cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visual Art
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
The Visual Art section of ITB Undergraduate Journal of Visual Art and Design welcomes orginal articles exploring creative works and/or research in the area of visual art both practice and theory. It focuses, but not limited to, any creative ideas and pratical knowledge as results from exploring forms, materials and techniques in painting, sculpturing, print-making, ceramic-making, and/or intermedia art-work; as well as developing critical thoughts that suit as art-curation and critique.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 27 Documents clear
KAJIAN TEMA EROTIK PADA KARYA SENI RUPA KONTEMPORER LAKSMI SHITARESMI Kasita, Pradnya; Damajanti, Irma
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Tema erotik telah l muncul dalam seni rupa di Indonesia sejak masa prasejarah, namun dalam perkembangannya ia terhambat oleh pemikiran-pemikiran yang menganggapnya tabu dan tidak lebih dari sekedar pornografi. Tema erotik biasanya muncul dengan visual tubuh telanjang, alat kelamin, dan simbol-simbol seksual lain. Penelitian ini fokus pada karya seorang seniman Indonesia, Laksmi Shitaresmi, yang dalam karya-karyanya kerap kali memunculkan visual tubuh telanjang, terutama tubuhnya sendiri.Penelitian dilakukan dengan kajian kritik seni, tubuh, seni erotik, dan budaya Jawa.Ditemukan bahwa tubuh telanjang dalam karya Laksmi Shitaresmi tidak hanya persoalan birahi dan seksualitas, tetapi juga diri seniman dalam masyarakat.// //
KAJIAN SOSIOLOGI SENI PADA COMMISSIONED WORK DARBOTZ UNTUK NIKE FLYWIRE Ghaisani, Nisa Ashila; Damajanti, Irma
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Fenomena seni rupa kontemporer Indonesia, serta relasinya dengan kultur global selalu menarik untuk dibahas. Perkembangan street art di Jakarta memunculkan fenomena baru yaitu adanya kerjasama berbentuk commissioned work dengan pihak perusahaan ritel. Penelitian ini akan meneliti pertanyaan : ‘Bagaimana memetakan peran dan posisi seniman sebagai commissioned artist, dalam hal ini Darbotz untuk instalasi Nike Flywire ?, dan penulis bermaksud untuk meneliti fenomena karya komisi yang dilakukan oleh Darbotz untuk Nike Flywire. Hasil analisis menunjukkan bahwa instalasi Nike Flywire oleh Darbotz memiliki ciri khas unsur visual yang muncul karya-karya Darbotz yang sebelumnya, yaitu warna-warna yang dominan : hitam, putih dan hijau. Namun porsi kreatifitas Darbotz dalam commissioned work ini tidak sebebas karya-karya lainnya, fokus utama dalam instalasi ini adalah bukan untuk mengenali bentuk visual Darbotz, namun untuk mengamati suatu media promosi atau etalase sepatu lari Nike dengan tampilan yang berbeda dari biasanya, sehingga dapat meninggalkan kesan tertentu bagi yang melihatnya.// //
SERI BUKU : CERITA ANAK PEREMPUAN TENTANG AYAHNYA Wisesa, Agnisa Maulani; Siregar, Aminudin T.H
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Keluarga adalah sebuah sistem masyarakat terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak (keluarga inti). Keluarga merupakan sebuah titik awal di mana seorang individu mempelajari sistem tatanan masyarakat, hingga siap untuk terjun langsung ke medan sosial, oleh karena itu peran orang tua (ayah dan ibu) sangat penting dalam pertumbuhan seorang anak.Seorang anak cenderung memiliki keterikatan batin dengan orang tua lawan gendernya, karena menurut sang anak hal tersebut adalah sebuah hal asing yang perlu dipelajari perlahan seiring dengan berjalannya proses pertumbuhan. Dalam hal ini penulis mengerucutkan masalah menjadi sebuah hubungan psikologikal seorang anak perempuan dengan ayahnya yang cenderung canggung dan banyak salah pahamnya. Ayah penulis adalah seseorang yang menganut paham patriarki Jawa, sedangkan penulis lahir di zaman yang lebih moderen sehingga sering terjadi pertikaian pada hal-hal yang sepele. Namun penulis menyadari bahwa selalu ada porsi dan perannya masing-masing dalam keluarga.Setelah menempuh pendidikan di institusi seni rupa, penulis ingin menyampaikan dan bercerita tentang bagaimana hubungan seorang anak perempuan dan ayahnya bekerja serta berpengaruh dalam kehidupan si anak perempuan. Karya yang dibuat ini merupakan sebuah proses yang berfungsi sebagai narasi visual penulis dan sebuah catatan bagi khalayak untuk dijadikan sebuah acuan psikologis hubungan antara anak perempuan dan ayahnya.// //
LAIN DULU, LAIN SEKARANG Fauziana, Siti Nur; Irianto, Asmudjo Jono
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Maskulinitas dan feminitas merupakan dua sifat yang berkebalikan. Dengan stereotipnya masing-masing, suatu kaum baik laki-laki maupun perempuan dapat digeneralisasi dalam berbagai kesempatan. Walaupun tidak selamanya buruk, adanya stereotip akan suatu gender kemudian banyak merugikan salah satu pihak, terutama para perempuan. Dengan label sebagai kaum yang rapuh dan tidak dapat memimpin, para perempuan tidak banyak mendapatkan kesempatan untuk dapat berkerja di sektor publik.Dalam karya tugas akhir ini penulis ingin menggambarkan sebuah kondisi dimana para perempuan diharuskan untuk dapat memiliki maskulinitas sesuai dengan nilai tradisi lama, namun juga masih tetap feminin untuk kemudian dianggap sebagai perempuan yang kompeten oleh masyarakat lewat pengolahan alat-alat pertukangan dengan material paperclay bonechina.Lewat pendekatan mengenai konsep gender, peralatan pertukangan, material bone china dan seniman-seniman referensi, dengan visual karya yang memimesis alat-alat pertukangan dengan material tersebut diharapkan dapat menggambarkan dominasi maskulin dalam masyarakat, dan bagaimana perempuan Indonesia kini harus dapat memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat pada umumnya.// //
KAJIAN TUBUH DALAM KARYA-KARYA VIDEO PERFORMANS DEKADE 2000-AN DI INDONESIA STUDI KASUS : PRILLA TANIA, REZA AFISINA DAN VINCENSIUS CHRISTIAWAN Lisa Mary, Monitta Putri; Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Perkembangan praktik seni rupa tidak lepas dari perkembangan teknologi, salah satunya adalah munculnya video performans yang merupakan perpaduan antara seni video dengan seni performans. Penelitian ini difokuskan pada representasi visual karya video performans milik Reza Afisina, Prilla Tania dan Vincensius Christiawan. Untuk pendekatan keilmuan, penulis menggunakan kajian tubuh, tatapan, fokus kamera, dan teori dari postmodernisme. Video performans pertama di Indonesia muncul pada tahun 1996 dengan mengusung tema sosial politik, selanjutnya pada tahun 2000-an, muncul tema-tema yang beragam, antara lain yang berkaitan dengan identitas, agama, feminisme, peperangan, dan iklan media massa. Terdapat dua konsep medan tatapan dalam karya video performans, yaitu menatap secara langsung dan menatap secara tidak langsung kepada kamera. Melalui karya-karya yang dijadikan sampel, Reza Afisina cenderung membangun interaksi emosional kepada pemirsa, Prilla Tania cenderung membangun simbolisasi kritik suatu keadaan atau fenomena tertentu, sedangkan Vincensius Christiawan memperlihatkan bagaimana bentuk dari peleburan tubuh dengan alat-alat analog dan digital. Berkaitan dengan kerangka politik kebudayaan postmodernisme, ketiganya memiliki kecenderungan politik kebudayaan yang berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada dekade 2000-an terdapat penekanan terhadap pemahaman tubuh sebagai eksterioritas. Hal ini membuktikan bagaimana perkembangan vieo performans di Indonesia pada dekade 2000-an dipengaruhi oleh kebudayaan media yang berkembang dalam kehidupan masyarakat mutakhir.// //
INDIAN WONDERLAND, NEGERI IMPIAN INDIA DALAM DRAWING Annisa, Arini; Siregar, Aminudin T.H
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Budaya adalah salah satu aspek penting pembentuk identitas suatu masyarakat, dengan adanya budaya, maka identitas suatu masyarakat dapat dikenal di seluruh dunia. Pada era globalisasi ini, pelestarian budaya adalah salah satu hal yang langka, dan tidak banyak suatu masyarakat yang hingga detik ini masih memiliki kesadaran tertentu untuk melestarikan budayanya. Masyarakat India memiliki identitas budaya yang tinggi dan sangat lestari, ini menyebabkan seniman memiliki ketertarikan khusus untuk mengeksplorasi kebudayaan India dengan lebih lanjut dan lebih dalam. Sehingga seniman memiliki obsesi yang sangat mendalam untuk melakukan eksplorasi terhadap kebudayaan India dengan teknik drawing. Eksplorasi karya dengan memadukan budaya tradisional dan budaya pop, juga menjadi konsep berkarya seniman sehingga menghasilkan karya drawing sebagaimana yang telah menjadi hasil karya dari Tugas Akhir ini. Tugas Akhir ini menghasilkan karya drawing perpaduan antara gaya tradisional India dengan karakter-karakter budaya pop, dimana menghasilkan konteks gambar-gambar layaknya negeri impian. Ini adalah penggabungan antara definisi negeri impian penulis di masa lalu, dan negeri impian penulis di masa kini yaitu tanah Hindustan atau India. Dalam upaya pembentukan karya drawing perpaduan antara tradisional India dengan pop culture, maka kedua aspek yang menjadi identitas persilangan budaya tersebut tidak boleh hilang dan harus terlihat. Dengan ini, seniman dapat menghasilkan karya yang sarat akan pelestarian budaya, namun tetap dapat dinikmati masyarakat modern, sebagaimana karya-karya modern lainnya, dan dapat menjadi inspirasi bagi seniman yang ingin menggabungkan seni tradisi dan modern juga.// //
KAJIAN KARYA-KARYA PELUKIS AKADEMI DI BANDUNG DAN YOGYAKARTA TAHUN 1950-1965 STUDI KASUS: POPO ISKANDAR, SRIHADI SOEDARSONO, MOCHTAR APIN, FADJAR SIDIK, ABAS ALIBASYAH, DAN WIDAYAT Adithia, Sandy; Hujatnika, Agung
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Kecenderungan abstrak pada keenam pelukis kunci ini dimulai melalui pembaruan gaya yang dikembangkan oleh pelukis kunci akademi di Bandung di awal dekade 1950. Srihadi Soedarsono cenderung mengolah ruang, garis dan bidang datar, Popo Iskandar cenderung mengolah irama tekstur, sedangkan Mochtar Apin cenderung pada sapuan-sapuan yang ekspresif. Ketiganya mempunyai ciri analitis yang kuat. Ketiga pelukis kunci akademi di Yogyakarta mulanya condong kepada ‘realisme’ dan perlahan menuju abstrak. Fadjar Sidik menunjukkan perubahan yang mengolah bidang-bidang geometris, sedangkan Abas Alibasyah dan Widayat cenderung pada abstraksi yang dekoratif. Identifikasi gaya keenam pelukis kunci penelitian membuktikan hipotesis penelitian bahwa sistem pendidikan tinggi seni rupa membentuk lulusannya terbuka pada berbagai wacana baru sebagai pertimbangan dalam melakukan pembaruan dibandingkan pelukis autodidak.// //
PERJALANAN PAHAM : HUBUNGAN ANTARA AKU DAN IBUKU Vilhamy, Muhammad; Siregar, Aminudin T.H
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Anak dan ibu adalah suatu hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Keberadaan ibu dilihat dan dirasakan oleh anak semenjak kecil. Ingatan akan ibu adalah sesuatu hal yang sangat melekat. Hubungan personal manusia adalah sebuah narasi kecil dalam pokok pembahasan dimana hal tersebut bersandar pada diri masing-masing manusia. Setiap anak memiliki permasalahan yang kompleks di dalam sebuah keluarga. Dengan pengambilan sikap dan pemecahan masalah yang berbeda pula. Dewasa ini penulis merasa bahwa membutuhkan adanya didikan Ibu seperti masa kecil. Adanya hubungan jarak jauh yang didapati oleh penulis dengan Ibu, menjadi penyadaran tersendiri atas apa yang pernah dilakukan oleh Ibu dan membekas hingga saat ini. Rasa hormat dan sayang pada Ibu muncul ketika terdapat jarak yang jauh. Tugas Akhir ini menampilkan karya-karya drawing, intaglio (etsa), yang dirangkai menjadi satu kesatuan sebagai upaya untuk menampilkan simbol pribadi atau bahasa tersendiri untuk memahami hubungan antara penulis dengan Ibu. Rangkaian seri karya disusun berdasarkan masa lampau yang mempunyai memori tersendiri bagi penulis.// //
LIHATLAH AKU MAKA AKU ADA Pratama, Benedictus Valdi; Durahman, Deden Hendan
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Eksistensi manusia dibentuk dari kontrol oleh lingkungan sosialnya. Manusia sebagai makhluk sosial pastinya selalu ingin bersosialisasi dengan manusia yang lainnya, paling tidak untuk saling melihat, memperhatikan, menyaksikan apa yang dilakukan atau apa yang terjadi pada manusia yang lainnya. Semakin banyak dilihat, maka eksistensi manusia akan terbentuk.Setiap orang tentunya menjadi tokoh utama dalam kehidupannya masing-masing. Tidak ada orang yang memposisikan dirinya tokoh sampingan dalam kehidupannya. Sehingga terjadi hal sebagai berikut, di satu sisi tiap manusia pastinya selalu merasa atau benar-benar dikontrol dan dimonitor oleh lingkungan sekitarnya, di sisi lainnya, manusia itu juga menjadi pengontrol atau pemonitor bagi manusia yang lainnya. Tiap manusia menjadi tokoh utama dalam kehidupannya, namun tiap manusia juga menjadi tokoh sampingan di dalam kehidupan manusia yang lainnya.Dalam Tugas Akhir ini, penulis seakan mencoba membuat sebuah simulasi kontrol sosial masyarakat. Dimana penulis membuat karya yang dapat berinteraksi dengan audiens. Audiens menjadi bagian dari karya ini, dimana audiens akan menjadi tokoh utama yang seakan-akan disaksikan oleh puluhan orang dalam simulasi lingkungan sosial ini.// //
POTENSI DISTRIBUSI DAN RESEPSI MEDAN SENI RUPA KONTEMPORER SURABAYA MELALUI PENDEKATAN SOSIOLOGI SENI Handayani, Rahayu Budhi; ., Yustiono
Visual Art Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Visual Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.168 KB)

Abstract

Pembuatan skripsi ini dilatarbelakangi oleh pengamatan empirik terhadap berbagai fenomena yang terjadi pada medan seni rupa kontemporer Indonesia, pada umumnya, Surabaya, pada khususnya. Penulis melihat bahwa wilayah distribusi dan resepsi merupakan wilayah yang penting untuk dikaji karena fenomena seni rupa kontemporer yang menunjukkan bergesernya peran sentral wilayah estetik. Sedangkan Surabaya dipilih sebagai representasi kota yang dianggap oleh penulis memiliki potensi untuk wilayah distribusi dan resepsi dalam medan seni rupa kontemporer. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode etnografi, dimana penulis melakukan observasi dan wawancara langsung terhadap sampel penelitian. Penelitian ini memperlihatkan Surabaya telah memiliki infrastruktur pada wilayah distribusi melalui peran-peran yang ada, seperti Dewan Kesenian Surabaya, Galeri Surabaya, Galeri Emmitan, Galeri AJBS, Galeri Orasis, dan Pasar Seni Lukis. Infrastruktur distribusi dalam medan seni rupa Surabaya juga memiliki potensinya masing-masing, akan tetapi potensi tersebut belum terealisasi dengan baik karena minimnya orientasi edukasi dan pengenalan akan konvensi seni rupa global dan perkembangan seni rupa kontemporer arus utama secara umum. Hal tersebut juga membuat kurangnya realisasi potensi masyarakat umum Surabaya yang merupakan pemirsa potensial dalam mengapresiasi seni rupa.// //

Page 1 of 3 | Total Record : 27