cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3 (2018)" : 12 Documents clear
Kehilangan Bahan Kering, Acid Detergent Fiber dan N-Acid Detergent Fiber Daun Moringa oleifera Secara In Vitro F. Nisa; A. Subrata; E. Pangestu
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.282-286

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang mulai bulan Oktober-November 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehilangan Bahan Kering (BK), Acid Detergen Fiber (ADF) dan N-Acid Detergen Fiber (N-ADF) daun kelor secara in vitro. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu persiapan, uji in vitro, analisis BK, ADF dan N-ADF. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen kambing PE, daun kelor dan daun lamtoro yang digunakan sebagai pembanding. Uji kehilangan nutrien dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode Tilley dan Terry (1963) pada tahap pertama (fermentatif). Uji Acid  etergent Fiber (ADF) dilakukan menurut metode Van Shoest (1991). Uji Nitrogen-Acid Detergen Fiber (N-ADF) dilakukan menurut metode Kjeldhal (1883). Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kehilangan BK daun kelor berbeda nyata lebih tinggi (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (71,91% vs 58,02%). Persentase kehilangan ADF daun kelor tidak berbeda nyata (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (57,09% vs 52,53%). Persentase kehilangan N-ADF daun kelor berbeda nyata lebih rendah (p?0,05) dibandingkan dengan daun lamtoro (24,09% vs 43,55%). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah daun kelor memiliki kualitas nitrogen yang lebih baik dibandingkan dengan daun lamtoro dilihat dari kandungan N dinding sel yang lebih rendah.Kata kunci: serat, nitrogen dinding sel, daun kelor
Efektivitas Ekstrak Hipofisa Sapi terhadap Produktivitas Ayam Petelur (Gallus gallus) Afkir Strain Hisex Brown A. Nubatonis; W. M. Nalley; T. M. Hine
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.244-251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak hipofisa sapi (EHS) terhadap produktivitas ayam petelurtipehisex brown periode afkir. Penelitian ini menggunakan 60 ekor ayam petelur tipe hisex brown yang berumur 88 minggu dengan berat badan 2,01 ± 8,30 kg. Ayam-ayam tersebut diacak dengan rancangan acak lengkap ke dalam lima grup dan diinjeksi EHS dengan konsentrasi:  0; 7,5; 15; 22,5 atau 30 mg/kg bobot badan. Injeksi dilakukan secara intramuskuler pada otot dada dengan frekuensi satu kali per minggu. Masing-masing perlakuan diulang empat kali, dengan tiga ekor ayam pada setiap ulangan. Data penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan denganuji Duncan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa injeksi EHS tidak mampu meningkatkan produksi telur, konversi pakan, indeks telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit, dan tebal kerabang (p>0,05), menurunkan bobot telur dan konsumsi pakan (p<0,05), dan meningkatkan indeks warna kuning telur (p<0,05). Disimpulkan bahwa injeksi EHS tidak efektif untuk meningkatkan produktivitas ayam petelur tipe hisex brown periode afkir.Kata kunci :ekstrak hipofisa sapi, hisex brown, produktivitas, period eafkir
Pengaruh Penggunaan Bungkil Inti Sawit sebagai Pengganti Ampas Tahu dalam Ransum terhadap Produksi Susu Kambing Nubian H. Kartiko; T. Akbarillah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.229-237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian konsentrat dengan level bungkil inti sawit (BIS) berbeda sebagai konsentrat pengganti ampas tahu terhadap produksi susu pada kambing Nubian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), dengan perlakuan P1 (ampas tahu + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P2 (ampas tahu + bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan), P3 (bungkil inti sawit + dedak + mineral feed supplement s + hijauan ). Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga ternak yang digunakan sebanyak 9 ekor kambing Nubian laktasi. Variabel yang diamati yaitu konsumsi bahan kering (BK), Konsumsi bahan organik (BO), konsumsi protein kasar (PK), produksi susu dan berat jenis susu. Konsumsi bahan kering, bahan organic dan protein kasar konsentrat dan total berpengaruh nyata (P<0,05) tetapi hijauan berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap produksi dan BJ susu. Produksi susu kambing Nubian P1: 1,23 liter/ekor/hari, P2: 1,30 liter/ekor/hari dan P3: 1,11 liter/ekor/hari, Berat jenis susu1 P1 1,0292, P2 1,0282 dan P3 1,0279. Pemberian pakan konsentrat berbahan bungkil inti sawit dapat menggantikan penggunaan ampas tahuKata kunci : Bungkil Inti Sawit, Konsumsi BK,BO & PK,  Produksi Susu, Kambing Nubian
Pengaruh Pemberian Pakan Protein Mikropartikel dan Probiotik terhadap Kecernaan Lemak dan Perlemakan Daging pada Ayam Broiler E. Harumdewi; N. Suthama; I. Mangisah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.258-264

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kombinasi protein pakan mikropartikel dan probiotik terhadap kecernaan lemak dan perlemakan daging ayam broiler. Ternak yang digunakan adalah ayam broiler umur sehari (DOC) sebanyak 100 ekor (jantan dan betina maisng-masing 50 ekor), dengan bobot badan rata – rata 46 ± 2,77 g. Perlakuan yang diterapkan sebagai berikut: T0 (pakan standar dengan protein 21%), T1 (pakan protein non mikropartikel 18%), T2 (pakan protein mikropartikel 18%), T3 (pakan T1 + Lactobacillus sp. 1,2 ml), T4 (pakan T2 + Lactobacillus sp. 1,2 ml). Satu ml hasil kultur Lactobacillus sp. sama dengan 108cfu. Parameter yang diamati adalah kecernaan lemak, massa lemak daging, lemak abdominal dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan (masing – masing 5 ekor). Data dianalisis ragam dan dilajutkan dengan uji Duncan pada probabilitas 5%. Perlakuan diberikan mulai umur 21 hari sampai 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwaT4 memiliki nilai kecernaan lemak tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan T0, T1 dan T2, tetapi sama dengan T3. Namun, massa lemak daging pada T4 nyata (P<0,05) paling rendah dibandingkan perlakuan lain, diikuti oleh nilai pada T3 yang nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan T0, namun antar T0, T1 dan T2 sama. Lemak abdominal terendah dan PBBH tertinggi pada perlakuan T4 dan berbeda nyata (P<0,05) dengan semua perlakuan lainnya, namun antar perlakuan lainnya sama. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan protein mikropartikel dan Lactobacillus sp. 1,2 ml dapat meningkatkan kecernaan lemak dan pertambahan bobot badan harian dengan penurunan massa lemak daging dan lemak abdominal. Kata kunci : protein mikropartikel, probiotik, kecernaan lemak, massa lemak daging, broiler
Peningkatan Produksi Susu dan Income Over Feed Cost (IOFC) Kambing Perah dengan Penambahan Katuk (Sauropus adrogunus) dan Kunyit ( Curcuma longa) pada Sakura Blok Jarmuji Jarmuji; D. Suherman; E. Silvia; I. Apriyani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.310-317

Abstract

Demplot dilaksanakan selama 40 hari menggunakan rancangan bujur sangkar latin dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan (Gasperz, 1991). Masing-masing perlakuan dilaksanakan selama 10 hari (4 hari periode adaptasi dan 6 hari periode koleksi data). Perlakuan yang dilakukan di dalam Demplot (D) antara lain: D1(sakura blok), D2 (sakura blok+25 katu +2% kunyit), D3 (sakura blok +4% kunyit) dan D4 (sakura blok + 4% katu). Kambing perah yang digunakan dalam demplot adalah bengsa kambing Peranakan Etawa (PE) dengan berat rata-rata 50 kg, Pakan yang diberikan pada masing-masing perlakuan berupa hijauan (4 kg Indigofera sp: 1 kg Brachiaria decumbens), dan 4 kg ampas tahu (rekomendasi dari LPPB Pondok Kubang). Sakura blok diberikan sebanyak 150 gram/ekor/hari pada masing-masing kambing.hasil demplot menunjukan bahwa produksi susu tertinggi pada D4 yaitu sebesar 2.664,4 ml/ek/hari diikuti oleh  D2 (2,622.7 ml / ek / hari), D3 (2,456,2 ml / ek/ hari) and D1 (2,425 ml / ek /hari). Meskipun biaya ransum yang dikeluarkan pada D4 relatif paling tinggi diantara kelompok demplot, namun Income Over Feed Cost (IOFC) yang diperoleh juga relatif tinggi yaitu sebesar Rp,60.354/ekor/hari.sementara D1, D2 dan D3 IOFC yang diperoleh sebesar Rp54.859, Rp59.494   dan Rp55.484    Kata kunci : kambing perah, produksi susu, sakura blok, IOFC
Pengujian Konsistensi, Waktu Adaptasi, Palatabilitas dan Persentase Disintegrasi Ransum Blok Khusus Ternak Sapi Potong Antarpulau I Made Adi Sudarma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.265-273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ransum blok khusus ternak sapi antarpulau dan mengevaluasi respon ternak sapi potong antarpulau yang mendapatkan ransum blok tersebut. Ransum blok memiliki berat 2 kg bahan kering serta mengandung PK 16,31% dan energi 9,17 MJ/kgBK. Ransum blok mengandung level protein dan energi yang tinggi diupayakan agar ternak sapi potong antar pulau dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya walaupun hanya mengkonsumsi sebagian dari ransum blok yang disediakan. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan tekanan 1000N(P10), 2000N(P20), dan 3000N(P30) pada ransum blok yang diberikan pada 5 ekor ternak sapi Bali jantan dengan sistem kafetaria selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P10 dan P20 lebih mudah dikonsumsi dibandingkan P30 (berturut-turut 2,174; 2,308 dan 0,018 kg/24 jam). Hasil terbaik ditunjukkan pada P20 yang memiliki persentase disintegrasi yang tidak mudah hancur dibandingkan P10 (9,64% : 24,98%). Dapat disimpulkan bahwa ransum blok khusus dapat diujicobakan sebagai pakan tunggal untuk ternak sapi antarpulau yang diharapkan mampu menekan penyusutan bobot badan selama masa karantina dan transportasi laut.
Domestication: A Case Study of Red Jungle Fowl Coops Management by the Communities in Bengkulu J. Setianto; Sutriyono Sutriyono; H. Prakoso; B. Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.274-281

Abstract

Red junglefowl domestication has been carried out by communities in the region of Bengkulu Province. This research aimed to study the management of keeping red junglefowl and the offsprings and the coops. The research was carried out in Bengkulu Province. The sample of breeders was selected using snow-ball sampling method. The selected samples were recorded and used as the data and information sources. The data were collected by interviewing, questionnaires, and direct observation. The data obtained were processed, presented in the form of tables, drawings and analyzed descriptively. Based on research method, out of a total of 200 red junglefowl breeders and or the offsprings were chosen 50 (25%) respondents from Bengkulu city, 50 (25%) respondents from Seluma District, 50 (25%) respondents from Central Bengkulu District and 50 (25%) respondents from North Bengkulu District. The red junglefowl and the offsprings breeding is divided into keeping the hens, roosters and chicks. The hens were kept in the coop during the day and night (41%), released during the day and night (22%) and kept during the night in the coop and released during the day (37%). In the same way, in sequence, the breeding of roosters was 71%, 12.5% and 16.5%, while the breeding of chicks was 37%, 18% and 45%. 31% respondents provided quarantine coop, while 69% respondents did not. 75% provided hens coop and 25% did not, 61% provided roosters coop and 39% did not. Finally, the respondents who provided chicks coop were 40.5% and 59.5% did not. The breeding management has not been done intensively, some respondents have completed coops system, but not yet meet the criteria of good coop.Keywords: Domestication, red junglefowl, coops
Analisis ekonomi penerapan pengolahan beberapa produk susu di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu E. Sulistyowati; S. Mujiharjo; E. Soetrisno; A. N. Rohmah; Sistanto Sistanto; N. Khotimah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.252-257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa produk pengolahan susu di kecamatan Selupu Rejang, kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Berdasarkan rata-rata skoring penilaian warna, rasa, aroma, kesukaan, kehalusan dan keempukan pada karamel stroberi 0% dan 2% adalah yang paling disukai. Biaya produksi karamel susu sapi perah dengan penambahan buah stroberi perbungkus/mika 20 potong adalah Rp. 4.425, harga jual perbungkus/mika Rp. 8.000, margin perbungkus/mika Rp. 3.575, penerimaan total Rp. 80.000, keuntungan per kg susu Rp. 35.750. Dari perbandingan nilai ekonomis pengolahan produk menjadi karamel rasa stroberi memiliki keuntungan yang lebih tinggi dengan keuntungan sebesar Rp. 35.750/liter susu segar apabila dibandingkan dengan susu pasteurisasi dengan keuntungan sebesar Rp. 11.769/liter susu segar dan susu jahe dengan keuntungan Rp. 10.074/liter susu segar.Kata kunci: Susu, Karamel, Stroberi
Imbangan Media Penetasan terhadap Kemampuan Tetas dan Daya Hidup Jangkrik Gryllus mitratus W. Sugma; Sutriyono Sutriyono; B. Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.287-294

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh imbangan media penetasan terhadap kemampuan tetas dan daya hidup jangkrik Gryllus mitratus.  Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini, dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0= 100% pasir sungai; P1= 100% pasir pantai; P2= 50% pasir sungai + 50% pasir pantai; P3= 75% pasir sungai + 25% pasir pantai; P4= 25% pasir sungai + 75% pasir pantai; P5= tanpa media pasir. Data yang dikumpulkan adalah lama waktu menetas, daya tetas, mortalitas, dan daya tahan hidup anak jangkrik. Data dianalisis dengan analisis of varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tetas telur jangkrik paling tinggi diperoleh pada media tanpa pasir (87,2%) dan daya tahan hidup jangkrik yang paling baik selama 15 hari pembesaran jangkrik adalah pada penggunaan media campuran (75% pasir sungai + 25% pasir pantai) dengan rataan daya tahan hidup sebesar 92,8%.Kata kunci: Gryllus mitratus, media penetasan, kemampuan tetas, daya tahan hidup
Analisis Model Jaringan Sosial Rantai Pemasaran Telur Ayam Ras di Yogyakarta K. R. Purba; S. P. Syahlani; F. T. Haryadi; S. Andarwati; A. R. S. Putra
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.13.3.295-302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model jaringan sosial pada rantai pemasaran telur. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan November 2017 di Desa Triwidadi, Pajangan, Bantul, Yogyakarta sebagai salah satu pusat agribisinis telur ayam ras. Informan yang terlibat dalam penelitian ini dipilih secara purposif dari para peternak ayam petelur dan pedagang perantara yang telah memiliki pengalaman lebih dari satu tahun. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan emosi (sentiment) yang lebih dominan untuk membentuk jaringan di rantai pemasaran. Kedekatan antara peternak dengan pedagang perantara terbentuk oleh hubungan kekerabatan, pertemanan dan ketetanggaan. Hal ini membentuk hubungan sosial, kepercayaan, kepedulian, kontrol, dan kerjasama yang terjalin kuat antar pelaku pemasaran telur ayam di Desa Triwidadi. Kondisi ini mengarah kepada homogenisasi sehingga tericipta tingkat kepercayaan (trust) untuk meningkatkan efisiensi biaya transaksi. Kepercayaan yang tinggi menyebabkan mekanisme pemasaran telur dapat berjalan dengan baik untuk memasok pasar maupun konsumen.

Page 1 of 2 | Total Record : 12