Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN"
:
12 Documents
clear
Parvana’s Trilogy: A Study of Violence toward Afghanistan Women and Girls
Agustina, Hiqma Nur;
Ramalia, Tenia
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2664
Afghan women and girls became the portray of the victim of violence in the last years until the recent years. The issue of violence toward Afghan women and girls often arise and being the debate in the international public. The news about the tragedy spread through the newspaper, printed and online, and also in the literature world. The exposure of their sufferings as the impact of war, conflict among the ethnics, Talizam rezim reflected in the Parvana's Trilogy named The Breadwinner (2000), Parvana's Journey (2002), and Mud City (2003). These trilogy were wriiten by Deborah Ellis. How the women and girls became the most victim which received violence caused by all of the trigger displayed obviously show the social facts of violence and the structure of violence toward happened to them. Those will be discussed in this paper to get the deep comprehension about the woman and girls' impact after they get the violence. The theory of violence and framing analysis will be used to analyze in order to get the result of the cause by the viooence and abuse itself. The outcome of the study shows that many efforts done by women and girls to overcome their difficult lives, such as pretending being boys, human trafficking, and living as refugees are the ways to survive from the worst violence caused by the war, conflict between ethnics and Taliban rezime.
Kontruksi Perempuan dalam Media Baru: Analisis Semiotik Meme Ibu-Ibu Naik Motor di Media Sosial
Astuti, Yanti Dwi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2679
Tingginya pemanfaatan internet dan media sosial melahirkan fenomena munculnya kreativitas warganet menciptakan berbagai parody gambar (meme) untuk mengekspresikan perasaan, kondisi dan mengkritisi sebuah fenomena. Meme telah membuka jalan baru untuk mengkombinasikan berbagai unsur seperti kreatifitas, seni, pesan dan humor kedalam budaya internet. Salah satu fenomenanya mengenai meme ibu-ibu naik motor yang lebih menekankan unsur parody yang cenderung hyperrealitas, hiperbola dan repetisi/alterasi menunjukkan bahwa kasus ini menarik dan layak diteliti lebih lanjut karena media bukanlah sebuah saluran yang bebas, ia juga subjek yang mengonstruksi realitas, lengkap dengan pandangan, bias, dan pemihakannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik sebagai pisau analisis untuk membedah pesan/makna yang terkandung dalam 12 meme ibu-ibu naik motor yang hits dimedia sosial  dengan menggunakan model segi tiga makna Charles Saunders Pierce, yaitu: Sign (tanda), object (objek) dan interpretasi (interpretant). Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan yang erat antara tanda, obyek dan penafsir. Tanda (gambar) meme yang dibangun warganet menanggapi perilaku ibu-ibu naik motor di jalan umum. Obyek (makna) umumnya berisi cibiran, sindiran dan ketidaksukaan warganet terhadap Ibu-ibu naik motor dan dikemas dalam bentuk satire (humor). Sementara penafsir atau sikap (pemikiran) kreator meme dan para warganet tidak semuanya sama. Dimana warganet umumnya ada yang menerima dan ada yang tidak setuju dengan isi meme ini. Beberapa warganet melabeli ibu-ibu naik motor sebagai sosok yang pantas di antisipasi.Â
KOSMOPOLITANISME, NEGOSIASI, DAN RESISTENSI: IDENTITAS PEREMPUAN MUSLIM DALAM IKLAN KOSMETIK MUSLIM DI INDONESIA
Hermawan, Ferry Fauzi
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2734
Tulisan ini bermaksud menganalisis identitas perempuan muslim kontemporer Indonesia melalui iklan kosmetik muslim Wardah. Iklan kosmetik tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari bisnis semata tetapi juga menjadi arena kontestasi, negosiasi, dan resistensi konstruksi identitas perempuan muslim Indonesia. Hasil analisis menunjukkan identitas perempuan muslim yang dibangun adalah tidak hanya sosok perempuan urban yang berpendidikan, taat pada ajaran agama, dan sopan tetapi juga dituntut untuk bersikap kosmopolit dengan bergabung pada pergerakan kebudayaan global, berinteraksi dengan orang asing, bahkan hidup di wilayah lain yang dalam hal ini wilayah barat. Selain itu, iklan Wardah juga menjadi sarana negosiasi dan resistensi ajaran Islam dan stigma media yang cenderung memberatkan perempuan. Iklan Wardah berusaha memberikan interpretasi ajaran Islam yang lebih ramah terhadap perempuan. Perempuan muslim Indonesia kontemporer dicitrakan sebagai sosok yang aktif di ruang publik tetapi tetap berjiwa sosial, tidak bergantung pada laki-laki, dan memiliki agensi diri untuk menentukan masa depan kehidupannya. Dari analisis yang dilakukan juga menunjukkan posisi perempuan berhijab dalam iklan Wardah memiliki posisi yang penting karena ia menjelma menjadi sosok otoritatif dalam menentukan keunggulan produk yang ditawarkan dalam iklan.This paper aims to analyze the identity of Muslim women in contemporary Indonesia through Wardah Muslim cosmetics advertising. Cosmetics’ advertising is not only function as a mere part of the business but also becomes an arena for contests, negotiations, and resistance to the construction of the identity of Indonesia’s Muslim women. The result shows that the identity of Muslim women are not only mirrored as a figure of an educated urban woman who is obedient to religion teachings and is also polite, but they are also forced to be cosmopolite by joining cultural movements globally, interacting with strangers, and even living in the other part of the world in this case in the West. Moreover, Wardah advertising is also become the media of negotiation and resistance to Islamic teachings and media stigma which tend to incriminate women. Wardah advertising attempts to provide interpretations of Islamic teachings that are more hospitable to women. Muslim women in contemporary Indonesia imaged as an active figure in public spaces but they still have a social spirit and not depend on men, and furthermore they have their own right to determine their future life. The analysis also shows that the position of a woman wearing “hijab†(a veil) in Wardah advertising has an important position because she has transformed into an authoritative figure to determine the excellence of products offered in the advertisement.
MENGGUGAT STEREOTIPE “PEREMPUAN SEMPURNA†: Framing Media terhadap Perempuan Pelaku Tindak Kekerasan
puspitasari, aprilia hening;
Muktiyo, Widodo
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2610
Penelitian ini menggunakan metode framing dan Teori Agenda Setting untuk melihat sejauh mana media massa memotret citra perempuan sebagai pelaku tindak kekerasan terhadap anak. Berdasarkan stereotipenya perempuan yang sempurna merupakan perempuan yang mampu berperan ganda (multi tasking) sebagai penguasa domestik sekaligus pekerja di sektor publik. Framing media merepresentasikan perempuan sebagai sosok yang lemah-lembut, bijak, penyayang, sabar dan pemaaf. Namun maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh perempuan melanggengkan objectivikasi perempuan sebagai sosok yang kejam, pemarah, dan tidak berperikemanusiaan. Dengan kekuatan untuk mengkonstruksi realitas dan membentuk opini publik, media massa seharusnya dapat menghadirkan pemberitaan berimbang dan humanis. Framing media seharusnya tidak hanya menuntut dan menonjolkan kegagalan perempuan sebagai perempuan yang sempurna saja melainkan mengulas pula faktor-faktor psikologis yang melatar-belakangi tindakan kekerasan sebagai akibat tekanan hidup, ketidakberdayaan ekonomi-pendidikan serta ketiadaan dukungan dari lingkungan terdekat. Perimbangan pemberitaan media dilakukan untuk meningatkan kesadaran dan tanggungjawab masyarakat sekitar terhadap keselamatan anak-anak di lingkungannya, dan bukan hanya mengutuk atau mendiskreditkan tindakan pelaku kekerasan.
Media Sosial dan Gaya Hidup Wanita Di Indonesia
utomo, bambang setyo;
Pawito, Pawito
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2652
The development of communications technology today is increasingly fast and gives a variety of effects and impact on human life. Since internet technology has been activated and the emergence of Web 2.0 innovations in the early 2000s has attracted social media has become a major concern in recent years. Indonesian women who are the most current users of social media in using social media are not just for reasons to make friends but on the other hand they use social media in financial terms. There is a trend that is currently using social media to open a business. In addition to these trends, women with their ability to build networks and communicate have presented some phenomena in their lifestyle
NASIB TRAGIS DAN CITRA TKI DALAM BINGKAI MEDIA
busro, muhammad
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2714
Kajian ini tertujuan untuk mendeskripsikan berbagai nasib tragis dan citra tenaga kerja Indonesia (TKI) yang selama ini banyak medapat sorotan dari berbagai media, baik cetak maupun elektrorik. Metode yang digunakan dalan penulisan kajian ini adalah metode kepustakaan dengan melakukan penelusuruan terhadap berbagau sumber-sumber ilmiah yang meliputi, buku, jurnal, dan berita dari berbagai media. Berdasarkan hasil pembacaan terhadap seluruh sumber tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak sekali nasib tragis yang dialami oleh TKI, yang seluruhnya menggabarkan citra buruk manjemen TKI mulai dari penyiapan dasar hukum untuk perlindungan, proses mobilisasi, pelatihan, pemberangkatan, penempatan, monitoring, hingga proses pemulangan. Oleh karena itu, pemerintah, BNP2TKI, Disnaker, PJTKI, dan semua pemangku kepentingan hendaknya selalu berupaya untuk meningkatkan manajemen TKI dari hulu hingga hilir.
Kontruksi Perempuan dalam Media Baru: Analisis Semiotik Meme Ibu-Ibu Naik Motor di Media Sosial
Yanti Dwi Astuti
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2679
Tingginya pemanfaatan internet dan media sosial melahirkan fenomena munculnya kreativitas warganet menciptakan berbagai parody gambar (meme) untuk mengekspresikan perasaan, kondisi dan mengkritisi sebuah fenomena. Meme telah membuka jalan baru untuk mengkombinasikan berbagai unsur seperti kreatifitas, seni, pesan dan humor kedalam budaya internet. Salah satu fenomenanya mengenai meme ibu-ibu naik motor yang lebih menekankan unsur parody yang cenderung hyperrealitas, hiperbola dan repetisi/alterasi menunjukkan bahwa kasus ini menarik dan layak diteliti lebih lanjut karena media bukanlah sebuah saluran yang bebas, ia juga subjek yang mengonstruksi realitas, lengkap dengan pandangan, bias, dan pemihakannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik sebagai pisau analisis untuk membedah pesan/makna yang terkandung dalam 12 meme ibu-ibu naik motor yang hits dimedia sosial dengan menggunakan model segi tiga makna Charles Saunders Pierce, yaitu: Sign (tanda), object (objek) dan interpretasi (interpretant). Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan yang erat antara tanda, obyek dan penafsir. Tanda (gambar) meme yang dibangun warganet menanggapi perilaku ibu-ibu naik motor di jalan umum. Obyek (makna) umumnya berisi cibiran, sindiran dan ketidaksukaan warganet terhadap Ibu-ibu naik motor dan dikemas dalam bentuk satire (humor). Sementara penafsir atau sikap (pemikiran) kreator meme dan para warganet tidak semuanya sama. Dimana warganet umumnya ada yang menerima dan ada yang tidak setuju dengan isi meme ini. Beberapa warganet melabeli ibu-ibu naik motor sebagai sosok yang pantas di antisipasi.
KOSMOPOLITANISME, NEGOSIASI, DAN RESISTENSI: IDENTITAS PEREMPUAN MUSLIM DALAM IKLAN KOSMETIK MUSLIM DI INDONESIA
Ferry Fauzi Hermawan
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2734
Tulisan ini bermaksud menganalisis identitas perempuan muslim kontemporer Indonesia melalui iklan kosmetik muslim Wardah. Iklan kosmetik tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari bisnis semata tetapi juga menjadi arena kontestasi, negosiasi, dan resistensi konstruksi identitas perempuan muslim Indonesia. Hasil analisis menunjukkan identitas perempuan muslim yang dibangun adalah tidak hanya sosok perempuan urban yang berpendidikan, taat pada ajaran agama, dan sopan tetapi juga dituntut untuk bersikap kosmopolit dengan bergabung pada pergerakan kebudayaan global, berinteraksi dengan orang asing, bahkan hidup di wilayah lain yang dalam hal ini wilayah barat. Selain itu, iklan Wardah juga menjadi sarana negosiasi dan resistensi ajaran Islam dan stigma media yang cenderung memberatkan perempuan. Iklan Wardah berusaha memberikan interpretasi ajaran Islam yang lebih ramah terhadap perempuan. Perempuan muslim Indonesia kontemporer dicitrakan sebagai sosok yang aktif di ruang publik tetapi tetap berjiwa sosial, tidak bergantung pada laki-laki, dan memiliki agensi diri untuk menentukan masa depan kehidupannya. Dari analisis yang dilakukan juga menunjukkan posisi perempuan berhijab dalam iklan Wardah memiliki posisi yang penting karena ia menjelma menjadi sosok otoritatif dalam menentukan keunggulan produk yang ditawarkan dalam iklan.This paper aims to analyze the identity of Muslim women in contemporary Indonesia through Wardah Muslim cosmetics advertising. Cosmetics’ advertising is not only function as a mere part of the business but also becomes an arena for contests, negotiations, and resistance to the construction of the identity of Indonesia’s Muslim women. The result shows that the identity of Muslim women are not only mirrored as a figure of an educated urban woman who is obedient to religion teachings and is also polite, but they are also forced to be cosmopolite by joining cultural movements globally, interacting with strangers, and even living in the other part of the world in this case in the West. Moreover, Wardah advertising is also become the media of negotiation and resistance to Islamic teachings and media stigma which tend to incriminate women. Wardah advertising attempts to provide interpretations of Islamic teachings that are more hospitable to women. Muslim women in contemporary Indonesia imaged as an active figure in public spaces but they still have a social spirit and not depend on men, and furthermore they have their own right to determine their future life. The analysis also shows that the position of a woman wearing “hijab” (a veil) in Wardah advertising has an important position because she has transformed into an authoritative figure to determine the excellence of products offered in the advertisement.
NASIB TRAGIS DAN CITRA TKI DALAM BINGKAI MEDIA
muhammad busro
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2714
Kajian ini tertujuan untuk mendeskripsikan berbagai nasib tragis dan citra tenaga kerja Indonesia (TKI) yang selama ini banyak medapat sorotan dari berbagai media, baik cetak maupun elektrorik. Metode yang digunakan dalan penulisan kajian ini adalah metode kepustakaan dengan melakukan penelusuruan terhadap berbagau sumber-sumber ilmiah yang meliputi, buku, jurnal, dan berita dari berbagai media. Berdasarkan hasil pembacaan terhadap seluruh sumber tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak sekali nasib tragis yang dialami oleh TKI, yang seluruhnya menggabarkan citra buruk manjemen TKI mulai dari penyiapan dasar hukum untuk perlindungan, proses mobilisasi, pelatihan, pemberangkatan, penempatan, monitoring, hingga proses pemulangan. Oleh karena itu, pemerintah, BNP2TKI, Disnaker, PJTKI, dan semua pemangku kepentingan hendaknya selalu berupaya untuk meningkatkan manajemen TKI dari hulu hingga hilir.
Media Sosial dan Gaya Hidup Wanita Di Indonesia
bambang setyo utomo;
Pawito Pawito
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2017): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/palastren.v10i2.2652
The development of communications technology today is increasingly fast and gives a variety of effects and impact on human life. Since internet technology has been activated and the emergence of Web 2.0 innovations in the early 2000s has attracted social media has become a major concern in recent years. Indonesian women who are the most current users of social media in using social media are not just for reasons to make friends but on the other hand they use social media in financial terms. There is a trend that is currently using social media to open a business. In addition to these trends, women with their ability to build networks and communicate have presented some phenomena in their lifestyle