cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
BERDAKWAH DENGAN PUISI (KAJIAN INTERTEKSTUAL PUISI-PUISI RELIGIUS TAUFIQ ISMAIL)
AT-TABSYIR Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i1.462

Abstract

Masjid Sebagai Pusat Dakwah Islam di Kampung (Studi Masjid Darus Sa’adah Desa Hadipolo Kec. Jekulo Kab. Kudus)
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6777

Abstract

Masjid menjadi salah satu simbol penting bagi agama Islam, baik sejak masa awal perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW maupun masa kini. Meskipun masjid menjadi simbol terpenting, namun pengelolaan dan karakter masjid memiliki gambaran yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan situasi keberadaan masjid tanpa mengurangi fungi utama masjid sebagai tempat ibadah. Artikel ini mendiskripsikan tentang masjid Darus Sa’adah yang terletak di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Masjid tersebut memiliki karakter tersendiri yang tidak lepas dari perjalanan sejarah dan letak masjid yang berada di sebuah kampung di kota kretek. Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut menjadi pusat dakwah bagi pendirinya yakni KH Zainal Khafidzin.
PARADIGMA BARU KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (Sebuah Upaya dalam Merekonstruksi Realitas Media Massa )
AT-TABSYIR Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i2.498

Abstract

TANTANGAN PENERAPAN NILAI-NILAI ETIKA DAKWAH PADA PROGRAM DAKWAHTAINMENT DI TELEVISI
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2922

Abstract

Dakwahtainment sebagai upaya untuk mencari format yang sesuai diera informasi merupakan suatu keniscayaan. Dengan memperhatikankebutuhan masyarakat modern, maka pola-pola dakwah yang memilikiunsur intertainment mendapatkan perhatian dari para pelaku dakwahdan media televisi.Namun keberadaan da’i sebagai orang yang memilikipengetahuan, pemahaman yang luas di bidang agama ketika berhadapandengan media sungguh “tidak berdaya”. “ketidak berdayaan” inidipengaruhi oleh pemilik media yang memiliki tujuan berbeda dariidealisme da’i, sehingga rentan terjadi problem-problem etika dakwahdidalam pelaksanaannya.Mengemas dakwah dengan pola dan bahasayang menghibur merupakan hal yang harus dipertimbangkan sepanjangtidak menghilangkan esensi dan substansi dari dakwah itu sendiri.Sebab bila kemasan-kemasan dakwah itu dipandang sebagai strategi danmetode dakwah, maka sesungguhnya hal itu dapat berkembang sejauhyang diinginkan sesuai konteks ruang dan waktu yang melingkupinya.
DILEMA DAKWAHTAINMENT
AT-TABSYIR Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i1.451

Abstract

INTENSITAS KOMUNIKASI KELOMPOK SEBAGAI ALTERNATIF MODEL DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5619

Abstract

Komunikasi adalah interakasi sosial yang bertujuan. Komunikator dan komunikan terlibat dalam proses komunikasi karena ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai bersama. Tujuan komunikasi menjadi lebih kompleks dari sekedar mencapai konsensus, demikian juga yang akan berlangsung dalam komunikasi dakwah. Terdapat beberapa jenis komunikasi diantaranya adalah komunikasi kelompok. Pada tulisan ini akan dibahas komunikasi kelompok sebagai alternatif model dakwah. Komunikasi kelompok berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok masyarakat, seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya. Dalam komunikasi kelompok dakwah, akan terjadi perubahan perilaku akibat adanya pesan dalam komunikasi, adapun indikasi kelompok, diantarannya  Konformitas, yang merupakan perubahan perilaku atau kepercayaan menuju (norma) kelompok sebagai akibat tekanan kelompokyang real atau dibayangkan.
Membangun Komunikasi Edukatif
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1657

Abstract

Komunikasi merupakan alat yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Tanpa komunikasi yang baik, manusia akan kesulitan membangun peradabannya, atau bahkan tidak akan bias. Karena dalam kehidupan social, komunikasi menjadi bagian dari rukunya. Oleh karenanya komunikasi menjadi kebutuhan pokok dalam kelangsungan hidup manusia sekaligus dalam membangun peradabannya. Dalam membangun peradaban diperlukan sebuah komunikasi edukatif, bukan sekedar komunikasi biasa. Komunikasi edukatif adalah pola komunikasi yang dilakukan kepada pihak pihak lain yang didasarkan atas semangat untuk meraih kemanfaatan secara individual dan sosial dengan tetap memperhatikan asas kepantasan, ketepatan dan kearifan. Dalam banyak ayat al-qur’an maupun Hadits Nabi menunjukkan betapa pentingnya komunikasi, maka komunikasi edukatif  sangat tepat dijadikan metode dakwah khususnya di era teknologi dan semakin berkembangnya dinamika masyarakat yang menyebabkan banyaknya problem kehidupan masyarakat
Bikers Subuhan Karanganyar: Dakwah Komunitas dalam Kegiatan Keagamaan
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.10307

Abstract

The problems raised in this study are still many youth who are less able to take advantage of his youth by following activities positive ones such as studying Islam and following a community that is has a positive impact in the form of spiritual change and behavior. Existence a motorcycle community has a bad impression in the community. Other the case with the Subangan Karanganyar Bikers community is a place for its members to be able to study Islam. This type of research is a qualitative descriptive study. The objectives to be achieved in This research is to find out how religious activities are carried out  in the Subangan Karanganyar Bikers community. The results showed that the implementation of religious activities were  found in the Subuhan Karanganyar bikers community are as follows: 1) Religious activities that use the experience approach that is activity  Sinabung Kopi which is held every Friday night. 2) Activities that are use a habituation approach which includes dawn bikers in the congregation held every Sunday morning, birmizone which is held every Sunday night, and mass activities that are carried out every Tuesday night. 3) Approach emotional, rational, functional, and exemplary approaches used in each religious activities carried out at subuhan Karanganyar bikers.
PESAN DAKWAHTAINTMENT, ANTARA TUNTUNAN DAN TONTONAN
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2918

Abstract

Islam merupakan agama dakwah, artinya setiap orang yangberagama Islam akan terkena kewajiban untuk berdakwah sesuaidengan kemampuan masing-masing dan penguasaan terhadap metodeyang dikuasainya. Dengan demikian berdakwah dapat dilakukanmelalui metode dan media yang relevan dengan situasi dan kondisi.Dakwah entertainment atau yang lebih populer disebut dengan istilahdakwahtainment kerap muncul saat bulan Ramadan. Dakwahtainmentadalah program acara religi Islam dalam bentuk siaran ceramah,sinetron, variety show, talk show, dialog, features, dan lainnya yangdikemas sesuai standar broadcast televisi, yaitu menghibur dan menariknamun tidak menghilangkan esensi pesan dakwah itu sendiri. Dalamhal ini dakwahtaintment akan berdampak pada sikap mad’u ketikamengikuti dakwah inim karena akan memunculkan realitas antaratuntunan dan tontonan. Pada tulisan ini akan disajikan mengenaidakwahtaintment, yang akan menimbulkan dilematis dakwahtaintmentantara tuntutan dan tontonan, karena dalam dakwahtaintmentakan sulit dibedakan mana yang tuntunan dan tontonan.
DAKWAH NUSANTARA (Kerangka Harmonis Dakwah Walisongo dalam Diseminasi Ajaran Islam di Nusantara)
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1648

Abstract

Kehadiran Islam di Nusantara bertautan erat dengan perwujudan agama Hindu-Budha. Agama Hindu-Budha telah menjadi bagian pemula dari dasar-dasar keyakinan yang berkembang di kehidupan masyarakat Nusantara. Mustahil dinafikkan bahwa persinggungan keyakinan di awal kehadiran ajaran Islam dapat memicu kontraproduksi kehadirannya. Namun, di antara semua kondisi tersebut, Islam datang ke Nusantara dengan kondisi santun dengan polarisasi sistem ritual mengakomodir budaya leluhur yang lebih awal mengisi ruang keagamaan dan keberagamaan masyarakat.Formulasi dakwah Islam di Nusantara bersinergi aktif dengan kondisi realistik budaya masyarakat yang berkembang di zamannya. Para da’i yang berjuang menyiarkan ajaran Islam di tengah-tengah kehidupan masyarakat Nusantara melakukan pola-pola kearifan atas budaya lokal masyarakat. Dalam kerangka ini, Walisongo yang bertindak sebagai da’i bagi syiar Islam di Nusantara khususnya kawasan Jawa tiada menolak terhadap budaya-budaya pendahulu yang telah mengisi relung keagamaan masyarakat Jawa. Tradisi gendingan, alat musik khas lokal masyarakat Jawa, dikonversikan secara terstruktur dengan introduksi doktrin Islam sehingga tidak terjadi penolakan dari respon umum masyarakat. Tembang kalimosodo yang dikenalkan oleh Raden Sa’id tersohor sebagai Sunan Kalijaga telah mewujud sebagai tembang keagamaan yang masih lestari sampai zaman kini.Dakwah Nusantara dalam kerangkanya menyadarkan setiap insan dakwah akan eksistensi keIslaman masyarakat Jawa yang bersandar kepada budaya-budaya lokal yang telah hadir lebih awal daripada kehadiran Islam. Islam mengisi ruang lama keagamaan dan keberagamaan masyarakat Nusantara melalui akulturasi dan dialektika yang tiada berhenti. Keterbukaan Islam terhadap semua tradisi mencerminkan formulasi harmonis dakwah Islam itu sendiri di tengah-tengah kehidupan umat.