cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
Analisis Pesan Dakwah Akidah, Akhlak dan Syari’ah dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.11937

Abstract

Nilai-nilai kehidupan termuat dalam berbagai hal, termasuk melalui karya sastra novel. Novel menjadi salah satu media dalam kajian dakwah, yakni dakwah bil-qalam. Pesan dakwah dalam novel dapat menumbuhkan nilai-nilai islami yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam berumah tangga. Novel Hati Suhita karya Khilma Anis bercerita tentang ketabahan tokoh Alina Suhita dalam menjaga marwah keluarganya dengan berbagai nilai kehidupan. Fokus dari penelitian ini adalah penggunaan novel sebagai media bagi peneliti untuk menganalisis pesan dakwah yakni akidah, akhlak dan syariah. Jenis penelitian ini adalah library research dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik  dokumentasi dan wawancara. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan metode content analysis. Penelitian menggunakan dua sumber data, yaitu novel Hati Suhita karya Khilma Anis sebagai data primer dan data sekunder berupa buku-buku yang relevan dengan objek permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, novel Hati Suhita mengandung kalimat-kalimat yang mengindikasikan sebagai pesan dakwah Islam. Peneliti menghimpun melalui katagorisasi pesan dakwah. Terdapat isi pesan akidah meliputi: tawakal. Pesan akhlak meliputi: sabar, syukur, ikhlas dan birrul walidain.  Sedangkan pesan syariah meliputi: shalat dan do’a.
KETERBUKAAN DAKWAHTAINMENT SEBAGAI MEDIA DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i1.466

Abstract

Analisis Nilai Foto Jurnalistik dalam Konten Citizen Journalism pada Tribun Bone
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7153

Abstract

Penelitian ini mencoba menganalisis foto jurnalistik dalam konten Jurnalisme Warga pada media cetak Tribun Bone. Untuk menilai layak dan tidaknya sebuah foto untuk dimuat dalam media, maka foto jurnalistik harus berisi nilai-nilai informatif, minat manusia, faktual, kualitas gambar. Artikel utama adalah jurnalisme warga Harian Harian Tribun Bone. Jurnalisme warga diambil dari bulan Oktober dan November 2019 dan Maret 2020. Penelitiam ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan kepustakaan. Berita-berita dikumpulkan kemudian disusun dengan berbagai kumpulan yang dikategorikan sesuai dengan jenis foto jurnalistiknya. Teknik pengumpulan data dikelompokkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitan ini juga melakukan wawancara dengan Pimpinan redaksi Harian Tribun Bone sebagai data pendukung atas hasil analisis yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan foto jurnalistik yang membahas beberapa nilai-nilai berita dalam diskusi dengan aktualitas, relevan, kejadian luar biasa, promosi dan universal.
FILM SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Sebuah Tawaran Alternatif Media Dakwah Kontemporer)
AT-TABSYIR Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i2.505

Abstract

Memahami Komunikasi Lintas Budaya Sebagai Sarana Dakwah
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3153

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengelola komunikasi lintas budaya yang efektif sebagai sarana dakwah pada masyarakat yang multikultur sehingga hambatan-hambatan komunikasi dapat diminimalisir. Memahami komunikasi lintas budaya bagi seorang komunikator (dai) merupakan suatu keniscayaan dalam proses penyampaian pesan-pesan agama agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dan dimengerti oleh komunikan (mitra dakwah). Hasil studi ini menunjukkan bahwa komunikator lintas budaya apabila pesan dakwahnya dapat dipahami oleh para mitra dakwah harus bisa mengelola komunikasi secara efektif, pertama, pengembangan sensitivitas kultural yaitu kemampuan komunikator memahami budayanya sendiri dan budaya orang lain, kedua, encoding dengan berhati-hati yaitu keterampilan komunikator dalam mengalihbahasakan suatu makna ke dalam simbol secara tepat, ketiga, selektif transmisi yaitu kepiawaian komunikator menggunakan media yang cocok, keempat, decoding berhati-hati, yaitu kecakapan komunikator (dai) dalam memaknai simbol, kelima, tindak lanjut yang tepat yaitu keterampilan perilaku verbal dan nonverbal komunikator secara personal. Selain itu agar komunikasi lintas budaya dapat efektif, komunikator harus memiliki kemahiran untuk mengungkapkan pesan secara maksimal, kesanggupan untuk menterjemahkan isi dari pesan, kemampuan untuk menyesuaikan kebudayaan pribadinya dengan kebudayaan orang lain serta mempunyai kepiawaian untuk memberi jaminan atas dari kebudayaan lain.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI, MUTU LAYANAN, PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYULUHAN DAN SIKAP TERHADAP PENYULUH PENDUKUNG PERAN PENYULUH AGAMA ISLAM DI KALIMANTAN TENGAH
AT-TABSYIR Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i1.455

Abstract

Perjanjian Damai Dengan Masyarakat Non Muslim Sebagai Model Komunikasi Islam Oleh Rasulullah pada Masyarakat Multikultural di Madinah Dan Relevansinya pada Masa Sekarang
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6438

Abstract

Membincang gerakan dan strategi dakwah rasulullah tidak akan pernah habis, karena pada beliaulah terdapat berbagai kisah suka duka, gagal dan berhasilnya dakwah yang dilakukan sejak beliau menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun. Pada tulisan ini akan membahas tentang komunikasi Islam pada rasulullah dan strategi dakwahnya pada masyarakat multi kultural di Madinah serta relevansinya pada masa sekarang. Pesan dakwah dari da’i terhadap mad’u akan tersampaikan melalui komunikasi yang dibangun antara kedua belah pihak. Komunikasi yang dibangun rasulullah merupakan sistem komunikasi Islam yang berlandaskan pada Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Karima, Qaulan Layyina dan Qaulan Maysura. Disamping itu, komunikasi yang dibangun rasululllah tersebut akan memberikan gambaran sebagaimana dalam komunikasi konvensional yang dikenal dengan dua sistem  yaitu talk to people dan  talk with the people. Hal ini menjadi penting karena komunikasi akan berpengaruh terhadap keberhasilan dakwah itu sendiri, terutama pada`masyarakat multi kultur sebagaimana masyarakat yang ada di Madinah dengan kondisi masyarakat yeng terdiri dari berbagai agama dan ras. Indonesia sebagai negara dengan dengan beragam budaya kiranya perlu mengadopsi sistem komunikasi yang sudah dibangun oleh rasulullah.
DA’I MODERN: MEWUJUDKAN PENYIARAN ISLAM KOMPREHENSIF BERBASIS ETIKA KOMUNIKASI QUR’ANI
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3197

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang etika komunikasi dalam prespektif al-Qur’an serta mengimplementasikan nilai-nilai moral di dalamnya dalam lingkup dakwah untuk penyiaran Islam, khususnya mewujudkan da’i modern yang mampu berdakwah secara komprehensif dengan tetap berlandaskan etika komunikasi Qur’ani. Metode penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif, dengan pendekatan hermeneutik untuk memahami ayat-ayat yang mengandung term komunikasi, dan menganalisisnya dengan pendekatan dakwah Islamiyah untuk merefleksikannya dalam  fenomena pelaksanaan dakwah di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dan etika komunikasi dalam al-Qur’an sangat layak digunakan sebagai etika dan strategi berdakwah di era global, dengan perkembangan masyarakatnya yang dinamis, globalisasi informasi dan tingkat intelektualitas yang tinggi. Kondisi demikian membutuhkan pola dakwah yang komprehensif, yakni bersifat multidialog, integratif dan fungsional. 
Da’i Akademisi Dalam Kontestasi Dakwah Digital : Analisis Media Siber Channel Youtube Transformasi Iswahyudi
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.9364

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bagaimana channel youtube Transformasi Iswahyudi selaku da’i akademisi dari Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Ponorogo di tengah kontestasi dakwah digital. Video pertamanya sejak 27 Maret 2019, dan tercatat sudah memiliki 28 ribu subscriber, dengan jumlah video sebanyak 438 video, dan ditonton sebanyak 2 juta per tanggal 02 Januari 2021. Tulisan ini menggunakan metode Etnografi Virtual dan dianalisis menggunakan Analisis Media Siber yang terdiri dari level ruang media, dokumen media, objek media dan pengalaman. Hasil dari penelitian ini di level pertama, ruang media ada tiga alasan yang melatarbelakangi Iswahyudi untuk berdakwah di youtube, yaitu alasan (1) Agama, (2) Etis, dan (3) Metodis. Level kedua, objek media dari 438 video terdapat 10 video popular yang berisi narasi keislaman yang sedang trending dan juga kontra narasi dari yang terjadi dari tokoh-tokoh dakwah digital yang sedang popular seperti Ustadz Abdul Somad, Gus Baha’, Ustadz Adi Hidayat, Gus Miftah maupun isu kontroversial seperti Maaher Atthuwailibi dan Disertasi Dr. Abdul Aziz. Level ketiga, Obyek yaitu Media channel youtube berisi interaksi antar pengguna di kolom komentar yang berisi komentar positif dan negatif. Level keempat, berupa experimental stories yang menjadikan channel ini bisa merambah ke dakwah digital dan juga ada manfaat dikenal masyarakat luas.
Dakwah Melalui Televisi
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1642

Abstract

Dakwah Islam pada dasarnya merupakan perilaku muslim dalam menjalankan Islam sebagai agama dakwah, yang dalam prosesnya melibatkan  unsur  da’i,  pesan  dakwah,  metode  dakwah,  media dakwah, mad’u (sasaran dakwah) dalam tujuannya melekat cita-cita ajaran Islam yang berlaku sepanjang zaman dan di setiap tempat. Sedang  tujuan  utama  dakwah  adalah  mewujudkan  kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhoi oleh Allah swt. yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang diridhoi oleh Allah swt. sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing. Di era modern seperti sekarang ini sudah menjadi keharusan bagi juru dakwah untuk memanfaatkan segala teknologi yang ada untuk mempermudah pencapaian tujuan dakwah dan sasaran dakwah. Tanpa memanfaatkan media-media yang ada, dakwah tidak akan mengalami kemajuan.  Salah  satu  media  komunikasi  yang  dapat  digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah atau ajaran Islam kepada khalayak umum adalah televisi. Televisi digunakan sebagai dakwah karena memiliki beberapa keunggulan yaitu: pertama, keunggulan dan ciri khas yang dilahirkan televisi terutama dalam hal kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari. Televisi merupakan produk kultural yang unik. Bentuk-bentuk pemberitaan, perbincangan, visualisasi dan dramatisasi yang dikembangkan oleh televisi melahirkan suatu kultur publik yang sama sekali berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Kedua, sebagai media audio visual (dengar pandang) keunggulan televisi terletak pada daya persuasinya yang sangat tinggi, karena khalayak dapat melihat gambar hidup dan suara sekaligus. Bahkan suara dan gambar hidup itu dapat diterima oleh khalayak pada saat sebuah peristiwa tabligh atau khutbah yang sedang terjadi, melalui liputan secara langsung. Ketiga, televisi memiliki daya jangkau (converage) yang sangat luas dalam menyebarluaskan pesan secara cepat dengan segala dampaknya dalam kehidupan individu dan masyarakat.