cover
Contact Name
Thema Arrisaldi
Contact Email
arrisaldi@gmail.com
Phone
+6282243576656
Journal Mail Official
jurnalmtg@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta, Jalan SWK Ringroad Utara,Condong Catur Kabupaten Sleman jurnalmtg@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MTG
ISSN : 19790090     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kebumian MTG (JMTG) is an Indonesian scientific journal published by the Geological Engineering Department, Faculty of Mineral and Technology, UPN "Veteran" Yogyakarta. The journal receives Indonesian or English articles. Those articles are selected and reviewed by our professional editors and peer reviewers. The published article in JMTG covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Petroleum, Mining,Geography and geo-environment. The subject covers a variety of topics including : geodynamics, sedimentology and stratigraphy, volcanology, engineering geology, environmental geology, hydrogeology, geo-hazard and mitigation, mineral resources, energy resources, medical geology, geo-archaeology, applied geophysics and geodesy.
Articles 144 Documents
PERDAGANGAN BILATERAL ANTARA INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA PATNER DAGANG UTAMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL GRAVITASI Sarwoko Sarwoko
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

This paper is made to provide a theoretical justification for using the gravity model in the analysis of bilateral trade and apply the generalized gravity model to analyse the Indonesia’s trade(non-oil and gas) with its main trading partners (twelve Countries) using the pooled data estimation technique. In the model, the bilateral trade is linear function of economic size of the country (GDP), GDP per capita, and geographical distance between recipient export countries and export country(Indonesia).The result show that the Indonesia’s trade (total trade or export, respectively) are positively determined by the the size of economies, GDP per capita of the partners and negatively determined by geographical distance between Indonesia and its the main trading patners. The GDP and GDP per capita of Indonesia has no effect on the Indonesia’s trade, even negative coefficients. It may be because an increase of Indonesian income is to spend to domestic products so that reduce Indonesia’s export. However, most variables of standardized gravity model were statistically significant on Indonesia’s trade.
KARAKTERISTIK MANGAN (Mn) DI DAERAH SIPUL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN NIKI-NIKI KABUPATEN SOE, PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Agus Harjanto; C. Danisworo
Jurnal Ilmiah MTG Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Magister Teknik Geologi Program Pascasarjana UPN ”Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di daerah Sipul dan sekitarnya, Kecamatan Niki-Niki, Kabupaten Soe. Secara administrasi terletak ke dalam UTM WGS 84 zona 51 L dengan koordinat x = 610000 – 628500 dan y = 8896500 – 8918000. Luas daerah penelitian sekitar 18,5 km x 21,5 km = 397,75 km2.Geologi daerah penelitian didominasi oleh batuan sedimen berumur antara Kapur Akhir - Miosen. Batuan sedimen tersebut termasuk dalam Formasi Ofu yang terdiri dari kalsilutit, rijang, kalsedon, metasidimen dan terdapat mineralisasi mangan berupa berlapis (platten). Pada daerah telitian terdapat 6 satuan batuan yaitu Satuan Alluvium, Satuan Batuan Konglomerat – Krakal, Satuan Batuan Napal, Satuan Batuan kalsilutit tuffan, Satuan Batuan Batugamping koglomeratan dan satuan Batugamping Kalsilutit.Karakteristik mangan di daerah Sipul termasuk dalam jenis mangan pirolusit dan psilomelan. Selain itu mangannya berupa lapisan-lapisan tipis pada Formasi Ofu dan berhubungan dengan proses sistem hydrothermal di daerah penelitian.Kata kunci : mangan, Formasi Ofu, system hidrotermal
ANALISIS FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI TUBAN, JAWA TIMUR UTARA Salatun Said; Windiastuti Windiastuti
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

The purpose of this study are understanding of the facies type, distribution and its environment. On the basis of the sedimentological characteristic, Tuban Formation can be devided into 5 major facies namely mudstone, wackstone, packstone, grainstone and bindstone.These facies will be described into detail so the each facies that different in characterictic such as texture and composition will have the different name. Environment interpretation from these facies reveals a restricted to open marine-shallow condition. According to reef facies sub-division this environment could be divided into lagoon, back reef, core reef, and fore reef. The presence and distribution of those facies were characterized the fringing reef.
SEBARAN ENDAPAN PLASER TIMAH DAERAH LAUT CUPAT DAN SEKITARNYA, PERAIRAN BANGKA UTARA, KABUPATEN BANGKA BARAT, PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Dina Tania
Jurnal Ilmiah MTG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian berada di Perairan Utara Pulau Bangka, tepatnya di Laut Cupat yakni di sebelah utara dan diantara Tanjung Penyusuk dengan Tanjung Melala yang secara administratif termasuk Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka Barat, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.Akibat intrusi Granit Klabat saat Trias Akhir, terjadi mineralisasi pada Kompleks Pemali melalui Fase Pneumatolitik yang dicirikan oleh kehadiran mineral cassiterite yang tersebar dalam bentuk urat-urat kuarsa dan greisen sebagai sumber timah primer. Akibat proses eksogen yang berupa pelapukan dan erosi seiring dengan naik turunnya muka air laut, timah primer mengalami pemisahan dari batuan sumbernya, kemudian tertransport dan terendapkan sebagai timah plaser dengan geometri mengikuti konfigurasi batuan dasar yang umumnya berupa Perbukitan Terkikis dan Peneplain dari Bentukan Lahan Denudasional.Hasil analisa terhadap data bor dan data seismik menunjukkan bahwa penyebaran gravel (lapisan bertimah) daerah penelitian mengikuti pola pengaliran Dendritik dengan arah relatif tenggara – barat laut dan dikontrol oleh keberadaan batuan granit sebagai batuan sumber serta morfologi batuan dasar yang bergelombang sehingga menghasilkan endapan tipe Kaksa yang berada pada lembah-lembah batuan dasar Laut Cupat.
SIFAT FISIK & MANFAAT BATUAN BEKU DI DESA SAPULANTE, KECAMATAN PASREPAH KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Zanuar Ifan Prasetya
Jurnal Ilmiah MTG Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah telitian berada disekitar hasil kegiatan vulkanik Gunung Tengger di lereng Pegunungan Arjuno bagian timur laut pada ketinggian ± 250 mdpal, tepatnya di sekitar Desa Sapulante, Kecamatan Pasrepah, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kondisi geologi lokasi penelitian terdiri dari Satuan lava trakit tersusun oleh perselang-selingan antara lava trakit dengan lapili dan aglomerat serta breksi vulkanik, Satuan breksi dan aglomerat dengan sisipan tipis lava dan Satuan perselingan lava traki-andesit dan andesit dengan breksi vulkanik. Hasil analisa sifat fisik 14 conto batuan terlihat bahwa batuan yang memiliki porositas sangat tinggi yaitu 17,17 % pada litologi lava trakit yang bertekstur skoria. Sedangkan nilai porositas terkecil 1,44 % pada litologi batu andesit. Nilai absorpsi dari tiap conto batuan berkisar antara 0,5–7,15 % selain itu nilai absorpsi tinggi yaitu 3,93 % dan 7,17 % juga terdapat pada litologi trakit bertekstur skoria. Analisa kuat tekan memperlihatkan bahwa kuat tekan lemah dapat dimanfaatkan sebagai batu hias atau tempel, tonggak & batu tepi jalan dan penutup lantai atau trotoar. Sedangkan kuat tekan kuat dapat dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan ringan sampai bangunan sedang. Kemudian kuat tekan sangat kuat dapat dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan berat.
IDENTIFIKASI BAHAN GALIAN DALAM METODE EKSPLORASI AWAL Firdaus Maskuri
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Daerah penelitian berada di ± 60% Desa Kamonji (di bagian barat) dan ± 40% Desa Malei (di bagian timur) Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Secara astronomis berada pada posisi UTM 796500 mE – 805500 mE dan 9967000 mN – 9994500mN.Stratigrafi daerah penelitian tersusun oleh intrusi diorit dan granodiorit selebar kurang dari 50 meter yang umumnya terdiri dari diorit, porfir diorit, mikrodiorit, dan granidiorit menerobos Formasi Tinombo dan menempati morfologi dataran menengah dan perbukitan bergelombang; oleh serpih, batupasir, konglomerat batugamping, dan batuan gunung api (Formasi Tinombo Ahlburg 1913) yang diendapkan dilingkungan laut; oleh konglomerat, batupasir, lempung, dan batugamping(Formasi Molasa Sarasin 1901) menindih secara tidak selaras Formasi Tinombo; dan oleh alluvium dan endapan pantai seperti kerikil, pasir, lumpur, batugamping koral yang terbentuk dilingkungan sungai , delta dan laut dangkal. Merupakan sedimen termuda didaerah ini dan berumur Holosen.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa daerah penelitian berpotensi mineral logam seperti mineral pirit, kalkopirit, mangan, besi, emas, terlihat pada singkapan batuan yang mengandung urat-urat kwarsa yang termineralisasi dan penyebaran alterasi seperti silisifikasi, propilitik, argilik, dan intrusi batuan beku yang sudah mengalami mineralisasi. Bahan galian didominasi oleh bahan galian vital (Golongan B) yaitu Emas.Kata-kata kunci: intrusi, formasi, alluvium
PEMETAAN ZONA GERAKAN TANAH DI KECAMATAN GIRIMULYO, KABUPATEN KULONPROGO PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Wiwin Dwinarti Buntoro
Jurnal Ilmiah MTG Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Kecamatan Girimulyo terletak di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat 110º 07’ 14,5” – 110º 11’ 36’’ BTdan 07º 45’ 00” – 07º 48’ 15” LS, atau secara UTM (Universal Transverse Mercator) berada pada koordinat 406000 mE - 411000 mE dan 914000 mN – 9144000 mN, dengan luas wilayah 54,90 Km2. Daerah penelitian di bagi menjadi menjadi empat (4) satuan bentukan lahan, yaitu bentuklahan structural, bentuklahan denudasional, bentuklahan fluvial dan bentuklahan vulkanik. Jenis pola aliran yang terdapat pada daerah penelitian adalah pola pararel. Stratigrafi daerah telitian disusun oleh satuan batuan yang tertua ke muda yaitu satuan batupasir nanggulan, satuan breksi monomik kaligesing, dan endapan alluvial. Pada daerah telitian terdapat beberapa jenis gerakan tanah yaitu Debris Fall, dan Debris Slide. Faktor-faktor pengontrol gerakan tanah yaitu morfologi, sifat fisik dan mekanik tanah, iklim, kondisi hidrologi lereng, manusia, tataguna lahan dan vegetasi.
TSUNAMI ACEH IN RELATIONSHIPS TO TECTONIC SOUTH GLOBE FRAME WORKS Agus Sutiono
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Since in the past 5 years a number of investigators have suggested in tsunami Aceh which was occurred in 26 Dec 2004 that because of subduction movement in causing earthquake with epicenter in the vicinity of sameuleu island located. Several of national and international Geophysical and geological studies have been systematically carried out in the studies design identified. However, in only a few of the some questions appear to be answered even several earthquake studies have also been simulated.The questions remain to be considered into other alternative concepts grading toward to the really mechanism of this tsunami further questions such as :1. Before tsunami was happened, sea water level firstly draw downed over the entire beaches and covering over the entire the countries such as Aceh (Indonesia), Thailand, Burma and India. Where has this sea water gone ?2. Epicenter of earthquake was in Simeuleu Island positioned that was in the South of Aceh, otherwise . Why Thailand and Burma where were behind or crossover Sumatra Island also occurred tsunami Rather than Padang in nearby ?There has not been clear answer on the direction of water tsunami movement to reach beaches. In particular causing its came from earthquake in Semeuleu island position where was behind Sumatera island to reach Thailand, Burma and India beaches.On the other hand, the data recording to the earthquake epicenters showed multiple positions adjacent to the Indian ocean trench indicating a zoning of subduction movement. At this time there is still insufficient evidence to determine the direction of tsunami movement mechanism that came from and along this subduction zone.Recent exposures in the Google earth imaging shows textures of Andaman sea floor polygons mosaic include sharp contacts and diffuse contacts of each others structures in relationship among these polygons.The textures descriptions and distribution of fault zone patterns with the models used onto Andaman sea floor studies which were essentially based on Google earth imaging. Hence, there are 4 forces direction indentified have been measured in causing of extension regions Which developed pull apart rifting. The initial force direction is about 22 (NE) rotated clock wise toward directions 46 (NE), 51 (NE) and finally 59 (NE).Jurnal Ilmiah MTG, Vol. 3, No. 1, Januari 2010The use of rotation direction force model in the study area . analog to its use in concepts both into pull apart basins for oil field and mineral deposit within dilatational jog structures. Once understanding of South global tectonic in development history will be required to solve the problem.Thus, at list 4 Mid Oceanic Ridges have been identified in the Southern globe. As indicated by the above discussion it is important that this information is recorded for feedback onto tectonic relationships analysis between Andaman and south globe.
OPTIMALISASI METODE PENDISKRIPSIAN BATUGAMPING UNTUK KARAKTERISASI RESERVOAR HIDROKARBON DALAM PEMODELAN GEOLOGI Premonowati Premonowati
Jurnal Ilmiah MTG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Data core/SWC dan cuttings pada reservoar batugamping perlu dioptimalkan dalam pendiskripsiannya, khususnya untuk memahami karakteristik reservoir yang meliputi litofacies dan visible porosity. Metode pendeterminasiannya meliputi core recovery, tekstur, organism abundance, specific features, tipe, dan persentase porositas yang menghasilkan visible porosity. Perhitungan visible porosity yang presisi dan pemahaman faktor-faktor penyebab utama pembentukan porinya, termasuk sedimentasi digunakan untuk menentukan nilai indeks sedimentasi yang bisa berubah secara cepat, baik penyebaran secara vertikal maupun horizontal.Facies pengendapan karbonat dan proses diagenesa sangat membantu untuk menentukan satuan diagenesa yang dikonfirmasi dengan proses sedimentasi.
GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK BATUAN BEKU ULTRAMAFIK SEBAGAI BAHAN BAKU KONSTRUKSI DI DAERAH LEMBAH SUNYI KELURAHAN ANGKASAPURA, KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA Marinus Rino Kambu
Jurnal Ilmiah MTG Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.277 KB)

Abstract

Pemetaan geologi dilaksanakan di daerah Lembah Sunyi, Kelurahan Angkasapura, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Daerah penelitian memiliki satuan batuan ultramafik yang terdiri dari batuan peridotit dan batuan serpentinit hasil dari serpentinisasi batuan peridotit dengan struktur columnar joint yang memiliki penyebaran cukup luas, sehingga diharapkan dengan memanfaatkan struktur columnar joint yang ada maka pemanfaatan satuan batuan peridotit pada daerah Lembah Sunyi akan lebih efektif, potensial, dan lebih bernilai.Penelitian dilakukan dengan pemetaan geologi serta melakukan analisis keteknikan contoh batuan dan analisis petrografi pada sampel batuan peridotit dan serpentinit pada daerah Lembah Sunyi.Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 2 satuan, yaitu satuan perbukitan tersayat sangat tajam struktural dan satuan perbukitan tersayat tajam struktural. Pola penyaluran yang bekerja adalah pola penyaluran sub denritik. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda dibagi menjadi 2 satuan, yaitu satuan batuan ultramafik dan satuan batugamping.Hasil analisa keteknikan pada sampel batuan peridotit dan serpentinit yaitu kuat tekan rata-rata sebesar 2446,898 kg/cm2 dan 68,036, berat jenis rata-rata sebesar 2,8754 gr/cm3 dan 2,2442 gr/cm3 , serapan air rata-rata sebesar 0.0543 % dan 5,8113 % serta ketahanan aus rata-rata yaitu 0.0351 mm/menit dan 0,2436mm/menit.Dari hasil analisis maka peridotit daerah penelitian baik untuk dimanfaatkan sebagai batu dimensi (penutup lantai atau trotoir dan batu hias atau batu tempel) serta baik digunakan sebagai bahan bangunan konstruksi ringan, sedang dan berat.. Cara penambangan yang baik digunakan pada daerah penelitian yaitu dengan menggunakan “side hill system”.

Page 7 of 15 | Total Record : 144