cover
Contact Name
Thema Arrisaldi
Contact Email
arrisaldi@gmail.com
Phone
+6282243576656
Journal Mail Official
jurnalmtg@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta, Jalan SWK Ringroad Utara,Condong Catur Kabupaten Sleman jurnalmtg@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MTG
ISSN : 19790090     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebumian MTG (JMTG) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JMTG covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining,Geography and geo-environment. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 144 Documents
ANALISI LITOFASIES ANGGOTA CAWANG DAERAH KOTA AMAN DAN SEKITRNYA KECAMATAN BUAY SANDANG AJI, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN, PROVINSI SUMATRA SELATAN Silastria Abiyatrin E Lassa
Jurnal Ilmiah MTG Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah MTG Volume 13 No.1, Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v13i2.9458

Abstract

ABSTRAK Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat (UTM-WGS 84 zona 48S) 377700 mT-383000 mT dan 9503560 mU- 9505800 mU Sedangkan secara administratif daerah penelitian termasuk kedalam wilayah Kota Aman, Kecamatan Buay Sandang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan. Aspek geomorfologi pada daerah telitian dibagi menjadi empat satuan benuk lahan antara lain Perbukitan Homoklin (S1), Perbukitan Denudasional (D1) Tubuh Sugai (F1) dan Dataran Aluvial (F2). Pola Pengaliran yang berkembang ada dua pola pengaliran yaitu pola pengaliran subdendritik dan subparaler. Struktur yang berkembang pada daerah penelitian berupa kekar dengan tegasan timurlautbaratdaya. Terdapat satu pola sesar yaitu sesar mendatar dengan pola timur laut- baratdaya. Potensi pada daerah penelitian antara lain potensi positif berupa keterdapatan bahan galian C dan potensi negatif berupa gerak massa. Stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi empat satuan batuan dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir Cawang, Satuan Batupasir Talangakar, Satuan Batugamping Baturaja dan Endapan Aluvial. Analisi litofasies dilakukan pada Satuan Batupasir Cawang didapatkan elemen arsitektural berupa Sand Bedfrom (SB).Kata Kunci : geologi, batupasir, litofasies,
Geologi dan Pengaruh Nilai Porositas Terhadap Nilai Kuat Geser Batugamping Daerah Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Wulandari, Ade Ratna
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.9933

Abstract

Daerah penelitian terletak di daerah Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada zona 49 S UTM dengan koordinat 419270 – 424270 mE, 9131363 – 9136363 mS. Terdapat 2 jenis pola pengaliran yang berkembang pada daerah penelitian, yaitu pola pengaliran dendritik (DND) dan subdendritik (SDND). Secara geomorfologi, daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan bentuklahan, yaitu perbukitan bergelombang, dataran nyaris, anak sungai, dan dataran alluvial. Secara stratigrafi, daerah penelitian tersusun oleh 4 satuan batuan. Urutan satuan batuan di daerah penelitian dari yang tertua sampai termuda yaitu Satuan batunapal Sentolo, Satuan batugamping pasiran Sentolo, Satuan batugamping Sentolo, dan Satuan endapan alluvial. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian adalah kekar gerus. Analisis pengaruh nilai porositas terhadap nilai kuat geser batugamping dilakukan pada 3 titik. Berdasarkan hasil pengujian analisis nilai porositas yang dilakukan pada 3 sampel uji, didapatkan nilai porositas sampel A1 sebesar 12,74%, sampel A2 sebesar 10,56%, dan sampel A3 sebesar 9,35%. Untuk sampel A1 diperoleh nilai kuat geser sebesar 17,634 kPa, sampel A2 sebesar 26,993 kPa, dan sampel A3 sebesar 27,830 kPa. Porositas dan kuat geser memiliki persamaan regresi linier y = -3,1612x + 58,556 dengan koefisien determinasi R² = 0,9205. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini porositas memiliki pengaruh sebesar 92,05 % terhadap kuat geser. Semakin besar nilai porositas, maka semakin kecil nilai kuat geser.
Seismicity Analysis and Velocity Structure of Two-phase Geothermal Field in Southern Bandung Al Hakim, Muhamad Firdaus
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.9950

Abstract

Over a duration of six months, we conducted a microearthquake analysis to characterize the subsurface conditions in the two-phase geothermal field located in Southern Bandung. Throughout the study, a total of 754 microearthquake (MEQ) data were recorded from at least 15 monitoring stations. After selection process of the dataset, 362 events were selected based on their azimuthal gap angle being less than 180°. Initially, the earthquake locations were determined using the Geiger method. Subsequently, we updated the hypocenter locations through simultaneous inversion, incorporating 1D velocity structure and 3D tomographic inversion. Our analysis revealed three primary seismicity clusters, which likely correspond to the injection and production activities within the geothermal field. The southern cluster aligns with the injection wells, extending from a depth of 1 km to 8 km, suggesting that the MEQ events were induced by injection activity. In the production area, a higher concentration of events is observed, densely distributed between depths of 1 km and 3 km. We suspect that the third cluster is associated with the development activity of a steam-dominated geothermal field located east of the main field. Notably, low Vp/Vs values near the surface are detected and exhibit increased thickness towards the north. These characteristics are interpreted as indicative of the steam zone, as the anomaly's location aligns closely with the production area. The thickening of the low Vp/Vs zone towards the north suggests the presence of steam as the impact of fluid extraction in the region, leading to a decline in pressure.
Analisis Perbandingan Tipe Fluida Berdasarkan Kandungan Anion Cl-SO4-HCO3 Pada Mataair Panas Candi Gedong Songo Dan Mataair Panas Derekan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Retongga, Nofrohu
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.8358

Abstract

Lokasi penelitian terletak di daerah mataair panas Candi Gedong Songo dan mataair panas derekan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi perbandingan tipe fluida berdasarkan kandungan anion Cl-SO4-HCO3 pada mataair panas Gedong Songo dan mataair panas Derekan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Analisis tipe fluida mataair panas menggunakan data hasil pengujian geokimia. Berdasarkan hasil analisis geokimia dan perhitungan persentase kadar  unsur  Cl, SO4 dan HCO3, yang kemudian diplotkan dalam diagram Ternary Plot kandungan fluida mataair panas yang terdapat pada daerah Gedong Songo merupakan fluida air Sulfat, dikarenakan dari hasil analisis kimia diketahui unsur SO4 (Sulfat) merupakan unsur yang paling dominan dan berada pada Volcanic Waters. Berdasarkan hasil analisis geokimia dan perhitungan persentase kadar  unsur  Cl, SO4 dan HCO3 , yang kemudian diplotkan dalam diagram Ternary Plot kandungan fluida mataair panas yang terdapat pada daerah Derekan merupakan fluida air Bikarbonat. Hal ini dikarenakan dari hasil analisis geokimia diketahui unsur HCO3 (Bikarbonat) merupakan unsur yang paling dominan dan berada pada Peripheral Water.
Geologi dan Identifikasi Potensi Gasifikasi Under Ground Coal Gasification (UCG) Batubara Bawah Permukaan Berdasarkan Karakteristik Seam Batubara Di Area Pit Bangko Barat PT Bukit Asam Tbk, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan Putra, Gerhana Prasetyo
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah penelitian secara administratif berada di Daerah Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan tepatnya berada di area PIT Banko Barat yang merupakan konsesi dari PT. Bukit Asam Tbk tepatnya pada koordinat (UTM-WGS84 zona 48S) X1;Y1= 368714; 9582477, X2;Y2= 369941; 9582477, X3;Y3= 369941; 9581477, X4;Y4= 368714; 9581477. Metode penelitian yang dilakukan berupa studi pustaka, pemetaan geologi permukaan, analisis geomorfologi, analisis struktur geologi, analisis petrografi, analisis stratigrafi, analisis data wireline log, analisis data proksimat, dan analisis potensi UCG daerah penelitian. Stratigrafi pada daerah penelitian termasuk dalam Formasi Muara Enim, yang terdiri atas tiga satuan batuan, dari tua ke muda diendapkan secara berurutan satuan batupasir b muara enim, satuan batulanau muara enim, dan satuan batupasir a muara enim. Ketiga satuan batuan berumur Miosen Akhir-Pliosen dan diendapkan pada lingkungan lower delta-plain. Pada analisis struktur geologi daerah penelitian, diketahui kemiringan batuan berarah tenggara-barat laut serta dijumpai kekar berpasangan dan Cleat  pada batubara. Diketahui bahwa seam B1 pada sumur RN_01, RN_06 serta seam C pada sumur RN_01, RN_03, RN_04, RN_05, RN_06 merupakan seam yang berpotensi dalam pengembangan UCG berdasarkan pada parameter gasifikasi seperti ketebalan, kedalaman, kadar abu + kadar air total < 60%, rank lignit-bituminus, diapit lapisan impermeable, dip yang tidak terlalu curam (± 20°), struktur geologi sederhana, jauh dari intrusi, dan lebih dari 1 sumur.
Geologi Dan Studi Hubungan Stratigrafi Satuan Batupasir Kasar Muarasoma Dengan Satuan Batulempung Jambor Baru,Mandailing Natal, Sumatra Utara Daulay, Dedy Indrawan
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.9783

Abstract

Abstrak Daerah telitian dibagi menjadi 2 satuan bentuk asal, yaitu Bentuk asal Struktural yang terdiri dari : Perbukitan homoklin Bergelombang Sedang (S21), Bentuk Asal Denudasional yang terdiri dari : Dataran Terkikis (D14), Bukit Terisolir (D4). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu subpararel yang merupakan pola ubahan dari pola pararel yang terjadi karena pengaruh dari topografi maupun struktur geologi pada suatu daerah. dengan panjang 3 km dan lebar 2 km. Stratigrafi daerah telitian berdasarkan ciri-ciri litologi dapat dikelompokkan menjadi 2 Satuan Batuan dari tua ke muda, yaitu satuan batupasir kasar Muarasoma terdiri dari dominasi batupasir, dengan perselingan batulempung, rijang, batuserpih dan disebut satuan batupasir kasar muarasoma. Satuan batuan diendapkan pada lingkungan laut dalam Smooth Subprafan lobes on Midle Fan, Walker (1978). Satuan batulempung Jambor Baru terdiri dari dominasi batulempung, dengan perselingan batupasir, batupasir tuffan, dan disebut satuan batulempung jambor baru. Satuan batuan diendapkan pada lingkungan laut dalam Lower fan, Walker (1978). Pada Jambor Baru terdapat batugamping yang diinterpretasikan sebagai blok-blok yang berumur lebih tua. Kata kunci: bentuk asal, pola pengaliran, laut dalam. AbstractThe study area is divided into 2 original form units, namely Structural original form consisting of: Moderate Wavy Homoclinal Hills (S21), Denudational Original Forms consisting of: Eroded Plains (D14), Isolated Hills (D4). The drainage pattern that develops in the research area is subparallel which is a pattern of changes from parallel patterns that occur due to the influence of topography and geological structures in an area. with a length of 3 km and a width of 2 km. The stratigraphy of the study area based on lithological features can be collected into 2 rock units from old to young, namely the Muarasoma coarse sandstone unit consisting of sandstone predominance, with alternating claystone, chert, shale and is called the Muarasoma coarse sandstone unit. The rock unit was deposited in a marine environment in Smooth Subprafan lobes on Middle Fan, Walker (1978). The New Jambor claystone unit consists of claystone dominance, with alternating sandstones, tuffan sandstones, and is called the new Jambor claystone unit. Rock units deposited in the marine environment in the Lower fan, Walker (1978). At Jambor Baru there are limestones which are interpreted as older blocks. Keywords: original form, drainage pattern, deep sea
Geologi Dan Studi Faktor Keamanan Lereng Embung Klonggean Desa Siwalan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur Adam, Ignasius Mahendradewa
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.9767

Abstract

This study aims to determine the geological conditions of the research area and to analyze and determine the stability of the slopes of the Klonggean dam based on the calculation of the safety factor of the slope by analyzing the stability of the slope in terms of the intensity of the slide (Bowles1984). The method used is the analysis of the slope factor of safety using Simplified Bishop Method use RoscienceSlide 6.0 software and graphical methods Hook and Bray (1981) which performed calculations manually. The results of the analysis get a factor of safety (FK) that is not much different and both are in the safe/stable category (slides rarely occur)) (Bowles 1984): 1. The results of the analysis of slope stability with Bishop Simplified Method use RocsienceSlide 6.0 Software obtained FK value of 2.944 (FK> 1.25). 2. The results of the analysis using the graphical method Hook and Bray obtained a safety factor value of 2.794 (FK> 1.25).
Analisis Potensi Longsor Menggunakan Metode Weighted Overlay di Daerah Aliran Sungai Progo Ulfa, Uli
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.10345

Abstract

Kawasan DAS Progo merupakan salah satu wilayah konservasi yang saat ini banyak mengalami kerusakan. Hal ini terjadi karena perubahan fisik akibat peralihan pemanfaatan lahan terutama untuk bangunan yang tanpa disadari memberi pengaruh besar terhadap pergerakan tanah penyebab longsor. Selain itu, DAS Progo berada pada wilayah pegunungan dan perbukitan yang dapat memungkinkan terjadinya bencana tanah longsor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi rawan longsor pada kawasan DAS Progo sebagai upaya mitigasi bencana sehingga dapat mencegah dan meminimalisir terjadinya kerusakan. Penelitian ini menggunakan metode Weighted Overlay dalam melakukan analisis pemetaan daerah rawan longsor di DAS Progo. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor alami dan manajemen yang mempengaruhi terjadinya longsor di DAS Progo. Faktor curah hujan dan kemiringan lereng memberikan pengaruh yang dominan terhadap potensi rawan longsor pada kawasan DAS Progo. Secara umum kawasan ini didominasi dengan tingkat potensi Sedang-Tinggi. Hasil analisis pemetaan didapatkan bahwa daerah yang memiliki potensi bahaya longsor Sangat Tinggi pada kecamatan Pakem Kabupaten Sleman dan kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Kawasan dengan potensi rawan longsor Tinggi berada pada wilayah dengan morfologi perbukitan dan pegunungan, baik pada kompleks pegunungan kulonprogo, maupun kompleks gunungapi Merapi, Merbabu, Sindoro, dan Sumbing.
Kajian Gerakan Massa Berdasarkan Klasifikasi RMR Dan SMR Di Gondoriyo dan sekitarnya, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah Permatasani, Anita Dwi
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.10181

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Gondoriyo, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora yang banyak dilakukan penambangan secara lokal.. Selain itu juga, daerah penelitian dilihat dari aspek geomorfologi merupakan perbukitan berelief tinggi dengan beberapa pengaruh struktur geologi berupa kekar, sesar, dan lipatan. Pengupasan lereng yang dilakukan saat pembukaan lahan pertambangn sangat perlu diperhatikan, karena kesalahan dalam pengupasan lereng ini dapat berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Selain dari pengupasan lereng, kestabilan lereng juga dapat dipengaruhi oleh kualitas dari massa batuan penyusun lereng tersebut. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dan analisis dengan studi Pustaka. Secara geologi, derah penelitian memiliki kontrol struktur yang intens dilihat dari pola pegaliran yang berkembang berupa subdendriik, trellis, subtrellis, dan parallel. Selain itu daerah peleitian berkembang struktur geologi berupa kekar, sesar mendatar, dan lipatan. Persebaran litologi di daerah penelitian secara tidak resin tersusun atas 3 lithostratigrafi yaitu Satuan Batupasir Ngrayong, Satuan Batugamping kalkarenit Bulu, dan Satuan Batulempung karbonatan Wonocolo. Penelitian kualitas massa batugamping dilakukan pada 4 lereng yang masing-masing lereng tersusun atas batugamping dan batupasir karbonatan. Nilai RMR yang didapatkan dimasing-masing lereng secara keseluruhan berada pada kelas sedang dan nilai SMR di daerah penelitian di peroleh berkisar antara 20-60 dan berpotensi terjadi Gerakan massa berupa longsoran baji. Kata Kunci: Gerakan Massa, Kecamatan Todanan, RMR, SMR
Komposisi Maseral Organik Terhadap Karbonisasi Batubara Daerah Muara Singan dan Sekitarnya, Kalimantan Tengah Nefia, Arica
Jurnal Ilmiah MTG Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MTG Volume 14 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmtg.v14i1.9765

Abstract

Daerah penelitian secara administrasi berada pada daerah Desa Muara Singan dan Sekitarnya, kecamatan Gunung Bintangawai kabupaten, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah dan secara geografis terletak pada BT 115° 10' 00” BT - 115° 13' 30” dan LS 1°32' 0” LS 1°35'30”. Penelitian dilakukan dengan pemetaan geologi permukaan untuk mengetahui lapisan batubara pada daerah Muara Singan dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi maseral organic pada lapisan batubara sebagai bahan baku karbonisasi. Proses karbonisasi merupakan peningkatan pemanfaatan batubara dengan pengkayaan unsur karbon. Penentuan karbonisasi menggunakan metode penelitian menggunakan 4 sampel batubara yang didapatkan dari singkapan permukaan batubara dan dilakukan analisa laboratorium berupa maseral batubara, Rv, calori value dan FSI. Maseral batubara yaitu komponen asal pembentuk batubara terbagi berupa vitrinite, Liptinite, dan Inertinite. Maseral Inertinite adalah proses oksidasi tumbuhan yang terbakar atau hasil dari pembusukan jamur atau bakteri. Hasil analisa petrografi didapatkan komposisi maseral vitrinite 67-84,2 %vol, Liptinite 0.4-7.4%vol, Inertinite 7-31%vol, dan mineral matter 1.4-3.4%vol,  berdasarkan nilai kalori dan reflektan vitrinit batubara memiliki rank Lignite hingga High volaile subbituminous C dengan nilai kalori 4489-6896 cal/gr, dan nilai Free Swelling Index 1-3.5. Batubara pada daerah Muara Singan yang dapat digunakan sebagai bahan baku karbonisasi yaitu pada sampel 4 dengan kandungan Inertinite 31%vol dan FSI 2 (Sifat caking sedang).