cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
DAKWAH DAN MEDIA SOSIAL: Menebar Kebaikan Tanpa Diskrimasi
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.2912

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep dakwah menurut Islam danperan media sosial dalam berdakwah. Secara mendasar, dakwahmeliputi isi (esensi) dan cara (metode). Isi (materi) memang harusdisampaikan sesuai dengan sumber normativitas agama, namun jugadituntut adanya kontekstualisasi. Apalagi metode penyampainnya,harus senantiasa seiring dan selaras dengan perkembangan zaman.Dari hasil kajian yang penulis lakukan sampai pada kesimpulanbahwa; dakwah merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim.Dakwah juga harus dilakukan dengan cara-cara yang arif danbijaksana, tidak konfrontatif, diskriminatif dan provokatif. Mediasosial dinilai efektif sebagai sarana berdakwah. Namun, berdakwahmelalui media sosial harus memperhatikan etika dan norma-normaber-medsos. Sehingga benar-benar mendatangkan kemanfaatanbukan sebaliknya menimbulkan permasalahan. Artikel iniditulis dengan metode penelitian kepustakaan (Library Research).
Analisis Model Komunikasi Dakwah K.H. Ahmad Dahlan dalam Film Sang Pencerah Karya Hanung Bramantyo
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.12890

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan yang namanya komunikasi untuk saling interaksi. Namun masih ada beberapa yang belum bisa berkomunikasi dengan baik dan benar, sehingga pesan yang disampaikan tidak tersampaikan. Maka dari itu artikel ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi dakwah yang dilakukan pendiri Muhammadiyah organisasi masyarakat yang masih eksis sampai sekarang K.H Ahmad Dahlan melalui film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif jenis kepustakaan. Sumber data berupa film Sang Pencerah, jurnal dan buku yang relevan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri referensi dalam data base google cendekia dengan kata kunci komunikasi dakwah, K.H. Ahmad Dahlan dan film Sang pencerah. Data yang terkumpul kemudian dianalisis deskriptif yang meliputi display, reduksi, interpretasi dan meaning creativity. Hasil penelitian menunjukan bahwa film Sang Pencerah terdapat dialog-dialog K.H. Ahmad Dahlan dalam berkomunikasi ternyata mengadopsi dari model komunikasi dakwah yang ada di dalam Al-Qur’an, seperti qawlan baligha, qawlan kariima, qawlan layyina, qawlan maisura, qawlan ma’rufa, qawlan sadida, dan qawlan tsaqila.
PARADIGMA DAKWAH UPAYA MERESPON PROBLEMATIKA UMAT ISLAM DI ERA MODERN
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1654

Abstract

Pada Era modernisasi saat ini telah membawa manusia pada kemajuan peradaban dan teknologi. Hal ini ditandai dengan adanya temuan-temuan baru dan kemajuan di berbagai bidang. Berbagai bentuk perubahan sosial, ekonomi, maupun budaya yang menyertai era modernisasi tersebut pada gilirannya mempengarui cara pandang manusia terhadap kehidupan. Era modernisasi mulai dari  nilai moral, etika dan cara hidup berganti begitu cepat menjadi tatanan baru. Tatanan itu semakin menjauhkan manusia dari kepastian moral dan nilai luhur yang telah dipegang teguh. Salah satu persoalan krusial sebagai dampak proses modernisasi  dan globalisasi yang terkait dengan kehidupan keagamaan adalah makin menipisnya ruang religiusitas dalam kontek kehidupan manusia. Disadari atau tidak ini sudah merambah pada kehidupan kita saat ini. Temuan-temuan empiric menghadapkan kepada manusia yang beragama menjadi sebuah realitas akan kekuasaan manusia dimuka bumi ini. Sementara modernisasi akan menyimpan berbagai tantangan dan hambatan bagi kehidupan beserta masalah yang ditimbulkan merupakan bentuk kenyataan yang tidak bisa dihindari sebagai wujud perkembangan dan peradaban zaman dari ralitas sejarah kemanusiaan yang ada. Selama ini ada semacam kerancuan paradigma dalam dakwah kita, baik secara bil-lisan maupun dakwah secara bil-hal. Sementara Proses dakwah selama ini cenderung mengarah pada konsep komunikasi ala perbankkan, dimana masyarakat diibaratkan sebagai wadah kosong yang harus diisi dengan perangkat keyakinan serta nilai moral dan praktek kehidupan agar disimpan juga dikeluarkan sewaktu  dibutuhkan. Maka dari itu sudah saatnya kita membangun konsep paradigma dakwah yang mampu untuk menjawab tantangan dan hambatan dimasa mendatang misalnya meletakkan Paradigma Tauhid dalam proses dakwah, adanya perubahan masyarakat tentang pemahaman agama yang mereka yakini dan adanya strategi yang imperative dalam dakwah, artinya memiliki kemampuan menangkap tanda-tanda zaman saat ini.
Problematika Film Tanda Tanya (?) Dalam Mengenalkan Nilai-Nilai Toleransi Beragama
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7618

Abstract

Film-film religius sangat sensitif dan berisiko, karena membahas netralitasnya dalam mengekspresikan nilai-nilai Islam, seperti "Tanda Tanya (?)" Oleh Hanung Bramantyo. Mengingat fakta bahwa film ini tidak hanya berurusan dengan kesalehan tokoh utama, tetapi juga menggambarkan bagaimana toleransi dapat ada di Indonesia, ada pro dan kontra yang terjadi ketika film ini dirilis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan sosiologis, penelitian ini mencoba menggambarkan bagaimana film ini dapat mendidik masyarakat tentang makna keberagaman dan toleransi di tengah kontroversi yang datang dari berbagai pihak. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa film religi adalah jenis film yang memiliki risiko sendiri. Itu karena film ini tidak hanya menyajikan pertunjukan yang menghibur, tetapi juga dituntut untuk berbagi toleransi dalam nilai-nilai agama tanpa dilibatkan oleh idiologi liberal.
DAKWAH DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA (Analisis pada Keberagamaan Islam Nusantara)
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3373

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan makna yang terkandung dalam konsep dan fenomena corak keberagamaan masyarakat Nusantara yang mewujud pada fenomena Islam Nusantara. Islam Nusantara yang menandai corak keberagamaan telah melewati proses panjang dalam aktivitas dakwah para pendahulu yang mampu mengkomunikasikan pesan-pesan Islami di tengah budaya local masyarakat yang jauh sebelumnya telah memiliki seperangkat tradisi dan ritual kepercayaan non-Islami. Penelitian dengan pendekatan fenomenologis dan analisis wacana terhadap berbagai sumber data baik di lapangan maupun literer dan media sosial, mengungkapkan fakta bahwa karakteristik keberagamaan Islam Nusantara dapat menginspirasi gagasan-gagasan inklusif, dinamis, dan dialogis bagi pelaku dakwah sebagai model pengembangan dakwah dengan pola komunikasi lintas budaya. Mengingat dunia yang semakin global menjadikan sikap-sikap yang lahir dari corak Islam Nusantara mampu melintasi ragam budaya yang berbeda dalam dakwah dan syiar Islam.
JURNALISME DAKWAH DALAM MEMBENTUK PENDIDIKAN KARAKTER
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3193

Abstract

Ummat Islam dewasa ini masih kekurangan sumber daya dan dana, terutama di dalam memiliki mesin-mesin cetak yang terbaru. Tetapi Islam harus diberi jalan dan kesempatan untuk melahirkan dakwah mereka lewat media. Baik itu media cetak: surat kabar, majalah, buku, dan lainnya maupun media non-cetak seperti radio, dan sejenisnya, ini dapat tercapai manakala sekelompok ummat rela berkorban dari segi materil membatu penerbitan risalah-risalah. Berkaitan dengan ini, jika jurnalistik dakwah mampu dioptimalkan, maka beberapa peran penting yang ada di antaranya: pertama, kritis terhadap lingkungan luar dan sanggup menyaring informasi Barat yang kadang menanam bias kejahatan terhadap. Kedua, mampu menjadi penerjemah dan frontier spirit bagi pembaruan dan gagasan kreatif kontemporer. Ketiga, sanggup melakukan proses sosialisasi sebagai upaya untuk memelihara dan mengembangkan khasanah intelektual Islam. Keempat, sanggup mempersatukan kelompok-kelompok umat sambal memberi kesiapa untuk bersikap terbuka bagi perbedaan paham. Agenda terpenting dalam konteks pembinaan karakter bangsa adalah menyangkut adanya reformasi kolektif dari segenap komponen bangsa ini untuk sanggup melakukan pergantian atau changes setelah menjalani setiap proses pembelajaran. Pada prinsipnya memang membangun sebuah bangsa tidaklah cukup hanya dalam esensi fisik belaka. Perlu adanya suatu orientasi yang sedemikian sehingga esensi fisik tersebut berlanjut dalam suatu internalisasi untuk menuju pada pembangunan tata nilai atau sebaliknya pembangunan yang berorientasi pada tatanan fisik tersebut dijiwai oleh semangat peningkatan tata nilai sosio kemasyarakatan dan budaya. Pembinaan karakter bangsa adalah menyangkut adanya reformasi kolektif dari segenap komponen bangsa ini untuk sanggup melakukan pergantian atau changes. Pada prinsipnya memang membangun sebuah bangsa tidaklah cukup hanya dalam esensi fisik belaka. Perlu adanya suatu orientasi yang sedemikian sehingga esensi fisik tersebut berlanjut dalam suatu internalisasi untuk menuju pada pembangunan tata nilai atau sebaliknya pembangunan yang berorientasi pada tatanan fisik tersebut dijiwai oleh semangat peningkatan tata nilai sosio kemasyarakatan dan budaya.
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Di Era Media Baru
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.11238

Abstract

Sesungguhnya dakwah merupakan tanggung jawab setiap orang, apapun itu pekerjaannya harus bisa menyampaikan pesan dakwah agar bisa diterima oleh khalayak atau masyarakat. Tentu dalam menyampaikan pesan dakwah harus ada cara yang efektif. Efektivitas dakwah melalui media sosial saat ini menjadi penelitian utama yang banyak dipelajari oleh para kalangan karena hal tersebut sangat penting untuk diketahui, supaya kita dapat mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan kegiatan dakwah melalui media sosial. Penggunaan media sosial sebagai media atau sarana dakwah di era baru saat ini memang menjadi alternatif bagi para penceramah/dai/ustadz dalam melaksanakan aktivitas dakwahnya. Berbagai platform media baru pun digunakan untuk mendukung proses dakwah, menjadi sebuah bukti bahwa internet berperan penting dalam proses kegiatan dakwah. Oleh karena itu, peluang dakwah menjadi besar karena IPTEK saat ini berkembang pesat. Dakwah melalui internet akan menjadi alat yang akan berperan penting dalam proses meningkatkan, menyeimbangkan, dan memberikan arah hidup yang lebih baik. Maka dari itu dalam jural artikel ini penulis mencoba mengkaji tentang bagaimana tingkat efektivitas dakwah yang dilakukan melalui media sosial di era baru saat ini.
PERFORMATIFITAS MUSLIMAH DALAM MAJALAH UMMI
AT-TABSYIR Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i1.461

Abstract

Pidato Presiden Soekarno Tahun 1958-1966 (Kajian Analisis Isi Perspektif Komunikasi Islam)
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi Islami yang ada dalam pidato presiden Soekarno, tema-tema keagamaan (Islam) yang ditonjolkan dan konsistensi isi pidato-pidato presiden Soekarno dalam mengkomunikasikan pesan-pesan keagamaan; yang pembahasannya ditelaah dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis). Data diperoleh dari koleksi buku seri pemikiran  Bung Karno yang  diterbitkan oleh PT. Gramedia Widiasarana Indonesia atau Grasindo, Jakarta yang dipilih secara purposif, yaitu buku Bung Karno dan Wacana Islam yang segmentasi pasarnya sama-sama secara umum namun tentu saja visi dan misi yang diemban setiap buku berbeda satu dengan lainnya yang juga akan mempengaruhi konten berita atau pesannya. Penelitian dilakukan selama tiga bulan ( Desember hingga maret) dengan menggunakan sampel probabilitas untuk menentukan peluang yang sama terhadap semua pidato, maka terpilihlah judul-judul pidato yang akan diteliti dari tahun 1958-1966 sehingga sampel penelitian ini adalah total berjumlah 26 judul pidato. Dengan terlebih dahulu melakukan koding terhadap prinsip-prinsip komunikasi Islami dari keduapuluhenam judul pidato sepanjang tahun 1958-1966 oleh presiden Soekarno yang dijadikan sampel penelitian diperoleh hasil 26 judul pidato yang menggunakan prinsip komunikasi Islam yang pertama yaitu memulai pembicaraan dengan salam yaitu ucapan assalamu’alaikum warahmatullah wabarakattu. Dari tema-tema keagamaan yang diteliti ditemukan penonjolan tema: Islam adalah agama kehidupan dan perjuangan, Islam adalah agama yang menuju kepada hati dan otak, Islam adalah agama perbuatan, Islam, agama yang toleran, Islam harus mengadakan perjuangan habis-habisan terhadap imperialisme, kolonialisme, dan neokolonialisme; Islam , agama yang mempersatukan Tuhan dengan manusia; Islam, agama amal. Konsistensi pidato cenderung positif dan konstan dalam mengkomunikasikan pesan-pesan keagamaan (Islam). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kendati tidak semua prinsip komunikasi Islam dapat diterapkan, tetapi secara umum tidak sedikit prinsip komunikasi Islam yang telah dipraktikkan. Terkait dengan isi pesan komunikasi Islami presiden Soekarno yang ingin mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera lahir batin serta membentuk dunia baru yang bebas dari segala bentuk penindasan dan penghisapan manusia atas manusia yang senafas dan sebangun dengan ajaran Islam.impian itu tampaknya masih diliputi mendung yang tebal.
DAKWAH MELALUI MEDIA CETAK
AT-TABSYIR Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i2.500

Abstract