Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Articles
771 Documents
TRANSFORMASI TATA KELOLA DANA DESA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DESA
Amrizal Imawan;
Ninik Mas'adah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.39
Abstrak - Transformasi Tata Kelola Dana Desa untuk Meningkatkan Pendapatan DesaTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mendalami peran dana desa dalam meningkatkan pendapatan asli desa.Metode - Penelitian ini menggunakan metode studi kasus ekplanatori. Adapun informan penelirian adalah sejumlah pihak dari pengurus dinas terkait pengelolaan dana desa.Temuan Utama - Penelitian ini menemukan bahwa dana desa berperan besar dalam mengoptimalkan pendapatan desa. Dana desa sebagai stimulus dan modal utama dalam mengembangkan potensi kekayaan desa sebagai komponen sumber pendapatan asli desa. Perwujudan utama dari kontribusi ini adalah alokasi dana desa untuk pengelolaan badan usaha milik desa.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penelitian ini berimplikasi pada perlunya keterlibatan pemerintah daerah dalam memetakan potensi dan melakukan uji kelayakan bisnis sebelum mendirikan badan usaha milik desa. Selain itu, pemerintah desa harus lebih kreatif dan inovatif untuk menciptakan sumber pendapatan asli desa.Kebaruan Penelitian – Penekanan tata kelola dana desa dalam penelitian ini adalah kebaruan dalam penelitian akuntansi desa. Abstract: Transformation of Village Fund Governance to Increase Village Revenue Main Purpose - This research aims to explore the role of village funds in increasing village revenue.Method - This research uses the explanatory case study method. The investigative informants are several parties from the official management related to the management of village funds.Main Findings - This research finds that village funds play a significant role in optimizing village revenue. Village funds as a stimulus and the principal capital in developing the potential of village wealth as a component of the village's source of income. The primary embodiment of this contribution is the allocation of village funds to manage village-owned enterprises.Theory and Practical Implications - The local government needs to involve in mapping potential and conducting business feasibility tests before establishing village-owned enterprises. Otherwise, the village government must be more creative and innovative to create the village's source of income.Novelty - This research emphasizes village fund governance is a novelty in village accounting research.
APAKAH TEORI FRAUD PENTAGON RELEVAN DALAM MENDETEKSI PENGGELAPAN PAJAK?
Ayu Fury Puspita;
Devi Pusposari;
Yuki Firmanto
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.30
Abstrak – Apakah Teori Fraud Pentagon Relevan dalam Mendeteksi Penggelapan Pajak?Tujuan Utama – Penelitian ini memiliki tujuan menguji adanya dampak efek variabel berdasarkan teori fraud pentagon sebagai deteksi indikasi penggelapan pajak.Metode – Uji t digunakan sebagai metode analisis. Adapun sampel penelitian adalah perusahaan industri dagang yang tercatat dalam Bursa Indonesia selama periode 2015 hingga 2019.Temuan Utama – Teori fraud pentagon tidak relevan dalam melakukan deteksi penggelapan pajak. Pengujian ini memberikan bukti empiris bahwa tidak terjadi indikasi penggelapan pajak dengan melakukan kecurangan akuntansi pada laporan finansial. Unsur tekanan yang diukur dengan 3 proksi tidak mengindikasi dapat terjadi penggelapan pajak.Implikasi Teori dan Kebijakan – Kenaikan atau penurunan rasio keuangan bukan menjadi indikator penggelapan pajak. Hal demikian juga berlaku pada susunan manajemen puncak dan CEO.Kebaharuan Penelitian - Penelitian ini menggabungkan Beneish dan Stuben Model berdasarkan teori fraud pentagon sebagai peringatan dini untuk mengindikasi penggelapan pajak. Abstract – Is the Pentagon's Fraud Theory Relevant in Detecting Tax Evasion? Main Purpose - This study aims to test the impact of variable effects based on the pentagon's fraud theory to indicate tax evasion. Method – The t-test is used as an analysis method. The research sample is a trading industry company listed on the Indonesia Exchange from 2015 to 2019. Main Findings - The Pentagon's fraud theory is irrelevant in detecting tax evasion. This test provides empirical evidence that there is no indication of tax evasion by committing accounting fraud on financial statements. As measured by three proxies, the pressure element does not indicate that tax evasion can occur. Theory and Practical Implications – The increase or decrease in the financial ratio is not an indicator of tax evasion. The same goes for top management and CEOs. Novelty – This study combines the Beneish and Stuben Models based on the pentagon's fraud theory as an early warning to indicate tax evasion.Abstract – Is the Pentagon's Fraud Theory Relevant in Detecting Tax Evasion? Main Purpose - This study aims to test the impact of variable effects based on the pentagon's fraud theory to indicate tax evasion. Method – The t-test is used as an analysis method. The research sample is a trading industry company listed on the Indonesia Exchange from 2015 to 2019. Main Findings - The Pentagon's fraud theory is irrelevant in detecting tax evasion. This test provides empirical evidence that there is no indication of tax evasion by committing accounting fraud on financial statements. As measured by three proxies, the pressure element does not indicate that tax evasion can occur. Theory and Practical Implications – The increase or decrease in the financial ratio is not an indicator of tax evasion. The same goes for top management and CEOs. Novelty – This study combines the Beneish and Stuben Models based on the pentagon's fraud theory as an early warning to indicate tax evasion.
KARAKTERISTIK PROFESIONALISME AUDITOR INTERNAL DARI PERSPEKTIF TOKOH PEWAYANGAN KRESNA
Selina Fransisca
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.3.35
Abstrak – Karakteristik Profesionalisme Auditor Internal dari Perspektif Tokoh Pewayangan KresnaTujuan Utama - Penelitian ini berupaya menelaah peran auditor internal dari perspektif tokoh pewayangan kresna.Metode - Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Seorang auditor internal yang sudah berkecimpung selama 30 tahun adalah informan dalam penelitian ini.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga peran auditor internal yaitu sebagai pengawas, konsultan dan katalisator. Dalam pekerjaanya banyak dilema yang dihadapi oleh mereka. Mereka tidak hanya harus memperhatikan kode etik akuntan, namun juga mengandalkan Tuhan, berintegritas, bijaksana, dan cerdik. Impikasi dan Kejijakan - Penelitian ini memberikan pandangan dan wawasan mengenai pengambilan keputusan atas dilema yang didasarkan pada prinsip dan peran auditor internal yang diambil dari sosok Kresna. Auditor internal diharapkan menirut sifat Kresna untuk mengambil keputusan terbaik atas dilema yang dihadapi.Kebaharuan Penelitian - Kebaharuan dari penelitian ini adalah melihat sisi etika dan profesionalisme dari peran auditor internal dalam sudut pandang tokoh pewayangan. Abstract – Characteristics of Internal Auditor Professionalism from the Perspective of Kresna.Main Purpose - This study seeks to examine the role of internal auditors from the perspective of Krishna. Method - This research uses a descriptive qualitative method. An internal auditor who has been in the business for 30 years is the informant. Main Findings – This study finds that internal auditors' roles are supervisors, consultants, and catalysts. They face many dilemmas. They must not only pay attention to the accountant's code of ethics but also rely on God, be integrity, be wise, and be astute. Theory and Practical Implications - This study provides views and insights regarding decision-making on dilemmas based on the principles and role of internal auditors taken from the figure of Krishna. Internal auditors are expected to imitate Krishna's character to make the best decisions on their dilemmas. Novelty - The novelty of this study is to look at the ethical and professional side of the role of internal auditors from the perspective of wayang characters.
ACCOUNTABILITY FOR GOVERNANCE OF GOVERNMENT FIXED ASSETS
Aristanti Widyaningsih
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.14
Abstrak - Akuntabilitas Tata Kelola Aset Tetap PemerintahTujuan Utama – Penelitian ini berupaya untuk menelaah permasalahan penyimpangan dalam pengelolaan aset tetap pada pemerintah daerah dan upaya penyelesaiannya.Metode - Penelitian pendekatan studi kasus untuk sebagai metode. Adapun informan dalam penelitian ini adalah kepala bagian dalam pemerintah daerah.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa akuntabilitas pengelolaan aset tetap pemerintah daerah belum berjalan dengan baik. Sistem pengendalian internal dan pencatatan dokumen menjadi penyebab akuntabilitas belum berjalan dengan baik. Selain itu, aparatur dan pimpinan belum optimal mengelola aset tetap.Implikasi Teori dan Praktis - Akuntabilitas pengelolaan aset tetap memerlukan penguatan sistem pengendalian internal dan pencatatan yang baik. Selain itu, peningkatan dan kepatuhan aparatur daerah serta dukungan pimpinan menjadi perhatian dalam pengelolaan aset tetap.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menguak permasalahan akuntabilitas aset tetap pemerintah daerah. Abstract - Accountability for Governance of Government Fixed AssetsMain Purpose – This study seeks to examine the problems of irregularities in the management of fixed assets in local governments and their solutions.Method – This study uses a case study approach as a method. The informants in this study were the heads of local government departments.Main Findings – This study found that the accountability of local government fixed asset management has not been running well. The system of internal control and document recording is the cause of accountability that has not been running well. In addition, the apparatus and leaders have not optimally managed fixed assets.Theory and Practical Implications - Accountability in managing fixed assets requires strengthening the internal control system and good records. In addition, the improvement and compliance of the regional apparatus, as well as the support of the leaders, is a concern in the management of fixed assets.Novelty – This research uncovers the accountability problem of local government fixed assets.
FONDASI AKUNTABILITAS KEMITRAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: PERSPEKTIF KOSMOLOGI GHAZALI
Ade Manggala Hardianto;
Basuki Basuki;
Bonnie Soeherman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.08
Abstrak - Fondasi Akuntabilitas Kemitraan Corporate Social Responsibility: Perspektif Kosmologi GhazaliTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mendalami kolaborasi akuntabilitas kemitraan CSR dari perspektif kosmologi Ghazali.Metode - Penelitian ini menggunakan kombinasi metode penelitian tindakan dan refleksi pemikiran Al Ghazali. Beberapa pihak yang terlibat dalam program kemitraan CSR menjadi informan dalam penelitian ini.Temuan Utama - Temuan penelitian ini menghasilkan pondasi akuntabilitas kolaborasi kemitraan CSR. Fondasi ini dimulai dari kesadaran bahwa manusia harus memahami sang pencipta, serta peran dan fungsi keberadaannya di dunia. Selain itu, akuntabilitas kemitraan CSR harus dibangun untuk menciptakan tindakan yang adil bagi masyarakat, lingkungan, dan keuntunga.Implikasi Teori dan Kebijakan – Akuntabilitas kemitraan CSR harus mempertimbangkan manfaat tindakan kolektifitas. Manfaat ini adalah meringankan beban tanggung jawab, adil dan sejahtera sebagai tanggung jawab bersama.Kebaruan Penelitian - Rasa kemanusiaan yang bersumber dari hati dapat dipergunakan untuk membangun kolaborasi akuntabilitas kemitraan CSR. Abstract - Fundamentals of Corporate Social Responsibility Partnership Accountability: Ghazali: Cosmological PerspectiveMain Purpose - This study aims to explore the collaborative accountability of CSR partnerships from the perspective of Ghazali's cosmology.Method - This research uses action research methods and Al Ghazali's reflection. Several parties involved in the CSR partnership program became informants in this study.Main Findings - The findings of this study resulted in the accountability foundation of CSR partnership collaboration. This foundation starts from the realization that humans must understand the creator and the role and function of his existence in the world. In addition, the accountability of CSR partnerships must be built to create appropriate actions for society, the environment, and profits.Theory and Practical Implications – The accountability of CSR partnerships must consider the benefits of collective action. This benefit lightens the burden of responsibility, fair and prosperous as a shared responsibility.Novelty - Humanity that comes from the heart can be used to build collaborative CSR partnership accountability.
STORYTELLING AS AN ALTERNATIVE OF TEACHING (CRITICAL) ACCOUNTING THEORY
Ari Kamayanti;
Novrida Qudsi Lutfillah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.13
Abstrak – Storytelling sebagai Alternatif Pengajaran (Kritis) Teori AkuntansiTujuan Utama – Artikel ini bertujuan memberi alternatif metode pembelajaran teori akuntansi secara kritis melalui penyampaian cerita dalam novel Konpira(kuntan)si.Metode – Pendekatan konstruktif berbasis Paradigma Nusantara dengan nilai-nilai Islam dan ajaran Jawa digunakan untuk menyajikan cerita dalam Konspira(kuntan)si. Selain itu, pendekatan naratif digunakan untuk menggambarkan respon siswa terhadap model pengajaran tersebut. Temuan Utama –Temuan menunjukkan bahwa melalui storytelling, mahasiswa dapat lebih memahami teori akuntansi sekaligus membangkitkan pemikiran kritisnya. Mahasiswa menyukai pembelajaran ini karena selain mudah dipahami, proses belajar lebih menyenangkan dan seru. Kesadaran kritis juga dapat terbangun.Implikasi Teori dan Kebijakan – Artikel ini memberikan alternatif strategi pembelajaran mata kuliah teori akuntansi dengan storytelling. Pembelajaran ini memungkinkan mahasiswa menguasai muatan materi sekaligus membangkitkan kesadaran kritis. Kebaruan Penelitian – Artikel ini memberikan kontribusi bagaimana diskursus teori akuntansi dapat disajikan melalui karya sastra berbasis nilai Nusantara. Abstract – Storytelling as an Alternative to Teaching (Critical) Accounting TheoryMain Purpose – This article aims to provide an alternative method of critically learning accounting theory through storytelling in the "Konpira(kuntan)si" novel.Method - A constructive approach based on the Nusantara Paradigm with Islamic values and Javanese teachings is used to present the story in "Konspira(kuntan)si." In addition, a narrative approach is used to describe students' responses to the teaching model.Main Findings – The findings show that students can better learn accounting theory and generate critical thinking through storytelling. Students like this learning because, apart from being easy to understand, the learning process is more fun and exciting. Critical awareness can also be awakened.Theory and Practical Implications – This article provides an alternative learning strategy for accounting theory courses with storytelling. This learning allows students to master the material's content and raise critical awareness.Novelty– This article contributes to how accounting theory discourse can be presented through Indonesian values-based literature.
APAKAH KEPEMILIKAN ASING BERKONTRIBUSI TERHADAP GREEN ACCOUNTING DAN NILAI PERUSAHAAN?
Aldila Putri Soleha;
Isnalita Isnalita
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.11
Abstrak – Apakah Kepemilikan Asing Berkontribusi terhadap Green Accounting dan Nilai Perusahaan?Tujuan Utama – Tujuan penelitian ini adalah memperoleh bukti empiris terkait apakah nilai perusahaan dipengaruhi oleh pengungkapan sukarela emisi karbon, baik secara langsung maupun moderasi.Metode – Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai metode. Perusahaan yang listing pada Bursa Efek Indonesia selama 2015-2019 menjadi sampel pada penelitian ini.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa pengungkapan sukarela emisi karbon memicu nilai perusahaan. Selain itu, kepemilikan asing berperan sebagai variabel moderasi semu antara pengaruh pengungkapan sukarela emisi karbon terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan persentase kepemilikan saham asing mampu meningkatkan nilai perusahaan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Walaupun sifat dari tambahan informasi terkait emisi karbon telah terbukti secara empiris dalam mempengaruhi nilai perusahaan secara positif, perusahaan tetap harus melakukan perencanaan dan pertimbangan seputar manfaat dan biaya yang timbul dari pengungkapan. Hal ini disebabkan karena sifat dari setiap pengungkapan memerlukan biaya dalam prosesnya.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menambahkan variabel kepemilikan asing sebagai variabel moderasi. Abstract – Does Foreign Ownership Contribute to Green Accounting And Company Value?Main Purpose – This study examines whether the firm value is affected by voluntary disclosure of carbon emissions, either directly or in moderation.Method – Multiple linear regression analysis was used as the method. Companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2015 to 2019 were the sample in this study.Main Findings – This study found that voluntary disclosure of carbon emissions drives firm value. In addition, foreign ownership acts as a pseudo moderating variable between the effect of voluntary disclosure of carbon emissions on solid value. This indicates the percentage of foreign share ownership can increase the company’s value.Theory and Practical Implications – Although the nature of additional information related to carbon emissions has been empirically proven to affect firm value positively, companies still need to plan and consider the benefits and costs of disclosure. This is because the nature of each exposure requires costs in the process.Novelty – This research adds the foreign ownership variable as a moderating variable.
MALLEABLE MENTAL ACCOUNTING DAN MAKNA KEBAHAGIAAN SELAMA PANDEMI COVID-19
Brata, Handi;
Hartiningsih, Dinda Maulidya;
Dosinta, Nina Febriana
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.02
Abstrak - Malleable Mental Accounting dan Makna Kebahagiaan Selama Pandemi Covid-19Tujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna kebahagiaan dan strategi coping yang dipilih seseorang bisa mengurangi efektivitas kerja mental accounting dalam pengelolaan keuangan pribadi.Metode - Penelitian ini menerapkan metode studi kasus exploratory. Beberapa mahasiswa menjadi informan melalui wawancara secara daring.Temuan Utama - Makna kebahagiaan tergantung pada konsepsi mental seseorang. Konsepsi ini menjadi framing effect yang baik untuk menjustifikasi pembelian pribadi. Keberadaan akun mental yang ambigu dari aktivitas self-love melemahkan fungsi mental accounting dalam mengendalikan pengeluaran tambahan sehingga memicu overspending dan defisit anggaran mental.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini memperluas literatur akuntansi dari konteks kesejahteraan mental dan pandemi. Penelitian ini juga menampilkan evaluasi kebijakan coping dan implikasinya pada keuangan pribadi.Kebaruan Penelitian – Isu pandemi menjadi konsepsi mental yang kuat untuk terjadinya mallealble mental accounting tetapi self-control dapat ditingkatkan kembali jika putusan pembelian dievaluasi dengan dua prinsip emotional value yang diberikan dalam penelitian ini. Abstract - Malleable Mental Accounting and Meaning of Happiness During Covid-19 PandemicMain Purpose – This study aims to understand how the meaning of happiness and the chosen coping strategy impair the mental accounting effectiveness in managing personal finance.Method – This study applied an exploratory case study method. Some students became informants through online interviews. Main Findings – The meaning of happiness depends on the personal mental conception. This concept is a good framing effect for purchase justification. An ambiguous mental account, related to self-love activities, hampers the mental accounting to control extra expenditures which triggers overspending and a mental budget deficit.Theory and Practical Implications – This study extends accounting literature in the contexts of pandemics and mental well-being. This study evaluates the coping policy and shows its implications on personal finance.Novelty – Pandemic issues are strong mental conceptions to allow malleable mental accounting, but one’s self-control can be re-activated if the buying decision is evaluated using two principles of emotional value given in this study.
APAKAH GOOD CORPORATE GOVERNANCE BERPERAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA KEBERLANJUTAN?
Desak Nyoman Werastuti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.12
Abstrak - Apakah Good Corporate Governance Berperan dalam Meningkatkan Kinerja Keberlanjutan?Tujuan Utama – Penelitian ini berupaya untuk mengetahui pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keberlanjutan, dengan menggunakan karakteristik dewan komisaris dan manajemen puncak.Metode – Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda. Adapun sampel penelitian adalah 117 perusahaan nonkeuangan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2020.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa hanya ukuran dewan komisaris dan direksi mampu memicu kinerja keberlanjutan. Otoritas Jasa Keuangan perlu mempertimbangkan karakteristik dewan komisaris dan direksi untuk membuat kebijakan di Bursa Efek Indonesia. Pada sisi lainnya, dewan komisaris dan direksi perusahaan perlu memaksimalkan peran mereka dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini mendukung teori keberlanjutan dan upper echelon. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan bahwa investor perlu mempertimbangkan ukuran dan pendidikan dewan komisaris dan direksi dalam keputusan investasi mereka.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menggunakan sistem two-tier pada pengukuran proksi good corporate governance dan berfokus pada perusahaan nonkeuangan. Abstract - Does Good Corporate Governance Contribute to Improving Sustainability Performance?Main Purpose – This study seeks to determine the effect of good corporate governance on sustainability performance, using the characteristics of commissioners and top management.Method – This study uses the multiple regression method. The sample is 117 non-financial companies on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period.Main Findings – This study found that only the size of the board of commissioners and directors can trigger sustainability performance. The Financial Services Authority needs to consider the characteristics of the board of commissioners and directors to make policies. On the other hand, the company's board of commissioners and directors must maximize their role in improving sustainability performance.Theory and Practical Implications – This study supports sustainability theory and the upper echelon. In addition, this study recommends that investors consider the size and education of the board of commissioners and directors in their investment decisions.Novelty – This study uses a two-tier system for measuring good corporate governance proxies and focuses on non-financial companies.
APAKAH SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN EFEKTIF MENCEGAH KORUPSI?
One Dwi Endarningtyas;
Anis Chariri
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.13.1.06
Abstrak – Apakah Sistem Pelaporan Pelanggaran Efektif Mencegah Korupsi?Tujuan Utama – Penelitian ini bertujuan membangun model pencegahan korupsi dengan sistem pelaporan pelanggaran yang efektif.Metode – Penelitian ini menggunakan metode OLS dan analisis faktor. Sampel penelitian ini adalah pegawai di salah satu lembaga pemerintah Indonesia yang telah memiliki sistem pelaporan pelanggaran.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa peningkatan sistem pelaporan pelanggaran akan meningkatkan pencegahan korupsi. Faktor prioritas dalam pencegahan korupsi yang perlu diperhatikan adalah adanya lingkungan tempat kerja yang positif. Selain itu, sistem pelaporan pelanggaran perlu memprioritaskan ketersediaan perlindungan yang proaktif bagi pelapor.Implikasi Teori dan Kebijakan – Sistem pelaporan pelanggaran yang efektif mencegah korupsi dapat terwujud dengan penguatan faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada pengambilan keputusan seseorang dalam berperilaku. Organisasi diharapkan dapat mengembangkan kebijakan pencegahan korupsi dengan menyelaraskan motivasi dalam diri pegawai/karyawan dan faktor dari luar diri pegawai/karyawan.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini melihat keberadaan sistem pelaporan pelanggaran dan menguraikan efektivitasnya. Abstract – Is the Whistleblowing Reporting System Effective in Preventing Corruption?Main Purpose – This study aims to build a corruption prevention model with an effective whistleblowing system.Method – This study used the OLS and factor analysis method. The sample of this study was employees at an Indonesian government agency that already has a whistleblowing system.Main Findings – This study found that improving the whistleblowing system would improve corruption prevention. The priority factor in preventing corruption that needs to be considered is the existence of a positive work environment. In addition, the system needs to prioritize the availability of proactive protection for whistleblowers.Theory and Practical Implications – An effective violation reporting system to prevent corruption can be realized by strengthening internal and external factors that influence a person's decision-making in behavior. Organizations are expected to be able to develop policies to prevent corruption by aligning the motivation within employees and factors from outside of the employees.Novelty – This study looks at the existence of a violation reporting system and describes its effectiveness.