cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 4 (2017)" : 12 Documents clear
Kadar Lemak dan Protein Karkas Ayam Broiler Akibat Penggunaan Tepung Limbah Wortel (Daucus carota L.) dalam Ransum N. A. Azizah; L. D. Mahfudz; D. Sunarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.389-396

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji efek pemberian tepung limbah wortel pada kualitas karkas ayam broiler (lemak dan protein karkas, pigmentasi kulit karkas). Materi yang digunakan yaitu 144 ayam broiler umur 7 hari dengan rata-rata bobot badan 181,40±11,31 gram. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 6 ekor broiler. Perlakuan yaitu T1 (kontrol), T2 (ransum dengan 2% tepung wortel), T3 (ransum dengan 4% tepung wortel), T4 (ransum dengan 6% tepung wortel). Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Variabel yang diamati antara lain lemak dan protein karkas, pigmentasi kulit karkas. Hasil menunjukan perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata pada lemak karkas dan pigmentasi kulit karkas, namun perlakuan secara nyata menurunkan protein karkas. Disimpulkan penggunaan tepung wortel dalam ransum dapat mengaktifkan enzim calcium activated neutral protease (CANP) dan menurunkan protein karkas.Kata kunci : broiler, tepung wortel, lemak dan protein karkas, pigmentasi karkas
Perbandingan Produksi Lebah Madu Apis cerana pada Dua Sistem Integrasi yang Berbeda di Kabupaten Rejang Lebong R. Pasaribu; H. D. Putranto; Sutriyono Sutriyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.432-443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produksi dan populasi lebah madu A. cerana pada dua sistem integrasi yang berbeda, integrasi pada tanaman tomat dan tanaman stroberi yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian dilakukan dengan metode survey; responden adalah peternak lebah madu dengan sistem integrasi dengan jumlah 9 orang, Data yang dikumpulkan meliputi produksi madu pada tanaman tomat dan produksi madu pada tanaman stroberi. Data pendukung yang dikumpulkan meliputi karakteristik peternak dan kondisi umum lokasi penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara, pengisian data peternak, dan pengamatan langsung serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan produksi dan populasi lebah madu A.cerana yang diintegrasikan pada tanaman tomat dan dengan tanaman stroberi, diperoleh rerata produksi madu pada integrasi tanaman tomat adalah 2,722 liter/stup/tahun, dan pada integrasi pada tanaman stroberi adalah 3,96 liter/stup/tahun. Kesimpulan dari penelitian adalah produksi dan produktivitas lebah madu A.cerana dari tiap koloni lebah menunjukan tidak terlihat perbedaan karena sumber pakan berjarak di bawah radius 1000 meter, artinya setiap anggota koloni lebah memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pakan yang sama dengan jumlah yang memadai.Kata kunci: A.cerana, produksi madu, kebun tomat dan stroberi, Kabupaten Rejang Lebong
Profil Lemak Darah Sapi Perah Laktasi Akibat Suplementasi Baking Soda dalam Pakan A. F. Faza; C. B. Soejono; S. M. Sayuthi; S. A. B. Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.353-359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi baking soda terhadap profil lemak darah yang meliputi trigliserida, kolesterol, low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (T0 = kontrol; T1 = suplementasi baking soda 0,8% BK; dan T2 = Suplementasi baking soda 1,0% BK) dan 4 ulangan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 12 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH) laktasi pada periode laktasi 1 dan bulan laktasi ke-5 dan ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar trigliserida pada T0, T1 dan T2 berturut-turut adalah 56,11; 63,56; 60,14 mg/dl, kadar kolesterol darah 250,16; 224,30; 221,18 mg/dl, kadar LDL darah 132,09; 112,69; 103,01 mg/dl; dan kadar HDL darah 106,80; 100,50; 106,20 mg/dl. Kadar trigliserida, kolesterol, LDL dan HDL darah tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi baking soda dalam pakan sampai taraf 1% BK tidak mempengaruhi metabolisme di dalam rumen.Kata kunci : baking soda, trigliserida, kolesterol, lipoprotein.
Evaluasi Mikroklimat dalam Kandang Menggunakan Tinggi Atap Kandang Berbeda yang Berkaitan dengan Respon Fisiologis Sapi Bali Dewasa di Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko D. Suherman; S. Muryanto; E. Sulistyowati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.397-410

Abstract

Penelitian ini untuk mengevaluasi frekuensi pernapasan, denyut jantung dan suhu rektal sapi Bali dewasa, yang berkaitan dengan mikroklimat dalam kandang (suhu dan kelembaban udara) pada tinggi atap kandang yang berbeda. Kandang terdiri dari dua tinggi atap kandang yang berbeda, yaitu 200-250 cm (Kandang I) dan tinggi atap kandang >250-300 cm (Kandang II). Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, dari tanggal 25 April 2017 sampai 28 Juni 2017 di kandang peternak di Kec. XIV Koto, Kab. Mukomuko. Penelitian ini menggunakan ternak Sapi Bali dewasa sebanyak 40 ekor, pada masing-masing tinggi atap kandang yang berbeda sebanyak 20 ekor. Metode penelitian dengan cara pengukuran langsung dan deskripsi, pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pagi, siang, dan sore. Variabel yang diamati meliputi respon fisiologis Sapi Bali dewasa dan mikroklimat pada tinggi atap kandang yang berbeda, yang dideskripsikan dan dianalisis menggunakan persamaan regresi. Tinggi atap kandang memberikan pengaruh terhadap mikroklimat dalam kandang, semakin tinggi atap kandang mempengaruhi penurunan suhu udara dan peningkatan kelembaban udara dalam kandang. Frekuensi pernapasan dan denyut jantung meningkat seiring dengan meningkatnya suhu udara dan kelembaban udara dalam kandang.Kata kunci: Tinggi atap kandang, mikroklimat kandang, respon fisiologis, sapi bali dewasa.
Kualitas Nutrisi Rumput Setaria spachaellata yang Dipanen Berdasarkan Interval Pemotongan P. R. Fitriana; Hidayat Hidayat; T. Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.444-453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan nutrisi rumput Setaria spacellata yang dipanen berdasarkan interval pemotongan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P1 (umur potong 28 hari), P2 (42 hari), dan P3 (56 hari). Variabel yang diamati, yaitu kadar air, abu, lemak kasar, serat kasar, protein kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil penelitian rumput Setaria spacellata menunjukkan bahwa perlakuan interval pemotongan yang lebih pendek menghasilkan kandungan abu (P1 21,17%, P2 17,97%, dan P3 13,94%) dan protein (P1 23,11%, P2 23,44%, dan P3 20,31%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan umur potong yang lebih panjang (P<0,01). Bahan organik berkisar antara (78,83% - 86,06%), serat kasar berkisar antara (24,02% - 30,41%), dan BETN, yaitu P1 sebesar 27,25%, P2 sebesar 26,00% dan P3 sebesar 31,17% untuk perlakuan umur potong yang lebih pendek nyata lebih rendah dibandingkan dengan umur potong yang lebih panjang (P<0,01), sedangkan lemak kasar (P1 4,45%, P2 3,90%, dan P3 4,17%) menunjukkan pengaruh yang tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Produksi nutrisi rumput Setaria spacellata menunjukkan bahwa interval pemotongan yang panjang dapat meningkatkan produksi nutrisi rumput Setaria spacellata (P<0,01). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interval pemotongan yang semakin panjang meningkatkan kandungan bahan organik dan serat kasar. Protein kasar tidak berbeda sampai interval pemotongan 42 hari. Semakin panjang interval pemotongan meningkatkan produksi nutrisi rumput Setaria spacellata.Kata kunci: interval pemotongan, proksimat, Setaria spachaellata
Pengaruh Sumber Protein Berbeda terhadap Laju Alir Pakan, Kecernaan Protein dan Retensi Nitrogen Ayam Lokal Persilangan Saraswati Saraswati; U. Atmomarsono; S. Kismiati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.372-378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pakan sumber protein berbeda terhadap laju pakan, kecernaan protein dan retensi N ayam lokal persilangan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 126 ekor ayam lokal persilangan unsexed umur 2 minggu dengan rata-rata bobot badan 129 ± 6,34 g (CV= 5,08%) dan diberi perlakuan selama 8 minggu. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan, sehingga terdiri dari 21 unit percobaan dengan masing-masing unit percobaan berisi 6 ekor ayam. Bahan pakan sumber energi yang digunakan adalah jagung dan bekatul sera feed supplement berupa  CaCO3. Perlakuan yang dicobakan yaitu: T1 (dua sumber protein, tepung ikan dan bungkil kedelai), T2 (tiga sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, dan MBM) dan T3 (empat sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, MBM, dan PMM). Parameter yang diamati adalah laju pakan, kecernaan protein dan retensi nitrogen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan diuji dengan uji F taraf 5%, apabila perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter dilanjutkan dengan uji jarak berganda dari Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pakan dan retensi N, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein lokal persilangan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah dengan bahan pakan sumber protein yang bervariasi dan sumber energi yang sama dapat memperlambat laju pakan, meningkatkan retensi N, tetapi menghasilkan kecernaan protein yang sama.Kata kunci :  pakan sumber protein berbeda, laju pakan, kecernaan protein, retensi N, ayam  lokal persilangan.
Level Penambahan Bokashi Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi pada Panen Pertama Rumput Raja (Pennisetum purpureophoides) Sadjadi Sadjadi; B. Herlina; W. Supendi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.411-418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penambahan bokashi kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi pada  panen pertama rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Parameter yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah anakan , produksi berat segar, produksi berat kering, produksi bahan kering. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 6 (enam) perlakuan dengan 4  (empat)  ulangan. adapun perlakuan yang dilakukan adalah P0 : Tidak menggunakan bokashi kotoran sapi (kontrol). P1 : 50g/Polybag. P2 : 75g/Polybag. P3 : 100g/Polybag. P4 : 125g/Polybag. dan P5 : 150g/Polybag. Dari 6 taraf perlakuan dan 4 kali ulangan didapat 24 unit percobaan dengan masing masing 3 unit tanaman sampel, sehingga total sampel yang digunakan 72 unit  percobaan. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam dan uji lanjut BNJ. Berdasarkan hasil penelitian bahwa level penambahan bokashi kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi berat segar, produksi berat kering dan produksi bahan kering.  Level penambahan bokhasi kotoran sapi 30 ton/ha (P5) mampu memberikan  pengaruh  terbaik terhadap semua peubah yang diamati.Kata Kunci : Level, Bokhasi, Rumput Raja (Pennisetum purpureophoides)
Analisis Keuntungan dan Efisiensi Usaha Susu Pasteurisasi di Koica Milk Shop Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu G. D. Waseso; B. Sumantri; Irnad Irnad
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.454-465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung keuntungan dan mengetahui efisiensi usaha pengolahan susu pasteurisasi di Koica Milk Shop (KMS) yang berada di sentra peternakan sapi perah Kec. Selupu Rejang, Kab. Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan dengan menghitung hasil produksi susu segar yang diolah selama 30 minggu, meliputi : total biaya produksi, penerimaan usaha, keuntungan, dan R/C rasio. Total biaya  produksi rata-rata setiap periode adalah sebesar Rp. 3,457,686.67, dengan rata-rata bahan baku susu yang diterima pengelola sebanyak 263.91 liter per minggu, KMS mampu mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 103.093,33 per minggu dengan nilai rata-rata efisiensi usaha (R/C) sebesar 1,03 menunjukan bahwa usaha ini sudah efisien dan layak untuk diusahakan.Kata kunci : susu pasteurisasi, keuntungan, efisiensi usaha.
Studi Penangkapan Ayam Hutan Merah di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan A. Wahyudi; J. Setianto; H. Prakoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.360-371

Abstract

Ayam hutan merah merupakan nenek moyang ayam domestikasi. Ayam hutan merah dipelihara sebagai kesenangan ataupun dijadikan bibit untuk menghasilkan ayam persilangan. Penangkapan ayam hutan merah oleh masyarakat terus meningkat. Penangkapan ayam hutan merah yang tidak terkendali dapat menyebabkan kepunahan. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi metode penangkapan ayam hutan merah di Kota Lubuklinggau. Pemilihan responden dilakukan dengan metode snowball sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh secara langsung dari pemikat yang dipilih sebagai responden dengan menggunakan kombinasi dari wawancara mendalam dan daftar pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan cara penangkapan dan alat yang digunakan adalah menggunakan ayam pikat dan racit 47,82 %, ayam pikat, racit dan jarring 32,61 %, ayam pikat, racit dan jerat 19,57 %. Hasil tangkapan dengan menggunakan ayam pikat dan racit 1,40 ekor/memikat/orang, menggunakan ayam pikat, racit dan jaring 1,18 ekor/memikat/orang dan menggunakan ayam pikat, racit dan jerat 1,44 ekor/memikat/orang. Penangkapan ayam hutan merah dilakukan oleh masyarakat dilokasi perkebunan, hutan dan blending zone. Alat pembawa ayam berupa tas dan sangkek. Hasil tangkapan dikarantina 39,13 % dan tidak dikarantina 60,87 %. Responden yang memelihara hasil tangkapannya hanya 39,13 %. Sebagian besar (60,87 %) tidak memelihara hasil tangkapannya tetapi dijual, dipotong atau diberikan pada orang lain.Kata kunci: Ayam hutan merah, penangkapan, penanganan.
Produksi Protein Total dan Kecernaan Protein Daun Kelor Secara In Vitro Sumadi Sumadi; A. Subrata; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.4.419-423

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang bulan Oktober-November 2016. Penelitian bertujuan untuk mengkaji produksi protein total dan kecernaan protein dari daun kelor secara in vitro. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, uji in vitro dan analisis. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen kambing peranakan etawa (PE), daun kelor dan daun lamtoro yang digunakan sebagai pembanding uji T-test. Produksi protein total di analisis dengan metode Tilley dan Terry tahap 1, sedangkan kecernaan protein di analisis menggunakan metode Tilley dan Terry 2 tahap. Analisis protein menggunakan metode Kjeldhal 1883 menurut (AOAC, 2005). Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah produksi protein total daun kelor tidak berbeda (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (377,60 mg/g vs 478,92 mg/g). Kecernaan protein daun kelor nyata lebih tinggi (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (64,29% vs 50,74%). Simpulan dari hasil penelitian adalah daun kelor mempunyai kualitas yang baik dibandingkan daun lamtoro karena memiliki kecernaan yang tinggi pasca  rumen.Kata kunci: kelor, in vitro, produksi protein total, protein

Page 1 of 2 | Total Record : 12