cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20867603     EISSN : 20895879     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Arjuna Subject : -
Articles 771 Documents
NASIONALISME, HARGA TRANSFER, DAN KEPEMILIKAN ASING DARI PANDANGAN PENGHINDARAN PAJAK Widyasari, Permata Ayu; Wijaya, Vernanda Octaviane; Hananto, Hari
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.1.03

Abstract

Abstrak - Nasionalisme, Harga Transfer, dan Kepemilikian Asing dari Pandangan Penghindaran PajakTujuan Utama - Penelitian ini berupaya membuktikan pengaruh harga transfer dan kepemilikan asing pada penghindaran pajakMetode – Penelitian ini memakai analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian ini adalah perusahaan terindeks BEI di tahun 2019-2021 yang terindikasi praktek harga transfer.Temuan Utama - Harga transfer dan kepemilikan asing memiliki dampak negative terhadap praktek penghindaran pajak. Semakin tinggi agresifitas praktek harga transfer maupun makin tinggi prosentase kepemilikan asing, maka makin rendah praktek penghindaran pajak. Perusahaan tersebut justru menunjukan nasionalismenya melalui kontribusi pembayaran pajak.Implikasi Teori dan Kebijakan – Berdasarkan teori keagenan, kepemilikan asing dianggap sebagai pengawas yang memperkuat tata kelola perusahaan sehingga menurunkan praktek penghindaran pajak. Pengetatan aturan harga transfer dapat mengurangi motif perusahaan multinasional untuk melakukan pergeseran laba antar afilisasi maupun pada negara surga pajak.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mematahkan stereotipe bahwa nasionalisme perusahaan akan berkurang bila melakukan harga transfer maupun mempunyai kepemilikan asing dari sisi penghindaran pajak. Abstract - Nationalism, Transfer Pricing, and Foreign Ownership from the View of Tax AvoidanceMain Purpose - This study seeks to prove the effect of transfer pricing and foreign ownership on tax avoidance.Method - This study uses multiple linear regression. The sample is companies indexed on the IDX in 2019-2021 that have indicated transfer pricing practices.Main Findings - Transfer pricing and foreign ownership damage tax avoidance practices. The higher the aggressiveness of transfer pricing practices and the higher the percentage of foreign ownership, the lower the tax avoidance practices. The company shows its nationalism through the contribution of tax payments.Theory and Practical Implications - Based on agency theory, foreign ownership is considered a supervisor that strengthens corporate governance, thereby reducing tax avoidance practices. Tightening transfer pricing rules can reduce the motive of multinational companies to shift profits between affiliates or to tax haven countries.Novelty - This study breaks the stereotype that corporate nationalism will be reduced if it conducts transfer pricing or has foreign ownership in tax avoidance.
MANIFESTASI HEN TECAHI YO ONOMI T’MAR NI HANASED DALAM PENCEGAHAN KORUPSI Pasolo, Muhammad Ridhwansyah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.25

Abstract

Abstrak - Manifestasi Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased dalam Pencegahan KorupsiTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana manifestasi nilai Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased untuk meningkatkan kualitas praktik akuntansi dalam pencegahan korupsi. Metode – Penelitian ini menggunakan metode biografi. Beberapa pejabat pemerintahan daerah menjadi informan dalam penelitian ini.Temuan Utama – Penerapan nilai Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased dapat meningkatkan kualitas praktik akuntansi dalam pencegahan korupsi. Penerapan nilai-nilai ini, memberikan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik. Nilai ini juga berperan dalam memperkuat integritas aparatur negara.Implikasi Teori dan Kebijakan – Nilai Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased menjadi pilar kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Nilai ini menguatkan pentingnya religiusitas serta komitmen pemimpin dalam pencegahan korupsi.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini memaknai sebuah nilai moral lokal yang diciptakan oleh seorang pemimpin daerah dalam mencegah korupsi. Abstract - Manifestation “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” in Corruption PreventionMain Purpose - This research aims to understand how the manifestation of “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” value improves the quality of accounting practices in corruption prevention. Method - This research used biography method as a tool analysis. Several regional officials became informants in this study.Main Findings - Implementing “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” values can improve the quality of accounting practices in corruption prevention. The application of these values provides better transparency and accountability. This value also plays a role in strengthening the integrity of the state apparatus. Theory and Practical Implications - The value of “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” is a pillar of governance policy. This value reinforces the importance of religiosity and leader commitment in preventing corruption. Novelty - This research interprets a local moral value created by a regional leader in preventing corruption.
HOW DO ORGANIZATIONS SHARE RESPONSIBILITY FOR AUDITOR JOB SATISFACTION AND POOR PERFORMANCE? Anastasia, Michelle; Kohardinata, Cliff; Widianingsih, Luky Patricia
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.17

Abstract

Abstrak – Bagaimana Organisasi Turut Terlibat atas Kepuasan Kerja dan Kinerja Auditor yang Buruk?Tujuan Utama - Penelitian ini dilakukan untuk memberikan bukti empiris atas kontribusi kecerdasan emosional dan spiritual pada kepuasan dan kinerja auditor.Metode - Penelitian ini menggunakan metode analisis SEM dengan tiga persamaan struktural. Sampel yang digunakan adalah auditor dari berbagai provinsi di Indonesia.Temuan Utama - Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual memberikan dampak positif pada kepuasan dan kinerja auditor. Kepuasan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja yang dilakukan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan kerja merupakan hal yang krusial untuk diperhatikan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Untuk meningkatkan kepuasan dan kinerjanya, seorang auditor harus dapat mengelola emosi dan memiliki keyakinan yang kuat. Organisasi juga harus bisa membuat strategi yang dapat meningkatkan kepuasan dan kinerja auditor.Kebaruan Penelitian - Penggunaan variabel yang merepresentasikan faktor psikologis bagi kepuasan dan kinerja seorang auditor menjadi kekuatan perspektif penelitian ini. Abstract – How Do Organizations Share Responsibility for Auditor Job Satisfaction and Poor Performance?Main Purpose - This study investigates empirical evidence of the contribution of emotional and spiritual intelligence on auditor satisfaction and performance.Method - This study employs SEM analysis method with three structural equations. The sample is auditors from various provinces in Indonesia.Main Findings - The results proved that emotional and spiritual intelligence positively affect job satisfaction and auditor performance. Furthermore, auditor job satisfaction positively influences their performance. These findings underscore the importance of job satisfaction for auditor outcomes.Theory and Practical Implications – To enhance satisfaction and performance, an auditor must be able to manage emotions and have strong confidence. Organizations must also be able to devise strategies that can improve auditor satisfaction and performance.Novelty – The use of variables representing psychological factors for the satisfaction and performance of an auditor becomes a strength in the perspective of this research
FALAH-BASED SHARIA VALUE-ADDED: AN ANTITHESIS TO THE CONCEPT OF NET PROFIT Mulawarman, Aji Dedi; Siddiqui, Aaiman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.30

Abstract

Abstrak - Nilai Tambah Syariah Berbasis Falah: Sebuah Antitesis terhadap Konsep Laba BersihTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mempraktikkan Nilai Tambah Syariah berbasis Falah sebagai antitesis dari laba bersih.Metode - Metode Rukun Sentral Ekonomi Kerakyatan digunakan pada penelitian ini. Informan penelitian ini adalah beberapa pelaku usaha ekonomi kerakyatan.Temuan Utama - Hasil penelitian mengungkapkan tiga hal: pertama, pilar kesetaraan diwujudkan melalui pendistribusian nilai tambah berdasarkan falah bisnis dan menyeimbangkan penilaian obyektif dengan praksis subyektif. Kedua, Pilar Kewarganegaraan dan Keadilan memandu bisnis dalam mendistribusikan Nilai Tambah Syariah. Ketiga, meskipun Pilar Keimanan telah diupayakan secara optimal, namun pelaku usaha masih menghadapi kendala regulasi.Implikasi Teori dan Kebijakan - Temuan penelitian ini menjadi dasar untuk memastikan bahwa distribusi nilai tambah syariah berbasis falah lebih tepat digunakan daripada penggunaan konsep laba bersih. Nilai ini menjadi penting karena memberikan kesadaran tentang bisnis yang berkelanjutan dan menunjukkan dasar atas keadilan sosial.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menunjukkan memberikan konsep nilai tambah Syariah berbasis Falah Falah sebagai landasan antitesis laba bersih, baik dalam tataran konseptual maupun praktis. Abstract - Falah-Based Sharia Value-Added: An Antithesis to the Concept of Net ProfitMain Purpose - This research aims to put Falah-based Shariah Value Added into practice as an antithesis to net profit.Method - The "Rukun Sentral" method was used. The informants were several people's economy business actors.Main Findings - The results revealed three points: first, the equality pillar is realized through distributing added value based on business Falah and balancing objective assessment with subjective praxis. Second, the Citizenship and Fairness Pillars guide businesses in distributing Sharia Value Added. Third, while the Faith Pillars have been optimally pursued, they face regulatory constraints.Theory and Practical Implications - The findings of this study are the basis for ensuring that the distribution of falah-based Islamic value-added is more appropriate than the use of the net profit. This value is essential because it provides awareness about sustainable business and shows the basis of social justice.Novelty - This research positions Falah-based Islamic value-added as the foundational antithesis to net profit.
DOES INTELLECTUAL CAPITAL IMPROVE FIRM PERFORMANCE IN AN UNCERTAIN ENVIRONMENT? Leslie, Felita Fiorella; Bimo, Irenius Dwinanto; Ismoyo, Thomas Ulun
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.21

Abstract

Abstrak - Apakah Modal Intelektual Meningkatkan Kinerja Perusahaan dalam Lingkungan yang Tidak Pasti? Tujuan Utama – Studi ini bertujuan untuk menguji dampak modal intelektual terhadap kinerja karena efek moderasi ketidakpastian lingkungan.Metode - Penelitian ini menggunakan metode regresi panel. Sampel penelitian adalah perusahaan perbankan mulai tahun 2018-2022.Temuan Utama – Modal intelektual terbukti meningkatkan kinerja perusahaan. Semakin berkualitas modal intelektual, semakin baik kinerja perusahaan. Meskipun demikian, tidak ditemukan efek ketidakpastian lingkungan terhadap pengaruh pengungkapan modal intelektual dengan kinerja keuangan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menunjukkan teori RBV dalam menjelaskan fenomena bisnis. Di sisi lain, studi ini mengungkapkan agar perusahaan di era industri 4.0 perlu memperkuat modal intelektual untuk meningkatkan kinerja.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menambahkan ketidakpastian lingkungan sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi modal intelektual terhadap kinerja. Abstract - Does Intellectual Capital Improve Firm Performance in an Uncertain Environment?Main Purpose - This study examines intellectual capital's impact on performance by considering the moderating effect of environmental uncertainty.Method - This study employs the panel regression method. The sample is banking companies from 2018-2022.Main Findings - Intellectual capital is proven to improve company performance. The higher the quality of intellectual capital, the better the company's performance. However, environmental uncertainty does not affect intellectual capital disclosure's effect on financial performance.Theory and Practical Implications - This study demonstrates the RBV theory in explaining business phenomena. On the other hand, this study suggests that companies in the industrial 4.0 era need to strengthen their intellectual capital to improve their performance.Novelty - This study adds environmental uncertainty as an external factor that affects intellectual capital performance.
HOW IMPORTANT IS CYBERSECURITY DISCLOSURE FOR FIRM VALUE? Oktavendi, Tri Wahyu; Kholmi, Masiyah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.26

Abstract

Abstrak – Seberapa Penting Pengungkapan Cybersecurity bagi Nilai Perusahaan?Tujuan Utama – Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan peran mediasi pengungkapan cybersecurity pada pengaruh antara investasi teknologi informasi dan nilai perusahaan.Metode – Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda. Sampel penelitian ini adalah laporan tahunan dan keberlanjutan perusahaan keuangan yang terindeks di IDX pada tahun 2022.Temuan Utama - Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan cybersecurity penting bagi stakeholders. Pengungkapan cybersecurity merupakan sinyal positif bagi investor dalam pengambilan keputusan. Lebih lanjut, investasi pada teknologi informasi harus diikuti dengan pengungkapan cybersecurity.Implikasi Teori dan Kebijakan - Penelitian ini mendukung teori sinyal dan stakeholder dalam menarik perhatian investor. Selain itu, manajemen puncak atau menengah dapat meningkatkan pengungkapan cybersecurity dalam untuk meningkatkan perhatian investor.Kebaruan Penelitian - Kebaruan penelitian ini adalah penggunaan variable mediasi pengungkapan cybersecurity. Abstract - How Important is Cybersecurity Disclosure for Firm Value?Main Purpose - This study aims to prove the mediating role of cybersecurity disclosure on the influence between information technology investment and firm value.Method - This study employs multiple linear regression methods. The sample of this study is the annual and sustainability reports of financial companies indexed on the IDX in 2022. Main Findings - The results showed that cybersecurity disclosure is important for stakeholders. Cybersecurity disclosure is a positive signal for investors in decision-making. Furthermore, investment in information technology should be followed by cybersecurity disclosure.Theory and Practical Implications - This study supports the signal and stakeholder theories in attracting investor attention. In addition, top or middle management can increase cybersecurity disclosures to increase investor attention. Novelty - The novelty of this study is the use of the mediating variable of cybersecurity disclosure.
SISTEM PERSEDIAAN BERAS PENDARINGAN SEBAGAI REFLEKSI AKUNTABILITAS ISTRI Gading, Meiwindriya Mutya; Septyan, Krisno
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.19

Abstract

Abstrak – Sistem Persediaan Beras Pendaringan sebagai Refleksi Akuntabilitas IstriTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk akuntabilitas istri kepada suami melalui pendaringan sebagai sistem persediaan beras.      Metode - Penelitian ini menggunakan fenomenologi transedental. Informannya adalah sebuah keluarga yang menggunakan sistem pendaringan.Temuan Utama - Pendaringan merupakan tempat penyimpanan beras yang memberikan simbol akuntabilitas istri kepada suami. Istri tidak boleh ceroboh dengan membiarkan pendaringan kosong. Akuntabilitas istri untuk komunikasi kepada suami terkait pengisian pendaringan menimbulkan prinsip sergep mergawe pada suami.Implikasi Teori dan Kebijakan - Prinsip pengelolaan rumah tangga dimulai dari pengelolaan beras di pendaringan dan memunculkan akuntabilitas pada istri. Istri yang dapat menjalankan sistem pendaringan dengan baik akan mampu mengelola kebutuhan rumah tangga lainnya.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini adalah  yang pertama kali membahas pendaringan sebagai dasar akuntansi rumah tangga. Abstract – “Pendaringan” Rice Inventory System as a Reflection of Wife AccountabilityMain Purpose - This research aims to understand the form of a wife's accountability through “pendaringan” as a rice inventory system.Method - This study employs transcendental phenomenology. The informant is a family who use the “pendaringan” system.Main Findings – “Pendaringan” serves as a storage place for rice that symbolizes the wife's accountability. The wife must not be careless by allowing the “pendaringan” to be empty. The wife's accountability in communicating with her husband regarding the replenishment of “pendaringan” instills a diligent work ethic (“sergep mergawe”) in the husband.Theory and Practical Implications - The principle of household management begins with managing the rice in “pendaringan”, which fosters accountability in the wife. A wife who can effectively operate the “pendaringan” system will be able to manage other household needs. Novelty - This study is the first to discuss “pendaringan” as the foundation of household accounting practices.
FROM BRICKS TO BRAINPOWER: THE ROLE OF INTELLECTUAL CAPITAL AND FIRM SIZE Nurrahmawati, An; Aini, Annisa Qurrota; Rahmawati, Wulan; Joseph, Corina
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.2.22

Abstract

Abstrak – Dari Fisik Menuju Kecerdasan: Peran Modal Intelektual dan Ukuran PerusahaanTujuan Utama – Penelitian ini menginvestigasi pengaruh modal intelektual dan nilai perusahaan serta moderasi ukuran perusahaan.Metode – Penelitian ini menggunakan metode Analisis regresi berganda. Sampel penelitian ini adalah perusahaan sektor properti dan real estat Indonesia selama tahun 2018-2022.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa modal intelektual, terutama human capital dan capital employed, meningkatkan nilai perusahaan secara agregat. Sebaliknya, modal struktural memiliki pengaruh negatif. Meskipun demikian, ukuran perusahaan memperlemah pengaruh negatif dari modal struktural terhadap ukuran perusahaan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menegaskan teori RBV dalam mencapai keunggulan kompetitif. Selain itu, penelitian ini berdampak pada perusahaan untuk memprioritaskan investasi dalam modal intelektual.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini memiliki kebaruan berupa moderasi ukuran perusahaan dan uji robust nilai perusahaan. Abstract - From Bricks to Brainpower: The Role of Intellectual Capital and Firm SizeMain Purpose - This study investigates the effect of intellectual capital, firm value, and moderation of firm size.Method - This study employs a multiple regression analysis method. The sample of this study is Indonesian property and real estate sector companies from 2018 to 2022.Main Findings - This study found that intellectual capital increases aggregate firm value, especially human capital and capital employed. In contrast, structural capital has a negative effect. However, firm size weakens the negative impact of structural capital on firm size.Theory and Practical Implications - This study confirms the RBV theory in achieving competitive advantage. In addition, this study implies that companies should prioritize investment in intellectual capital.Novelty - This study is a novely in the form of moderation of firm size and robust test of firm value.
PERAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP CREATIVE ACCOUNTING Nikmah, Zulfatul; Perwitasari, Dian
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.1.10

Abstract

Abstrak - Peran Transaksi Pihak Berelasi dan Corporate Governance terhadap Creative AccountingTujuan Utama - Riset ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh transaksi pihak berelasi, kompensasi, dan tata kelola perusahaaan dalam kecenderungan praktik creative accounting.Metode – Riset ini menggunakan metode regreis linear berganda. Sampel  yang dipilih yakni perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021.Temuan Utama - Transaksi pihak berelasi dinilai sebagai transaksi efisien yang mengurangi tendensi praktik creative accounting. Kompensasi manajemen justru mendorong manajer melakukan creative accounting. Namun, melalui penyelenggaraan rapat dewan direksi dapat menjadi alat yang efektif dalam pengawasan setiap keputusan manajemen sehingga dapat mengurangi fleksibilitas creative accounting.Implikasi Teori dan Kebijakan – Riset ini melegitimasi teori agensi dalam akuntansi keuangan. Selain itu, riset ini mengusulkan penguatan undang-undang yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan dan menegakkan persyaratan yang ketat mengenai pengungkapan dan penyajian transaksi pihak berelasi.Kebaruan Penelitian – Riset ini menambahkan transaksi pihak berelasi yang mungkin digunakan manajer dalam mengelola laba. Abstract - The Role of Related Party Transactions and Corporate Governance on Creative AccountingMain Purpose - This research aims to identify the influence of related party transactions, compensation, and corporate governance on the tendency toward creative accounting practices.Method - This research uses a multiple linear regression method. The sample selected is manufacturing companies on the Indonesia Stock Exchange for 2019-2021.Main Findings - Related party transactions are considered efficient transactions that reduce the tendency of creative accounting practices. Management compensation encourages managers to do creative accounting. However, the organisation of board meetings can be an effective tool in monitoring every management decision to reduce the flexibility of creative accounting.Theory and Practical Implications - This research legitimises the agency theory in financial accounting. In addition, this research proposes strengthening laws relating to corporate governance and enforcing strict requirements regarding the disclosure and presentation of related party transactions.Novelty - This research adds related party transactions that managers may use to manage earnings.
BEYOND TRUSTED WHISTLEBLOWING CHANNELS: COLLECTIVE EFFORTS TO CLAMP DOWN ON CORRUPTION Defiantoro, Dwi; Mayasari, Ima
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2024.15.1.05

Abstract

Abstract – Melampaui Saluran Whistleblowing Terpercaya: Upaya Kolektif untuk Memojokkan Korupsi Tujuan utama - Studi ini bertujuan membangun model determinan whistleblowing pada pegawai instansi publik.Metode - Studi ini menerapkan metode regresi multivariat. Responden penelitian ini terdiri dari pegawai pada beberapa instansi pemerintah pusat dan daerah.Temuan Utama - Penelitian ini menunjukkan peningkatan preferensi whistleblowing, persepsi dukungan organisasi dan kepercayaan pada kanal pelaporan internal berpengaruh positif terhadap minat whistleblowing. Faktor persepsi keseriusan pelanggaran juga berpengaruh positif dengan minat whistleblowing. Walaupun demikian, persepsi kolektivisme berpengaruh negatif dengan kemungkinan melapor.Implikasi Teori dan Kebijakan - Kanal whistleblowing internal terpercaya dapat terwujud dengan memperkuat iklim etis untuk menguatkan persepsi keamanan dan mengurangi biaya risiko pelaporan. Organisasi disarankan meningkatkan kesiapan dan mengembangkan kebijakan yang dapat mencegah korupsi dengan memberikan dukungan, keteladanan etis dan pengakuan seimbang akan integritas etis dan kestabilan kelompok.Kebaruan penelitian - Studi ini mengkaji dinamika faktor individual, situasional, dan kultural secara bersamaan dalam kerangka pencegahan korupsi sektor publik. Abstract - Beyond Trusted Whistleblowing Channels: Collective Efforts to Clamp Down on Corruption Main Purpose - This study aims to model the determinants of whistleblowing in public agency employees.Method - This study applied a multivariate regression method. The respondents consisted of employees in several central and local government agencies.Main Findings - This study shows that increasing whistleblowing preference, perceived organisational support and trust in internal reporting channels positively affect whistleblowing interest. The perceived seriousness of the offence factor also positively influences interest in whistleblowing. However, perceived collectivism harms the likelihood of reporting.Theory and Practical Implications - Trusted internal whistleblowing channels can be realised by strengthening the ethical climate to strengthen perceptions of safety and reduce the risk costs of reporting. Organisations are advised to improve preparedness and develop policies that prevent corruption by providing support, ethical role models and balanced recognition of ethical integrity and group stability.Novelty - This study simultaneously examines the dynamics of individual, situational and cultural factors within the public sector corruption prevention framework.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025) Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2025 - Agustus 2025) Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2024 - April 2025) Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2024 - Desember 2024) Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2024 - Agustus 2024) Vol 14, No 3 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2023 - April 2024) Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2023 - Desember 2023) Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2023 - Agustus 2023) Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2022 - April 2023) Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022) Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2022 - Agustus 2022) Vol 12, No 3 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2021 - April 2022) Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021) Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2021 - Agustus 2021) Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Desember 2020 - April 2021) Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020) Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (April 2020 - Agustus 2020) Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 3 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 3 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 3 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 3 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Akuntansi Multiparadigma More Issue