cover
Contact Name
Thema Arrisaldi
Contact Email
arrisaldi@gmail.com
Phone
+6282243576656
Journal Mail Official
jurnalmtg@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta, Jalan SWK Ringroad Utara,Condong Catur Kabupaten Sleman jurnalmtg@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MTG
ISSN : 19790090     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebumian MTG (JMTG) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JMTG covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining,Geography and geo-environment. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 144 Documents
GEOLOGI DAN POLA SEBARAN BATUBARA DAERAH SEPARI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Koeshadi Sasmito
Jurnal Ilmiah MTG Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Magister Teknik Geologi Program Pascasarjana UPN ”Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan pola penyebaran lapisan batubara, dilaksanakan di PT. Jembayan Muarabara di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.Geomorfologi daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga macam bentuk asal yaitu bentuklahan pegunungan homoklin (S1), bentuklahan perbukitan homoklin (S2), bentuklahan rawa (F1) dan bentuklahan dataran alluvial(F2). Pola pengaliran pada daerah penelitian adalah parallel. Secara stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan batuan dari tua ke muda yaitu satuan batulempung Balikpapan, satuan batupasir Balikpapan, terbentuk pada lingkungan pengendapan transisi yaitu lower delta plain sampai back barrier. Satuan ini berumur Miosen Tengah sampai Miosen Akhir. Satuan endapan Alluvial, merupakan satuan batuan termuda yang berumur Holosen. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian berupa antiklin, sesar naik, sesar turun.Pola penyebaran lapisan batubara Berdasarkan analisa dari peta geologi serta cropline batubara pada daerah penelitian, penyebaran batubara berarah tenggara dengan besar kemiringan lapisan berkisar antara 34-73. Penyebaran batubara pada bagian barat tidak terdapat dikarenakan dipengaruhi oleh sesar naik. Singkapan batubara berada pada satuan batupasir Balikpapan.
ANALISA KELAYAKAN PENAMBAHAN SUMUR PRODUKSI MINYAK DAN GAS BUMI. (Studi Kasus PT. Conoco Phillips Indonesia) Sulistiyono Sulistiyono
Jurnal Ilmiah MTG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Bisnis pada sektor perminyakan dan gas ini merupakan bisnis yang padat modal, beresiko tinggi dan penuh ketidakpastian. Untuk melaksanakan proyek ini dibutuhkan investasi yang tinggi dan harus mempunyai standart keselamatan yang tinggi pula.Kondisi global investasi dan produksi minyak dan gas bumi yang mengalami peningkatan harga minyak mentah dunia mencapai di atas US$ 70 per barrel, dari harga sebelumnya yang hanya berkisar US$ 25 per barrel begitu juga harga gas bumi.Untuk memperoleh suatu gambaran mengenai investasi minyak dan gas bumi, maka penulis melakukan penelitian studi pustaka dan dokumentasi untuk melakukan evaluasi kelayakan investasi pada penambahan sumur produksi minyak dan gas bumi, yang berupa kerjasama bagi hasil dengan pemerintah.Melalui metodologi dan penerapan metode evaluasi kelayakan ekonomi, penulis membuat perhitungan-perhitungan apakah suatu investasi pengembangan suatu lapangan minyak dan gas adalah layak untuk dibiayai dan direalisaikan. Adapun metode yang digunakan penilaian investasi tersebut adalah net present value (NPV), benfid cost ratio (BCR), internal rate of return (IRR) dan payback period (PP). Kemudian dari
STUDI SEKUEN STRATIGRAFI FORMASI PARIGI LAPANGAN C CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Agus Mulyana
Jurnal Ilmiah MTG Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Berdasarkan interpretasi elektrofasies dan lithofasies maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 fasies pada interval penelitian :Fasies Wackstone-Grainstone Coraline Reefal, Merupakan daerah pertumbuhan dari reef, yang sangat dipengaruhi oleh naik turunnya muka air laut dicirikan oleh relatif seragamnya litologi yang terbentuk yang terdiri dari batugamping wackstone-grainstone yang menunjukkan adanya peralihan energi dari energi rendah menuju ke energi yang tinggi. Fasies ini ditunjukkan dengan harga log GR yang relatif rendah, dengan pola log GR yang terlihat berbentuk Cylindrical.Fasies packstone-wackstone lagoonal, Merupakan daerah yang terisolir yang dibatasi oleh barrier, yang tidak dipengaruhi oleh naik turunnya muka air laut dicirikan oleh relatif seragamnya litologi yang terbentuk yang terdiri dari batugamping packstone-wackstone yang menunjukkan adanya peralihan energi dari energi tinggi menuju ke energi yang lebih rendah. Fasies ini ditunjukkan dengan harga log GR yang relatif tinggi, dengan pola log GR yang terlihat berbentuk Bell shape. Fasies ini diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan lagoonal yang dicirikan oleh kehadiran mineral pirit.Fasies mudstone-grainstone tidal, Merupakan daerah pengendapan yang dipengaruhi oleh naik turunnya muka air laut, yang ditandai dengan diendapkannya batugamping mudstone-grainstone dan dibeberapa tempat diendapkan shale yang berselingan dengan batugamping. Dari data litologi fasies ini menunjukkan adanya peralihan energi dari energi rendah ke energi tinggi, keterdapatan grainstone pada fasies ini diasumsikan terbentuk akibat gelombang laut yang menghantam tubuh suatu reef, dan dijumpai disekitar patch reef maupun dibelakang barrier reef. Fasies ini ditunjukkan oleh harga log GR yang sedang sampai tinggi dengan pola log Funnel shape. Fasies ini diinterpretasikan terbentuk pada lingkungan tidal flat.
GEOLOGI GUNUNG API PURBA GAJAHMUNGKUR, WONOGIRI, JAWA TENGAH Hill. Gendoet Hartono
Jurnal Ilmiah MTG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Hingga saat ini Gunung Tenong dipandang sebagai batuan beku intrusi yang berkomposisi diorit mikro. Gunung Tenong dikelilingi oleh perlapisan batuan piroklastika berkomposisi andesit – dasit, dan lava koheren berkomposisi andesit basal – andesit membentuk bentang alam mirip bentuk bulan sabit. Berdasarkan geologi gunung api, asosiasi batuan beku intrusi dan kelompok batuan yang mengelilinginya diyakini sebagai sisa tubuh Gunung api purba Gajahmungkur yang telah mengalami erosi tingkat lanjut. Gunung Tenong mewakili fasies pusat, sedangkan kelompok batuan yang mengelilinginya sebagai fasies proksi. Umur volkanisme Gunung api purba Gajahmungkur di daerah Wonogiri dan sekitarnya berkisar antara Oligosen Akhir hingga awal Miosen Tengah. Gunung api purba Gajahmungkur telah mengalami fase gunung api sedikitnya tiga kali, berupa dua kali fase pembangunan dan sekali fase penghancuran. Kata kunci: gunung tenong, gunung api purba, gajahmungkur, wonogiri, jawa.
PENENTUAN SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR PADA SUMUR PENGEMBANGAN DI LAPANGAN “RR” Mogam Nola Chaniago
Jurnal Ilmiah MTG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Lapangan “RR” terletak di bagian timur laut Kalimantan, daerah sungai muara buaya, dengan luas ± 122 km2 dan termasuk dalam sub cekungan Tarakan yang merupakan sub cekungan termuda dalam cekungan Tarakan. Jenis batuan reservoir dilapangan “RR” pada sumur XL adalah sandstone, ketebalan batupasir yang produktif ini berkisar dari 1 m sampai 46 m. Sumur ini merupakan sumur infill (sumur pengembangan) yang bertujuan menambah titik serap di daerah sungai muara buaya.
BULI LATERITIC NICKEL DEPOSITS HALMAHERA : FROM PROSPECTING TO RESERVES ESTIMATION EP. Setyaraharja; T. Sutioso; L. Efendi
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Nickel is one of the mineral commodities targeted by Antam. In searching the nickel potential, Antam has reviewed the Maluku area which previously explored by Indeco, including Halmahera. Antam holds 2 ( two ) licences for nickel in the Buli area, Halmahera : one is at mining stage and the other one is at exploration stage.Tectonically, Halmahera Island forms a geologic complex area, as it is located in the junction of the Eurasian, Pacific and Indo_Australian plates. The complexity is represented by obducted oceanic crust and presence of major transcurrent faults . As a result of the obduction, ophiolitic units and associated oceanic sediments are exposed in the eastern part of Halmahera.Laterite nickel at Buli is due to lateritization of the ultramafic rocks, part of the ophiolitic units, and leave the stable minerals such as nickel, cobalt, cromium, iron and alumina. Through a systematic landsat interpretation, mapping and sampling,starting in 1989, prioritised areas had been selected. These areas have then been followed up by geophysical surveys, test pitting and drilling.As a result, 3 ( three ) lateritic nickel deposits had been defined at Gee island, Tanjung Buli and Mornopo. The first two deposits have been mined since 1997 and 2001 respectively. While the third deposit will be inaugurated soon. In additon one prospect had also been identified at Sangaji. The deposits comprise 2 ( two ) types of ore : limonite and saprolite. Cutoff grade for them are 1.2 % Ni and 1.6 % Ni respectively. As of December 2004, the total reserves and resources of the saprolite type deposits : are estimated to be 31.4 million tons @ 2.40 % Ni and 25.0 million tons @ 2.40 % Ni respectively. While the limonite type deposits contain the reserves of 10.9 million tons at 1.50 % Ni & 0.18 % Co and the resources of 87.5 million tons at 1.47 % Ni & 0.18 % Co. There is another resources of 33.0 million tons grading 1.40 % Ni and 0.19 % Co at Sangaji.Antam has always been mining the high grade materials of both saprolites and limonites, and shipped it to Pomalaa , Japan and Australia for further processing. The low grade materials are being thought. Apart from blending, a hydrometallurgical process is being considered.
KEMENERUSAN URAT-URAT KUARSA YANG MENGANDUNG MINERAL EMAS DAN MINERAL PENGIKUTNYA BERDASARKAN KONTROL STRUKTUR DI DAERAH MALASARI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Heru Sigit Purwanto; Rinhard J.P. Sinaga
Jurnal Ilmiah MTG Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah Malasari, Cimalang dan sekitarnya tersusun oleh satuan batuan breksi tuf yang terdiri dari breksi tuf, dasit, serta andesit, dengan kedudukan perlapisan umumnya N 50O–80O E / 50O-60O. Satuan batuan breksi tuf dan satuan tuf lapili termasuk dalam Formasi Cimapag yang berumur Miosen Awal (Basuki, 1992). Batuan volkanik muda banyak dijumpai di daerah Malasari dengan intrusi dasit. Struktur sesar naik berarah N 300O E di sungai Cimapar dan sesar naik N 240O E di sungai Cimalang bawah. Sesar mendatar kekanan dengan arah N 110OE dijumpai di cabang sungai Cimalang dan sesar mendatar kanan berarah N 010O E juga dijumpai di sungai Cimalang bagian atas. Alterasi daerah Nirmala dan sekitarnya didapatkan secara umum adalah silisifikasi, argilisasi dan kloritisasi. Silisifikasi menempati tempat-tempat sekitar jalur-jalur sesar dan dekat urat kuarsa, kenampakan secara fisik berupa silika, merupakan jalur urat kuarsa kecil-kecil (“Quartz veinlets”), biasanya memotong batuan litik tuf dan tuf (host rock). Argilisasi didapatkan hampir disemua batuan, kenampakan fisik putih kekuningan, kecoklatan, hadir mineral lempung, kaolin, oksida besi, biasanya juga terdapat urat kuarsa. Kloritisasi didapatkan hampir pada semua batuan, kenampakan fisik, hijau pucat, keabu-abuan, hadirnya mineral pirit dan kalkopirit (tidak disemua tempat), biasanya pada batuan breksi andesit, breksi tuf dan batuan andesit, terdapat juga urat-urat kuarsa kecil. Mineralisasi di daerah Malasari, Cimalang dan sekitarnya biasanya berasosiasi dengan kehadiran urat-urat kuarsa, berupa zona urat kuarsa berwarna putih kemerahan dan kekuningan. Mineral yang hadir biasanya pirit, sedikit kalkopirit, galena dibeberapa tempat, hematit dan magnetit. Mineral biasanya hadir pada zona urat kuarsa kompresi (Quartz Compression), kadang berupa urat kuarsa breksiasi (Quartz breccia), sedangkan pada urat kuarsa tension (Quartz tensional) sedikit ditemukan dipermukaan.
POTENSI BATUBARA DAERAH LONG BAGUN KABUPATEN KUTAI BARAT, KAL-TIM Binner Joni A.Situmorang
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Lokasi penelitian terletak 25 km di sebelah timur kecamatan Long Bagun, secara geografis terletak UTM 309000 mE – 327000 mE dan 49000 mN – 64000 mN dan secara administratif terletak di deaerah Sungai Medang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Stratigrafi daerah telitian termasuk kedalam Cekungan Kutai yang tersusun oleh lithologi batuan sedimen klastik dan sedimen organik. Formasi Batubelah yang merupakan batu gamping klastik yang kaya akan fosil, Formasi Ujoh Bilang yang terdiri dari batulempung dan batupasir, Formasi Batu Ayou yang terdiri dari batulempung dan batubara, Formasi Batu Kelau yang terdiri dari batupasir dan batulempung, dan Formasi Haloq yang terdiri dari batulempung, batupasir, lignit dan batubara.Hasil pengukuran pada daerah telitian penyebaran batubara berarah baratlaut – tenggara pada bagian utara dan berarah baratdaya – timurlaut pada bagian tenggara daerah telitian. Penyebaran batubara dominan dikontrol oleh struktur berupa patahan dan lipatan yang menyebabkan formasi-formasi pada daerah telitian berbentuk seperti lingkaran seperti Formasi Ujoh Bilang, Formasi Batu Kelau, Formasi Batu Ayou dan Formasi Haloq. Dari hasil pengamatan batubara di daerah telitian pada Formasi Batu Ayou dan Formasi Haloq diketahui batubara pada bagian utara cenderung lebih tipis daripada bagian selatan.
PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM OPTIMALISASI PEMANFAATAN ENERGI PANASBUMI Bambang Sapto Nugroho
Jurnal Ilmiah MTG Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang telah memanfaatkan sumber energi panasbumi sebagai pembangkit tenaga listrik. Di dunia, Indonesia menempati urutan keempat negara yang telah memiliki kapasitas terpasang power plant terbesar setelah Amerika Serikat, Philipina, dan Mexico. Namun, jika kita melihat potensi cadangan panasbumi Indonesia yang mencapai 27.000 MWe, upaya pemanfaatan sumber energi yang berkelanjutan tersebut barulah mencapai kisaran 3%. Angka tersebut merupakan angka yang kecil untuk sebuah potensi yang begitu besar. Oleh karena itulah, pemerintah berusaha melakukan perencanaan, kajian, pengembangan, dan menyusun kebijakan berkaitan dengan upaya peningkatan pemanfaatan sumber energi tersebut secara bertahap dimasa yang akan datang.Banyak sekali kendala yang sering dihadapi dalam upaya peningkatan pemanfaatan sumber energi panasbumi. Harga BBM di Indonesia yang masih rendah, menyebabkan harga listrik dari pembangkit listrik tenaga panasbumi belum kompetitif dibandingkan dengan harga listrik dari pembangkit tenaga listrik BBM. Adanya upaya pemanfaatan bahan bakar fosil lain yang relatif murah, seperti gas dan batubara yang cadangannya juga besar di Indonesia, menambah ketergantungan kita untuk tetap memanfaatkan sumber energi tersebut. Harga listrik yang tidak kompetitif tersebut menjadi kurang menarik minat investor dalam berinvestasi.Sudah banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang telah disusun untuk meningkatkan pemanfaatan sumber energi yang berkelanjutan ini. Namun, untuk membangun pembangkit-pembangkit baru atau bahkan meningkatkan kapasitas terpasang pada Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) yang telah ada saja langkahnya masih tersendat-sendat. Kendala utama yang tampak saat ini adalah kurang terintegrasinya antara kebijakan energi nasional dengan implementasi yang pemerintah lakukan. Sudah saatnya pemerintah berfikir jauh kedepan, untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui pemanfaatan panasbumi sebagai pemasok ketenagalistrikan Indonesia. Kita semua berharap, pemanfaatan sumber energi yang sangat ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable resource) ini dapat dikembangkan dengan baik di Indonesia bukan hanya untuk sektor ketenagalistrikan tetapi juga dimanfaatkan untuk sektor non-listrik seperti yang telah dikembangkan di beberapa negara lain.
GEOLOGI DAN STUDI PENGARUH BATUAN DASAR TERHADAP DEPOSIT NIKEL LATERIT DAERAH TARINGGO KECAMATAN POMALAA, KABUPATEN KOLAKA PROPINSI SULAWESI TENGGARA Ernita Nukdin
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Penelitian berada pada konsesi PT. INCO, Tbk Pomalaa daerah Taringgo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Propinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil pengamatan, pengukuran dan analisis struktur geologi terdapat satuan batuan yang ada pada daerah penelitian berupa satuan batuan peridotit, satuan batuan sekis Pompangeo, satuan batuan konglomerat Langkowala, dan satuan batuan breksi Alangga. Jenis batuan dasar sangat berpengaruh pada pembentukan endapan nikel laterit. Dengan litologi berbeda maka kadar unsur sebagai unsur,kadar Ni pada dunit lebih tinggi dibandingkan harzburgit,lherzolit dan serpentinit.Hal ini dikarenakan oleh kandungan olivin dan piroksen yang terkandung didalamnya,dimana olivin dan piroksen merupakan mineral pembawa Ni. Selain batuan dasar struktur geologi juga berpengaruh yaitu sebagai media untuk mempercepat proses pelapukan.Selain itu morfologi dan topografi berperan penting dalam penyebaran unsur kimia dan proses lateritisasi.Kelerengan yang <20 memungkinkan untuk membentuk laterit karena tingkat erosi yang kecil.

Page 10 of 15 | Total Record : 144