cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2013)" : 7 Documents clear
Analisis Morfometrik Lebah Madu Pekerja Apis cerana Budidaya pada Dua Ketinggian Tempat yang Berbeda Novita Novita; Rustama Saepudin; Sutriyono Sutriyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.41-56

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana berdasarkan perbedaan tempat hidup pada dataran tinggi (500-<1000 m dpl) dan dataran rendah (0-100 m dpl). Penelitian ini menggunakan sampel 50 ekor lebah Apis cerana di setiap lokasi. Pengukuran bagian tubuh lebah madu dilakukan di Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu dengan menggunakan mikroskop projektor (LAS EZ V2.0.0) perbesaran 8 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan (BB), panjang probosis (PP) dan panjang femur tungkai belakang (PFB) lebah madu pekerja di dataran tinggi dan dataran rendah (lebah introduksi dan lebah alami) berbeda nyata (P<0,05), sedangkan panjang tibia, metatarsus tungkai belakang, panjang sayap, lebar sayap dan ukuran tergit ke-4 abdomen secara statistik tidak ada perbedaan (P>0,05). Berat badan dan panjang femur tungkai belakang tertinggi diperoleh pada lebah madu dataran tinggi (Kepahiang), sedangkan panjang probosis tertinggi diperoleh pada lebah madu alami di dataran rendah (Kota Bengkulu). Ada indikasi bahwa perbedaan ini terjadi dalam upaya proses adaptasi lebah terhadap lingkungan hidupnya. Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa ketinggian tempat hidup berpengaruh terhadap morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana.Kata Kunci : Apis cerana, morfometrik, ketinggian tempat
Analisis Keberlanjutan Model Integrasi Lebah Dengan Kebun Kopi (Sinkolema) Dalam Rangka Peningkatan Produksi Madu dan Biji Kopi Rustama Saepudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.1-15

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang hubungan antara produksi madu pada integrasi lebah madu dan kebun kopi telah dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Tujuan penelitian adalah menganalisis keberlanjutan model integrasi lebah madu dan kebun kopi. Metoda penelitian dirancang berdasarkan MDS (Multidimentional Scalling) dengan menggunakan lima dimensi keberlanjutan yang dianalisis menggunakan montecarlo dan laverage. Data sekunder maupun data primer yang didisain dan dikumpulkan melalui Focus Group Discusion (FGD). Selanjutnya dihitung masing masing indek keberlanjutan dari lima dimensi. Terakhir dimabdingkan antara sebelum dan sesudah penerapan integrasi Hasil penelitian menunjukan bahwa indek keberlanjutan sesudah penerapan integrasi adalah 75,96 atau pada posisi sangat baik. Hal ini jauh lebih tinggi yaitu 59,50 atau cukup pada sebelum penerapan integrasi. Artinya penerapan integrasi lebah madu kebun kopi meningkatkan pembangunan budidaya lebah madu dan perkebunan kopi yang berwawasan lingkungan.Kata kunci: Madu, kopi, integrasi, keberlanjutan, indek
Pengaruh Pemberian Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Beberapa Kualitas Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Itik Sari Murti; Suharyanto Suharyanto; Desia Kaharuddin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.16-24

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi level kunyit yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas bakso daging itik. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan yaitu P0 (tanpa pemberian kunyit), P1 (pemberian kunyit taraf 2,5%), P2 (pemberian kunyit taraf 5%), dan P3 (pemberian kunyittaraf 7,5%), masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kunyit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap variabel susut masak, daya mengikat air, pH dan tekstur bakso daging itik, tetapi nyata (P<0,05) meningkatkan skor warna, menurunkan derajat keamisan dan variabel sifat organoleptik rasa. Hasil yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan Orthogonal polynomial dengan menghasilkan persamaan linear dan kuadratik. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan kunyit 2,5% hingga 7,5% tidak menurunkan kualitas fisik (susut masak, pH, dan DMA). Penambahan kunyit 2,5% dapat mempertahankan cita rasa dan penerimaan umum panelis terhadap bakso daging itik.Kata kunci : Kunyit (Curcuma domestica), kualitas fisik, daging itik
Pengaruh Ekstrak Melastoma malabathricum Terhadap Fisiologi Pada Kambing Kacang Yang Terinfestasi Haemonchus contortus. Wahyuti Ningsih; Tatik Suteky; Dwatmadji Dwatmadji
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.25-31

Abstract

ABSTRAKKambing Kacang merupakan ternak yang mudah terinfestasi cacing Haemonchus contortus sehingga perlu diberi pengobatan, pemberian antelmintik yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan antelmintik komersial, selain harganya mahal juga dapat menimbulkan resistensi. Oleh karena itu perlu dicari alternatif pengganti antelmintik komersial yang dapat berupa tanaman obat atau ekstrak tanaman. Tanaman yang mengandung tanin diketahui mempunyai efek sebagai antelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ekstrak Melastoma malabathricum terhadap fisiologi pada kambing kacang yang terinfestasi Haemonchus contortus. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan sehingga jumlah ternak yang digunakan sebanyak 20 ekor kambing Kacang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan sebagai berikut: P0 (Kontrol), P1 (Ekstrak Melastoma malabathricum 125 mg/kg BB/minggu), P2 (Ekstrak Melastoma malabathricum 250 mg/kg BB/minggu), P3 (Ivermectin super dengan dosis tunggal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun Melastoma malabathricum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fisiologi ternak kambing. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun Melastoma malabathricum tidak berpengaruh terhadap fisiologi ternak.Kata Kunci: Kambing Kacang, Ekstrak Melastoma malabathricum, Haemonchus contortus,Fisiologi
Pemberian Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) Dalam Ransum Itik Mojosari (Anas javanica) Untuk Meningkatkan Produksi Telur Rocky Ekstander; Kususiyah Kususiyah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.57-64

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian tepung daunkatuk dalam ransum terhadap produksi telur itik Mojosari. Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu dimulai pada tanggal 23 Juli 2012 sampai 17 September 2012, bertempat di Commercial Zone of Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu. Bahan penelitian yang digunakan adalah itik Mojosari umur 49 minggu sebanyak 36 ekor. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 3 ekor itik. Perlakuan dibedakan berdasarkan level pemberian tepung daun katuk dalam ransum dengan taraf pemberian tepung daun katuk sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, produksi telur, berat telur, berat total produksi telur, dan konversi ransum. Data yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun katuk dalam ransum itik Mojosari sebesar 2,5% dapat meningkatkan produksi telur dan menurunkan konversi ransum.Kata kunci : Tepung daun katuk, produksi telur, itik Mojosari.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Katuk (Sauropus androgynus) Dalam Ransum Terhadap Kualitas Telur Itik Mojosari (Anas javanica) Rina Simanjuntak; Urip Santoso; Tris Akbarillah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.65-76

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung daun katuk dalam ransum terhadap kualitas telur itik Mojosari. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 ekor itik Mojosari.Ternak percobaan dikelompokkan menjadi empat perlakuan sebagai berikut: R0 (ransum tanpa tepung katuk), R1 (ransum + 2,5% tepung daun katuk), R2 (ransum + 5% tepung daun katuk) dan R3 (ransum + 7,5% tepung daun katuk) dengan tiga ulangan (masing-masing ulangan terdiri atas tiga itik Mojosari). Penelitian ini dilaksanakan selama 8 minggu mulai 23 Juli sampai 17 September 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun katuk (Sauropus androgynus) dengan taraf 2,5%, 5% dan 7,5% dalam ransum meningkatkan warna kuning telur dan uji organoleptik telur itik Mojosari. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan adanya perbedaan warna kuning telur itik Mojosari yang sangat nyata (P<0,01). Hasil uji organoleptik (bau, rasa dan warna) berbeda sangat nyata (P<0,01) dipengaruhi tepung daun katuk. Penambahan tepung daun katuk dalam ransum berpengaruh tidak nyata terhadap indeks telur, berat kerabang telur, tebal kerabang, haugh unit, indeks kuning telur dan indeks putih telur itik Mojosari dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun katuk (Sauropus androgynus)dengan level 5-7,5% dalam ransum dapat meningkatkan warna kuning telur, meningkatkan rasa telur dan mengurangi bau amis.Kata kunci: Tepung daun katuk (Sauropus androgynus), kualitas telur, itik Mojosari
Persentase Organ Dalam dan Deposisi Lemak Broiler Yang Diberi Pakan Tambahan Tepung Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) Yogi Tri Wandono; Bieng Brata; Hardi Prakoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.32-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tambahan tepung kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) sebagai feed suplement terhadap persentase organ dalam broiler. Penelitian dilaksanakan mulai bulan April sampai September 2012. Pemeliharaan dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2012 di ZonaPertanian Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Medan Baru. Pengukuran variabel bobot organ dalam, lemak abdomen, lemak gizzard, dan fatty liver score bertempat di Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan uji lanjut Duncans Multiple Range Test (DMRT). Sebanyak 48 ekor ayam broiler ditempatkan secara acak ke dalam 16 buah petak, dengan 4 perlakuan dengan 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri 3 ekor ayam. Keempat perlakuan tersebut adalah sebagai berikut: ransum basal tanpa tepung kelopak bunga rosella sebagai kontrol (P0), ransum basal + 0,5 % tepung kelopak bunga rosela (P1), ransum basal + 1 % tepung kelopak bunga rosella (P2), ransum basal + 1,5 % tepung kelopak bunga rosella (P3). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat dan persentase organ dalam broiler, lemak abdomen, lemak gizzard, dan fatty liver score. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tambahan pakan tepung kelopak bunga rosella (TKBR) dalam ransum tidak berpengaruh terhadap persentase berat hati dan limpa, namun memberikan pengaruh terhadap persentase berat usus, jantung, gizzard, dan persentase lemak abdomen, lemak gizzard dan fatty liver score, sehingga mampu menurunkan persentase lemak dan fatty liver score.Kata kunci: Tepung kelopak bunga rosella, persentase organ dalam, broiler.

Page 1 of 1 | Total Record : 7