cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
CLASSROOM INTERACTION ANALYSIS IN BILINGUAL SCIENCE CLASSES IN SMAN 4 DENPASAR Kumpul, I Nengah
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aimed at investigating the classroom interaction types in RSBI class by using FIAC (Flanders Interaction Analysis Categories) system. FIAC system is a system that aims to measure the classroom interaction which has 10 categories, namely (1) accepting feeling, (2) praising and encouraging, (3) accepting or using ideas of student, (4) asking questions, (5) lecturing, (6) giving directions, (7) criticizing or justifying authority, (8) student-talk response, (9) student-talk initiation, and (10) silence. This study was conducted in XI. IPA 1 RSBI in SMA Negeri 4 Denpasar which consisted of thirty six students; twenty one were males and fiveteen were females. This study was carried out based on the case or phenomenon of the growth of RSBI school in Denpasar. For this reason, it is supposed that the classroom interaction of RSBI class will be different from the regular ones. The objectives of this study were to find out the classroom interaction characteristics based on the 10 Flanders categories and to find out the constraints faced by teacher and students in conducting teaching- learning process.   Key words: classroom interaction, Flanders interaction analysis, RSBI class.
Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem. Adi Susrawan, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Adi Susrawan, I Nyoman. 2012. Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem.   Pembimbing I                          : Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. Pembimbing II                        : Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.   Kata Kunci: kesantunan, imperatif, pragmatik.   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa sejauh di dalamnya terkandung maksud atau makna pragmatik imperatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan rekaman. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data-data tentang (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan metode wawancara dan metode rekam digunakan sebagai penunjang dalam pengumpulan data. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis kontekstual. Berdasarkan analisis tersebut,  diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Ditemukan sembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kesembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. (a) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif perintah, (b) permintaan, (c) desakan, (d)  bujukan, (e) persilaan, (f) larangan, (g) ngelulu, (h) harapan, dan (i) mengomando/aba-aba (2) Wujud kesantunan linguistik dapat diidentifikasi melalui tiga hal, yaitu (a) panjang pendek tuturan, (b) urutan tuturan, dan (c) ungkapan-ungkapan penanda kesantunan sebagai penentu kesantunan linguistik. Ungkapan yang dipandang sebagai pemerkah kesantunan imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya adalah tolong, coba, ayo, harap, silakan, dan biar. (3) Wujud kesantunan pragmatik imperatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia diwujudkan dengan dua macam wujud tuturan, yakni (a) tuturan deklaratif dan (b) tuturan interogatif. Pemanfaatan kedua tuturan tersebut selain berfungsi sebagai bentuk kesantunan dalam bertutur juga berfungsi sebagai modifikasi tuturan untuk menjalin hubungan yang harmonis, menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis, variatif, dan demokratis. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, disarankan hal-hal sebagai berikut. Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini dapat memberi masukan untuk merencanakan dan menciptakan suasana pendidikan dan pengajaran yang kondusif di sekolah. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penopang lancarnya komunikasi dan interaksi lintas budaya. Bagi peneliti berikutnya, dalam rangka replikasi, jangkauan penelitian ini dapat diperluas.  
THE EFFECT OF PQ4R STRATEGY AND LINGUISTIC INTELLIGENCE ON READING COMPREHENSION OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 SUKASADA IN THE ACADEMIC YEAR 2011/ 2012 YARMADA SRIADI, I NYOMAN
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF PQ4R STRATEGY AND LINGUISTIC INTELLIGENCE ON READING COMPREHENSION OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 SUKASADA IN THE ACADEMIC YEAR 2011/ 2012 By: I Nyoman Yarmada Sriadi * ABSTRACT Keywords: linguistic intelligence, PQ4R strategy, reading comprehension. This study aimed at investigating whether the implementation of PQ4R strategy and the students’ linguistic intelligence gave a significant effect to the students’ reading comprehension. The study was an experimental study by applying 2 x 2 factorial design. The population was 5 classes (153 students) of grade X in SMAN 1 Sukasada in the academic year 2011/ 2012, in which 4 classes were samples which were assigned into two groups, i.e. experimental group and control group, by Cluster Random Sampling. The research data were collected through tests that were analyzed by using Statistical Two-Way Anova and Tukey Test. The result shows that, first, there was a significant difference on the students’ reading comprehension between the students who were taught by using PQ4R strategy and conventional reading strategy, in which the students who were taught by using PQ4R strategy had higher reading comprehension than those students who were taught by using conventional strategy. Second, there was a significant interactional effect on the students’ reading comprehension between the strategies applied and the students’ linguistic intelligence. Third, there was a significant difference on the students’ reading comprehension between the students who had high linguistic intelligence when they were taught by using PQ4R strategy and conventional strategy, in which the students who had high linguistic intelligence taught by using PQ4R strategy had higher reading comprehension than those students who were taught by using conventional reading strategy. Fourth, there was no any significant difference between the students’ reading comprehension of the students who had low linguistic intelligence when they were taught by using PQ4R strategy and conventional strategy.         PENGARUH STRATEGI PQ4R DAN STRATEGI CONVENSIONAL SERTA INTELLIGENSI LINGUISTIK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS X SMAN 1 SUKASADA TAHUN AJARAN 2011/ 2012 ABSTRAK Kata kunci: intelligensi linguistik, strategi PQ4R, membaca pemahaman. Penelitain ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan strategi PQ4R yang ditinjau dari intelligensi linguistik memberikan pengaruh interaksi yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam membaca pemahaman. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan factorial 2 x 2. Populasi berjumlah 5 kelas (153 siswa) dari semua siswa di kelas X di SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2011/ 2012. Dengan menggunakan metoda kelompok secara acak (cluster random sampling), 4 kelas ditentukan sebagai sampel dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimental dan kelompok kontrol. Data penelitian ini dikumpulkan melalui tes, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistic anava dua jalur dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam membaca pemahaman antara siswa yang diajar dengan strategi PQ4R dan strategi konvensional, di mana siswa yang diajar dengan menggunakan strategi PQ4R memiliki kemampuan membaca pemahaman yang lebih tinggi daripada mereka yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Kedua, ada pengaruh interaksi yang signifikan antara strategi mengajar yang diterapkan dengan kemampuan intelligensi linguistik siswa pada kemampuan mereka dalam membaca pemahaman. Ketiga, terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam membaca pemahaman yang memiliki tingkat intelligensi linguistik yang tinggi ketika mereka diajar dengan menggunakan strategi PQ4R dan ketika mereka diajar dengan menggunakan strategi konvensional, di mana kemampuan siswa dalam membaca pemahaman yang memiliki tingkat intelligensi linguistik yang tinggi yang diajar dengan menggunakan strategi PQ4R lebih tinggi daripada mereka yang diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Keempat, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam membaca pemahaman yang memiliki tingkat intelligensi linguistik yang rendah ketika mereka diajar dengan menggunakan strategi PQ4R dan ketika mereka diajar dengan menggunakan strategi konvensional.
THE CONTRIBUTION OF STUDENTS’ BELIEFS ABOUT LANGUAGE LEARNING, LEARNING STYLES, AND LANGUAGE LEARNING STRATEGIES TOWARD THE ENGLISH ACHIEVEMENT OF THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF STATE SENIOR HIGH SCHOOLS IN SINGARAJA Angelianawati, L
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study was a correlational study, which was aimed at investigating whether or not there was a significant contribution of beliefs about language learning, learning styles, and language learning strategies on students’ English achievement. The research was done toward the eleventh grade students of state senior high schools in Singaraja Semester 1, in the academic year 2011/2012. The number of population was 798 students; and the sample was 160, which were determined through proportional random sampling technique. The data of beliefs about language learning were collected through BALLI (Horwitz, 1987) which was adapted from Artini (2006), learning styles through PLSPQ (Reid, 1984), language learning strategies through SILL (Oxford, 1990), and English achievement from documentations, namely from students’ school report books. The data were analyzed by using descriptive and inferential statistics. The descriptive statistics was used to describe the obtained variable data and the inferential statistics was used to analyze the requirement testing and hypothesis testing. The research results showed that there were significant contributions of each predictor, i.e. beliefs about language learning, learning styles, and language learning strategies, to the students’ English achievement (ρ < 0.05), namely 3.6% with r = 0.190, 5% with r = 0.224, and 2.9% with r = 0.172, correspondingly. There was also a positive and significant contribution of the beliefs about language learning, learning styles and language learning strategies simultaneously to their English achievement, with r = 0.257, ρ < 0.05, and the coefficient of determination (r 2) = 0.066 or 6.6%, in which the effective contribution of each from the strongest to the weakest were learning styles 3.51%, beliefs about language learning 1.71%, and language learning strategies 1.38% respectively. Key terms : beliefs about language learning, learning styles, language learning strategies, English achievement
Penyikapan Putu Wijaya terhadap Tradisi Bali: Sebuah Kajian Sosiokultural Novel Putri. DESI, LUH
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyikapan Putu Wijaya terhadap Tradisi Bali: Sebuah Kajian Sosiokultural Novel Putri. OLEH LUH DESI   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh-tokoh dalam novel Putri karya Putu Wijaya, yang memberikan aksentuasi terhadap tradisi Bali, mendeskripsikan tradisi Bali dalam novel Putri, dan sikap Putu Wijaya yang terepleksi dalam novel Putri. Novel yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah novel Putri I dan Putri II, karya Putu Wijaya. Dalam mengaji kedua novel ini, digunakan beberapa teori yang dipandang relevan, yaitu teori sosiologi sastra, teori representasi, dan beberapa teori pendukung lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berdasarkan pengajian kedua novel ini, yaitu tokoh-tokoh yang hadir dalam novel Putri cukup memberikan aksentuasi terhadap tradisi Bali. Putri yang menjadi tokoh sentral dalam kedua novel ini menggugat tradisi yang dipandang telah memperbudak masyarakat pendukungnya. Putri mencetuskan tradisi baru melalui pemikirannya yang lebih rasional. Tokoh Putri telah memperjuangkan kaumnya agar tidak tersubordinat oleh kaum laki-laki.Tradisi yang dianggap penting dalam kehidupan masyarakat perlu dilakukan modernisasi agar tradisi yang telah memfosil mendapat pencerahan untuk melalui pemikiran-pemikiran rasional. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh diharapkan ada  penelitian  lanjutan untuk mencari sisi lain dan menguaknya kembali dengan wacana yang berbeda.   Kata kunci: tokoh, tradisi, penyikapan ABSTRACT Putu Wijaya attitude Bali Against Tradition: A Study of Novel sociocultural Princess   This study aims to describe  characters in the novel Putri Putu Wijayas work, which gives the accentuation of the traditions of Bali, described the novel tradition in Bali, Putu Wijaya and attitudes in a novel that reflected Putri. Novel objects used in this study is  novel putri I and putri II, by Putu Wijaya. In this novel the second chant, used some of the theories considered relevant, namely the sociology of literary theory, representation theory, and several other supporting theories. The study is based on the study of this novel, the characters are present in the novel Putri gives accentuation of the Balinese tradition. Putri who became a central figure in the novel is considered a tradition that has sued the enslaved community supporters. Daughter sparked a new tradition with a more rational thinking. Figures have been fighting for his people so that women do not cornered by men. Which is considered an important tradition in public life needs to be done to modernize the tradition that has been fossilized for enlightenment through rational thinking. Based on research results obtained are expected to have advanced research to find the other side and reveal it again with a different discourse.   Key words: character, tradition, attitude
THE PROFILE OF BILINGUAL EDUCATION AT DYATMIKA KINDERGARTEN WIDHIASIH, LUH KETUT SRI
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Widhiasih, Luh Ketut Sri (2012). The Profile of Bilingual Education at Dyatmika Kindergarten. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. This thesis has been examined and corrected by Supervisor I: Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. and Supervisor II: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D. This study was a phenomenology research involving descriptive-qualitative design. This study aimed at identifying profile of bilingual education at Dyatmika Kindergarten. This study was conducted in Dyatmika Kindergarten. The present study was conducted to the school personnel and community including the headmaster, four teachers and some students’ parents of Dyatmika Kindergarten. The data obtained in this study are qualitative data. The qualitative data were obtained from guided interview in the form of some related information, observation and document analysis. The data were gained through several research instruments, such as researcher as key instrument, list of guided interview questions, checklist, and observation sheet. The result of interview, observation, and document analysis data were analyzed descriptively using Interactive Model. This study found that Dyatmika Kindergarten had completely fulfilled the criteria of a good bilingual school, such as having and achieving clear school goals, having safe school climate, integrating bilingual program to school community, providing leadership and support for bilingual program, having quality personnel, having good relationship with parents and communities of the students, having quality curriculum, and instructions. Based on the result, Dyatmika Kindergarten could be proposed to be a model for other bilingual kindergarten.   Keywords: profile, bilingual education, bilingual kindergarten ABSTRAK Widhiasih, Luh Ketut Sri (2012). Profil Pendidikan Dwi-bahasa di Taman Kanak-kanak Dyatmika. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Tesis ini telah diperiksa dan dikoreksi oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. dan Pembimbing II: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D. Penelitian fenomenologi yang menggunakan rancangan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil pendidikan dwi-bahasa di Taman Kanak-kanak Dyatmika. Subjek penelitian ini adalah warga dan komunitas sekolah yang mencakup kepala sekolah, empat guru, dan beberapa orang tua siswa Taman Kanak-Kanak Dyatmika. Data yang diperoleh pada penelitian ini berjenis data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara terstruktur, observasi, dan analisis dokumen. Data diperoleh dengan menggunakan peneliti sebagai instrument kunci dan beberapa instrumen penelitian lain seperti lembar daftar pertanyaan wawancara terstruktur, checklist, dan lembar observasi. Hasil wawancara terstruktur, observasi dan analisis dokumen dianalisis secara deskriptif menggunakan Model Interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Kanak-kanak Dyatmika telah dengan lengkap memenuhi kriteria-kriteria sebuah sekolah dwi-bahasa yang bagus, seperti memiliki tujuan sekolah yang jelas dan tercapai, memiliki iklim sekolah yang aman, mengintegrasikan program dwi bahasa dengan komunitas sekolah, menyediakan sistem kepemimpinan dan dukungan  untuk program dwi bahasa, memiliki personil berkualitas, memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan komunitas sekolah, memiliki kurikulum berkualitas dan instructions berkualitas. Berdasarkan temuan, Taman Kanak-kanak Dyatmika bisa diajukan sebagai sekolah model bagi taman kanak-kanak dwi-bahasa lainnya.   Kata kunci: profil, pendidikan dwi-bahasa, taman kanak-kanak dwi-bahasa
THE CONTRIBUTION OF LEARNING ANXIETY, TEACHER-STUDENT RELATIONSHIPS, AND SELF-CONCEPT TOWARD THE SPEAKING SKILLS OF THE TENTH GRADE STUDENTS IN SMA N 1 BANGLI WEDAYANTHI, LUH MADE DWI
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Wedayanthi, Luh Made Dwi (2012). The Contributions of Learning Anxiety, Teacher-Student Relationships, and Self-Concepts toward the Speaking Skills of the Tenth Grade Students in SMA N 1 Bangli. Thesis, Language Education Study Program, Postgraduate Program, Ganesha University of Education.   This thesis has been examined and corrected by: Supervisor I: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D Supervisor II: Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.   Keywords: contribution, learning anxiety, teacher-student relationship, student’s self-concept, speaking skills.   This study was a correlational research that aimed to know the contribution of learning anxiety, teacher-student relationships, and students’ self-concept toward the tenth grade students’ speaking skills. It was conducted in SMA N 1 Bangli. In this study there were 127 students used as the samples from 231 populations. All of them were the tenth grade students. Before the real data collection was done, the tryout of instrument was conducted. After the tabulation of the real data, the pre-requisite tests were done; normality, linearity, multicollinearity, autocorrelation, and heterocedasticity.  Simple regression and multiple regressions were conducted after the pre-requisite tests were done.  The simple regression was done to determine the predictor contribution to the criterion variable. After the data were calculated by using SPSS, there were four results from the research questions in this study. The first, there is a relationship between learning anxiety and speaking skills and it contributed 34.66% to speaking skills. It means, the higher learning anxiety owned by the students, the higher speaking skills done by the students.  The second, there is a relationship between teacher-student relationships and speaking skills, the contribution is 10.59%. From the contribution, it could be concluded that the better level of teacher-student relationships led the student to have higher level of participation. The third, there is a relationship between students’ self-concept and speaking skills, it contributed 5.26%. From all of the contribution from each predictor (X1,2,3) to speaking skills (Y), students’ self-concept got the lowest level then the other, it means that students’ self-concept need to be increased by the students. Based on the determination above, it could be concluded that (1) there was contribution of students’ learning anxiety toward speaking skills, (2) there was contribution of teacher-student relationships toward speaking skills, (3) there was contribution of students’ self-concept toward speaking skills, and (4) there was a contribution between students’ learning anxiety, teacher-student relationships, and students’ self-concept toward speaking skills of the tenth grade senior high school in SMA N 1 Bangli in the academic year 2011/2012. ABSTRAK Wedayanthi, Luh Made Dwi (2012). Kontribusi Kecemasan dalam Belajar Bahasa, Hubungan Guru dan Siswa, dan Konsep Diri Siswa terhadap Skill Berbicara Siswa Kelas Sepuluh di SMA N 1 Bangli. Tesis Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.   Thesis ini telah dibaca dan diperbaiki oleh: Pembimbing I: Dra. Luh Putu Artini, M.A. Ph.D Pembimbing II: Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.   Kata Kunci: kontribusi, kecemasan dalam belajar, hubungan sguru dan siswa, konsep diri siswa, skill berbicara Studi ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kecemasan belajar, hubungan guru dan siswa, dan konsep diri terhadap skill berbicara siswa kelas sepuluh. Studi ini dilaksanakan di SMA N 1 Bangli. Dalam studi terdapat 127 siswa sampel dari 231 populasi. Sebelum data dikumpulkan, uji pra-syarat dilaksanakan seperti normalitas, linearitas, multikollinear, autokorelasi, dan heterokedasticitas. Regresi sederhana dan regresi berganda dilaksanakan setelah uji prasyarat selesai. Regresi sederhana dilaksanakan untuk mencari hubungan prediktor dan kriteria variabel. Setelah data dihitung menggunakan SPSS, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut; pertama, terdapat hubungan antara kecemasan dalam belajar dan skill berbicara, yang berkontribusi sebanyak 34.66. Hal ini berarti, semakin tinggi kecemasan dalam belajar yang dimiliki siswa, semakin tinggi skill berbicara. Kedua, ada hubungan antara guru dan siswa dengan skill berbicara siswa, yang berkontribusi 10.59%. Dari kontribusi tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat hubungan guru dan siswa semakin baik pula skill berbahasa Inggris siswa. Ketiga, ada hubungan antara konsep diri siswa dengan skill berbicara, yang berkontribusi 5.26%. Berdasarkan semua kontribusi dari setiap predictor (X1,2,3) terhadap skill berbicara. Konsep diri siswa mempunyai hubungan yang paling rendah daripada yang lainnya. Hal ini berarti bahwa konsep diri siswa perlu ditingkatkan oleh guru dalam diri siswa itu sendiri. Berdasarkan semua temuan di atas dapat disimpulkan bahwa; (1) terdapat kontribusi antara kecemasan dalam belajar bahasa terhadap skill berbicara, (2) terdapat kontribusi antara hubungan guru dan siswa terhadap skill berbicara siswa, (3) terdapat kontribusi antara konsep diri siswa terhadpa skill berbicara, dan (4) terdapat kontribusi antara kecemasan belajar siswa, hubungan guru dan siswa, dan konsep diri siswa terhadap skill berbicara pada kelas sepuluh di SMA N 1 Bangli pada tahun ajaran 2011/2012.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VIIE SMPN 5 NEGARA DAN STRATEGI GURU UNTUK MENGATASINYA Dewantara, I Putu Mas
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara dan (2) strategi guru untuk mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah seorang guru bahasa Indonesia kelas VII dan 32 orang siswa kelas VIIE SMPN 5 Negara. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi. Pengumpulan data mengenai faktor penyebab kesulitan belajar siswa dilakukan dengan menggunakan metode wawancara kepada guru dan siswa. Pengumpulan data mengenai strategi guru menggunakan metode observasi dan wawancara. Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara berasal dari faktor motif/motivasi, kebiasaan belajar, penguasaan komponen kebahasaan, penguasaan komponen isi, sikap mental, hubungan/interaksi antara guru dan siswa, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan hubungan/interaksi antara siswa dan siswa. Faktor yang paling dominan menyebabkan kesulitan belajar siswa adalah sikap mental; dan (2) Strategi guru untuk mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar siswa meliputi strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembeajaran yang berpusat pada guru, strategi pembelajaran deduksi, dan strategi pembelajaran heuristik. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi siswa, guru, sekolah, dan peneliti lain. Guru dalam pembelajaran keterampilan berbicara hendaknya mampu melakukan diagnosis terhadap faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan memiliki pengetahuan yang luas mengenai strategi-strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar siswa. Guru hendaknya mampu menciptakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar berkomunikasi.   Kata Kunci :  kesulitan belajar, strategi pembelajaran, pembelajaran berbicara ABSTRACT This study aims at describing and analyzing (1) the factors which the students’ learning difficulties of and (2) teachers strategies to cope with students learning difficulties. This is sources descriptive qualitative. The sources of data of this research is a bahasa Indonesia teacher of VII grade and 32 students in VIIE class of SMPN 5 Negara. The methods of data collection used for this research is a interview and observation. The data gathering for the factors of students learning difficulties was done using interview toward the teacher and the student. The data gathering for teacher strategy was done using observation and interview toward the teacher. The data analysis was done trough tree step, the data reduction, data presentation, and verification and conclusion. The result, of this research are (1) The factors which cause a student learning ability in speaking are from motive/motivation factor, learning habits, the mastery of language components, the mastery of content components, mental attitude, relationship/interaction between teachers and students, teaching methods, instructional media, and relationship/interaction among students. The most dominant factor which causes students learning difficulties is the students’ mental attitude, (2) the learning strategies implemented by the teacher include expository learning strategies, teacher center strategies, deduction, and heuristics learning strategy. The results this study are useful for students, teachers, schools, and other researchers. Teachers in teaching speaking skill are hoped to be able to diagnose the factors which cause students’ learning difficulties and have the broad knowledge about learning strategy which can be implemented to cope with the factors which students learning difficulties. Teachers should be able to create learning that gives students the chance to learn to communicate.   Key Words : learning difficulties, learning strategies, learning speaking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN DITINJAU DARI KONSEP DIRI AKADEMIK SISWA Noriasih, Ni Ketut
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap pemahaman bacaan pada siswa kelas VII SMP Lab. Undiksha ditinjau dari konsep diri akademik tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 96 siswa yang diwakili oleh 64 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Random Sampling. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik undian untuk memilih kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji kesetaraan kelompok terhadap nilai pada waktu pemetaan kelas dilakukan dengan uji-t, dengan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antarkelompok (t= 1,08, p<0,05). Penelitian ini adalah jenis eksperimen semu dengan desain post test only control group dan menggunakan rancangan analisis faktorial 2 x 2. Data konsep diri dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner konsep diri dengan reliabilitas tes sebesar 0,836. Data mengenai pemahaman bacaan dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman bacaan dengan koefisien reliabilitas 0,81. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teaching dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA = 5,584; p<0,05), 2) tidak terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dan yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki  konsep diri tinggi (F = 1,697; p>0,05), 3) terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dan yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki konsep diri rendah (F= 4,565; p<0,05), dan 4) tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran terhadap pemahaman bacaan ditinjau dari konsep diri akademik siswa (F = 0,123; p> 0,05). Berdasarkan temuan di atas disimpulkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching berpengaruh terhadap penguasaan bacaan siswa. Untuk siswa yang memiliki konsep diri tinggi, baik untuk model  pembelajaran Reciprocal Teaching maupun konvensional tetap lebih unggul dari siswa yang memiliki konsep diri rendah. Kata kunci: model reciprocal teaching, pemahaman bacaan, dan konsep diri akademik  
THE EFFECT OF GENDER DIFFERENCES AND SELF ESTEEM TOWARD KINDERGARTEN STUDENTS’ COMMUNICATIVE COMPETENCE Rusmala Dewi, Ni Made
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Key words: self esteem, gender differences, communicative competence This study was designed as an ex-post facto which aimed at seeing the effect of self esteem and gender differences toward kindergarten students’ communicative competence. The samples were students at the age between 3-5 which were taken from TK A of 7 kindergartens around Denpasar and Badung area. The data were collected by using questionnaire, document analysis and observation.. The data were analyzed by using Two-way ANOVA with 2x2 factorial design.  The result of the analysis showed that there was no significant difference between male and female kindergarten students in their communicative competence. It was also found that there was no interaction between self esteem and gender toward kindergarten students’ communicative competence. Since the result showed an absence of interaction between self esteem and gender, post-hoc multiple comparison with Tukey test was not carried out. This study concluded that there was no significant difference between male and female kindergarten students regarding their level of self esteem. There were several factors that possibly affect the finding of this study. The factors were the process of gender acquisition, early bilingualism, positive self esteem among children and teachers’ questioning.

Page 4 of 36 | Total Record : 358