cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
REVOLUSI AKUNTAN 4.0 Bagas Brian Pratama; Nurafni Eltivia; Kurnia Ekasari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.31

Abstract

Abstrak – Revolusi Akuntan 4.0Tujuan Utama – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi akuntan di masa revolusi industri 4.0 dan bagaimana cara mereka beradaptasi.Metode – Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menjelaskan fenomena akuntansi pasca revolusi industri 4.0. Fenomena ini kemudian disintesis untuk merumuskan model strategi yang tepat dalam mempertahankan eksistensi akuntan.Temuan Utama - Hasil analisis memberikan gambaran terhadap adanya teknologi yang mampu menyelesaikan proses akuntansi. Hal ini menjadi dasar untuk dilakukannya sebuah revolusi akuntan 4.0. Revolusi ini merupakan proses restrukturisasi akuntansi yang bertumpu pada evolusi pendidikan akuntansi dan peningkatan profesionalisme akuntan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Perubahan teknologi menggeser peran manusia di masa depan. Oleh karena itu perumusan revolusi akuntan 4.0 adalah sebuah strategi dalam menyongsong masa depan.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini memberikan gagasan baru terhadap dunia akuntan dengan gerakan revolusi akuntan 4.0. Abstract – 4.0 Accountants Revolution Main Purpose - This study aims to analyze the existence of accountants during industrial revolution 4.0 and how they adapt.Method - This study uses a literature study method to explain the accounting phenomenon after the 4.0 industrial revolution. This phenomenon is then synthesized to formulate an appropriate strategy model in maintaining the existence of accountants.Main Findings - The analysis results provide an overview of the existence of technology that can complete accounting processes. This technology is the basis for carrying out an accountant revolution 4.0. This revolution is a process of accounting restructuring based on the evolution of accounting education and increasing the professionalism of accountants.Theory and Practical Implications - Technological changes will shift the role of humans in the future. Therefore, the formulation of the 4.0 accountants revolution is a strategy to evolve the future.Novelty - This study provides new ideas for the world of accountants with the 4.0 accountants revolution movement.
BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN KUALITAS PROBITY AUDIT? Muh Syahru Ramadhan; Chairul Adhim
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.36

Abstract

Abstrak – Bagaimana Mengoptimalkan Kualitas Probity Audit?Tujuan Utama – Penelitian ini berupaya mengidentifikasi strategi yang dapat diupayakan oleh pemerintah daerah untuk menghasilkan probity audit yang lebih berkualitas.Metode – Penelitian ini menggunakan pengujian regresi linier berganda. Sampel penelitian ini adalah auditor internal pemerintah daerah Kabupaten Dompu.Temuan – Penelitian ini menemukan kualitas probity audit dapat ditingkatkan oleh pemerintah daerah dengan berbagai strategi. Pada sisi lainnya, probity audit terbukti secara empiris mampu mendeteksi maupun mencegah terjadinya kecurangan dalam alur pengadaan barang dan jasa. Teori stewardship menjadi relevan dalam temuan ini.Implikasi Teori dan Kebijakan – Inspektorat harus mengoptimalkan kualitas probity audit. Berbagai upaya dapat dilakukan, seperti meningkatkan kompetensi auditor dan memaksimalkan fasilitas untuk mendukung implementasi sistem pengendalian internal.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menguji aspek internal dan eksternal agar kualitas probity audit menjadi lebih optimal. Abstract – How to Optimize the Quality of Probity Audit? Main Purpose – This study seeks to identify strategies that local governments can strive to produce more qualified audit probity. Method – This research uses multiple linear regression testing. The sample of this study is the internal auditor of the Dompu Regency.Main Findings – This study found that local governments can improve the quality of audit integrity with a variety of strategies. On the other hand, a probity audit is empirically proven to detect and prevent fraud in the flow of procurement of goods and services. Stewardship theory becomes relevant in these findings. Theory and Practical Implications – The Inspectorate should optimize the quality of audit probity. Various efforts can be made, such as improving the competence of auditors and maximizing facilities to support the implementation of internal control systems. Novelty – This research examines internal and external aspects so that the quality of audit probity becomes more optimal.
LOGICAL FALLACY DALAM RISET AKUNTANSI POSITIVISME Akhmad Riduwan; Andajani Andajani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.27

Abstract

Abstrak – Logical Fallacy dalam Riset Akuntansi Positivisme.Tujuan Utama – Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesesatan nalar yang terjadi dalam riset akuntansi positivisme.Metode – Penelitian ini mengimplementasikan critical literature review sebagai metode.  Objek review adalah artikel riset yang terpublikasi pada jurnal-jurnal akademik, khususnya riset yang menganalisis sifat dan perilaku manusia.Temuan Utama – Kesesatan nalar dalam menetapkan proksi variabel perilaku manusia pada riset akuntansi positivisme masih sering terjadi.  Hal ini juga terjadi pada aspek pengukuran variabel. Kesesatan nalar tersebut terjadi karena adanya pelanggaran prinsip silogisme, yang mungkin terjadi secara senagaja atau tidak sengaja.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penetapan proksi dan pengukuran variabel perilaku manusia dalam riset akuntansi positivisme sangat memerlukan penalaran logis. Tanpa penalaran logis, riset akuntansi akan menghasilkan narasi-narasi gimmick, mengecoh, dan tidak bermanfaat dalam pengembangan ilmu maupun praktik akuntansi.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mengungkapkan kesesatan nalar dalam riset akuntansi positivisme yang belum pernah dilakukan oleh peneliti lain. Abstract: Logical Fallacy in Positivism Accounting ResearchMain Purpose – This study aims to reveal the logical fallacies in positivism accounting research.Method – This study implements critical literature review as a method. The object of the evaluation is research articles published in scholarly journals, especially research that analyzes human nature and behavior.Main Findings – Logical fallacies in setting proxies for human behavior variables in positivism accounting research still often occur. The errors also appear in the aspect of variable measurement. This fallacy occurs because of a violation of the principle of syllogism, which may occur intentionally or unintentionally.Theory and Practical Implications - Determination of proxies and measurement of human behavior variables in positivism accounting research requires logical reasoning. Without logical reasoning, accounting research will produce gimmick narratives, misleading, and useless in accounting science and practice development.Novelty - This study reveals the logical fallacies in positivism accounting research that other researchers have never done.
TE'SENG ACCOUNTING AS AN ALTERNATIVE IN REALIZING SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Muhammad Aras Prabowo; Ummu Kalsum
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.32

Abstract

Abstrak - Akuntansi Te’seng sebagai Alternatif dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals.Tujuan Utama - Penelitian bertujuan untuk menggali bagaimana akuntansi te’seng pada Suku Bugis Bone mampu mewujudkan SDGs.Metode – Penelitian ini menggunakan etnografi sebagai metode. Peneliti melakukan penelusuran terkait budaya Suku Bugis Bone dan melakukan sintesis untuk menemukan akuntansi te’seng.Temuan Utama - Akuntansi te’seng adalah konsep tradisional dari masyarakat Kabupaten Bone yang mampu menjawab tantangan global. Akuntansi te’seng dapat menjadi alternatif dalam mewujudkan tujuan SDGs.Implikasi Teori dan Kebijakan – Praktik ekonomi tradisional te’seng dapat menjadi solusi dari permasalahan yang bersifat universal. Akuntansi te’seng hanya praktik tradisional, namun mampu memberi konstribusi dan menjadi alternatif pencapaian tujuan SDGs secara global.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini mengkaji praktik akuntansi te’seng dan kaitannya dalam mewujudkan SDGs. Abstract - Te'seng Accounting as an Alternative in Realizing Sustainable Development Goals.Main Purpose – This study explores how te'seng accounting in the Bugis Bone Tribe can realize the SDGs.Method – This research uses ethnography as a method. Researchers conducted searches related to the culture of the Bugis Bone tribe and synthesized them to find te'seng accounting.Main Findings - Te'seng accounting is a traditional concept of the people of Bone Regency that can answer global challenges. Te'seng accounting can be an alternative in realizing the goals of the SDGs.Theory and Practical Implications – Traditional te'seng economic practices can be the solution to a problem that is universal. Te'seng accounting is only a traditional practice but can contribute and become an alternative to achieving the SDGs goals globally. Novelty - This study examines te'seng accounting practices and their links in realizing the SDGs.
KONKRETISASI MODAL MANUSIA BERBASIS PEMIKIRAN KAJAO LALIDDONG Muhammad Yamin; Haliah Haliah; Alimuddin Alimuddin; Darwis Said
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.37

Abstract

Abstrak - Konseptualisasi Modal Manusia Berbasis Pemikiran Kajao LaliddongTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan memaknai modal manusia dalam tradisi mappadendang (pesta panen) berbasis pemikiran Kajao Laliddong.Metode – Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Sejumlah pihak yang terkait dalam tradisi mappadendang menjadi informan utama.Temuan Utama – Konseptualisasi modal manusia memuat dimensi ade’ (intelektualitas dan integritas), asseddingeng (komitmen), paseng toriolo (dedikasi), assikanengeng (afiliasi), dan reso (kreativitas dan kinerja). Konkretisasi pemikiran Kajao Laliddong ini sangat terkait dengan sikap warani (berani) dan getteng (tegas). Modal manusia dimaknai sebagai rangkaian konsep etika, bakat, dedikasi, solidaritas, dan kesatuan tekad yang terpadu dalam sistem nilai.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini berimplikasi pada upaya pengembangan teknologi akuntansi yang berkesesuaian dengan kebutuhan lokal. Modal manusia, sebagai standar moral dan etika tata kelola, dapat diterapkan dalam praktik akuntansi sektor publik.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mengungkap modal manusia sebagai standar etika untuk pengembangan sistem akuntansi dan pengelolaan kekayaan desa.        Abstract - Conceptualization of Human Capital Based on Kajao Laliddong’s ThoughtMain Purpose - This research aims to interpret human capital in the tradition of “mappadendang” (harvest party) based on Kajao Laliddong's thoughts. Method – This research uses ethnographic methods. Several parties related to the “mappadendang” tradition became the primary informants. Main Findings – Conceptualization of human capital contains dimensions of “ade'” (intellect and integrity), “asseddingeng” (commitment), “paseng toriolo” (dedication), “assikanengeng” (affiliation), and “reso” (creativity and performance). The concretization of Kajao Laliddong's thoughts is strongly related to the attitude of “warani” (brave) and “getteng” (firm). Human capital is defined as a series of concepts of ethics, talent, dedication, solidarity, and unity of determination integrated into the value system. Theory and Practical Implications – This research has implications for efforts to develop accounting technology for local needs. As a moral and ethical standard of governance, human capital can be applied in public sector accounting practices. Novelty – This research reveals human capital as an ethical standard for developing accounting systems and village wealth management.
UNIVERSALISME PERSPEKTIF KHALIFAH UNTUK JIWA AKUNTANSI LINGKUNGAN Salmah Islamiyah; Sujoko Efferin
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.28

Abstract

Abstrak – Universalisme Perspektif Khalifah untuk Jiwa Akuntansi LingkunganTujuan Utama – Studi ini bertujuan untuk mengembalikan makna religius akuntansi dan standarnya dalam konteks pertanggungjawaban lingkungan.Metode – Studi ini menggunakan konsep manusia sebagai khalifah sebagai metode analisisnya. Wawancara secara mendalam dilakukan terhadap beberapa informan dari berbagai later belakang.Temuan Utama – Studi ini menunjukkan keterkaitan nilai religiositas akuntansi yang terlupakan dan konsep manusia sebagai khalifah. Manusia diberikan hak dan kewajiban untuk mengelola alam. Hal ini terbawa pada aplikasi PSAK 57 yang dibandingkan dengan GRI Seri 300 dan tindakan perusahaan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Kesadaran khalifah yang memiliki nilai universal dapat mengembalikan nilai religiositas akuntansi. Nilai ini perlu disadari oleh berbagai pihak agar mencapai titik kesadaran yang holistik.Kebaruan Penelitian – Kebaruan studi ini dapat dilihat dari penggunaan kesadaran khalifah dan nilai universalnya untuk menelaah PSAK 57 dan GRI Seri 300 dalam konteks pertanggungjawaban lingkungan. Abstract – Universalism of Caliph's Perspective for the Soul of Environmental Accounting Main Purpose – This study aims to restore the religious meaning of accounting and its standards in the context of environmental accountability. Method – This study uses the concept of man as caliph as a method. In-depth interviews were conducted on several informants from various backgrounds. Main Findings – This study shows the interrelationship between accounting religiosity and caliph. Humans are given the right and the obligation to manage nature. This interrelationship carried over on the Indonesian Accounting Standard (PSAK) 57 app compared to the GRI Series 300 and the company's actions. Theory and Practical Implications – The consciousness of a caliph who has universal value can restore the importance of accounting religiosity. This value needs to be realized by various parties to reach a holistic point of awareness. Novelty - The novelty of this study can be seen from the use of caliphate awareness and its universal value to study PSAK 57 and GRI Series 300 in the context of environmental accountability.
LOCAL WISDOM AS THE SOUL OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE Kamalah Saadah; Falikhatun Falikhatun
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.33

Abstract

Abstrak = Kearifan Lokal sebagai Jiwa Pengungkapan Corporate Social ResponsibilityTujuan Utama - Tulisan ini bertujuan untuk menginterpretasikan praktik dan pengungkapan CSR terkait dengan budaya kearifan lokal.Metode - Tulisan ini menggunakan metode studi kasus. Penulis melakukan wawancara dan penelusuran mendalam terhadap bentuk CSR pada sebuah perusahaan.Temuan Utama - Internalisasi budaya dapat menjadi pijakan dalam banyak kegiatan. Internalisasi ini dikhususkan dalam pelaksanaan kegiatan dan pengungkapan CSR. Hal ini dapat diasumsikan sebagai bentuk corporate ibadah.Implikasi Teori dan Praktis - Budaya petatah-petitih Sunan Gunung Jati dilakukan sebagai wujud pelaksanaan praktik dan pengungkapan CSR. Hal ini digunakan untuk menjaga hubungan baik antara entitas dan pemangku kepentingan.Kebaruan - Tulisan ini mengisi gap mengenai praktik dan pengungkapan CSR terkait kearifan lokal yang dimiliki suatu daerah. Abstract - Local Wisdom as the Soul of Corporate Social Responsibility DisclosureMain Purpose – This paper aims to interpret the CSR practice and disclosure associated with the local wisdom.Method - This paper uses a case study method. The author conducts interviews and in-depth searches on CSR in a company.Main Findings – Internalization culture can be a foothold in many activities. This internalization is focused on the implementation of CSR activities and disclosures. It can be assumed as a form of corporate ibadah.Theory and Practical Implications – The culture of oral lore of Sunan Gunung Jati is carried out as a form of CSR practices and disclosures. It is used to maintain good relations between entities and stakeholders.Novelty - This paper fills the gaps related to CSR practices and disclosures associated with local wisdom owned by an area.
HOW DOES LOCAL WISDOM BECOME VALUE IN SELLING-PRICE SETTING? Antong Antong; Riyanti Riyanti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.38

Abstract

Abstrak – Bagaimana Kearifan Lokal Menjadi Nilai Utama dari Penentuan Harga Jual?Tujuan Utama – Penelitian ini mencoba menggali makna penentuan harga jual dari perspektif pedagang ikan.Metode - Penelitian ini menggunakan fenomenologi sebagai metode penelitian. Beberapa pedagang ikan dan kepala pasar menjadi informan pada penelitian ini.Temuan Utama – Penelitian menunjukkan bahwa Pedagang ikan cenderung mengabaikan perhitungan harga pokok penjualan (HPP). Nilai kepercayaan dan sipammase-mase yang terkandung pada HPP dijadikan dasar untuk menentukan harga jual ikan. Harga jual terkonsep sebagai “rasa” saling mengasihi terhadap sesama.Implikasi Teori dan Kebijakan - Beberapa aspek non-materi yang mendasari pengabaian HPP. Rasa syukur yang tersirat menggambarkan pengabaian aspek biaya dalam HPP untuk menentukan harga jual.Kebaruan Penelitian – Penggalian nilai nonmateri dalam penentuan harga jual dari pedagang ikan merupakan kebaruan utama dari penelitian ini.  Abstract – How Does Local Wisdom Become Value in Selling-Price Setting??Main Purpose – This study tried to explore the meaning of selling price determination from the perspective of fish traders.Method - This study uses phenomenology as a research method. Several fish traders and market chiefs became informants on the study.Main Findings – This study shows that fish traders tend to ignore the calculation of the cost of goods sold (COGS). The value of trust and Sipammase-mase contained in COGS is used as a basis for determining the selling price of fish. The selling price is conceptualized as a "sense" of loving each other towards each other.  Theory and Practical Implications – Some of the non-material aspects underlying COGS abandonment. Implied gratitude describes the abandonment of the cost aspect in COGS to determine the selling price.Novelty - Extracting nonmatter value in determining the selling price of fish traders is a major main of this study.
RITUAL NYADRAN PRAGMATICS FOR ENVIRONMENTAL MANAGEMENT ACCOUNTING Whedy Prasetyo
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.29

Abstract

Abstrak- Pragmatika Ritual Nyadran bagi Akuntansi Manajemen Lingkungan.Tujuan Utama – Penelitian ini menginterpretasikan kejeniusan kearifan lokal ritual nyadran untuk mengungkapkan akuntansi manajemen lingkungan.Metode - Pendekatan ekofenomenologi digunakan untuk memahami ekosistem sebagai fenomena intensionalitas antara subyek dengan objeknya. Hubungan ini ditujukan untuk menunjukkan realiasi utama keselarasan antara manusia dengan alam.Temuan Utama- Nilai tambah merepresentasikan kehadiran akuntansi manajemen lingkungan untuk mengidentifikasi, mengakui, mengkuantifikasi, dan melaporkan aktivitas kelestarian lingkungan berdasar ritual nyandran. Ritual ini perlu memasukkan bagaimana manusia menjaga kelestariannya. Kesadaran ini menunjukkan hak dan klaim, serta kewajiban terhadap lingkungan.Implikasi Teori dan Kebijakan- Pengungkapan akuntansi manajemen lingkungan berdasarkan pada keterkaitan antara manusia dan lingkungan. Refleksi yang diwujudkan dalam pragmatika ritual nyadran ditujukan untuk menghasilkan makna kehidupan menjaga lingkungan.Kebaharuan Penelitian – Perwujudan akuntansi manajemen lingkungan dalam memberikan tambahan nyadran dalam laporan keberlanjutan merupakan kebaruan penelitian ini. Abstract: Ritual Nyadran Pragmatics for Environmental Management Accounting. Main Purpose - This research interprets the genius local wisdom ritual nyadran to express environmental management accounting.Method -Ecophenomenology approach is used to understand the ecosystem as a phenomenon that requires intentionality subject and object. This relationship shows the central realization of harmony between humans and nature.Main Findings - Value-added presence for environmental management accounting to identify, recognize, quantify, and report environmental sustainability activities based on ritual nyadran. A ritual needs to include how humans maintain sustainability. This awareness shows rights and claims, and obligations to the environment.Theory and Practical Implications - Environmental management accounting disclosures are based on human and environmental relationships. Reflection embodied in ritual nyadran pragmatics to produce the meaning of life in protecting the environment.Novelty - The embodiment of environmental management accounting in providing additions nyadran to the sustainability report on activities in ecological preservation.
KETERBUKAAN BUDAYA LOKAL DALAM AKUNTABILITAS KEUANGAN GEREJA KRISTEN Jannes Samuel Elfronzo Abhimael Panggabean; Ignatius Novianto Hariwibowo
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.34

Abstract

Abstrak - Keterbukaan Budaya Lokal dalam Akuntabilitas Keuangan Gereja KristenTujuan Utama - Penelitian ini berupaya untuk mengungkap peran budaya lokal dalam penerapan akuntabilitas keuangan di gereja Kristen.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus komparatif disiplin. Beberapa pengurus gereja lokal di Pontianak adalah informan pada penelitian ini.Temuan Utama - Budaya lokal berperan dalam memberikan ruang terhadap kolaborasi dan keterbukaan. Hal ini terlihat melalui praktik nilai gotong royong dan keterbukaan dalam rapat. Tradisi ini membentuk motivasi, nilai manajerial, dan budaya organisasi, yang berperan penting dalam penerapan akuntabilitas keuangan.Implikasi Teori dan Kebijakan - Prinsip dan nilai-nilai tradisi merupakan dasar yang lebih kuat untuk mewujudkan akuntabilitas keuangan dibandingkan standar akuntansi atau ketentuan akuntabilitas keuangan secara formal. Kesadaran praktik profesionalitas sebagai wujud iman perlu diperkuat oleh organisasi keagamaan.Kebaruan Penelitian - Hasil penelitian ini mengungkap peran nilai budaya lokal organisasi dapat mewujudkan akuntabilitas keuangan pada organsiasi keagamaan. Abstract - Local Cultural Transparency in Financial Accountability of the Christian ChurchMain Purpose - This study seeks to reveal the role of local culture in implementing financial accountability in Christian churches.Method – This research uses a disciplinary comparative case study approach. Several local church administrators in Pontianak were informants in this study.Main Findings - Local culture plays a role in providing space for collaboration and openness. This space can be seen through the practice of the value of mutual association and transparency in meetings. This tradition shapes motivation, organizational values, and organizational culture, which play an essential role in implementing financial accountability.Theory and Practical Implications - Traditional principles and values are more substantial for realizing financial accountability than accounting standards or formal financial accountability provisions. Awareness of professional practice as a form of faith needs to be strengthened by religious organizations.Novelty - The results of this study reveal the role of local organizational cultural values in realizing financial accountability in religious organizations.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue