cover
Contact Name
Hasan
Contact Email
jurnal.opsi@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
eko_nsby072@upnyk.ac.id
Editorial Address
d.a Jalan Babarsari 2 Tambakbayan Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
OPSI
ISSN : 16932102     EISSN : 26862352     DOI : https://doi.org/10.31315/opsi
Core Subject : Engineering,
Jurnal OPSI adalah Jurnal Optimasi Sistem Industri yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai wahana publikasi hasil karya ilmiah, penelitian rekayasa teknologi di bidang Teknik Industri, Sistem Industri, Manajemen Industri dan Teknologi Informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PERANCANGAN ULANG HEADSET DAN PENUTUP MATA UNTUK TIDUR MENGGUNAKAN METODE NIGEL CROSS Gentha Oryza Dharma; Dyah Rachmawati Lucitasari; Muhammad Shodiq Abdul Khannan
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.458 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i1.2204

Abstract

Tidur adalah kebutuhan semua manusia, dan tidur nyenyak sangat dibutuhkan agar kondisi tubuh prima. Memperoleh tidur yang cukup sangatlah penting karena jika seseorang selalu mendapatkan jam tidur yang kurang, akan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan masalah pada berat badan, kemurungan, masalah pada jantung dan bahkan membuat tubuh rentan terkena penyakit. Kebanyakan orang mengetahui bahwa tidur sangatlah penting, namun justru semakin hari semakin mendapatkan jam tidurnya berkurang karena berbagai alasan antara lain pekerjaan yang banyak, karena kurang nyamannya lingkungan sekitar dan saat berpergian.Dari permasalahan di atas terlihat adanya kebutuhan headset dan penutup mata tidur yang lebih praktis untuk digunakan. Perancangan ulang headset dan penutup mata tidur ini akan dilakukan dengan menggunakan metode Nigel Cross sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pengembangan desain ini diawali dengan mengklasifikasikan tujuan-tujuan dari perancangan dan menetapkan fungsi serta batasan sistem. Setelah itu menyusun kebutuhan konsumen untuk membuat spesifikasi alat yang baru, kemudian menetapkan karakteristik produk atau target apa yang akan dicapai sehingga sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selanjutnya pembangkitan alternatif dari alat headset dan penutup mata untuk tidur desain baru, kemudian akan dievaluasi untuk dipilih mana yang terbaik untuk diproduksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat headset dan penutup mata untuk tidur yang baru dapat diterima oleh konsumen, berdasarkan survey akhir, menunjukkan 95% konsumen tidur lebih cepat dibandingkan dengan alat yang lama, 85% responden menyatakan puas dan merasa alat sesuai dengan harapan dan 75% bersedia membeli alat headset dan penutup mata untuk tidur yang baru
Analisis Beban Kerja Fisiologis sebagai Dasar Penentuan Waktu Istirahat untuk Mengurangi Kelelahan Kerja Wahyu Hidayat; Trismi Ristyowati; Gunawan Madyono Putro
OPSI Vol 13, No 1 (2020): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.993 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v13i1.3469

Abstract

510 minutes of work time a day with a break of 30 minutes is felt by employees of PT. Yogya Indo Global is too heavy. This company, which is engaged in wood processing, has 4 work stations, namely the Plenner process station, the Jointer process, Telthing and cutting parts. To reduce the physical workload in this study will be determined the length of rest time using the Indirect Assessment Method with categories of physical (physiological) workload, pulse (beats / minutes), classification% CVL (Cardiovasculair Load), calculating energy consumption, and calculate the need for rest. The study was conducted at rest at 09.30 and at 15.00 WIB. Pulse measurements are carried out using the 10 Pulse Method which then affects the amount of energy consumption. Based on the research results, it is known that at the Plenner machine work station, the Jointer and Telthing machines are in the classification of% CVL, the workload is due to the level of 30% -60%. Based on the results of the calculations, the work station for the Plenner, Jointer, Telthing and cutting process needs to be added by each time by 10 minutes, 5 minutes, 13 minutes and 10 minutes at 09.30 and the addition of 28 minutes, 25 minutes, 35 minutes and 15 at 3:00 p.m..
PEMILIHAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN SODA API (NaOH) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI THINNER CAIRAN PEMBERSIH CAT PADA LOGAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE Analityc Network Process (ANP) Bangkit Tri Pramesti; Rini Oktavera; Victor Yuardi Risonarta
OPSI Vol 11, No 2 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.195 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i2.2551

Abstract

Peningkatan Hasil Produksi melalui Pemanfaatan Alat Pendingin Kue Lapis Double Fan Pada Kelompok Usaha Makanan Ringan “ASIH” Dusun Kwasen Desa Srimartani Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta Laila Nafisah; Ahmad Muhsin
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.727 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v10i2.2107

Abstract

   Kelompok usaha  “ASIH” merupakan salah satu bentuk usaha warga yang terdiri dari 7 keluarga yang memproduksi berbagai macam makanan untuk keperluan hajatan dan lain sebaginya khususnya pembuatan kue lapis basah. Kelompok Usaha  “ASIH” memproduksi kue lapis yang dipasarkan dengan 2 cara untuk memenuhi permintaaan konsumen yaitu melalui pasar tradisional setiap pagi dan menerima pesanan dari warga. Kue lapis yang dihasilkan juga sering dipesan untuk keperluan hidangan dalam berbagi keperluan hajat warga seperti pernikahan, pertemuan warga, pengajian, maupun pesta lain. Penerimaan pesanan yang banyak yang datang dari berbagai kalangan menjadi keuntungan namun juga menjadi kendala. Banyaknya pesanan tidak serta merta dapat diterima karena beberapa keterbatasan, diantaranya adalah keterbatan alat produksi.Proses produksi dalam pembuatan kue lapis yang memerlukan waktu lama, sekitar 12 jam menjadi salah satu pertimbangan terhadap beberapa permintaan yang datang akan diterima atau tidak, disamping jumlah pesanan yang diminta. Lamanya waktu produksi membatasi kemampuan jumlah produksi dalam setiap harinya. Pesanan yang dijadwalkan akan diambil oleh pembeli pada esok pagi hari maka mulai pengerjaannya sudah dilakukan sejak sore hari sebelumnya. Waktu paling lama dalam proses pembuatan kue lapis sejak persiapan bahan baku sampai tahap pengemasan terletak pada proses pendinginan yang memakan waktu lama kurang lebih 7 jam. Proses pendinginan dilakukan secara manual dengan cara diangin-anginkan sampai suhu turun dan menjadi dingin, kue lapis akan mengeras sehingga dapat dipotong-potong kemudian dikemas sesuai ukuran permintaan konsumen            Teknologi yang diberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat yang di Kelompok Usaha “ ASIH”  Dusun Kwasen adalah  perancangan alat pendingin kue lapis dengan menggunakan Double Fan. Alat ini bertujuan untuk mempercepat proses pendinginan pada proses produksi kue lapis yang sebelumnya hanya mengandalkan pendinginan manual. Prinsip kerja alat pendingin kue lapis adalah dengan memasang motor penggerak yang akan memutarkan baling-baling sehingga menghasilkan perputaran angina. Angin yang diambil dari luar dan kemudian dialirkan kedalam ruang  alat pendingin yang dirancang khusus untuk pendinginan kue lapis agar dihasilkan pendinginan yang merata. Perputaran angin dapat diatur kecepatan dan penggunaannya dalam ruang lain, hal ini untuk menghemat penggunaan daya listrik.
Integrated Woodencraft Cluster : Program Akselerasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Go International sebagai Upaya Pemberdayaan UKM Potensial Yogyakarta Ismianti Ismianti; Yun Prihantina Mulyani; Rasyid Halimi; Oktiyanto Ade Saputro
OPSI Vol 12, No 2 (2019): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.878 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v12i2.3119

Abstract

Small and Medium Enterprises (SMEs) have a very important role in the development of the Indonesian economy. Special Region of Yogyakarta (DIY) is one of the provinces that has many SMEs. The SMEs has the potential to penetrate the international market, one of which is a wooden handicraft SMEs. Woodencraft can be used as a cluster because it fulfills three factors that enable it to compete in the international market, namely the factor of global market needs, the factor of superior products, and potential SME product factors. However, woodencraft SMEs still face obstacles in product penetration abroad, namely obstacles from internal SMEs, the government, and international markets. The solution offered to help woodencraft SMEs to go international a program called Integrated Woodencraft Cluster, which is a cluster of woodencraft SMEs that integrates supply chain management (SCM) based distribution systems with four main lines (suppliers, production, sales, and information), internet-based information systems, and Just In Time (JIT) principle. The program involves local government, civil service, wood handicraft SMEs, suppliers of raw materials, and academics. The advantages of Integrated Woodencraft Clusters compared to conventional clusters include having a clear vision for exporting production, a structured managerial system, having an export agency, supplying raw materials, clear lines of information, and being able to facilitate all SME woodencraft, both on a small scale and intermediate.
Pengembangan Sistem Pendampingan Usaha Berkelanjutan Bagi UMKM Berbasis Sistem Manajemen Kinerja Mohammad Riza Radyanto; Endro Prihastono
OPSI Vol 13, No 1 (2020): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.285 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v13i1.3467

Abstract

During 2015-2018, Micro and Small and Medium Enterprises (MSMEs) entrepreneurs are faced with complex and multidimensional business problems influenced by internal and external factors. they are faced with problems that are classified into 5 main problems: marketing, finance, product legality, human resources, and packaging. The limited number of workers also affects business performance, where the average number of operators is 1-3 people per MSME, so steps are needed to maintain business performance namely through business assistance by outsiders. The purpose of this research is to produce a new system in the form of a continuous business assistance model involving 5 elements Penta helix: government, academia, business, community, and business assistants. The method used is a case study, a literature study based on gap analysis of previous research. The results obtained from this study are a new system in the form of a sustainable assistance model with 23 key performance indicators from 5 aspects of business based on a Performance Management System. In the future with this system, it is expected that Indonesian MSMEs have business resilience and sustainability.
PENENTUAN STRATEGI BERSAING BERDASARKAN SIMULASI SISTEM DINAMIS ( Studi Kasus di Industri Kecil Intan Rahmadhani Yogyakarta ) Susi Dwi Rahayu; Dyah Rachmawati Lucitasari; Sutrisno Sutrisno
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.586 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i1.2333

Abstract

Industri kecil Intan Rahmadhani merupakan salah satu industri makanan yang menjual produk berupa kripik tempe dan beberapa produk kripik lainnya yang berbahan baku dari sayuran dan biji-bijian. Permasalahan yang dihadapi industri Intan Rahmadhani saat ini adalah persaingan industri yang tinggi dan penjualan produk yang terus menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi bersaing yang dapat digunakan dalam menghadapi persaingan maupun memperbaiki kondisi yang sedang dialami industri Intan Rahmadhani. Penelitian ini diawali dengan menganalisis strategi yang sesuai dengan kondisi internal maupun eksternal industri Intan Rahmadani. Hasil dari analisis diperoleh tiga strategi yaitu inovasi produk, promosi dengan diskon, dan penjualan online. Strategi yang diperoleh dimodelkan berdasarkan simulasi sistem dinamis dengan software powersim. Pada pemodelan strategi dilakukan penyusunan causal loop diagram dan stock flow diagram untuk melihat hubungan timbal balik antar valiabel. Hasil dari simulasi dilakukan uji validasi menggunakan uji rata-rata (mean comparison). Pada penelitian ini pembangkitan skenario didasarkan pada hasil dari analsis strategi.Berdasarkan pengujian tingkat error, rekomendasi strategi yang tepat untuk industri Intan Rahmadhani adalah strategi pertama yaitu inovasi produk. Inovasi produk yang dilakukan adalah  menambah varian rasa produk coklat dan BBQ dengan harga jual yang sama yaitu sebesar Rp 7.500,-
PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINTS (TOC) PENJADWALAN FLOW SHOP PADA SISTEM PRODUKSI MAKE TO ORDER Hera Rianti; Laila Nafisah; Eko Nursubiyantoro
OPSI Vol 12, No 1 (2019): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.803 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v12i1.2830

Abstract

CV Putra Kilau Lampuan adalah erusahaan percetakan yang memproduksi buku, majalah, packaging, dan undangan.  Sistem produksi yang diterapkan berbasis Make To Order (MTO) dengan pola aliran proses produksi bersifat flow shop.  Perusahaan dihadapkan pada kendala banyaknya Work In Process (WIP) dengan kapasitas stasiun kerja yang terbatas, sehingga dapat menghambat aliran produksi dan waktu penyelesaian menjadi besar.  Penelitian menggunakan metode penjadwalan drum buffer rope dengan konsep pendekatan Theory of Constraints (TOC) yang berfokus kepada pemanfaatan stasiun kerja bottleneck.  Penjadwalan dimulai dari stasiun kerja bottleneck, kemudian baru dilakukan pada stasiun kerja non bottleneck. Penjadwalan pada stasiun kerja non bottleneck sebelum stasiun kerja bottleneck dilakukan secara backward, sedangkan stasiun kerja non bottleneck setelah stasiun kerja bottleneck dilakukan secara forward.  Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh stasiun kerja penyusunan kertas isi (SK 10) terjadi bottleneck. Penjadwalan produksi berdasarkan stasiun kerja bottleneck menghasilkan urutan order dari stasiun kerja 1 sampai stasiun kerja 13 dengan makespan sebesar 26,215 hari. Makespan tersebut lebih singkat dibandingkan dengan makespan perusahaan yang besarnya 30,041 hari.
IMPLEMENTASI KONSEP LEAN MANUFACTURING GUNA MENGURANGI PEMBOROSAN DI LANTAI PRODUKSI Almer Panji Pradana; Mochammad Chaeron; Muhammad Shodiq Abdul Khanan
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.003 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i1.2196

Abstract

CV Marga Jaya (Pabrik II) adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan paving/conblock secara masal. CV Marga Jaya (Pabrik II) selalu berusaha mengurangi pemborosan yang terjadi selama proses produksi paving/conblock. Pemborosan yang terjadi antari lain, adanya produksi berlebih, transportasi, waktu menunggu, dan cacat yang berlebih.  Lean Manufacaturing merupakan pendekatan yang bertujuan untuk merampingkan proses dengan mengurangi pemborosan yang terjadi selama proses produksi. Pendekatan konsep lean manufacturing dimulai dengan membuat big picture mapping, dilanjutkan dengan waste assessment model (WAM), diagram cause and effects, value stream analysis tools (VALSAT), usulan perbaikan waste yang terjadi, dan pembuatan descrete event simulation (DES). Hasil yang didapat bahwa waktu menunggu yang terjadi diperbaiki dengan menggunakan conveyor, produksi berlebih yang terjadi diperbaiki dengan melakukan perencanaan produksi, dan cacat berlebih yang terjadi diperbaiki dengan menggunakan 5W+1H dengan sebelumnya menggunakan konsep lean six sigma dan didapat nilai sigma sebesar 4,31 sigma. Simulasi proses menunjukkan dengan mengurangi pemborosan, kemampuan produksi naik 15,36% (penjemuran 30 hari) dan 147,20% (penjemuran 7 hari).
PENGENDALIAN PERSEDIAAN TABUNG GAS LPG UNTUK MEMINIMASI TOTAL BIAYA PERSEDIAAN (Studi kasus di PT Wina Wira Usaha Jaya, Yogyakarta) Gunawan Madyono Putro; Rizky Fawzi Eka Saputro
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.992 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2248

Abstract

Penelitian dilakukan pada sistem persediaan tabung gas LPG di PT. Wina Wira Usaha Jaya, Yogyakarta.  Saat ini perusahaan tersebut belum memiliki jadwal pasti untuk penebusan tabung gas dan hanya melakukan penebusan tabung LPG perhari tergantung pada tabung kosong yang tersedia. Terbatasnya penebusan tabung LPG serta permintaan konsumen yang tidak pasti sering menyebabkan kurangnya persediaan tabung LPG di gudang. Kekurangan dari permintaan baru bisa dipenuhi pada periode pemesanan berikutnya yang mengakibatkan beberapa konsumen beralih kepada agen lain untuk memenuhi kebutuhannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan periode pemesanan serta jumlah pemesanan tabung gas LPG supaya dapat  memenuhi permintaan konsumen.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model periodic review (P). Metode periodic review ini digunakan untuk menentukan waktu periode pemesanan dan menentukan jumlah maksimal persediaan di gudang. Hasil analasis perhitungan biaya persediaan dengan menggunakan metode model periodic review ini akan dibandingkan dengan biaya persediaan yang dilakukan oleh perusahaan saat ini.   Berdasarkan dari hasil pengolahan data   dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model periodic review didapatkan biaya persediaan yang lebih minimal.  Adapun system persediaan yang dilakukan adalah dengan cara sebagai berikut: periode pemesanan untuk tabung gas 12 kg adalah   0,0022 tahun (1 hari),  dan periode pemesanan untuk tabung gas 50 kg adalah  0,0192 tahun (7 hari).  Sedangkan jumlah  persediaan maksimal  untuk tabung gas ukuran 12 kg  adalah 817 tabung. dan untuk 50 kg adalah  79 tabung .  Dengan menggunakan system persediaan periodic review   maka  biaya persediaan berkurang 3,24 %. dari kebijakan perusahaan sebelumnya.  

Page 4 of 26 | Total Record : 255