cover
Contact Name
Thema Arrisaldi
Contact Email
arrisaldi@gmail.com
Phone
+6282243576656
Journal Mail Official
jurnalmtg@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta, Jalan SWK Ringroad Utara,Condong Catur Kabupaten Sleman jurnalmtg@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MTG
ISSN : 19790090     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebumian MTG (JMTG) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JMTG covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining,Geography and geo-environment. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 144 Documents
POLA SISTIM PANAS DAN JENIS GEOTHERMAL DALAM ESTIMASI CADANGAN DAERAH KAMOJANG Nur Suhartono
Jurnal Ilmiah MTG Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Di bawah kulit bumi terdapat suatu lapisan tebal yang disebut selubung bumi (mantel) yang diperkirakan mempunyai ketebalan sekitar 2900 km. Bagian teratas dari selubung bumi juga merupakan batuan keras.Bagian terdalam dari bumi adalah inti bumi (core) yang mempunyai ketebalan sekitar 3450 kilometer. Lapisan ini mempunyai temperatur dan tekanan yang sangat tinggi sehingga lapisan ini berupa lelehan yang sangat panas yang diperkirakan mempunyai density sekitar 10.2 - 11.5 gr/cm3. Diperkirakan temperatur pada pusat bumi dapat mencapai sekitar 57270 C.Untuk melakukan estimasi potensi energi panas bumi, dibutuhkan parameter-parameter fisis yang selanjutnya digunakan dalam rumus-rumus yang ada. Parameter-parameter ini dibagi menjadi dua yaitu parameter tetap dan variabel. Parameter tetap dapat ditentukan dengan asumsi berdasarkan statistik data hasil penyelidikan di berbagai lapangan/daerah panas bumi, sedangkan variable ditentukan berdasarkan pengukuran langsung dan atau hasil pengolahan datalapangan. Ada 2 metode yang umum dalam mengetimasi potensi geothermal yaitu: metode perbandingan dan volumetrik. Metode perbandingan merupakan metode yang khusus digunakan untuk estimasi potensi sumber daya spekulatif dengan cara statistik sederhana, sedangkan metode volumetrik adalah estimasi potensi energi panas bumi pada kelas sumber daya hipotesis sampai dengan cadangan terbukti. Dalam metode volumetric digunakan 2 pendekatan, yaitu : model pendekatan dengan menganggap parameter-parameter reservoarnya seragam (lumped parameter model) dan model pendekatan dengan menganggap parameter-parameter reservoarnya heterogen (distributed parameter model) yang digunakan dalam metoda simulasi reservoir. Metode simulasi reservoar digunakan untuk membantu estimasi potensi cadangan terbukti pada panas bumi yang sudah mempunyai sumur telah berproduksi.
POTENSI GAS METHANE BATUBARA DI DAERAH KELAI, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Sugeng Raharjo
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

A geological research was performed in the Berau Basin, to provide a better understanding on the potential and resources of coalbed methane (CBM) in Berau Regency, East Kalimantan Province, particularly in the Kelai Coalfield. Field observation conducted in the coalfield, shows that the banded to bright banded . Geochemical analysis shows the range of volatile matter content is from 35,17 – 40,11 %, total sulfur from 0,15 – 0,33 %, ash varies between 2,98 – 8,98 %, and fixed carbon from 39,29 – 40,34 %. Based on average of vitrinite reflectance 0,44 – 0,46 ,the coal rank of Kelai is sub-bituminous B . The Methane gas is resulted coming from biogenic process. The fairly well cleated Kelai coal shows cleat orientations trending North East – South West and perpendicular to nearly oblique to the Kelai syncline axis. An in-situ coal gas calculation tends to indicate a low to moderate methane content level, with a value of 4,40 m3/ton – 5,02 m3/t. Coal gas methane resources is 40,31 BCF.Key Words : Vitrinite reflectance, Cleat, Coalbed methane
HUBUNGAN AIRTANAH DAN KONDISI GEOLOGI DALAM PENENTUAN KUALITAS DAN POTENSI AIRTANAH KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO PROPINSI JAWA TENGAH Fivry Wellda Maulana
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Pemanfaatan airtanah secara tidak tepat, dapat mengakibatkan degradasi kualitas dan kuantitas terhadap airtanah itu sendiri,. Oleh karena itu sangat penting untuk memahami keberadaan airtanah (lokasi, kedalaman, dan arah aliran) serta potensi airtanah (kualitas dan kuantitas). Daerah telitian secara geografis terletak pada koordinat 109o47’28” BT–110o8’20” BT dan 7o32’0” LS–7o54’0” LS, secara administrasi merupakan wilayah Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo dengan luas wilayah 108,43 km2 yang terletak kurang lebih 60 km dari Yogyakarta. Penelitian ini didasarkan pada kondisi geologi yang ada, karena keterdapatan airtanah sangat dipengaruhi oleh topografi, litologi, curah hujan dan tata guna lahan. Litologi didominasi dari batuan beku yang masif keras tetapi dirajam kekar secara rapat, sehingga memiliki struktur bercelah dengan porositas retakan. dan aliran airnya juga akan melalui rekahan, dan celah-celah batuan. Berdasarkan analisa fisik seperti warna, bau, rasa, dan suhu di lapangan serta nilai pH, DHL dan TDSnya termasuk mutu airtanah baik, mutu cukup untuk kepentingan air minum dan mutu sangat baik-mutu baik untuk kepentingan irigasi. Hasil analisa kimia dari laboratorium didapatkan jenis air tanah yang ada di daerah telitian yaitu Magnesium Bikarbonat sedang mutu airtanah berdasarkan konsentrasi unsur/senyawa yang dominan adalah baik tanpa ada faktor penghambat, sedangkan hasil analisa biologinya berdasarkan kandungan bakteri Colli, mutu air jelek untuk air minum sehingga perlu penanganan lebih khusus. Kecamatan Bruno termasuk wilayah potensi tinggi sampai rendah karena berdasarkan kualitas didapatkan mutu air minum baik dan, kuantitas yang ada mempunyai debit air 0,02-12 liter/detik.
STUDI SIKUEN STRATIGRAFI ENDAPAN BERUMUR OLIGOSEN ATAS – MIOSEN BAWAH (P22 – N6) CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA DI DAERAH TUBAN JAWA TIMUR Pontjomojono Kundanurdoro
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Sequence stratigraphic analysis can application at all deposition environment and can be determined base on outcrop data and well data. This Research trying to apply overflows and foraminifera uniform at deep-sea deposition of old age Upper Oligocene-Lower Miocene in the North East Java basin consisting of 3 formations. This Research analyzing 91 sample from 4 MS and can compiled become 6 sequence.Maximum Flooding Surface (MFS) can determined base on total overflows top foraminifera, sequence boundary (SB) in the existence of change of paleobathymetri, lithology characteristic, and degradation of total overflows among two MFS.Sequence 1 is limited by SB 1 in the research area, MFS 1 in the show total what overflows top of foraminifera at K.05 (1085/100 gr), structured by claystone insert bioclastic limestone, sequence 2 limited by SB2 in the show existence of superficiality outer neritic to middle neritic among MFS1 and MFS2, MFS2 in the show total overflows top of foraminifera at Ps.40 (499/100gr), compiled by claystone insert bioclastic limestone. Sequence 3 limited by SB3 in the show existence of superficiality from lower bathyal to outer neritic among MFS2 and MFS3, MFS3 in the show total overflows top of foraminifera at G.06 (2858/10gr), compiled by claystone insert fragmental limestone, sandstone and containing “clay ironstone nodul”. Sequence 4 limited by SB34 in the show existence of superficiality from upper bathyal to outer neritic among MFS3 and MFS4, MFS4 in the show total overflows top of foraminifera at G.14F (4987/100gr), compiled by claystone insert fragmental limestone and interlaminated bioclastic limestone, chalk limestone. Sequence 5 limited by SB5 in the show existence of superficiality upper bathyal to middle neritic among MFS4 and MFS5, MFS5 in the show culminate total overflows of foraminifera at Sd.23. (302/100gr), compiled by interlaminated bioclastic limestone and chalk limestone, claystone, and marl. Sequence limited by SB6 in the show existence of superficiality outer neritic to middle neritic among MFS5 and MFS6, MFS6 in the show maximum overflows foraminifera at Sd.32. (274/100 gr), compiled by claystone insert shalestone and clay ironstone nodul.
TIPE ENDAPAN EPITERMAL DAERAH PROSPEK BAKAN KECAMATAN LOLAYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROPINSI SULAWESI UTARA Asri Arifin
Jurnal Ilmiah MTG Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Daerah Prospek Bakan, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Propinsi Sulawesi Utara. Daerah Penelitian didominasi oleh batuan yang telah mengalami alterasi/ubahan hidrotermal kuat.Alterasi hidrotermal yang berkembang di daerah penelitian ditandai dengan kehadiran kelompok mineral ubahan seperti kuarsa, alunit, kaolinit, dickit, smectit, illit, klorit, epidot, kalsit, serisit, halloysit, pyrophillit dan lempung membentuk tipe alterasi silisifikasi, advance argilik, intemedit argilik temperatur tinggi, intermedit argilik temperatur rendah dan alterasi propilitik.Mineralisasi bijih seperti pirit, kalkopirit, sphalerit, galena, arsenopirit dan kehadiran mineral oksida seperti hematit, magnetit dan limonit, yang disertai oleh pola dan tekstur mineralisasi berupa breksiasi, vuggy, silika masif, banded dan urat halus serta tekstur pengisian, colloform dan disseminated yang dominan mendukung bahwa lingkungan sistem mineralisasi daerah penelitian adalah tipe endapan epitermal sistem sulfidasi tinggi.
GEOLOGI DAN POLA SEBARAN BATUBARA DAERAH DESA SUKAMERINDU DAN WANARAYA KECAMATAN KIKIM BARAT, KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN Moch Fachlevi Tandiary
Jurnal Ilmiah MTG Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Pola sebaran batubara sangatlah penting sebagai data pendukung arah penambangan dan model penambangan. Dengan mengetahui pola sebaran batubara maka akan dapat memudahkan dalam pembagian arah dan blok penambangan. Pola sebaran batubara sangat dipengaruhi oleh proses pembentukan batubara, lingkungan pembentukan batubara juga di pengaruhi oleh struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian.
INTERPRETASI ANALISA CITRA SATELIT POTENSI NIKEL PULAU WAIGEO, KABUPATEN RAJA AMPAT, PROPINSI IRIAN JAYA BARAT Safitri Dwi Wulandari
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil interpretasi dan analisa citra satelit (Landsat 7ETM+) daerah Waigeo yang menjelaskan kondisi geomorfologi dan struktur geologi, serta analisa dengan melakukan tumpang tindih hasil analisa citra dengan peta geologi yang ada menunjukkan daerah Waigeo merupakan daerah yang sangat berpotensi nikel dan mineral-mineral asosiasinya. Potensi nikel dan asosiasinya ditunjukkan dengan penyebaran iron oxide pada analisa crosta technique yang sifatnya setempat - setempat. Dari segi geologi ditunjukkan dengan penyebaran batuan ultramafik yang merupakan batuan tempat beradanya nikel dan asosiasinya. Nikel di daerah Waigeo berupa endapan laterit.
POTENSI ENDAPAN TIMAH SEKUNDER DI DAERAH KECAMATAN SIJUK, KABUPATEN BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Mardiah Mardiah
Jurnal Ilmiah MTG Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Penelitian tentang potensi endapan timah sekunder ini berada di daerah Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan hasil analisa data pemboran terdapat satuan batuan dengan litologi Granit dan Aluvial, granit tersebut merupakan granit tanjungpandan dengan umur 208 – 245 juta tahun, merupakan jenis granit tipe S (membawa mineral cassiterite), dengan tipe greisen yang banyak mengandung cassiterite primer (priem et al, 1975). Lapisan alluvial yang ada didaerah telitian terdiri dari lapisan pasir, lempung dan lumpur.Hasil analisa data pemboran yang didapat adalah kedalaman bedrock daerah sijuk kisaran 20m sampai -40m, dengan kekayaan paling tinggi terdapat di bagian selatan daerah telitian yaitu 0,4 – 4 kg/m3, mineral cassiterite berasosiasi dengan litologi pasir berukuran pasirhalus sampai dengan kerikilan.
The Ntui-Betamba high-Grade gneisses: a northward extension of the Pan-African Yaounde gneisses in Cameroon Nono Djoum Franka
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

The Ntui-betamba area (southern Cameroon) is composed of high-grade migmatitic gneisses in which two litholigical units are distinguished: (i) a metasedimetary unit (kyanite-biotite-garnet gneisses, biotite-muscovite-garnet gneisses, calc-silicate rocks and quartzites) interpreted as a continental margin sedimentary series; and (ii) meta-igneous rocks comprising alkaline ultramafic to mafic pyroxene gneisses and amphibolites and amphibole-bearing alkaline orthogneisses. These units recrystallised under HP-HT conditions (T= 750-800°C, P≥ 0.9-1.3 GPa) and were deformed in relation to major tangential tectonic event with north-northeast-south-southwest kinematic direction. This lithological association its tectono-metamorphic evolution show striking similarities with the Yaounde gneisses, suggesting that the extensional depositional environment envisaged for this formation can be extended farther north, towards the Adamawa Shear Zone (Lom Series). The contrasted metamorphic evolution between areas located to the south of the (high pressure: Yaounde, Ntui-Betamba), and those located to the north (low pressure: Banyo), along with widespread remains of a palæoproterozoic crust, suggest important crustal thickening during tangential tectonics in southern Cameroon. As a consequence, the Adamawa Shear Zone is not simply a late Pan-African transcurrent transpressive Shear Zone but appears to have been formerly a major (possibly intracontinental) thrust zone.
JENIS DEPOSIT “MASSIVE SULPHIDE” Pb-Zn DI DAERAH RIAM KUSIK, KECAMATAN MARAU, KABUPATEN KETAPANG, PROPINSI KALIMANTAN BARAT Heru Sigit Purwanto; Herry Riswandi
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah Riamkusik, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Propinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Berdasarkan dari hasil pengamatan batuan dan pengukuran unsur struktur geologi terdapat satuan batuan yang telah mengalami alterasi atau ubahan serta terdapat mineralisasi dengan hadirnya mineral galena, kalkopirit, sphalerit, pirit dan lainnya. Mineralisasi umumnya mengikuti pola struktur kekar dan sesar yang memotong di daerah penelitian yang umumnya berarah Barat – Timur (N085OE), struktur geologi tersebut diinterpretasikan menjadi koridor proses terjadinya jalur mineralisasi masif sulfida, sedangkan analisa geofisika IP menunjukan adanya jalur dan cebakan masif sulfida (Pb-Zn) pada kedalaman bervariasi antara 10 - 100 meter. Beberapa hasil pemboran pada kedalaman 40 – 75 meter menunjukkan mineralisasi kuat pada cebakan masif sulfida (galena, magnetit, spalerit, pirit, kalkopirit). Berdasarkan data hasil eksplorasi tersebut diinterpretasikan bahwa tipe deposit daerah telitian adalah “Masif Sulphide” yang dikontrol oleh pola struktur geologi yang berarah N 085OE.

Page 9 of 15 | Total Record : 144