cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi pendidikan
ISSN : 2613957x     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia is an interdisciplinary publication of original research and writing on education which publishes papers to international audiences of educational researchers. The JERE aims to provide a forum for scholarly understanding of the field of education and plays an important role in promoting the process that accumulated knowledge, values, and skills are transmitted from one generation to another; and to make methods and contents of evaluation and research in education available to teachers, administrators and research workers. The journal encompasses a variety of topics, including child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education and educational approaches, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 60 Documents clear
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ASESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF ., LARAS OKTAVIANI; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.828 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1117

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning berbasis asesmen kinerja dan gaya kognitif terhadap hasil belajar IPA. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 64 siswa kelas V SD. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes uraian dan gaya kognitif dikumpulkan dengan test GEFT. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA AB dan uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model PBL berbasis asesmen kinerja dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan gaya kognitif terhadap hasil belajar IPA, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model PBL berbasis asesmen kinerja dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model PBL berbasis asesmen kinerja dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent. Kata Kunci : model problem based learning, asesmen kinerja, hasil belajar IPA, dan gaya kognitif. This experiment aims at discovering the effect of problem based learning based on performance assessment and cognitive style on students’ natural science learning. 64 students of fifth graders were selected as sample. The learning result data were collected with essay test and cognitive style data were collected with GEFT test. The data acquired were analyzed with two way ANOVA and Tukey test. The results of this research were : (1) there is a significance difference in the natural science learning result between students taught by using PBL model based on performance assessment and those taught by using conventional model, (2) there is an interactional effect between learning model with cognitive style on natural science learning result, (3) there is a significant difference in the natural science learning result between field independent students taught by using PBL model based on performance assessment and those taught by using conventional model, and (4) there is a significant difference in natural science learning result between field dependent students taught by using PBL model based on performance assessment and those taught by using conventional model.keyword : problem based learning model, performance assessment, students’ natural science learning result, cognitive style
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR TIK DENGAN KOVARIABEL MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS VIII SMP GANESHA DENPASAR ., I GEDE AGUS HARTANA; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.891 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar TIK dengan kovariabel motivasi berprestasi pada siswa kelas VIII SMP Ganesha Denpasar. Penelitian ini tergolong sebagai rancangan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII SMP Ganesha Denpasar yang berjumlah 200 orang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan random sederhana yang berjumlah 80 orang. Teknik analisis data menggunakan Anava Satu Jalur, Anakova, dan Regresi Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar TIK antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Ganesha Denpasar, (2) terdapat perbedaan hasil belajar TIK antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional setelah motivasi berprestasi dikendalikan pada siswa kelas VIII SMP Ganesha Denpasar, dan (3) terdapat kontribusi motivasi berprestasi terhadap hasil belajar TIK pada siswa kelas VIII SMP Ganesha Denpasar.Kata Kunci : hasil belajar TIK, model pembelajaran inkuiri, dan motivasi berprestasi This research aims at investigating the effect of inquiry learning model on IT learning achievement with covariable of achievement motivation of eight grade students of SMP Ganesha Denpasar. This research used nonequivalent control group design. The population was 200 eight grade students of SMP Ganesha Denpasar. The sample was 80 students taken using simple random sampling technique. The data were analyzed using one-way Anova, Ancova, and Simple Regression. The result of the research shows that: (1) there is a difference of IT learning achievement between students learning using inquiry learning model and those learning using conventional learning model in eight grade students of SMP Ganesha Denpasar, (2) there is a difference of IT learning achievement between students learning using inquiry learning model and those learning using conventional learning model after achievement motivation is controlled in eight grade students of SMP Ganesha Denpasar, and (3) there is a contribution of achievement motivation on IT learning achievement of eight grade students of SMP Ganesha Denpasar.keyword : inquiry learning model, achievement motivation, and learning achievement
Validasi Tes Kemampuan Matematika dengan Model Part-Whole pada Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri se-Kabupaten Klungkung Tahun Pelajaran 2013-2014 ., I DEWA GDE PUTRA SWABAWA; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Prof. Dr. I Nyoman Natajaya,M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.497 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Validasi Tes Kemampuan Matematika dengan Model Part-Whole pada Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri se-Kabupaten Klungkung. Sebanyak 300 siswa dipilih sebagai sampel. Data Penelitian dikumpulkan dan diolah dengan perhitungan manual program excel dan perhitungan Iteman. Penelitian ini mendapatkan hasil sebagai berikut. (1) Hasil analisis validitas butir pada 30 butir tes diperoleh hasil 90% valid (hanya 3 butir soal yang tidak valid yaitu nomor 15, 20 dan 21), (2) Hasil analisis reliabilitas menurut kriteria Guilford termasuk derajat reliabilitas tinggi (dihitung dengan rumus KR-21 diperoleh hasil sebesar r11 = 0,794), (3) Taraf kesukaran butir soal diperoleh hasil yaitu kategori sedang 74%, kategori sukar 0%, dan kategori mudah 26%, (4) Daya beda butir tes matematika kategori tingkat daya pembeda baik 18 butir atau 66,7 %, katagori cukup 14,8%, katagori kurang 11,1 %, dan 7,4% katagori jelek (5) Efektivitas pengecoh penelitian ini memperoleh hasil kategori pengecoh sangat baik 10 butir atau 37% dan kategori pengecoh kurang baik 17 butir atau 63% efektivitas. Berdasarkan temuan tersebut, seharusnya MGMP Matematika Kabupaten Klungkung lebih memperhatikan kompetensi guru untuk melakukan Validasi TesKata Kunci : Model Part-Whole, Tes Kemampuan Matematika, Validasi. This research aimed at finding out the validation of mathematics achievement test with part-whole model against the students of grade XI Science State High Schools around Klungkung regency. There are 300 students selected as samples.Data for this research are collected and analysed by using manual calculation using excel and iteman. This research finds out as follows,(1) The result of validity analysis on against 30 items is 90% of the items are valid (only 3 items are not valid, they are number 15, 20 and 21), (2) the result of reliability analysis according to Guilford criteria is high degree reliability (counted by using by the formula KR-21 resulting r11 = 0,794), (3) The degree of difficulty of the items is medium category 74%,dificult 0%,and easy 26%,(4) the distunguishing power of the items is categoriced as good 18 items or 66,7%, fair 14,8% and low 11,1% and bad 7,4%, (5) Efectivity of the distractors is 10 items or 37% are very good and 17 or 63% of the items are less efective.Based on the findings, it is recommended that Mathematics Teacher Forum (MGMP) around Klungkung Regency should have more concern on the teachers capability of test validation.keyword : Part-Whole Model, Mathematic Achievement Test, Validation.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DITINJAU DARI PENGGUNAAN ASESMEN (STUDI EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VIII SMP N 4 SINGARAJA) ., PUTU LISA KUMALA DEWI; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. Naswan Suharsono, M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari penggunaan asesmen. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP N 4 Singaraja. Sampel penelitian berjumlah 104 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Hasil penelitian : (1) secara keseluruhan, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada siswa mengikuti model pembelajaran konvensional (FAhitung34,36>Ftabel0,05), (2) secara keseluruhan, hasil belajar IPS siswa yang diberikan asesmen portofolio lebih tinggi daripada siswa diberikan asesmen kinerja (FBhitung10,93>Ftabel 0,05), (3) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan asesmen terhadap hasil belajar IPS (FABhitung9,21>Ftabel0,05), (4) untuk siswa yang diberikan asesmen portofolio, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada siswa mengikuti model pembelajaran konvensional (tA1B1_A2B1hitung 8,90> ttabel0,05), (5) untuk siswa yang diberikan asesmen kinerja, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih tinggi daripada siswa mengikuti model pembelajaran konvensional (tA1B2_A2B2hitung 2,84>ttabel,0,05), (6) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, hasil belajar IPS siswa yang diberikan asesmen portofolio lebih tinggi daripada siswa diberikan asesmen kinerja (tA1B1_A1B2hitung 6,39>ttabel 0,05), (7) untuk siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, hasil belajar IPS antara siswa yang diberikan asesmen portofolio dengan siswa yang diberikan asesmen kinerja tidak terdapat perbedaan yang signifikan (tA2B1_A2B2hitung 0, 26 ≤ttabel 0,05).Kata Kunci : Model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, Asesmen, Hasil Belajar IPS This study was intended to find out and analyze the effect of cooperative learning model jigsaw type toward IPS learning outcomes in terms of the use of assessment. This study was conducted in the class VIII in SMP N 4 Singaraja. The sample of this study was 104 students which were chosen by using Random Sampling technique. The data were analyze by using analysis of variance (ANAVA) two tailed through F-test and continued by Tukey test. The results of the study were: (1) Overall, the students’ outcomes in IPS who followed cooperative learning model jigsaw type higher than students who followed conventional learning model (FAobserved34.36>Ftable0.05), (2) overall, students’ outcomes in IPS who given portfolio assessment higher than students who given performance assessment (FBobserved10.93>Ftable0.05), (3) there were interaction effect between learning model and assessment toward IPS learning outcomes (FABobserved9.21>Ftable0.05), (4) for students who given portfolio assessment, the students’ outcomes in IPS who followed cooperative learning model jigsaw type higher than students who followed conventional learning model (tA1B1_A2B1observed 8.90> ttable0.05), (5) for students who given performance assessment, the students’ outcomes in IPS who followed cooperative learning model jigsaw type higher than students who followed conventional learning model (tA1B2_A2B2observed 2.84>ttable,0.05), (6) for students who followed cooperative learning model jigsaw type, students’ outcomes in IPS who given portfolio assessment higher than students who given performance assessment (tA1B1_A1B2observed6.39>ttable0.05), (7) for students who followed conventional learning model, IPS learning outcomes between students who given portfolio assessment with whom given performance assessment no difference significantly (tA2B1_A2B2observed0.26 ≤ ttable0.05).keyword : Cooperative Learning Model Jigsaw Type, Assessment, IPS Learning Outcomes
PENGARUH IMPLEMENTASI ASESMEN KINERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 TEGALLALANG ., PANDE PUTU WASPAWATI; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh implementasi asesmen kinerja terhadap hasil belajar menulis bahasa Indonesia ditinjau dari motivasi berprestasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tegallalang dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dengan melibatkan sampel sebanyak 96 Orang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data motivasi berprestasi adalah kuesioner motivasi berprestasi. Tes hasil belajar menulis bahasa Indonesia digunakan dalam menjaring data hasil belajar menulis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan analisis varians (Anava) dua jalur, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan hasil belajar menulis bahasa Indonesia yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan disertai asesmen kinerja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen konvensional.(FA = 7,567; p < 0,05). (2) terdapat pengaruh interaksi antara jenis asesmen dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar menulis bahasa Indonesia (FAB = 39,406; p < 0,05). (3) Terdapat perbedaan hasil belajar menulis bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan disertai asesmen kinerja dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen konvensional. pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi (Q = 9,028; p < 0,05). (4) untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, terdapat perbedaan hasil belajar menulis bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen kinerja dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen konvensional. (Q = 3,527; p < 0,05)Kata Kunci : asesmen kinerja, hasil belajar menulis bahasa Indonesia, motivasi berprestasi. This research aims to identify and analyze the effect of the implementation of the performance assessment of learning outcomes in terms of writing Bahasa Indonesia in term of student achievement motivation. This study is an experimental study conducted in SMA Negeri 1 Tegallalang using The Posttest - Only Control Group Design with a sample involving 96 people. Samples were taken by using a random sampling technique. The research instrument that used to collect the data was an achievement motivation questionnaires. The Bahasa Indonesia writing achievement test is used to recruit the data of learning outcomes. Data were analyzed using descriptive statistics. Hypothesis testing using an analysis of variance (ANAVA) two lines, followed by Turkey’s test. The results of this study are as follows: (1) There are a significance different in the writing results of Bahasa Indonesia between students who take lessons with accompanying assessment of the performance of the students who take lessons with conventional assessment. (FA = 7,567; < 0,05). (2) There is an interaction effect between the type of assessment and achievement motivation on writing Bahasa Indonesia learning outcomes (FAB = 39,406; p < 0,05). (3) There are differences in learning outcomes between the groups wrote Indonesian students who take the learning and performance assessments with students who take lessons with conventional assessment. The group of students who have high achievement motivation (Q = 9,028; p < 0,05). (4) For students who have low achievement motivation, there are differences in learning outcomes between the groups of writing achievement who take lessons with assessment of performance and the group of students who take lessons with conventional assessment (Q = 3,527 ; p < 0,05).keyword : performance assessment, learning outcomes written Indonesian, achievement motivation
Pengaruh Implementasi Asesmen Kinerja terhadap Hasil Belajar Asuhan Kebidanan I dengan Kovariabel Intelegensi dan Motivasi Belajar (Studi pada Mahasiswa Semester III Program DIII Kebidanan UPT Akademi Kebidanan Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2013/2014) ., LUH MADE MAHAYU HANDAYANI; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.775 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar asuhan kebidanan I antara mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan asesmen kinerja dengan mahasiswa yang pembelajaran menggunakan asesmen konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester III UPT Akademi Kebidanan Dinas Kesehatan Provinsi Bali tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 123 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 83 orang. Penelitian ini menggunakan desain single factor independent groups design with use of covariate. Pengumpulan data hasil belajar asuhan kebidanan I menggunakan rubrik, data intelegensi dikumpulkan dengan tes Standart Progressive Matrices, dan data motivasi belajar dikumpulkan dengan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar asuhan kebidanan I kelompok mahasiswa yang menggunakan asesmen kinerja dan yang menggunakan asesmen konvensional, (2) setelah intelegensi dikendalikan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar asuhan kebidanan I kelompok mahasiswa yang menggunakan asesmen kinerja dan yang menggunakan asesmen konvensional, (3) setelah motivasi belajar dikendalikan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar asuhan kebidanan I kelompok mahasiswa yang menggunakan asesmen kinerja dan yang menggunakan asesmen konvensional, (4) kontribusi intelegensi dan motivasi belajar secara simultan terhadap hasil belajar asuhan kebidanan I adalah 49.5%. Kata Kunci : asesmen kinerja, hasil belajar asuhan kebidanan I, intelegensi, motivasi belajar This research was aimed to recognize the difference between students learning outcome midwifery upbringing I using performance assessment and students learning achievement using conventional assessment. The population of this research was the whole students in third semester of midwifery Bali Health Official in academic year 2013/2014 with the amount of 123 students. The sample was taken by random sampling with the amount of sample about 83 students. This research was using single factor independent group design with the use of covariate. To collect the data of midwifery upbringing I students learning outcome this research was using scoring rubric, intelligence data was collected by using Standart Progressive Matrices test, and learning motivation data was collected by using questionnaires. This research showed that, (1) there was a significant difference between the students learning outcome using performance assessment and students learning outcome using conventional assessment, (2) after intelligence was controlled there was a significant different between the students' learning outcome using performance assessment and students learning outcome using conventional assessment, (3) after learning motivation was controlled there was a significant different between the students learning outcome using performance assessment and students learning outcome using conventional assessment, (4) intelligence and learning motivation contribution simultaneously toward midwifery upbringing I learning outcome was 49.5 %.keyword : intelligence, learning motivation, midwifery upbringing I learning outcome, performance assessment
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EKSPRESI BEBAS DISERTAI ASESMEN KINERJA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KUALITAS KARYA SENI LUKIS KELAS XII IPA SMA NEGERI 1 SEMARAPURA ., I WAYAN ARIANA; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.184 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ekspresi bebas disertai asesmen kinerja terhadap motivasi belajar dan kualitas karya seni lukis kelas XII IPA SMA Negeri 1 Semarapura. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Semarapura menggunakan rancangan post-tes only control group design yang datanya dianalisis menggunakan anava satu jalur dan MANOVA satu jalur. Sampel penelitian ini berjumlah 60 siswa yang diambil dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat perbedaan kualitas karya seni lukis siswa yang mengikuti model pembelajaran ekspresi bebas disertai asasemen kinerja dengan model pembelajaran konvensional,(2) terdapat perbedaan motivasi belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran ekspresi bebas disertai asasemen kinerja dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) terdapat perbedaan motivasi belajar dan kualitas karya seni lukis pada siswa yang mengikuti model pembelajaran ekspresi bebas disertai asasmen kinerja dan yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : ekspresi bebas disertai asesmen kinerja, kualitas karya seni lukis motivasi belajar his research is to investigate the effect of free expression with performance assessment learning model viewed from motivation and the painting quality at twelveth grade of scients on SMA N 1 Semarapura. The research was done in SMA N 1 Semarapura with planning post test only control group design, where the data were analyzed using one way MANOVA. The sample of this study consisted of 60 students, that were selected by using random sampling. The result of research shows that, (1) There is a different of the painting quality student who followed free expression with performance assessment and convensional learning model, (2) There is a different of motivation student who followed free expression with performance assessment and convensional learning model, and (3) There is a different of motivation and the painting quality student who followed free expression with performance assessment and convensional learning model. keyword : free expression with performance assessment, painting quality, motivation
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Diskusi Debat Terhadap Kemampuan Berpikir Analitik Mata Pelajaran PPKn Ditinjau dari Sikap Sosial Siswa X MM SMK PGRI 2 Badung ., I PUTU AGUS PUTRA ADNYANA; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Prof. Dr. I Wayan Koyan,M.Pd
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.167 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual berbasis debat terhadap kemampuan berpikir analitik PKn ditinjau dari sikap sosial siswa kelas X MM SMK PGRI 2 Badung dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian ini berjumlah 54 siswa dengan sistem random sampling terhadap kelas. Pengambilan data dilakukan dengan kuisioner dan tes. Data diolah dengan Anakova satu jalur. Hasil penelitiannya adalah: (1) kemampuan berpikir analitik PKn siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis debat lebih baik dari siswa yang belajar dengan model konvensional sebelum kovariabel sikap sosial dikendalikan (Fhitung=15,696;P
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR TIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN NUMERIK KELAS VIII SMP NEGERI 4 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2013-2014 ., NI MADE SHANDYASTINI; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dr. Gede Rasben Dantes, S.T, M.TI
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.85 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) pengaruh model pembelajaran terhadap hasil belajar TIK, (2) pengaruh kemampuan numerik terhadap hasil belajar TIK, (3) pengaruh interaksi model pembelajaran dan kemampuan numerik terhadap hasil belajar TIK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Denpasar Tahun 2013-2014 sebanyak 88 orang. Eksperimen menggunakan pengukuran dua faktor dengan versi faktorial non-equivalent post-test only control group design. Tes hasil belajar TIK berbentuk tes psikomotor dengan soal sebanyak 10 butir dengan menggunakan uji validitas pakar (Gregory) Data hasil penelitian dianalisis secara deksriptif dan dengan menggunakan ANAVA faktorial 2×2. Apabila pengaruh interaksi signifikan dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menguji efek sederhana (simple effect).Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar TIK antara kelompok model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 19,506; p
PENGARUH AKTIVITAS PEMBELAJARAN APRESIASI SENI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA MENGENAI SENI KARAWITAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN ARTISTIK SISWA DI SMA NEGERI 1 SEMARAPURA ., I NYOMAN JUANDA PUTRA; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.126 KB) | DOI: 10.23887/jpepi.v4i1.1149

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pemahaman seni karawitan antara siswa yang menggunakan aktivitas pembelajaran apresiasi seni dengan siswa yang menggunakan aktivitan pembelajaran langsung ditinjau dari kemampuan artistik siswa kelas XI IPA SMA N 1 Semarapura. Penelitian ini menggunakan rancangan posttest onnly control group design dengan mengambil sampel 80 siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Semarapura. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis varian (ANAVA) dua jalan. Uji komparasi pasangan nilai rata-rata menggunakan Uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan pemahaman seni karawitan antara siswa yang menggunakan aktivitas pembelajaran apresiasi seni dengan siswa yang menggunakan aktivitas pembelajaran langsung, 2) terdapat pengaruh interaksi antara aktivitas pembelajaran dan kemampuan artistik terhadap pemahaman seni karawitan siswa, 3) pada siswa yang memiliki kemampuan artistik tinggi memiliki pemahaman seni karawitan yang lebih baik jika belajar dengan aktivitas pembelajaran apresiasi seni jika dibandingkan dengan aktivitas pembelajaran langsung; dan 4) pada siswa yang memiliki kemampuan artistik rendah tidak terdapat perbedaan pemahaman seni karawitan baik jika belajar dengan aktivitas pembelajaran apresiasi seni maupun dengan aktivitas pembelajaran langsung.Kata Kunci : aktivitas pembelajaran apresiasi seni, kemampuan artistik, pemahaman seni karawitan This study aimed at knowing the difference of Art Appreciation Learning towards the students understanding of Karawitan Art. The experimental design used in this study was posttest only control group design by taking 80 students of XI science class of SMAN 1 Semarapura. The data were analyzed descriptively and using two ways analysis of variant (ANAVA). The comparison pair average score test used Tukey test. The result of the study showed that : 1) there was the difference understanding of Karawitan art between the students using appreciation method based aesthetics attitude and the students using direct learning method, 2) there was the effect of interaction between the learning method and artistics attitude towards the students understanding of Karawitan art, 3) the students who had higher artistics talent had better understanding of karawitan art if they learnt by using art appreciation model than if they learnt by using direct learning model, and 4) the students who had lower artistics talent did not have difference understanding of Karawitan art if they learnt by using art appreciation model or direct learning model.keyword : Appreciation Learning Activity, Artistic Talent, Karawitan Art