cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
KOMUNIKASI SEBAGAI PROSES INTERAKSI DAN PERUBAHAN SOSIAL DALAM DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i2.506

Abstract

KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3152

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu kegiatan yang paling mendasar yang dibutuhkan oleh setiap individu dalam dinamika adaptasi demi menjaga keberlangsungan spesiesnya. Salah satu tujuan dari komunikasi adalah sampainya pesan dari komunikator terhadap komunikan dengan harapan terciptanya pemahaman dan perubahan sikap maupun perilaku yang sesuai dengan harapan komunikator. Perubahan sikap dan perilaku yang sesuai dengan isi pesan komunikator sangat bergantung pada bagaimana komunikator mampu menyampaikan pesan secara persuasive.  Dalam kegiatan komunikasi, intervensi kebudayaan memiliki andil yang cukup besar dimana kebudayaan akan memberi pengaruh terhadap gaya komunikasi, persepsi, dan interpretasi terhadap pesan yang disampaikan oleh komunikator. Intervensi budaya tersebut adakalanya mampu menjadi daya dukung maupun penghambat dari efektifitas komunikasi persuasive. Untuk menghindari kegagalan persuasi dalam komunikasi maka dibutuhkan variable lain yang mampu berkontribusi pada tercapainya komunikasi persuasive dan efektif seperti penguatan empati dan penegakan etika dalam berkomunikasi
TANTANGAN DAKWAH DI ERA TEKNOLOGI DAN INFORMASI (Formulasi Karakteristik, Popularitas dan Materi di Jalan Dakwah)
AT-TABSYIR Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i1.454

Abstract

Komunikasi Islam Dalam Lintas Budaya
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6439

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar, urat nadi dan ciri eksistensi kehidupan manusia. Tanpa komunikasi, manusia akan sulit  mengungkapkan isi hati, perasaan, keinginan, pendapat dan menjalankan hubungan silaturahmi dengan manusia lainnya. Komunikasi Islam, yaitu proses menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan etika dan prinsip-prinsip Islam,  materi atau isi pesan (content) komunikasi bersumber dari Al-Quran dan Hadis Nabi saw. Komunikator dalam koumunikasi Islam harus memiliki integritas dan menjunjung tinggi moralitas dalam menyampaikan pesan. Enam prinsip dalam komunikasi Islam, yaitu: Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, Qulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layinan, dan Qaulan Maysura. Komunikasi lintas budaya (cross cultural communication) adalah suatu proses pengiriman dan penerimaan pesan di antara peserta komunikasi yang berbeda latar belakang budaya, bisa berbeda bangsa, kelompok ras, atau komunitas bahasa. Komunikasi Islam dalam komunikasi lintas budaya mengandung maksud bahwa umat Islam dalam berkomunikasi harus menjunjung tinggi nilai kejujuran, kebenaran, dan kesantunan serta senantiasa mempertimbangkan keragaman dan pluralitas budaya masyarakat sehingga terwujud komunikasi yang komunikatif dan humanis.
Media Tradisional Vs Media Online
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1660

Abstract

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial memiliki identitas personal sekaligus identitas sosial, yang menjadikan manusia memiliki keunikan dalam berkomunikasi ketika berinteraksi di lingkungan secara langsung maupun secara tidak langsung. Berbagai media dalam komunikasi baik tradisional (majalah, radio, televisi) maupun media modern (online) adalah memudahkan manusia untuk menyampaikan pesan agar terbentuk kelompok dengan kesamaan pemahaman dan melakukan berbagai aktivitas untuk memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan. Komunikasi yang efektif akan mewujudkan keharmonisan kehidupan karena timbulnya kondisi saling menghormati dan saling membantu dalam menyelesaikan masalah. Namun sebaliknya, akan menimbulkan konflik bahkan saling menghilangkan aspek-aspek kemanusiaan. Oleh karena itu, setiap manusia perlu memahami bahwa media tradisional maupun modern dalam berkomunikasi yang digunakan memiliki fungsi untuk memudahkan jalinan silaturrahim antar sesama manusia di seluruh dunia karena keterbatasan jarak dan waktu. Namun perlu diketahui ketika menggunakan media tradisional maka berita maupun pesan tersampai akan membutuhkan waktu, sedangkan penggunaan media online maka akan dengan cepat pesan atau berita diterima namun ada kesempatan untuk menyembunyikan bahasa non verbal. Sebagai manusia yang memiliki kecerdasan, maka berkomunikasi membutuhkan  integrasi antara  apa  yang  dipikirkan  dengan yang dirasakan serta dilakukan yang tidak menyinggung manusia lain, sehingga tercapailah tujuan komunikasi
Perjuangan Kesetaraan Gender dalam Film Hidden Figures
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.11175

Abstract

Gender construction that is formed in society raises the existence of injustice and inequality of gender roles, especially for women. Forms of injustice experienced by women include marginalization, subordination, negative labeling, violence, and multiple burdens. Hidden figures film is a film that tells about discrimination against African-American women who work at NASA. The purpose of this paper is to identify the form of African-American women's struggle against discrimination, both in the work environment and society in general. This study used a Qualitative Approach. Meanwhile, the analytical method used in this research is the semiotic analysis method. Data collection techniques in this study used primary and secondary data sources. Primary data is obtained through direct observation of the Hidden Figures film and documenting it by capturing or cutting several scenes that show the struggle for gender equality carried out by the three African-American female figures in the film. The secondary data, researchers conducted a literature review by collecting data from books, literature, documents, articles, scientific journals and various sources related to this research.
Mewujudkan Dakwah Antar Budaya dalam Perspektif Islam
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1639

Abstract

Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Manusia secara fisik hampir tak memiliki perbedaan yang mencolok antara satu dengan yang lainnya. Kemudian dakwah merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus terhadap objek dakwah. Dari masa ke masa kegiatan  dakwah  selalu  mengalami  perubahan-perubahan  sesuai dengan kondisi budaya  dan  situasi lingkungan. Dakwah menjadi tugas setiap muslim dalam pengertian yang sederhana dalam skala mikro sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Namun dalam pengertian dakwah secara ideal dan makro, baik yang dilakukan oleh individu terkhusus oleh kelompok dakwah harus dilakukan dengan menguasai berbagai aspek, baik metode, materi, media dan menguasai sasaran dakwah. Munculnya permasalahan dalam dakwah semakin kompleks, apalagi pada zaman yang modern seperti sekarang ini. Para da’i dituntut harus bisa mengetahui  gambaran dakwah atau uraian yang mengandung berbagai keterangan, informasi, dan data yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menyusun suatu rencana kegiatan dakwah secara sistematis dan terinci tentang daerah atau  batasan  geografis  yang  nantinya  akan  mewujudkan  dakwah antar budaya oleh sang da’i. Oleh karenanya dibutuhkan aktivitas dakwah agar senantiasa mampu mewujudkan dakwah antar budaya saling rukun, saling menghormati dan menghargai diantara sesama serta mampu menjalin hidup yang toleran dengan kearifan budaya yang ada. Dakwah antar budaya merupakan sebagai proses dakwah yang mempertimbangkan keragaman budaya antar subjek, objek dakwah serta keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi pada tingkat intra dan antarbudaya agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan tetap terpelihara situasi dan kondisi dengan damai
Strategi Dakwah Sebagai Solusi Terhadap Problematika Masyarakat Hedonisme
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8722

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam strategi dakwah yang tepat bagi masyarakat hedonisme yang kini semakin menjamur. Masalah difokuskan pada maraknya pola hidup masyarakat hedonisme yang semakin menjauhkan mereka dengan Tuhan-nya. Segala sesuatu yang dimiliki akan dikorbankan demi hasrat kesenangan yang menjadi kebutuhan mereka. Hidup yang tidak produktif menjadikan mereka tidak memiliki arah yang baik.  Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan pendekatan keilmuan Dakwah dan Komunikasi. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan mengkaji kehidupan hedonisme yang diintegrasikan dengan ilmu dakwah sehingga terlihat peran dakwah dalam perilaku hedonisme masyarakat di tengah-tengah derasnya arus perkembangan zaman. Data-data diambil dengan melihat fenomena yang terjadi menelusuri serta mengkaji literatur-literatur terdahulu yang relevan dengan kajian yang dilakukan yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa Pelaku dakwah harus menggunakan strategi dakwah tertentu dalam mengahadapi masyarakat hedonisme. Di antaranya adalah melakukan survey dan pengamatan terhadap kondisi para masyarakat hedonisme di lingkungan masyarakat hedonisme. Mempertimbangkan segala tindakan yang akan dilakukan ketika menghadapi masyarakat hedonisme dalam proses dakwah. Melakukan pengawasan kepada kelompok atau individu hedonisme untuk meningkatkan strategi dakwah yang dirasa memiliki peluang besar untuk diterima masyarakat hedonisme. Melakukan komunikasi yang intens selama proses dakwah dilakukan hingga dirasa ada hasil dari kegiatan dakwah persuasif yang dilakukan.
M. NATSIR DAN PANDANGANNYA TENTANG DAKWAH DALAM BUKU FIQHUD DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.436

Abstract

PERKEMBANGAN ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM BERMEDIA SOSIAL
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5586

Abstract

Manusia dikenal sebagai makhluk sosial yang tidak lepas dari kegiatan saling berinteraksi dengan sesama manusia. Melalui kegiatan interaksi inilah manusia otomatis melakukan kegiatan komunikasi. Pada perkembangannya, komunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung dalam kehidupan nyata, melainkan juga dapat dilakukan melalui media virtual dengan memanfaatkan akun-akun media sosial. Akan tetapi, pada praktik komunikasi dalam media sosial, masih didapati pelanggaran etika komunikasi dengan adanya penyebaran pesan hoax serta hate speech. Sehingga perlu adanya pengembangan pada etika komunikasi, khususnya etika komunikasi islam. Etika komunikasi islam tidak hanya dijadikan sebagai pemahaman ilmu saja, melainkan adanya implikasi dalam kegiatan komunikasi dalam bermedia sosial. Adanya pemahaman dan pengaplikasian tersebut mampu memberikan pemahaman yang lebih akan pentingnya etika komunikasi dalam bermedia sosial, karena media sosial tidak hanya sebagai sarana komunikasi, melainkan bagian dari budaya interaksi dalam dunia modern.