cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2010)" : 9 Documents clear
Peningkatan Indeks Warna Kuning Telur dengan Pemberian Tepung Daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan Kepala Udang dalam Pakan Itik Eli Sahara
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.13-19

Abstract

ABSTRAKTelur itik yang berasal dari pemeliharaan intensif banyak yang pucat, sehingga kurang disukai oleh konsumen. Hal ini disebabkan oleh perobahan pola pemeliharaan dari sistem gembala ke sistem terkurung karena pada sistem terkurung pakan yang diberikan adalah campuran konsentrat, menir dan dedak. Sumber pigmen penguning warna kuning telur dapat diperoleh dari hijauan seperti daun katuk, lamtoro, kaliandra dan kangkung serta dari hewani seperti limbah udang. Pada penelitian ini digunakan 30 ekor itik umur ± 6 bulan yang dibagi dalam 3 perlakuan dan 10 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 1 ekor itik. Perlakuan 1 adalah RB 100%, perlakuan 2 adalah RB + K 6% + CU 3% dan perlakuan 3 adalah RB + K 6% + CU 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan R1 (ransum basal + 6% kaliandra + 3% kepala udang) dapat meningkatkan indeks warna kuning telur dengan skor 11, dan perlakuan R2 (ransum basal + 6% kaliandra + 6%kepala udang) dengan skor 10. Tidak terdapat pengaruh perlakuan kaliandra dan kepala udang terhadap konsumsi ransum dan efisiensi ransum, sedangkan untuk produksi telur terdapat variasi antar individu itik untuk masing-masing perlakuan yaitu itik pada perlakuan R0 hanya 40% yang bertelur, itik pada perlakuan R1 60% yang bertelur dan itik pada perlakuan R2 80% yang bertelur. Kalau dilihat untuk masing-masing perlakuan, itik yang berproduksi telur tinggi untuk perlakuan R0 adalah 75%, R1 yang berproduksi tinggi adalah 66.7% danR2 yang berproduksi tinggi hanya 50%.Kata Kunci : Itik, daun kaliandra, kepala udang, indeks warna kuning telur
Pengaruh Substitusi Susu Skim oleh Tepung Kedelai Sebagai Binder Terhadap Beberapa Sifat Fisik Sosis yang Berbahan Dasar Surimi-like Kerbau Olfa Mega
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.51-58

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi susu skim oleh tepung kedelai sebagai binder terhadap karakteristik fisik sosis dengan bahan baku surimi-like kerbau. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1 (6% susu skim (SS):0% tepung kedelai (TK), P2 (4% SS: 2% TK), P3 (2%SS : 4% TK) dan P4 (6% SS : 0% TK). Hasil Penelitian menunjukkan substitusi susu skim oleh tepung kedelei sangat nyata (P<0,01) meningkatkan daya mengikat air,menurunkan kekerasan dan susut masak sosis tetapi tidak mempengaruhi nilai pH dan warna sosis. Daya mengikat air berturut-turut pada perlakuan P1, P2, P3 dan P4 adalah 83,81%, 94,28%,90,71% dan 91,17% dengan nilai kekerasan adalah 0,31 kg/mm (P1), 0,26 kg/mm (P2 dan P3) dan 0,18 kg/mm (P4) sedangkan susut masak untuk P1 (7,20%), P2 (5,17%), P3 (4,53) dan P4 (2,53).Kata kunci : binder, sosis, sifat fisik, surimi-like
Suplementasi Level Temulawak (Curcuma xanthorrhiza, Roxb) yang Berbeda dalam Konsentrat pada Sapi Frisien Holland Laktasi: Pengaruhnya terhadap Total Digestible Nutrient (TDN) Ransum Endang Sulistyowati; Irma Badarina; Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.20-26

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi konsumsi, kecernaan, dan TDN ransum dengan Konsentrat yang mengandung beberapa level temulawak pada sapi FH laktasi. Selanjutnya, konsentrat ini disebut sebagai KL atau Konsentrat Laktasi. Konsentrat Laktasi adalah bentuk konsentrat dari Blok Tabut yang telah diteliti sebelumnya. Formula KL adalah 30% tepung cassava, 35% dedak halus, 15% jagung giling, 2% kapur, 4% garam, 1% TSP, 1% Premix, 7% urea, 0,5% ragi tape, 1% Starbio, 2% gula aren, 1,5% minyak sawit. Untuk meningkatkan produksi susu dengan tingkat kecernaan dan TDN yang optimal, dilakukan modifikasi konsentrat dengan suplementasi empat level temulawak (C. xanthorriza, Roxb). Adapun 4 level temulawak adalahKL0 (10% = 15 g/kg KL), KL1 (15% = 22 g/kg KL), KL2 (30 g/kg KL), dan KL3 (37 g/kg KL). Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap, 4 perlakuan dan 3 ulangan. Total sapi perah FH laktasi yang digunakan adalah 12 ekor. Aplikasi KL dilakukan selama 7 minggu, termasuk 1 minggu sebagai pendahuluan. Konsentrat laktasi diberikan sebanyak 3 kg/ekor/hari, bersama 3 kg/ekor/hari konsentrat peternak (disebut konsetrat SKR, terdiri atas 53.70% ampas tahu, 44.74% dedak halus, 0.89% dolomit, 0.22% garam, dan 0.45% urea) and 25 kg/harirumput lapang atau 50% konsentrat dan 50% hijauan. Konsumsi ransum (20,49 – 22,46 kg/ekor/hari) dan konsumsi bahan kering ( 7,75- 8,35 kg/ekor/hari) tidak secara nyata berbeda (p>0,05). Namun, kecernaan bahan organik, protein kasar, serat kasar, dan ekstrak eter secara nyata berbeda (p<0.05). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa KL0 yang mengandung temulawak 15 g/kg KL menghasilkan produksi susu paling tinggi (5,65 kg/ekor/hari) dengan kecernaan BK sebesar 82,81% dan TDN sebesar 64,87%.Kata kunci: C. xanthorrhiza, Roxb, FH laktasi, Konsentrat, TDN.
Ascites Incidence in Broilers Nurmeiliasari Nurmeiliasari
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.59-64

Abstract

ABSTRAKGejala umum terjadinya sindrom ascites pada ayam broiler adalah berupa akumulasi cairan yang berlebihan di rongga peritoneal yang menyebabkan peningkatan tekanan pembuluh arteri pulmoner. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian akibat kurangnya suplai oksigen untuk kebutuhan metabolis tubuh. Angka kematian akibat Ascites pada ayam broiler adalah sebesar 5%. Sindrom ascites dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa factor yaitu lingkungan, manajemen, anatomi dan fisiologi dan genetik. Program pencegahan yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kejadian Ascites pada ayam broiler adalah peningkatan genetik, nutrisi dan lingkungan yang lebih baik.Kata kunci : Ascites, broiler, manajemen, fisiologi, dan genetik.
Pengaruh Penggunaan Daun Indigofera Segar Sebagai Suplemen Pakan Terhadap Produksi dan Warna Yolk Itik Tris Akbarillah; Kususiyah Kususiyah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.27-33

Abstract

ABSTRAKProtein kasar Indigofera cukup tinggi yaitu 27,89 % dan dapat memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein itik sehingga tidak akan menurunkan produksi telur. Adanya ?-caroten dan xantophyl daun Indigofera akan memperbaiki angka pigmentasi yolk. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu tanpa pemberian daun Indigofera segar (0%, kontrol), pemberian daun Indigofera segar 5%, 10%, dan 15% dari BK yang dibutuhkan. Setiap perlakuan terdapat 10 ekor itik siap produksi sebagai ulangan, sehingga ada 40 ekor.Variabel utama yang diamati meliputi konsumsi pakan, produksi telur, berat telur dan warna yolk. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan apabila terdapat perbedaan dilakukan uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Penggunaan daun indigo segar 15% ternyata menurunkan konsumsi pakan, produksi telur dan berat telur hal ini diduga itik membatasi konsumsi indigo yang bersifat bulky. Produksi telur itik rata-rata memberikan perbedaan yang nyata. Penggunaan daun indigo segar sampai dengan 10 % tidak mempengaruhi produksi telur, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Konversi pakan terjelek adalah penggunaan 15% indigofera segar. Hal ini disebabkan karena telur yang dihasilkan rendah. Penggunaan daun indigo segar menaikkan warna yolk lebih tinggi daripada tanpa daun indigo segarKata kunci : Indigofera, telur, yolk
Respon Pemberian “Blok Suplemen” Berbasis Bahan Lokal Terhadap Pertambahan Bobot Sapi Bali Sri Arnita Abutani; Syafrida Rahim; Noverma Noverma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.65-69

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemberian blok suplemen berbasis bahan local terhadap pertambahan bobot badan sapi Bali. Untuk itu dilakukan penelitian dengan menggunakan 3 ekor sapi Balijantan umur 1-1.5 tahun. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Bujur Sangkar Latin dengan 3 perlakuan dan 3 priode . Perlakuan yang diberikan hádala Ro (hijauan ad limitum ) yang akan dijadikan sebagai control, R1 ( hijauan ad libitum + Lam Blok), dan R2 ( hijauan ad limitum + SAM Blok ). Peubah yang diamati konsumsi bahan kering ransum, pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil menunjukkan bahwa pemberian blok suplemen berupa LAM Blok dan SAM Blok dapat meningkatkan bobot badan, dan efisiensi penggunaan ransum tetapi tidak meningkatkan konsumsi ransum.Kata Kunci.; Blok Suplemen , Lumpur sawit dan Serat Sawit
Produksi Susu Induk Terhadap Pengaruh Pertambahan Bobot Badan, Bobot Sapih Dan Daya Hidup Anak Domba Ekor Tipis Jawa Periode Prasapih Jarmuji Jarmuji
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.34-42

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh produksi susu induk terhadap pertambahan bobot badan, bobot sapih dan daya hidup anak domba ekor tipis Jawa periode pra-sapih. Penelitian dilakukan di UnitPenelitian dan Pengajaran Ternak Jonggol (JASTRU), Desa Singasari, Jonggol Bogor tahun 2007. Domba yang digunakan adalah sebanyak 100 ekor dalam keadaan bunting dan laktasi yang berumur rata-rata 3-5 tahun. Domba dilepas untuk grazing dari pukul 9 hingga 16 dan malamnya dikandangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu secara nyata berpengaruh terhadap pertambahan berat badan, berat sapih pada 2 bulan dan daya hidup pra-sapih. Domba jantan memiliki rata-rata pertambahan berat badan, berat sapih dan daya hidup yang lebih tinggi dari pada betina.Kata kunci: domba betina, domba, produksi susu, berat sapih.
Tanaman Air Azolla sp. Sebagai Imbuhan Pakan dan Pengaruhnya Terhadap Tampilan Produksi Ayam Broiler Strain Hubbard Aris Winaya; Maftuchah Maftuchah; Agus Zainudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.1-12

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan suatu tanaman air Azolla sp. yang memiliki mikrosimbion mikroalga (ganggang) Anabaena azollae., yang dikembangkan sebagai formula imbuhan pakan (feed additive) pada pakan ayam pedaging (broiler). Formula imbuhan pakan ini adalah untuk pakan komplit ayam pedaging, baik fase starter maupun finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbuhan pakan Azolla sp. yang bersimbiosis dengan A. azollae pada pakan jadi merk Malindo yang diujikan untuk ayam pedaging strain Hubbard, baik fase awal (starter) dan kemudian fase akhir (finisher) memberikan performa Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler strain Hubbard sebesar 52,42 gram/ekor. Sedangkan pencapaian bobot badan akhir rata-rata sebesar 1,880.95 gram/ekor. Baik pertambahan bobot badan harian maupun pencapaian bobot badan akhir secara umum masih dalam kisaran sebagaimana disarankan, demikian pula konsumsi pakannya. Tetapi, kandungan kolestrol daging broiler perlakuan menunjukkan penurunan hingga perlakuan level 2 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Azolla sp. yang bersimbiosis dengan mikroalga A. Azollae dapat digunakan sebagai imbuhan pakan pada pakan komplit ayam pedaging dengan tidak memberikanefek terhadap penurunan palatabilitas maupun metabolisme, dan juga sumber bahan pakan ini merupakan non konvensional, sehingga hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk masa mendatangkan dengan meningkatkan efisiensi pakan dan kemampuan produksi ayam broiler.Kata kunci : Azolla sp.; Anabaena azollae; broiler; Hubbard; imbuhan pakan
Perbandingan Pendapatan Sistem Kemitraan Peternakan Ayam Broiler di Kota Pekanbaru. Cepriadi Cepriadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.43-50

Abstract

ABSTRACTThis research was done at PT. Ramah Tamah Indah in Pekanbaru City, this research aim to know companies system and concept of partnership, implementation conception of partnership, and knowing comparison mount the breeder earnings. This research was done during eight month, from Sept to November 2009. Technique of intake sampel is method of purposive sampling where breeder taken as responder is breeder with the scale criterion of effort ? 10.000 tail of chicken broiler. From entire/all breeder population taken 5 breeder which have partner with the division system of result of pursuant to Index Produce (IP) and 5 breeder which have partner with the system of sharing holder 50:50. The result show the partnership concept that could be realized are conservancy fee range, medium produce the livestock provided by a company, gift insentive, technical aid from the company, marketing guarantee, and election of system of result division agreed on by both parties. Average of net earning of effort livestock of chicken of broiler system of index production (IP) is Rp 5.891.662,- and for the system of sharing holder 50:50 is Rp 8.466.241,-. And seen from result the T test obtained conclusion that at this period, earnings of breeder of system of sharing holder 50:50 bigger than system breeder of index production (IP)Keywords: broiler’s farm, partnership, income, two kinds of partner pattern

Page 1 of 1 | Total Record : 9