Articles
384 Documents
NILAI-NILAI NASIONALISME SANTRI DALAM FILM SANG KYAI
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2921
Indonesian nationalism progressively readuced. Indonesia is a countrywith diverse than tribe, nation, language and culture. Nationalism andreligion are two different things and have noting to do in the view of somepeople. Students reputed as character who pure struggle of a state religionnot to the nation. But, in the film, kyai is different, cleics and students orcommonly called the sarungan not only rated as a religious figure but alsoas the man who took part in the struggle for Indonesian independence.Kyai in this film is a bellwether in the mass mobilization of studentsagainst the invadrs as well as key in mobilizing students to selzo andmaintain the independence of Indonesian at that time. Sang Kyai is anIndonesian drama film by Rako Prijanto that elevates the story of thestruggle for independence the Nahdlatul Ulama mamely kyai HasyimAsy’ari. Based on the above background, we formulate the problem asfollow. What are the values of nationalism students in the film SangKyai. This article aims to find out what are the values of nationalismstudents portayed in the move kyai. This film aims to regrow the valuesof nationalism which is now consideredless. Research results showed thatthe values of nationalism in the film Sang Kyai demonstrated in variosgrades, namely, the value of unity, solidarity and values of independence.In the film Sang Kyai main character who has three grades above is kyai Hasyim Asy’ari. In addition, the scolars and the students portayed in the move kyai. Religious become the fivstmouves are used by scholars andstudents who later become motives of nationalism. The resulls of this studyare expected to contribute thoughts and scintific ideas about nationalism students in the struggle for independence in the Japanese colonial periodand after independence, especially in media based nationalism film.
KOMUNIKASI KEPALA MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN EFEKTIVITAS MADRASAH DI MTs SABILUL MUTTAQIN JEPANG MEJOBO KUDUS
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5618
Artikel ini bertujuan untuk mengungkap tentang peran kepala madrasah dalam hal komunikasi yang efektif dalam rangka mewujudkan Madrasah efektif di MTs Sabilul Muttaqin Jepang Mejobo Kudus. Efektivitas madrasah merupakan keberhasilan madrasah sebagaimana cita-cita lembaga pendidikan, akan tetapi terkadang madrasah tidak mampu mewujudkannya diantaranya disebabkan komunikasi kepala madrasah yang kurang maksimal, sementara komunikasi kepala madrasah merupakan keterampilan yang harus dimiliki kepala madrasah dalam rangka mencapai tujuan madrasah. Komunikasi yang efektif akan mampu menggerakkan sumber daya yang dimiliki sekolah, lebih-lebih sumber daya manusia madrasah yaitu para dewan guru, staf madrasah, komite madrasah, wali murid serta stake holder lainnya.
Dakwah Fardiyah
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1656
Dakwah merupakan hal yang wajib bagi setiap muslim dan muslimah. Dakwah bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Bagi mereka yang konsentrasi penuh dalam dakwah, bisa melakukannya secara langsung, sementara lainnya bisa dakwah secara tidak langsung. Cara dan media dakwah sangat luas dan mencakup semua aspek kehidupan. Seorang guru, pedagang, pengusaha dan profesi yang lainnya dapat pula dijadikan sebagai wasilah untuk berdakwah dan menjadikan profesi tersebut sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dakwah fardiyah memiliki beberapa karakteristik di antaranya berupa kesinambungan dengan menjauhi hal-hal yang menyulitkan. Keberhasilan dalam dakwah fardiyah sangat bertumpu kepada uswah dan qudwah, hikamh serta tidak lupa beristi’anah memohon pertolongan kepada Allah sebelum dan sesudahnya.
The Role of Youtube in Promoting Indonesian Local Wisdom in Industrial Revolution 4.0 Era
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.8878
There are some Indonesian local wisdom that have not been promoted yet. Consequently, some people will not access them due to less promotion. Hence, Indonesian should keep all of the local wisdoms in appropriate ways. One of the ways is by using promotion the local wisdom through youtube. This paper explores the promotion of Indonesian local wisdom through social media particularly YouTube and the values of local wisdom. It used a qualitative method. Data were primarily collected through documentation of eight videos created and uploaded into YouTube by the students in the department of Islamic broadcasting and communication from the fifth semester at state Islamic Institute of Kudus. The result reveals that social media have been beneficial for promoting the local wisdom especially in Central Java. Indeed, social media offers flexibility and mobility for people in uploading the videos of Indonesian local wisdom into YouTube, it offers an opportunity to expand the Indonesian local wisdom through widespread social networking around the world and fostering their innovation of making amazing videos and contents. The values of local wisdom include beliefs and religion, Indonesian local culture and traditions, local food promotion and business production, Indonesian architecture and heritage, nature and environment preservation.
PSIKOLOGIS MAD’U DI ERA MEDIA ELEKTRONIK (Prediksi Perubahan Perilaku Masyarakat)
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2917
Keunikan manusia tidak hanya pada kemampuan kognitifnya, tetapijuga komunikasi dengan simbol-simbol yang saling memahamkansehingga ada keterikatan psikologis. Oleh karenanya, manusia sebagaimad’u dalam proses dakwah dapat mengalami perubahan perilakudalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga seorang da’i memilikipeluang untuk memprediksi dan membentuk perubahan perilakumad’u yang akan mempengaruhi dalam hidup bermasyarakat. Seiringdengan perkembangan teknologi yang canggih, yakni keberadaan mediaelektronik sebagai media dakwah akan membantu tugas seorang da’i. Namun da’i harus tetap memperhatikan psikologis mad’u sebagai manusia yang memiliki keinginan dan kebebasan dalam berperilaku.Sehingga media elektronik (radio dan televisi) sebagai salah satu mediadalam berdakwah dapat dimanfaatkan untuk merubah perilaku mad’uyang memberikan dampak positif dalam kehidupan bermasyarakatyang mengutamakan sifat dasar manusia, yaitu: berkasih sayang,saling menghiormati, tolong menolong. Sifat tersebut tetap diperhatikanmeskipun menggunakan media elektronik untuk memudahkan danmenjangkau masyarakat diseluruh penjuru dunia dalam aktivitasberdakwah. Sehingga tujuan dakwah dengan menggunakan prinsip-prinsip berdakwah agar mad’u memahami agama dengan penuh kesadaran dan menjalankan perilaku agama dengan rasa senang.
ISLAMISASI DI DEMAK ABAD XV M: Kolaborasi Dinamis Ulama-Umara dalam Dakwah Islam di Demak
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1649
Tulisan ini memfokuskan pada peran yang dimainkan dari kekuatan kolaboratif ulama-umara dalam Islamisasi di Demak abad XV M., dengan mengambil Sultan Fattah dan Sunan Kalijaga sebagai tokoh sentralnya. Metode pengembangan dan penyiaran Islam yang ditempuh ulama-umara selama proses dakwah yaitu mengedepankan hikmah kebijaksanaan, mendekatkan rakyat dan penguasa secara langsung dengan menunjukkan kebaikan ajaran Islam. Pendirian masjid agung dan kesultanan Demak semakin memantapkan aktifitas dakwah Islam di Demak, mengingat dua tempat penting tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan pusat pemerintahan saja, melainkan juga tempat untuk mengatur strategi dan musyawarah dalam memutuskan berbagai persoalan masyarakat. Bahkan, kolaborasi ulama-umara juga berhasil melakukan revolusi di bidang aqidah, ibadah, pendidikan, ekonomi, militer, pemerintahan, seni, hukum dan sosial kemasyarakatan.
Konsep Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Jawa: Representasi Nilai-Nilai Islam Dalam Serat Dewa Ruci Tembang Macapat
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8726
Komunikasi dakwah berbasis Budaya Jawa dapat dilakukan melalui berbagai bentuk budaya, salah satunya karya sastra Serat Dewa Ruci. Karya ini bercerita tentang perjalanan Bima mencari air suci. Meskipun Serat Dewa Ruci merupakan adopsi dari kebudayaan Hindu-Budha, namun cerita ini tetap banyak memuat ajaran-ajaran Islam secara eksplisit. Penelitian adalah termasuk dalam studi kepustakaan yang bertujuan untuk mendeskripsikan : Pertama, Kontribusi komunikasi dakwah berbasis budaya Jawa. Kedua, representasi nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Serat Dewa Ruci. Teks Serat Dewa Ruci yang tertulis dalam bentuk tembang macapat. Dari keseluruhan cerita hanya dipilih pupuh Dhandhanggula dan pupuh Kinanthi. Pada artikel ini berhasil menemukan : Pertama, Kontribusi komunikasi dakwah berbasis budaya Jawa yang dibedakan ke dalam tiga bidang yakni : a) bidang agama yaitu memudahkan masuknya agama Islam kepada masyarakat Jawa. b) bidang sosial dan budaya yaitu menegakkan ukhuwah antar warga masyarakat. c) bidang kesenian dan tradisi yaitu menambah dan menjaga kelestarian budaya. Kedua, Representasi nilai-nilai Islam digambarkan melalui berbagai tindakan, perkataan, dan perbuatan dalam cerita Serat Dewa Ruci. Ada tiga nilai yang ditemukan yaitu: a) nilai akidah, memuat iman kepada Allah Swt berserta sifat-sifatNya dan iman kepada qada dan qadar. b) nilai syariah, memuat perintah untuk menahan hawa nafsu. c) nilai akhlak, memuat tentang ikhlas, sabar, dan tawadhu’.
MEDIA DAKWAH POP
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.432
STRATEGI DAKWAH DALAM MENGHADAPI KEHIDUPAN MODERN
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3612
Strategi dakwah diera modern sebenarnya sangat mudah, dimana diera tersebut ditandainya berbagai fasilitas mendukung dan membantu saat kita melakukan misi dakwah. Hanya menggunakan media sebagai alat dakwah kita sudah bisa melakukan aktifitas dan kegiatan dakwah. Diantaranya menggunakan internet, radio, televisi, majalah dan masih banyak lagi yang semua itu semata-mata sebagai media dakwah dalam menghadapi kehidupan modern. Dunia saat ini mengalami perkembangan yang begitu pesatnya. Arus informasi dan teknologi yang kian marak menjadikan misi dakwah kita semakin tertantang untuk mengembangkan dengan penuh enovasi, dimana akan memberi dampak perubahan dalam kehidupan umat manusia khususnya dalam menghadapi kehidupan modern saat ini. Semua itu tentunya tidak terlepas dari peran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak pernah absen dalam melakukan sebuah enovasi mengembangkan strategi dakwah yang tiada henti untuk menuju suatu tatanan ketanan kehidupan modern yang lebih berutu dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
DAKWAH DAN KOMUNIKASI (Studi Penggunaan Media Massa Dalam Dakwah)
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2908
Dakwah Islam merupakan upaya komunikasi dalam rangkamempengaruhi individu atau masyarakat, dengan sadar dan yakinakan kebenaran Islam, mau menganutnya serta mau memperdalamajaran agama Islam. Melalui media massa (komunikasi massa),mereka diharapkan mau meyakini bahwa agama Islam akanmembawanya ke jalan Allah yang lurus dan benar, yaitu jalan yangbenar yang diridhai Allah. Dakwah sebagai proses komunikasi terdiridari Juru Dakwah atau yang disebut juga Mubalig, Umat manusiayang heterogin, lingkungan atau dimana dakwah dilaksanakan,media dakwah apa yang dipilih, dan tujuan dakwah. Dakwahdapai dilakukan langsung bertatap muka, maupun tidak langsungmenggunakan media.Agar tujuan dakwah tercapai maka diperlukanadaptasi bahasa dan budaya atau adat istiadat yang dianut masyarakat.