cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2007)" : 9 Documents clear
Korelasi Genetik dan Fenotipik Produksi Susu Laktasi Pertama dengan Daya Produksi Susu Sapi Fries Holland Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.27-31

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya produksi susu laktasi pertama, daya produksi susu, serta nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu. Data yang dianalisis berupa catatan produksi susu laktasi pertama, kedua, ketiga, dan keempat dari 161 ekor sapi perah betina keturunan 20 ekor pejantan Fries Holland. Sebelum dianalisis data produksi susu distandarkan pada 305 hari lamanya pemerahan, dua kali frekuensi pemerahan per hari, umur setara dewasa (Mature equivalent). Metode penelitian yang digunakan secara kausal komparatif, analisis statistika untuk menghitung besarnya nilai ripitabilitas produksi susu dengan korelasi dalam kelas (intra class correlation), nilai ripitabilitas produksi susu yang didapat kemudian digunakan untuk menduga daya produksi susu yaitu dengan menggunakan rumus daya produksi susu dari Lush (1979). Nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu digunakan analisis ragam dan peragam pola satu arah model saudara tiri sebapak. Rataan produksi susu laktasi pertama yang didapat dari hasil penelitian ini sebesar 2.919,04 kilogram, nilai ripitabilitas produksi susu sebesar 0,41, rataan daya produksi susu sebesar 2.920,23 kilogram, serta nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu masing-masing sebesar 0,89 dan 0,76.Kata kunci : Korelasi, genetik, fenotipik, laktasi pertama
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Katuk terhadap Kualitas Telur dan Berat Organ Dalam Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.5-10

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun katuk terhadap kualitas telur. Empat puluh delapan ekor ayam petelur umur 40 minggu (strain RIR) didistribusikan menjadi 6 kelompok perlakuan sebagai berikut. Satu kelompok diberi ransum tanpa EDK (P0), dan lima kelompok lainnya diberi ransum plus EDK-air panas pada level 9 g/kg (P1), ransum plus EDK-etanol pada level 0,9 g/kg (P2), ransumplus EDK-etanol pada level 1,8 g/kg (P3), ransum plus EDK-metanol pada level 0.9 g/kg (P4), dan ransum plus EDK-metanol pada level 1.8 g/kg (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun katukberpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap tebal kerabang, tinggi rongga udara, indeks kuning telur, indeks warna kuning telur, berat putih telur, bau dan rasa telur, jumlah Salmonella sp., pada kerabang telur, persentase toksisitas, berat organ dalam, tetapi berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap Staphylococcus sp., berat telur, HU, berat kuning telur, berat kerabang telur dan panjang usus halus. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak katuk kurang efektif meningkatkan kualitas telur dan tidak bersifat toksit. Penambahan EDK-etanol sebesar 0,9 atau 1,8 g/kg, dan EDK-metanol sebesar 0,9 g/kg cukup efektif untuk menurunkan jumlah Staphylococcus sp pada kerabang telur. Untuk meningkatkan mutu telur melalui ekstrak daun katuk, maka perlu dilakukan penelitian penggunaan ekstrak tersebut di atas tingkat penambahan pada penelitian ini.Kata kunci: Ekstrak katuk, kualitas telur, organ dalam
Pengaruh Kerja “Melunyah” terhadap Kondisi Fisiologis pada Kerbau Rawa di Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Dwatmadji Dwatmadji; Ipantri Ipantri
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.32-35

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini untuk mengevaluasi perubahan fisiologis ternak kerbau yang digunakan sebagai ternak pengolah lahan rawa yang akan ditanami padi lokal, yang dikenal sebagai sistem “melunyah”. Penelitian dilakukan di kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Propinsi Bengkulu. Jumlah keseluruhan kerbau yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor, yang telah dewasa tubuh, dan berumur rata-rata 3-8 tahun dengan kondisi Body Condition Score (BCS) 7-8, dan berat badan antara 175-225 kg. Parameter fisiologis yang diukur adalah temperatur rektal, respirasi, denyut nadi yang diukur pada pada periode yang berbeda, yaitupada saat kerbau sebelum “melunyah” (Pre-Kerja), saat kerbau “melunyah” (Saat-Kerja), dan setelah kerbau selesai “melunyah” (Post-Kerja). Hasil penelitian ditabulasikan dan rata-rata nilai fisiologis diuji dengan DMRT untuk mengetahui perbedaan antar mean. Untuk analisis statistik digunakan software SPSS version 11. Hasil penelitian menunjukkan1 bahwa semua parameter fisiologis yang diukur pada Saat-Kerja dan Post-Kerja secara nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding pengukuran pada Pre-Kerja. Rata-rata kenaikan parameter fisiologis saat ternak kerja dibanding sebelum ternak kerja adalah 1,05OC (temperatur rektal), 60,25 x/menit (respirasi) dan 47,4 x/menit (denyut nadi). Sedangkan perubahan fisiologis yang terjadi akibat “melunyah” termasuk dalam kategori kerja ringan, yang tidak berbahaya bagi ternak kerbau.Kata kunci: ternak kerja, kerbau, fisiologi
Sifat-sifat Organoleptik Nikumi Kuda dan Sapi pada Beberapa Frekuensi Pencucian (Leaching) Olfa Mega
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.11-16

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat organoleptik nikumi kuda dan sapi,. dengan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial. Faktor pertama adalah jenis daging yaitu daging kuda dan daging sapi, faktor kedua adalah frekuensi pencucian ( 0, 3, 6 dan 9 kali). Uji yang digunakan adalah uji rating melibatkan 25 orang panelis semi terlatih meliputi penilaian terhadap warna, tekstur, bau atau aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi leaching nyata (P<0,05) menurunkan aroma, warna dan tekstur nikumi kuda dan sapi. Pada leaching 3 kali aroma nikumi kuda lebih amis dibanding nikumi sapi tetapi relatif sama pada leaching 6 kali dan 9 kali. Warna nikumi kuda lebih merah dari nikumi sapi sampai leaching 9 kali, sedangkan tekstur nikumi kuda lebih kasar dari nikumi sapi kecuali pada leaching 3 kali teksturnya relatif sama.Kata kunci : leaching, nikumi kuda dan sapi, organoleptik
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara Tris Akbarillah; Hidayat Hidayat; Tuti Khoiriyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.36-41

Abstract

ABSTRAKDedak padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dan kualitasnya bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas dedak padi dari berbagai varietaspadi yang ditanam petani di Bengkulu Utara. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai 14 Mei 2005, sampel diperoleh dari desa Kemumu Kecamatan Argamakmur dan desa Tanjung Harapan maupun desa Margasakti Kecamatan Padangjaya. Digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 varietas padi dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. P1 : dedak padi varietas IR-64, P2 : dedak padi varietas IR-66 dan P3 : dedak padi varietas Ciliwung. Sampel di analisis proksimat meliputi kadar air, bahan kering, lemak kasar, serat kasar, kadar abu, BETN dan energi termetabolis dilakukan di Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu, dan analisis protein kasar dilakukan di Laboratorium Nutrisi Universitas Muhammadiyah Malang. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam, bila terdapat pengaruh yang nyata diuji dengan Duncant Multiple Range Test (Stell and Torrie, 1991). Variabel yang diamati adalah pengamatan fisik dedak padi, kadar air, bahan kering, kadar abu, serat kasar, lemak kasar, protein kasar, BETN, Energi termetabolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap komposisi kimia dedak padi, tapi tidak berpengaruh (P>0,05)terhadap tampilan fisiknya. Kualitas dedak padi termasuk baik adalah varietas padi IR-64 dan mengandung serat kasar terrendah sebesar 14,62%, protein kasar: 11,01%, energi termetabolis sebesar 2466,35 kkal/kg, kadar abu sebesar 10,88 %, lemak kasar sebesar 8,57%, BETN sebesar 54,95% dan bahan kering sebesar 88,63 % . Sedangkan dedak padi dengan kualitas sedang adalah dedak padi dari varietas Ciliwung dan dedak padi dengan kualitas rendah adalah dedak padi dari varietas IR-66, hal tersebut dikarenakan mempunyai serat kasar tinggi, protein dan energi termetabolis rendah.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dedak padi dengan varietas IR-64 mempunyai kualitas baik mengandung serat kasar terrendah, energi termetabolis tertinggi dan protein kasar tinggi. Dedak padi dengan kualitas sedang adalah dedak padi dari varietas Ciliwung dan dedak padi dari varietas IR-66 mempunyai kualitas yang rendah karena kandungan gizinya. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa varietas padi mempengaruhi kualitas dedak padi sebagai hasil ikutannya.Kata Kunci: dedak padi, varietas, analisa proksimat.
Pemberian Ekstrak Hypophise Sapi dan Tepung Umbi Kunyit terhadap Produktivitas Kambing Lokal Siwitri Kadarsih
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.17-21

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak hypophise sapi dan tepung umbi kunyit dalam ransum baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama terhadap perubahan pertumbuhan, sehingga diperoleh suatu model yang tepat diantara kombinasi perlakuan yang diberikan dalammeningkatkan produktivitas ternak. Rancangan Penelitian digunakan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan pola Faktorial yang terdiri 2 (dua) factor. Faktor pertama: Pemberian ekstrak hypophise 4 (empat ) taraf: 0 ml (Ho); 1 ml (H1);2ml (H2) dan 3 ml (H3). Sedangkan faktor kedua adalah : pemberian tepung kunyit yang terdiri 4 taraf juga yaitu: nol % (Ko); 1% (K1); 2 % (K2) dan 3 % (K3) dari total ransum penguat yang diberikan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 ekor. Rumput lapangan diberikan minimal 10 % dari bobot badan ternak dan konsentrat diberikan 2.50 % dari bobot ternak dalam bentuk bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian ekstrak hypophise dan tepung umbi kunyit (P>0,05) terhadap pertambahan bobot ternak dan ukuran tubuh ternak.Namun terdapat interaksi (P<0,01) terhadap konsumsi rumput lapangan dan konsentrat. Selain itu faktor pertama dan kedua masing-masing berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan pertambahan bobot badan dan ukuran tubuh ternak (lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba). Hal ini berarti bahwa dengan pemberian ekstrak hypophise atau pemberian tepung umbi kunyit dapat meningkatkan produktivitas ternak kambing lokal.Kata kunci: Ekstrak hypophise sapi, tepung kunyit, produktivitas, ukuran tubuh.
Umur dan Berat Telur Ayam Ras yang Beredar di Kota Bengkulu Suharyanto Suharyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.22-26

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui umur, berat dan asal telur ayam ras yang beredar di pasaran Kota Bengkulu dengan melibatkan 8 responden distributor telur dan 10 orang responden pedagang pengecer Pasar Pagar Dewa, 12 responden pengecer Pasar Minggu dan 16 responden pengecer Pasar Panorama sehingga total responden sebanyak 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya distributor mendapatkan telur dari produsen langsung (75%) dan sisanya berasal dari pedagang pengumpul di luar Provinsi Bengkulu, ada 31,6% pengecer yang langsung mendapatkan telur dari produsen di luar Provinsi Bengkulu umur telur rata-rata untuk tingkat distributor adalah 6,69 hari dan tingkat pengecer 9,78 hari. Berat telur rata-rata mengalami penurunan dari tingkat distributor ke pengecer, yaitu dari 65,6 gram menjadi 62,8 gram.Kata Kunci: Telur, berat, umur simpan.
Current State in The Diagnosis of Blood Parasite Babesia sp Tatik Suteky
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.1-4

Abstract

ABSTRAKBabesiosis merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh Babesia sp tidak hanya menyerang berbagai spesies hewan tetapi juga pada manusia. Kasus babesiosis pada orang yang disebabkan oleh Babesia microti telah dilaporkan diberbagai negara. Diagnosis untuk Babesia biasanya dilakukan secara mikroskopis dengan preparat apus darah, namun dengan metode ini sering tidak menunjukkan hasil akurat sehingga metode lain perlu dikembangkan. Metode seperti sub inokulasi pada hewan percobaan dan Quantitative Buffy Coat (QBC) System, dianggap kurang praktis, tes serologi seperti dengan IFAT dan ELISA yang telah dikembangkan dan mudah untuk di standarisasi menunjukkan spesifitas dan sensitivitas yang tinggi. Penggunaan Immunobloting untuk mendiagnosis babesiosis terhadap 24 pasien menunjukkan spesifitas 99% dan prediksi positif serta prediksi negatif sebesar 96 % dan 99 %.Kata Kunci : Babesiosis, diagnosis, IFAT, ELISA dan Immunobloting
Pengaruh Konsentrasi Hidrogen Peroksida (H2O2) Terhadap Derajat Putih dan Nilai Gizi Sarang Burung Walet Hitam (Collocalia maxima). Rustama Saepudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.42-47

Abstract

ABSTRAKPemutihan sarang wallet hitam dengan menggunakan larutan Hidrogen Peroksida (H2O2). Telah dilaksanakan dengan kajian utama pada pengaruh derajat putih dan penurunan nilai nutrisinya. Potensi Sarang wallet hitam di Propinsi Bengkulu tergambar dengan hasil panen sekitar 1500 kg per tahunnya. Namun demikian kualitas sarangnya masih rendah. Untuk meningkatkan kualitas sarang dapat dilakukan dengan proses pemutihan tanpa mengurangi nilai gizi dari sarang tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan dua ulangan. Hasil kajian menunjukan bahwa konsentrasi 8,5 % Hidrogen Peroksida (H2O2). Memberikan hasil terbaik dengan derajat putih yang meningkat serta penurunan nutrisi yang masih rendah.Kata kunci: Hidrogen Peroksida, Sarang, hitam, walet.

Page 1 of 1 | Total Record : 9