku cadang. Untuk penghasilan bengkel tidak menentu, alat kurang menunjang, tempat kurang strategis dan jarang promosi bengkel. Sumber daya manusia cukup tahu tentang ilmu perbengkelan, tetapi ilmu manajemen dan pemasaran bengkel rendah. Penerepan Iptek khusunya dalam penerapan Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi bengkel. Dengan menerapkan hasil riset yang sudah dilakukan Universitas Muhammadiyah Semarang untuk diaplikasikan ke mitra akan meringankan dan memecah permasalahan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan, memaksimalkan jasa bengkel, menjual hasil produk dan memudahkan memanajemen usaha bengkel. Iptek yang diterapkan pada mitra mulai dari perancangan  alat penghemat bahan bakar, Pembuatan alat penghemat bahan bakar dan uji coba, Pembuatan website e-Commerce, pelatihan manajemen dan pemasaran bengkel, Simulasi Pemasaran dan manajemen bengkel. Implikasinya meningkatkan penghasilan bengkel kendaraan bermotor, bengkel menjadi lebih terkenal dan pesanan jasa perbaikan dan produk lebih banyak, dan mampu menerapkan manajemen usaha. Keywords : keling, bengkel, penghemat, website, manajemen usaha.
Peningkatan Produksi Usaha Mebel Ukir Kayu Di Desa Pendem Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara Kasidi, Hawik Henry Pratikto,
PAWIYATAN Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara di Juluki Kota Ukir. Mebel ukir Jepara menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia dan berkontribusi terhadap perekonomian kabupaten mencapai 27%. China mendominasi perdagangan sebesar 16 % mebel ke beberapa negara di dunia dan lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel ukir Jepara terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya mebel Tiga Abad dan Mebel Nusantara di desa Pendem kecamatan Kembang kabupaten Jepara. Kelemahan mebel ukir di desa Pendem mulai dari proses produksi lama, biaya tinggi, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik dan proses ukir manual. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari pembeli, minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran pelatihan proses mengukir konvensional menjadi otomatis, meningkatkan SDM tukang ukir agar mampu mendesain mebel ukir modern, melatih pembuatan website e-commerce, workshop pengetahuan manajemen dan informasi mengakses bantuan usaha. Hasil yang dicapai membuat mesin ukir kayu CNC, pelatihan membuat media website e-commerce, pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah, keuangan, pemasaran dan mendapatkan modal usaha. Penggunaan mesin ukir kayu otomatis memangkas waktu 55 menit dibandingkan pengukiran manual membutuhkan waktu 80 menit.Mesin bubut kayu CNC meningkatkan produktifitas produk dan efesiensi kerja. Penggunaan website e-commerce pada kedua mitra secara statistik dalam 1 minggu rata-rata peningkatan pendapatan mebel naik 27% dari sebelumnya dan keuntungan mencapai 35% dari biaya produksi. Pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pengetahuan mengakses modal usaha membuka wawasan baru dan memotivasi perkembangan usaha.Keywords : Jepara, mebel, ukir, otomatis, produk.
Pengembangan Aplikasi Pengenalan Lingkungan Sekitar Dengan Menggunakan Engine Unity 3D Djuniadi, Muthia,
PAWIYATAN Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan lingkungan sekitar untuk anak usia dini sangatlah penting guna menambah informasi dan pengetahuan dasar mereka. Untuk itu dibutuhkan tampilan visual yang dapat menggambarkan lingkungan sekitar dalam bentuk 3D. Sehingga pengguna khususnya anak usia dini dapat mengetahui informasi lingkungan sekitar dari berbagai sisi. Tujuan pengembangan aplikasi pengenalan lingkungan menggunakan engine Unity 3D adalah membuat sebuah rancangan awal game yang bertemakan lingkungan sekitar dan game ini dimainkan dengan mode first person yaitu pandangan pemain terhadap player adalah pandangan orang pertama. Juga menggunakan setiap fitur-fitur yang ada didalam Engine Unity untuk membuat aplikasi pengenalan lingkungan. Dengan memainkan aplikasi ini, pengguna khususnya guru serta anak usia dini akan mendapatkan informasi mengenai lingkungan sekitar mulai dari bentuk pepohonan, tanaman, tempat bermain, gunung, bukit dan suara binatang yang dihasilkan masing-masing objek apabila didekati oleh pengguna. Kata Kunci : Lingkunganku, Media Pembelajaran, Unity, 3D

Page 11 of 25 | Total Record : 242