cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2021)" : 25 Documents clear
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK JERUK KALAMANSI (CITRUS MICROCARPA), JERUK GERGA (CITRUS RETICULATE) DAN BUAH MANGROVE (SONNERATIA ALBA) DARI PROVINSI BENGKULU Elvira Yunita
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.14398

Abstract

Stres oksidatif dapat berkaitan erat dengan beberapa penyakit seperti Parkinson, Alzheimer, arterosklerosis, hipertensi dan diabetes. Antioksidan menjadi komponen penting untuk mengatasi stress oksidatif yang terjadi di dalam tubuh. Sumber antioksidan alami asal Provinsi Bengkulu yang telah didukung sebagai komoditas unggulan Pemerintah Provinsi yaitu jeruk kalamansi (Citrus microcarpa), jeruk gerga (Citrus reticulata) dan buah mangrove (Sonneratia alba). Ketiga komponen tersebut telah dijual dalam bentuk olahan makanan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Meskipun demikian, aktivitas antioksidan dari ekstrak komoditas tersebut belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis aktivitas antioksidan ekstrak jeruk kalamansi, jeruk gerga dan buah mangrove. Penelitian ini diawali dengan proses pembuatan ekstrak etanol dari ketiga komoditas tersebut dengan teknik maserasi. Setelah itu, aktivitas antioksidan dari ketiga ekstrak tersebut akan diperiksa dengan teknik 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil pengukuran dengan DPPH dari ekstrak jeruk kalamansi, jeruk gerga dan buah mangrove dengan standar asam galat menunjukkan bahwa ekstrak buah mangrove memiliki aktivitas antioksidan terbesar (IC50 = 36,473 ppm) jika dibandingkan dengan ekstrak jeruk gerga (IC50 = 1257,77 ppm) maupun jeruk kalamansi (IC50 = 1593,72). Ekstrak buah mangrove memiliki aktivitas antioksidan lebih besar jika dibandingakan dengan ekstrak jeruk gerga maupun jeruk kalamansi.Kata kunci: antioksidan, jeruk, gerga, kalamansi, mangrove
APLIKASI PROTOTIPE TEKNOLOGI KARUNG GEOTEKSTIL MEMANJANG (KGM) SEBAGAI KONSTRUKSI ALTERNATIF PENANGGULANGAN ABRASI DI PANTAI PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN dendy mahabror; Vivi Yovita Indriasari; Agus Sufyan; Dwiyoga Nugroho; Rudhy Akhwady
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.12191

Abstract

Secara umum permasalahan yang terjadi di pantai Pademawu pesisir selatan Kabupaten Pamekasan adalah abrasi yang mengakibatkan kerusakan pantai. Hal ini berdampak pada wilayah pesisir sepanjang Pantai Pademawu, yang berdasarkan data citra tahun 2006 dan 2017 telah mengalami abrasi sejauh 50m. Melihat kondisi seperti ini, Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan penelitian tentang bangunan perlindungan pantai dengan menggunakan struktur lunak berupa prototipe teknologi Karung Geotekstil Memanjang (KGM) atau yang biasa disebut dengan Geotube. Geotube yang digunakan memiliki dimensi tinggi 1,5m, lebar 4m dan panjang 20m. Desain perlindungan pantai ini terbagi menjadi 4 segmen dimana setiap segmen terdiri dari 2 geotube (2x20m) dan jarak antar segmen sebesar 20m. Tujuan dengan pemasangan teknologi KGM ini adalah untuk memulihkan pantai yang tererosi yang berada di belakang struktur dengan harapan terbentuknya tombolo (sedimentasi) atau lahan timbul. Kriteria keberhasilan penerapan KGM ini hanya dapat diketahui dari hasil monitoring secara berkala setelah struktur tersebut dibangun. Dari hasil pengukuran dilapangan sejak September 2018-Maret 2019 terdapat penambahan tinggi timbunan atau sedimentasi mencapai 55cm.
ANALISIS KUALITAS SUMBER AIR BAKU PADA SUMUR BOR DI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (STUDI KASUS DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KABUPATEN SELUMA) Mazda Mazda
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18162

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kualitas Sumber Air Baku Pada Sumur Bor Di Depot Air Minum Isi Ulang (Studi Kasus Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Di Kabupaten Seluma), adapun tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasikan sumber air baku dari sumur bor yang digunakan oleh DAMIU di Kabupaten Seluma sesuai dengan PERMENKES RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010, Mendeskripsikan bahan, peralatan, proses pengelolaan, dan perilaku sanitasi DAMIU di Kabupaten Seluma dan menganalisis Kualitatif Fisik dan Biologi Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Seluma. Metode penelitian deskriptif kualitatif dan sampel sebanyak 6 sampel 4 DAMIU memenuhi syarat dan 2 DAMIU tidak memenuhi syarat.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH DOMESTIK KECAMATAN KEPAHIANG PADA PELAYANAN PDAM TIRTA ALAMI TAHUN 2019-2039 Movizar Apriandi; M Faiz Barchia; Bandi Hermawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18158

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui jumlah penduduk yang dilayani sampai dengan tahun 2039 di Kecamatan Kepahiang; untuk mengetahui kebutuhan air yang di perlukan PDAM Tirta Alami dalam memenuhi kebutuhan air bersih sampai dengan tahun 2039 di Kecamatan Kepahiang; untuk mengetahui debit air puncak yang diperlukan selama 20 tahun peroide desain di Kecamatan Kepahiang; dan untuk mengetahui tarif jual air di Kecamatan Kepahiang. Proyeksi penduduk dilakukan dengan Metode Aritmatika; Metode Geometri; Metode Eksponensial; dan Metode Logaritma. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah penduduk yang akan dilayani sampai dengan 2039 di Kecamatan Kepahiang sebanyak 47.964 jiwa atau sebanyak 9.591 unit sambungan rumah. Kebutuhan air bersih yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan di Kecamatan Kepahiang selama 20 tahun antara lain total kebutuhan air rata – rata adalah sebesar 90,19 liter/detik; kebutuhan air maksimum adalah sebesar 108,23 liter/detik; dan kebutuhan air pada saat jam puncak adalah sebesar 180,38 liter/detik. Potensi air baku di Kecamatan Kepahiang adalah sungai musi dengan debit sebesar maksimum 22,0589 m3 /detik sedangkan debit minimum12,4765 m3 /detik. Dari jumlah debit air tersebut dapat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air Kecamatan Kepahiang.Besaran tarif jual air untuk melayani Kecamatan Kepahiang dengan asumsi keuangan dengan nilai bunga bank efektif sebesar 9%, bunga komersial sebesar 9,9%, inflasi pertahun 3 % dan kenaikan tarif 15% per dua tahun diperoleh tarif dasar air sebesar Rp 2.642,92 /M 3 Air curah..Kata Kunci : Kebutuhan air; Proyeksi Penduduk Tarif Air dan Kecamatan Kepahiang
POTENSI DAN STRATEGI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI KABUPATEN REJANG LEBONG Erpan Ramon
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18154

Abstract

Potensi dan Strategi Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong di Kabupaten Rejang Lebong, tujuan penelitian adalah : 1) mengidentifikasi potensi limbah kulit kopi yang berada di Kabupaten Rejang Lebong, 2) mengkaji keragaan pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai pengganti konsentrat komersial untuk ternak sapi di Rejang Lebong, dan 3) mengkaji strategi pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai pakan ternak sapi di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan April 2019 di Kabupaten Rejang Lebong. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 33 orang responden/informan kunci yaitu terdiri dari 10 orang peternak yang memiliki kebun kopi, 13 orang pemilik penggilingan (huller) kopi, 5 orang peternak sapi potong pengguna limbah kulit; 3 orang pengambil kebijakan, 1 0rang peneliti dan 1 orang petugas lapangan. Selain itu juga dikumpulkan data sekunder. Analisis data secara deskriptif dan formulasi strategi menggunakan SWOT. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu sentra produksi kopi di Provinsi Bengkulu dengan luas perkebunan kopi 22.762 ha. Jumlah limbah kulit kopi di Kabupaten Rejang Lebong adalah 13.641,66 ton/tahun, potensi untuk dimanfaatkan sebesar 28,27 % untuk pakan konsentrat ternak sapi potong. Pemanfaatan limbah kulit kopi belum optimal yaitu hanya 104 ton/tahun atau sebesar 0,76 % dari potensi, dan strategi optimalisasi pemanfatan limbah kulit kopi sebagai pakan ternak sapi potong di Kabupaten Rejang Lebong berada pada kuadran III yaitu : peningkatan skala usaha ternak, penguatan kelembagaan tani ternak, dan peningkatan pengetahuan peternak dalam pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai pakan konsentrat ternak sapi potong.
PERBANDINGAN PEMBENTUKAN BIOPORI PADA TANAH HUTAN ALAMI DAN TANAH PERKEBUNAN KOPI OLEH Pontoscolex corethrurus DI DESA SINAR GUNUNG Jhony Saputra Jaya
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18159

Abstract

Pori tanah sangat penting dalam memperbaiki ekosistem tanah, mengatasi penggenagan air, mencegah banjir dan erosi. Peningkatan porositas tanah melalui pembentukan biopori merupakan pendekatan yang ramah lingkungan sekaligus efesien dalam pembiyayaan. Pontoscolex corethrurus merupakan cacing tanah yang sangat potensial untuk peningkatan porositas tanah melalui pembentukan biopori. Namun demikian, hingga sejauh ini penelitian efektivitas cacing tanah tersebut dalam pembentukan biopori untuk kondisi ekosistem yang berbeda belum banyak dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini, membandingkan tingkat pembentukan biopori tanah oleh P. corethrurus pada lahan hutan alami dan perkebunan kopi berikut karakteristik fisik, kimia dan biologi tanahnya. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Juni sampai September 2019. Penelitian lapangan di laksanakan di perkebunan kopi masyarakat dan hutan alami Bukit Balai Rejang di desa Sinar Gunung, Kecamatan Sindang Dataran. Biopori tanah yang dibentuk oleh cacing tanah P. corethrurus pada lahan perkebunan kopi yang dikelola secara intensif melalui budidaya tanaman semusim adalah sekitar 568,26 biopori/m 2 dan lebih rendah jika dibandingkan lahan hutan alami yang mencapai sekitar 695,21 biopori/m2 . Namun lahan perkebunan kopi dapat mempertahankan sifat fisik tanah, terutama bobot volume, bobot jenis, porositas, dan tekstur tanah, sebagaimana tanah pada hutan alami. Bahkan perkebunan kopi secara umum memiliki sifat kimia yang lebih baik dibandingkan hutan alami.
KAJIAN PENETAPAN DOMESTIC MARKET OBLIGATION BATUBARA PROVINSI BENGKULU UNTUK KEBERLANJUTAN PLTU PULAU BAAI Fajar Nugraha Fajar Nugraha
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18155

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya batubara yang sangat besar dengan jumlah 125,28 miliar ton dan cadangan yang dapat ditambang sebesar 32,36 miliar ton. Saat ini di Provinsi Bengkulu sedang berlangsung pembangunan PLTU Pulau Baai berkapasitas 2x100 MW dengan kebutuhan batubara sebesar 1.196.791,2 ton per tahun dengan nilai kalori yang dibutuhkan adalah 4.300-4.700 Kcal/Kg. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri, pemerintah menerbitkan aturan mengenai domestic market obligation (DMO) batubara sebesar 25% untuk menjamin pemenuhan kebutuhan PLTU. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah potensi cadangan batubara Provinsi Bengkulu dan sebaran IUP nya serta mengetahui proyeksi produksi batubara Provinsi Bengkulu selama 10 tahun (2020 s.d 2029), yang data awalnya menggunakan data produksi batubara tahun 2009 s.d 2018. Metode penelitian menggunakan metode peramalan Moving Average. Hasil penelitian didapatkan cadangan batubara Provinsi Bengkulu tahun 2019 sebesar 210.687.261,39 ton dengan sebaran IUP di 4 (empat) Kabupaten, yaitu Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Seluma dan Lebong. Data peramalan digunakan untuk menganalisa apakah proyeksi produksi batubara tahun 2020 s.d 2029 dapat memenuhi kebutuhan PLTU melalui kebijakan DMO 25%. Berdasarkan analisis data proyeksi, produksi batubara Provinsi Bengkulu tidak mencukupi kebutuhan PLTU jika diberlakukan DMO 25%. Kebutuhan akan terpenuhi apabila DMO diberlakukan minimal 56% untuk mendukung keberlanjutan PLTU Pulau Baai.
HUBUNGAN PARAMETER LINGKUNGAN DENGAN PREVALENSI Infectious Myonecrosis Virus DI TAMBAK SEMI INTENSIF UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) KABUPATEN BENGKULU TENGAH Kasman Kasman; Yar Johan; Bieng Brata; Edi Soetrisno
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18160

Abstract

Penelitian ini dilakukan di tambak udang semi intensif dengan Lokasi tambak di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan dengan prevalensi yang berkorelasi terhadap prevalensi IMNV pada sentra budidaya tambak udang vanme (Litopenaeus vannamei) di Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini merupakan studi observasi dengan rancangan studi purpossive sampling menggunakan teknik sampling terhadap sampel udang untuk deteksi dan identifikasi penyakit IMNV. Ekspresi gen virus IMNV pada udang vaname dianalisis dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan selanjutnya disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa, Parameter Lingkungan Tambak Semi Intensif udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu masih sesuai untuk kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan prevalensi IMNV sebesar 44,43%. Parameter lingkungan dan Prevalensi menunjukkan hubungan korelasi yang sangat kuat.
ANALISIS KELEMBAGAAN PENGELOLA PERHUTANAN SOSIAL DI HUTAN DESA DEPATI JUNJUNG DAN HUTAN KEMASYARAKATAN AIR SELIMANG KABUPATEN KEPAHIANG Freddy Septian
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi aspek pengelolaan Hutan Desa (HD) Depati Junjung dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, (2) mengetahui hubungan antar aspek pengelolaan Hutan Desa (HD) Depati Junjung dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, dan (3) mengukur laju perubahan tutupan lahan di Hutan Desa (HD) Depati Junjung dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang. Penelitian dilakukan pada bulan November 2019 di Desa Taba Padang dan Desa Air Selimang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang. Evaluasi pengelolaan perhutanan sosial dilakukan secara deskriptif. Analisis hubungan antar aspek pengelolaan perhutanan sosial dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tutupan lahan pada Hutan Desa (HD) Depati Junjung maupun di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Air Selimang adalah hutan sekunder dan kebun campuran yang tergolong baik secara ekologis. Selama periode 2005 sampai dengan 2019 luas hutan sekunder baik di kawasan Hutan Desa (HD) Depati Junjung maupun di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Air Selimang mengalami penurunan, sedangkan kawasan kebun campuran mengalami peningkatan luasannya sebesar penurunan luas hutan sekunder. Aspek kelembagaan, perilaku, kinerja/performa, dan sosial ekonomi pengelola Hutan Desa (HD) Depati Junjung memiliki kriteria baik. Aspek kelembagaan, perilaku, dan kinerja/performa pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) Air Selimang memiliki kriteria sedang, sedangkan aspek sosial ekonomi memiliki kriteria baik. Terdapat hubungan yang nyata dengan pola linear positif antar aspek pengelolaan perhutanan sosial yang meliputi kelembagaan, perilaku, performa, kinerja, dan sosial ekonomi baik pada pengelola Hutan Desa (HD) Depati Junjung maupun Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang.
ANALISIS PROBABILITAS BAHAYA KEGEMPAAN UNTUK PENGELOLAAN DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA BENGKULU Litman Litman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.1.18161

Abstract

Keberadaan zona subduksi (megathrust) dan patahan besar Sumatra menyebabkan Kota Bengkulu termasuk daerah rawan gempa bumi. Potensi kebencanaan kegempaan dilakukan dengan menganalisis bahaya kegempaan (seismic hazard) sebagai upaya mitigasi bencana gempa bumi dalam pengelolaan daerah terutama proses pembangunan infrastruktur di kota Bengkulu. Analisis dengan metode probabilistik / PSHA dengan memperhitungkan faktor ketidakpastian kekuatan, lokasi dan waktu kejadian gempa bumi. Hasil penelitian mendapatkan nilai percepatan tanah maksimum / PGA untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun adalah 0,686 – 0,708 g dan 1,2 – 1,265 g. Nilai percepatan spektrum / spectrum acceleration (SA) periode 0,2 detik untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun adalah 1,594 – 1,674 g dan 3,69 g. Periode 1 detik untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun adalah 0,64 – 0,67 g dan 1,06 1,12 g. Daerah pesisir relatif memiliki nilai SA yang lebih tinggi. Berdasarkan analisis kurva bahaya / hazard curve, sumber gempa yang dominan terjadi di kota Bengkulu adalah sumber gempa subduksi Megathrust Mentawai Pagai. Infrastruktur di daerah pesisir diharapkan tidak hanya tahan gempa tetapi juga bisa sebagai shelter untuk penyelamatan dari tsunami.

Page 2 of 3 | Total Record : 25