Articles
384 Documents
Komunikasi Dialogis Berbasis Budaya Lokal Sekaten (Studi terhadap Abdi Dalem Keraton Yogyakarta)
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.9703
ABSTRAKSebagai negara yang kaya akan keragaman budaya, suku, maupun agama, Indonesia memiliki tantangan dan masalah pluralitas sebagai dampak dari pengalaman religius masyarakat yang multiagama. Hal ini ditandai dengan banyaknya konflik dan kekerasan di berbagai daerah yang diakibatkan oleh minimnya komunikasi dialogis antarumat beragama. Hadirnya komunikasi dialogis sejatinya dapat menjadi penengah segala permasalahan dan konflik keagamaan. Komunikasi dialogis juga dapat menjadi perekat kerukunan sekaligus sebagai media untuk menumbuhkan pluralitas di tengah masyarakat multiagama. Artikel ini menemukan bahwa adanya tradisi lokal sekaten dapat menjadi media komunikasi dialogis untuk menciptakan persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat abdi dalem keraton yang dikenal dengan masyarakat multiagama. Selain itu, hadirnya tradisi sekaten juga mampu mewujudkan masyarakat abdi dalem menjadi masyarakat yang inklusif pluralis terhadap segala perbedaan yang ada di lingkungan keraton baik perbedaan suku, agama, maupun tingkatan jabatan yang dimiliki oleh abdi dalem keraton Yogyakarta Hadiningrat. Kata Kunci: Komunikasi dialogis, Sekaten, Abdi Dalem Keraton
MODEL KOMUNIKASI DAKWAH BERBASIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM (Analisis terhadap Dialog Interaktif Kajian Fiqh Muslimah di Radio Pas FM Pati)
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1647
Bimbingan dan konseling Islam merupakan bagian dari kegiatan dakwah dengan pendekatan individual dan kelompok. Di dalam bimbingan dan konseling Islam tidak sekedar membantu individu atau kelompok menyelesaikan masalah kehidupan saja, namun di dalamnya juga memuat tujuan menguatkan dimensi spiritual-relijius. Ada pesan-pesan nilai ajaran Islam yang disampaikan da’I dalam menjawab berbagai persoalan mad’u yang secara individual atau kelompok mengkonsultasikan suatu permasalahan. Untuk itu, tulisan ini merupakan hasil analisis terhadap program siaran Kajian Fiqh Muslimah dengan model Dialog Interaktif kerjasama Radio Pas FM Pati dengan Jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Kudus. Penulis menemukan bahwa tidak jarang narasumber memberikan jawaban pertanyaan pendengar dengan menggunakan model komunikasi bimbingan konseling Islam. Model komunikasi dimaksud terutama dalam penggunaan bahasa lisan sebagai alat komunikasi dengan karakter bimbingan konseling Islam. Hal tersebut karena kegiatan melalui media radio penggunaan bahasa lisan menjadi penentu dalam efektivitas terjawabnya suatu permasalahan yang disampaikan pendengar.
Studi Analisis Perbandingan Manajemen Siaran Dakwah Di Radio Manggala Fm Kudus Dan Pas Fm Pati
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8724
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen siaran dakwah di radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati, membandingkan manajemen siaran dakwah di radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati serta mengetahui kendala manajemen siaran dakwah Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, implementasi manajemen program siaran dakwah di Radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati telah berjalan sesuai dengan planning, organizing, actuating dan controlling yang direncanakan. Kedua, Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati secara manajerial sudah melakukan perencanaan yang matang terhadap siaran dakwah. Perbedaan antara radio Manggala FM Kudus dan PAS FM Kudus tampak dalam kajian keislaman yang disiarkan. Program siaran dakwah dan konten kajian keislaman di radio PAS FM Pati lebih beragam dibandingkan dengan Manggala Station Kudus. Kendati demikian, siaran dakwah yang dimiliki oleh Manggala FM Kudus juga tidak kalah menarik, karena disiarkan tiap pagi dan sore sehingga keberlanjutan siaran tetap terjaga. Ketiga, kendala teknis yang terkadang dihadapi oleh Manggala FM Kudus dan PAS FM Pati diantaranya apabila listrik mati dan diesel sedang rusak, maka program siaran yang sedang tayang dalam bentuk on air akan terputus, apabila ada host yang kurang mumpuni ruang siaran, maka proses siaran akan terasa kering.
ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG UNDANG-UNDANG PENYIARAN NO. 32 TAHUN 2002 (PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM DI MASYARAKAT)
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5584
UU penyiaran No.32 tahun 2002 sebagai salah satu media dakwah yang digunakan di era global serba canggih untuk mengembangkan dakwah Islam di masyarakat. UU penyiaran membantu para da’i untuk mengembangkan dakwah Islam di masyarakat karena aturan atau kode etik yang jelas sangat memungkinkan untuk berdakwah sesuai dengan kemampuan da’i dalam memanfaatkan media dakwah melalui penyiaran dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan mad’u. Kebijakan pemerintah dipandang sangat perlu agar UU penyiaran yang telah ada benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Kebijakan Pemerintah tentang Undang-undang Penyiaran No.32 tahun 2002 (Pengembangan Dakwah Islam di Masyarakat)”. Agar masyarakat semakin memahami Islam dan melaksanakan ajaran Islam, maka media penyiaran sangat mungkin karena daya jangkau siaran yang dapat melewati batas daerah bahkan negara. Meskipun pada kenyataannya masih ada kekurangan atau kelemahan yakni tidak memanfaatkan komunikasi secara langsung. Dengan kebijakan pemerintah terhadap UU penyiaran masyarakat di pelosok mampu mengakses informasi keagamaan (selagi terjangkau daya pancarnya). Kebijakan pemerintah tentang UU Penyiaran perlu dievaluasi untuk perbaikan dan penyesuaian dengan situasi kondisi masyarakat sekarang. Karena masyarakat sangat mungkin sekali mengalami perubahan secara sosial. Sehingga evaluasi bermaksud untuk pembenahan dan ketepatan kebutuhan masyarakat. Sedangkan kendala yang sering dialami adalah ketika aturan-aturan yang ada tidak diperhatikan dengan alasan rating, padahal tujuan penyiaran adalah penyampaian informasi publik dan untuk pembaharuan agar seluruh masyarakat tidak ketinggalan informasi, terkhusus adalah kebijakan pemerintah tentang Undang-undang Penyiaran No. 32 tahun 2002 dapat digunakan untuk pengembangan dakwah Islam di masyarakat. Sehingga dakwah (mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan tidak berbuat keburukan) dapat dilaksanakan lebih mudah bahkan dikembangkan dengan pemanfaatan media penyiaran yang sudah memiliki UU Penyiaran.
ARAH PENGEMBANGAN DAKWAH MELALUI SISTEM KOMUNIKASI ISLAM
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2910
Kecenderungan studi komunikasi dalam kegiatan keagamaan marakdilakukan dalam lini kehidupan, khususnya dakwah islamiyah.Kecenderungan ini timbul akibat semakin berkembangnya arusglobalisasi, teknologi dan informatisasi serta semakin tingginyakebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalamkondisi ini manusia memerlukan strategi pertahanan diri agar tugaskehalifahan dapat diemban dengan baik. Salah satunya denganmengembangkan keilmuan dakwah Islam melalui komunikasi.Dakwah dalam kacamata komunikasi merupakan sebuat aktifitasmenerangkan, menyampaikan pesan ajaran Islam secara kaffah,sehingga orang yang diberi pesan dan informasi dapat terpengaruh danselanjutnya dapat merubah perilakunya secara islami. Perkembanganselanjutnya kata dakwah juga dipakai oleh masyarakat di luar Islamuntuk berjuang (provokasi dan agitasi) atau mengajak umatnya dalammenyeru kebaikan serta memperkuat akidahnya. Dakwah yangdemikian merupakan bentuk komunikasi yang dipergunakan olehagamawan dengan memaknai bahwa pentingnya keberadaan dakwahdalam keberlangsungan umat dan kehidupan manusia sepanjang masa.Dakwah dalam konteks komunikasi Islam adalah strategi atraktifpersuasif.Artinya kegiatan penyampaian pesan dikemas semenarik mungkin dengan gaya dan model inovatif, melalui aktifitas nyata dalam dimensi tabligh, sehingga membawa dampak positif bagiakselerasi penyebaran agama serta perkembangan kuantitas umatMuslim secara nyata. Implikasi dakwah dalam konsep komunikasiIslam, berarti merumuskan konsep sistematisasi dakwah islamiah alam fremwork sistem komunikasi Islam, melibatkan kerangka kerjasistem komunikasi Islam. Penelitian ini secara teoretis diharapkandapat melengkapi informasi ilmiah tentang pengembangan Dakwahmelalui Sistem Komunikasi Islam. Manfaat praktis bagi Fakultasdakwah dan komunikasi, khususnya jurusan Komunikasi danPenyiaran Islam dapat menentukan arah pengembangan dakwah,mengembangkan sistem komunikasi sebagai acuan menyusun kebijakanpengembangan kurikulum berbasis system, serta memasukkanstruktur matakuliah pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Agar tujuan penelitian tercapai maka peneliti menggunakanmetode library research dengan tekhnik analisis model interaktif.
Strategi Dakwah Bagi Lansia Berbasis Pondok
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.12701
Artikel ini bertujuan mendeskripsikan hasil analisa terhadap kegiatan dakwah bagi lansia yang dilaksanakan di Pesantren Daarut Tauhid. Cukup banyak para orang tua yang di masa mudanya sibuk berkarier dan tidak memiliki kesempatan belajar agama secara maksimal sehingga di masa tuanya (lansia) menemui masalah yang disebabkan kurangnya pemahaman agama. Seperti kondisi mental yang sulit menerima kenyataan hidup, makin tua makin egois, malas beribadah, sehingga munculnya rasa cemas dalam menghadapi sebuah kematian. Dalam upaya meminimalisir permasalah pada lansia di atas, ada yang menyibukkan diri mengisi ruhaninya di majelis taklim. Namun ada juga keluarga yang dengan tega menitipkan orangtuanya di panti jompo. Untuk menangani masalah Lansia tersebut di atas, sebuah Pondok Pesantren di Kota Bandung telah melakukan satu upaya strategi dakwah bagi lansia berbasis pondok. Selama empat puluh hari para lansia diwajibkan mondok dan selama itu mereka aktif mengikuti program dakwah lansia. Dari hasil analisis ditemukan bahwa, dakwah bukan sekedar kegiatan menyeru, tetapi dakwah pada kelompok lansia dengan bentuk irsyad Islam mampu memberikan solusi dalam penyelesaian masalah mental, mampu melahirkan kesadaran untuk menjalankan ketentuan Allah yang terkandung di dalam Al-Qur’an, serta mampu melahirkan kesiapan dalam menghadapi kematian bagi para lansia.
Komunikasi dan Demokrasi, Pilar Utama Membangun Moderasi Islam
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7581
Komunikasi adalah suatu hal yang menjadi kebutuhan manusia. Apalagi komunikasi yang menuntun manusia ke arah yang lebih baik. Komunikasi yang mengajak penggunanya untuk selalu berkomunikasi sesuai dengan ajaran Islam disebut komunikasi Islam. Demokrasi adalah sebuah sistem yang menjunjung tinggi nilai-nilai persamaan, keadilan, serta persatuan, dibutuhkan komunikasi yang baik serta yang menuntun kearah kebaikan agar terciptanya demokrasi yang sesuai pada prinsipnya. Moderasi Islam adalah sikap-sikap yang mampu menjadi penengah dalam menjalani kehidupan, orang-orang yang menjalankan konsep moderasi Islam disebut Islam moderat. Ketiga konsep ini akan berjalan jika menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang terwujud dalam Islam rahmatan lil alamin. Dengan berbagai dinamika demokrasi, maka moderasi Islam mampu menjadi solusi dengan menjalankan Islam yang rahmatan lil alamin. Tidak heranlah konsep Islam sangat membantu dalam menerapkan sistem demokrasi walaupun demokrasi sejatinya bukan terlahir dari rahim ajaran Islam.