cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
A STUDY OF THE USE OF CHILDREN’S LITERATURE IN THE TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS AT CHILDREN’S HOUSE SCHOOL Asmini, Ni Putu Juli
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   Key words: children’s literature, teaching English to young learners   This study aimed at investigating: (1) how children’s literature was prepared incorporated into the lesson plan; (2) how children’s literature was applied into the classroom; and (3) the quality of children’s books used as the learning media in the teaching and learning process. The subjects of this study were the young learners (children at the age of 5-6) and the teachers of Butterfly Morning class of Children’s House Kindergarten School. There were 15 young learners and 2 teachers involved as the research subjects. This study was a descriptive study using a mixed method of data collection and analysis. There were two types of data collected, namely: quantitative and qualitative data that embedded one within the other so that one type of the data provided a supportive role for the other datasets. The data were collected using some types of instruments, such as lesson plan checklist, observation sheet, children’s book checklist and interview guidance. The method of data analysis followed the concept of Miles and Huberman Model (2010) (data reduction, data display and conclusion) in which the analysis of the data used the formula of Nurkancana and Sunartana (1992). The results of the study were as follows: (1) the incorporation of children’s literature into the lesson plan was excellent as the lesson plan made by the teachers obtained the score of 44. The lesson plan was excellent because the format had worked in accordance with the guideline of government format in the Permen Diknas No.58/2009 and the content had followed the APKCG of Undiksha supported by the concept of literature-based instruction. (2) The implementation of children’s literature in the classroom was excellent as the score was 46 for Language subject, 45.3 for Language Enrichment subject and the last for Moral subject was 49. The implementation followed the lesson plan prepared and the strategy of story reading in the classroom was also excellently applied.   (3) The quality of the children’s books used in the classroom was excellent as it obtained the score of 15 for Language subject, 19 for Language Enrichment subject and 20 for Moral subject. The books had appropriate genres and text types, used simple and realistic dialogue and attractive illustration. Based on those findings, the study concluded that the use of children’s literature at Children’s House school, especially in Butterfly Class was excellently implemented. It could be seen from the lesson plan prepared for each lesson, the strategy chosen to be applied in the classroom and the children’s books used as the media of learning to help the children achieve the lesson objectives. ABSTRAK Kata Kunci: sastra anak-anak, pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) cara pengunaan sastra anak-anak dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); (2) cara pengaplikasian sastra anak-anak dalam pengajaran; dan (3) kualitas buku-buku sastra anak-anak yang digunakan. Subjek penelitian ini adalah siswa berumur 5-6 tahun yang masuk dalam kelas “Butterfly Morning” di sekolah Children’s House beserta guru. Terdapat 15 orang anak dan dua orang guru dalam kelas “Butterfly Morning” yang dilibatkan sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan penggabungan metode kwantitatif dan kwalitatif (mixed method). Ada dua jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, yaitu data kwantitatif dan data kwalitatif. Kedua data ini kemudian digabungkan sehingga masing-masing data dapat mendukung satu dan yang lainnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan daftar cek untuk RPP dan buku-buku sastra anak-anak serta lembar observasi kelas dan wawancara. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (2010) (reduksi data, penampilan data dan kesimpulan) dan analisis data yang digunakan mengikuti formula dari Nurkancana dan Sunartana (1992). Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) penggunaan sastra anak-anak dalam RPP sangat baik karena terlihat dari perolehan nilai pada kualitas RPP tersebut sebesar 44. Hal ini disebabkan oleh format RPP sudah mengikuti aturan yang belaku dalam Permen Diknas 58/2009 dan isi RPP yang sudah mengikuti APKCG Undiksha dan konsep pembelajaran berbasis sastra. (2) Pengaplikasian sastra anak-anak dalam pengajaran di kelas sangat baik sebab nilai dari kualitas pembelajaran tersebut adalah 46 untuk mata pelajaran “Language”, 45.3 untuk mata pelajaran “Language Enrichment” dan mata pelajaran “Moral” memperoleh nilai sebesar 49. Dalam prosesnya, pengaplikasian sastra anak-anak sudah mengikuti RPP yang telah disusun dan strategi pengajaran yang berupa pembacaan buku cerita diterapkan dengan sangat baik. (3) Kualitas buku anak-anak yang digunakan sebagai media pembelajaran sangatlah baik sebab telah memperoleh nilai 15 untuk mata pelajaran “Language”, 19 untuk mata pelajaran “Language Enrichment” and 20 untuk mata pelajaran “Moral”. Kualitas buku yang digunakan, terutama pada jenis teks sudah sesuai dengan karakteristik anak-anak, dialog yang sederhana dan realistis serta dengan ilustrasi yang menarik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sastra anak-anak di Children’s House telah berhasil dengan baik. Hal ini terlihat dari RPP, strategi pembelajaran yang dipilih and juga kualitas buku cerita anak-anak yang baik.
AN ANALYSIS OF TEACHER TALK IN ENGLISH CLASSES IN SMK PGRI 4 DENPASAR Astiti, Ni Wayan Widha
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  The objective of this study at describing the types of Teacher Talk, the effectiveness/ineffectiveness of Teacher Talk, and the aspect of Teacher Talk in classroom observation. To meet the objective, sampling technique was employed to select three classes together with the three English teachers who taught in those classes. The data were collected through recorded classroom interaction, observer’s field notes and questionnaire, while the data were analyzed qualitatively on the basis of Flander’s Theory of the Teacher Talk (1980).The Analysis of Teacher Talk Types includes identifying the different types of Teacher Talk, categorizing the various types of Teacher Talk into ten footing patterns and generalizing the relationship among these footing. The findings reveal that the three teachers most frequently used six footings such as Mediator, Evaluator, Learning task assignor, teaching material interpreter, inspector and classroom climate conductor. The observation used three instruments to analyze the data; Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC) to identify the classroom interactions, teaching effectiveness elements based on the Walberg’s theory, and Likert Scale to measure the students’ opinion resulted from questionnaire. The results of the analysis showed that the most dominant characteristic in English classes was the student participation. It reflected that most of the teaching-learning time was devoted to questions and answers by the students. But, without the Teacher Talk the students could not devote their participation. The teacher spent 59.52% of the teaching-learning time, while the students spent 69.05% of the teaching-learning time. It showed that the students were active in the classroom interaction. The interaction in these English classes was in three-way communication; there were interaction between teacher-student, student-teacher, and students-students. The English classroom interaction also met the requirements of teaching effectiveness elements by Walberg (1986). The teaching effectiveness elements used in the classroom were in the form of academic learning time, the use of reinforcement, cues and feedback, co-operative learning, classroom atmosphere, higher order questions, advance organizers, direct instruction, indirect teaching and democratic classroom. Based on the students’ opinion, the teaching learning process in the classroom was good enough however some students felt uncomfortable with the classroom atmosphere and the teacher’s discipline of time. The research found that there are three major Teacher Talk Aspects, covering physiological aspect, interpersonal aspect, pedagogical aspect, which are stated as strong / effective aspects.  Keyword: teacher talk, types of teacher talk, classroom interaction ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis Tuturan Guru, efektivitas / tidak efektifnya Tuturan Guru, dan aspek Tuturan Guru di observasi kelas. Untuk memenuhi tujuan, teknik sampling yang digunakan untuk memilih tiga kelas bersama dengan tiga guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas. Data dikumpulkan melalui interaksi kelas yang direkam, catatan lapangan pengamat dan kuesioner, sedangkan data dianalisis secara kualitatif berdasarkan Teori Flander terhadap Tuturan Guru (1980). Analisis Jenis Tuturan Guru mencakup identifikasi berbagai jenis Tuturan Guru, jenis Tuturan Guru dikategorikan menjadi sepuluh pola pijakan dan generalisasi saling berhubungan antara pijakan – pijakan tersebut. Temuan menunjukkan bahwa tiga guru yang paling sering digunakan enam pondasi seperti Mediator, Evaluator, Belajar tugas pemberi tugas, mengajar juru material, Inspektur dan konduktor kelas iklim. Pengamatan menggunakan tiga instrumen untuk menganalisis data; Flanders Kategori Analisis Interaksi (FIAC) untuk mengidentifikasi interaksi kelas, elemen efektivitas mengajar berdasarkan teori Walberg, dan Skala Likert untuk mengukur pendapat siswa dihasilkan dari kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik yang paling dominan dalam kelas bahasa Inggris adalah partisipasi siswa. Ini mencerminkan bahwa sebagian besar waktu belajar-mengajar yang telah dikhususkan untuk pertanyaan dan jawaban oleh para siswa. Tapi, tanpa Guru Bicara siswa tidak bisa mencurahkan partisipasi mereka. Guru menghabiskan 59,52% dari waktu belajar mengajar, sedangkan siswa menghabiskan 69,05% dari waktu belajar-mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa siswa aktif dalam interaksi kelas. Interaksi dalam kelas-kelas bahasa Inggris dalam tiga-arah komunikasi; ada interaksi antara guru-siswa, siswa-guru, dan siswa-siswa. Interaksi kelas bahasa Inggris juga memenuhi persyaratan unsur efektivitas mengajar oleh Walberg (1986). Unsur-unsur efektivitas mengajar digunakan di dalam kelas adalah dalam bentuk waktu belajar akademis, penggunaan penguatan, isyarat dan umpan balik, koperasi belajar, suasana kelas, pertanyaan orde tinggi, penyelenggara muka, instruksi langsung, tidak langsung dan mengajar kelas demokratis. Berdasarkan pendapat para siswa, proses belajar mengajar di kelas cukup baik namun beberapa siswa merasa tidak nyaman dengan suasana kelas dan disiplin guru waktu. Penelitian ini menemukan bahwa ada tiga Aspek utama Bicara Guru, meliputi aspek fisiologis, aspek interpersonal, aspek pedagogis, yang dinyatakan sebagai aspek  yang kuat / efektif. Kata Kunci: tuturan guru, jenis tuturan guru, interaksi kelas
EFL TEACHERS’ TEACHING STRATEGIES IN PUBLIC VOCATIONAL HIGH SCHOOLS IN SINGARAJA ., Nurul Inayah
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research was conducted in an attempt to investigate the EFL teachers’ teaching strategies in Public Vocational High Schools in Singaraja. It is concerned with what teaching strategies implemented by the EFL teachers, similarities and differences of teaching strategies applied, and problems encountered by the teachers in implementing the strategies. The settings of this research were three Public Vocational High Schools in Singaraja, namely: SMKN 1 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, and SMKN 3 Singaraja. The subjects of this research were six EFL teachers who taught Tenth Grade students. This research was designed as a qualitative research. The data were collected through questionnaire, interview, observation, and document study. Data were analyzed by using Celce-Murcia (2001) and Herrel and Jordan (2004) EFL teaching strategies. Based on the data analysis, the study identified some findings. First, the EFL teachers in Public Vocational High Schools in Singaraja implemented various teaching strategies. There were approximately  thirty four strategies were implemented, namely: Academic language Scaffolding, Advance organizers, Language focus lessons, Cloze, Collaborative reading, Communication games, Cooperative learning, Emotive writing tasks, Guided writing, Imaging, Interactive listening, Attribute charting, Language framework planning, Learning centers, Leveled questions, Listening and answering, Listening and repeating, Modeled talk, Multimedia presentations, Part-centered, Partner work, Peer Tutoring, Practical writing tasks, Predictable routines and signals, Realia strategies, Scripting, Socio-psycholinguistic, Sorting activities, Task listening, Visual scaffolding, Vocabulary processing, Vocabulary role play, Talk show, and Syntax surgery. Second, there were strategies which were similar from one school to the others with similarities or differences in the focused of the skills and also the procedures in applying the strategies. It was also found that the number of strategies implemented in the three schools was different. Third, there were some problems that the EFL teachers dealt with in implementing the strategies. They were the students, in terms of their level, motivation and heterogeneity, the teachers, in terms of their lack of motivation to teach and their personality, and the facility.   Key words: teaching strategy, Public Vocational High School ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti strategi pembelajaran guru Bahasa Inggris di SMK Negeri di Singaraja, khususnya jenis-jenis strategi pembelajaran yang digunakan, persamaan dan perbedaan strategi yang digunakan di SMK Negeri di Singaraja, dan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi. Penelitiam dilakukan di tiga SMK di Singaraja, SMKN 1 Singaraja, SMKN 2 Singaraja, and SMKN 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris yang mengajar di kelas X. Penelitian ini menggunakan rancangan enelitian kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis berdasarkan strategi pembelajaran Celce-Murcia (2001) dan Herrel dan Jordan (2004). Berdasarkan data analisis, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, terdapat tiga puluh empat strategi pembelajaran yang telah digunakan oleh guru Bahasa Inggris di SMK Negeri di Singaraja, yaitu: Academic language Scaffolding, Advance organizers, Language focus lessons, Cloze, Collaborative reading, Communication games, Cooperative learning, Emotive writing tasks, Guided writing, Imaging, Interactive listening, Attribute charting, Language framework planning, Learning centers, Leveled questions, Listening and answering, Listening and repeating, Modeled talk, Multimedia presentations, Part-centered, Partner work, Peer Tutoring, Practical writing tasks, Predictable routines and signals, Realia strategies, Scripting, Socio-psycholinguistic, Sorting activities, Task listening, Visual scaffolding, Vocabulary processing, Vocabulary role play, Talk show, and Syntax surgery. Kedua, terdapat strategi yang sama yang digunakan di ketiga sekolah tersebut dengan perbedaan pada skill yang difokuskan and prosedurnya. Terdapat juga perbedaan jumlah strategi yang digunakan yang disebabkan oleh factor siswa dan pengalaman guru. Ketiga, terdapat beberapa masalah yang dihadapi guru terkait dengan pelaksanaan strategi pembelejaran. Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan siswa, khususnya level siswa, motivasi siswa, dan keberagaman siswa, guru, dalam hal kurangnya motivasi mengajar and kepribadian guru, dan fasilitas. Kata kunci: strategi pembelajaran, SMK Negeri
LANGUAGE CHOICE IN THE WORSHIP OF GKPB CONGREGATION IN “SABDA BAYU” CHURCH OF SINGARAJA: A STUDY OF ETHNOGRAPHY COMMUNICATION Wahyudi, Nyoman Deni
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Wahyudi, Nyoman Deni. 2012. Pilihan Bahasa dalam Ibadah Jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja: Sebuah Kajian Etnografi Komunikasi Pembimbing I              : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Pembimbing II            : Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.   Kata kunci: pilihan bahasa, ibadah jemaat GKPB, etnografi komunikasi   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan (1) bahasa-bahasa yang dipilih oleh jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja dalam ibadah; (2) bentuk lingual pilihan bahasa yang digunakan dalam komunikasi antarbudaya oleh jemaat dalam ibadah; (3) nilai-nilai yang disampaikan melalui pilihan bahasa dalam ibadah yang dilakukan oleh jemaat dikaitkan dengan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa; dan (4) efek atau kesan makna yang ditimbulkan melalui penggunaan pilihan bahasa dalam ibadah. Sumber data dalam penelitian ini adalah cakapan-cakapan jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja dalam ibadah yang menggunakan pilihan bahasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, studi dokumentasi, dan perekaman untuk mengumpulkan data masalah penelitian butir (1), butir (2), dan butir (3); dan metode wawancara untuk mengumpulkan data masalah penelitian butir (4). Data penelitian diolah secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut. (1) Bahasa-bahasa yang dipilih oleh jemaat GKPB di Gereja “Sabda Bayu” Singaraja dalam ibadah terdiri atas bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa pendukung lain, seperti bahasa Bali, Inggris, Ibrani, Jawa, Timor, Timor Dawan, Siau, Sabu, dan Simalungun. Pilihan bahasa tersebut ditampilkan melalui alih kode dan campur kode. (2) Bentuk lingual yang digunakan untuk menampilkan pilihan bahasa adalah pada tataran kata, frasa, dan kalimat yang berasal dari berbagai bahasa. Bentuk lingual kata paling banyak digunakan dan bahasa yang paling sering dimunculkan adalah bahasa Bali dan bahasa Inggris. (3) Nilai-nilai yang dikaitkan dengan sembilan nilai pendidikan karakter bangsa ditemukan dalam penggunaan pilihan bahasa, yakni cinta Tuhan, tanggung jawab dan kedisiplinan, ketulusan, hormat dan santun, kasih sayang, percaya diri dan kegigihan, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, serta toleransi dan cinta damai. (4) Efek atau kesan makna yang ditimbulkan melalui pilihan bahasa antara lain efek komunikatif, keakraban, kesakralan, kesantunan, dan ketidakpahaman. Peneliti lain diharapkan untuk melakukan penelitian sejenis yang lebih mendalam untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.     ABSTRACT   Wahyudi, Nyoman Deni. 2012. Language Choice in the Worship of GKPB Congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja: A Study of Ethnography Communication. Advisor I         : Prof. Dr. I Nengah Martha, M.Pd. Advisor II       : Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.   Key words: language choice, the worship of GKPB congregation, ethnography communication This research was a descriptive qualitative research that aimed to describe and interpret (1) the language choice of GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship; (2) the lingual forms of the language choice that is used in intercultural communication by GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship; (3) values that is being told through the worship by GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja through the values of national character education; and (4) the effect that is occurred while the GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja using the language choice in their worship. The data resources of this research were the conversations which were used by GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship in showing language choice. The methods that were used in this research were the observation method, the documentation study method, and recording method to collect the information in research point (1), point (2), and point (3); and the interview method to collect the information in research point (4). The results of this research were: (1) the language choice of GKPB congregation in “Sabda Bayu” Church of Singaraja in their worship were Bali, Inggris, Ibrani, Jawa, Timor, Timor Dawan, Siau, Sabu, and Simalungun. The language choise performed by code switching and code mixing; code mixing was often used to show the language choice, (2) the lingual forms which were used by the congregation in their worship were words, phrases, and sentences from many languages; the lingual forms and the language which were often used are word forms, and Balinese language and English, (3) the values that related to the nine values of character building, which are showed by the congregation are religiousness, responsibility and discipline, honest, respectful and love, self confidence, justice and leadership, being good and low profile, and tolerance and love peace, (4) the effect that is occurred while the congregation using the language choice in their worship were the communicative effect, intimate effect, religious effect, politeness effect, and misunderstanding effects. It would be better if another researcher do this kind of research in order to get the better results.  
PENGEMBANGAN TES OBJEKTIF PILIHAN GANDA BERBASIS TAKSONOMI ANDERSON DAN KRATHWOHL UNTUK KEMAMPUAN MEMBACA BAHASA INGGRIS KELAS VIII SMP DI KABUPATEN POSO, PROPINSI SULAWESI TENGAH. Tondowala, Sulvia Fery Hanry
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tondowala , Sulvia Fery Hanry (2012), Pengembangan tes objektif pilihan ganda  Berbasis taksonomi anderson dan krathwohl  Untuk kemampuan membaca bahasa inggris Kelas viii smp di Kabupaten Poso, Propinsi Sulawesi Tengah. Tesis, Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I : Prof. Dr. Nyoman Dantes dan Pembimbing II : Prof. Dr. AAIN. Marhaeni, M.A.   Kata Kunci: Tes Objektif Pilihan ganda, Taksonomi Anderson dan Krathwohl, dan membaca pemahaman bahasa inggris.   Penelitian ini merupakan model penelitian pengembangan yang diadopsi dari model pengembangan Sugiyono. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan tes objektif pilihan ganda berbasis taksonomi Anderson dan Krathwohl. Populasi penelitian yaitu SMP kelas VIII di Kabupaten Poso, Propinsi Sulawesi Tengah, dengan sampel penelitian berjumlah 250 orang siswa kelas VIII yang diambil dengan menggunakan tehnik cluster sampling dari 12 kelas pada 7 sekolah, dengan rincian sebagai berikut: 4 kelas dari SMP di kabupaten, 4 kelas dari SMP di Kecamatan dan 4 kelas dari SMP pedesaan. Hasil penelitian menunjukan, bahwa instrumen tes yang dikembangkan telah mempunyai nilai validitas dan uji empirik yang cukup baik. Berdasarkan hasil uji lapangan dan analisis data ditarik simpulan sebagai berikut; (1) Kisi-kisi tes objektif pilihan ganda yang berdasarkan taksonomi Anderson dan Krathwohl memungkinkan pembuatan butir tes yang bervariasi untuk setiap jenis proses kognitif. (2) Validasi tes berbasis taksonomi Anderson dan Krathwohl yang meliputi: (a) Validitas isi sudah memenuhi syarat dengan melakukan melakukan uji judges, judges menyatakan instrumen relevan untuk diujicobakan. (b) Uji empirik instrumen pun dinyatakan sudah memenuhi syarat karena semua ketentuan yang harus ditempuh seperti; uji validitas butir, uji  tingkat kesukaran butir, daya beda dan uji efektivitas pengecoh, semuanya sudah dilakukan seperti yang telah ditentukan. (3) Reliabilitas tes objektif pilihan ganda berdasarkan taksonomi Anderson dan Krathwohl dinyatakan sudah memenuhi syarat karena konsistensi atau keajegan tes masih terhitung tinggi.     ABSTRACT   Tondowala, Sulvia Fery Hanry (2012), The Development of Anderson and Krathwohl Taxonomy Based Objective Test for English Reading Ability of Eight Grade Students of Junior High Schools in Poso Regency, Central Sulawesi Province. Thesis. Educational research and Evaluation, Postgraduate Program, Ganesha University of Education.   This thesis has been corrected and approved by Supervisor I     : Prof. Dr. Nyoman Dantes Supervisor II   : Prof. Dr. A.A.I.N. Marhaeni, M. A.   Keywords: objective test, Anderson and Krathwohl Taxonomy, reading comprehension.   This research is a developmental research model which is adopted from Sugiyono. It aims at developing objective test which is based on Anderson and Krathwohl Taxonomy. The population of this research was eight grade students of junior high schools in Poso Regency, Central Sulawesi Province, while the sample was 250 eight grade students of which was taken using cluster sampling technique from twelve classes of seven schools: four classes from the junior high schools in the regency, four classes from the junior high schools in the subdistric, and four classes from the junior high schools in village area. The findings of this research show that the instrument of the developed test has had adequate validity value and empirical test. Based on the field test and data analysis, the conclusion can be made as follows; (1) the blueprint of objective test which is based on Anderson and Krathwohl Taxonomy enables the development of the varied objective test for every type of cognitive process, (2) the validation tests which are based on Anderson and Krathwohl Taxonomy which include: (a) the content validity has fulfilled the requirement through the process of judges test, the judges stated that the instrument is relevant to be tried out, (b) the empirical test proved that the instrument has fulfilled the requirement since all of the requirements; item validity test, index of difficulty test, index of discrimination test, and distracter effectiveness test have been done properly, (3) the reliability test for the objective test proved that the instrument has fulfill the requirement since the consistency of the test can be categorized as high.  
UPAYA MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PUISI DI KELAS X SMA NEGERI 3 SINGARAJA Sukalima, AG,; Putryasa, IB,; Rasna, W,
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan (1) Nilai-nilai pendidikan  karakter yang terkandung pada puisi yang digunakan dalam pembelajaran membaca puisi   di kelas X SMA Negeri 3 Singaraja; (2) upaya yang ditempuh oleh guru untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui pembelajaran puisi; (3) Kendala yang dihadapi oleh guru dalam upaya menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam  pembelajaran  puisi; dan (4) Kendala yang dihadapi oleh siswa dalam menggali nilai-nilai pendidikan karakter dalam  pembelajaran  puisi  di kelas X SMA Negeri 3 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, studi dokumentasi, perekaman dan metode wawancara. Data penelitian diolah secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut. (1) Nilai karakter yang ditemukan dalam puisi dikaitkan dengan delapan belas nilai karakter yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional yaitu religius, rasa ingn tahu, kerja keras, kreatif, tanggung jawab, mandiri, disiplin, demokratis. (2) Upaya yang dilakukan guru untuk menanamkan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran disiapkan secara terencana yang didikung oleh lembaga atau sekolah. (3) Kendala yang dihadapi guru adalah kurangnya kemampuan siswa memahami isi puisi, kerasnya pengaruh perekmbangan zaman terhadap karakter bangsa. (4) Katerbatasan pemahaman kosa kata yang dimiliki oleh siswa untuk memahami makna kata di dalam puisi. Peneliti lain diharapkan untuk melakukan penelitian sejenis yang lebih mendalam untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.   Kata kunci: Penanaman Nilai Karakter, Pembelajaran  puisi, Nilai Karakter dalam puisi       ABSTRACT This research is a qualitative descriptive study aimed to describe and interpret (1) character education values ​​contained in the poem used in teaching reading poetry in class X SMA 3 Singaraja, (2) efforts made by the teachers to instill values the value of character education through learning poetry, (3) Constraints faced by teachers in an effort to instill the values ​​of character education in learning poetry, and (4) Constraints faced by the students in exploring the values ​​of character education in the teaching of poetry in class X SMA 3 Singaraja. Data collection method used is the method of observation, study documentation, recording and interview methods. Data were analyzed inductively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification data. The results of this study are as follows. (1) The characters found in the poems attributed to eighteen character value set by the Ministry of Education that is religious, sense INGN know, hard work, creativity, responsibility, self-discipline, democratic. (2) The efforts of teachers to instill character values ​​in the learning process is planned didikung prepared by the institution or school. (3) Constraints faced by teachers is the lack of ability of the students to understand the content of poetry, age perekmbangan severity influence the character of the nation. (4) Katerbatasan understanding vocabulary possessed by the students to understand the meaning of words in the poem. Other researchers are expected to conduct similar research deeper to get maximum results.   Keywords:        Investment Value Character, Learning poetry, character value in poetry
KECERMATAN FORMULA FLESCH, FOG INDEX, GRAFIK FRY, SMOG, DAN BI SEBAGAI PENENTU KEEFEKTIFAN TEKS BERBAHASA INDONESIA KN, Yasa,; Made, Sutama; Nengah, Martha
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kecermatan formula berbasis bahasa Inggris  dan BI dalam menentukan keterbacaan teks berbahasa Indonesia, (2) perbedaan kecermatan antara formula berbasis bahasa Inggris dan BI dalam menentukan keterbacaan teks berbahasa Indonesia, Populasi primer penelitian ini adalah teks berbahasa Indonesia yang terdapat dalam BSE berjumlah 12 teks. Populasi skunder penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP se-Kota Singaraja Tahun Pelajaran 2012/2013 berjumlah 1770 orang. Sampel primer penelitian ini ditentukan secara quota sampling sebanyak 5 teks. Sampel skundernya ditentukan secara quota-area-clusster-proportional-random sampling sebanyak 324 orang. Rancangan penelitian ini berupa penelitian ex-post facto. Data primer penelitian ini dikumpulkan dengan menerapkan masing-masing formula keterbacaan sehingga ditemukan indeks keterbacaan teks. Data skunder penelitian ini dikumpulkan dengan tes objektif bentuk pilihan ganda. Hipotesis penelitian ini diuji secara statistik menggunakan Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) formula yang berbasis Bahasa Inggris dan formula BI cermat menentukan keterbacaan teks berbahasa Indonesia, (2) kecermatan antara formula berbasis Bahasa Inggris dan formula BI tidak berbeda secara signifikan, dalam artian sama-sama cermat. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa baik formula keterbacaan berbasis bahasa Inggris maupun formula BI, sama-sama dapat digunakan sebagai penentu keefektifan teks berbahasa Indonesia.   Kata Kunci: kecermatan, formula keterbacaan, teks berbahasa indonesia     Abstract This research aimed to determine (1) accuracy English-Based Formulas and BI in determining legibility of Indonesian text, (2) whether or not significant differences between the accuracy English-Based Formulas and BI in determining readability of Indonesian text. The primary population of this study was Indonesian reading text BSE, consist of 12 texts. The secondary population was class IX of Junior High School of Singaraja in Academic Year 2012/2013, consist of 1770 people. The primary sample this study was determined by quota sampling about 5 texts. Secondary sample was determined by quota-clusster area-proportional-random sampling about 324 people. The study was designed in the form of ex-post facto research. The primary data were collected by applying each readability formula so that readability text could be found. The secondary data was collected by multiple choice tests. The research hypothesis was tested using Chi Square. The results showed that: (1) English-Based formulas and BI was accurate to determine readability of Indonesian text, (2) The accuration of the English-Based formulas and BI formula doesn’t have significant differences, in terms of carefully. Based on these findings it can be concluded, that either English-Based formulas or BI formula can be used as a determinant of the Indonesian text. Keywords: accuracy, readability formula, indonesian text
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN DRAMA DI KELAS XI IA1, SMA NEGERI SE-KOTA SINGARAJA GRA, Sutrisna,; Martha, Nengah; ., Arifin
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan evaluasi pembelajaran drama, (2) pelaksanaan evaluasi pembelajaran drama, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam evaluasi pembelajaran drama. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia, kelas XI IA1 SMA Negeri sekota Singaraja. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data,  (3) penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan evaluasi pembelajaran drama yang dibuat guru meliputi jenis tagihan, teknik penilaian, dan instrumen penilaian. Perencanaan tersebut mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan, (2) pelaksanaan evaluasi drama menggunakan teknik tes yang berupa tanya-jawab dan teknik nontes yang berupa unjuk kerja. Penerapan teknik tersebut dilengkapi dengan rubrik penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, (3) kendala yang dihadapi guru meliputi pengelolaan waktu, tenaga,  kelas, serta tempat. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa di kelas XI IA1 SMA Negeri kota Singaraja, perencanaan evaluasi pembelajaran drama sejalan dengan tujuan pembelajaran, pelaksanaannya menggunakan teknik tes dan nontes, dan kendalanya menyangkut waktu, tenaga, dan tempat.   Kata kunci: evaluasi, pembelajaran drama, SMA. Abstract This research was a descriptive qualitative research which aimed at describing (1) the planning of evaluating drama instruction, (2) the evaluation of drama instruction, and (3) the constraints faced by teachers in the evaluation of drama instruction. The subjects were XI IA1 teachers of highschools in Singaraja. The data were collected by using documentation, observation, and interviews. The data analysis was conducted through three phases, namely: (1) data reduction, (2) data presentation, (3) data conclusions and verification. The results showed that (1) the planning of evaluating drama instruction was includes bill types, assessment techniques, and assessment instruments. the planning of evaluating drama instruction was in line with the underlying learning goal, (2) the evaluation of drama used interview test and non-test in the form of performance assessment. The application of these techniques came with the assessment rubric of cognitive, affective and psychomotor, and (3) the constraints faced by teachers included the management of time, energy, class, and place.   Keywords: evaluation, drama instruction, highschool
CAMPUR KODE DALAM BAHASA INDONESIA LISAN SISWA KELAS VII SMP N 8 DENPASAR Adnyani, N.M; Martha, N.; Sudiana, N.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Bahasa dan ragam bahasa yang memunculkan campur kode pemakaian bahasa Indonesia lisan, bentuk-bentuk campur kode bahasa Indonesia lisan, macam-macam campur kode bahasa Indonesia lisan, Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode bahasa Indonesia lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang digunakan siswa dalam berkomunikasi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi dan metode intervieu. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya unsur bahasa lain dalam pemakaian bahasa Indonesia lisan siswa seperti bahasa Bali, bahasa kawi, bahasa Sansekerta, bahasa Inggris, dan bahasa Belanda. Bentuk-bentuk campur kode yang ditemukan dalam penelitian ini adalah campur kode berbentuk kata, frasa, dan Idiom. Macam-macam campur kode yakni campur kode ke dalam,  campur kode ke luar, dan campur kode campuran. Faktor-faktor penyebab campur kode yaitu faktor peserta wicara atau faktor ekstra linguistik, faktor topik pembicaraan atau faktor intra linguistik, dan faktor situasi. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan adanya unsur bahasa lain dalam pemakaian bahasa Indonesia lisan siswa. Terjadinya peristiwa campur kode dalam penelitian ini diakibatkan oleh faktor kedwibahasaan dan karena situasi informal yang mendukung penggunaannya.   Kata kunci: campur kode, bahasa lisan siswa, bahasa indonesia   ABSTRACT This research is a descriptive qualitive research aimed at analyzing and describing Language and language veriation containing code mixing with referenceto the use of spoken Indonesian, various forms of code mixing in spoken Indonesian,  types of code mixing in spoken Indonesian. The sources of the data in this research are the spoken texts used by the students to communicate in certain speech events. The method adopted for collecting the data pertaining to research questions (1), (2), and (3) was observation method, while the data pertaining to researchcuestion (4) was obtained through interview. The result of this research shows that there are elements of other languages in the students’ spoken Indonesian such as those from Balinese, old Japanese, Sanskrit, English, and Dutch. The forms of code mixing found in this research include those at word level represented. Code mixing in the forms of phrases and idioms are also found in this research. Types of code mixing found in this research include those accurring intra-linguistically, those occurring extra-linguistically, and those of mixed type. The factors which cause the occurrences of code mixing include:  The factor of participants (extralinguistic factor), the factor of topics (intra linguistic factor), and The factor of situation, Based on those findings mentioned above, it can be concluded that code mixing accurs because of the inclusion of elements from other languages into the spoken Indonesian of the students. As also found in this research, the factors of bilingualism and informal situation also have their share in the occurrences of code mixing.   Key Words :  Code mixing, students spoken language, indonesian language
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA SASTRA INDONESIA DAN PERANGKAT PENILAIAN AUTENTIK SISWA KELAS VII SEMESTER 1 SMP NEGERI 8 DENPASAR Md Aryaningsih, I Gst. A.; Sudiana, N.; Martha, N.
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Masalah yang ditemui di SMP Negeri 8 Denpasar adalah kurang tersedianya bahan ajar membaca sastra yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan penilaian yang digunakan oleh guru tidak bercirikan penilaian autentik. Terkait dengan masalah ini, tujuan penelitian: (a) untuk mengembangkan bahan ajar membaca sastra Indonesia yang layak dan dapat diaplikasikan, dan (b) untuk mengembangkan perangkat penilaian yang bercirikan penilaian autentik. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi: analisis kebutuhan, mengembangkan desain, mengembangkan bahan ajar, uji awal, revisi, produk uji awal, uji ulang, revisi, uji akhir, dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan kuesioner. Data hasil tes uji coba dianalisis secara statistik deskriptif. Data hasil studi empirik tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dianalisis secara deskriptif. Hasil uji coba pengembangan bahan ajar membaca sastra Indonesia dan perangkat penilaian autentik mencapai nilai rata-rata di atas KKM (80). Berdasarkan hasil uji coba, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan telah layak dan dapat diaplikasikan. Demikian juga penilaian yang dikembangkan telah bercirikan penilaian autentik, karena penilaian telah mampu digunakan untuk mengungkap kompetensi yang diinginkan atau sesuai dengan indikator.   Kata kunci : bahan ajar, membaca sastra, penilaian autentik   Abstract This research belongs to research and development (R&D). The problems faced at SMP Negeri 8 Denpasar are the lack of reading material of Indonesian literature which is not appropriate with the students’ needs and the assessment used by the teachers is not authentic. The purposes of this study are (a) To develop reading material of Indonesian literature which is appropriate and applicable, and (b) To develop assessment which is authentic. This research and development used a model proposed by Borg and Gall (1983) which was modified such as: need analysis, developing design, developing material, pre-test, revision, product preliminary test, product re-test, revision, posttest, and final product. The data was gathered by using test, observation sheet, and questionnaires. The preliminary test was analyzed by using descriptive statistic while the data about empirical study about the implementation of reading material of Indonesian literature was analyzed descriptively. The tryout test shows that the result is above 80 (standard achievement score). Based on the tryout’s result, it can be concluded that material developed is appropriate and applicable while the assessment developed is authentic and appropriate where it is also based on the competency and indicator that want to be achieved.   Keywords : Teaching Material, Reading Literature, Authentic Assessment.

Page 5 of 36 | Total Record : 358