cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
Tuntunan dan Tontonan: Analisis Fenomena Dakwah dalam Tantangan Komodifikasi Agama
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8721

Abstract

Nowadays, information and communications technology are developing rapidly and its influenced in the context of Islamic da'wah. Submission of da'wah messages is now also taking advantage of existing developments. Hopefully, da'wah can continue to be a guide that touches people's lives holistically even though there is a pretension of changing functions in da'wah, namely becoming a tool of religious commodification, so it is likely to make da'wah as entertainment or preaching (entertaining show). The question that arises is how do da'wah keep its essence as a guide for the life of the people amid in developmental pretensions that can change its nature as an entertaining show (dakwahtainment)? In this context, contemporary Islamic thinkers and practitioners provide a thought of analysis to dilute the pretensions of the times which can weaken da'wah. In this article, we are going to analyze the phenomenon of da'wah that has the opportunity to be commodified through the perspective of fundamental da'wah to strengthen the nature and meaning of da'wah in an ever-changing life.
PERAYAAN GREBEG BESAR DEMAK SEBAGAI SARANA RELIGI DALAM KOMUNIKASI DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.437

Abstract

NILAI-NILAI DAKWAH DALAM NOVEL “BUMI CINTA” KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5596

Abstract

Dakwah bertujuan untuk menumbuhkan pengertian, kesadaran, penghayatan, dan pengaplikasian terhadap ajaran agama yang dibawa oleh para dai. Novel sebagai media cetak dapat dijadikan sebagai sarana dakwah untuk menyebarkan pesan-pesan kedamaian dan kesejukan bagi para pembacanya. Tulisan ini bertujuan untukmengetahui kandungan makna nilai dakwah novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy dan mengeksplorasi muatan dakwah yang terkandung dalam Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian dalam novel ini tentang nilai-nilai dakwah terlihat dalam tokoh Ayyas yang digambarkan sebagai sosok yang disiplin dalam menjalankan ibadah, jujur, pekerja keras, suka menolong orang lain, bersyukur dan sabar dalam menjalani kehidupan di negara yang liberal. Hidup di negara liberal tidak lantas membuat kita terhanyut dengan kehidupan di dalamnya, namun harus tetap menjaga ajaran agama dan adat ketimuran yang dimilikinya. Novel yang bercerita tentang kehidupan mahasiwa yang bernama Ayyas yang sedang kuliah di Rusia dapat dijadikan sebagai dasar dan gambaran bahwa tinggal di negara-negara yang memiliki prinsip kebebasan merupakan tantangan yang berat sehingga harus disikapi dengan bijak.
FENOMENA DAKWAH MELALUI MEDIA TELEVISI PERSPEKTIF TEORI MODELING
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2913

Abstract

Tulisan ini memaparkan fenomena dakwah melalui media televisidalam perspektif teori peneladanan (modeling). Mengingat tujuandakwah adalah mengajak dan menyeru masyarakat pada jalankebaikan dan keutamaan prinsip-prinsip ajaran Islam, makaperan da’i sangat strategis memposisikan diri sebagai model atauteladan bagi sasaran dakwah. Disinilah pentingnya seorang da’iuntuk tidak hanya pandai berceramah tetapi mampu menjadi modelatau teladan yang baik (uswah hasanah) dalam mengejawantahpesan dakwah di kehidupan sehari-hari. Tulisan ini sebagai refleksianalisis penulis terhadap fenomena maraknya aktivitas dakwah melalui media televisi dan respon masyarakat secara umum terhadap bermunculannya figure-figur da’i di televisi. Sebagai kegiatan dakwah,tentunya pnting bagi para pelaku dakwah di televisi untuk tetapmemperhatikan prinsip uswah hasanah agar masyarakat menerimapesan dakwahnya tidak sekedar karena popularitas da’i, tetapi jugakarena terkesan dengan uswah hasanah yang tercermin dalam diri da’i.
Retorika Dakwah (Studi Retorika Dakwah Lulung Mumtazah)
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.13108

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan retorika dakwah Lulung Mumtazah dalam akun Youtube Islam itu Indah Official. Retorika dakwah memiliki peran penting dalam penyampaian materi dakwah oleh da’i kepada mad’u, agar pesan-pesan dakwah dapat dipahami dengan baik dan proses penyampaian pesan dakwah tidak berlangsung monoton. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang retorika dakwah Lulung Mumtazah meliputi gaya bahasa, gaya suara, dan gerak tubuh atau gestur. Gaya bahasa yang digunakan meliputi gaya bahasa tak resmi, gaya bahasa percakapan, gaya bahasa sederhana, gaya mulia bertenaga, dan gaya menengah. Gaya suara yang digunakan   memperhatikan penggunaan pitch, loudnes, rate dan rhytem, pause atau jeda, tinggi rendahnya suara, keras lembutnya suara, memberikan penekanan dan nada tinggi, rendah pada bagian tertentu, menggunakan tempo sedang dan agak cepat, dan penempatan jeda sesuai pada kalimat. Gaya gerak tubuh yang digunakan berupa posisi badan ditengah mad’u, sering menggerakkan tangan untuk memberikan gambaran abstrak pada kalimat, ekspresi wajah yang sangat menjiwai ketika memberikan contoh yang julid matanya sampai melotot dan mulutnya nyinyir, serta pandangan mata menguasai para mad’u.
KARAKTERISTIK DAN STRATEGI DAKWAH RASULULLAH MUHAMMAD SAW PADA PERIODE MAKKAH
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1653

Abstract

Islam adalah agama dakwah, artinya Islam merupakan agama yang menyuruh umatnya untuk senantiasa menyerukan kepada kebaikan dan mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemunkaran. Sebagai agama yang terakhir diturunkan oleh Allah, Islam pertama kali disampaikan oleh Rasulullah kepada umatnya sejak tahun 611  M. Setelah menerima wahyu pertama kali di gua hira. Sejak itulah Muhammad diangkat sebagai nabi dan rasul, sehingga kehadirannya diharapkan akan membawa perubahan pada kehidupan bangsa Arab dari zaman jahiliyah menuju ke arah kehidupan yang penuh dengan cahaya Islam.Pada sisi lain, kebudayaan bangsa Arab memiliki keunikan dibanding budaya bangsa lain dengan karakteristiknya yang menunjukkan bahwa bangsa Arab bukanlah bangsa yang terbelakang, tetapi menunjukkan bahwa mereka adalah bangsa  yang sebenarnya sudah memiliki peradaban yang maju, dengan beberapa budaya yang penulis kelompokkan menjadi beberapa bidang ; keagamaan, sosial budaya dan ekonomi.Dakwah rasulullah SAW selama kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari atau ada yang membulatkan selama 23 tahun dan terbagi dalam dua periode yaitu periode Makkah dan Madinah. Sebelum diangkat sebagai rasul, Muhammad sering menyendiri (berkhalwat) di Gua Hira’ sampai suatu ketika memperoleh wahyu pertama berupa surat al-’alaq ayat 1-5. Lima ayat tersebut diyakini sebagai pembukaan dari risalah penutup yang abadi.Dakwah rasulullah di Makkah berlangsung sekitar 13 tahun, dimana wilayah Makkah kurang kondusif  untuk mengembangkan dakwahnya, karena selama 10 tahun pertama dari dakwahnya belum memperoleh kemajuan yang berarti terutama dalam jumlah umat Islam. Pada sisi lain dakwah di Makkah lebih menekankan pada eskatologis atau ketuhanan karena masyarakat Arab pada saat itu belum mengesakan Tuhan (Allah). Hal ini dibuktikan dengan penyembahan terhadap berhala yang berjumlah sekitar 360 berhala yang mengelilingi ka’bah.Di samping itu dakwah di Makkah selain lebih menekankan pada bidang ketuhanan, juga memiliki karakteristik di antaranya; dalam bidang pengetahuan, pembinaan dan perencanaan.
Pesan-Pesan Dakwah Da’i Pada Khalayak (Analisis Konten Pada Ceramah Da’i tentang Covid-19 di Youtube)
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7685

Abstract

STRATEGI KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN KYAI AGENG SELO DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3374

Abstract

Artikel ini membahas tentang strategi komunikasi oleh pihak pengelola pondok pesantren dengan masyarakat sekitar dalam upaya pemberdayaan ekonomi. Dalam hal ini, pondok pesantran Kyai Ageng Selo Dukuh Selogringging Desa Tulung Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten yang dijadikan fokus kajiannya. Selain sebagai lembaga tafaquh fiddin, pesantran tersebut juga memiliki kepedulian pada sektor yang lain terhadap masyarakat di sekitarnya, misalnya soal perekonomian. Dengan keragaman latar belakang masyarakat disekitar pondok pesantren tersebut maka strategi komunikasi dinilai sangat penting agar pesan, baik pesan agama maupun pesan-pesan yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi dapat tersampaikan secara efektif dan efisien. Penelitian ini dikaji dengan metode diskriptif kualitatif. Dengan menjadikan pengasuh dan pengurus pondok pesantren Kyai Ageng Selo selaku pelaksanan program pemberdayaan masyarakat sebagai Subjek dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pesantren Kyai Ageng Selo dalam mengkomunikasikan upaya pemberdayaan masyarakat menerapkan strategi komunikasi melalui perencanaan dan manajemen komunikasi. Selain itu, sangat diperhatikan pula unsur-unsur komunikasi yaitu komunikator, pesan dan komunikan. Untuk mematangkan perencanaan komunikasi, empat elemen utama perencanaan yaitu target, aksi, sumber daya dan implementasi juga sangat diperhatikan. Adapun manajemen komunikasi, pesantren melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan pengarahan kepada pelaku dan sasaran program melalui komunikasi. Proses perencanaan dan manajemen komunikasi dilakukan dari tahap persiapan dan pelaksanaan program pemberdayaan.
KERAGAMAN MEDIA DAKWAH SEBAGAI PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MUSLIM (Pemahaman terhadap Etika Komunikasi)
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2904

Abstract

Membahas kepribadian manusia selalu menarik karena terdapat keunikan dari kekhasannya dalam aktualisasi di lingkungan, sehingga terdapat perbedaan dari masing-masing individu. Namun kepribadian muslim telah jelas dibahas dalam al-Qur’an, kategori bagi perilaku terpuji dan perilaku tercela. Namun kepribadian muslim perlu untuk dibentuk dan dilatihkan oleh orang-orang dewasa dengan dukungan dari lingkungan dengan berpedoman pada nilainilai Islam yang terdapat dalam al-Qur’an dan al-Hadits. Karena manusia memiliki kelebihan komunikasi, maka manusia dapat di  didik dengan komunikasi verbal maupun non verbal secara langsung maupun memanfaatkan keragaman media di era modern dengan tetap menggunakan etika komunikasi. Hal tersebut diupayakan dalam aktivitas dakwah karena setiap muslim memiliki kewajiban untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar sehingga terwujudlah kepribadian muslim dalam bingkai dakwah yang rahmatan lil alamin.  
Media Sosial sebagai Sarana Belajar dan Motivasi ke-Islaman bagi Mahasiswa di Kota Bengkulu
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.10023

Abstract

Kemudahan dalam memahami materi dakwah yang disampaikan dalam bahasa yang ringan dan tidak membuat merasa “digurui” melalui media sosial membuat generasi-Z seperti mahasiswa memilihnya sebagai media untuk belajar dan memotivasi diri dalam ke-Islaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan Instagram oleh mahasiswa di Kota Bengkulu khususnya mahasiswa Universitas Dehasen dalam kaitannya dengan belajar dan motivasi ke-Islaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan data primer diperoleh melalui wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Dehasen yang dijaring melalui teknik snowball untuk mencari informan yang mengikuti akun Instagram da’i/ustad dan akun yang bertemakan ke-Islaman. Setelah mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian dan dilakukan reduksi data dan adanya data jenuh, maka informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan audio visual yg berdurasi pendek, padat, dan “enak” didengar tidak hanya membuat informan tertarik, namun juga “mengena” di hati informan. Kemudain setelah mengakses akun Instagram yang mereka ikuti secara rutin, informan mengaku mengalami perubahan seperti menjadi pribadi yang lebih baik dan sabar, bisa bersikap lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan sikap, dan mengubah pola pikir mengenai dunia.