cover
Contact Name
Rommy David Watuseke
Contact Email
ymmordivad@gmail.com
Phone
+6281356611122
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado Jl. R.W. Monginsidi Malalayang II Manado 95263
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Juiperdo
ISSN : 22524843     EISSN : 26559382     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo), provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the nursing area. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER" : 22 Documents clear
EVALUASI TANDA DAN GEJALA PASIEN KANKER SETELAH MENJALANI KEMOTERAPI Adriani Natalia M
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.904

Abstract

Abstrak Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia.Kemoterapi merupakan salah satu pilihan terapi yang tersedia. Namun, kemoterapi memiliki agen sitotoksik yang bukan hanya menyerang sel kanker yang berproliferasi tetapi juga sel-sel yang normal yang akan mempengaruhi kemampuan fisik pasien.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tanda dan gejala pasien yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2016 yang meliputi nyeri, mual dan muntah dan hasil pemeriksaan laboratorium pada hematologi yaitu HGB, WBC dan PLT.Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriftif eksploratif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan "purposive sampling" sebanyak 42 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskall Wallis untuk hubungan siklus kemoterapi dengan nyeri, mual /muntah dan kelelahan serta uji Korelasi Spearman untuk korelasi siklus kemoterapi dengan profil hematologi (Hgb, WBC, dan PLT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Semua data dianalisis dengan program SPSS versi 21,0 (SPSS, Inc Chicago, IL).Ada hubungan siklus kemoterapi dengan nyeri (p: 0.013), mual dan muntah (p:0.02), dan kelelahan (p:0.01). Selain itu, didapatkan ada korelasi siklus kemoterapi dengan kadar hemoglobin (p=0.026,r=-0.034), kadar PLT (p=0.050,r=-0.305), dan tidak ada korelasi siklus kemoterapi dengan WBC (p=0.889,r=0.022). Namun berdasarkan siklus kemoterapi berulang sebanyak dua kali tidak ditemukan perubahan yang berarti antara intensitas nyeri, grade mual/muntah, tingkat kelelahan, kadar, PLT dan WBC, kecuali kadar Hemoglobin dalam darah yang mengalami penurunan. Terjadi perubahan gejala (nyeri, mual dan muntah, kelelahan) dan perubahan status hematologi (Hb dan PLT) seiring dengan peningkatan siklus kemoterapi. Olehnya itu, diperlukan pemantauan dari perawat dan pihak terkait dalam penanganan pasien dengan kemoterapi. Kata kunci: siklus kemoterapi, nyeri, mual/muntah, kelelahan, hemoglobin, WBC dan PLT. Abstrak Cancer is one of the leading causes of death worldwide. Chemotherapy is one of the treatment options available. However, chemotherapy has a cytotoxic agent that is not only attacking the cancer cells poliferating but also normal cells that will affect the patient's physical abilities. This study aimed to evaluate the signs and symptoms of patients who are undergoing chemotherapy at Ibn Sina Hospital Makassar 2016 include pain, nausea and vomiting, and laboratory results in hematology, namely HGB, WBC and PLT.This study used a descriptive longitudinal research design. The sampling technique is done with the "purposive sampling" as many as 42 respondents. Data analysis was performed using Kruskal Wallis test for the relationship cycles of chemotherapy with pain, nausea / vomiting and fatigue as well as Spearman's correlation test cycles of chemotherapy with hematologic profile (Hgb, WBC, and PLT) with a 95% confidence level. All data were analyzed with SPSS version 21.0 (SPSS, Inc. Chicago, IL).There are correlation with the pain of chemotherapy cycles (p: 0.013), nausea and vomiting (p: 0.02), and fatigue (p: 0.01). In addition, it was found there was a correlation cycles of chemotherapy with hemoglobin levels (p = 0.026, r = -0034), PLT levels (p = 0.050, r = -0305), and no correlation with WBC cycles of chemotherapy (p = 0.889, r = 0022). However, based on repeated cycles of chemotherapy twice found no significant change between the intensity of pain, grade nausea / vomiting, fatigue, concentration, PLT and WBC, except hemoglobin levels in the blood decrease. There is a change of symptoms (pain, nausea and vomiting, fatigue) and hematologic status changes (Hemoglobin and PLT) along with increased cycles of chemotherapy. By him that would require monitoring of nurses and parties involved in the management of patients with chemotherapy. Keywords: cycles of chemotherapy, pain, nausea / vomiting, fatigue, hemoglobin, WBC and PLT.
IPSWICH TOUCH TEST SEBAGAI METODE SEDERHANA DALAM MENDETEKSI DIABETIC POLYNEUROPATHY (DPN) : LITERATURE REVIEW Paridah Paridah; Ana Damayanti; Indrawati Indrawati; Grace A Merentek; Sofyawati Yunus
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1065

Abstract

ABSTRAK Penderita Diabetes Melitus (DM) memiliki potensi untuk menyebabkan banyak komplikasi baik yang dikelola dengan baik atau tidak dan banyak dari mereka tidak menyadari hal tersebut. Gangguan sensasi pada ekstermitas bawah, merupakan gejala awal komplikasi DM yang akan menjadi cikal bakal terjadinya Diabetic Foot Ulcer (DFU). Studi literature ini bertujuan untuk menampilkan hasil dari beberapa penelitian yang menggunakan IpTT dalam penelitian terhadap deteksi neuropati pada pasien DM. Metodologi yang digunakan untuk tinjauan ini adalah hasil telaah dari beberapa penelitian tentang ”Ipswich Touch Test” yang dipublikasi pada tiga data base. Kami mengkategorikan studi berdasarkan tipe DM, metode penelitian yang dilakukan adalah ah Randomize Controlled Trial dengan systematic review. Kami membandingkan kesimpulan penelitian berdasarakan tingkat sensibilitas klien diabetes pada daerah perifer/DPN dengan IpTT. Temuan kami menunjukkan bahwa IpTT merupakan salah satu metode yang reliabel, valid mudah, murah dan tidak menimbulkan bahaya serta dapat diajarkan kepada pasien dan keluarga dalam mendeteksi risiko Diabetic foot ulcer (DFU) pada penderita diabetes. IpTT juga memiliki nilai prediktif negatif yang tinggi dan keakuratan yang sangat baik bila dibandingkan dengan metode skrining standar mendukung perannya sebagai alat skrining untuk mendeteksi risiko DFU pada pasien diabetes. Kesimpulannya adalah IpTT merupakan salah satu metode untuk menilai tingkat sensibilitas pasien DM yang cukup sensitif, efektif, spesifik, mudah dilakukan tidak memerlukan biaya maupun alat serta tidak menimbulkan bahaya baik bagi pasien maupun pemeriksa dan dapat dilakukan oleh siapapun. Kata kunci: Ipswich Touch Test, neuropati, sensibilitas ABSTRACT People with diabetes mellitus (DM) have the potential to cause many complications no matter how well-managed and most of them are unaware. Impaired sensation in the lower extremity, is an early warning of DM complications that will become a Diabetic Foot Ulcer (DFU). The aim of this study is to present the results from several studies using IPTT in research neuropathy of DM patients detection. The methodology used for this review is the result of several studies on the "Ipswich Touch Test" published on three data bases. We categorize studies based on type of DM, the research method is Randomize Controlled Trial with a systematic review. We compared the study conclusions based on the level of diabetes client sensibility in the peripheral area/DPN with IpTT. Our finding show that IpTT is a reliable, easy, inexpensive and harmless method and it can be taught to the patients and families in detecting the risk of diabetic foot ulcer (DFU). IpTT also has a high negative predictive value and excellent accuracy when it compared to standard screening methods for supporting role as screening tool to detect the risk of DFU in diabetic patients. The conclusion is the IpTT as a method for assessing the level of DM patient sensibility is quite sensitive, effective, specific, easy to do, cost-free, without tools and harmless to both patients and examiners and it can be done simply by almost anyone. Kata Kunci: Ipswich Touch Test, neuropathy, sensibility
PENGARUH MANAJEMEN BAHU TERHADAP SHOULDER PAIN PADA PASIEN SESUDAH STROKE Brigitte David; Henny Pongantung; Dewi Wowor; Fransiskus Dotulong
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1153

Abstract

ABSTRAK Shoulder pain merupakan komplikasi yang banyak ditemukan dan dapat mengganggu proses kemandirian pasien pasca stroke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh manajemen bahu terhadap shoulder pain pada pasien sesudah stroke. Jenis penelitian ini adalah pre- eksperiment design dengan rancangan onegroup pre- test- post test design. Metode sampling yang digunakan yaitu Non-probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling dengan jumlah sampel 40 responden yang dilakukan intervensi manajemen bahu selama empat bulan dengan latihan lima kali seminggu. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan instrumen yang digunakan yaitu VAS (Visual Analog Scale). Uji statistik yang digunakan adalah uji T berpasangan dan diperoleh nilai p=0,000 dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh manajemen bahu terhadap shoulder pain pada pasien sesudah stroke. Kata kunci : Manajemen bahu, Shoulder pain, stroke ABSTRACT Shoulder pain is common complication and interfere with the after stroke patients. The aim of this study was to determine the effect of shoulder management on shoulder pain for after stroke patients. This type of research was pre-experiments design with the design one of group pre-test-post test design. The sampling method used a Non-probability sampling with a consecutive sampling approach with a sample of 40 respondents who were given a shoulder management for four month with doing exercise once a day. The data collection used observation sheets and for the instruments used VAS ( Visual analog scale) The statistical test used paired T test and the value p=0.000 which obtained significance level with α=0.05 . The study result showed that there was an effect of shoulder management on shoulder pain after-stroke patients Keywords : Shoulder pain, Shoulder management, stroke
KOMPRES DINGIN TITIK LI-4 KONTRA LATERAL TANGAN MENEKAN RESPON NYERI SELAMA INVASIF ARTERIOVENOUS FISTULA (AVF) PASIEN HEMODIALISA Mahruri Saputra; Herlina A.n Nasution
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1175

Abstract

Latar Belakang: Penusukan Arteriovenous fistula (AVF) akan menimbulkan nyeri berulang yang dapat mengganggu psikologis dan kenyamanan pasien yang menjalani hemodialisa. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri yaitu kompres dingin pada titik LI-4. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas kompres dingin titik LI-4 terhadap penurunan nyeri penusukan AVF pada pasien hemodialisa. Metode: Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain quasi experiment pre and post one sampel test. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah 33. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Pain Numerical Rating Scale. Analisis data menggunakan Paired T-Test. Hasil: Sebelum dilakukan kompres dingin LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 5,36 (SD=1,47) dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 3,30 (SD=0,95). Hasil uji didapatkan ada perbedaan intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah kompres dingin titik LI-4 pasien hemodialisa (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4. Saran: Diharapkan intervensi kompres dingin titik LI-4 dapat menjadi intervensi mandiri untuk mengurangi nyeri penusukan sehingga bisa meningkatkan kenyaman pasien hemodialisa
KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN TERAPI HEMODIALISA Ns Nolla Lisa Lolowang; Welmin M.E Lumi; Amelia A. Rattoe
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i01.1183

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronis merupakan penyakit yang berkepanjangan, sangat berbahaya, asimptomatik sejak tahap awalnya. Perlu untuk mengetahui dan mengevaluasi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa sehingga dapat memberikan masukan kepada perawat dalam menetapkan intervensi terapeutik dalam membangun hubungan, memberikan dukungan secara komprehensif kepada pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa. Desain penelitian adalah deskriptif, dengan metode sampel adalah total sampling, 45 responden. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis dengan terapi hemodialisa bervariasi antara baik dan buruk. 17 orang (37.8%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain kesehatan, 6 orang (13.3%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain psikologis, 14 orang (31.1%) memiliki kualitas hidup buruk pada domain hubungan sosial dan 6 orang (13.3) memiliki kualitas hidup yang buruk pada domain lingkungan. Peran perawat dalam memberikan edukasi, dukungan dan motivasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa. Kata-kata kunci: kualitas hidup, hemodialisa, gagal ginjal kronis. ABSTRACT Chronic renal failure is a prolonged, very dangerous, asymptomatic disease from its early stages. It is necessary to know and explain the quality of life of patients with chronic kidney disease who undergo hemodialysis therapy so that they can give advice to nurses in determining therapeutic interventions in building relationships, providing comprehensive support to patients and their families. The aim of this study was to offer an overview of the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy. The research design is descriptive with the sampling method is total sampling, 45 respondents. Data were analyzed to find the frequency and percentage. The results showed that the quality of life of patients with chronic renal failure with hemodialysis therapy varied between good and bad. 17 people (37.8%) had a poor quality of life in the health domain, 6 people (13.3%) had a poor quality of life in the psychological domain, 14 people (31.1%) had a poor quality of life in the social relationship domain and 6 people (13.3) had quality bad life in the environmental domain. The role of nurses in providing education, support, and motivation is needed to improve the quality of life for chronic renal failure patients undergoing hemodialysis therapy. Keywords: quality of life, hemodialysis, chronic kidney disease.
EFEKTIVITAS TRAINING EFIKASI DIRI TERHADAP KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DAN NILAI INTRADIALYTIC WEIGHT GAIN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RS X MAKASSAR Adolfina Lukas Siamben; Maria Astrid; Sutanto Priyo Hastono
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1187

Abstract

Latar belakang : Peningkatan berat badan intradialitik akibat ketidakpatuhan asupan cairan pasien yang menjalani hemodialisa berdampak pada terjadinya penumpukan cairan secara kronis dan berisiko terhadap gangguan pada kardiovaskuler dan hipertensi, serta meningkatkan mortalitas dan morbiditas pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan: Penelitian ini menganalisis efektivitas Training Efikasi Diri terhadap kepatuhan pembatasan cairan dan nilai Intradialytic Weight Gain (IDWG) terhadap pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode : Penelitian dilakukan pada Juni-Juli 2020 di RS. Stella Maris Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy experiment pre-post-test dengan control group terhadap 92 responden (69 di kelompok intervensi dan 23 di control). Intervensi Traning Efikasi Diri diberikan sesuai dengan Booklet selama 4 minggu, seminggu 3 kali dengan total 12 kali pertemuan. Kepatuhan dinilai dengan kuesioner sebelum dan sesudah penelitian serta observasi berat badan setiap kali kunjungan untuk menghitung nilai Intradialytic Weight Gain. Hasil : Hasil uji T Dependen Parametrik Terdapat perbedaan antara kepatuhan pembatasan cairan (p<0.05) dan nilai Intradialytic Weight Gain (p<0.05) sebelum dan sesudah intervensi. Uji T independen Parametrik terdapat perbedaan signifikan kepatuhan pembatasan cairan (p< 0.05) dan nila Intradialytic Weight Gain (p< 0.05) antara kelompok intervensi dengan kontrol. Hasil uji Ancova, Training efikasi diri berpengaruh terhadap kepatuhan pembatasan cairan sebanyak 17,7%, sementara 82,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Training efikasi diri sangat berpengaruh terhadap nila Intradialytic Weight Gain sebanyak 18,5%, sementara 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kesimpulan: Training efikasi diri sebagai salah satu jenis terapi komplementer untuk meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan dan nila Intradialytic Weight Gain penderita GGK dengan hemodialisa. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Kepatuhan Pembatasan Cairan, Nilai IDWG Dan Training Efikasi Diri
PERAN TOKOH AGAMA UNTUK MENCEGAH DAN MENANGGULANGI STUNTING Henry Imbar; Nita Riani Momongan
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1194

Abstract

Latar belakang Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini, selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus kita tangani dengan serius. Indonesia adalah Negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, WHO / UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan, salah satunya pemberian ASI ekslusif. Pemberdayaan masyarakat melalui tokoh agama merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap serta membantu keberhasilan ibu menyusui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status stunting bayi yang ibunya mendapat bimbingan / konseling dari tokoh agama sejak hamil sampai menyusui hingga dua bulan di Kabupaten Minahasa Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment, sedangkan desain penelitiannya adalah pre post test control group. Jumlah sampel penelitian adalah 84 ibu hamil yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok diberikan konseling oleh tokoh agama berjumlah 42 ibu hamil dan tidak mendapat konseling berjumlah 42 ibu hamil. Hasil analisis statistik T-test dengan tingkat kepercayaan 95%, menemukan tidak ada perbedaan yang bermakna tentang naiknya berat badan berdasarkan KMS antara kelompok perlakuan dengan kontrol (P = 0,248) dantidak ada perbedaan persentase penambahan berat badan antara kelompok perlakuan dan kontrol ( P = 0,297). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan bermakna tentang pengetahuan, sikap, dan kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, terdapat perbedaan bermakna perilaku menyusui ekslusif pada kelompok perlakuan dan kelompok control, serta terdapat perbedaan yang bermakna antara kenaikan berat badan berdasarkan KMS dengan perilaku menyusu eksklusif. Kata Kunci : Tokoh Agama; Perilaku Menyusui Ekslusif; Status Stunting Bayi
EKSTRAK UBI JALAR UNGU (IPOMEA L BATATAS ) SEBAGAI SOLUSI PEWARNA ALAMIAH PLAK GIGI Vega Roosa Fione; Jeanne d’arc Zavera Adam
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1197

Abstract

Pendahuluan : Plak tidak dapat dilihat dengan mata karena warnanya transparan. Cara melihat plak digunakan zat pewarna (merah/ungu) yang berupa cairan disebut disclosing solution. Tetapi dalam aplikasinya, disclosing solution mempunyai kekurangan yaitu mengandung bahan kimia. Alternatif pewarna alami yaitu atosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan ekstrak ubi jalar ungu sebagai pewarna alami dalam pewarnaan plak gigi. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan rancangan kuasi eksperimen dengan rancangan design penelitian posttest with control group design. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – November 2020. Jumlah sampel sebanyak 30 responden (dibagi menjadi 3 kelompok) dengan tehnik pengambilan sampel yaitu simple random sample dengan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada laboratorium farmasi dan laboratorium promotif preventif Poltekkes Manado. Data diambil dengan cara memeriksa Plak Indeks PHP (Patient Hygeine Performace Index) Data dicatat pada format pemeriksaan. Data yang diperoleh di uji statistik dengan uji One Way Annova. Hasil : Nilai rata-rata indeks PHP pada kelompok I, II dan III, didapat nilai tertinggi pada kelompok III (kelompok kontrol) dan Uji One way Anova didapat nilai signifikan 0.023 < 0.005, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan nilai indeks PHP yang signifikan,dimana kelompok kontrol masih lebih efektif dalam pewarnaan plak gigi. Introduction: Plaque cannot be seen with the eye because it is transparent. The way to see plaque is used a dye (red / purple) in the form of a liquid called a disclosing solution. But in its application, disclosing solutions have a drawback, namely that they contain chemicals. Alternative natural dyes are anthocyanins found in purple sweet potato. This study aims to determine the effectiveness of purple sweet potato extract as a natural dye in staining dental plaque. Methods: This study was conducted with a quasi-experimental design with a posttest research design with control group design. The study was conducted in March - November 2020. The total sample was 30 respondents (divided into 3 groups) with the sampling technique, namely simple random sample with inclusion criteria. The research was carried out in the pharmaceutical laboratory and preventive promotive laboratory at the Manado Health Polytechnic. The data is retrieved by checking the PHP (Patient Hygeine Performance Index) Plaque Index. Data is recorded in the examination format. The data obtained were statistical tests with the One Way Annova test. Results: The average value of the PHP index in groups I, II and III, the highest value was obtained in group III (control group) and the One way Anova test obtained a significant value of 0.022 <0.005, so it can be concluded that there is a significant difference in the value of the PHP index, where the control group was still more effective in staining dental plaque.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FATIGUE PADA PASIEN KANKER DENGAN KEMOTERAPI : LITERATUR REVIEW Maria Kurni Menga; Ely Lilianty; Andi Masyhita Irwan
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1235

Abstract

Latar Belakang: Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker yang memberikan efek samping fatigue yang dapat disebabkan dari berbagai faktor yang dapat berdampak terhadap penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan : untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi fatigue pada pasien kanker dengan kemoterapi. Metode : Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Cari artikel menggunakan database PubMed, Proquest, Ebsco Host dan Science Direct, dengan batasan publikasi artikel selama 5 tahun terakhir (2015-2020), relevan dengan kata kunci pencarian berdasarkan database pada Judul / Abstrak. Ada 5.337 artikel yang ditemukan dan kemudian kami menyaringnya untuk menilai kelayakannya dan mengeluarkan artikel yang tidak memenuhi kriteria inklusi. Sehingga hanya ada 7 artikel yang relevan sebagai referensi utama. Hasil : Diperoleh 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusidiantaranya 5 artikel merupakan penelitian prospektif dan 2 artikel merupakan penelitian cross-sectional observasional. Ulasan ini ini menyatakan beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memicu fatigue pada pasien kanker dengan kemoterapi yaitu usia, ras, tekanan psikologis, anemia, body mass index (BMI) /Indeks Massa Tubuh, komorbiditas, tingkat fatiguesebelum kemoterapi. Kesimpulan : Fatigue merupakan gejala yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien yang menjalani kemoterapi, Hal ini dapat terjadi disebabkan beberapa faktor yang perlu di deteksi secara dini dan menjadi perhatian dari semua pihak baik pasien, keluarga dan petugas kesehatan yang menagani pasien sehingga mendapatkan intervensi yang tepat.
UMUR PERTAMA KAWIN DENGAN STATUS GIZI BALITA DIBAWAH USIA DUA TAHUN (BADUTA): STUDI CROSS SECTIONAL Brigitte Inez Maitimo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1236

Abstract

Latar Belakang: Wanita yang menikah pertama kali di umur yang masih mudah cenderung belum memiliki kesiapan fisik mental sosial untuk menjalankan peran sebagai ibu dalam pemenuhan gizi bayi dan anak. Kurangnyanpengetahuan seorang ibu tentang gizinyang seharusnya dipenuhinanak padanmasa pertumbuhannya akan terlihat dalam lingkungan masyarakat yang biasanya ibu justru membelikan makanan yang disukai anak tanpa mengetahui makanan yang dimakan oleh anak itu mengandung gizi yang cukup atau tidak serta makanan yang sehat dan yang mengandung banyak gizi. Berdasarkan fakta yang didapat bahwa 60% ibu dengan usia 25-39 tahun dikatakan lebih memahami cara pemberian makanan yang baik bagi anak sesuai dengan kebutuhannya dari pada ibu dengan usia 15-24 tahun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara. Metode Penelitian: Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 53 orang wanita yang memiliki anak umur 6-23 bulan di Provinsi Sulawesi Utara diperoleh dari SDKI 2017. Hasil: Hasil analisa data mengenai hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi mikro memperoleh nilai p = 0,378 dan hubungan umur pertama kawin dengan nutrisi makro memperoleh nilai p = 0,615. Kesimpulan: Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur pertama kawin dengan status gizi baduta di Provinsi Sulawesi Utara.

Page 1 of 3 | Total Record : 22