cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Performance
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
PRAKTEK RENTENIR PENGHAMBAT TERWUJUDNYA SISTEM HUKUM PERBANKAN SYARI’AH DI KABUPATEN SUMENEP ARIEF, MOH ZAINOL; Sutrisni, Sutrisni
Performance Vol 3, No 2 (2013): Performance
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktek rentenir disebut sebagai lintah darat karena kegiatannya yang menghsiab habis uang masyarakat demi mendapatkan profit dengan pemberlakuan bunga pada kredit yang dijalaninya.Dalam konteks hukum Islam, bunga dikatakan sebagai perbuatan riba yang haram hukumnya. Namun pada kenyataannya, Indonesia yang notabene penduduk beragama Islam kurang begitu memperhatikan esensi dari permasalahan ekonomi ini.Perbankan di Indonesia menganut dua aliran yaitu aliran konvensional dan syari’ah. Meskipun kini telah ada beberapa lembaga keuangan bank maupun bukan bank yang menganut prinsip syari’ah, aliran konvensional tetap bisa berdiri kokoh malah banyak nasabah yang lebih memilih bank konvensional daripada bank syari’ah karena keuntungannya yang cenderung lebih besar yang diperoleh dari pemberlakuan bunga.Konotasinya, Hukum positif Indonesia secara tegas memperbolehkan pemberlakuan bunga yang dilakukan dalam suatu perjanjian yang disepakati baik orang maupun badan yang terlukis dalam pasal 1754 dan 1765 BW.Pinjam meminjam uang pada rentenir dengan bunga yang cukup tinggi kerap digandrungi oleh masyarakat berekonomi lemah karena sistemnya yang sederhana dibandingkan meminjam uang pada bank maupun lembaga keuangan lainnya. Keberadaan rentenir inilah yang menghambat laju perkembangan pereokonomian syari’ah dalam mengentas perbuatan riba.Sosok rentenir yang tak jarang menyengsarakan hidup masyarakat tidak begitu mendapat perhatian pemerintah terlebih Hukum Perbankan dalam menyikapi masalah ini. Melihat pada kegiatannya meminjamkan uang yang termasuk dalam perikatan perjanjian, menurut hukum pidana maupun perdata tidak bertentangan dengan sistem hukum Indonesia. Jadi, penuntutan atau gugatan yang dilayangkan pada rentenir begitu sulit mengingat posisi rentenir sebagai kreditur yang berhak menuntut apabila debitur tidak memenuhi prestasinya. Dan bisa dikatakan pula rentenir tidak bisa dipidana kecuali terdapat unsur pidana didalamnya. Kata kunci : Rentenir, Perbankan, Syari’ah.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBIAYAAN MODAL KERJA UMUM KOMERSIAL PADA PT. BPRS BHAKTI SUMEKAR SUMENEP ., SYAHRIL; MUCHTAR, MUCH
Performance Vol 4, No 2 (2014): Performance
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiayaan yang diberikan Bank kepada Debitur sering mempunyai resiko tinggi, karena setiap debitur yang mengajukan pembiayaan ke Bank menghendaki agar pembiayaan yang diajukannya dapat diterima dengan syarat yang seringan-ringannya. Oleh sebab itu, analisa pembiayaan Bank sangatlah penting untuk menilai kondisi perusahaan, karena analisa tersebut ditujukan untuk mengetahui kemampuan debitur dalam pembayaran angsuran secara konsisten sehingga bank dapat mengkategorikan debitur yang layak untuk mendapat pembiayaan. Standar Operasional Prosedur  (SOP) yang harus dibuat oleh bank mempunyai tujuan untuk menghindari adanya resiko yang tinggi dengan tujuan meletakkan kepercayaan dan untuk menghindari resiko pembiayaan macet atau pembiayaan kurang lancar yang mungkin terjadi. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Syariah Bhakti Sumekar Sumenep. Penelitian ini berusaha menjelaskan objek yang diteliti dari sudut pandang peneliti dengan tujuan memperoleh gambaran yang benar tentang obyek tertentu. Analisa yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisa Standar Operasional prosedur (SOP) dan Analisa 5C.  Berdasarkan latar belakang masalah, perumusan masalah dan landasan teori di atas, didapatkan bahwa analisa pembiayaan Bank sangatlah penting untuk menilai kondisi perusahaan, karena analisa tersebut ditujukan untuk mengetahui kemampuan debitur dalam pembayaran angsuran secara konsisten sehingga bank dapat mengkategorikan debitur yang layak untuk mendapat pembiayaan.Kata kunci: Keputusan Pembiayaan, Modal Kerja.
ANALISA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA LOBUK KECAMATAN BLUTO Widyastuti, Endang
Performance Vol 3, No 1 (2013): Performance
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan yang mendasar adalah orientasi pembangunan ekonomi yang kurang berpihak pada golongan berpenghasilan rendah (grass root). Program pembangunan kesejahteraan sosial yang lebih menekankan pada konsep pertolongan. Pada konsep pemberdayaan, untuk menolong yang lemah atau tidak berdaya (powerless) agar mampu (berdaya) Penumbuhan  kembali  pendapatan  keluarga  dengan  memperhatikan  dan  mengedalikan  sumber    pendapatan  dengan  menciptakan  kembali  dan  memperbaiki  sistem  produktivitas  mata  pencaharian  yang  hilang salah  satunya  dengan  membudiyakan  rumput  laut  sebagai  ladang  usaha. Masalah  yang  diteliti  dalam  ini  adalah  bagaimanakah  pendapatan  keluarga  setelah  membudidayakan  rumput  laut  di  Desa  Lobuk  Kecamatan  Bluto sedangkan tujuan Untuk mengetahui tingkat pendapatan keluarga setelah membudidayakan  rumput  laut  di  Desa  Lobuk  Kecamatan  Bluto. Dalam penelitian  menggunakan  penelitian  yang  bersifat  kualitatif.  Dalam  hal  ini,  yang  menjadi fokus  penelitian a. Pendapatan  keluarga, b. Membantu  beban  ekonomi  dengan  populasi  156 informan dan  sampel  77  informn.  Sesuai  dengan  masalah  tersebut,  data  yang  digunakan berupa indept  interview, observasi, dokumen selanjutnya  dianalisa  dengan  menggunakan  diskriptif kualitatif. Hasil  analisa  menunjukkan  dengan  budidaya  rumput  laut  dapat  meningkatkan  pendapatan  keluarga  dan  dapat  juga  membantu  beban  ekonomi  keluarga,  dan  menjadi  keluarga  menjadi  sejahtera  dan harmonis. Kata kunci: budidya rumput laut, peningkatan pendapatan
Pola Pikir Dan Kepemimpinan Mahasiswa Pada Ketua Bem Fakultas Di Universitas Wiraraja Sumenep Arfiyanto, Dedy; Susandini, Aprilina
Performance Vol 4, No 2 (2014): Performance
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan tentunya melalui sebuah proses berkader dan berkiprah baik didalam organisasi intra maupun ekstra kampus. Bagian dari proses menuju kepemimpinan yang sebenarnya tidak terlepas dari lingkungan dimana mereka berkiprah sehingga membentuk pola pikir dan tindakan dalam kepemimpinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti terlibat langsung dan terus berinteraksi dengan sumber data sehingga pola pikir mahasiswa dapat di ketahui secara jelas. Dalam hal mahasiswa karena yang terpenting adalah pola pikir,maka pola pikir disini menjadi penentu dalam hal perjalanan hidup. Dan perjalanan hidup mahasiswa baru  bisa dikatakan benar- benar hidup ketika mahasiswa memiliki passionnya masing - masing. Passion bagi mahasiswa itu sangatlah penting karena untuk menentukan tujuan kita ingin kemana kedepannya passion lah yang sangat menentukan.Passion itu berasal dari diri sendiri ketika seorang itu sudah memiliki visi dan misi dalam hidupnya. Visi dan misi itu tidak muncul dengan sendirinya, akan tetapi itu berasal dari  kesadaran seorang mahasiswa untuk merubah hidupnya Rata-rata ketua Bem memiliki warna Kuning yang mengindikasikan bahwa pemilik warna kuning biasa bekerja sistematis, kurang mampu berfikir paradok dan terperangkap dari cara kerja stabil dan tradisi sehingga dalam beberapa hal dia dipandang orang lain sebagai orang yang rigid dan kurang fleksibel. Mereka juga percaya bahwa orang yang bagus dan hebat adalah mereka yang bekerja sistematis, prosedur, detail, terorganisasi dan bertanggung jawab. Hal ini juga dibuktikan dengan program kerja mereka yang mengikuti pendahulunya tanpa ada inovasi lain untuk mencoba program kerja baru sehingga iklim organisasi akan lebih nampak. Kata Kunci: Pola Pikir, Kepemimpinan, Ketua Bem Fakultas
IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PADA BUMD KABUPATEN SUMENEP (STUDI PADA PT. BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH (BPRS) BHAKTI SUMEKAR SUMENEP) Furqani, Astri; Andini, Isnani Yuli
Performance Vol 3, No 1 (2013): Performance
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan Syariah seperti halnya perbankan pada umumnya merupakan lembaga intermediasi keuangan (financial intermediary institution) yakni lembaga yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan. Pengoperasian Bank Syariah ini tidak terlepas dengan tuntutan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) seperti yang diamanatkan oleh PBI No 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS). Konsep Good Corporate Governance antara Bank Konvensional dengan Bank Syariah pada dasarnya adalah sama, namun yang menjadi pembeda diantara keduanya ialah adanya syariah compliance yaitu kepatuhan pada syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) Bank BPRS Bhakti Sumekar sebagai salah satu BUS. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam studi kasus ini menggambarkan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) di PT. BPRS Bhakti Sumekar. Peneliti dalam pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, dan dokumentasi. PT. BPRS Bhakti Sumekar belum sepenuhnya melakukan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dengan baik. Lima prinsip tata kelola yang baik yaitu Transparency (keterbukaan informasi), accountability (akuntabilitas), Responsibility (pertanggungjawaban), independency (kemandirian), dan fairness (keadilan), khususnya yang perlu diperbaiki dalam akuntabilitas pelanggaran di titik Kode Etik. Kata Kunci: Good Corporate Governance, Perbankan Syariah, Syariah Compliance

Page 3 of 3 | Total Record : 25