cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BELIA
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014)" : 10 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGURUTKAN POLA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PAPAN FLANEL PADA ANAK Kusniati, Siti
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran mengurutkan pola di TK Pertiwi Eromoko Kecamatan Eromoko. Masih belum tercapainya target sesuai dengan kriteria ketuntasan pembelajaran 75% disebabkan oleh pembelajaran yang kurang menarik minat belajar anak dalam mengurutkan pola dari berbagai macam bentuk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan ada 4 langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak didik kelompok B di TK Pertiwi Eromoko Kecamatan Eromoko Kabupaten wonogiri dengan jumlah peserta didik 25 anak terdiri dari laki-laki 12 anak dan perempuan 13 anak. Pembelajaran difokuskan pada tema Alam semesta dengan sub tema Gejala Alam. Dalam mengumpulkan data penelitian tindakan kelas ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data digunakan analisis kualitatif yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan pra siklus, siklus I dan siklus II kemudian dilakukan refleksi. Penyajian data yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan simpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang benar-benar valid. Penarikan kesimpulan yaitu data yang telah didapat dari hasil penelitian kemudian diuji kebenarannya. Untuk mengetahui perubahan kemampuan dalam proses pembelajaran mengurutkan pola adalah deskripsi prosentase. Adapun perhitungan diperoleh melalui perbandingan kemampuan mengurutkan pola sebelum menggunakan metode pembelajaran papan flanel dan sesudah menggunakan metode papan flanel. Apabila ada peningkatan kemampuan 80% dari kemampuan sebelumnya, berarti pembelajaran dengan metode pembelajaran papan flanel tercapai. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mengurutkan pola menggunakan metode pembelajaran papan flanel dapat memotivasi dan meningkatkan hasil belajar anak di TK Pertiwi Eromoko Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. Hal ini dapat dilihat dalam siklus I media yang digunakan kertas berbentuk matahari, bintang, dan bulan berwarna putih dengan menggunakan papan flanel berwarna orange, hasil yang dicapai anak yang mampu meningkat daripada pra siklus yaitu 4% menjadi 20%, sedang anak yang cukup mampu dari pra siklus ke siklus I yaitu dari 16% menjadi 40% dan yang belum mampu turun dari 80% menjadi 40%. Dalam siklus II peneliti menggunakan kain flanel berwarna-warni, hal ini sangat menarik minat dan antusiasnisme anak dalam mengikuti pembelajaran mengurutkan pola. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar anak yang meningkat secara signifikan hasil belajar anak dari sklus I terhadap siklus II, anak kategori mampu mengalami peningkatan pada siklus I 20% meningkat menjadi 88%, anak yang cukup mampu mengalami penurunan pada siklus I 40% menjadi 8 % pada siklus II, sedangkan anak yang belum mampu mengalami penurunan yang signifikan pada siklus I 40% turun menjadi 4% pada siklus II. Dilihat dari ketuntasan hasil belajar, anak tidak tuntas (belum mampu) dari siklus I 40% turun menjadi 4%, sedang pada anak yang tuntas (mampu dan cukup mampu), yaitu pada siklus I 60% meningkat menjadi 96 % pada siklus II. Saran yang disampaikan adalah: (1) Guru diharapkan dapat memberikan proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan mengaplikasikan berbagai metode dan media pembelajaran sehingga dapat memotivasi serta menstimulisasi terhadap minat belajar anak, (2) Guru harus mampu mengoptimalkan metode dan media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara baik dan efisien, (3) Guru harus mampu mengkondisikan anak agar pembelajaran mencapai pada tujuan yang diharapkan, (4) Guru harus selalu menggali potensi serta ide-ide baru dalam penerapan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang dimiliki anak, (5) Orangtua/ wali  hendaknya memperhatikan hasil belajar anak di sekolah dan mendorong  anak mengulang kembali apa yang diterima waktu pembelajaran di sekolah, (6) Orangtua/ wali diharapkan memberi masukan kepada guru ataupun pihak sekolah tentang hambatan-hambatan anak dalam mengerjakan ulang hasil pembelajaran di sekolah. Kata kunci : Mengurutkan Pola Melalui Metode Pembelajaran Papan Flanel.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL Mukatiatun, Sri
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan bahasa adalah kesanggupan, kecakapan, kekayaan ucapan pikiran dan perasaan manusia melalui bunyi yang arbiter, digunakan untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam percakapan yang baik. Dalam penelitian ini masalah yang dapat dirumuskan sebagai beikut: “Apakah Media Audio Visual dapat meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Kelompok B di TK Kartika Rini II Desa Bakung Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2013/2014?”.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui media audio visual kelompok B di TK Kartika Rini II Desa Bakung Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2013/2014. Bentuk penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus mempunyai empat tahapan yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting) dengan subjek penelitian 25 anak TK Kartika Rini II Desa Bakung Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan kuesioner.  Penelitian tindakan kelas pada peserta didik kelas B TK Kartika Rini II Desa Bakung Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2013/2014, dapat disimpulkan bahwa media audio visual dapat meningkatkan kemampuan berbahasa terlihat dengan indikator kinerja yang selalu meningkat dari kondisi awal (58%), siklus I (69%) dan siklus II (89%). Peningkatan indikator kinerja ini dapat ditunjukkan dengan anak mampu memecahkan masalah melalui diskusi bersama kelompoknya, anak mampu berinteraksi dengan teman sebayanya, keaktifan anak mengikuti kegiatan pembelajaran meningkat, suasana kegiatan belajar mengajar sangat kondusif. Selain itu keberhasilan dalam proses pembelajaran tersebut tidak hanya terbatas pada aktivitas guru dan anak saja, tetapi juga mendapat dorongan dari orang tua. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media audio visual meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini pada Peserta Didik Kelas B TK Kartika Rini II Desa Bakung Kecamatan Mijen Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 2013/2014. Guru mampu mengembangkan media audio visual yang lebih bervariasi dan menyenangkan bagi anak. Kata Kunci : Kemampuan Berbahasa, Anak Usia Dini, Media Audio Visual.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK TAMAN KANAK – KANAK MELALUI PEMBELAJARAN SAINS DENGAN MEDIA PLASTIK MIKA Rohmah, Heni Fatkhiatur
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebenarnya pengembangan potensi yang dimiliki oleh anak usia TK bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan metode. Cara dan metode tersebut harus bertitik tolak dari sifat dan karakteristikdari anak yang bersifat unik. Selain itu juga harus memperhatikan perkembangan anak yang meliputi: perkembangan fisik dan motorik, Perkembangan kognitif, perkembangan sosial emosional, dan perkembangan bahasa. Bidang- bidang tersebut diatas harus dikembangkan secara menyeluruh dan tidak menekankan pada salah satu bidang pengembangan saja. Walaupun nantinya anak akan mengalami perkembangan yang berbeda dari setiap aspek perkembangannya. Berhasil tidaknya proses dan hasil suatu bidang pengembangan (terutama sains) bagi anak usia TK dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantara faktor yang fundamental yang turut berpengaruh adalah para pengajar dan pendidik sains. Agar  pembekalan sains pada anak berjalan secara optimal, hendaknya orang- orang yang terlibat dalam pendidikan sains betul- betul memahami hakekat sains secara benar, dan tentu saja model dan media pembelajaran yang benar pula. Apakah melalui pembelajaran sains dengan media plastik mika dapat meningkatkan kemampuan kognitif? Dan bagaimana meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui pembelajaran sains dengan media plastik mika?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kognitif anak di TK Mardilestari melalui pembelajaran sains dengan media plastik mika dan juga untuk mengungkap penerapan pembelajaran sains dengan media plastik mika dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak TK Mardi lestari. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada tingkat TK di TK Mardi lestari Kedungwaru lor Karanganyar Demak tahun 2013/ 2014. Upaya meningkatkan kemampuan kognitif anak taman kanak- kanak melalui pembelajaran sains dengan media plastik mika di TK Mardi lestari pada kelompok B1 yang berjumlah 20 anak, yang terdiri dari 9 anak laki- laki dan 11 anak perempuan. Adapun pelaksanaan pada siklus I pada pertemuan pertama hari senin tanggal 22- 7- 2013, pertemuan kedua hari rabu tanggal 24- 7- 2013. Sedangkan pelaksanaan pada siklus II  pada pertemuan pertama hari sabtu tanggal 27- 7- 2013 dan pertemuan kedua hari senin tanggal 29- 7- 2013. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara,dokumentasi, penugasan atau pembarian tugas. Proses penelitian direncanakan terdiri dari dua siklus. Siklus pertama dua kali pertemuan dan siklus kedua sama dua kali pertemuan. Masing- masing kegiatan saat pertemuan adalah dua jam pelajaran. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai pengajar yang berkolaborasi dengan melibatkan guru kelas yang lain untuk bersama- sama melakukan penelitian. Dalam penelitian ini tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dari penelitian akhirnya diketahui ada peningkatan yang signifikan pada penguasaan materi pembelajaran, hal ini dapat dibuktikan dari hasil penugasan/ pemberian tugas pada siklu I dan siklus II. Kemampuan anak dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak melalui pembelajaran sainsdengan media plastik mika mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari 65%di siklus I  dan meningkat  menjadi 80% di siklus II. Dengan melihat hal tersebut dapat dikatakan bahwa melalui pembelajaran sains dengan media plastik mika dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Data kualitataif yang diperoleh melalui pengamatan menunjukkan adanya perubahan perilaku anak yang positif yaitu , perubahan tersebut terlihat pada penguasaan materi pembelajaran, minat dan motivasi belajar maupun hasil belajar anak. Kata Kunci: perkembangan kognitf, pembelajran sains, pencampuran warna dan media plastik mika.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI PADA ANAK Suparjo, Suparjo
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah Penggunaan Media Pembelajaran gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak. Pada anak usia Taman Kanak-Kanak sudah sangat membutuhkan alat untuk bermain dalam rangka pengembangan kemampuannya, sesuai apa yang dilihat, dialami dalam kehidupan sehari – hari dilingkungan sekitar mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan berbicara siswa dalam kompetensi bercerita  siswa di TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Informan dalam Pendidikan adalah guru pengajar dan anak yang sekolah di TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Informasi yang di dapat tidak hanya dari satu sumber melainkan juga dari orang tua anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi pedoman Observasi, pedoman wawancara, dokumentasi, dan untuk mengetahui keabsahan datanya menggunakan  teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini adalah : (1) Memperkenalkan Media Gambar Seri  pada anak ; (2) Melatih anak untuk bersoisialisasi dengan teman-temannya (3) Menumbuhkan Keberanian pada diri anak melalui kegiatan bercerita ; (4)  Faktor pendukung ; (5) Faktor penghambat. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh adalah : Penggunaan media gambar seri efektif meningkatkan kemampuan bercerita anak  TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak benar- benar terbukti. Hal ini dapat dibuktikan dengan tercapainya ketuntasan belajar anak dengan indikator pencapaiannya dapat peneliti uraikan sebagai berikut: Pada kondisi awal atau pra siklus kemampuan bercerita anak sebelum menggunakan media gambar seri hanya sebesar 16,36% meningkat menjadi 62,72% pada siklus I dan semakin meningkat menjadi 91,81% pada siklus II, termasuk dalam criteria baik sekali. Kemudian  kinerja guru pada siklus I mempunyai rata-rata skor 2,90 meningkat menjadi 3,65 pada siklus II termasuk dalam katagori baik sekali. Begitu juga dengan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran mengalami peningkatan dari siklus I yang skor rata-rata 2,50 menjadi 3,75 pada siklus II, yang berarti media gambar seri efektif meningkatkan kemampuan bercerita anak TK Pangrukti Budi Desa Geneng Kecamatan Mijen Kabupaten Demak  benar-benar terbukti. Kata Kunci: Media Gambar,Kemampuan Bercerita
PENERAPAN PERMAINAN SENAM OTAK (BRAIN GYM) DALAM MENGOPTIMALKAN OTAK KANAN ANAK USIA DINI Wulandari, Indah
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap Anak dilahirkan dengan bakat yang merupakan potensi kemampuan (inherent component of ability) yang berbeda-beda dan yang terwujud karena interaksi yang dinamis antara keunikan individu dan pengaruh ingkungan. BerbagaI kemampuan yang teraktualisasikan beranjak dari berfungsinya otak kita. Berfungsinya otak kita, adalah hasil interaksi dari cetakan biru (blue print) genetis dan pengaruh lingkungan itu. Pada waktu manusia lahr, kelengkapan organisasi otak yang memuat 100 – 200 milyar sel otak (Teyler, 1977, dalam Clark, 1986), siap untuk dikembangkan serta diaktualisasikanmencapai tingkat perkembangan potensi tertinggi. Jumlah ini mncakup beberapa trilyun jenis informasi dalam hidup manusia (Sogan, 1977, dalam Clark, 1986). Sayang sekali, riset membuktikan bahwa hanya 5% dari kemampuan tersebut (Ferguson, 1973 dalam Clark, 1986). Penggunaan system kompleks dari proses pengelolaan otak ini sebenarnya sangat menentukan intelegensi maupun kepribadian dan kualitas kehidupan  yang dialami seseorang manusia, serta kualitas manusia itu sendiri. Untuk meningkatkan kecerdasan anak maka produksi sel neuroglial, yaitu sel khusus yang mengelilingi sel neuron yang merupakan unit dasar otak, dapat ditingkatkan melalui berbagai stimulus yang menambah aktivitas antara sel neuron (synaptic activity), dan yang memungkinkan akselerasi proses berpikir (Thomson, Berger dan Bery, 1980, dalam Clark, 1986). Kecerdasan orang banyak ditentukan oleh struktur otak. Cerebrum otak besar dibagi dalam dua belahan otak yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum. Belahan otak kanan menguasai belahan kiri badan. Respon, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan belahan otak kiri terutama berfugsi untuk merespon terhadap hal yang siftnya liner, logis, teratur, sedangkan yang kanan untuk mengembangkan imaginasi dan kreativitas. Berfungsinya belahan otak kanan inilah yang perlu digalakan dalam pengembangan kreativitas. Sayang sekali, sekolah-sekolah kita pada umumnya kurang memperhatikan berfungsinya belahan otak kanan. Pembelajaran yang mengendalikan berfungsinya kedua belahan otak secara harmonis akan banyak membantu anak berprakarsa mengatasi dirinya, meningkatkan prestasi belajar sehingga mencapai kemandirian dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Untuk itu, penulis mengajak para pendidik, atau tenaga kepedidikan, orangtua, dan siapapun yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan anak usia dini untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan kecerdasan otak anak dengan aktif melakukan senam otak. Menurut penelitian, senam otak mampu mengembangkan kreatifitas anak dan mampu meningkatkan daya konsentrasi serta menimbulkan kemandirian dan kematangan emosional anak. Segala bentuk kebaikan, kerap orangtua lakukan untuk perbaikan anak-anak yang dicintainya. Sebagai pendidik, seharusnya juga mampu dalam mengatasi segala bentuk kesulitan siswa didiknya.  Juga, sebagai generasi muda pemegang kekuatan utama, yaitu melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam mengatasi permasalahan dalam pendidikan. Kata Kunci : Senam Otak, Otak Kanan
UPAYA MENINGKATKAN KREATIFITAS BANGUN RUANG DENGAN MEDIA BERMAIN BALOK PADA ANAK Ulfah, Umi Maria
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak dengan usia 4 – 6 tahun adalah usia peka dan aktif bagi anak dalam mencari dan menemukan sesuatu yang menjadi dasar dalam mengembangkan kemampuannya, dan salah satunya adalah kemampuan untuk berkreasi. Dari hasil pengamatan yang dilakukan di PAUD Muslim Play Group Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, ditemukan bahwa kurang berminatnya anak dalam kegiatan bermain sambil belajar dengan menggunakan sarana dan prasarana permainan yang ada. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana alat permainan yang ada kurang tersedia dengan baik didukung metode pembelajaran yang kurang variatif pula. Berdasarkan hal tersebut, maka permainan dengan balok-balok permainan dirasa sangat tepat untuk digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bahwa metode bermain media balok dapat mengembangkan kreatifitas anak-anak didik kelompok B PAUD Muslim Play Group. Penelitian Tindakan Kelas adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan subyek penelitiannya adalah anak didik Kelompok B Muslim Play Group Kecamatan Gajah Kabupaten Demak Tahun Pelajaran 201/2014. Subyek penelitian adalah peserta didik kelompok B PAUD Muslim Play Group. Jumlah anak didik :20 anak, terdiri dari Laki-laki:11anak, Perempuan:9 anak. Data diperoleh melalui observasi indikator kemampuan kreatifitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah prosentase kemampuan kreatifitas bangun ruang anak melalui bermain balok yang dikategorikan kedalam bentuk nilai yaitu nilai A dengan skor 4 sebagai berkembang sangat baik ( BSB ), nilai B dengan skor 3 sebagai berkembang sesuai harapan ( BSH ), nilai C dengan skor 2 sebagai mulai berkembang ( MB ) dan nilai D dengan skor 1 sebagai belum berkembang ( BB ). Berdasarkan hasil observasi dan penelitian dilakukan dengan berpedoman pada beberapa aspek atau indikator yang meliputi : mengelompokkan bentuk geometri, menyusun dari kepingan sederhana, menciptakan bentuk bangunan, membongkar dan mencipta lagi bangunan baru, bercerita apa yang diimajinasikan Peneliti beranggapan bahwa dengan bermain balok akan dapat meningkatkan kretifitas anak dan melatih kerjasama kelompok.        Pembahasan pada siklus 1 peneliti masih kurang kreatif dalam mengkreasikan media balok, balok yang digunakan balok polos sehingga anak kurang tertarik, guru juga kurang aktif dalam pengarahan dan penyampaian materi sehingga anak masih bingung dalam bermain balok. Pembahasan siklus II adalah perbaikan dari siklus I, Dalam siklus II media balok di tempeli dengan stiker anak dan juga ada yang di kasih warna dengan ditambahkan assesori tambahan sehingga anak lebih tertarik untuk bermain berkreasi membangun dengan balok, dalam kegiatan guru juga memberikan dorongan motivasi dan memberikan masukan agar anak lebih berfikir kreatif. Setelah dilaksanakan penelitian yang berjalan selama dua siklus, terbukti bahwa ternyata ada perubahan setelah dilakukan tindakan atau setelah diterapkan metode yang sesuai saat bermain balok. Penerapan bermain balok yang tepat dapat meningkatkan kretifitas bangun ruang anak. Berikut ini adalah pemaparan peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dapat dilihat nilai rata-rata anak  pada siklus 1 adalah 2,62 dengan persentase ketuntasan belajar 57% sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata anak 3,2 dengan persentase ketuntasan belajar 82%. Dengan melihat pengamatan menunjukkan Perkembangan kreatifitas anak melalui permainan balok semakin berkembang. Disamping itu anak semakin aktif dan bahkan berlomba untuk dapat menyelesaikan permainannya yaitu menyusun balok untuk membentuk suatu bangunan bahkan lebih dari satu.  Kata kunci : perkembangan kreatifitas, bangun ruang, media bermain balok
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR TIGA Nuryati, Intan
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu tujuan yang mendasar dalam rangka mencapai hasil belajar seperti tersebut diatas, berbagai upaya telah dilakukan oleh guru  dengan menggunakan media dan alat pembelajaran yang ada di sekolah. Cerita bergambar tiga dimensi merupakan bagian dari media yang dikembangkan selama proses pembelajaran. Melalui media cerita bergambar tiga dimensi ini diharapkan siswa mudah memahami dan menangkap materi yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran. Media cerita bergambar tiga dimensi yang disampaikan guru di RA/BA AL-ISLAM Mijen setidaknya dapat mempengaruhi proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Proses pengembangan kemampuan berbahasa melalui cerita bergambar tiga dimensi terdiri dari proses-proses yaitu : 1) Belajar mendengarkan cerita, 2) Anak menceritakan kembali isi cerita yang di dengar, 3) Anak memahami/mengetahui isi cerita, 4) anak mampu menyebutkan tokoh – tokoh dalam cerita, 5) Anak mampu membaca buku cerita bergambar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk Mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak di RA/BA AL-ISLAM MIJEN  melalui media cerita  bergambar tiga dimensi. Sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas, penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mendapatkan data yang baik dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode penelitian  yaitu menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan analisis datanya dilakukan secara deskriptif yaitu data yang terkumpul dideskripsikan secara rinci. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan identifikasi masalah dan pengumpulan data. Semua data dan informasi yang didapat merupakan hasil pengamatan sehari-hari. Peneliti mengumpulkan data dengan mengamati siswa yang menjadi pusat penelitian ini. Melalui teknik ini akan dapat dilihat secara jelas jumlah prosentase nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa  dalam kemampuan berbahasa anak melalui media cerita bergambar tiga dimensi di RA/BA AL-ISLAM Mijen. Dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dapat disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui media cerita bergambar tiga dimensi pada kelompok B di RA/BA AL-ISLAM Mijen  dapat digolongkan kategori memberikan kemajuan yang berarti. Itu dibuktikan pada pembelajaran Siklus I yang terjadi peningkatan kemampuan berbahasa melalui media cerita bergambar tiga dimensi. Pada kondisi pra siklus sebelum dilaksanakan penelitian tindakan kelas terdapat 50 % siswa yang belum memperhatikan dalam proses pembelajaran, pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 2,96 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 65 %. Pada pembelajaran siklus II terjadi peningkatan kemampuan berbahasa dengan nilai rata-rata 3,24 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 80 %. Sedangkan dalam penilaian aktivitas siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 3,3 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 85 %. Pada siklus II penilaian aktivitas siswa dengan nilai rata-rata 3,35 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 90 %. Untuk penilaian observasi guru pada siklus I dengan nilai rata-rata 3,75 dan prosentase ketuntasan mencapai 75 %. Sedangkan pada siklus II dengan nilai rata-rata 4,25 dan prosentase ketuntasan belajar  mencapai 85 %. Kata Kunci : Berbahasa,Bercerita tiga dimensi, Taman Kanak-kanak. 
UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN METODE BERCERITA MENGGUNAKAN WAYANG KARDUS PADA ANAK Handayani, Tri Utami Ngesti
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang variatifnya metode pembelajaran yang diberikan oleh guru mengakibatkan anak tidak termotivasi untuk mengikuti kegiatan, anak cenderung bermain sendiri dengan alat tulis mereka daripada mendengarkan cerita yang dibacakan guru. Salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu pembelajaran menggunakan media yang menarik perhatian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kepercayaan diri anak melalui penggunaan wayang kardus.Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan 2 (dua) kali pertemuan. Setiap pertemuan ada 4 (empat) langkah kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas A Taman Kanak-kanak PGRI Kalisari Tempuran Kabupaten Magelang yang berjumlah 15 (lima belas). Pengumpulan data menggunakan instrumen pedoman observasi dan pedoman wawancara data kualitatif yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif interaktif. Hasil penelitian yang telah dilakukan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus diberikan 2 (dua) kali tindakan bercerita menggunakan wayang kardus memperoleh persentase ketuntasan belajar siswa terhadap kepercayaan diri yang meningkat dari belum terdapat siswa yang tuntas pada kondisi awal, kemudian meningkat menjadi 46.5% pada akhir siklus I dan kempali meningkat 33.5% menjadi 80% pada akhir siklus II. Kata Kunci : kepercayaan diri pada anak, wayang kardus
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI BERMAIN BALOK Rumiatun, Rumiatun
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pengenalan konsep bilangan yang dilaksanakan dilapangan kenyataannya belum memanfaatkan media yang ada masih menekankan pembelajaran yang berpusat pada guru, hal ini dapat dibuktikan bahwa peran guru yang terlalu menguasai kelas, guru dengan spontan memberikan tugas pada anak tanpa memberikan pilihan kegiatan. Sehingga proses pembelajaran pengenalan konsep bilangan menjadi kurang menarik dan menjenuhkan. Rumusan masalah : Apakah dengan bermain balok dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan di TK Siwi Peni 02 Wonorejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang penting dan yang harus diperhatikan dalam melaksanakan permainan balok untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 3 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan menganalisis. Indikator kinerja yang diterapkan adalah guru terampil membuat rencana pembelajaran melalui permainan balok untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal konsep bilangan  dan aktivitas guru selama proses kegiatan, pembelajaran dengan metode pemberian tugas dan tanya jawab. Prosentase ketuntasan yang diharapkan sebesar 80%. Teknik pengumpulan datanya menggunakan tehnik observasi dan tehnik wawancara, analisis datanya statistik deskriptif dengan cara menghitung jumlah anak yang mempunyai nilai berkembang sangat baik (BSB), berkembang sedidik yang dikategorikan tuntas suai harapan (BSH), mulai berkembang (MB), dan belum berkembang (BB) serta membaginya dengan jumlah anak didik kemudian mengalikan dengan 100%. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil pada siklus I : Aktivitas anak dari 19 anak yang dikategorikan tuntas sebesar 57,8 % dan belum tuntas 42,2 %. Siklus II Aktivitas anak dari 19 anak didik yang dikategorikan tuntas sebesar 68,4 % dan belum tuntas sebesar 31,6 %. Siklus III aktivitas anak dari 19 anak didik yang dikategorikan tuntas sebesar 84% dan belum tuntas sebesar 16%. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa bermain balok dapat meningkatkan pengenalan konsep bilangan pada anak kelompok B TK Siwi Peni 02 Wonorejo kecamatan Guntur kabupaten Demak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah permainan balok memiliki kontribusi terhadap peningkatan pendidikan dalam pengenalan konsep bilangan di TK. Terjadi peningkatan ketuntasan belajar 34,73 % dari siklus I menjadi 72,26 % pada siklus II dan 84,2 % pada siklus III.Saran yang dapat disampaikan adalah (1) Pusatkan perhatian anak diawal pembelajaran dengan memberikan motivasi tentang materi yang akan diajarkan. (2) Gunakan alt peraga atau media yang dapat menarik perhatian anak sehingga dapat membantu memudahkan anak untuk memahami materi pembelajaran. (3) Ciptakan suasana kelas yang aktif dalam kegiatan pembelajaran.  Kata Kunci : Mengenal Konsep Bilangan, Bermain, Balok 
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL WARNA MELALUI PERMAINAN MENCAMPUR WARNA DENGAN MEDIA BAHAN ALAM PADA ANAK Fajrin, Shofa Afriyani
BELIA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : BELIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif diperlukan oleh anak dalam rangka mengembangkan pengetahuan tentang apa yang anak dengar, rasa, raba ataupun ia cium panca indera yang ia miliki.. Mengenal sains pencampuran warna menurut Howard Gardner (2000: 23) dalam bukunya tentang multiple intelegensi termasuk kecerdasan visual spasial. Namun sayang dalam pembelajaran kognitif khususnya pembelajaran sains masih banyak kendala yang terjadi di lapangan, salah satunya adalah kurangnya kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran terutama dalam mengenalkan warna pada anak pada anak.  Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat di rumuskan sebagai berikut : a) Bagaimanakah tingkat perkembangan kognitif anak Kelompok B TK Plus Latansa Demak ? b) Apakah kegiatan mencampur warna dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B TK Plus Latansa Demak?. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif anak Kelompok B TK Plus Latansa Demak. 2) Untuk mengetahui efektivitas kegiatan mencampur warna dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak. Berdasarkan hasil observasi dan penelitian dilakukan dengan berpedoman pada beberapa aspek atau indikator yang meliputi : Anak mampu bermain warna dengan berbagai media, Anak mampu melukis dengan jari menggunakan bahan alam, Anak mampu menggambar bebas dengan media bahan alam, Anak mampu melakukan percobaan mencampur warna, Anak mampu menceritakan hasil percobaan sederhana. Setelah dilaksanakan penelitian yang berjalan selama dua siklus, terbukti bahwa ternyata ada perubahan setelah dilakukan tindakan atau setelah diterapkan metode yang sesuai saatbermainsainsmencampurwarna. Berikut ini adalah pemaparan peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dapat dilihat nilai rata-rata anak  pada siklus 1 adalah 2,84 dengan persentase ketuntasan belajar 68,8% sedangkan pada siklus II, nilai rata-rata anak 3,4 dengan persentase ketuntasan belajar 93,6%. kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah kegiatan mencampur warna dengan bahan alam mampu meningkatkan kemampuan kognitif / sains  anak TK Plus Latansa Jogoloyo Wonosalam Demak.  Kata Kunci : Kemampuan kognitif, mengenal warna, mencampur warna, media bahan alam

Page 1 of 1 | Total Record : 10