cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
PROSPEK DAKWAH MELALUI MEDIA TELEVISI
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.429

Abstract

PROBLEMATIKA DAKWAHTAINMENT DI MEDIA DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3375

Abstract

Selama periode reformasi bangsa Indonesia mengalami keterbukaan dibidang media, bahkan sebagian masyarakat  berargumentasi sudah sampai pada tahap  “Kebablasan” atau kebebasan. Salah satu produk transformasi ini adalah bertaburannya program-program dakwahtainment yang pada hakekatnya menggabungkan antara “Tuntunan dan Tontonan”, sebagai landasan operasional mereka demi keuntungan melalui komodifikasi agama melalui media. Pemanfaatan teknologi dakwah sebenarnya merupakan sebuah pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat Indonesia yang selalu mengalami perkembangan akan eksistensinya sebagai konskuensi modernisasi zaman. Fenomena dakwahtainment sebagai media dakwah saat ini, banyak elemen yang terlibat di dalamnya justru mengikis moral masyarakat karena minimnya tauladan yang diperankan oleh individu yang terlibat di dalamnya serta tidak terpenuhinya esensi materi dakwah yang ingin disampaikan da’i pada mad’u karena disebabkan banyaknya faktor yang bersifat materialistis dan kapitalis sebagai budaya di media yang terdapat di Indonesia saat ini. Kebutuhan masyarakat untuk terpenuhinya aspek penguatan spiritual telah memicu berbagai inovasi terkait metode dakwah yang paling efektif dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya, telah sangat akrab dengan beberapa tema acara pengajian yang banyak dijumpai di beberapa media baik melalui stasiun televisi maupun media lainnya yang mengusung beragam tema bernuansa agama dalam bingkai dakwah. Sebuah hal yang dilematis dari program dakwahtainment ketika kemasan dari metode dakwah  dengan entertainment ini terkadang mengundang persepsi masyarakat yang tanpa disadari mengkerdilkan nilai-nilai agama Islam.
KEUNGGULAN METODE DAKWAH MELALUI MEDIA
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2905

Abstract

Media merupakan sarana yang digunakan untuk memindahkan pesandari sumber kepada penerima. Untuk itu mediated communicationmerupakan media dakwah yang menggunakan saluran atau saranauntuk meneruskan suatu pesan kepada masyarakat yang jauhtempatnya atau banyak jumlahnya. Adapun keunggulan media tersebut merupakan sarana dakwah tak langsung (indirect communication), dansebagai konsekuensinya arus balik pun tidak terjadi pada saat pesandakwah dilancarkan. Maka dari itu dakwah melalui media bersifatsatu arah sehingga media dakwah tidak mengetahui tanggapan mad’u dengan seketika. Da’i tidak mengetahui tanggapan da’i pada saat iamenyampaikan pesan. Oleh karena itu, dalam melancarkan saranamedia, sebagai bagian dari keunggulan metode dakwah melalui mediaharus lebih matang dalam merencanakan dan dalam persiapan sehinggaia merasa pasti bahwa media dakwah tersebut akan berhasil. Untukitu kita harus memperhatikan beberapa faktor. Media dakwah harusmengetahui sifat dan karakter media sebagai sarana dakwah yangakan dituju dan memahami sifat-sifat media yang akan digunakan.
Gerakan Transnasional di Era Globalisasi: Perspektif Komunikasi Islam
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.9265

Abstract

Artikel ini berfokus pada isu kritis gerakan transnasionalisme di era globalisasi yang didominasi oleh ormas islam tertentu. Organisasi ini mengusung ideologi berbeda dari ajaran Islam di Indonesia yang menggunakan pemaksaan dalam strategi komunikasinya atau dakwah. Kajian ini menjelaskan secara kritis gerakan transnasional yang diamati dalam perspektif komunikasi islam. Tujuan dari telaah ini ialah untuk mengkritisi dan menjelaskan pergerakan transnasionalisme di era globalisasi yang terjadi di Indonesia, serta untuk menemukan penjelasan dari perspektif komunikasi islam dalam mengahadapi pergerakan transnasional di era globalisasi. Pendekatan kualitatif kritis digunakan sebagai metode penelitian. Hasil dari telaah ditemukan bahwa strategi komunikasi atau dakwah islam dipengaruhi oleh gerakan transnasional yang semakin massif menyebar di era globalisasi ini. Banyak ormas Islam radikal dating ke Indonesia untuk melebarkan gerakannya. Strategi komunikasi yang digunakan da’i bertentangan dengan ideologi toleransi beragama di Indonesia. Disinilah tugas penting da’i dalam memperhatikan kebutuhan mad’u, menyiapkan program alternative, dan menggunakan strategi komunikasi Islam yang tepat dalam menyebarkan islam di Indonesia dengan baik.
KETERKAITAN PUBLIC SPEAKING DALAM KOMUNIKASI DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i1.463

Abstract

Kolaborasi Dakwah Religi Sampak Gus Uran Dalam Dialog Budaya Suluk Maleman
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6891

Abstract

Pada tulisan artikel kali ini, penulis mencoba mengkolaborasikan strategi dakwah dengan penggabungan antara dakwah media musik religi yang dikemas dengan alunan lirik puisi atau lelagon tembang-tembang bernuansa religi. Artikel ini juga merupakan ringkasan dari hasil reset penelitian atas kolaborasi dosen dengan mahasiswa pada fakultas dakwah dan komunikasi. Pada kolaborasi riset tersebut akhirnya menghasilkan temuan ilmu untuk mengetahui strategi yang dilakukan oleh seorang pendakwah sekaligus budayawan religi dan seniman yakni Beliau Romo Yai Anis Sholeh Baasyin. Beliau adalah salah seorang yang memimpin dan mengasuh Orkes Religi Puisi Sampak GusUran Pati. Semoga dengan kehadiran artikel ini akan memberi kontribusi serta nuansa baru tentang dakwah melalui media musik relisi yang dikemas dalam bentuk dakwah yang mengkolaborasikan dalam dialog budaya Suluk Maleman yang disampaikan oleh Romo Yai Anis Sholih Baasyin Pati Jawa Tengah.  Artikel ini akan memberi warna tersendiri dalam pengembangan strategi dakwah melalui media musik yang dilakukan oleh Orkes Religi Sampak GusUran Pati. Maka dari itu pada Orkes Religi Sampak GusUran dalam mengembangkan musik dan dakwahnya pada dialog Suluk Maleman. Acara  diadakan sebulan sekali di Rumah Adat Indonesia Mulia di wilayah Pati jawa tengah. Bagaimana pesan dakwah Orkes Sampak GusUran dan Suluk Maleman pimpinan Anis Sholeh Ba’asyin. Bagaimana strateginya  yang dilakukan oleh Orkes Religi Sampak GusUran dan Suluk Maleman pimpinan Romo Yai Anis Shalih Baasyin.
DAKWAHTAINMENT DI TELEVISI: Analisis Terhadap Fenomena Dakwah Ramadhan
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2923

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan fenomena dakwahtainmentdi media televise yang menyajikan pesan dakwah sekaligus menawarkandunia hiburan. Lebih maraknya dalam sajian-sajian dakwahtainmentmenyambut bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Berbagai infortainmentbertaburan dengan menyelipkan nuansa agama untuk memperkuat dayajual di masyarakat. Penting dalam tulisan ini peneliti paparkan hakekatdakwah dan bagaimana sebaiknya masyarakat mensikapi fenomenadakwahtainment tersebut agar substansi pesan-pesan dakwah tetapdapat bisa dipahami masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa kecenderungan masyarakat kurang dapat menangkap pesandakwah dibalik sajian-sajian dakwahtainment. Justru yang popularadalah sajian-sajian hiburannya dan populeritas dari suatu produk.
POTRET DAKWAH DI TENGAH ERA GLOBALISASI DAN PERKEMBANGAN ZAMAN
AT-TABSYIR Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i1.452

Abstract

Komunikasi Ritual Prosesi Nyadran (Interaksionisme-Simbolik Keberagamaan Masyarakat Desa Genting Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang)
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.5745

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang pemaknaan masyarakat, khususnya desa Genting kecamatan Jambu, terhadap simbol-simbol komunikasi ritual nyadran di desanya. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dokomentasi dan studi kepustakaan. Setelah itu dianalisis secara kualitatif-deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menemukan bahwa ritual nyadran, dalam tradisi masyarakat desa Genting, merupakan sarana berkomunikasi ritual dengan para cultural heroes. Mereka meyakini bahwa komunikasi ritual dengan para cultural heroes melalui nyadran sebagai upaya "ngalap berkah" untuk mendapatkan segala sesuatu yang dapat membahagiakan serta memuliakan hidupnya lahir dan batin.
Dakwah Islamiyah dengan Pendekatan Sufistik
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1658

Abstract

Dakwah Islamiyah yang semestinya diharapkan mampu memberikan solusi berbagai masalah hidup saat ini,   ternyata lebih dipahami hanya sekedar memenuhi perintah  secara normatif, sehingga  dirasa kurang menyentuh ajaran Islam secara substantif. Dakwah Islamiyah mengalami   reduksi sebagai pola pendekatan ritual, simbol-simbol, dan memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat, serta belum menyentuh pada ranah penghayatan agama. Akibatnya, nilai-nilai wahyu   terpisah dari pribadi umat Islam yang lebih mengandalkan kekuatan rasional semata. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan keberagamaan yang tidak memiliki dimensi Ilahiyah. Oleh sebab itu, alternative dakwah sufistik  menjadi penting bagi dakwah Islamiyah untuk dilihat kembali sebagai bagian integral dari  ajaran Islam, karena dalam dakwah sufistik, ranah  IQ (żaka‘aqli), EQ (żaka żihni), dan SQ (żaka qolbi) merupakan komponen-komponen yang dikembangkan secara harmonis. Pengertian sufistik  adalah hal-hal yang berkenaan dengan ilmu tasawuf. Istilah sufistik mengacu kepada sifat, seperti pemikiran sufistik yang berarti pemikiran yang bernuansa tasawuf yang tujuan puncaknya adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menggunakan pendekatan hati, bukan logika. Hal ini karena tasawuf berpandangan bahwa kebenaran yang dihasilkan oleh akal dan penalaran adalah sangat terbatas, sedangkan kebenaran yang diperoleh melalui ma’rifah adalah segala-galanya, karena diperoleh melalui penglihatan mata hati yang mendapat sinar Ilahi. Dakwah sufistik adalah model dakwah yang bisa membuat mad’u memiliki sifat-sifat mulia, bukan sekedar kognisi, tetapi lebih pada ranah afeksi atau aspek kesadaran. Tujuan  dakwah sufistik tidak hanya sebatas kearifan individual atau melakukan ritual-ritual mistik dan cenderung lebih mengedepankan hubungan terhadap Tuhan dan Rasulnya, tetapi juga, yang terpenting, mengedepankan kesalehan secara universal atau sosial