cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2013)" : 88 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN METODE SQ3R DAN TEKNIK KLOSE TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA ., MUHAJI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi penerapan metode dan teknik pembelajaran terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP SSN Kabupaten Lombok Timur. Variabel dalam penelitian ini adalah metode SQ3R, teknik klose, dan pembelajaran konvensional sebagai variabel bebas, kemampuan membaca pemahaman sebagai variabel terikat. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Experimental Research Design dengan desain factorial 3x2. Sampel penelitian ini berjumlah 120 orang siswa kelas VIII yang diambil diambil dari sekolah berbeda menggunakan teknik proportional random sampling yang menghasilkan 3 kelas untuk perlakuan yang berbeda yang ditentukan dengan cara diundi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan membaca pemahaman. Data dianalisis menggunakan ANAVA tiga jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa yang diajar dengan metode SQ3R, teknik Klose dan cara konvensional (Fhitung > Ftabel ( 21,06 > 3,11) dan p-value = 0,000 < 0,05); (2) ada perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa antara siswa laki-laki dengan perempuan (Fhitung > Ftabel ( 5,19 < 3,96) dan p-value = 0,025 < 0,05); dan (3) tidak ada interaksi antara penerapan metode SQ3R, teknik membaca klose dan cara konvensional dengan jenis kelamin terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa (Fhitung > Ftabel ( 0,02 < 2,33) dan p-value = 0,981 > 0,05). Disimpulkan bahwa metode SQ3R, teknik klose dan cara konvensional berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VIII SMP Negeri SSN Kabupaten Lombok Timur.Kata Kunci : metode SQ3R, teknik klose, kemampuan membaca pemahaman This research is aims at finding the interaction effect of instructional method and technique toward students reading comprehension. The research was conducted at SMP SSN Kabupaten Lombok Timur. The research variables were SQ3R method, close technique and conventional learning as independent variable, students’ reading comprehension as dependent variable. The research design used was experimental research design with 3x2 factorial design. The research sample were 120 students of eight grade which were taken from different school by using proportional random sampling technique which finally produce three sample classes that treated by using different treatment. Research instrument used to collect data was reading comprehension test. Data were analyzed using three-ways ANOVA. The research result shows that: 1) there is a different of students’ reading comprehension taught by using SQ3R method, close technique, and conventional learning (Fobs > Fcv ( 21,06 > 3,11) and p-value = 0,000 < 0,05); 2) there is a different of students’ reading comprehension between students’ male and female (Fobs > Fcv ( 5,19 < 3,96) and p-value = 0,025 < 0,05); and 3) there is no interaction between the implementation of SQ3R method, close technique and conventional learning with students’ reading comprehension (Fobs > Fcv ( 0,02 < 2,33) and p-value = 0,981 > 0,05). It can be concluded that SQ3R method, close technique and conventional learning have significant effect toward students’ reading comprehension for the eighth grade of SMP Negeri SSN Kabupaten Lombok Timur.keyword : SQ3R method, close technique, students’ reading comprehension
KORELASI PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN PARAGRAF PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 SIKUR ., SYAMSUL WATHONI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Korelasi Penguasaan Kalimat Efektif dan Persepsi Siswa terhadap Cara Mengajar Guru dengan Kemampuan Mengembangkan Paragraf. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguasaan kalimat efektif diperoleh sebesar 18.73 dengan simpangan baku sebesar 1.743, dikatakan baik. (2) persepsi siswa terhadap cara mengajar guru, diperoleh sebesar 92,30, dengan simpangan baku sebesar 13.030, hasil ini menunjukkan cukup. (3) kemampuan mengembangkan paragraf diperoleh sebesar 72,88 dengan simpangan baku sebesar 9,961, hasil ini menunjukkan baik. (4) pengaruh penguasaan kalimat efektif dan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru secara bersama-sama terhadap kemampuan mengembangkan paragraf terdapat korelasi yang signifikan dengan koefisien determinasi Ry(i,2,3)2 = (0,261)2 = 0,068 atau 6,8%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan penguasaan kalimat efektif, dan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru dengan kemampuan mengambangkan paragraf siswa kelas XI SMAN 1 Sikur. Kabupaten Lombok Timur Provinsi, Nusa Tenggara Barat.Kata Kunci : Penguasaan Kalimat Epektif, Persepsi Siswa, Cara Mengajar Guru, Kemampuan Mengembangkan Paragraf This research aims at investigating the correlation between the mastery of effective sentence and students’ perception on the way of teacher teaching and the ability of developing paragraph. The data were collected by using tests and questionnaire. The data were analyzed using regression and correlation statistic technique. The result of the research shows that: (1) the mean score of the mastery of effective sentence is 18.73 with the standard deviation of 1.743, which is considered as good, (2) the mean score of 92,30 with the standard deviation of 13.030, which is considered as adequate, (3) the mean score of the ability of developing paragraph is 72.88 with the standard deviation of 9,961 which is considered as good, (4) there is a correlation of the mastery of effective sentence and students’ perception on the way of teacher teaching simultaneously on the ability of developing paragraph with determination coefficient Ry(1,2,3)2 = (0.261)2 = 0.068 or 6.8%. based on those analysis, it can be concluded that there is a significant correlation between the mastery of effective sentence and students’ perception on the way of teacher teaching and the ability of developing paragraph of eleventh grade students of SMAN 1 Sikur, East Lombok regency, Nusa tenggara Barat.keyword : the mastery of effective sentence, students’ perception, the way of teacher teaching, the ability of developing paragraph
ANALISIS PERTANYAAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 3 SELONG LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013 ., H. LALU SEGEP WIDJAYA; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti: jenis pertanyaan guru Bahasa Indonesia dalam interaksi belajar mengajar, tingkat kognitif pertanyaan guru, dan fungsi pertanyaan guru. Untuk mencapai tujuan penelitian rancangan penelitian deskriptif digunakan. Sampelnya adalah seorang guru yang mengajar Bahasa Indonesia di kelas V, SD 3 Selong, Lombok Timur. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi yang dibantu dengan perekaman proses pembelajaran dan interview. Analisis data dilakukan dengan rangkaian langkah yaitu: reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan guru selama interaksi kegiatan belajar mengajar berkisar pada pertanyaan menyempit sejumlah 62 pertanyaan atau 62.62% dan pertanyaan meluas sebanyak 37 pertanyaan atau 37.37%. Terkait dengan tingkat pertanyaan guru, hasil penelitian adalah sebagai berikut: pertanyaan pengetahuan sebanyak 40 pertanyaan atau 43.01 %, pertanyaan pemahaman sebanyak 42 pertanyaan atau 45.61%, pertanyaan aplikasi sebanyak 4 pertanyaan atau 4.30% dan pertanyaan evaluasi sebanyak 4 pertanyaan atau 4.30%. Secara umum pertanyaan itu berfungsi sebagai strategi dalam interaksi belajar mengajar.Kata Kunci : Pertanyaan guru, jenis pertanyaan guru dalam interaksi belajar, tingkat kognitif pertanyaan, dan fungsi pertanyaan Abstract This reasearch was conducted to examine : the types of teacher’s questions in teaching learning interaction of Indonesian language, the cognitive level of teacher’s questions in teaching learning interaction of Indonesian language, and function of teacher’s questions teacher’s questions in teaching learning interaction of Indonesian language. To achieve the research objectives descriptive research design was employed. One teacher was chosen as the subject of the study, this teacher taught Bahasa Indonesia to the fifth grade students of state elementary school 3 Selong, East Lombok. The data was collected using observation method assisted by the recording of teaching learning process and interview. The data analysis was carried out in a series of processes: data reduction, data presentation and conclusion. The result of the present study showed that the teacher asked 62 narrow questions or 62.62 % and 37 broad questions or 37.37 %. From cognitive level of questions, questions of knowledge were 40 questions or 43.01 %, comprehension questions were 42 questions or 45.61 % , application questions were 2 questions or 2.15%, analysis questions were 1 question or 1.07%, synthesis questions were 4 questions or 4.30%, and evaluation questions were 4 questions or 4.30%. The questions mainly function as a strategy for teaching and learning interaction. keyword : Teacher’s question, Teaching and learning Interaction types of question, Cognitive level of questions, and function of questions.
PENGGUNAAN BAHASA MBOJO DI LINGKUNGAN MASYARAKAT BIMA DI BIMA: SEBUAH KAJIAN VARIASI BAHASA ., ERWIN; ., Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Dr. Arifin, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian variasi bahasa dengan menggunakan pendekan sosiolinguistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan penggunaan bahasa Mbojo di lingkungan masyarakat Bima berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kedudukan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah masyarakat Bima penutur asli Bahasa Mbojo (dou Donggo). Data penelitian berupa percakapan yang dikumpulkan dengan metode perekaman, dan observasi, serta wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif dengan tahap, sebagai berikut: (1) analisis data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan usia, Pn-Mt sebaya, dan Pn tua-Mt muda menggunakan variasi lumrah dan kadang-kadang kasar; Pn muda-Mt tua, menggunaan variasi lumrah dan halus. Berdasarkan jenis kelamin, Pn–Mt L/P sebaya menggunaan variasi lumrah; Pn L-Mt P/Pn P-Mt L sebaya menggunakan variasi lumrah dan halus; Pn L tua/atasan-Mt L muda/bawahan menggunakan variasi lumrah dan kasar, sedangkan Pn-Mt P menggunakan variasi lumrah. Berdasarkan kedudukan, Pn atasan-Mt bawahan menggunakan variasi lumrah dan halus, kadang-kadang kasar; Pn-Mt yang kedudukan sama, menggunakan variasi lumrah, dan kadang-kadang halus; Pn bawahan-Mt atasan menggunakan variasi halus dan kadang-kadang lumrah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa Mbojo di lingkungan masyarakat Bima bervariasi sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan kedudukan/jabatan Pn-Mt- nya. Kata Kunci : penggunaan, variasi bahasa, masyarakat, bima The purposes of this study are described and explain of language user of Bima language (Bahasa Mbojo) in Bima area based on aged, gender (male and female), and status. In this research, the researcher used describes method. The subject of this study is Bima nees that use Bima language (Bahasa Mbojo). The data collections in this study are record, observation and interview. Analysis data in this study, the researcher used interactive model, like data analysis, data reduction, data display and verifying. In this study shown that Bima nees used language variety. Based on age, Bima ness used language variety, suck like Pn-Mt same age, and Pn old-Mt young they used language standard and sometime bad language; Pn young-Mt old, they used language standard and soft language. Based on gender (female and male) they used language variety suck like, Pn-Mt fame and female of the same age, they used language standard. Pn men-Mt women/Pn men-Mt women of the same age they used language standard and soft language; Pn old men-Mt young men they used language standard and bad language, while Pn-Mt women they used language standard. Whereas, based on status; Pn superior-Mt junior, they used language soft language and sometime they used language standard. In this research can conclusion that user language of Bima language (Bahasa Mbojo) in Bima area is variety based on the age, gender (male and famale) and their status. keyword : variety language, society, Bima
PENGARUH PEMBELJARAN INKUIRI TERHADAP MINAT BACA DAN HASIL BELAJAR MEMBACA PADA SISWA KELAS VIII MTs. MUALLIMAT NW PANCOR KABUPATAN LOMBOK TIMUR ., MARNIATI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri (A) terhadap minat baca (B1) dan hasil belajar membaca (B2). Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only non-equivalent control group design. Populasi terdiri dari 203 siswa dan sampel penelitiannya sebanyak 80 siswa. Data dikumpulkan dengan kuisioner minat baca dan tes hasil belajar membaca. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap minat baca antara siswa yang belajar dengan metode inkuiri dengan siswa yang belajar dengan metode konvensional (Fhitung =4,376; P < 0,05), (2) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar membaca antara siswa yang belajar dengan metode inkuiri dengan siswa yang belajar dengan metode konvensional. (Fhitung = 43,617; P < 0,05), (3) terdapat pengaruh yang signifikan minat baca dan hasil belajar membaca yang menggunakan metode inkuiri dengan menggunakan metode belajar konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran inkuiri, minat baca, hasil belajar membaca This study aims to determine the effect of inquiry learning model (A), the interest in reading (B1), and reading achievement (B2). This study used a post-test only design a non-equivalent control group design. Population consisted of 203 students while the sample consisted of 80 students. The data were collected using questionnaire of interest in reading and reading achievement test. The results showed: (1) there is a significant effect on interest in reading between the students who studied with the method of inquiry by students who studied and conventional methods (Fobs =4,376; P < 0,05), (2) there is a significant effect on learning achievement between students who studied with the method of inquiry and students who studied with conventional method (Fobs = 43,617; P < 0,05) (3) there is a significant effect on reading interest and learning achievement between the students who studied with the method of inquiry by students who studied and conventional methods.keyword : inquiry learning, reading, reading achievement
ANALISIS BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA LELAKAQ DALAM ACARA SORONG SERAH PADA RITUAL PERNIKAHAN ADAT SASAK ., JAMALUDIN; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lelakaq adalah ungkapan tradisional yang menyerupai pantun, terdiri dari empat baris, dua baris sampiran dan dua baris isi yang biasa di gunakan dalam adat tradisional suku Sasak.Lelakaq bertujuan untuk menyampaikan pikiran masyarakat yang tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu, khususnya dalam acara sorong serah pada ritual pernikahan adat sasak. Penelitian ini adalah tentang kajian terhadap lelakaq yang merupakan ungkapan tradisional. Masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan bentuk, fungsi dan makna lelakaq.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis wacana berdasarkan teori pragmatik semantic ( Kempson 1984) Data penelitian ini diperoleh melalui observasi,wawancara dan analisis dokumen yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif (Miles & Huberman 1994).Kajian bentuk yang meliputi tipologi, diksi, dan stilistika yang mengungkapkan beberapa pokok persoalan yang berkaitan dengan aspek fungsi dan makna lelakaq. Fungsi lelakaq dalam Sorong Serah adalah sebagai mencakup fungsi imformasional,Expresif,Direktif,Estetik dan Fatik . Adapun analisis makna lelakaq menunjukan bahwa lelakaq mempunyai makna pragmatik,yaitu makna lokusi,ilokusi dan perlokusi(Kempson,1984) Sedangkan makna semantic lelakaq adalah: makna konsepsional, konotatif, sosial, afektif, reflektif, kolokatif, dan makna tematik. Menurut ( Leech 1981).Kata Kunci : Lelakaq,Analisis wacana,Sorong serah . Lelakaq is a traditional expression which is similar to traditional poetry that consists of four lines, the first line being sampiran and the others are contents its usually used in sasak traditional ceremony. Lelakaq aim to communicate society thought which rises and develops from day to day especially when the process of sorong serah sasak ritual.This research inspect on lelakaq which is used as traditional expression.In this study the discussion is limited to looking at the form,function and meaning of lelakaq. The research use the discourse analysis based on the semantic Kempson(1984)speech act Searle(1969) and pragmatic meaning in lelakaq. The methology used in this research by observation, interview and analysis documents than analyzed by using interactive data.The result of the research conclude that Lelakaq in Sorong Serah have form, function and meaning.The form of lelakaq include the typology, diction and stylistic that expression that correlation with the form,function and meaning of lelakaq. Functions of Lelakaq in Sorong Serah are: As Entertainment, tool of education, cultivation of moral value, medium fastener of brotherhood and advice.The analysis of meaning,in term of pragmatic meaning as proposed by Kempson(1984) are locution, illocution and perlocution meaning,while the semantic meaning as proposed by leech(1981)are conceptual, connotative, social, affective, reflective, collocative and thematic meaning.keyword : Lelakaq,Analisis wacana,Sorong serah
SESENGGAK SASAK DITINJAU DARI SEGI BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA ., SAMSUL JAYADI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan (1) bentuk sintaksis yang berkaitan dengan frasa, klausa, dan kalimat, (2) makna semantik, dan (3) fungsi pragmatik yang terdapat dalam sesenggak Sasak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primr dalam penelitian ini dari buku kumpulan sesenggak Sasak karya Drs. H. L. Muhammad Azhar, SH Msi, yang berupa dokumen data sesenggak Sasak sebanyak 150 data. Kemudian sumber data sekundernya adalah hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat penutur sesenggak Sasak, berupa penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan makna, fungsi, tujuan dan konteks sesenggak digunakan. Objek penelitian difokuskan pada bentuk, makna, dan fungsi sesenggak. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data primer, dan teknik wawancara untuk memperoleh data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Kegiatan analisis data terdiri atas (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) Verifikasi. Ada tiga temuan dalam penelitian ini, yaitu (1) sesenggak Sasak dari sisi bentuk sintaksis terdiri atas frasa nominal, frasa verbal, frasa ajektival, frasa adverbial, frasa numeral, dan frasa preposisional. Kemudian terdapat juga klausa yang meliputi: klausa nominal, klausa verbal, klausa bilangan, dan klausa depan. Berikutnya ditemukan juga kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. (2) sesenggak Sasak yang mengandung aspek makna semantis berupa makna konotatif, sosial, afektif, reflektif dan kolokatif. (3) Analisis fungsi menunjukkan bahwa fungsi pragmatik bahasa yang muncul dalam sesenggak Sasak meliputi: fungsi informasional, ekspresif, direktif, dan estetik. Kata Kunci : sesenggak, form, function, and meaning This study aims to analyze and describe (1) syntaxtic form related to phrase, clause, and sentence which are found in sesenggak sasak. (2) Semantics meaning, (3) and Pragmatic function. This study is a descriptive research in which it applies qualitative analysis. The procedure of overcoming the problem applied in this study was library observation, then the data were analyzed and interpated by giving conclusion. The research results indicate that: (1) Syntactic form of sesenggak Sasak consists of: Phrase which covers noun phrase, verb phrase, adjective phrase, adverb phrase, numerical phrase, and prepositional phrase. Then, clause covers noun clause, verb clause, numerical clause, and prepositional clause, (2) semantics form of sesenggak Sasak consists of: konotation meaning, social, affective, reflective, and collocative, (3) function analysis shows that pragmatic function appears in Sesenggak Sasak cwhich covers: informational, expressive, directive, and estatic function. Meanwhile, another language function which is not used in Sesenggak Sasak is Fatic function. keyword : sesenggak, form, function, and meaning
TUTURAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 SELONG DITINJAU DARI RETORIKA ., M. YAMIN JAMALUDIN; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan (1) prinsip organisasi tuturan guru (2) pola organisasi tuturan guru; dan (3) teknik pengembangan tuturan guru di kelas XI SMA Negeri 1 Selong. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Indonesia kelas XI. Objek penelitian ini adalah prinsip organisasi tuturan, pola organisasi tuturan, dan teknik pengembangan tuturan guru di kelas XI SMA Negeri 1 Selong. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara disertai pencatatan lapangan dan perekaman. Analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian dan klasifikasi data, (3) penyimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian bahwa tuturan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Selong adalah (1) prinsip organisasi tuturan guru bahasa Indonesia meliputi prinsip koherensi, kesatuan, dan penekanan. Ketiga prinsip itu saling berkaitan satu sama lain untuk menciptakan tuturan yang informatif; (2) pola organisasi tuturan guru bahasa Indonesia berupa pola urutan kronologis, topikal, kausal, dan pemecahan masalah; (3) Teknik pengembangan tuturan guru bahasa Indonesia berupa teknik induktif, deduktif, sebab akibat, menjelaskan, contoh, dan perulangan. Dengan demikian, tuturan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Selong ditinjau dari retorika memperlihatkan adanya prinsip organisasi tuturan, pola organisasi tuturan dan teknik pengembangan tuturan yang bervariasi yang digunakan untuk mempersuasi dan menjelaskan pelajaran.Kata Kunci : tuturan, retorika, guru, pembelajaran This research used a descriptive qualitative. The purpose of this research was to describe and explain (1) The principle of teachers’ speech organization (2) The pattern of teachers’ speech; and (3) The technique of developing teachers’ speech on the conversation at the eleventh grade of SMAN 1 Selong. The subject of this research was Indonesia Teachers who were teaching at the eleventh grade. The object of the research were; The principal of teachers’ speech organization, The pattern of teachers’ speech, and The technique of developing teachers’ speech on the conversation at the eleventh grade of SMAN 1 Selong. The data of this research were collected by using obseravtion technique and interview accompanied with note taking on the field and recording. Analyzing the data were done into three phases, Namely (1) data reduction, (2) presentation and classification of data and, (3) summary and verification of data. The result of the research shows that teachers’ speech in teaching Bahasa Indonesia at the eleventh grade of SMAN 1 Selong are as follows: (1) The principle of teachers’ speech organization in teaching Bahasa Indonesia used the principle of coherence, unity, and stressing. All these principles related each other to create informative speech; (2) The pattern of teachers’ speech organization in the form of chronological, topical, causal, and porblem solving. (3) The technique of developing teachers’ speech in teaching Bahasa Indonesia in the form of inductive, deductive, causity, explanation, examples, and review. Thus, the teachers’ speech in teaching Bahasa Indonesia at the eleventh grade of SMAN 1 Selong viewed from the rhetorica shows that there is the principle of speech organization, pattern of speech organization, and technique of developing speech variously which is used to persuade and explain the lesson. keyword : Speech, rhetorica, teachers, and Learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DITINJAU DARI TINGKAT KREATIVITAS SISWA ., EFENDI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair and Share terhadap kemampuan berbicara Bahasa Inggris ditinjau dari tingkat kreativitas siswa kelas VIII MTS NW Lenek dengan menggunakan metode eksperimen post test-only control group design dengan rancangan factorial 2x2. Dari populasi sebanyak 126 siswa diambil 102 siswa sebagai sampel yang kemudian dimasukkan pada kelompok eksperimen dan control menggunakan teknik random sampling. Instrument yang digunakan dlam penelitian yaitu tes keterampilan berbibicara bahasa Inggris berupa tes kinerja dan kuesioner kreativitas siswa. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua-jalur, selanjutnya dialakukan Uji Tukey. Hasil penelitian ini adalah (1) ada perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris antara siswa yang mengikuti pembelajaran model TPS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. (2) ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan tingkat Kreativitas terhadap kemampuan berbicara bahasa Inggris pada siswa kelas VIII MTS NW LENEK. (3) ada perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris antara siswa dengan tingkat Kreativitas tinggi yang mengikuti model TPS dengan siswa yang mengikuti model Konvensional.(4) ada perbedaan kemampuan berbicara bahasa Inggris antara siswa dengan tingkat Kreativitas rendah yang mengikuti model TPS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran model Konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif TipeTPS (Think Pair and Share), Model Pembelajaran Konvensional, Tingkat kreativitas siswa, Kemampuan Berbicara This research aims at investigating the effect of cooperative learning type Think Pair Share on English speaking skill viewed from creativity of eight grade students of MTS NW Lenek using experimental method of posttest only control group design with 2x2 factorial. Form the population of 126 students, 102 students were taken as the sample which then divided into experimental and control group using random sampling technique. Instruments used for this research were English speaking skill performance test and students’ creativity questionnaire. Data were analyzed using two-way anova and followed using Tukey test. The result of the research shows that: (1) there is a difference of English speaking skill between students following Think Pair Share model and those following conventional model, (2) there is an interaction between learning model used and creativity on English speaking skill, (3) for those having high creativity, there is a difference of English speaking skill between students following Think Pair Share model and those following conventional model, (4) for those having low creativity, there is a difference of English speaking skill between students following Think Pair Share model and those following conventional model.keyword : cooperative learning type Think Pair Share, conventional learning model, speaking skill.
TINDAK TUTUR PENGAWAS DALAM KEGIATAN SUPERVISI AKADEMIK PADA GURU SMA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2012/2013 ., LALU MUHAMAD HIDLIR; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan jenis, macam, dan fungsi tindak tutur yang digunakan para pengawas dalam supervisi akademik pada guru SMA di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data secara etnografis melalui teknik rekam. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa tindak tutur dalam kegiatan supervisi akademik pada guru SMA di Kabupaten Lombok Timur menyimpulkan tiga hal sebagai temuan, yakni: (1) jenis tindak tutur yang meliputi tindak tutur langsung, tidak langsung, literal, tidak literal, langsung literal, langsung tidak literal, tidak langsung literal, dan tidak langsung tidak literal dan yang paling dominan digunakan peserta tutur adalah tindak tutur langsung; (2) macam tindak tutur yang meliputi tindak lokusi, ilokusi, dan perlokusi dengan tindak lokusi sebagai tindak yang paling dominan muncul pada ujaran-ujaran para peserta; dan (3) fungsi tindak tutur yang meliputi fungsi direktif, komisif, ekspresif, representatif, dan deklarasi dengan fungsi direktif yang paling dominan muncul dalam ujaran para peserta tutur. Kata Kunci : tindak tutur, supervisi akademik, etnografis This research aims at analyzing and describing types and functions of the speech used by supervisors in academic supervising of senior high schools in East Lombok Subdistric. It used qualitative approach which data were taken ethnographically using recording technique. The data were analyzed using qualitative descriptive. The results of this research are (1) the type of speech involves direct speech, indirect speech, literal, non-literal, direct literal, direct non-literal, indirect literal, and indirect non-literal, while the most dominant used by the speakers is direct speech; (2) the kind of speech involves locution, illocution, and perlocution with the locution is the most frequently used on the speech of the speakers, and; (3) the function of speech involves directive, commisive, expressive, representative, and declarative with the most frequently used is the function of directive form the speech of the speakerskeyword : speech, academic supervision, etnografis