cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 78 Documents clear
Motivasi dan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Berbasis Teks dengan Pendekatan Saintifik dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 2 Semarapura Tahun Pelajaran 2014/2015 ., DEWA MADE TIRTA; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Dr.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.344 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui motivasi belajar bahasa Indonesia berbasis teks dengan pendekatan saintifik dalam implementasi Kurikulum 2013; 2) mendeskripsikan ketercapaian KKM hasil belajar bahasa Indonesia berbasis teks dengan pendekatan saintifik dalam implementasi Kurikulum 2013; 3) menganalisis korelasi motivasi pada hasil belajar bahasa Indonesia berbasis teks dengan pendekatan saintifik dalam impelentasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 2 Semaraputa tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel terdiri atas kelas XI MIPA, kelas XI IIBB, dan Kelas XI IIS. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner motivasi belajar dan hasil penilaian (tes) dari tiga kali penyajian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) teks cerita bahasa Indonesia berbasis teks dengan pendekatan saintifik dalam implementasi Kurikulum 2013 di kelas XI SMA Negeri 2 Semarapura tahun pelajaran 2014/2015. Instrumentasi yang disusun dikolaborasikan untuk mengetahui validitas dan realibilitasnya, dan pengolahan data dilakukan dengan analisis regresi sederhanaKata Kunci : Motivasi belajar, hasil belajar, dan pendekatan saintifik This rescarch is intended to : 1) know motivation of learning text based Indonesian Language through sciencetific approach in 2013 curriculum implementation; 2) describe the achievement of KKM in the learning of text based Indonesian Language through sciencetific approach in 2013 curriculum implementation; 3) analize the corelation of achievement of learning text based Indonesian Language at SMA Negeri 2 Semarapura academic year 2014/2015. This study is a descriptive research. The sample of this study are students of year XI MIPA, XI IPIB, and XI IIS. The collection of the data was done by questioner motivation and achievement test after 3 times of classroom teaching on text based Indonesian through sciencetific approach in 2013 curriculum implementation for year XI SMA Negeri 2 Semarapura academic year 2014/2015. The intrument was arranged and colaborated to the validity and the reliability, and the data management was done by analysis of simple regressionanlysis.keyword : learning motivation, learning achievement, scientific approach
PENALARAN SISWA DALAM MENYAMPAIKAN ARGUMEN LISAN DITINJAU DARI PENGORGANISASIAN TUTURAN DI KELAS IX SMP NEGERI 1 BANJAR ., MADE SAMITHA PUTRA; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pola organisasi tuturan, (2) penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari teknik pengembangan tuturan, dan (3) penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pemilihan materi bahasa di kelas IX SMP Negeri 1 Banjar. Dalam mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa di kelas IX SMP Negeri 1 Banjar. Secara umum objek penelitian ini adalah penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pengorganisasian tuturan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Data yang diperoleh dianalis secara deskriptif kualitatif yang meliputi tiga tahapan yaitu, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pola organisasi tuturan yang muncul adalah pola sebab-akibat, pola kronologis, pola spasial, pola pemecahan masalah, dan pola topikal. (2) Penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari teknik pengembangan tuturan yang muncul adalah teknik sebab-akibat, teknik narasi, teknik urutan spasial, teknik kronologis, teknik deduktif, teknik klimaks, teknik induktif, dan teknik analogi. (3) Penalaran siswa dalam menyampaikan argumen lisan ditinjau dari pemilihan materi bahasa yang muncul adalah pemilihan kata yang jelas dan sederhana, majas personifikasi, gaya bahasa pleonasme, kata yang berona, kata spesifik, gaya bahasa sarkasme, gaya bahasa metafora, gaya bahasa perumpamaan, dan gaya bahasa hiperbola.Kata Kunci : penalaran, argumen lisan This research aimed at describing: (1) student?s reasoning in oral argument from talk organization pattern point of view, (2) student?s reasoning in oral argument from talk development technique point of view, and (3) student?s reasoning in oral argument from language materials point of view in the ninth grade of SMP Negeri 1 Banjar. In achieving this objective, the researcher used qualitative description research design. The subjects of this research are the ninth grade students of SMP Negeri 1 Banjar. In general, the object of this research is student?s logical reasoning in oral arguing from talk organization point of view. The researcher collected the data using observation method. The collected data were analyzed by using qualitative description technique with three steps, namely; (1) reducing data, (2) presenting data, and (3) concluding. The findings of this research show: (1) student?s reasoning in oral argument from talk organization pattern point of view that appear was a cause effect patterns, chronological patterns, spatial patterns, problem solving patterns, and topical patterns. (2) student?s reasoning in oral argument from talk development technique point of view that appear was techniques causal, narrative technique, spatial sequence technique, chronological technique, deductive technique, climax technique, inductive technique, and analogy technique. (3) Student?s reasoning in oral argument from language materials point of view that appear was the selection of the words that is clear and simple, personification figure of speech, redundancy stylistic, hue word, specific word, sarcasm stylistic, metaphor stylistic, parable stylistic, and hyperbole stylistic. Based on the result of this research, it?s suggested to the students to practice of oral argument by utilizing the talk organization pattern in order to the speech became more interesting and effective. Besides that, by determine the talk organization pattern, talk development technique, and language materials, the students can more be easier to organize main idea, so it will produce a good and interesting argument. keyword : reasoning, oral argument
Implementasi Model Pembelajaran Quantum Learning dalam Pembelajaran Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas X SMKN 1 Abang ., NI MADE MARTINI; ., Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Dr.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.011 KB)

Abstract

Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi model quantum learning, (2) respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMKN 1 Abang. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas X SMKN 1 Abang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, pencatatan dokumen, wawancara, dan kuesioner. Cara menganalisis data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru mengimplementasikan model quantum learning dengan beberapa tahap, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. Guru sudah mengimplementasikan quantum learning dengan baik sesuai prosedur. (2) Respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning positif. Sebanyak 96% siswa kelas X AK.1 merespons positif dan sebanyak 81% siswa kelas X TKJ.1 juga merespons positif pengimplementasian model quantum learning. (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning, yaitu adanya perbedaan konsep belajar 17,23%, kesiapan belajar siswa 19,3%, perbedaan kecerdasan siswa 23,1%, perbedaan kebutuhan dan tujuan siswa 13,5%, dan sikap atau kebiasaan siswa yang salah 25%. Kata Kunci : model quantum learning, karangan deskrpsi. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) implementasi model quantum learning, (2) respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning dalam pembelajaran menulis deskripsi di kelas X SMKN 1 Abang. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di kelas X SMKN 1 Abang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, pencatatan dokumen, wawancara, dan kuesioner. Cara menganalisis data dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru mengimplementasikan model quantum learning dengan beberapa tahap, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan. Guru sudah mengimplementasikan quantum learning dengan baik sesuai prosedur. (2) Respons siswa terhadap pengimplementasian model quantum learning positif. Sebanyak 96% siswa kelas X AK.1 merespons positif dan sebanyak 81% siswa kelas X TKJ.1 juga merespons positif pengimplementasian model quantum learning. (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model quantum learning, yaitu adanya perbedaan konsep belajar 17,23%, kesiapan belajar siswa 19,3%, perbedaan kecerdasan siswa 23,1%, perbedaan kebutuhan dan tujuan siswa 13,5%, dan sikap atau kebiasaan siswa yang salah 25%. keyword : model quantum learning, karangan deskrpsi.
A GENDER STUDY ON THE USE OF DIFFERENT TYPES OF CORRECTIVE FEEDBACK AND LEARNERS’ UPTAKE AT DHYANA PURA UNIVERSITY ., NI WAYAN ADINIA PRASTITI; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penggunaan umpan koreksi umpan balik oleh guru yang berdeda gender and respon siswa terhadap koreksi umpan balik yang diberikan guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk induksi analitikal. Peneliatian ini melibatkan empat guru dari Universitas Dhyana Pura. Mereka terdiri dari dua guru laki-laki dan dua guru perempuan serta dua puluh empat siswa. Untuk mengumpulkan data, empat instrumen berbeda digunakan. meliputi : petunjuk wawancara, kuestioner guru, kuestioner siswa dan lembar observasi. Dari analisis data ditemukan: (1). Tidak ada perbedaan yang berarti pada cara guru dalam memberikan koreksi umpan balik kepada siswa yabg berbeda gender, namun ditemukan perbedaan pada cara guru lali-laki dan perempuan dalm memberikan koreksi. (2). Dari data analisi juga ditemukan bahwa 72.5 % eror selama penelitian dikoreksi saat error itu terjadi, sedangkan 27.5 % error lainnya dikoreksi beberapa saat setelah eror terjadi. (3). Dari semua jenis koreksi umpan balik yang digunakan guru, koreksi eksplisitlah yang paling banyak digunakan, persentasenya mencapai 41.22%. (4). Dari semua respon siswa yang muncul selama penelitian, respon siswa yang dengan benar dapat membperbaiki error mereka muncul paling banyak, persentasenya mencapai 48.09%. Kata Kunci : gender, koreksi umpan balik, koreksi langsung, koreksi tertunda dan respon siswa This study was attempted to investigate the use of corrective feedback by different gender of teacher and the learners? uptake toward the corrective feedback given. This study was qualitative study. The study involved four teachers from Dhyana Pura University. Those teachers consisted of two male and to female teachers and twenty four students. To gain the data the researcher used four kinds of instruments; interview guide, teacher questionnaire, students? questionnaire and observation sheet. From the data analysis it was found that (1). There was no significant difference in teachers? way in giving corrective feedback to difference genders of students. (2). from the data analysis, it was also found out that 72.5 % of the error occurs during the data gathering was given immediate corrective feedback and the rest 27.5% of the error was given delayed corrective feedback (3). It was found out that explicit correction was the types of corrective feedback which was used most frequent; its percentage covered 41.22% (4). From all the uptake appeared in this study, uptake inform of repaired appeared frequently. The percentage was 48.09%. keyword : gender, corrective feedback, immediate correction, delayed correction, learners? uptake
THE EFFECT OF SCRIPTED ROLE PLAY AND FOREIGN LANGUAGE ANXIETY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCY AT SMA N 8 DENPASAR IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., NI WAYAN SATRI ADNYANI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.374 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh teknik bermain peran dengan naskah dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa kelas sebelas. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan 2x2 faktorial dan 68 orang siswa dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Data di analisis dengan menggunakan ANOVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan terhadap kompetensi berbicara antara siswa yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional; (2) ada pengaruh interaksi pada teknik mengajar yang digunakan dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa; (3) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang tinggi yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional; (4) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang rendah yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional. Kata Kunci : berbicara, bermain peran, kecemasan This research aimed at investigating the effect of scripted role play and foreign language anxiety on eleventh grade students? speaking competency. It was an experimental research with 2x2 factorial design and 68 of students were selected as the sample of the study. The data were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey Test. The result showed that (a) there is a significant effect in speaking competency between the students who were taught by using scripted role play technique and those taught by the conventional technique, (b) there is a significant interactional effect between teaching technique applied and the foreign language anxiety on the students? speaking competency, (c) there is a significant difference in speaking competency between the students with high foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those who were taught by the conventional technique; and (d) there is a significant difference in speaking competency between the students with low foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those students who were taught by the conventional technique. keyword : anxiety, scripted role play, speaking
THE EFFECT OF SCRIPTED ROLE PLAY AND FOREIGN LANGUAGE ANXIETY ON THE ELEVENTH GRADE STUDENTS’ SPEAKING COMPETENCY AT SMA N 8 DENPASAR IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., NI WAYAN SATRI ADNYANI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.374 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh teknik bermain peran dengan naskah dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa kelas sebelas. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan 2x2 faktorial dan 68 orang siswa dipilih secara acak sebagai sampel penelitian. Data di analisis dengan menggunakan ANOVA dua jalur dan Uji Tukey. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan terhadap kompetensi berbicara antara siswa yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajarkan dengan teknik konvensional; (2) ada pengaruh interaksi pada teknik mengajar yang digunakan dan kecemasan siswa pada bahasa asing terhadap kompetensi berbicara siswa; (3) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang tinggi yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional; (4) ada perbedaan kompetensi berbicara antara siswa yang mempunyai kecemasan siswa pada bahasa asing yang rendah yang diajar dengan menggunakan teknik bermain peran dengan naskah dan siswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional. Kata Kunci : berbicara, bermain peran, kecemasan This research aimed at investigating the effect of scripted role play and foreign language anxiety on eleventh grade students? speaking competency. It was an experimental research with 2x2 factorial design and 68 of students were selected as the sample of the study. The data were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey Test. The result showed that (a) there is a significant effect in speaking competency between the students who were taught by using scripted role play technique and those taught by the conventional technique, (b) there is a significant interactional effect between teaching technique applied and the foreign language anxiety on the students? speaking competency, (c) there is a significant difference in speaking competency between the students with high foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those who were taught by the conventional technique; and (d) there is a significant difference in speaking competency between the students with low foreign language anxiety who were taught by using scripted role play technique and those students who were taught by the conventional technique. keyword : anxiety, scripted role play, speaking
ASPEK SEMANTIK PEMBANGUN BAHASA HUMOR VERBAL DALAM KARTUN "NEGARA 1/2 GILA" ., I GEDE PUTRA ARIAWAN; ., Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.56 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan aspek semantik: 1) praanggapan, 2) implikatur, 3) pertuturan, dan 4) dunia kemungkinan dalam membangun bahasa humor verbal dalam kartun Negara ½ Gila, dan 5) efek yang dirasakan pembaca humor dalam kartun tersebut. Sumber data penelitian ini adalah buku kartun Negara ½ Gila karya Dody, Mujik, dan Rumrum Setiadi. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data keterlibatan aspek semantik. Sementara itu, metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan data efek pembaca humor. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aspek semantik: (1) praanggapan, (2) implikatur, (3) pertuturan, dan (4) dunia kemungkinan sebagai pembangun bahasa humor verbal dalam kartun Negara ½ Gila dibangun melalui beberapa unsur penting yakni: unsur gambar, ujaran tokoh kartun, keterangan kartunis, kombinasi gambar dan ujaran tokoh kartun, kombinasi gambar dan keterangan kartunis, dan kombinasi gambar dengan ujaran tokoh kartun dan keterangan kartunis, dan (5) terdapat dua efek yang dirasakan pembaca kartun humor Negara ½ Gila. Pertama, efek tersenyum, tertawa, dan senang. Kedua, efek bingung dan kesal bagi pembacanya. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi pembaca humor, peneliti, kartunis, dan dunia pendidikan. Jika menginginkan hasil yang lebih maksimal, peneliti lain hendaknya melakukan penelitian yang lebih mendalam daripada penelitian yang telah dilakukan ini.Kata Kunci : semantik, humor, kartun Negara ½ Gila This qualitative descriptive study aimed to describe the involvement of semantic aspects: 1) presuppositions, 2) implicature, 3) speech act, 4) possible world, and 4) the possibility of building a world language in the verbal humor Negara ½ Gila cartoon, and 5) the perceived effects of humor in the cartoon reader. The data source of this research is a cartoon book entitled Negara ½ Gila by Dody, Mujik, and Rumrum Setiadi. Methods used to collect data documentation involvement semantic aspects. Meanwhile, the interview methods used to collect data on the effects of humoe readers. Data analysis was perfomed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that involvement of semantic aspects: 1) presuppositions, 2) implicature, 3) speech act, 4) possible world, and 4) possible world as builder of verbal humor language in Negara ½ Gila cartoon was created through substances, such as: elements of image, utterance cartoon, cartoonist description, the combination of image and speech cartoon character, a combination of image and caption cartoonist, and a combination of cartoon character images with speech and information cartoonist. There are two effects that was appeared by reader of Negara ½ Gila humor cartoon. First, the effects of smiling, laughing, and happy. Secondly, the effect for the reader confused and irritated. The results of this study useful for humor readers, researchers, cartoonists, and education. If you want maximum results, other researchers should conduct more in depth study of this research.keyword : semantic, humor, Negara ½ Gila cartoon
ANALISIS HERMENEUTIK NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KUMPULAN CERPEN KARYA I.B. WIDIASA KENITEN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN CERPEN KELAS XI SMA NEGERI 4 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., GEDE SIDI ARTAJAYA; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.06 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan struktur formal yang terkandung pada kumpulan cerpen karya I.B. Keniten, 2) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung pada kumpulan cerpen karya I.B. Keniten, dan 3) mendeskripsikan pendapat siswa kelas XI SMAN 4 Denpasar mengenai nilai-nilai pendidikan karakter pada kumpulan cerpen karya I.B. Keniten. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kumpulan cerpen karya I.B. Keniten dan 72 siswa kelas XI SMAN 4 Denpasar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah 1) metode dokumentasi dan 2) metode angket/kuesioner. Data dianalisis dengan tahapan, di antaranya 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) cerpen yang dibuat I.B. Keniten memiliki kualitas sastra yang baik. Hal ini terlihat dari adanya satu kesatuan yang utuh antar unsur yang membangun cerpen tersebut. Hal ini dibuktikkan, tema yang diangkat dalam cerpen sebagian besar mengandung nilai pendidikan karakter, 2) kumpulan cerpen karya I.B. Keniten mengandung beberapa nilai yang terkandung dalam 18 nilai karakter bangsa, yaitu relegius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan dan sosial, serta tanggung jawab. Dari beberapa komponen nilai pendidikan karakter di atas, nilai agama dan kejujuran yang paling dominan, dan 3) pendapat siswa terhadap nilai-nilai pendidikan karakter pada kumpulan cerpen karya I.B. Keniten dalam pembelajaran cerpen adalah sesuai dengan bahan pembelajaran sastra, yaitu kelas XI MIA 1 dengan rata-rata 79,79% dan kelas XI IIS 1 dengan rata-rata 76,92% sehingga kumpulan cerpen karya I.B. Keniten dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran cerpen di sekolah.Kata Kunci : analisis hermeneutik, nilai karakter, cerpen. The purposes of this research are; 1) to describe the formal structure included in a short story compilation written by I. B. Keniten; 2) to describe the Values of Character Education in Short Story Compilation written by I.B Keniten; and 3) to describe the opinions of students in grade XI SMAN 4 Denpasar toward the Values of Character Education in Short Story Compilation written by I.B Keniten. This research used a descriptive qualitative research method. The subject of this study is short story compilation written by I.B. Keniten and 72 students in grade XI SMAN 4 Denpasar. The method used this research is 1) documentation method and questionnaires method. Data are analyzed by following some stages namely 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) data interpretation. The result of this research revealed that: 1) the short stories written by I B. Keniten contains a good quality of literature value. This can be seen from the presence of a good and solid unity among the elements constructing those short stories. Moreover, this can be proved as the themes used by I.B Keniten mostly contain Values of Character Education. 2) Short Story Compilation written by I.B Keniten contains values of 18 National Character Values such as religious, honest, tolerant, discipline, hard working, creative, autonomous, democratic, curious, nationalism, loving country, appreciating achievement,friendly/communicative, loving peace, caring social and environment, and responsible. Among all those values of character education, Religious and honest are the most dominating values appear in the short story compilation by I.B Keniten. 3) Mostly, students argued that the values of character education contained within short story compilation written by I.B Keniten in Learning Short Stories are appropriate suitable with literature education maetrial. This can be seen from the average score of class XI MIA 1 with average score of 79,79% and class XI IIS 1 with average score 76,92%. Therefore, it can be concluded that short stories compilation written by I.B Keniten can be used as an alternative short story teaching material at school.keyword : Hermeneutic Analyses, Values of Character, Short Story