cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
Classroom Interaction of English as an Additional Language (EAL) in Primary Level at Canggu Community School: A Study Based on a Conversation Analysis Theory. Thesis. Language Education Departement, Postgraduate Program, Ganesha University of Education. Astiti, Gusti Ayu Ketut
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Astiti Gusti Ayu Ketut (2012), Classroom Interaction of English as an Additional Language (EAL) in Primary Level at Canggu Community School: A Study Based on a Conversation Analysis Theory. Thesis. Language Education Departement, Postgraduate Program, Ganesha University of Education. This thesis has been approved by advisor I : Prof Dr Ni Nyoman Padmadewi, M.A and Advisor II: Prof. Dr. I Ketut Seken, M.A. Key words: classroom interaction, conversation analysis, turn-taking organization, sequence organization, repair organization This study analyzed the classroom interaction of English as an Additional Language (EAL) in Primary level at Canggu Community School. This study followed a qualitative description of case study which uses Conversation Analysis to analyze the talk-in interaction in terms of turn-taking organization, sequence organization and the repair organization. The subjects of the study were an EAL teacher and EAL students who come from different classrooms in Primary level. The methods of data collection in this study were audio and video recording of classroom interaction, observation and interview with the teacher. The data of this study were obtained from the five lessons of five different groups. The main data were in the form of classroom interaction transcriptions.  This study revealed that in terms of turn-taking organization, the personal solicit was the dominant solicit that occurred and the general solicit was the least dominant. The study also revealed that students made self-selections to take a turn. In terms of the sequence organization, the most common classroom interaction that occurred was Initiation-Response-Feedback (IRF)–sequence where the talk was initiated by the teacher and also by the students. In terms of the repair organization, other-initiated other-repair (OIOR) was the dominant type of repair that occurred in these EAL groups, in which most of the repairs were made by the teacher without giving much chance to the students to uptake the repair after the teacher. Based on the result of this study, it was concluded that in classroom interaction, how the turn-taking, sequence and repair were organized were vital components to enhance the learning of EAL students to improve their English proficiency and could increase their confidence in the classroom by having more chance to take a turn in discussion and also initiated the topic and conversation. Besides that the students need to have more opportunities to uptake the correct language after the repairs from the teacher. ABSTRAK Astiti Gusti Ayu Ketut (2012). Interaksi Kelas pada Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Tambahan Tingkat Dasar di Canggu Community School: Studi dengan Menggunakan Analisis Percakapan. Tesis. Departement Pendidikan Bahasa, Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing : Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. dan Pembimbing II: Prof. Dr. I Ketut Seken, M.A. Kata-kata kunci: interaksi kelas, percakapan analisis, organisasi mengambil giliran, organisasi rangkaian, organisasi perbaikan Studi ini fokus pada interaksi kelas pada pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa tambahan pada tingkat dasar (English as an Additional Language)-EAL di Canggu Community School. Ini merupakan studi kasus dengan pemaparan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru EAL dan para siswa EAL yang berasal dari lima grup. Penelitian ini menggunakan Analisis Percakapan (Conversation Analysis) dalam menganalisis data. Data penelitian didapatkan dari rekaman video dan suara interaksi kelas, observasi dan melakukan wawancara dengan guru EAL. Data utama berupa lima transkripsi percakapan dari lima kelas yang berbeda. Analisis data menunjukkan bahwa organisasi bergiliran (turn-taking organization) yang paling banyak muncul adalah guru menunjuk murid untuk mendapat kesempatan berbicara. Data tentang organisasi rangkaian interaksi (sequence organization) didapatkan bahwa guru lebih banyak memulai interaksi dan memperkenalkan topik pada siswa, tetapi topik dan inisiatif juga bisa dimulai dari siswa. Data tentang organisasi perbaikan (repair organization), menunjukkan bahwa kebanyakan perbaikan (repair) datangnya dari guru, di mana kurang kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan bahasa mereka. Dari analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa di dalam interakasi kelas guru seharusnya lebih banyak memberikan kesempatan siswa untuk berusaha aktif sendiri yang mana di dalam studi ini guru berusaha memberikan kesempatan yang sama kepada setiap siswa untuk berbicara dengan cara menunjuk siswa. Demikian juga halnya dalam rangkaian interaksi dan pengaturan perbaikan kesalahan, dengan adanya kesempatan bagi siswa memulai berinteraksi lebih banyak dan mendapat kesempatan dalam memperbaiki kesalahan bahasa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa Inggris mereka.
THE CONTRIBUTION OF SELF-ESTEEM AND LANGUAGE LEARNING STRATEGIES TO THE STUDENTS’ ENGLISH PROFICIENCY FOR SECOND YEAR STUDENTS OF SMA NEGERI 7 DENPASAR Pramita, Gusti Ayu Putri
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Keywords: self-esteem, language learning strategies, students’ English proficiency   This study aimed at finding out whether (1) there is a positive and significant contribution of self-esteem to the students’ English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar, (2) there is positive and significant contribution of language learning strategies to the  students’ English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar, and (3) there is positive and significant contribution of self-esteem and language learning strategies to the students’ English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar. It was conducted in SMA Negeri 7 Denpasar. The data were gained by using two kinds of questionnaires Students’ Self-Esteem Questionnaire and Strategy Inventory of Language Learning and TOEFL Prediction Test. This research was a predictive study and was conducted as quantitative research by using ex-post facto research design. The simple regression and multiple regressions were used in analyzing the research. From the result, it was found that (1) there was positive and significant contribution of self-esteem to the students’ English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar with contribution 88.36%, (2) there was positive and significant contribution of language learning strategies to the  students’ English proficiency for second year students of SMA Negeri 7 Denpasar with contribution 62.9%, and (3) there was positive and significant contribution of self-esteem and language learning strategies to the students’ English proficiency for second year students of SMA 7 Denpasar with contribution 91.01%.   1. Background of the Study
Pengembangan Materi Membaca Berbasis Budaya untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Kusuma, I Putu Indra
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kusuma, I Putu Indra (2012), Pengembangan Materi Membaca Berbasis Budaya untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.   Tesis ini sudah diperiksa dan koreksi oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. dan Pembimbing II: Dr. Ni Md. Ratminingsih, M.A.   Kata Kunci: pengembangan materi membaca berbasis budaya,   Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk (1) mengetahui potensi siswa dan permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng pada materi membaca yang digunakan sebelumnya, (2) mengembangkan materi membaca berbasis budaya lokal untuk siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng, dan (3) mengetahui kualitas materi membaca berbasis budaya untuk siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan berbagai instrumen penelitian berupa daftar cek, rubrik penilaian, kuesioner, lembar observasi, pedoman wawancara, dan tes untuk mengumpulkan data dalam mengembangkan materi membaca berbasis budaya. Adapun penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2011). Materi yang dikembangkan pun didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng memiliki potensi sekaligus permasalahan di dalam pelajaran membaca, (2) pengembangan materi membaca berbasis budaya dikembangkan menggunakan model pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono dimana materi yang dikembangkan pun didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson, dan (3) materi membaca berbasis budaya memiliki validitas dan kepraktisan yang tinggi dimana nilai validitas 4.25 (bagus) dan nilai kepraktisan rata-rata diatas 4.485 (Sangat Bagus) dan juga terbukti efektif dimana perbedaan rata-rata nilai siswa di grup eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai siswa di grup kontrol yang ditunjukkan dengan nilai 76.20 > 67.24. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng memiliki beberapa potensi sekaligus permasalahan di dalam pelajaran membaca. Potensi dan permasalahan tersebut nantinya mendasari pengembangan materi membaca berbasis budaya dimana materi yang dikembangkan didasarkan pada kriteria materi ajar yang baik yang dikemukan oleh Tomlinson serta memiliki nilai validitas dan kepraktisan yang tinggi dan terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. ABSTRACT Kusuma, I Putu Indra (2012), The Development of Culture-Based Reading Material for the fifth Grade Students of Elementary Schools in Buleleng Regency. Thesis, Language Program Post-Graduate Program of Ganesha University of Education.   This thesis has been approved by the Board of Supervisor I: Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. and Supervisor II: Dr. Ni Md. Ratminingsih, M.A.   Key Words: the development of culture-based reading material   This study was a research and development (R&D) which aimed at (1) Investigating the potency and problems of the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency, (2) Developing culture-based reading material for the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency, and (3) Investigating the quality of culture-based reading material for the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency. This study used various instruments such as checklists, scoring rubric, questionnaires, observation sheets, interview guide, and test to gather the data during developing culture-based reading material. This study used the development model proposed by Sugiyono (2011). The material developed in this study was based on the criteria of good reading material proposed by Tomlinson. The results of the study showed that (1) the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency had some potency and problems toward the use of existing reading material, (2) Culture-based reading material was developed by using R&D model proposed by Sugiyono and the development of the material was based on the criteria of good reading material proposed by Tomlinson, and (3) Culture-based reading material had high validity and practicality where the value of validity was 4.25 (Good) and the all values of practicality were more than 4.485 (Excellent) where the implementation of the product was proven to be effective where the mean score of the students in experiment group was higher than the mean score of the students in control group shown by 76.20 > 67.24. Based on the findings, it can be concluded that the fifth grade students of elementary schools in Buleleng regency had some potency and problems toward the use of existing reading material. Those potency and problems later underlined the development of culture-based reading material where its development was based on the criteria of good material proposed by Tomlinson and it also had high validity and practicality and was proven to be effective to improve the reading competency of the students.
Implikatur Percakapan dalam Naskah Drama Gong Gusti Ayu Klatir Karya A.A. Wiyat S.Ardhi Purnami, Ida Ayu
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Purnami, Ida Ayu. 2011. Implikatur Percakapan dalam Naskah Drama Gong Gusti Ayu Klatir Karya A.A. Wiyat S.Ardhi Pembimbing I  : Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd.  Pembimbing II : Dr. Arifin, M.Pd. Kata Kunci: implikatur percakapan, naskah drama gong  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir dan (2) konstruksi kebahasaan dalam implikatur percakapan pada naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi dokumentasi. Metode studi dokumentasi tersebut digunakan untuk mengumpulkan data fungsi dan konstruksi kebahasaan implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir berfungsi asertif, direktif, dan ekspresif. (2) konstruksi kebahasaan implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir menggunakan tuturan bermodus deklaratif dan interogatif. Secara umum, hasil penelitian ini berimplikasi terhadap kegiatan pembelajaran berbahasa, terutama pada aspek berbicara. Dalam hal ini, implikasinya berkaitan dengan kompetensi komunikatif, yang salah satunya adalah kompetensi strategi. Kompetensi strategi itu berkaitan dengan kemampuan memilih bahasa untuk meningkatkan efektivitas penutur dalam berkomunikasi kepada mitra tutur.    ABSTRACT Purnami, Ida Ayu. 2011. implicature in traditional drama script  Gusti Ayu Klatir written by A.A Wiyat S. Ardhi Supervisor I  : Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd Supervisor II  : Dr. Arifin, M.Pd Key words: implicature, traditional drama script  This research is a descriptive qualitative research aimed at describing (1) function of  implicature in traditional drama script Gusti Ayu Klatir , and (2) its language construction of implicature.  The source of data in this research is traditional drama script Gusti Ayu Klatir. Metode used is documentation study method. This method is used to collect data of function and language construction of implicature in traditional drama script Gusti Ayu Klatir. Data analysis was conducted by reducing data, interpreting data, and drawing conclusion and verification.  The results of study were: (1) the function of  implicature in traditional drama script Gusti Ayu Klatir were assertive, directive, and expressive. (2) the language construction of implicature in traditional drama script Gusti Ayu Klatir used declarative and interrogative. In this case, the implication is related to communicative competence, that is strategic competence. Strategic competence deals with the ability to choose language in order to increase the effectiveness of communication between the speaker and the listener.  
HUMBLE ADORATIONS BEHIND KAKAWIN BANAWA SEKAR TANAKUNG: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Lawa Manuaba, Ida Bagus Arya
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   This research which deals with critical discourse analysis aims (1) to find out meanings of terms and vocabularies in Kakawin Banawa Sekar Tanakung, (2) to analyze meanings of Kakawin Banawa Sekar Tanakung in religious context, and (3) to reveal ideology behind the Kakawin Banawa Sekar Tanakung. The subject of this study was Kakawin Banawa Sekar Tanakung in ancient Javanese language, while the techniques of data collections were documentation. The data was then analyzed descriptively based on theory of Critical Discourse Analysis, theory of Natural Semantic Metalanguage and theory of meaning. The results of data analysis show that (1) most meanings of terms and vocabularies in the Kakawin Banawa Sekar Tanakung were reduced and broadened due to the influence of local culture and historical events. Some words are still common in today’s society, especially the Balinese in which ancient Javanese literatures are kept preserved today. (2) Kakawin Banawa Sekar Tanakung has a religious and ethical meaning, that people’s life in the ancient Java was religiously patterned. Besides, the kakawin showed that people of the ancient Java maintained their respects and submissiveness to the royal authorities. (3) The ideology of Kakawin Banawa Sekar Tanakung is submissive adoration, seen from the way the poet selected words and presented the kakawin through humble language choices. Considering that kakawins have valuable religious, moral, and educational values, further research on ancient Javanese literature are needed. Critical analysis according to the context of the kakawin should be conducted for the raise of Indonesian research on local assets.           2   PUJIAN DENGAN KERENDAHAN HATI  DALAM KAKAWIN BANAWA SEKAR TANAKUNG: SEBUAH ANALISIS WACANA KRITIS  oleh Ida Bagus Arya Lawa Manuaba NIM. 1029011062  Jurusan Pendidikan Bahasa  Program Pascasarjana  Universitas Pendidikan Ganesha Juli 2012   ABSTRAK   Penelitian yang berorientasi pada analisis wacana kritis ini bertujuan (1) menemukan makna istilah dan kosa kata dalam Kakawin Banawa Sekar Tanakung, (2) menganalisis makna Kakawin Banawa Sekar Tanakung dalam konteks religius, serta (3) mengungkap ideology di balik penyusunan Kakawin Banawa Sekar Tanakung. Subjek penelitian ini adalah ayat-ayat Kakawin Banawa Sekar Tanakung dalam Bahasa Jawa Kuno, sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data kemudian dianalisis secara deskriptif sesuai dengan teori analisis wacana kritis, teori semantik alami metabahasa dan teori makna. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) kebanyakan makna istilah dan kata yang termuat dalam Kakawin Banawa Sekar Tanakung mengalami baik penyempitan maupun perluasan makna yang dipengaruhi oleh budaya local dan peristiwa sejarah. Beberapa kata masih digunakan oleh masyarakat hingga saat ini, terutama masyarakat Bali yang masih mempertahankan keberadaan karya sastra Jawa Kuno. (2) Kakawin Banawa Sekar Tanakung memiliki makna religious dan etis, bahwa kehidupan masyarakat Jawa Kuno pada masa itu tertata secara agamais. Di samping itu, kakawin ini menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Kuno mempertahankan rasa hormat dan kepatuhan mereka kepada otoritas kerajaan. (3) Ideologi Kakawin Banawa Sekar Tanakung adalah berupa sanjungan yang diekspresikan dengan bahasa yang merendah. Ini dilihat dari bagaimana penyair memilih kata-kata dan menulis kakawin-nya dengan pilihan kata yang menggambarkan kerendahan hati.  Menyadari bahwa banyak kakawin memiliki nilai agama, moral dan pendidikan, penelitian lebih mendalam menyangkut karya sastra Jawa Kuno sangat diperlukan. Analisis kritis sesuai dengan konteks kakawin harus dipacu demi bangkitnya penelitian-penelitian mengenai aset lokal Indonesia.    Kata kunci: kakawin banawa sekar tanakung, analisis wacana kritis, semantik alami metabahasa.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA PERKULIAHAN BERBICARA BAHASA BALI 1 DI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA BALI D3 UNDIKSHA. Rai, Ida Bagus
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS CAMPUR KODE PADA PERKULIAHAN BERBICARA BAHASA BALI 1 DI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA BALI D3 UNDIKSHA. Oleh Ida Bagus Rai Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengkaji campur kode sebagai fenomena tutur yang terjadi pada perkuliahan berbicara bahasa Bali. Secara khusus penelitian ini bertujuan : (1) mengidentifikasi bahasa yang muncul pada perkuliahan berbicara bahasa Bali, (2) menemukan tataran bahasa yang muncul dalam campur kode, (3) mengkaji bentuk-bentuk campur kode yang terjadi pada perkuliahan berbicara bahasa Bali, dan (4) mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode pada perkuliahan berbicara bahasa Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan karakteristik yang alami. Data dalam penelitian ini berupa ujaran dalam tataran morfem, kata,  dan frasa. Latar penelitian ini adalah kampus Undiksha tempat perkuliahan berbicara bahasa Bali. Subjek penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Bali. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Dalam analisis data digunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan, bahasa yang paling banyak menyisip pada perkuliahan berbicara bahasa Bali adalah bahasa Indonesia. Bentuk-bentuk campur kode yang terjadi adalah campur kode ke dalam, campur kode ke luar, dan campur kode campuran.  Dalam penelitian ini tataran bahasa yang menimbulkan campur kode adalah morfem, kata, dan frasa. Tataran yang paling banyak muncul adalah tataran kata. Campur kode pada perkuliahan berbicara bahasa Bali disebabkan oleh dua faktor, yaitu (1) faktor penutur  dan (2) faktor kebahasaan yang terdiri atas kurangnya  kosa kata bahasa Bali. Pada perkuliahan berbicara bahasa Bali telah terjadi peristiwa kebahasaan yang disebut campur kode. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi guru/dosen, siswa/mahasiswa, dan peneliti. Jika menginginkan hasil yang lebih maksimal, peneliti lain hendaknya melakukan penelitian yang lebih mendalam daripada penelitian yang telah dilakukan ini.   Kata  Kunci :campur kode ,perkuliahan,bahasa Bali,   ABSTRACT This study generally aims to describe the code mixing as a phenomenon that occurred at speaking course of Balinese language lecturing. Specifically, this study aims: (1) to identify the language that appeared at the speaking course of Balinese language lecturing, (2) to find the level of language that appeared in code mixing, (3) to describe the forms of interference that occurred at speaking course of Balinese language lecturing, and (4) to describe some factors that caused the occurrence of code mixing at speaking course of Balinese language lecturing. This study used a qualitative design with natural characteristics.  Data in this study were some utterances at the level of morphemes, words, and phrases. Setting of this study is campus of Undiksha which was the place of Balinese Language Speaking course. The subject of this study is the students of Balinese language education Department. The method used is the method of observation and interview. In the data analysis used the stage of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings of this study showed that the most language inserted in the Balinese Language Speaking Course was Indonesian language. Other forms of interference that occured was a code mixing into the code, the code mixing out of the code, and mix the code mixing. In this study the level languages that raised  the code mixing were morphemes, words and phrases. Most level appeared is the level of the word. Code mixing of Balinese Language in Speaking Course was caused by two factors, namely (1) Factor of speaker and (2) Factor of language that lack of Balinese vocabulary. The language situation that happened in the Balinese Language speaking Course was called code  mixing. The results were useful for teacher/ lecturer, students, and researchers. For the maximum results, other researchers should conduct more in-depth study than this research.   Keywords: code mixing, lecturing, Balinese language
DYSLEXIA AND EFL TEACHING AND LEARNING: A CASE STUDY IN BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI Kusuma Dewi, Ketut Mirani
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DYSLEXIA AND EFL TEACHING AND LEARNING: A CASE STUDY IN BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI by Ketut Mirani Kusuma Dewi This research was conducted in an attempt to give general overview how dyslexia influence students in learning English as Foreign Language, dyslexic students’ responses in Innovative Teaching Method provided by teacher and the performance of dyslexic students in the four language skills. The subjects of this research were students of Bali Student Foundation (Yayasan Samiarsa Seminyak) class VI & VII who were confirmed dyslexic by Youth Shine Academy using Dyslexia Screening Test. By using European Language Portfolio, Classroom observation and teacher’s note, the researcher observed dyslexic students in EFL learning and narrated using case study report. Based on the data analysis, the study identified some findings.First, each dyslexic student displays a different set of features, but there is one common problem all dyslexics face - it is difficulty with the written language, a failure to recognize and interpret what is perceived. Dyslexia is a problem that many students face and have great difficulty coping with in a school environment. However, with the help and support of the teacher, dyslexic students can become successful learners. The role of teachers is to make educational adjustments to facilitate learning and create successful class environment. Some improvements have been obtained by dyslexic students using Innovative Teaching Methods with different time accumulation depend on complexity of their problems. The dyslexic students perform better in Speaking and Listening rather than in Writing and Reading but by time and strategy they can show improvement in Writing and Reading.     Key words: EFL teaching & Learning, Dyslexia and EFL DISLEKSIA DAN PEMBELAJARAN EFL: STUDI KASUS DI BALI CHILDREN FOUNDATION, SINGARAJA-BALI oleh Ketut Mirani Kusuma Dewi   Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran umum bagaimana pengaruh disleksia pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, tanggapan siswa disleksia dalam Metode Pengajaran Inovatif yang diberikan oleh guru dan kinerja siswa disleksia dalam empat keterampilan berbahasa. Subyek penelitian ini adalah siswa dari Bali Children Foundation (Yayasan Samiarsa Seminyak) kelas VI & VII yang dikonfirmasi disleksia oleh Youth Shine Academy menggunakan Uji Disleksia. Dengan menggunakan European Language Portfolio, observasi Kelas dan catatan guru, peneliti mengamati siswa disleksia di pembelajaran EFL dan melaporkan dengan menggunakan studi kasus. Setiap penderita menampilkan gejala yang berbeda, tapi masalah umum anak dysleksia - adalah kesulitan dengan bahasa tertulis, kegagalan untuk mengenali dan menafsirkan apa yang dirasakan. Disleksia adalah masalah kesulitan belajar yang banyak siswa hadapi dan alami dalam lingkungan sekolah. Namun, dengan bantuan dan dukungan dari guru, siswa disleksia dapat menjadi pelajar yang sukses. Peran guru adalah melakukan penyesuaian untuk memfasilitasi pembelajaran dan menciptakan lingkungan kelas yang sukses. Beberapa perbaikan telah didapat oleh siswa disleksia menggunakan Metode Pengajaran Inovatif dengan akumulasi waktu yang berbeda tergantung pada kompleksitas masalah mereka. Para siswa disleksia tampil lebih baik dalam Berbicara dan Mendengarkan bukan di Menulis dan Membaca tetapi dengan waktu dan strategi mereka dapat menunjukkan perbaikan dalam Menulis dan Membaca.   Kata kunci: Pembelajaran EFL, Dyslexia and EFL
KESANTUNAN VERBAL DAN NONVERBAL PADA TUTURAN DIREKTIF DALAM PEMBELAJARAN DI SMP TAMAN RAMA NATIONAL PLUS JIMBARAN Entalya Nababan, Mei Lamria
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesantunan bentuk tindak tutur direktif  secara verbal dan nonverbal, (2) kesantunan fungsi tindak tutur direktif secara verbal dan nonverbal, dan (3) bentuk penyimpangan prinsip kesantunan verbal dan norverbal pada tindak  tutur direktif  dalam  pembelajaran di SMP Taman Rama National  Plus Jimbaran. Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah tiga guru  yang mengajar Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan seluruh siswa (58 siswa) yang duduk di kelas VII, VIII, dan IX di  SMP Taman Rama National Plus Jimbaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat kemunculan kesantunan bentuk tindak tutur direktif secara verbal dan nonverbal pada proses pembelajaran di SMP Taman Rama National Plus, yaitu bentuk tuturan imperatif, bentuk tuturan deklaratif, dan bentuk tuturan interogatif, (2) terdapat kesantunan fungsi tindak tutur direktif  pada proses pembelajaran di SMP Taman Rama National, yaitu kesantunan  fungsi tindak tutur mengajak, kesantunan fungsi tindak tutur memerintah, kesantunan fungsi tindak tutur memohon, kesantunan fungsi tindak tutur  meminta, kesantunan fungsi tindak tutur  menyarankan, dan kesantunan fungsi tindak tutur melarang, (3) terdapat penyimpangan prinsip kesantunan verbal dan nonverbal pada tindak tutur direktif dalam pembelajaran di SMP Taman Rama National Plus Jimbaran, yaitu penyimpangan prinsip keramahan dan persahabatan, penyimpangan prinsip tidak memaksa dan tidak terkesan angkuh, dan penyimpangan prinsip tidak langsung atau berpagar.   Abstract: This study aims to determine: (1) politeness forms of directive speech acts in verbal and nonverbal, (2) politeness function of directive speech acts in verbal and nonverbal, and (3) the form of verbal and non-verbal principle deviations in the directive speech act in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School Jimbaran.The population in this study includes three teachers who teach Mathematics and Natural Sciences (IPA) and all students (58 students) who sit in grade VII, VIII, and IX at Taman Rama National Plus Junior High School Jimbaran. The results of this study can be concluded that: (1) there is presence of politeness feature in the form of directive speech act both verbal and nonverbal in the learning process in Taman Rama National Plus Junior High School, which include the imperative form of speech, declarative form of speech and interrogative forms of speech, (2) there is a politeness function in directive speech acts in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School, which include the politeness function of speech acts in asking someone, politeness functions of speech acts in giving order/instruction, politeness function of speech acts in begging, the politeness function in requesting, politeness function in giving suggestion, and politeness function in prohibiting, (3) there are deviations of verbal and nonverbal politeness principles in directive speech act in the learning process at Taman Rama National Plus Junior High School, namely the deviation of principle of hospitality and friendship, deviation of principle of to not force someone or being arrogant, and indirect deviation of principle. Kata Kunci : kesantunan verbal dan nonverbal, tindak tutur direktif, pembelajaran
Kontribusi Motivasi Belajar dan Strategi Belajar Bahasa terhadap Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa Kelas Dua di SMP Dwijendra Denpasar Jayanti, Ni Luh Putri
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jayanti, Ni Luh Putri, 2012. Kontribusi Motivasi Belajar dan Strategi Belajar  Bahasa terhadap Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa Kelas Dua di SMP Dwijendra Denpasar Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I : Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. dan Pembimbing II : Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. Kata Kunci: motivasi belajar, strategi belajar bahasa, kemampuan berbahasa Inggris Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan berbahasa Inggris siswa kelas dua sekolah menengah pertama di Dwijendra Denpasar,  apakah terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara strategi belajar bahasa siswa terhadap kemampuan berbahasa Inggris siswa kelas dua sekolah menengah  pertama di Dwijendra Denpasar, apakah terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan strategi belajar bahasa siswa terhadap kemampuan berbahasa Inggis siswa kelas dua sekolah menengah pertama di Dwijendra Denpasar.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Sampel penelitian ini adalah 160 siswa. Sampel diperoleh melalui teknik yang disebut systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu kuesioner ( motivasi belajar dan strategi belajar bahasa) dan tes ( kemampuan bahasa Inggris siswa). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi, korelasi sederhana dan berganda. Kontribusi motivasi belajar adalah 92.5%, strategi belajar bahasa 89.9% dan kontribusi kedua variabel terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa adalah 95.1%  Hasil penelitian (1) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa terhadap kemampuan berbahasa Inggris siswa kelas dua SMP Dwijendra Denpasar. (2) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara strategi belajar siswa terhadap kemampuan berbahasa Inggris siswa. (3) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dan strategi belajar bahasa siswa terhadap kemampuan berbahasa Inggris siswa kelas dua di SMP Dwijendra Denpasar.               ABSTRACT Jayanti, Ni Luh Putri, 2012. The Contribution of Learning Motivation and Language Learning Strategies to  English Proficiency of the Second Grade Students of SMP Dwijendra Denpasar This thesis has been examined and corrected by Supervisor I: Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A. and Supervisor II : Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. Key Words: Learning Motivation, Language Learning Strategies, English Proficiency This thesis was to investigate the contribution of learning motivation and  language learning strategies to  English proficiency of the second grade students of SMP Dwijendra Denpasar. This research was intended to answer the following research questions: 1) Is there any contribution of learning motivation to the English proficiency of second grade students of SMP Dwijendra Denpasar; 2) Is there any contribution of language learning strategies to the English proficiency of the second grade students of SMP Dwijendra Denpasar; 3) Is there any contribution of learning motivation and language learning strategies to the English proficiency of the second grade students of  SMP Dwijendra Denpasar. An ex post facto research design was used in this study, which involved 160 students as samples. The number of samples was determined by using systematic random sampling. The data of this study were obtained through two models of instruments, namely test and questionnaire. The data were analyzed through correlation, simple and multiple regressions. The contribution of learning motivation was 92.5%, language learning strategies were 89.9% and the those two variables was 95.1% which affect English Proficiency. The findings of the study were: 1) there was a positive and significant contribution of learning motivation of the second grade students’ English proficiency; 2) there was a positive and significant contribution of language learning strategies on second grade students’ English proficiency; and 3) there was simultaneous positive significant contribution of learning motivation, language learning strategies on second grade students’ English proficiency.
THE EFFECT OF ICT ASSISTED PROJECT-BASED LEARNING AND LEARNERS SELF-DIRECTION ON WRITING COMPETENCY OF SOPHOMORE STUDENTS OF THE INTERNATIONAL BALI HOTEL SCHOOL DENPASAR DIAN SAWITRI, NI LUH PUTU
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Sawitri, Dian Ni Luh Putu (2012), The Effect of ICT assisted Project Based Learning (PBL) and Learners Self Direction on Writing Competency of Sophomore Students of The International Bali Hotel School Thesis, English Education, Postgraduate Program, Ganesha University of Education. This thesis has been approved and corrected by supervisor I: Dra. Luh Putu Artini, M.A.,Ph.D. and Supervisor II: Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. Keywords: ICT based PBL, self-directed learning, writing competency. The aim of this study was to prove whether the implementation of ICT based PBL and the students’ self-directed learning give a significant effect to the students’ writing competency. The study was a quasi-experimental study by applying 2 x 2 factorial design. The population was 5 classes (128 students) of sophomore students of the International Bali Hotel School in academic year 2011/2012, in which 4 classes were taken as samples which were then assigned into two different groups; experimental group and control group, by Random Sampling to a class(intact group). The research data were collected through questionnaire and test and that the result was then analysed using Statistical Two-Way Anova and Tukey test. The results show that, first, there was a significant effect of ICT based PBL strategy on students writing competency, in which the students who were taught using ICT based PBL have higher writing competency than those who were taught by using conventional teaching strategy. Secondly, there was a significant interaction between self-directed learning and ICT based PBL. Third, there was a significant difference on students’ writing competency taught using ICT based PBL strategy with high level of self-directed learning, where students with high level of self-directed learning performed better when they were taught using ICT based PBL strategy rather than conventional teaching strategy. Fourth, there was a significant difference between the writing competency of the students with low level of self-directed learning when they were taught by using ICT based PBL compared to those students taught using conventional teaching, in which it was found that conventional teaching was more effective to students with low level of self-directed learning. Students taught using conventional teaching strategy yielded better result in writing competency compared to those treaded using ICT based PBL strategy.                               ABSTRAK   Sawitri, Dian Ni Luh Putu (2012), Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek degan Bantuan Teknologi Komunikasi dan Informasi serta Tingkat Kemandirian dalam Belajar terhadap Kemampuan Menulis Siswa Semester Dua Sekolah Tinggi Perhotelan Bali International Denpasar. Thesis, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Thesis ini telah diperiksa dan disetujui  oleh pembimbing I: Dra. Luh Putu Artini, M.A.,Ph.D. dan pembimbing II: Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A. Kata kunci: ICT based PBL, self-directed learning, writing competency   Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah penerapan pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan ICT dan kemandirian dalam belajar berperngaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis siswa semester dua Sekolah Tinggi Perhotelan Bali Internasional. Penilitian ini dirancang dalam bentuk ekperimen dengan menerapkan desain 2x2 faktorial. Sampel dalam penelitian ini melibatkan empat kelas Management Perhotelan yang diambil dari populasi 5 kelas siswa semester dua divisi Management Perhotelan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes dan kuisioner. Berikutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis two-way ANOVA dan tes Tukey yang berhasil merumuskan beberapa hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan menulis siswa yang diajar menggunakan teknik pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan ICT dibandingkan dengan hasil kemampuan menulis siswa yang diajar menggunakan teknik konvensional. Kedua, terdapat perbedaan kemampuan menulis siswa yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi yang diajar melalui teknik pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan ICT dibandingkan dengan teknik konvensional. Ketiga, terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan menulis siswa yang memiliki kemandirian belajar yang rendah ketika diajar dengan teknik pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan ICT dan teknik konvensional. Siswa dengan kemandirian belajar rendah memiliki hasil menulis lebih baik ketika diberikan memalui teknik konvensional. Keempat, terdapat interaksi antara kemandirian belajar dengan teknik pembelajaran berbasis proyek dengan bantuan ICT.

Page 2 of 36 | Total Record : 358