cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
ANCAMAN PERSELINGKUHAN DALAM KEUTUHAN KELUARGA BAHAGIA
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1043

Abstract

Bimbingan dan Konseling Islam memiliki beberapa bidang garapan, salah satunya bidang pernikahan dan keluarga. Banyak sekali permasalahan yang terjadi dalam pernikahan dan keluargmisalnya perselingkuhan. Karena perselingkuhan termasuk dalabidang garapan bimbingan dan konseling pernikahan dan keluargmaka keberadaannya diharapkan dapat memberikan solusi cerdatas permasalahan yang membuat kehidupan pernikahan dan keluarga “retak”. Dalam diri masing-masing pasangan tertanam bahwa menikah adalah sekali seumur hidup dan disebut perkawinan awet jika bertahan untuk waktu lama sekurang-kurangnya 15 tahun. Perselingkuhan merupakan perilaku yang dilarang agama dan akan menyakiti perasaan pasangan. Akhir-akhir ini keberadaan perselingkuhan “mewabah”, bimbingan dan konseling islam pernikahan dan keluarga diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang “sarat” dengan permasalahan maupun untuk memaksimalkan keluarga yang sudah hidup sehat semakin hidup sehat dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya atau bertaqwa.kata kunci: Konseling Islam, Perselingkuhan, KeluargaTHREATS INFIDELITYINTEGRITY IN HAPPY FAMILY. Guidance and counselingIslam has some arable fields, one field marriage and family. There are so many problems that occur in marriage and the family, such as infidelity. Because adultery is included in their field of guidance and counseling marriage and family, its presence is expected to provide intelligent solutions to the problems that make marriage and family life „cracked“. Within each pair is embedded that marriage is a lifetime, and called marriage durable if it survives for a long time at least 15 years. Infidelity is a prohibited behavior and religion will hurt the feelings of the couple. Lately the existence of infidelity „epidemic“, guidance and counseling Islamic marriages and families are expected to respond to the challenges of the changing times is „loaded“ with the problem as well as to maximize the families who already live healthy more healthy life by running commands and avoid His prohibitions or pious.Keywords: Counseling Islam, Infidelity, Familyndahuluan
Religious Coping Strategies of HIV/AIDS Women and Its Relevance with The Implementation of Sufistic Conseling in Health Services
KONSELING RELIGI Vol 9, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i2.4634

Abstract

This qualitative research attempts to describe the Religious Coping Strategies (RCS) of HIV / AIDS women in the Dr. Kariadi State Government Hospital, Semarang. Data collection through in-depth interviews with 6 informants. The result shows that 4 housewives informants developed Positive RCS, can be seen from three aspects, namely 1). They improve worship and forgive partners; 2). They are able to take lessons from the pain and use the hijab; 3). They are optimistic, it is shown in the spirit of work and adherence to treatment. The other 2 informants, WPS (Female Sex Workers) and PK (Karaoke Guides) tend to choose Negative RCS. This is seen from spiritual dissatisfaction (assuming fate and not wanting to change themselves for the better), thinking that the illness is a punishment indicated by despair and suicide attempts, and judging negatively on his religion (still running his profession without heeding the sins and effects that have been experienced). Furthermore, the roots of the relevance of RCS for HIV / AIDS women with the application of sufistic counseling in health services can be traced to the existence of Islamic counseling practiced by counselors at this clinic. This is where the opportunity to apply Islamic counseling is more specific to the planting of Sufistic values. Sufistic counseling emphasizes behaviors such as gratitude, patience, qana'ah, and sincerity, in fact RCS can be invested in Muslim HIV / AIDS patients. These attitudes and behaviors play an important role in suppressing the progression of the disease.
TEKNIK CASE CONFERENCE DALAM KONSELING ISLAM
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1046

Abstract

Konseling Islam merupakan salah satu proses terapi yang dihadapai individu (klien) dan individu lain (konselor) untuk menyelesaikan masalah klien secara mandiri sesuai dengan ketentuan nilai ajaran Islam. Banyak teknik yang dikembangkan dalam konseling Islam, diantaranya non testing,  observasi, dokumentasi,  biografi dan pemeriksaan fisik  sampai konferensi kasus (case  conference). Case  conference merupakan salah satu teknik dalam bimbingan konseling  yang dilakukan  untuk  menyelesaikan suatu kasus khusus yang terjadi di masyarakat  dengan melibatkan  unsur- unsur penting yang terlibat dalam kasus tersebut. Tujuan teknik ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan analisa mendalam dari informasi serta bertujuan untuk penafsiran yang efektif dari “keseluruhan” masalah individu, dan bagi pihak terkait dapat menentukan strategi kebijakan dalam penengana kasus secara komprehensif. Teknik case conference biasanya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan  baik di sekolah,  keluarga, maupun lingkungan   sosial masyarakat sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat khususnya nilai ajaran. Dalam konseling Islam, teknik konferensi kasus ini merupakan teknik yang memiliki nilai kemanfaatan lebiih besar dibandingkan dengan teknik lainnya. Hal ini dapat dilihat dari informasi kasus dan alternative problem solving yang dihasilkan dalam proses ini. Oleh karena itu membahas teknik konferensi kasus dalam konseling Islam menjadi kajian yang lebih komprehensif-integral.kata kunci:Case Conference, KonselingCOUNSELING IN CASE OF ENGINEERING  CONFERENCE ISLAM.Counseling Islam  is one of the therapeutic process faced by people  (clients) and other  individuals (counselor) to solve  client’s problems independently in accordance with the provisions of Islamic moral  values.  Many of the  techniques  developed  in the  Islamic counseling ,    including     non-testing ,    observation,    documentation, biographies  and physical  examination   to conference   cases  (case conference). Case conference is one of the techniques in counseling are being made to resolve a specific case that occurred in the community involving the  essential elements involved  in the  case. The  purpose of this  technique  is to obtain complete information  and in-depth analysis of the information  and aims for effective interpretation  of the “whole” individual issues, and for the parties concerned can determine policy strategy in penengana cases comprehensively. Mechanical case conference to resolve the problems usually do well in school, family, and social environment so that people’s lives can be run in accordance with the values prevailing in the society, especially the value of the teachings. In Islamic counseling , engineering conference this case is a technique that has a value greater than the benefit lebiih other techniques. It can be seen from the information cases and alternative problem solving that is generated  in this process. Therefore the techniques discussed in counseling  Islam   case  conference  into a more comprehensive study integral.Keywords:Case Conference Technique, Islamic Counseling 
MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING SUFISTIK UNTUK MENGEMBANGKAN PRIBADI YANG ‘ALIM DAN SALEH
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2267

Abstract

Banyak orang tua berharap agar anak turunnnya menjadi orang yang ‘alim dan saleh, untuk itu mereka memasukkan putra-putrinya ke sekolah-sekolah yang diyakini bisa memenuhi harapan tersebut. Namun dalam kenyataannya upaya itu  tidak selalu sukses, ada yang sekedar menghabiskan waktu dan biaya untuk sekolah tetapi ilmunya tidak didapat dan perilakunya pun tidak bagus (tidak alim dan tidak saleh), ada yang mendapatkan ilmunya  (alim) tetapi belum diaktualisasikan dalam perilaku (alim tetapi belum saleh), ada pula yang sudah memiliki ilmunya dan sudah bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dalam perjalanan waktu tiba-tiba tergelincir dalam perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan agama,  akibatnya ia menjadi orang yang tidak saleh. Pertanyaannya adalah apa yang salah dalam membimbing anak sehingga individu tidak bisa berkembang menjadi alim dan saleh. Tulisan ini difokuskan untuk mencari jawaban pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan orang tua dan atau guru dalam membimbing anak,   agar menjadi cerdas dan sekaligus berkelakuan baik (alim dan saleh) sesuai kehendak Penciptanya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka ditelusuri cara-cara hidup kaum sufistik yang lebih sesuai dengan ajaran Islam, untuk selanjutnya dijadikan model konseling sufistik untuk pengembangan pribadi yang ‘alim dan saleh, yang disusun mendasarkan kelaziman model konseling, yaitu; latar belakang pentingnya model, pengertian, tujuan, prinsip-prinsip bimbingan, materi bimbingan, kualifikasi konselor, evaluasi dan tindak lanjut. . Dengan model ini diharapkan bisa dijadikan pegangan bagi guru dan atau orang tua dalam membimbing individu agar menjadi ‘alim dan saleh.
TAHSINU AL-SALAH SEBAGAI MEDIA SPIRITUAL BIMBINGAN KONSELING PERSPEKTIF MULTIKULTURAL
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1815

Abstract

AbstrakKeberagaman dalam lapisan masyarakat terkadang melahirkan problem sosial yang sangat kompleks hingga mengakibatkan adanya penyakit kejiwaan pada setiap individu. Hal ini tentunya memerlukan adanya pemecahan solusi. Salah satu metode yang digunakan untuk meminimalisir tingkat kerawanan penyakit jiwa yaitu dengan bimbingan konseling yang disesuaikan ajaran Islam. Konseling Islam adalah sebuah layanan bantuan bagi individu dari seorang konselor dengan menggunakan teknik-teknik tertentu yang berupaya untuk membantu ketidak mampuannya dalam menghadapi permasalahan. Sebagai bagian dari media spiritual konseng Islami shalat merupakan salah satu kewajiban yang diamanahkan kepada umat muslim. Di dalamnya terdapat gerakan dan bacaan yang sangat dalam maknanya. Pelaksanaan konsep shalat yang benar serta sanggup menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya  mampu menjadikan umat muslim yang muhsinin disertai dengan akhlaq mulia. Melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan tulisan ini membahas tentang model pendidikan moral menggunakan terapi tahsinu al-salah (memperindah shalat) yang berimplikasi pada pembenahan perilaku kehidupan seseorang. Dengan tertatanya paradigma berpikir individu, solusi yang sebelumnya menjadi sebuah harapan akan hadir untuk mengatasi problem yang ada.Kata kunci: implementasi, tahsinu al-salah, bimbingan konseling, multikultural.AbstractTAHSINU AL-SALAH AS A SPIRITUAL MEDIA GUIDANCE COUNSELING MULTIKULTURAL PERSPECTIVE. Diversity in society has sometimes spawned very complex social problems that have caused several mental illnesses in individuals. This is certainly in need of resolving solutions. One method used to minimize the vulnerability of mental illnesses is counseling tailored to the teachings of Islam. Islam is a counselor-to-individual assistive consultation service; utilizing certain techniques seeking to assist a person's inability to deal with problems. As part of a spiritual medium, consent Islamic prayer is one of the duties mandated to Muslims. There are movement and recitations involved that evoke a very deep meaning. Implementation of the concept of prayer is rightly able to internalize the values contained in it, making Muslims who are here as muhsinin to be accompanied with a nobler sense of morality. This paper, through quantitative studies, literarily approaches the moral education model used in therapeutic improvement prayers (tahsinu ala al shalah) which implicates an improvement of a person's behavioral life. With a well-organized individual thinking paradigm, a solution which had previously been an expectation, will be present to address many of  the existing problems that affect people's mental health.Keywords: Implementation, tahsinu al-salah, counseling guidance, multicultural
Bimbingan dan Konseling Islam dalam Mengatasi Krisis Spiritual Akibat Dampak Abad Modern (Studi Pada Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf Kota Semarang)
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3524

Abstract

Bimbingan dan konseling Islam dalam  mengatasi krisis spiritual akibat dampak abad modern  studi pada Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf Kota (Lembkota) Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana format bimbingan dan konseling Islam dalam mengatasi krisis spiritual akibat dampak abad modern yang dilakukan oleh Lembkota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatis deskriptif. Adapun tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah munculnya krisis spiritual yang dialami manusia akibat dampak abad modern saat ini, bermula dari hilangnya visi keillahian yang disebabkan oleh manusia modern itu sendiri, yang senantiasa bergerak makin menjauh dari pusat eksistensi. Untuk itu, tidak ada alternatif yang lebih baik dalam menjawab krisis spiritualitas yang telah menimbulkan berbagai penyakit spiritual saat ini, kecuali manusia modern harus kembali ke pusat eksistensi. Asumsi dasar tentang manusia yang terdiri dari aspek jasmani dan ruhani, material dan spiritual, adalah dimensi yang lengkap yang dapat menjadi alternatif bagi manusia modern mengatasi krisis spiritual. Keduanya sejatinya berjalan seiring, saling melengkapi. Melalui dimensi spiritual manusia dituntut untuk kembali ke pusat eksistensi melalui dzawq atau cita rasa hati, musyahadah (menyaksikan) dan ma’rifah (mengenal segala yang tidak tampak). Hasil penelitian menjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam yang dilakukan oleh Lembkota Semarang dalam menagkal pengaruh-pengaruh yang disebabkan oleh abad modern yaitu dengan langkah-langkah  yang format melalui kegiatan dalam bentuk seperti: Paket seni menata hati, Pengajian tasawuf rutin Ma’rifatullah, Kegiatan hari besar Islam, Klinik konsultasi rohani, Seminar kajian ilmiah, Wisata rohani, dan Kanzul amal.
PENGENALAN SEJAK DINI PENDERITA MENTAL DISORDER
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1073

Abstract

Mental disorder merupakan bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental yang disebabkan oleh kegagalan mereaksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan/ terhadap stimuli eksternal dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan pada struktur kejiwaan. Gangguan  mental Merupakan totalitas kesatuan dari ekspresi mental yang patologis terhadap stimuli sosial,   yang  dikombinasikan dengan  factor-faktor sekunder lainnya. Seperti halnya rasa pusing, sesak nafas, demam panas dan  nyeri-nyeri pada  lambung  sebagai pertanda  permulaan dari penyakit jasmani, maka mental disorder itu mempunyai pertanda awal antara lain: cemas, ketakutan, pahit hati, dengki, apatis, cemburu,  iri, marah secara eksplosif, asosial, ketegangan kronis, dan lain sebagainya. Maka kesehatan mental yang baik itu, berarti mempunyai perasaan positif tentang diri sendiri, mampu menyelesaikan masalah dan tekanan hidup sehari-hari, dan bisa membentuk dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Selama ini kita sudah memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik. Tapi menjaga kesehatan mental juga sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kenyataannya, kesehatan mental yang buruk akan mengakibatkan kesehatan fisik yang buruk pula.kata  kunci:  Mental  Disorder,  Gangguan Jiwa,   Kekalutan Mental.THE    INTRODUCTION    OF     THE    EARLY PATIENTS WITH MENTAL  DISORDER.  Mental   disorder  is  a  form of disruption and chaos mental  function that is caused  by the failure of mereaksinya adaptation  mechanism  of psychological  functions/ against external stimuli and tensions so that appears on the structure of the disorders psychological disorders. Mental disturbances is the totality of the unity of mental expression pathological culture toward social stimuli, combined with the factor of other secondary factor. Like a sense of dizziness, breathing difficulties, hot Fever and pain in the pain in the stomach as a sign of the beginning of the disease of physical and mental disorder had first signs among others : worry, fear, bitter heart,  envy, apathetic,   jealousy,  covetousness,  angry  by eksplosif, asosial, chronic tensions, etc. Then  the  good mental  health,  means have positive feelings about themselves and able to resolve the problem and the pressure of everyday life and can form and maintain  a good relationship with other people. For this we have to understand the importance of maintaining physical health. But keep the mental health also is as important  as physical health. In fact, bad mental health will result in a bad physical health.Keywords: Mental Disorder, Soul,  Damage Mental Disorders.
The Character of Adolescents In The North Aceh Coastal Area: An Impact of Authoritarian Parenting Style
KONSELING RELIGI Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v12i2.11612

Abstract

Parenting style is an activity of guiding, educating, and raising children. There are three types of parenting styles, i.e., authoritarian, authoritative, and permissive. This study investigates the effects of authoritarian parenting on adolescents' character in the coastal community at North Aceh. It is a qualitative study in which the participants were fifteen fishermen who have adolescent children between 12-18 years old. The data were obtained through interviews and observations, which were subsequently analyzed qualitatively. The results showed three negative effects of authoritarian parenting on adolescents' character, i.e., disobedience, impudence, indiscipline, and irresponsibility. Negligence of these adverse effects may lead to criminal acts in adolescents and affect their future mental development. 
Reading Ability Counseling For Learning Difficulties Children With Dyslexia Using Multi-Factor Analysis
KONSELING RELIGI Vol 10, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v10i2.6704

Abstract

Difficulty reading in a dyslexic person becomes a problem for students, whereas reading becomes a benchmark in the academic success of students in the class. Reading disability at diagnosis is common in children with normal intelligence but have difficulty building reading skills. Learning difficulties in dyslexic children can be detected from various analyzes of phonological awareness, memory skills, visual stimulation, and auditory stimulation. This study aims to obtain a description of the factors affecting learning difficulties in dyslexic children. The subjects in this study were divided into dyslexic categories as many as 106 and non-dyslexic as many as 104 students in grade 2 until grade 3 of elementary school and the diagnosis was carried out based on the criteria contained in the specific learning disorder category in DSM-5. Measurements were made by testing the reading ability of elementary school students who have an indication of dyslexia with a multi-factor method. The results showed an indication there was an influence between memory, visual stimulation, auditory stimulation with phonological awareness and also a correlation between variables. Students with dyslexia must immediately receive counseling from the counselor.
ZIKIR SEBAGAI PSIKOTERAPI DALAM GANGGUAN KECEMASAN BAGI LANSIA
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1064

Abstract

Kelompok lanjut usia beragam merupakan usia, dimana perubahan yang terjadi dalam kehidupan mereka tidak dapat diabaikan. Perubahan  yang menyangkut  aspek fisik, psikis, ekonomi, sosial serta munculnya pandangan bahwa lansia  memiliki  beragam kemunduran dalam  fungsi mental menyebabkan posisi lansia membutuhkan perhatian khusus.  Ketidaksiapan mental para lansia untuk mengahadapi rangkaian perubahan tersebut memicu munculnya sikap mereka yang putus  asa,  merasa kesepian, keterasingan dan tidak dihargai. Kondisi ini menjadi kompleks dan  akan terakumulasi dalam bentuk  gangguan kecemasan (anxiety disorder). Terapi kognitif yang dilakukan bagi penderita kecemasan dalam kelompok remaja dan dewasa membuahkan hasil yang positif,  namun tidak terjadi pada kelompok lansia. Dalam hal ini diupayakan adanya terapi yang lebih efektif dalam menangani kecemasan pada kelompok lansia diantaranya melalui psikoterapi zikir. Efek ketenangan  yang dimunculkan  dari terapi dzikir dapat mengurangi tingkat kecemasan pada lansia. Hal ini akan menumbuhkan  ekspectasi bagi mereka, sehingga akan lebih memandang sisa usianya dengan positif. kata kunci: Lansia, Psikoterapi Zikir, Gangguan Kecemasan REMEMBRANCE AS    PSYCHOTHERAPY  IN    ANXIETY DISORDERS  FOR ELDERLY. Elderly  in the  various  groups  is age, where  the  changes occur in their  lives cannot  be ignored. The changes regarding the aspects of the physical, psychological, economic, social and the emergence of the view that the elderly have various deterioration in mental function causes the position of the elderly need special attention. Mental’ unpreparedness the  elderly to facing a series of changes to trigger the emergence of the attitude of those who despair, feel  lonely,  alienation   and not appreciated. This  condition  is  the complex and will be accumulated are in the form of anxiety disorders (headache  disorder).  Cognitive  therapy  is done  for patients  with anxiety in a group of teenagers and adults yielded positive results, but does not occur in the group of elderly. In this endeavor to the existence of a more effective therapy in dealing with the anxiety in elderly groups including through psychotherapy remembrance. Effect of tranquillity that raised from ourselves occupied therapy  can reduce the level of anxiety in the elderly. This will grow ekspectasi for them, so it will be more looked at the remaining age with positive. Keywords: Elderly, Psychotherapy Remembrance, Anxiety Disorders