cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 11 Documents clear
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS Hertina, S.A.M; Parwati, N.; Astawa, I W. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.528 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2818

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli setelah diterapkan model pembelajaran ARIAS dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 36 orang. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi, sedangkan data pemahaman konsep matematika dan respon siswa dikumpulkan dengan tes dan angket. Data tersebut dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIIB SMP Negeri 1 Bangli. Rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat dari 54,40 pada siklus I menjadi 57,33 pada siklus II dan 66,82 pada siklus III serta tergolong aktif. Ketuntasan belajar siswa juga meningkat dari 33,33% pada siklus I menjadi 58,33% pada siklus II dan terakhir menjadi 77,78% pada siklus III dan melebihi indikator ketuntasan belajar minimal yaitu 75%. Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS berkategori positif. Peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena: fase-fase dalam model pembelajaran ARIAS mendukung peningkatan aktivitas belajar dan pemahaman konsep matematika siswa dan mempermudah siswa mengaitkan antar konsep serta dapat mengaplikasikan konsep yang telah mereka peroleh. Kata kunci: model pembelajaran ARIAS, aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE BERBANTUAN MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA Pramayudi, A.A.A.S; Mertasari, N.M.S; Yudi Hartawan, I G N
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.608 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) berbantuan mind map terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja sebanyak 316 orang siswa. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang sebelumnya telah dilakukan uji kesetaraan menggunakan uji ANAVA satu jalur sehingga sebanyak 2 kelas terpilih sebagai sampel dengan ukuran sampel 70 siswa yaitu kelas VIII B8 dan VIII B7. Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain penelitian menggunakan post-test only control group. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Hasil penelitian data diperoleh rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa kelas eksperimen adalah 42,675 sedangkan pada kelas kontrol adalah 31,933. Selanjutnya, data tersebut di analisis menggunakan uji U Mann-Whitney yang dikonversi ke Z karena  sampel yang besar sehingga berdistribusi normal dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan  nilai |Ztabel(1,645)|< |Zhitung(-2,8623|. Dengan demikian H0 ditolak sehingga, pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CORE berbantuan mind map lebih baik dari pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE berbantuan mind map berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja.Kata kunci: mind map, model pembelajaran CORE, kemampuan pemahaman konsep matematika.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PBP) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN MULTIMEDIA SMK NEGERI 3 SINGARAJA Adhiyasa, I K. T; Suweken, G.; Suryawan, I P. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.447 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang diterapkan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini  adalah siswa kelas X MM1 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas X MM2 sebagai kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design.Skor tes pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung  (5,57566) > ttabel (1,6736). Akibatnya H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang diterapkan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, penerapan model Pembelajaran Berbasis Proyek memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP), pembelajaran konvensional, pemahaman konsep
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AIR DISERTAI PENILAIAN PORTOFOLIO Patni, L. Diah Praba; Parwati, N. N; Suharta, I. G. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.321 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran AIR disertai penilaian portofolio, (2) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran AIR disertai penilaian portofolio. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus, masing ? masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-i SMP Negeri 5 Singaraja sebanyak 28 orang siswa pada semester genap Tahun Ajaran 2016/2017. Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran AIR disertai penilaian portofolio dikumpulkan menggunakan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan nilai pemahaman konsep matematika siswa mengalami peningkatan dari siklus ke siklus, yakni 32% pada siklus I, 54% pada siklus II, dan 79% pada siklus III. Peningkatan optimal terjadi pada siklus III dengan persentase ketuntasan sebesar 79% dan rata ? rata skor tanggapan siswa berada dalam kategori positif. Peningkatan optimal yang terjadi pada siklus III karena guru menekankan pada: (1) Memberikan motivasi dan dorongan pada siswa untuk aktif dalam pembelajaran, (2) Memperbanyak latihan soal dengan memberikan latihan, kuis dan tugas rumah untuk menerapkan konsep, (3) Memberi pertanyaan ? pertanyaan yang berkaitan dengan konsep lama yang telah dipelajari untuk mempermudah memahami konsep baru yang akan dipelajari, dan (4) Penilaian portofolio yang dapat membantu siswa melakukan refleksi diri serta membantu guru memantau perkembangan siswa terkait pemahaman terhadap materi yang telah diberikan. Kata kunci: model pembelajaran AIR, penilaian portofolio, pemahaman konsep matematika
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MID (MEANINGFUL INSTRUCTIONAL DESIGN) BERORIENTASIMIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 4 SERIRIT Sekarini, I.G.A; Suparta, I.N; Astawa, I W. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.271 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran MID (Meaningful Instructional Design) berorientasi mind mapping pada siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus, yang setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt sebanyak 30 orang. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes uraian. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep matematika siswa padasetiap siklus mampu mencapai nilai KKM 70. Hasil Siklus I mencapai nilai 70,28, Siklus II mencapai 71,11, dan Siklus III mencapai 75,00. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena model pembelajaran MID berorientasi mind mapping memiliki keunggulan yang pada setiap tahapnya memberikan siswa kesempatan untuk menemukan, memahami dan mengerti konsep matematika yang dipelajarinya. Dengan menyelesaikan berbagai permasalahan yang diberikan pada LKS, siswa juga dilatih untuk kesiapan maupun keaktifannya. Hal tersebut disebabkan karena siswa menggunakan pengalaman dan pengetahuan awalnya untuk menerima, memproses, dan menyimpan suatu konsep sehingga lebih bermakna dalam proses belajar mengajar. Di mana hal ini berdampak pada peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan model pemebelajaran MID berorientasi mind mapping  dalam pembelajaran matematika tergolong positif dengan rata-rata skor respon sebesar 59,60. Kata-kata kunci :Model pembelajaran MID, mind mapping,  pemahaman konsep matematika.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MID (MEANINGFUL INSTRUCTIONAL DESIGN) BERORIENTASIMIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 4 SERIRIT Suparta, I.N; Astawa, I W. P; Sekarini, I.G.A
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.271 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran MID (Meaningful Instructional Design) berorientasi mind mapping pada siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus, yang setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-C SMP N 4 Seririt sebanyak 30 orang. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes uraian. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep matematika siswa padasetiap siklus mampu mencapai nilai KKM 70. Hasil Siklus I mencapai nilai 70,28, Siklus II mencapai 71,11, dan Siklus III mencapai 75,00. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena model pembelajaran MID berorientasi mind mapping memiliki keunggulan yang pada setiap tahapnya memberikan siswa kesempatan untuk menemukan, memahami dan mengerti konsep matematika yang dipelajarinya. Dengan menyelesaikan berbagai permasalahan yang diberikan pada LKS, siswa juga dilatih untuk kesiapan maupun keaktifannya. Hal tersebut disebabkan karena siswa menggunakan pengalaman dan pengetahuan awalnya untuk menerima, memproses, dan menyimpan suatu konsep sehingga lebih bermakna dalam proses belajar mengajar. Di mana hal ini berdampak pada peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. Selain itu, respon siswa terhadap penerapan model pemebelajaran MID berorientasi mind mapping  dalam pembelajaran matematika tergolong positif dengan rata-rata skor respon sebesar 59,60. Kata-kata kunci :Model pembelajaran MID, mind mapping,  pemahaman konsep matematika.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP N 6 SINGARAJA CIPTAWATI., L.P.E; SUGIARTA., I.M; SUARSANA, I.M
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.114 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2809

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa dengan metode pembelajaran Example Non Example lebih tinggi dari pada prestasi belajar matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Desaign. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII (non unggulan) SMP N 6 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 dengan jumalh siswa 307 orang yang tersebar ke dalam 10 kelas. Sementara sampel penelitian diplih menggunakan multistage random sampling dan diperoleh dua kelas yaitu kelas VIIB6 sebagai kelas kontrol dan VIIB7 sebagai kelas eksperimen. Instrument penelitian yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar matematika siswa adalah dengan menggunakan tes prestasi belajar berupa tes uraian. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata skor prestasi belajar matematika untuk kelas eksperimen = 78,727 dan kelas kontrol = 70,818. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t satu ekor, dan diperoleh nilai t-hitung = 2,030 sementara nilai t-tabel= 1,684 (df = 42; = 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang mengikuti metode pembelajaran Example Non Example berbantuan LKS tidak terstruktur lebih tinggi dari pada prestasi belajar siswa dengan pembelajaran konvensional.Kata kunci : metode pembelajaran Example Non Example, LKS tidak terstruktur, prestasi belajar matematika
PENINGKATAN PRESTASI BELAJARMATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN GEOGEBRA Indrawan, I.K.M.A; Parwati, N.N; Suryawan, I P. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.996 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar matematika siswa melalui penerapan ModelARIAS berbantuan geogebra dan mengetahui tanggapan siswa tentang model pembelajaran tersebut. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, obervasi dan evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X BABUD semester genap tahun ajaran 2017/2018, sebanyak 35 orang. Data penelitian ini adalah data prestasi belajar dan tanggapan siswa. Data prestasi belajar matematika siswa diukur menggunakan tes prestasi belajar tipe uraian. Data tanggapan siswa diukur menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tanggapan siswa terhadap model pembelajaran ARIAS berbantuan geogebra dalam kategori positif. Rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika pada siklus I sebesar 54,28 dengan persentase siswa di atas KKM sebesar 22,85%, kemudian pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika menjadi 64,28, dengan persentase siswa di atas KKM sebesar 62,85%. Pada siklus III terjadi peningkatan rata-rata nilai tes prestasi belajar matematika menjadi 75,71 dengan persentase siswa di atas KKM sebesar 82,85%. Hal tersebut terjadi karena langkah?langkah pada model ARIAS yakni yakni (1) Assurance, membangkitkan rasa percaya diri dan memotivasi siswa. (2)  Relevance,menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. (3) Interest, dalam tahap ini siswa diajak memelihara ketertarikan siswa terhadap pembelajaran dan melakukan eksplorasi konsep yang mereka pelajari dengan bantuan media geogebra. (4) Assessment, menguji sejauh mana siswa memahami konsep yang telah dipelajari. (5) Satisfaction,memberikan penguatan dan penghargaan bagi siswa. Kata kunci:ARIAS, prestasi belajar, software geogebra,tanggapan siswa,.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA UNTUK PEMBELAJARAN PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL DI SMP Putra, I.P.D.; ., Sariyasa; Sukajaya, I.N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.097 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2808

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan rancangan media pembelajaran persamaan linier dua variabel; (2) Mendeskripsikan hasil implementasi media pembelajaran menggunakan GeoGebra sebagai media eksplorasi, Lectora Inspire sebagai aplikasi pembuat layout dan latihan soal; (3) Mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media Pembelajaran persamaan linier dua variabel. Model pengembangan yang digunakan adalah Model ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, develop, implementation, evaluation. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dapat diterima sebagai media pembelajaran dengan rata-rata skor dari ahli perangkat pembelajaran sebesar 2,70 dengan kriteria valid, dan rata-rata skor dari ahli materi sebesar 2,66 dengan kriteria valid. Rata-rata skor kepraktisan media pembelajaran berdasarkan analisis angket respon siswa sebesar 3,24 dengan kriteria baik dan rata-rata kepraktisan berdasarkan angket respon guru sebesar 3,30 dengan kriteria baik. Persentase skor efektivitas dari kelompok siswa yang dipilih secara random sebesar 93,33% dan telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan dapat diterima sebagai media pembelajaran dan diharapkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada topik bahasan persamaan linier dua variabel baik oleh siswa maupun guru.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN IMPROVE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-3 SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Wulandari, N.D.T.U; Waluyo, D.; SUARSANA, I.M
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.037 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i1.2819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) peningkatan aktivitas belajar matematika siswa 2) peningkatan prestasi belajar matematika siswa dan 3) respon siswa terhadap penerapan metode pembelajaran IMPROVE Kelas VIII 3 SMP Laboratorium Undiksha. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII 3 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja sebanyak 33 orang. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan dengan lembar observasi dan data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan tes uraian. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor aktivitas belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,86 , yaitu dari 55,50 menjadi 58,36, dan peningkatan dari siklus II ke siklus III sebesar 9,09, yaitu 58,36 menjadi 67,45. Peningkatan ini terjadi akibat adanya diskusi secara terus menerus yang mengakibatkan meningkatnya aktivitas belajar siswa. Selain aktivitas belajar, rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa juga meningkat, dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 18,64, yaitu dari 48,03 menjadi 66,67 dan dari siklus II ke siklus III terjadi peningkatan sebesar 10,15 yaitu dari 66,67 menjadi 76,82. Terjadinya peningkatan prestasi belajar diakibatkan oleh pemberian metacognitive questioning pada diskusi kelompok yang dapat membantu siswa untuk menemukan suatu konsep.  Adapun respon positif yang diperoleh dari penerapan metode pembelajaran IMPROVE yang menunjukkan bahwa siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dengan skor rata-rata adalah 69,03. Kata kunci: metode pembelajaran improve, prestasi belajar matematika, aktivitas belajar matematika

Page 1 of 2 | Total Record : 11