cover
Contact Name
Thema Arrisaldi
Contact Email
arrisaldi@gmail.com
Phone
+6282243576656
Journal Mail Official
jurnalmtg@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta, Jalan SWK Ringroad Utara,Condong Catur Kabupaten Sleman jurnalmtg@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MTG
ISSN : 19790090     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebumian MTG (JMTG) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JMTG covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining,Geography and geo-environment. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 144 Documents
ALTERASI DAN MINERALISASI EMAS DAERAH PERTAMBANGAN RAKYAT DI PANYABUNGAN, KABUPATEN MANDAILING-NATAL, SUMATERA UTARA BERDASARKAN STUDI PIMA, PETROGRAFI, AAS DAN INKLUSI FLUIDA Nayarudin N. Rahmat
Jurnal Ilmiah MTG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Mineralisasi emas daerah pertambangan rakyat di Panyabungan, Kabupaten Mandailing-Natal, Provinsi Sumatera Utara ditempati secara dominan oleh batuan klastika gunungapi (volkaniklastik) berkomposisi andesitik dan dasitik. Mineralisasi emas ini berasosiasi dengan kumpulan ubahan hidrotermal dari proximal ke distal yaitu alterasi silisifikasi, argilik, dan propilitik. Mineralogi endapan ini terdiri atas emas dan perak dengan sedikit pirit, sfalerit, kalkopirit, galena dan mangan. Batuan yang termineralisasi emas ditandai oleh keberadaan urat kuarsa dengan tekstur vug/cavities, berlapis (banded: crustiform-colloform), breksiasi, kalsedonik,bladed, comb structure, dogtooth, stockwork dan masif yang merupakan ciri khas dari jenis endapan epitermal.Berdasarkan alterasi dan mineralisasi yang berkembang dengan dibantu oleh analisa laboratorium seperti PIMA, petrografi, AAS dan inklusi fluida maka dapat menginterpretasikan secara lebih detil mengenai mineral-mineral ubahan, hubungan antar unsur logam, jenis endapan, suhu dan kedalaman pembentukan endapan bijih.Kata kunci: Mineralisasi emas, ubahan hidrotermal, epitermal
PENGARUH STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP GERAKAN TANAH DI DUSUN WINDUSARI, DESA METAWANA, KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH RR. Mekar Ageng Kinasti
Jurnal Ilmiah MTG Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Windusari, Desa Metawana, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah adalah termasuk kedalam tipe gelinciran (Rotation Slide), berdasarkan Verhoef 1985. Gerakan tanah mempunyai arah pergerakan yang membelok dari N040ºE – N050ºE/ 70º menjadi N070ºE – N110ºE/ 30º - 40º, kemudian pada bagian bawah bergerak dengan arah umum N090ºE – N120ºE/ 30º - 40º. Secara keseluruhan, arah umum pergerakan longsoran (gerakan tanah) adalah N070ºE – N110ºE/ 30º - 40º. Berdasarkan pengukuran rekahan, melalui perbandingan arah umum pergerakan sesar, kekar dan pergerakan tanah, dapat diketahui bahwa pergerakan tanah yang terjadi mempunyai arah umum yang relatif sama dengan arah umum sesar maupun kekar daerah telitian. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa selain dipengaruhi oleh faktor – faktor eksternal seperti iklim, lingkungan, ataupun faktor alam, struktur yang berkembang pada daerah telitian sangat berpengaruh terhadap gerakan tanah yang terjadi.Kata Kunci : Pergerakan tanah, pengaruh struktur
POTENSI SUMBERDAYA BATUBARA DAERAH NYUATAN KABUPATEN KUTAI BARAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Idarwati Idarwati
Jurnal Ilmiah MTG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Dewasa ini pemerintah tengah meningkatkan pemanfaatan batubara sebagai energi alternatif baik untuk keperluan domestik seperti pada sektor industri dan pembangkit tenaga listrik, maupun untuk keperluan ekspor. Sejalan dengan itu pemerintah telah melibatkan pihak swasta dalam pengusahaan pengembangan batubara.Secara administratif lokasi daerah penelitian terletak pada daerah Nyuatan dan sekitarnya, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur dengan geografis lokasi terletak pada koordinat 00.29’.14” – 00.32’.00” Lintang Utara dan 1150.14’.35” – 1150.18’.13” Bujur Timur. Formasi daerah penelitian ditempati oleh Formasi Warukin pada bagian utara yang berumur Miosen Tengah – Miosen Akhir dan pada bagian Selatan ditempati Formasi Pamaluan yang berumur Oligosen Akhir – Miosen Awal, yang membentang dari Baratdaya – Timurlaut dan merupakan Formasi pembawa batubara.
PEMETAAN GEOLOGI DAERAH SEMARANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GAJAHMUNGKUR, SAMPANGAN, KOTAMADYA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Rohima Sera Afifah
Jurnal Ilmiah MTG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Geologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang bumi, sehingga dalam penerapan secara langsung di lapangan, yang tercakup dalam konsep pemetaan. Pemetaan Geologi di daerah Semarang dan sekitarnya, Kecamatan Gajahmungkur, Sampangan, Kotamdya Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Administrasi daerah pemetaan pada Peta Topografi nomor lembar peta 47/XL-c(74-c) dan 47/XL-d(74-d) skala 1:25.000. Luas kurang lebih 25 km2, meliputi wilayah Jatingaleh, Tinjomoyo, Bendan Duwur-Ngisor, Sampangan,Petompon, Simongan, Genuk, Gajahmungkur, Karangpanas, Kaliwiru, Kagok, Tegalsari, Wonotingal. Bentuk morfologi Kota Semarang merupakan dataran rendah dan perbukitan yang memiliki ketinggian beragam, yaitu antara 0,75 – 348 m di atas permukaan laut, dengan topografi terdiri atas daerah pantai/pesisir, dataran dan perbukitan dengan kemiringan lahan berkisar 0% – 45%, dengan sebagian besar memiliki struktur geologi berupa batuan beku. Metode analisis yang digunakan dalam pemetaan ini adalah metode analisis geomorfologi, analisis petrologi, analisis struktur geologi, dan analisis gerakan tanah. Geomorfologi daerah pemetaan dibagi menjadi 4 satuan bentuklahan, yaitu: Satuan Bentuklahan Struktural Perbukitan Terjal (S1), Satuan Bentuklahan Denudasional Perbukitan Landai (D1), Satuan Bentuklahan Struktural - Denudasional Perbukitan Terjal (S8), Satuan Bentuklahan Fluvial Dataran Sungai Dan Tubuh Sungai (F1 dan F3). Urutan stratigrafi daerah pemetaan dari yang tua sampai yang muda adalah: Satuan endapan material lepas sungai pada Formasi alluvium paling muda, satuan breksi vulkanik Formasi Kaligetas, satuan batupasir Formasi Damar, satuan batupasir karbonatan Formasi Kalibeng, satuan batupasir karbonatan – batulempung karbonatan Formasi Kerek. Struktur Geologi daerah pemetaan adalah Struktur Kekar, Reverse Fault, dan Sesar Turun. Sejarah Geologi daerah pemetaan dimulai dari Miosen Tengah-Holosen. Pada Kala itu terjadi pengendapan seperti di urutan stratigrafi daerah pemetaan dan diikuti dengan terjadinya pengangkatan yang diikuti terbentuknya Reverse Fault, kemudian diikuti terbentuknya Sesar Turun dan Kekar. Potensi daerah pemetaan berupa potensi bahan galian batupasir yang umumnya digunakan bahan bangunan. Sedangkan bencana geologi daerah pemetaan berupa Gerakan Tanah Jenis gerakan longsoran termasuk jenis gelinciran (slides).Kata kunci : Geomorfologi, Bentuklahan, Stratigrafi, Struktur Geologi
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT ALIRAN LAHAR DINGIN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KALI GENDOL KABUPATEN SLEMAN Aufa Khoironi Thuba Wibowo
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Magister Teknik Geologi Program Pascasarjana UPN ”Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Gunungapi Merapi merupakan gunungapi paling aktif di Indonesia. Potensi bahaya vulkanik gunungapi Merapi salah satunya adalah bahaya sekunder berupa aliran lahar dingin. Salah satu sungai yang memiliki resiko kerugian besar adalah Kali Gendol, karena sungai ini memiliki endapan material vulkanik yang cukup banyak dibanding dengan sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan estimasi kemampuan tampungan Kali Gendol terhadap volume lahar dingin serta estimasi waktu maksimal bagi Kali Gendol untuk menampung endapan lahar dingin serta dampak yang diberikan oleh lahar dingin terhadap fasilitas dan utilitas di sepanjang aliran Kali Gendol. Metode penelitian dilakukan dengan kombinasi survei lapangan dan metode analisis matematis dengan perhitungan volume. Hasil estimasi volume sedimen lahar dingin di Kali Gendol adalah sebesar 4.340.870 m3. Hasil perhitungan estimasi menyimpulkan bahwa perlu dilakukan normalisasi Kali Gendol seperti sebelum erupsi 2010 untuk mencegah kerusakan fasilitas dan utilitas di sepanjang aliran Kali Gendol. Kata Kunci : bahaya sekunder, lahar dingin
MEWASPADAI MORFOLOGI TELUK SEBAGAI ZONA BAHAYA TSUNAMI Heru Sigit Purwanto; T. Listyani R.A T. Listyani R.A; A. Isjudarto A. Isjudarto; Sari B. Kusumayudha
Jurnal Ilmiah MTG Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Konfigurasi garis pantai di suatu daerah turut berperan dalam menentukan seberapa besar dampak tsunami yang ditimbulkannya. Hasil survai lapangan di beberapa daerah pantai di kawasan Indonesia bagian selatan mengindikasikan bahwa morfologi teluk umumnya berhubungan dengan dampak tsunami yang lebih besar dibandingkan pantai lurus dan panjang. Analisis fraktal telah dilakukan terhadap bentuk garis pantai di bagian selatan Pulau Sumatra, Jawa hingga Nusa Tenggara Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa geometri teluk umumnya memiliki dimensi fraktal yang besar dan mempunyai dampak kerusakan yang besar pula terhadap bencana alam tsunami. Dari survai lapangan diketahui bahwa daerah-daerah pantai di Aceh, Pangandaran, Maumere dan sekitarnya telah menderita kerusakan yang cukup besar akibat tsunami, didukung dengan keadaan morfologi yang berupa teluk.
PEMETAAN GEOLOGI METODE LINTASAN SUNGAI Norma Adriany
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di daerah Gunung Bahagia , Damai, Sumber Rejo, Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan TimurDalam pembahasan geologi daerah penelitian dengan metode lintas sungai pada daerah seluas 24 Km2 dengan skala : 1 : 25.000 . Pembahasan geomorfologi daerah penelitian yang dimaksud untuk mengetahui bentuk fisiografi yang ada , yaitu pembagian satuan morfologi type genetika, polah aliran dan stadia sungai daerah penelitian.
ANALISIS BEBAN MATERIAL FILLING DALAM PENENTUAN TEBAL SILL PILLAR BERDASARKAN NILAI FAKTOR KEAMANAN (FK) BLOK 4 SELATAN TAMBANG CIURUG GUNUNG PONGKOR BOGOR, JAWA BARAT Herian Sudarman Hemes; Heru Sigit Purwanto; Barlian Dwinagara
Jurnal Ilmiah MTG Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Pengaruh kondisi geologi regional Jawa Barat, terhadap kondisi geologi daerah penelitian terutama struktur dan pelapukan akan menyebakan terjadinya ketidakstabilan pada batuan saat operasi penambangan. Dilakukan penelitian ini untuk mengetahui tebal dan kekuatan dari sill pillar akibat aktivitas penambangan disamping juga adanya pengaruh beban material filling di atasnya. Penelitian perilaku runtuhan material pengisi (filling material) menggunakan model fisik yang dibentuk mirip dengan kondisi lombung (stope) sebenarnya di lapangan dengan membuat variasi sudut kemiringan (40°, 45°, 50°, 55°, 60°, 65°, dan 70°), Dari hasi uji fisik ini menunjukkan adanya perbedaan persentase runtuhan yang diakibatkan oleh pengaruh air pada jumlah tertentu pada material pengisi sehingga memimbulkan tekanan hidrostatik baik terhadap sesama butir material maupun dengan dinding batuan (foot wall dan hanging wall) semakin kering tekanan hidrostatis semakin kecil.Analisa kestabilan sill pillar menggunakan metode keseimbangan batas dan metode numerik. Analisa kestabilan pillar menggunakan metode analitik (keseimbangan batas} dan metode numerik (phase2) dilakukan untuk mengetahui nilai faktor keamanan (safety factor=FK) sill pillar.Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa nilai faktor keamanan (FK) menunjukkan hasil yang relatif sama antara pemakaian metode numerik dan keseimbangan batas. Secara umum berdasarkan kedua metoda tersebut masih adanya peluang sebagai upaya peningkatan mining extraction dengan pillar robbing.
EVALUASI POMPA ELECTRIC SUBMERSIBEL (ESP) SUMUR KWG WK DI LAPANGAN KAWENGAN AREA CEPU PT. PERTAMINA EP REGION JAWA Wika Riestyastuti
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Evaluasi volumetris pompa benam listrik submersible (ESP) yang dilakukan pada sumur produksi merupakan hal penting dalam proses pengembangan lapangan produksi, maka dengan evaluasi ini dapat diketahui apakah pompa yang terpasang tersebut beroperasi sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Memproduksi minyak pada lapangan tidak terlepas dengan adanya penurunan tekanan reservoir sehingga dapat menyebabkan adanya penurunan efisiensi volumetris pompa. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, maka untuk meningkatkan harga volumetris pompa yang telah menurun dilakukan desain ulang pompa dengan cara melakukan kembali pengaturan pompa sesuai dengan kebutuhan. Pendekatan yang dilakukan adalah menentukan besarnya efisiensi volumetris pompa, diperoleh dengan cara membandingkan antara laju produksi aktual dengan laju produksi teoritis yang diberikan oleh pompa terpasang. Desain menggunakan pompa REDA DN2000 pada frekeunsi 60Hz karena berdasarkan analisa sensitivitas terhadap frekuensi, laju alir 2000 BPD berpotongan dengan daerah best effisiensi. Dilihat dari kurva pompa untuk REDA DN2000 frekuensi 60 Hz didapat head/stage sebesar 22.2 ft dan stage yang dibutuhkan sebanyak 97stage.
MODEL FASIES KARBONAT FORMASI BATURAJA, LAPANGAN DANENDRA, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Triana Susilowati; Suyoto Suyoto
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

The Early Miocene Carbonate Rock is an important rock reservoir in Indonesia. South Sumatra Basin has several reservoir carbonate which still productive. Danendra Field is one of carbonate rock case studies which can be identified from well and seismic data and then occasionally build-ups and mounds of reefal. Facies carbonate subsurface analysis were done by using seismic data of 7 profiles, 10 well data and one biostratigraphy of one well. The research methodology applied in this research is interpretation of sedimentation, manual correlation, and subsurface mapping. Biostratigraphicaly Baturaja Formation was sedimentated during Early Miocene. Four facies have been identified at Danendra Field, namely a facies shelf characterized by packstone texture, a facies shelf edge / core reef by the present of boundstone texture, a facies lagoon with mudstone-wackstone texture and finally a tidal flat facies demonstrates the grainstone-packstone texture. Stratigraphicaly, Baturaja carbonate can be subdivided into five cycles, the cycles bounded by conformity, except the fourth cycle bounded by disconformity due to the erosion. The process of the first cycle is a sedimentation toward marine and then progradational and retrogradational processes at the second cycle is can be recognized by progradational sedimentation processes, the third cycle a retrogradational process can be identified, and eventually the fourth cycle illustrated by agradational and retrogradational. Sedimentation processes to land ward and finally the fifth cycle characterized by progradational process. Sedimentation environment of Baturaja carbonate was sedimented marine back arc basin due to sea level changing relatively. Age of Baturaja carbonate is Early to Middle Miocene. The Caliche can be found as a result of weathering of Baturaja carbonate diagenetic process. The moldic and vuggy are formed by dissolve process, all diagenetic processes occurred in vadose environment.The most appropriate Baturaja carbonate facies model is an isolated platform with the model of rimmed shelf accretionary.

Page 8 of 15 | Total Record : 144