cover
Contact Name
Hasan
Contact Email
jurnal.opsi@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
eko_nsby072@upnyk.ac.id
Editorial Address
d.a Jalan Babarsari 2 Tambakbayan Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
OPSI
ISSN : 16932102     EISSN : 26862352     DOI : https://doi.org/10.31315/opsi
Core Subject : Engineering,
Jurnal OPSI adalah Jurnal Optimasi Sistem Industri yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai wahana publikasi hasil karya ilmiah, penelitian rekayasa teknologi di bidang Teknik Industri, Sistem Industri, Manajemen Industri dan Teknologi Informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MEMPERTIMBANGKAN BACKORDER MENGGUNAKAN METODE QDENGAN KENDALA LUAS GUDANG UNTUK MEMINIMUMKAN TOTAL BIAYA PERSEDIAAN Agil Septian Library
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.1637

Abstract

PT. DINA AKRIMNA merupakan perusahaan yang memproduksi bata ringan jenis CLC (Cellular Lightweight Concrete). Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah sering terjadi perubahan permintaan produk secara tiba-tiba dari konsumen, oleh karena itu perlu pengendalian persediaan agar bahan baku tidak overstock maupun stockout terutama bahan baku semen dan foam agent. Namun kendala dari perusahaan adalah luas gudang yang terbatas, sehingga pemesanan bahan baku harus dilakukan dengan memperhatikan lot pemesanan terhadap luas gudang. Adanya permasalahan tersebut harus membuat perusahaan memperhitungkan total biaya persediaan dan banyaknya persediaan di gudang secara kontinyu agar mendapatkan hasil perhitungan yang benar, serta harus memesan kembali secara tepat sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas dari gudang.Untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan metode Q (Continous Review System) serta dengan metode pengali lagrange untuk membantu perhitungan terhadap kendala luas gudang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kebijakan persediaan bahan baku semen dan foam agent  sehingga dapat memenuhi permintaan yang probabilistik agar dapat meminimasi total biaya persediaan per tahun.Hasil perhitungan untuk bahan baku semen yang optimal yaitu lot pemesanan 900 unit, periode pemesanan setiap 22 hari, serta total biaya persediaan yang ditimbulkan sebesar Rp 77.680.200. Sementara hasil perhitungan untuk bahan baku foam agent yang optimal yaitu lot pemesanan 14 unit, periode pemesanan setiap 44 hari, serta total biaya persediaan yang ditimbulkan sebesar Rp 4.784.950.
COVER JURNAL OPSI VOLUME 12 NO 1 JUNI 2019 Admin Admin
OPSI Vol 12, No 1 (2019): ISSN 1693-21020
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.921 KB)

Abstract

Cover Jurnal OPSI Volume 12 Nomor 1 Juni 2019
PENENTUAN KOMBINASI KROMIUM-GAMBIR TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA PROSES PENYAMAKAN KULIT IKAN TALANG-TALANG (QUEENFISH) DENGAN METODE TAGUCHI Endang Sulistyaningsih; Muhammad Syahri; Dyah Rachmawati Lucitasari
OPSI Vol 11, No 1 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.834 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i1.2197

Abstract

Saat ini, kulit ikan masih sedikit jumlahnya sehingga jarang digunakan dalam industri penyamakan kulit. Kulit ikan talang-talang merupakan limbah buangan, sehingga dapat diolah menjadi kulit tersamak dan dapat dijadikan produk tas atau dompet, yang harus mempunyai kekuatan tarik yang baik, dimana tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kombinasi kromium-gambir terhadap kekuatan tarik pada proses penyamakan kulit ikan talang-talang dengan metode Taguchi. Dalam penelitian ini menggunakan faktor terkendali yaitu Cr2O3 (krome okside) 1,5%, 2,5%, 3,5%, bahan gambir 6%, 8%, 10%, waktu proses retanning 20 menit, 40 menit, 60 menit, minyak sulfat 10%, 11%, 12%. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kombinasi faktor dan level yang paling baik adalah faktor A (krome okside) level 3 yaitu 3,5%, faktor B (bahan gambir) level 3 yaitu 10%, faktor C (waktu proses retanning) level 2 yaitu 40 menit, faktor D (minyak sulfat) level 1 yaitu 10%. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mengatur kembali faktor dan level kendali, menambahkan interaksi yang terjadi, lebih baik dilakukan dengan langkah studi kasus di lapangan, dan menambahkan analisis untuk menaikkan kualitas kulit ikan selain kekuatan tarik.
Evaluasi Risiko Rantai Pasok pada Komoditas Bawang Merah di Lampung Rizqa Ula Fahadha; Tutik Nuryati; Sutarto Sutarto
OPSI Vol 12, No 2 (2019): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.261 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v12i2.3162

Abstract

The Study of supply chain risk in shallot commodity needs to take more concern. This is related to the increasing number of risks that faced in different the Industrial and business world. Based on these risks, currently the condition of the Shallot commodity supply chain performance is less than expected. In Relations of existence of risks in the supply chain, risk management plays an important role in keeping the supply chain system in order to be not disrupted. Risk Management is the part. Risk management is an integral part of the management process that runs continuously to minimize losses either increase opportunities or opportunities. This risk management process starts from the process of risk identification, risk assessment, mitigation, monitoring and evaluation. The purpose of this research is to evaluate the risk of supply chain shallot commodity. The Step that has to do is risk identification, risk analyze, and risk evaluation of supply chain. House of Risk (HOR) model is the method that used to identification, analyze, and evaluation the risk of shallot commodity.
PENGUKURAN TINGKAT EKO-EFISIENSI MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) UNTUK MENCIPTAKAN PRODUKSI BATIK YANG EFISIEN DAN RAMAH LINGKUNGAN (Studi Kasus di UKM Sri Kuncoro Bantul) Yulius Windrianto; Dyah Rachmawati Lucitasari; Intan Berlianty
OPSI Vol 9, No 2 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.845 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i2.2324

Abstract

Penelitian ini dilakukan di industri batik Sri Kuncoro, desa Giriloyo, Imogiri, Bantul. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan alternatif terbaik untuk memperbaiki produksi batik tulis pewarna sintetis Sri Kuncoro sehingga diperoleh produksi batik yang efisien dan ramah lingkungan.Metode yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) dan Eco-Efficiency Ratio (EER). Metode LCA merupakan metode untuk mengidentifikasi dan menghitung penggunaan energi, penggunaan sumber daya alam, dan pembuangan pada lingkungan, serta mengevaluasi dan menerapkan kemungkinan perbaikan lingkungan. Metode LCA dilakukan melalui empat tahap yaitu goal and scope, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA), dan interpretasi. Metode Eco-Efficiency Ratio (EER) merupakan metode untuk mengetahui tingkat sustainable suatu produk.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memperbaiki produksi batik dibutuhkan alternatif pengganti, yaitu mengganti kompor minyak tanah dengan kompor listrik pada proses pembatikan, dan mengganti kayu bakar dengan bahan bakar gas pada proses nglorod. Nilai EER pada produksi batik Sri Kuncoro sebesar 56%, dan batik alternatif pengganti sebesar 60% dengan nilai affordable dan sustainable lebih besar dari 1.
PERENCANAAN PEMESANAN EKONOMIS PROBABILISTIK UNTUK MEMINIMASI BIAYA PERSEDIAAN Eko Nursubiyantoro; Wawan K Rizal
OPSI Vol 11, No 2 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.056 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i2.2558

Abstract

ANALISIS PERFORMANSI DEPARTEMEN MACHINNING MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENES (OEE) (Studi Kasus pada Perusahaan Pengecoran Logam XYZ) Ahmad Muhsin
OPSI Vol 9, No 01 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.746 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i01.2170

Abstract

Perusahaan XYZ bergerak dalam bidang pengecoran logam pembuatan produk spare part mesin diantaranya tee all flange, dismanting joint, bell mouth, street box, duck foot bend dan bend socket spigot. Peruhaan ini memiliki alur produksi yaitu : supplying, casting, machining, finishing dan packaging. Perusahaan men-galami beberapa kerugian yang diakibatkan keterlambatan pengiriman produk ke konsumen. Keterlambatan pengiriman ini dikarenakan produk yang dipesan belum jadi. Perusahaan sebenarnya telah memprediksi bahwa rendahnya kinerja disebabkan banyaknya produk cacat, dan lamanya proses pengerjaan di Departe-men Machinnning. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja performansi Departemen Machinning serta mengetahui penyebab akar permasalahan agar dapat diberikan solusinya.Metode yang digunakan untuk mengukur performansi Departemen Machinning menggunakan metode Overall Equipment Effectivenesss dengan sehingga di-peroleh nilai availability, performance efficiency, dan rate of quality product. Setelah diiukut OEEnya maka dilanjutkan dengan mengetahui serta menentukan factor-faktor yang menyebabkan penurunan performansi menggunakan metode di-agaram fish bone.Dari hasil penelitian diperoleh performansi Departemen Machinning berdasar-kan nilai OEE sebesar 83,85% belum sesuai dengan standar yang ditetapkan sebe-sar 85% yang dipengaruhi oleh availability 87,5% dan rate of quality product 95,88% yang belum standar. Rendahnya nilai rate of quality product disebabkan oleh banyaknya produk cacat atau reject yang dihasilkan, sedangkan rendahnya nilai availability disebabkan pengulangan proses pengerjaan akibat rusaknya benda kerja karena bahan baku rapuh.
PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN ALUMNI (TRACER STUDY) BERBASIS WEB Eko Nursubiyantoro; Puryani Puryani
OPSI Vol 9, No 2 (2016): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.296 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v9i2.2228

Abstract

PERANCANGAN SISTEM KERJA UNTUK MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI MELALUI PENDEKATAN MACROERGONOMIC ANALYSIS AND DESIGN DI SENTRA INDUSTRI BATIK AYU ARIMBI SLEMAN Trismi Ristyowati; Tri Wibawa
OPSI Vol 11, No 2 (2018): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.22 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v11i2.2553

Abstract

PENENTUAN HARGA PRODUK PLYWOOD MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM Nugroho Noto Susanto; Mochammad Chaeron; Sutrisno Sutrisno
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.544 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v10i2.2109

Abstract

PT Mapan Wijaya adalah perusahaan yang memproduksi plywood. Plywood merupakan material papan yang tersusun dari beberapa lapis kayu melalui proses perekatan dan pemampatan tekanan tinggi. Harga pasar produk plywood sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumen, jika daya konsumtif turun maka dapat terjadi penurunan harga pasar dan sebaliknya. PT. Mapan Wijaya dalam menentukan harga produk plywood hanya mengikuti keadaan harga pasar, tanpa mempertimbangkan informasi mengenai biaya produksi. Hal tersebut menyebabkan perusahaan tidak bisa mengetahui besarnya keuntungan secara pasti. Tujuan penelitian ini adalah menentukan harga produk plywood secara  lebih akurat dengan mempertimbangkan informasi-informasi biaya di dalam proses produksi. Metode yang digunakan adalah Activity Based Costing (ABC) System dengan melakukan 7 langkah, yaitu: mengidentifikasi produk yang menjadi obyek biaya, menghitung biaya langsung produk plywood, memilih dasar pengalokasian biaya yang akan digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke produk plywood, mengidentifikasi biaya tidak langsung yang berkaitan dengan setiap dasar alokasi biaya, menghitung tarif per kubik dasar alokasi biaya guna mengalokasikan biaya tidak langsung ke produk, menghitung biaya tidak langsung yang dialokasikan ke produk plywood dan menghitung total biaya produk dengan menjumlahkan semua biaya.Harga produk plywood dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) System yang mempertimbangkan informasi-informasi dalam proses produksi adalah sebesar Rp 3.426.550,45 per meter kubik. 

Page 6 of 26 | Total Record : 255