Articles
384 Documents
Fenomena Perundungan Di Sosial Media: Telaah Dampak Perundungan Bagi Remaja
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6437
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena perundungan di media sosial dan pengaruhnya terhadap remaja. Penelitian ini termasuk jenis penelitian penelitian kepustakaan (library research), yaitu, dengan mencatat semua temuan dan memadukan segala temuan baik teori atau temuan baru tentang perundungan di media sosial bagi remaja, menganalisis segala temuan dari berbagai bacaan dan memberikan gagasan kritis tentang dampak perundungan di media sosial bagi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak sedikit kasus yang pernah terjadi terhadap remaja berkenaan dengan perundungan di media sosial. Fenomena perundungan di media sosial mempengaruhi jiwa remaja yang menghasilkan konsekuensi negatif pada kinerja akademik, gangguan emosional dan kesenjangan dalam hubungan. Dalam perundungan di media sosial terjadi perbedaan dampak yang signifikan berhubungan dengan gender, bagi anak perempuan cenderung lebih menderita dan lebih terpengaruh dalam perundungan di media sosial dibandingkan dengan anak laki-laki.
JURNALISTIK DAN DAKWAH ISLAM
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3196
Artikel ini menjelaskan tentang jurnalistik dan dakwah Islam. Sebagaimana diketahui bahwa perkembangan arus informasi sekarang ini begitu deras dan cepat sampai ke ujung pelosok dunia sekalipun. Tulisan ini menggunakan pendekatan analisis sosial mencoba membedah posisi strategis jurnalistik dalam menyebarkan dakwah Islam. Mengingat begitu pentingnya masyarakat dunia memperoleh suatu sajian informasi yang tidak hanya akurat dan benar, tetapi informasi yang menentramkan hati, mendamaikan jiwa jauh dari berita atau informasi provokatif yang meresahkan dan menimbulkan permusuhan diantara satu dengan yang lainnya, sehingga sering kali hal itu menjadi persoalan ditengah-tengah masyarakat kita saat ini. Hasilnya tulisan ini mampu menarik suatu benang merah betapa jurnalistik sebagai media pers saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan dakwah Islam dengan memberikan suatu warna distingtif terhadap persoalan-persoalan etika jurnalistik sebagai media dakwah Islam.
Strategi Komunikasi di Masa Krisis: Pemerintah, Publik dan Covid-19
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.11180
Krisis merupakan suatu kejadian yang tidak bisa dihindarkan dan tidak dapat dengan pasti diprediksi kemunculannya. Strategi komunikasi pemimpin di masa krisis menentukan ketahanan dan keamanan suatu Negara. Riset menggunakan studi kasus dengan pendekatan komunikasi krisis. Objek kajian terhadap karakteristik pemimpin yang aktual di Indonesia, dalam hal ini Terawan Agus Putranto. Hasil menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemerintah di masa krisis amat diperlukan guna menampilkan informasi yang valid dan transparan kepada publik. Peran pemimpin yang berkarakter kuat dibutuhkan dalam menanggulangi krisis yang terjadi, terutama pada krisis yang tejadi secara global dan berpotensi mengganggu ketahanan Nasional seperti halnya dalam penanganan Covid-19.
Media Massa dan Dampak Pemberitaan
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1643
Dinamika kehidupan masyarakat dunia menjadi bahan baku bagi wartawan untuk diberitakan. Akan tetapi, bila pemberitaan itu menyangkut ajaran agama atau pemahaman dalam ajaran agama yang salah tayang, maka muncul reaksi dari pemeluk agama. Dalam Islam, menayangkan jati diri secara fisik diri Nabi SAW merupakan pantangan. Apalagi penayangan dilakukan oleh majalah yang karakternya bernuansa mendiskriminasikan agama dan tokoh agama. Dampaknya, benar atau salah penayangan tersebut ditafsiri tindakan pelanggaran bagi pemeluk agama. Imbas lanjutannya, penayang dan media yang menayangkan dijadikan sasaran tembak. Bila disimak, Redaktur Charlie Hebdo melakukan upaya pemberitaan dengan mengangkat cover karikatur Nabi SAW sebagai upaya melawan arus, sehingga direspon dengan tindakan kekerasan yang menelan korban jiwa. Hal ini perlu dijadikan pelajaran bagi redaktur media lain, baik cetak maupun lainnya agar mewaspadai untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Namun realitanya, tayangan hal serupa dilakukan pula oleh redaktur selain Charlie Hebdo pada waktu beriringan sehingga kesan riil yang dipahami publik muslim bahwa upaya penayangan dengan tujuan melawan pakem. Perlawanan terhadap pakem dapat dikategorikan pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik. Akan tetapi, satu hal yang harus dipahami bahwa melakukan pembunuhan atau tindakan kekerasan tanpa melalui prosedur hukum yang benar, tidak dibenarkan oleh agama apa pun, meskipun pihak yang diserang melakukan kesalahan.
Fungsi dan Peran Media Sosial dalam Peningkatan Penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS)
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8705
Media sosial saat ini menjadi gerbang informasi dan komunikasi. Selain itu media sosial juga menjadi raja dalam berinteraksi tanpa batas. Penggunaan nya dalam penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) tentu akan memberikan hasil tersendiri. Berbeda dengan teknik pengumpulan ZIS tradisional yang mengetuk dari pintu ke pintu. Peran media sosial dalam meningkatkan penerimaan ZIS Lembaga Amil Zakat (LAZ) akan terasa berbeda dari teknik tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial dalam peningkatan penerimaan Zakat, Infaq dan Sedekah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Setelah melakukan penelitian, didapati hasil berupa adanya peningkatan yang signifikan dalam penerimaan ZIS pada lembaga yang intensif menggunakan media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial efektif dalam memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya ZIS, sehingga masyarakat tergugah untuk menjadi muzakki. Keinginan masyarakat menjadi muzakki ZIS tidak lepas dari fungsi dan peran media sosial, yaitu sebagai sarana komunikasi yang efektif, sarana publikasi yang masif dan intensif, sarana informasi yang cepat tepat dan terbuka, dan fungsi yang terakhir adalah sarana informasi yang aktual dan kreadible
DAKWAH MELALUI INTERNET
AT-TABSYIR Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i1.447
MODEL KOMUNIKASI PENYULUH AGAMA DALAM MENJAGA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (STUDI DI DESA RAHTAWU, KECAMATAN GEBOG, KABUPATEN KUDUS)
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5597
Negara Indonesia ini merupakan negara besar dengan beragama kekayaan dan keragaman. Salah satu kekayaan yang tak bisa dinilai adalah kerukunan dan kedamaian, meski berbeda agama dan keyakinan. Fakta kedamaian ini hendaknya terus dirawat dan dijaga, agar berbedaan agama tidak menjadi konflik dan membuat disintegrasi bangsa. Salah satu upaya yang telah dilakukan Kementerian Agama adalah adanya peran penyuluh agama di wilayah masing-masing. Tidak lain penyuluh agama inilah yang bertugas sebagai garda terdepan dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan terhadap problem masyarakat yang dialami. Lebih-lebih tugas ini adalah sebagai upaya untuk terus merawat kedamaian dan kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini fokus pada bagaimana komunikasi yang dilakukan penyuluh agama di desa Rahtawu kecamatan Gebog Kabupaten Kudus untuk melakukan bimbingan dan penyuluhan ke masyarakat. Hasilnya, model komunikasi dan bimbingan yang dilakukan adalah melalui metode ceramah, diskusi, dan melalui kegiatan diskusi bareng lintas agama. Kegiatan penyuluhan ini juga tak sepi dari tantangan yang ada. Medan serta lokasi desa Rahtawu berada di pegunungan, dan jauh dari kota kecamatan, sehingga akses menuju lokasi menjadi kendala. Masyarakat juga masih banyak yang belum memahami terhadap penyuluh agama akan tugas dan fungsi dari penyuluh agama, sehingga masyarakat belum optimal dalam hasil bimbingan dan penyuluhan .
ANALISIS METODE CERAMAH MAMAH DEDEH DALAM ACARA MAMAH DAN AA BERAKSI DI INDOSIAR DENGAN TEMA “ORANG KETIGA PERUSAK KELUARGA”
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2914
Televisi sekarang ini merupakan salah satu media yang dapat digunakanuntuk menyampaikan pesan-pesan dakwah. Hal ini ditandai denganbanyaknya program siaran keagamaan yang menghiasai layar kaca.Setiap pagi kita dapat menyaksikan program siaran keagamaan(Islam). Dakwah melalui televisi cukup efektif karena mudah diaksesoleh para pemirsa televisi. Para pemirsa televisi diberi kemudahan untukmengakses penceramah yang disukai. Salah satu penceramah yang seringmuncul di televisi adalah Mamah Dedeh. Sudah banyak materi atautema yang disampaikan oleh beliau. Di antara tema yang pernah tayangdi Indosiar adalah “Orang Ketiga Perusak Keluarga”. Mamah Dedehmemiliki kekhasan dalam gaya bicara. Gaya bicaranya yang lugas danceplas-ceplos menjadikannya diminati banyak orang. Terlebih berceramahdi televisi harus diselingi dengan humor dalam penyampaiannya.Disinilah dakwahtainment menemui permasalahan, karena selamaini dakwah diasumsikan harus disampaikan dengan serius. Apabiladakwah lebih banyak hiburannya, maka bukan menjadi tuntunan,namun menjadi tontonan. Terlepas dari problematika dakwahtainmenttersebut, yang menjadi tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahuimetode Mamah Dedeh ketika menyampaikan pendahuluan, isi ceramahdan penutup dalam ceramahnya dan untuk mengetahui prinsipprinsippenyampaian ceramah yang disampaikan oleh Mamah Dedeh.
PEMANFAATAN KECANGGIHAN TEKNOLOGI BERBASIS DIGITAL (Memudahkan Komunikasi Manusia)
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1652
Manusia memiliki berbagai kelebihan dibanding dengan makhluk lain (hewan dan tumbuhan), karena memiliki kemampuan akal budi, yang menjadikan manusia sebagai makhluk aktif meng-ada untuk tumbuh dan kembang secara optimal mengenal alam semesta beserta isinya serta mengetahui dua tugas manusia sebagai hamba Allah Swt dalam beribadah dan sebagai khalifatullah dalam beramal sholeh. Kemampuan akal manusia salah satunya adalah berkomunikasi yang efektif dalam berinteraksi dengan lingkungan (komunikasi horizontal) serta beribadah (komunikasi vertikal). Sehingga perubahan budaya terjadi secara simultan seiring dengan penemuan-penemuan hasil olah pikir manusia untuk memudahkan atau membantu aktivitas manusia maupun perubahan nilai-nilai budaya yang disepakati masyarakat. Kondisi modern ditandai dengan budaya modern yang praktis dan cepat disaat ini ditemukan alat-alat yang canggih, salah satunya teknologi komunikasi berbasis digital yang daya jangkau lebih jauh dan dalam waktu super cepat. Manusia saling bersilaturahim dengan mudah dan cepat dalam bertukar informasi ilmu pengetahuan serta dalam pemenuhan kebutuhan. Hal tersebut memudahkan manusia untuk saling mengenal dari berbagai penjuru dunia serta pertukaran pengalaman dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan, yang akan memberikan pengetahuan dalam beradaptasi sesama manusia yang memiliki keragaman karakteristik. Komunikasi merupakan kelebihan manusia dan menjadi kebutuhan manusia sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Dengan komunikasi maka manusia dapat menyampaikan dan menerima pesan agar tercipta hubungan sosial yang harmonis (harmonis dengan dirinya sendiri maupun harmonis dengan sesama manusia serta harmonis dengan Allah Swt). Temuan alat komunikasi berbasis digital serta dukungan pemerintah akan semakin membuka peluang bagi manusia untuk memanfaatkannya bagi kemudahan berkomunikasi meskipun juga terdapat tantangan “mem-filter” dalam pemanfaatan teknologi berbasis digital.
Strategi Penyiaran Radio Komunitas di Era Internet (Studi pada Radio Komunitas di Purwokerto)
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7687
Laju perkembangan teknologi komunikasi dan informasi ditandai dengan lahirnya radio. Di Indonesia sendiri radio menjadi alat pemersatu, perjuangan, dan pembawa kabar proklamasi kemerdekaan. Hampir satu abad radio mampu bersaing dengan media-media lain seperti film, televise, dan internet. Radio menjelma sebagai media yang turut serta menyebarkan informasi kepada masyarakat secara cepat dan luas yang mencakup aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Masyarakat Indonesia yang majemuk melahirkan berbagai macam komunitas. Radio menjadi media alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan mereka sesuai dengan tujuan didirikannya komunitas tersebut. Penelitian ini hendak menggali strategi penyiaran radio komunitas serta tantangan apa yang dihadapi radio komunitas di era internet. Subyek penelitian ini adalah radio AMIKOM FM dan radio STAR. Hasil penelitian ini adalah Radio AMIKOM FM dan radio STAR menerapkan lima strategi dalam penyiaran: (1) Compatibilty, yaitu strategi kesesuaian antara tipe pendengar, program acara, dan ketepatan dalam memilih jadwal acara; (2) Habit Formation, agar pendengar tetap setia dengan program acara radio, maka penyajian acara dilakukan secara rutin dan sesuai jadwal; (3) Control of Audience Flow, menjaga agar pendengar tidak berpindah ke saluran lain; (4) Conservation of Program Resources, startegi ini berupaya untuk melindungi sumber-sumber program acara agar tersimpan rapi dan bisa digunakan lagi jika suatu saat dibutuhkan. 5) Mass Appeal, Daya penarik massa diperlukan untuk memperluas jumlah pendengar baik secara teknis maupun sosial.