cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 23388544     EISSN : 24772046     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 384 Documents
ISLAM DAN DAKWAH: SEBUAH KAJIAN ANTROPOLOGI AGAMA
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1651

Abstract

Islam dan dakwah merupakan satu kesatuan. Dakwah adalah bagian yang pasti ada dalam kehidupan umat beragama. Salah satu ajaran Islam, dakwah merupakan kewajiban yang dibebankan agama kepada pemeluknya. Dakwah intinya mengajak kepada kebaikan (amar makruf). Dakwah bermakna efektif apabila da’i melihat latar belakang mad’u (pendengar), baik dari sosial-budaya, ekonomi, pendidikan, dan politik. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Clifford Geertz dengan tiga varian, santri, abangan, dan priyayi. Sedangkan Max Weber mendefinisikan lima golongan sifat keagamaan, yaitu petani, pedagang, karyawan, kaum buruh, dan elit/hartawan. Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman keagamaan dalam tingkah laku dan pandangan hidup, tetapi menuju sasaran yang lebih luas. Dakwah juga harus berperan kepada pelaksanaan ajaran Islam secara menyeluruh dalam berbagai aspek. Inilah wajah Islam yang memang mengakomodasi segala budaya-sosial, karena Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin
Menggagas Dakwah Maqashidi Untuk Kemaslahatan Umat (Pendekatan Maqashid Syari'ah dalam Dakwah)
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7694

Abstract

Makalah ini akan membahas tentang konsep maqashid syariah sebagai pendekatan dakwah Islam dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Dakwah Islam semestinya dipahami sebagai suatu aktivitas yang melibatkan proses transformasi yang memang tidak terjadi begitu saja, tapi membutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk merubah situasi dan kondisi umat menuju kemaslahatan melalui pendidikan dan komunikasi yang berkelanjutan. Namun faktanya, dakwah Islam disinyalir belum memberikan kemaslahatan bagi umat manusia. Buktinya, dalam satu dasawarsa terakhir, beberapa tragedi kemanusiaan yang menyedihkan sekaligus mengkhawatirkan berlangsung silih berganti di Nusantara dikarenakan masyarakat sebagai mad'u belum mendapatkan kemaslahatan. Oleh karena itu, pertanyaan yang ingin dijawab dalam makalah ini adalah bagaimana dakwah mampu menjawab kebutuhan umat sehingga bisa membawa kemaslahatan?. Kajian dalam makalah ini Penelitian atau kajian ini menggunakan model penelitian kualitatif (kualitatif research) dengan teknik library research dan terfokus pada kajian dakwah Islam dengan pendekatan maqashid syariah. Hasil dari penelitian atau kajian ini adalah dakwah maqashidi berdasar ḥifẓ al-dīn bisa berupa jaminan dalam mempertahankan kebenaran dalam keyakinan, dan menjadi hak seseorang dalam menjalankan praktek ibadah yang ia yakini. Kemudian, dakwah maqashidi berdasar ḥifẓ al-nafs wa al-‘irḍ bisa berupa perlindungan hak asasi manusia dalam kehidupannya, dan perlindungan terhadap semua bentuk intimidasi. Dakwah maqashidi berdasar ḥifẓ al-’aql bisa berupa memperjuangkan hak untuk belajar, hak untuk mendapatkan informasi, dan hak kebebasan berpikir. Selanjutnya dakwah maqashidi berdasar ḥifẓ al-’nasl dapat diimplementasikan dalam bentuk menjaga hak asasi anak dengan cara menyiapkan generasi yang paling baik, sehat dari penyakit fisik dan psikologis. Dan terakhir dakwah maqashidi berdasar ḥifẓ al-māl diwujudkan dengan cara menciptakan kesejahteraan umum dalam aspek sosio-ekonomi.
DAKWAH MELALUI MIMBAR DAN KHITABAH
AT-TABSYIR Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v1i2.430

Abstract

DAKWAH HUKUM ISLAM MODEL KOMUNIKASI JURNALISTIK
AT-TABSYIR Vol 5, No 2 (2017): Desember 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i2.3376

Abstract

Berdakwah membutuhkan etika dan kearifan, apalagi berdakwah menjawab persoalan hukum Islam. Banyak kegelisahan para pemerhati dakwah hukum Islam melalui media social. Pada sisi lain kecanggihan dan kemudahan teknologi dan informasi menyediakan ragam komunikasi menyampaikan pesan yang berkualitas dan bertanggung jawab serta terukur dan terarah. Dalam hal ini model komunikasi jurnalistik merupakan salah satu cara menyampaikan pesan dimaksud khusunya di bidang dakwah hukum Islam sehingga dengan demikian model yang sembarangan dan asal bunyi diharapakan akan tereliminasi dalam media sosial apalagi model ujaran kebencian dan hoak. Indonesia telah menikmati reformasi serta demokratisasi pers dan penyiaran sejak 1998. Secara yuridis, dalam kurun waktu 1998-2008, Indonesia telah memiliki lima undang-undang organik yang berkaitan langsung dengan masalah kebebasan berbicara, kemerdekaan menyatakan pendapat, kemerdekaan pers dan penyiaran serta kebebasan berkomunikasi melalui media dalam jaringan. Kebebasan itulah yang kemudian menimbulkan masalah hingga ujungnya situs dan konten agama yang menjadi sorotan dan menimbulkan polemic terkait ujaran kebencian, isu sara serta dakwah hokum Islam dengan fanatik  buta berdasar madzhab dan keyakinan tertentu meski menyerang pandangan dan keyakinan sesama saudaranya, akhirnya mulai ramai bermunculanlah konsep dan pengertian bidáh, sesat, thogut, kafir, sunnah, syariah, khilafah dengan pemahaman yang dangkal dan sempit.
PERKEMBANGAN MEDIA SEBAGAI SARANA DAKWAH
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2906

Abstract

Media adalah alat atau wahana yang digunakan untuk memindahkan  pesan dari sumber kepada penerima, dari da’i ke mad’u. Untuk itu berdakwah melalui media merupakan penyampaian pesan dakwah dengan menggunakan sarana media untuk meneruskan pesan kepada audien yang jauh tempatnya atau banyak jumlahnya. Lebih jauh lagi perkembangan media dakwah adalah alat yang menjadi perantara penyampaian pesan atau informasi kepada mitra dakwah. Seorang pendakwah yang ingin menyampaikan pesan dakwahnya diterima mad’u di seluruh lapisan masyarakat maka dibutuhkan materi dakwah dengan mengikuti perkembangan media sekarang ini diantaranyamenggunakan media radio, televisi, internet, facebook, media cetak maupun elektronik. Jika pesan dakwahnya ingin didengar, didengar, dibaca tentunya juga harus menggunakan fasilitas media untuk memudahkan misi dakwah kita, contoh misal teks ayat-ayat al-Quran yang dikutip dapat dibaca serta ekspresi wajahnya bisa dilihat oleh semua pemirsa, maka ia harus menggunakan media televisi. Jika ingin pesan dakwahnya dibaca orang, maka seorang dai harus menggunakan media cetak, dan bila pesannya bisa di dengar oleh orang lain makadibutuhkan media audio (radio) Secara umum berdakwah merupakan kegiatan mengajak atau menyeru, memanggil, seruan, permohonan dan  permintaan. Istilah dakwah ini sering diberi arti yang sama dengan istilah-istilah tabligh, amar-ma’ruf dan nahi mungkar, mau’idzhoh hasanah, tabsyir, indzar, washiyah, tarbiyah, ta’lim dan khotbah. Oleh karena itu, secara terminologis pengertian dakwah dimaknai dari aspek positif ajakan tersebut, yaitu ajakan kepada kebaikan dan keselamatan dunia akhirat. Teknologi diera globalisasi ini telah mengalami kemajuan yang begitu pesatnya,beragam macam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi yang tanpa batas. Dunia kini telah dan sedang berubah, bergulir dalam proses revolusi informasi dan komunikasi yang melahirkan peradaban baru sehingga mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta Meningkatkan mobilitas sosial. Kehadiran media ditengah-tengah kita, seperti surat kabar, radio, televisi dan internet, sebagai sarana dakwah di abad modern telah berpengaruh luas. Suatu pesan atau berita dapat denganmudah di terima oleh masyarakat dalam waktu yang relatif singkat.
Kalimat Al-Sawa’ Dalam Komunikasi Identitas Budaya Pada Deklarasi Amca ke-8 di Yogyakarta
AT-TABSYIR Vol 8, No 2 (2021): Desember
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v8i2.11276

Abstract

Masyarakat ASEAN adalah masyarakat negara-negara yang berada di Asia Tenggara dengan ragam budaya di dalamnya. Hanya sebagai sesama masyarakat dalam kultur tropis dengan basis agararia dan laut membuat masyarakat di wilayah ini menjadi memiliki rasa kebersamaan sehingga menjadikan mereka salingterhubung sebagai masyarakat ASEAN. Penelitian ini berangkat dari entitas masyarakat Asia Tenggara yang plural, lalu bagaimanakah entitas masyarakat ASEAN mengembangkan identitas budaya ASEAN dalam deklarasi Yogyakarta dan bagaimana cara mereka mengkomunikasikan identitas bersama tersebut. Untuk menjawab hal ini maka dilakukan penelitian dokumen pada acara deklarasi AMCA ke-8 di Yogyakarta  untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan komunikasi multikultural. Temuan penelitian ini adalah mereka mencoba mencari titik temu sebagai identitas budaya bersama, hal ini dalam khazanah Islam disebut sebagai kalimat al-sawa’. Titik temu tesebut berupa nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat ASEAN berupa masyarakat yang menekankan kehidupan yang damai, terbuka, sehat, dan harmoni.
UPAYA DEVENSIF MEDIA CETAK SEBAGAI MEDIA DAKWAH DI TENGAH MARAKNYA PERAN MEDIA MAYA
AT-TABSYIR Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i1.464

Abstract

Media Sosial sebagai Sarana Penyampaian Kebijakan Kabinet Kerja Periode Maret-September 2019
AT-TABSYIR Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v7i1.7455

Abstract

:The development of new media has made changes to the public relations activities, including government communication.  Government communication activities use new media as the tool to communicate to the citizen as well as publish their accomplishments. The characteristic of new media has made government communication activities to be more interactive. This research aimed to investigate the use of Instagram account @indonesiabaik.id as the tool of Indonesian government to communicate to its citizen.  @indonesiabaik.id is an Instagram account managed by Ministry of Communication and Information of Republic Indonesia to publish all of the accomplishment from all of ministries in Indonesia. It is aligned with government program, Single Narration, where all of government accomplishment publish under one channel, Ministry of Communication and Information. This research explored the interaction between government and citizen, the contents of the account and the implementation of two way symmetrical communication. The method I used in this research is content analysis. The research showed that all the contents that posted on @indonesiabaik.id  can be categorized into two themes: government policies and public service examination. Another finding is there is not much two-way interaction between government and citizen on the account, thus the government applied public communication model, rather than two symmetrical way of communication.
KOMUNIKASI DAKWAH WALISONGO PERSPEKTIF PSIKOSUFISTIK
AT-TABSYIR Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v2i2.507

Abstract

Ragam Kebutuhan Manusia Terpenuhi Dengan Komunikasi Lintas Budaya
AT-TABSYIR Vol 5, No 1 (2017): Juni 2017 (Article in Press)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/at-tabsyir.v5i1.3151

Abstract

Manusia sebagai makhluk hidup memiliki beragam kebutuhan dan keinginan untuk memenuhinya dengan kemampuan yang dimiliki. Kebutuhan yang paling sederhana sampai kompleks diantaranya kebutuhan fisik, rasa aman, rasa kasih sayang dan cinta, harga diri serta aktualisasi diri. Ada juga yang membagi kebutuhan ke dalam dua bagian, yaitu: basic needs dan meta needs. Namun yang perlu diketahui bahwa manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki kebutuhan fisiologis (mampu beraktivitas), psikologis (merasa nyaman dan aman), sosial (menjadi bagian dari masyarakat) dan spiritual (merasa tenang dengan iman dan taqwa) menuntut dan dituntut untuk dipenuhi. Manusia memiliki kebutuhan dan dilengkapi oleh Allah Swt dengan kemampuan yang sempurna, yaitu: kekuatan fisik, kepekaan perasaan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah, juga keyakinan akan kekuasaan Allah. Sehingga manusia dapat mengenali potensi diri sendiri dan menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan dalam berinteraksi secara sosial. Maka manusia disebut sebagai makhluk sosial untuk saling bertukar informasi dengan bahasa verbal maupun non verbal. Kelebihan yang dimiliki manusia dan membedakan dengan makhluk lain (hewan dan tumbuhan) karena manusia memiliki akal untuk berpikir dan kemampuan untuk berkomunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah untuk menyampaikan pesan atas ide pendapat untuk mencapai tujuan hidup, untuk menyesuaikan diri di lingkungan serta menciptakan kebudayaan yang disepakati. Sehingga manusia saling berinteraksi dengan komunikasi antar budaya yang menggunakan bahasa masing-masing untuk saling melengkapi agar terpenuhi semua kebutuhan manusia. Maka kemampuan berpikir dan komunikasi antar budaya yang dimiliki manusia dapat menciptakan budaya yang memenuhi semua kebutuhan manusia (biologis, psikologis, sosial, dan spiritual), yang sampai saat ini di era global, manusia dapat mengikuti perubahan dan tuntutan zaman. Manusia menjadi makhluk yang adaptif dengan kemampuan akal dan komunikasi antar budaya untuk menyesuaikan budaya dan saling menghormati sesama manusia dan mengelola lingkungan (hewan dan tumbuhan) untuk memenuhi semua kebutuhan jasmani dan rohani.