cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
BAHASA SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI PERADABAN MANUSIA
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3155

Abstract

Era gelombang peradaban manusia dimuka bumi ini diantaranya adalah adanya bahasa komunikasi sebagai salah satu penopang peradaban manusia. Bahasa sebagai sarana komunikasi merupakan sebuah pertanda adanya peradaban dan budaya manusia hingga sekarang ini. Sistem tanda yang kemudian digunakan sebagai media untuk menyampaikan suatu hal serta menghubungkan suatu pola pikir tertentu yang dikaitkan satu dengan yang lain sehingga terciptanya sebuah kesatuan pola yang memiliki makna. Makna tersebut menginspirasikan kepada gelombang estafet peradaban manusia. Fenomena peradaban yang paling penting untuk disorot adalah penyebaran cara pandang seputar hubungan keluarga, kerukunan umat, sosial, terutama yang berkembang di negara maju yang notabene merupakan pemeran utama globalisasi sehingga bahasa bisa membentuk sarana komunikasi menuju suatu peradaban umat manusia. Siapapun tak dapat menjamin bahwa seandainya kita menutup semua pintu dan jendela rapat-rapat dari gelombang besar globalisasi, kita tetap tak mampu menahan nilai-nilai global melalui satelit, parabola, siaran televisi, internet  dan masih banyak lagi. Untuk itu kami dapat memastikan bahwa kita berada di tengah-tengah realitas yang harus dihadapi dengan berpikir kritis-konstruktif bila mau berinteraksi dengan era globalisasi. Setiap daerah, wilayah serta bangsa memiliki bahasa sebagai sarana komunikasi yang berbeda satu sama lainnya dalam hal konvensi penggunaan sistem kebahasaan.  Hal ini tentu yang dapat diterima di lingkungan pengguna bahasa komunikasi dalam menunjang peradaban manusia itu sendiri. Diera gelombang peradaban manusia di dunia setidaknya melalui tiga era, yakni era pertanian, era industri dan era informasi atau komunikasi.
MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI MODERN SEBAGAI WASILAH DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i1.459

Abstract

Independensi Media Massa Lokal Di Madura Selama Masa Kampanye Pemilihan Presiden 2019
AT-TABSYIR Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i2.6436

Abstract

Media massa memiliki peran penting selama masa kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Sebagai alat komunikasi politik, media massa memiliki pengaruh kuat bagi publik. Fenomena tersebut menjadi komoditas pemberitaan pada media massa, baik lingkup nasional maupun daerah. Topik tentang pemilihan presiden menjadi tajuk berita utama di mayoritas media massa. Radar Madura, salah satu media cetak lokal di Madura, Bahkan beberapa kali menjadikan kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden sebagai tajuk berita utama. Netralitas dan independensi media massa pada masa kampanye kemudian perlu dikaji kembali. Berdasarkan fakta bahwa redaksi media massa bisa menentukan sudut pemberitaannya. Maka perlu dikaji untuk mengetahui makna pembingkaian berita. Analisis framing dengan pendekatan teori milik Pan dan Kosicky digunakan untuk mengkajinya. Hasilnya adalah ditemukan fakta bahwa Radar Madura telah melakukan pembedaan tema dan konsep pemberitaan kampanye calon presiden dan wakil presiden. Fakta tersebut merupakan representasi kecondongan redaksi terhadap salah satu calon Presiden dan Wakil Presiden.
DAKWAH KONTEMPORER DALAM BINGKAI DAKWAHTAINMENT (Kajian Popularitas Instan Pelaku Dakwahtainment)
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2919

Abstract

Pandangan dakwah konvensional menegaskan bahwa aktivitas dakwahyang berskala besar hanya diemban oleh para kyai besar dan terkenal.Tidak sembarang dai bisa berperan aktif melalui konstelasi dakwahyang bernilai besar bagi sebuah pertunjukan atau pengajian agamayang dilakukan oleh seorang dai. Hanya dai-dai dengan kapasitaskeilmuan yang cukup tinggi, dia yang akan bisa mengembangkankarir kedakwahannya di komunitas yang sangat besar. Praktis saja,dakwah tersentral pada figur seorang kyai yang fatwa dan nasehatnyaseringkali ditunggu oleh masyarakat dan khalayak ramai. Kehadirandai dalam dimensi dakwahtainment memberikan nilai yang cukupatraktif atas popularitas yang disandangnya di kalangan masyarakatluas. Kehadiran mereka yang tergolong instan bisa mendongkrak nilaidan popularitas kefiguran di tengah-tengah publik. Karenanya, halini menjadi sesuatu yang bernilai besar bagi setiap tokoh dimaksuddalam rangka menciptakan kedudukan dirinya di tengah-tengahpublik yang berskala besar. Kondisi ini memiliki fakta unik yang bisadimunculkan dalam rangka menegaskan peran besar media untukmenciptakan popularitas seorang figur kyai di masyarakat. Berbekalpendekatan sosiologi-antropologi dengan analisis deskriptif-analitisrancangan penelitian ini dikemukakan dan dimunculkan. Pembahasandalam artikel ini menegaskan bahwa dakwahtainment memberikankontribusi besar bagi pemunculan popularitas seorang tokoh atau daidi masyarakat. Dakwah dalam bentuk konvensional bisa memberikan kontribusi besar bagi pemunculan tokoh baru dalam naungan dakwah.Dakwahtainment yang bermunculan dalam peta globalisasi terkini telahmemberikan implikasi sangat realistis bagi terbentuknya figur-fihurinstan di bawah naungan dakwah. Sebagai implikasi atas keberadaanini, sakralitas dan peneguhan mutu keagamaan yang lebih sering diusungoleh para kyai konvensional beralih dengan munculnya kyai-kyaimodern yang tiada memperhitungkan secara praktis mutu keilmuandan kedalaman pengetahuan tentang dakwah yang mereka pelajari.
Penguatan Dakwahcyber dalam Menghadapi Era Digital
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3195

Abstract

 Islam adalah agama yang mengajak kepada yang ma’ruf dan menjauhkan dari yang munkar. Upaya menegakkan yang ma’ruf dan meminimalisir (bahkan menafikan) yang munkar itu dapat dilakukan dengan dakwah –pada diri sendiri dan orang lain. Menuju kepada kesempurnaan ber-Islam. Dalam merespon perkembangan zaman dan teknologi, dakwah juga hendaknya mengalami perkembangan. Dakwah juga dapat melakukan inovasi, kreasi, dan inisiasi. Orientasinya adalah agar dakwah tetap eksis dan kontinu, serta dapat diterima di berbagai kalangan.Pada era digital, dakwahcyber menjadi kenyataan yang hendaknya diupayakan. Tingkat keterhubungan subyek dan obyek dakwah dengan dunia maya sangat tinggi. Di situlah, ada bidang garap dakwah yang tidak boleh terlewatkan. Ketika kemajuan teknologi tidak diimbangi dengan kemajuan koneksitas dengan Allah Ta’ala, pemenuhan kebutuhan lahir yang bersifat “keinginan” lebih mendapat proporsi besar, sementara kebutuhan yang bersifat “batini” terpinggirkan dan nyaris terlupakan, maka ketimpangan telah terjadi. Dakwahcyber menjadi solusi, dan turut bertanggungjawab dalam membangun frekuensi keterhubungan subyek dan obyek dakwah dengan Sang Pencipta. Dengan demikian, segala bentuk ekses kemajuan teknologi tidak akan menggerus rasa keagamaan seorang muslim, dan spiritualitasnya senantiasa terjaga.
Pemberitaan Umat Islam Melalui Kantor Berita Internasional Pada Surat Kabar Terbitan Medan
AT-TABSYIR Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i1.11172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberitaan umat Islam melalui kantor berita internasional pada surat kabar terbitan Medan. Metode yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dalam bentuk analisis statistik yang bersifat deskriptif dan tabulasi silang­. Surat kabar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Surat Kabar Waspada dan Sinar Indonesia Baru yang diakses melalui situs online surat kabar Waspada dan Sinar Indonesia Baru. Hasil penelitian menujukkan bahwa bahwa 1) Frekuensi berita tentang umat Islam yang diliput oleh saluran berita internasional yang disiarkan secara online melalui surat kabar Waspada dan Sinar Indonesia Baru rata-rata satu sampai dua judul setiap hari, 2) Mayoritas berita tentang umat Islam adalah hasil dari saluran detikcom (CNN) asal negara Amerika Serikat yang menjadi saluran berita utama surat kabar Waspada dan BBC asal negara Inggris yang menjadi saluran berita utama surat kabar Sinar Indonesia Baru, 3) Negara yang paling banyak diberitakan adalah Arab Saudi, Palestina, Malaysia, Pakistan dan Indonesia, dan 4) Kategori berita yang paling banyak adalah peperangan, kematian, dan kerusuhan sehingga orientasi berita pada umumnya adalah bersifat negatif yang dapat membanguan pandangan negatif tentang umat Islam.
Membangun Solidaritas Sosial Melalui Dakwah Mujadalah
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1644

Abstract

Perbedaan pandangan di masyarakat baik ideologi maupun keimanan tidak pernah bisa dielakkan, hal tersebut seing menjadi permasalaha pelik di masyarakat seagama maupun antar agama. Kerukunan dan saling memahami selalu diharapkan,  oleh  karenanya  komunikasi dan dialog adalah salah satu proses interaksi antar individu maupun kelompok tersebut untuk membangun kerukunan dan solidaritas sosial yang selama ini sering tidak diperhatikan di masyarakat, yang pada akhirnya memunculkan konflik. Oleh karena itu, apabila proses dakwah sebagai suatu bentuk komunikasi yang khas dihubungkan dengan terjadinya interaksi, maka peranan dakwah merupakan landasan pokok bagi terwujudnya suatu interaksi sosial yang di dalamnya terbentuk norma-norma tertentu sesuai dengan pesan-pesan dakwah itu sendiri. Al-Qur’an sendiri sudah menyampaikan dalam Surat an-Nahl ayat 125, di mana terdapat tiga metode dakwah dan salah satunya adalah mujadalah bi allati hiya ahsan. Dari metode inilah akan terjadi komunikasi dua arah dalam penyampaian syiar Islam. Tentunya, Islam sudah mengingatkan dengan cara yang Ihsan
Implementasi Dakwah Moderat Melaui Media Virtual Youtube Dalam Channel eL Yeka
AT-TABSYIR Vol 7, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i2.8664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi dakwah moderat melaui media virtual youtube dalam channel eL Yeka. Penelitian ini mengunakan Metode Riset Lapangan (field research) dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pembuatan channel eL Yeka dilatar belakangi dari banyaknya konten di youtube yang berasal dari kelompok-kolompok ekstrim, maka perlu untuk mengisi ruang youtube dengan konten konten keagamaan yang bersifat moderat yaitu corak dakwah Islamiyah yang sejak kedatangannya di Nusantara penuh kedamaian, mengedepankan akhlakul karimah, mengajarkan sikap saling menghargai dan menghormati. Pendakwah (da’i) yang dijadikan panutan dakwah moderat dalam channel eL Yeka adalah K.H. Bahaudin Nur Salim (Gus Baha’), hal ini dikarenakan selain dakwahnya bersifat moderat keilmuan  Gus Baha’ juga tidak diragukan dan sanad keilmuan yang tersambung sampai Rasulullah,  sehingga akan mudah diterima oleh semua kalangan. Karakteristik mitra dakwah (mad’u) kebanyakan berasal dari kalangan santri dan cendekiawan, namun banyak orang awan bahkan dari kalangan abangan atau preman baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yaitu para TKI. Dalam berdakwah Islam moderat di channel eL-Yeka Gus Baha' menggunakan thariqah (metode) Dakwah sebagaiman yang dilakukan oleh gurunya Mbah Maemoen Zubair. Maddah (materi dakwah) dalam channel eL Yeka mulai dari Aqidah, Syariah dan akhlak yang semuanya disampaikan dengan corak moderat. Dengan menampilkan dakwah moderat Gus Baha’ dalam channel eL Yeka, banyak mitra dakwah (mad’u) yang tertarik (melakukan subscribe) dan bahkan banyak yang kemudian sadar serta memperbaiki ibadah sebagaimana yang disampaikan Gus Baha’.Kata Kunci: Dakwah Moderat, Youtube, eL Yeka
INTERAKSI KENAKALAN REMAJA, RELIGIUSITAS, DAN MEDIA TV
AT-TABSYIR Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v6i1.5598

Abstract

Artikel ini ditulis memiliki tujuan untuk mengetahui pembahasan kenakalan remaja, religiusitas dan Media. Artikel ini merupakan tulisan dari review jurnal dan buku. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian kulitatif dalam bentuk literatur. Metode review artikel yang dilakukan peneliti adalah mereview jurnal ataupun buku yang membahas ataupun meneliti tema tersebut. Selanjutnya peneliti mengumpulkan, mereview, menganalisis, membahas dan menyimpulkan. Hasil review menunjukan bahwa agama dipengaruhi dari  keturunan genetik dan lingkungan seseorang. Agama mampu menjadi kontrol diri  bahkan dapat mengurangi seseorang untuk berbuat kenakalan bagi para remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja adalah media TV.. Kondisi yang demikian menjadi pekerjaan orang tua untuk membimbing dan melakukan monitor pada anaknya dalam menikmati fasiltas-fasilitas media tersebut.
PROBLEMATIKA DAKWAHTAINMENT DI MEDIA DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2915

Abstract

Selama periode reformasi bangsa Indonesia mengalami keterbukaandibidang media, bahkan sebagian masyarakat berargumentasi sudahsampai pada tahap “Kebablasan” atau kebebasan. Salah satuproduk transformasi ini adalah bertaburannya program-programdakwahtainment yang pada hakekatnya menggabungkan antara“Tuntunan dan Tontonan”, sebagai landasan operasional mereka demikeuntungan melalui komodifikasi agama melalui media. Pemanfaatanteknologi dakwah sebenarnya merupakan sebuah pemenuhankebutuhan spiritual masyarakat Indonesia yang selalu mengalamiperkembangan akan eksistensinya sebagai konskuensi modernisasizaman. Fenomena dakwahtainment sebagai media dakwah saatini, banyak elemen yang terlibat di dalamnya justru mengikis moralmasyarakat karena minimnya tauladan yang diperankan oleh individuyang terlibat di dalamnya serta tidak terpenuhinya esensi materidakwah yang ingin disampaikan da’i pada mad’u karena disebabkanbanyaknya faktor yang bersifat materialistis dan kapitalis sebagaibudaya di media yang terdapat di Indonesia saat ini. Kebutuhanmasyarakat untuk terpenuhinya aspek penguatan spiritual telahmemicu berbagai inovasi terkait metode dakwah yang paling efektif dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya, telah sangat akrab dengan beberapa tema acara pengajian yang banyak dijumpai di beberapa media baik melaluistasiun televisi maupun media lainnya yang mengusung beragam temabernuansa agama dalam bingkai dakwah. Sebuah hal yang dilematisdari program dakwahtainment ketika kemasan dari metode dakwah dengan entertainment ini terkadang mengundang persepsi masyarakat yang tanpa disadari mengkerdilkan nilai-nilai agama Islam.