cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
STUDI EKSPLORASI VIOLENCE AWARENESS PADA MAHASISWA: UPAYA PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN PADA WANITA DAN ANAK Endang Wuryandini, Zusrotin Liftiah
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak kekerasan terhadap wanita dan anak masih sering terjadi di dalam dunia pendidikan. Tindak kekerasan yang paling banyak terjadi disinyalir berturut-turut adalah tindak kekerasan fisik, kemudian psikis, dan tindak kekerasan seksual. Tindak kekerasan dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Salah satu tempat publik yang disinyalir sering terjadi tindak kekerasan adalah di sekolah, sedangkan tempat domestiknya adalah di rumah. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan Violence Awareness antara mahasiswa laki-laki dengan wanita. 2) Apakah ada perbedaan Violence Awarness antara mahasiswa jurusan kependidikan dengan non kependidikan, dan 3) untuk mengetahui karakteristik latar belakang sosial ekonomi keluarga responden. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa dari perguruan tinggi di Semarang, baik dari PTN atau PTS. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik proportional sampling.  Proporsi yang dimaksud yaitu proporsi jumlah subjek laki-laki dan wanita, serta dari jurusan kependidikan dan non kependidikan. Subjek penelitian sebanyak 160 orang terdiri dari 80 orang mahasiswa laki-laki dan 80 orang wanita. Mereka berasal dari mahasiswa kependidikan sebanyak 80 orang dan yang berasal dari non kependidikan sebanyak 80 orang. Metode pengumpulan data dengan mengkombinasikan beberapa teknik yaitu kuesioner, wawancara, focus group discussion (FGD). Metode analisis data menggunakan uji beda (t-test) untuk melihat ada tidaknya perbedaan violence awareness antara subjek laki-laki dan wanita, serta subjek dari mahasiswa kependidikan dan non kependidikan. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan dinamika yang tidak bisa didapatkan dari data kuantitatif. Hasil analisis statistik dengan uji beda (t-test) diperoleh hasil sebagai berikut (1). Terdapat perbedaan yang sangat signifikan violence awareness antara subjek laki-laki dan wanita dengan t sebesar 0,0001 dengan nilai mean wanita lebih besar dari laki-laki. Mean subjek wanita sebesar 98,97 sedangkan mean laki-laki sebesar 93,87. Hal ini berarti violence awareness wanita lebih tinggi dibandingkan dengan subjek laki-laki. (2). Tidak terdapat perbedaan violence awareness antara mahasiswa kependidikan dan mahasiswa non kependidikan, dengan t sebesar 1,08 dan nilai mean mahasiswa kependidikan sebesar 97,34 dan mahasiswa non kependidikan dengan mean sebesar 95,51. Mayoritas subjek (92%) memiliki violence awareness tinggi, dan hanya sedikit (8%) yang memiliki violence awareness rendah. Kata Kunci : Violence Awareness, mahasiswa, kekerasan, wanita dan anak.
POTRET PEMENUHAN HAK ATAS PENDIDIKAN DASAR BAGI ANAK-ANAK NELAYAN DI KAWASAN PANTURA JAWA TENGAH Susiatik, Titik
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dasar merupakan salah satu konstitusional yang harus disediakan oleh negara. Sebagai hak bagi warga negara, maka hal itu merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk menyediakannya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimilikinya. Dalam konteks otonomi daerah, penyelenggaraan pendidikan dasar secara operasional dikelola oleh Pemerintah Daerah dan didukung oleh Pemerintah Pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potret pemenuhan atas pendidikan dasar bagi anak-anak nelayan di Kabupaten Tegal. Ada tiga fokus masalah yang dijadikan obyek penelitian ini, yakni: faktor-faktor yang terkait dengan partisipasi pendidikan dasar anak-anak nelayan, kebijakan pemerintah daerah dalam pemenuhan hak-hak atas pendidikan dasar di Kabupaten Tegal, serta implementasinya di lapangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dekriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang terkait dengan partisipasi anak-anak nelayan dalam mengikuti pendidikan dasar adalah ekonomi, lingkungan dan budaya. Faktor-faktor ini masih terkait dengan penelitian-penelitia sebelumnya, yang menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut sampai saat ini masih belum berubah. Dalam aspek kebijakan, pemerintah daerah belum memiliki kebijakan afirmasi terhadap persoalan pendidikan anak-anak nelayan. Kebijakan yang ada difokuskan untuk menanggulangi persoalan drop-out siswa de jenjang pendidikan dasar secara umum. Namun, pada tahun 2014 ini Pemerintah Kabupaten Tegal telah mendesain program pendidikan inklusi bagi anak-anak yang drop-out sekolah, termasuk anak-anak nelayan. Sejalan dengan program tersebut maka relaisasi kebijakan ini akan di jalankan beriringan dengan program bantuan dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan RI, yakni berupa Sekolah Lapang yang bersifat flexibel dna mengikuti ritme aktivitas anak-anak nelayan. Kata Kunci : Hak atas Pendidikan Dasar, Nelayan, Tegal, Afirmasi.
PENGELOLAAN PAUD RAMAH ANAK BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN METAKOGNISI Elyana, Luluk
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD ramah anak berbasis masyarakat merupakan layanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, berpihak kepada hak-hak anak dan memberikan perlindungan terhadap anak. Pengelola PAUD harus memahami konsep kebermaknaan pada diri anak. Pengelola harus dapat mengedukasi seluruhstake holder dengan metode yang tepat dan hasil akhirnya bermuara pada awarness. Ramah keluarga, ramah lingkungan ramah masyarakat, ramah pembelajaran dan ramah kelembagaan adalah elemen dasar dari terwujudnya PAUD ramah anak berbasis masyarakat. Berangkat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Gagasan MAKE (Lima Kepedulian) melalui pendekatan metakognisi adalah sebuah metode yang memiliki kekhasan yaitu awarness yang tinggi dan penemuan metode yang bersifat inovatif. Pendekatan metakognisi merupakan sebuah pendekatan yang berhubungan dengan self regulation atau regulasi diri melalui cheking, planning, monitoring, testing, revising, dan evaluating. Melalui proses tersebut akan dihasilkan kepribadian yang ramah anak yaitu peduli dengan kesadaran yang mendalam. Permasalahan yang dihadapi diselesaikan melalui problem solving yang tepat, PAUD ramah anak akan terwujud melalui kepribadian stake holder yang baik, service excellent pada semua lini, suasana PAUD yang menyenangkan, dan ramah pada seluruh layanan program yaitu TPA, SPS, KB, dan TK. PAUD ramah anak berbasis masyarakat mendapatkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Kata Kunci : Ramah Anak, Lima Kepedulian, Pendekatan Metakognisi, Pengelolaan PAUD
PERSYARATAN LINGKUNGAN HUNIAN SEHAT Suparto, Suparto
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah yang stretagis merupakan pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang dicirikan oleh batasan administratif yang di atur dalam peraturan perundangan serta didominasi oleh kegiatan produktif bukan pertanian. Disamping itu, wilayah tertentu yang strategis  memiliki peran dan fungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, pariwisata dan sebagainya, bahkan memiliki daya tarik bagi kaum urbanis untuk tinggal di dalamnya. UU RI Nomor 1/2011 menyatakan bahwa permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan pedesaan. Adapun  ciri-ciri hunian  yang sehat di antaranya: (1) sarana dan prasarana sanitasi ada dan terawatt, (2) adanya ventilasi udara yang cukup untuk pertukaran udara sehat, (3) bangunan yang teratur. Kemudian ciri-ciri lainya, fungsi bangunan sebagai hunian, bukan berfungsi yang lain. Ciri-ciri pemukiman sehat yang terkahir adalah ada peng-hijauan. Rumah sehat adalah kondisi fisik , kimia, biologi, didalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Untuk menciptakan rumah sehat, maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh, antara lain: (1) sirkulasi udara yang baik, (2) penerangan yang cukup, (3) air bersih terpenuhi, (4) pembuangan air limbah diatur dengan baik agar  tidak menimbulkan pencemaran, (5) bagian-bagian ruang seperti lantai dan dinding tidak lengkap serta tidak terpengaruh pen-cemaran seperti bau, rembesan air kotor, maupun udara kotor. Kata Kunci : Hunian sehat.
KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Kartika, Lina Indra
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan membatik yang dilakukan di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang. Kegiatan membatik dilakukan agar mengoptimalkan kemampuan kreasi anak dalam menanamkan budaya Jawa. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif yaitu metode Spredley secara sederhana dan mendalam. Subjek penelitian adalah anak, guru, dan semua yang terlibat dalam kegiatan membatik di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang.   Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, catatan lapangan, dan wawancara yang dilakukan dengan analisis triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Melalui kegiatan membatik anak juga akan mengenal unsur-unsur seni tersebut untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik anak usia 5-6 tahun yaitu karakteristik kemampuan fisik (motorik halus), karakteristik kemampuan kognitif, dan karakteristik kemampuan sosio-emosional, (2) Pengenalan dan pengembangan tentang unsur-unsur seni ini akan terlihat dalam tujuan membatik, materi membatik, metode membatik, media membatik, proses kegiatan membatik, dan evaluasi membatik. Kata Kunci : membatik, seni, budaya
ANALISIS KEBIJAKAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA ( KKNI) Marliyah, Lili
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persepektif ekonomi, pendidikan merupakan human investment yang harus dapat menghasilkan SDM penggerak pembangunan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing nasional dan kemandirian bangsa,yang menjadi syarat mutlak dalam persaingan dalam era globalisasi. Era globalisasi memiliki cirri utama,  persaingan yang semakin ketat dalam kehidupan terutama tantangan dalam menyiapkan SDM sehingga tuntutan terhadap pengelolaan serta peningkatan mutu tenaga kerja  kesetaraan kualifikasinya dengan tenaga kerja asing akan menjadi satu tantangan  perekonomian Indonesia. Penetapan KKNI sebagai pedoman untuk menetapkan kualifikasi, skema pengakuan kualifikasi dan menetapkan skema pengakuan kualifikasi capaian pembelajaran, pelatihan atau pengalaman kerja serta menyetarakan kualifikasi antara capaian pembelajaran, pelatihan atau pengalaman kerja, mengembangkan metode dan sistem pengakuan kualifikasi sumberdaya manusia dari negara lain. Hubungan KKNI dengan kerangka kebijakan makro pendidikan yaitu merupakan sistem yang berdiri sendiri dan merupakan jembatan antara sektor pendidikan dan pelatihan untuk membentuk SDM berkualifikasi, bersertifikasi. Implementasi KKNI akan berdampak pada kerangka manajemen pengembangan SDM dan perubahan sosial sebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas SDM  dalam KKNI. Kata Kunci : KKNI, kebijakan
Penggunaan Eceng Gondok Rawa Pening Ambarawa Untuk Cooling Pad Komposit Menggunakan Metode Kompaksi Ngubaidi Achmad2, Joko Suwignyo1
PAWIYATAN Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat alam banyak dimanfaatkan di bidang teknologi material. Serat alam sebagai penguat material komposit. Komposit memiliki sifat ringan, kuat, elastis, dan tangguh. Kekurangan serat alam pada kekuatan yang tidak merata. Jenis serat alam yang banyak dipakai yaitu sisal , flex, hemp, jute, rami, kelapa, dan eceng gondok. Eceng gondok rawa pening memiliki kekuatan tarik yang tinggi yaitu 19 N/mm2 dan tahan temperatur 50oC. Bahan komposit eceng gondok sebagai bahan eksterior mobil, elektronik, dan perlengkapan komputer. Penggunaan serat alam eceng gondok Rawa Pening Ambarawa sudah banyak dimanfaatkan, tetapi untuk perlengkapan komputer belum pernah dilakukan. Pada riset ini, ingin memanfaatkan eceng gondok Rawa Pening untuk pembuatan cooling pad komposit yang tahan beban, ringan, kuat dan temperatur tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa antara serat dan serbuk eceng gondok, pengaruh penamabahn fraksi volume, dan tekanan kompaksi terhadap kekuatan mekanik cooling pad komposit. Metode penelitian ini dengan memvariasi serat dan serbuk eceng gondok, fraksi volume 20, 30, dan 40% penguat, dan tekanan kompaksi. Hasil uji mekanik yang paling baik pada komposisi cooling pad komposit B1 pada tekanan kompaksi 200 Kpa memiliki kekuatan mekanik paling besar yaitu kekuatan tarik 26,5 N/mm2, uji impak 0,002565 J/mm2, dan uji fatik 27,1 Mpa. Bertambahnya kekuatan tekan kompaksi, fraksi volume dan serat eceng gondok meningkatkan kekuatan mekanik cooling pad komposit, sehingga memiliki kwalitas baik. Keyword: eceng gondok, cooling pad, kompaksi, rawa pening, serat.
KEBIJAKAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA Sukoco, Sukoco
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini di berbagai belahan dunia  termasuk Indonesia telah  merebak konflik sosial antar kelompok baik bersifat horisontal maupun vertikal. Kecenderungan inilah menjadi alasan yang kuat untuk melakukan kajian terhadap masalah multikultural. Multikulturalisme adalah sebuah gerakan atau paham yang memperjuangkan kesetaraan untuk mengakui dan menghargai perbedaan dari ras, agama, etnik, budaya, gender, dan kelas sosial untuk menghadapi polarisasi dan permasalahan dunia. Paham ini dapat diinternalisasi melalui pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural    adalah proses dan strategi untuk membentuk sikap setiap orang untuk menghormati orang lain dengan berbagai perbedaan yang ada pada dirinya  dari aspek budaya, ras, etnik, agama, kelas sosial, maupun gender  dengan yang dimiliki orang lain, karena setiap orang memiliki dimensi yang berbeda dalam pengalaman, pikiran, persepsi,  sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan pendidikan multikultural di Indonesia menghadapi tantangan yang luar biasa antara lain:1). keragaman identitas budaya daerah, 2).pergeseran kekuasaan dari pusat ke daerah, 3). kurang kokohnya nasionalisme, 4). fanatisme sempit, 5). konflik kesatuan nasional dan multikultural, 6). kesejahteraan ekonomi yang tidak merata di antara kelompok budaya, 7). keberpihakan yang salah dari media massa khususnya televisi swasta dalammemberitakan peristiwa Kata kunci: kebijakan, pendidikan multikultural, Indonesia.
ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN INDONESIA Muryati, Sri
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru dalam pembelajaran memiliki tanggung jawab menanamkan karakter atau watak siswa sangat penting dijadikan titik tolak dalam penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai dasar membangun pribadi yang memiliki mental spiritual, kesehatan, rohaniah dan jasmaniah yang utuh. Profesionalisme bukan sekedar pengetahuan teknologi manajemen tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan professional lebih dari seorang teknisi bukan hanya memiliki ketrampilan yang tinggi tetapi memiliki suatu tingkah laku yang dipersyaratkan guru yang professional pada dasarnya ditentukan oleh metodennya yang berarti pada ketatanan kematangan yang mensyaratkan willingness dan ability, baik secara intelektual maupun pada kondisi yang prima. Usaha meningkatkan profesionalisme guru merupakan tanggung jawab bersama antara LPTK sebagai pencetak guru, instasi yang memberi guru dalam hal ini kementerian pendidikan kebudayaan dan persatuan guru Republik Indonesia. Kata Kunci : guru, profesionalisme
PENGELOLAAN AIR DAN SUMBER AIR TERPADU YANG BERKELANJUTAN Samidjo, Jacobus
PAWIYATAN Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok mahkluk hidup dan pembangunan semakin hari semakin menjadi persoalan dan merupakan potensi konflik kepentingan antar daerah. Kondisi ini perlu diatasi melalui upaya “pengelolaan air dan sumber air terpadu yang berkelanjutan” (real time water allocation), dan perlu pertimbangan secara serius pengembangan kerjasama antar daerah. Upaya ini tidak dapat diterapkan menyeluruh di Indonesia, perlu dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi obyektif wilayah sungai dan daerah bersangkutan namun perlu segera ditangani agar tidak akan dihadapi masalah yang lebih besar dan mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Kata Kunci : sumber air, sungai