Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Jurnal Akuntansi Multiparadigma or Journal of Multiparadigm Accounting (JAMAL) has been published since April 2010 by Universitas Brawijaya, and since 2014 has been collaborating with Masyarakat Akuntansi Multiparadigma Indonesia. JAMAL publishes scientific articles and highly appreciates creative and challenging thought to trigger the birth of accounting innovation as well as practices. JAMAL is quarterly issued on April-July, August-November, and December-March. JAMAL also uses LOCKSS system to ensure a secure and permanent archive for the journal. Today, JAMAL is indexed in ASEAN Citation Index (ACI), Directory of Open Access Journal (DOAJ), Google Scholar, and Sinta. Since 2015, JAMAL is member of CrossRef, therefore each article will own a DOI (Digital Object Identifier) number. To increase publicity JAMAL can also be found in Mendeley and Academia.Edu. JAMAL is also associated with AlJEBI (Aliansi Pengelola Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia) to continuously improve its quality.
Articles
783 Documents
DISRUPTIVE INNOVATION FOR FINANCIAL SUSTAINABILITY OF NEWS AGENCIES
Wibowo, Daryanto Hesti
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.16
Abstrak – Inovasi Disruptif untuk Keberlanjutan Keuangan Lembaga BeritaTujuan Utama – Penelitian ini berupaya untuk menganalisis reaksi lembaga berita terhadap gangguan teknologi melalui inovasi yang mengganggu untuk kelangsungan finansial..Metode - Penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Terdapat dua agensi berita yang menjadi objek analisis penelitian ini.Temuan Utama – Penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi berita mempromosikan keberlanjutan finansial melalui implementasi inovasi disruptif yang ditargetkan. Implementasi ini mencakup penyesuaian model pendapatan. Penelitian ini menguraikan penyesuaian praktis yang memengaruhi keberlanjuran lembaga berita.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini memperkuat teori inovasi disruptif dengan menekankan reaksi proaktif yang didorong oleh teknologi. Lembaga berita dan regulator akuntansi harus menerapkan model bisnis baru dan standar akuntansi untuk mendorong ketahanan, kelincahan, dan pertumbuhan berkelanjutan.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini memaparkan penerapan teori inovasi disruptif dalam bidang akuntansi untuk meningkatkan keberlanjutan keuangan di agensi berita. Abstract – Disruptive Innovation for Financial Sustainability of News AgenciesMain Purpose - This study analyses news agencies' reactions to technology disruption via disruptive innovation for financial viability..Method – This study utilised content analysis. There were two news agencies that were the subjects of this study's analysis.Main Findings – This study indicates that news organisations promote financial sustainability through the implementation of targeted disruptive innovations. This implementation encompasses the reconfiguration of revenue models. This resesearch outlines practical adaptations that affect news agencies sustainability.Theory and Practical Implications – This study reinforces disruptive innovation theory by emphasising proactive, technology-driven reactions. News agencies and accounting regulators must implement new business models and accounting standards to foster resilience, agility, and sustainable growth.Novelty – This study presents an accounting application of disruptive innovation theory to enhance financial sustainability in news agencies.
THE ROLE OF BOARD OF COMMISSIONERS CHARACTERISTICS ON INTEGRATED REPORTING QUALITY
Goutama, Beauty Sceneryta;
Oktorina, Megawati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.25
Abstrak – Peran Karakteristik Dewan Komisaris Terhadap Kualitas Pelaporan TerintegrasiTujuan Utama – Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh karakteristik dewan komisaris terhadap kualitas pelaporan terintegrasi.Metode – Penelitian ini menggunakan fractional outcome regression. Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang terindeks di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2019-2021.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa independensi dan ukuran dewan komisaris meningkatkan kualitas pelaporan terintegrasi. Meskipun demikian, keberadaan wanita dan latar belakang pendidikan tidak berdampak kepada kualitas pelaporan tersebut. Pada sisi lainnya, ukuran perusahaan memperlemah pengaruh ukuran dewan komisaris terhadap kualitas pelaporan terintegrasi.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menunjukkan dukungan kepada teori agensi dan legitimasi. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas dewan komisaris diperlukan dalam peningkatan kualitas pelaporan terintegrasi.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mempertimbangkan efek moderasi ukuran perusahaan dan pengembangan pengukuran kualitas pelaporan terintegrasi dari berbagai aspek. Abstract – The Role of Board of Commissioners Characteristics on Integrated Reporting QualityMain Purpose - This study aims to demonstrate the influence of the board of commissioners’ characteristics on the quality of integrated reporting.Method - This study employs the fractional outcome regression. The sample for this study consists of companies listed on the IDX during 2019–2021..Main Findings - This study found that the independence and size of the board of commissioners improve the quality of integrated reporting. However, the presence of women and educational background had no impact. On the other hand, the company size weakens the effect of the size of the board of commissioners on the quality of integrated reporting. Theory and Practical Implications - This study support the agency and legitimacy theories. Furthermore, this study demonstrates that the effectiveness of the board of commissioners is essential for improving the quality of integrated reporting.Novelty – This study examines the moderating effect of company size and the development of integrated reporting quality measurement from multiple perspectives.
ACCRUAL ACCOUNTING BIAS PRACTICES AS RISK MITIGATION IN MICROFINANCE INSTITUTIONS
Bagiada, I Made;
Sukarta, Made Andy Pradana;
Hardika, Nyoman Sentosa;
Darmayasa, I Nyoman
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.18
Abstrak – Praktik Bias Akuntansi Akrual sebagai Mitigasi Risiko Pada Lembaga Keuangan MikroTujuan Utama - Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mitigasi risiko pada Lembaga Keuangan Mikro melalui praktik bias akuntansi akrual.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Informan yang digunakan adalah sejumlah individu yang terkait dengan lembaga keuangan mikro.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa teori legitimasi, stakeholder, dan agensi menggambarkan fenomena praktik bias akuntansi akrual pada lembaga keuangan mikro. Potensi konflik mengacu pada teori agensi tipe tiga. Kecenderungan akuntansi akrual terhadap pengakuan pendapatan berbasis kas merupakan strategi mitigasi risiko likuiditas yang menggunakan konsep pencocokan biaya dengan pendapatan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori legitimasi, stakeholder, dan agensi berbasis kepemilikan masyarakat adat. Selain itu, penelitian ini mengusulkan adanya sistem checks and balances yang melibatkan pemangku kepentingan komunitas untuk mencegah potensi konflik dan bias akuntansi akrual.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini mengungkapkan potensi konflik pada lembaga keuangan mikro yang tercermin melalui praktik bias akuntansi akrual. Abstract – Accrual Accounting Bias Practices as Risk Mitigation in Microfinance InstitutionsMain Purpose – The purpose of this study is to examine risk mitigation strategies in microfinance institutions through the adoption of accrual accounting bias practices.Method – This research employed a case study methodology. Informants comprised individuals associated with microfinance institutions.Main Findings - This study found that legitimacy, stakeholder, and agency theories describe the phenomenon of accrual accounting bias in microfinance institutions. The potential for conflict refers to type three agency theory. The tendency of accrual accounting towards cash-based revenue recognition is a liquidity risk mitigation strategy that uses the concept of matching costs with revenues.Theory and Practical Implications – This study contributes to legitimacy, stakeholder, and agency theories by grounding them in indigenous community ownership. Furthermore, it proposes a system of checks and balances that engages community stakeholders to mitigate potential conflicts and bias in accrual accounting.Novelty - This study reveals the potential for conflict within microfinance institutions, as reflected in the use of accrual-bias practices.
THE ILLUSION OF TECHNOLOGICAL FRAUD DETECTION: WHY AUDITOR COMPETENCE STILL RULES?
Tantini, Dewi;
Nuswantara, Dian Anita;
Run, Pharatt
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.20
Abstrak – Ilusi Deteksi Teknologi Kecurangan: Mengapa Kemampuan Auditor Masih Menentukan?Tujuan Utama – Penelitian ini bertujuan mengungkap persepsi auditor internal daerah mengenai efektivitas alat deteksi fraud.Metode – Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Informan penelitian ini adalah auditor lembaga pengawas internal di Jawa Timur.Temuan Utama – Penelitian ini menunjukkan bahwa kecurangan yang dominan bersifat administratif. Alat bantu seperti Excel dan sistem kontrol dinilai efektif, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kompetensi auditor serta dukungan pemeriksaan lapangan. Temuan ini menegaskan memperlihatkan pentingnya keterampilan teknis auditor dalam pendeteksian kecurangan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menegaskan keberadaan teori atribusi dalam pengembangan kompetensi auditor. Selain itu, penelitian ini menekankan perlunya penguatan kompetensi auditor melalui pelatihan computer-assisted audit tools, peningkatan pemanfaatan teknologi audit, serta pembenahan budaya kerja organisasi.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini memiliki kebaruan kepada eksplorasi persepsi auditor internal daerah mengenai efektivitas penggunaan alat deteksi fraud berbasis teknologi sederhana dan sistem kontrol organisasi. Abstract – The Illusion of Technological Fraud Detection: Why Auditor Competence Still Rules?Main Purpose – This study aims to reveal the perceptions of regional internal auditors regarding the effectiveness of fraud detection tools.Method – This study utilised a case study method. The informants were internal audit officers in East Java.Main Findings – This study shows that the dominant type of fraud is administrative. Tools such as Excel and control systems are considered effective, but their success is highly dependent on the competence of auditors and field audit support. These findings emphasise the importance of auditors' technical skills.Theory and Practical Implications – This study confirms the existence of attribution theory in the development of auditor competencies. In addition, this study emphasises the need to strengthen auditor competencies through training in computer-assisted audit tools, increasing the use of audit technology, and improving the organisational work culture.Novelty – This study is novel in its exploration of regional internal auditors' perceptions of the effectiveness of using simple technology-based fraud detection tools and organisational control systems.
DOES TECHNOLOGY REDEFINE AUDITING? A SYSTEMATIC REVIEW
Adiningsih, Triana Eva
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
RICH HOMETOWN, LESS COMPASSION: DOES HOMETOWN TIES GENERATE CSR?
Firnanti, Friska;
Rudyanto, Astrid;
Adhariani, Desi
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.17
Abstrak – Kampung Halaman Kaya, Belas Kasihan Berkurang: Apakah Ikatan Kampung Halaman Mendorong CSR?Tujuan Utama - Penelitian ini menyelidiki peran kekayaan daerah asal CEO dan komisaris dalam memoderasi pengaruh keterikatan daerah asal terhadap CSR.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan regresi data panel efek tetap dan acak. Sampel penelitian ini adalah industri-industri yang sensitif terhadap lingkungan di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2022.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa keterikatan daerah asal mempengaruhi kegiatan tanggung jawab sosial secara positif. Dampak yang terjadi melemah seiring meningkatnya kekayaan daerah asal. CEO dan komisioner yang berasal dari kota asal yang kurang sejahtera cenderung menunjukkan komitmen yang lebih kuat terhadap CSR.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menunjukkan relevansi teori identitas sosial dalam mendorong CSR. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan perusahaan sebaiknya mempertimbangkan kecocokan kampung halaman CEO dan komisaris serta kondisi sosial ekonominya untuk meningkatkan efektifitas CSR.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini memiliki kebaruan pada pemahaman terhadap interaksi koneksi sosial dan konteks sosial ekonomi dalam membentuk CSR. Abstract - Rich Hometown, Less Compassion: Do Hometown Ties Generate CSR?Main Purpose - This study investigates the role of the wealth of CEOs' and commissioners' hometowns in moderating the influence of hometown affiliation on CSR.Methods – This study uses a fixed and random effects panel data regression approach. The sample for this study consists of environmentally sensitive industries in Indonesia from 2020 to 2022.Main Findings - This study finds that hometown attachment has a positive effect on social responsibility activities. The effect weakens as hometown wealth increases. CEOs and commissioners who come from less prosperous hometowns tend to show a stronger commitment to CSR.Theory and Practical Implications - This study demonstrates the relevance of social identity theory in promoting CSR. Practically, this study recommends that companies should consider the compatibility of the hometowns of CEOs and commissioners and their socio-economic conditions to increase the effectiveness of CSR.Novelty - This study is novel in its understanding of the interaction between social connections and socio-economic context in shaping CSR.
CAN CARBON EMISSIONS DISCLOSURE BOOST PROFITABILITY? THE CRITICAL ROLE OF FOREIGN BOARD
Kurnia, Pipin;
Darlis, Edfan;
Agusti, Restu;
Supriono, Supriono;
Wiguna, Meilda;
Khan, Muhammad Arsalan
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.21
Abstrak - Dapatkah Pengungkapan Emisi Karbon Meningkatkan Profitabilitas? Peran Kunci Dewan AsingTujuan - Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak pengungkapan emisi karbon terhadap profitabilitas akuntansi melalui peran moderasi anggota dewan asing.Metode – Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2022.Temuan Utama - Penelitian ini menemukan bahwa pengungkapan emisi karbon berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Keberadaan anggota dewan asing memperkuat efek ini. Tekanan stakeholders eksternal mendorong perusahaan untuk mengungkapkan informasi karbon sehingga meningkatkan legitimasi dan kepercayaan investorImplikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menunjukkan relevansi teori stakeholders dalam peningkatan kinerja perusahaan. Dalam aspek praktis, penelitian ini mengusulkan supaya pengungkapan emisi karbon harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini mengintegrasikan kehadiran anggota dewan asing dengan kinerja perusahaan di negara berkembang. Abstract - Can Carbon Emissions Disclosure Boost Profitability? The Critical Role of Foreign BoardPurpose - This study aims to determine the impact of carbon emission disclosure on accounting profitability through the moderating role of foreign board members.Method - This study uses multiple regression analysis. The sample of this study is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2016-2022.Main Findings - This study finds that carbon emission disclosure has a positive effect on profitability. The presence of foreign board members strengthens this effect. External stakeholder pressure encourages companies to disclose carbon information, thereby increasing legitimacy and investor confidence.Theory and Practical Implications - This study demonstrates the relevance of stakeholder theory in improving company performance. Practically, this study proposes that carbon emission disclosure should be considered in decision-making.Novelty - This study integrates the presence of foreign board members with profitability in developing countries.
CARBON TRANSPARENCY OR ILLUSION? RETHINKING ENVIRONMENTAL DISCLOSURES IN SHAPING FIRM VALUE
Halim, Dorothy Srikandi;
Suganda, Tarsisius Renald;
Ayu, Regina Diah Retno;
Wicaksono, Rhenaldy Pius;
Gaybiddinovich, Khorilov Tokhir
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.22
Abstrak - Transparansi Karbon atau Ilusi? Memikirkan Kembali Pengungkapan Lingkungan dalam Membentuk Nilai PerusahaanTujuan Utama - Penelitian ini ini meneliti pengaruh langsung dan tidak langsung intensitas emisi karbon terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan emisi karbon sebagai mediator.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan regresi linier berganda. Sampel penelitian ini adalah perusahaan pada sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2018–2023.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan terdapat pengaruh negatif antara intensitas emisi karbon dengan nilai perusahaan, namun intensitas emisi karbon berpengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon. Penelitian ini juga menemukan pengungkapan emisi karbon berdampak negatif terhadap nilai perusahaan. Pasar menilai pengungkapan emisi perusahaan sebagai risiko, bukan transparansi yang bernilai positif.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini menunjukkan relevansi teori shareholder dan legitimasi. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya pengungkapan berbasis legitimasi yang didukung kinerja lingkungan.Kebaruan Penelitian - Penelitian ini menunjukkan peran mediasi pengungkapan emisi karbon dalam hubungan intensitas emisi karbon dan nilai perusahaan terutama di pasar negara berkembang. Abstract - Carbon Transparency or Illusion? Rethinking Environmental Disclosures in Shaping Firm ValuePurpose – This study examines the direct and indirect effects of carbon emission intensity on firm value, with carbon emission disclosure acting as a mediating variable.Method – This study uses a multiple linear regression approach. The sample consists of companies in the energy sector listed on the Indonesia Stock Exchange during 2018–2023.Findings – This study found a negative impact between carbon emission intensity and firm value, but a positive impact between carbon emission intensity and carbon emission disclosure. This study also found that carbon emission disclosure negatively impacted firm value. The market viewed corporate emissions disclosure as a risk, rather than a positive transparency.Theory and Practical Implications – This study demonstrates the relevance of shareholder and legitimacy theories. Furthermore, this study emphasizes the importance of legitimacy-based disclosure supported by environmental performance. Novelty – This study demonstrates the mediating role of carbon emission disclosure in the relationship between carbon emission intensity and firm value in an emerging market.
PERAN ESG SEBAGAI PENGHUBUNG UKURAN DAN KINERJA KEUANGAN
Risal, Risal;
Giriati, Giriati;
Wendy, Wendy
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2025 - Desember 2025)
Publisher : Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jamal.2025.16.2.23
-Abstrak – Peran ESG sebagai Penghubung Ukuran dan Kinerja KeuanganTujuan Utama – Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh utang dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan dengan variabel mediasi kinerja ESG.Metode - Penelitian ini menggunakan alat analisis PLS-SEM. Sampel penelitian ini adalah perusahaan nonkeuangan yang terindeks di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2023.Temuan Utama – Penelitian ini menemukan bahwa ukuran perusahaan mampu menjadi faktor yang memicu kinerja keuangan. Selain itu, kinerja ESG dapat menjadi pemediasi antara variabel ukuran perusahaan dengan kinerja keuangan. Walaupun demikian, kuantitas utang perusahaan tidak dapat memberikan dampak bagi kinerja keuangan.Implikasi Teori dan Kebijakan – Secara teori, penelitian ini menunjukkan relevansi teori sinyal dalam penentu kinerja perusahaan. Dalam aspek praktis, penelitian ini menyarankan supaya penerapan standar keberlanjutan lebih adaptif pada situasi perusahaan di negara berkembang.Kebaruan Penelitian - Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan kinerja ESG sebagai variabel mediasi dalam mempengaruhi pengaruh utang dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan. Abstract – The Role of ESG as a Bridge between Size and Financial PerformanceMain Purpose – This study examines the influence of debt and firm size on financial performance, with ESG performance as a mediating variable.Method – This study employs PLS-SEM analysis. The sample comprises non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017–2023.Main Findings – This study found that firm size acts as a driver of financial performance. Furthermore, ESG performance mediates the relationship between firm size and financial performance. However, a firm’s debt level does not affect financial performance.Theory and Practical Implications – Theoretically, this study demonstrates the relevance of signaling theory in determining firm performance. In practical terms, this study suggests that sustainability standards should be more adaptable to the circumstances of firms in developing countries.Novelty – The novelty of this study lies in the use of ESG performance as a mediating variable in examining the influence of debt and firm size on financial performance.