cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 9 Documents clear
PENERAPAN STRATEGI RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN MIND MAPPING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII-13 SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ayulia, D. A. S.; Puja Astawa, I. W.; Sukajaya, I. N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.464 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2836

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa dengan strategi Reciprocal Teaching berbantuan Mind Mapping dan tanggapan siswa terhadap penerapan stretegi tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII-13 SMP Negeri 2 Singaraja yang berjumlah 37 orang siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen yang berupa tes pemahaman konsep dan angket tanggapan siswa. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan rata-rata nilai pemahaman konsep siswa dari 32,26 menjadi 81,31 dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat dari 5,41% menjadi 81,08%. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa disebabkan oleh upaya perbaikan yang dilaksanakan pada setiap siklus. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa terjadi karena strategi Reciprocal Teaching berbantuan Mind Mapping memiliki keunggulan yang pada setiap tahapnya memberikan siswa kesempatan untuk menemukan, memahami, mengklarifikasi dan memprediksi pengembangan konsep matematika yang dipelajarinya. Proses pembelajaran yang dilaksanakan menjadikan siswa belajar secara bermakna sehingga siswa lebih ingat dan lebih paham dalam jangka waktu yang lama. Hal ini berdampak pada peningkatan pemahaman konsep matematika siswa. (2) tanggapan siswa terhadap strategi Reciprocal Teaching berbantuan Mind Mapping dalam pembelajaran berada dalam kategori sangat positif dengan rata-rata skor tanggapan siswa adalah 49,95. Kata kunci: strategi Reciprocal Teaching, Mind Mapping, pemahaman konsep Abstrack            This study aims to determine the improvement of students's understanding of mathematical concepts with the strategy of Reciprocal Teaching with Mind Mapping and students's respons to the application of that strategy. The research conducted is a Classroom Action Research, which is carried out in three cycles. The subject of this research is the students of class VIII-13 SMP Negeri 2 Singaraja which amounts to 37 students. The data were collected using the instrument in the form of concept comprehension test and student response questionnaire. The data that has been collected is then analyzed descriptively. The results of this study indicate that: (1) there is an increase in the average value of student's concept understanding from 32.26 to 81.31 and student's learning completeness classically increased from 5.41% to 81.08%. Improved understanding of students' mathematical concepts is due to improvement efforts being carried out at each cycle. Increased understanding of student's mathematical concepts occurs because Reciprocal Teaching strategy with Mind Mapping has the advantage that at each stage it gives students the opportunity to discover, understand, clarify and predict the development of mathematical concepts they learn. The learning process undertaken makes students learn meaningfully so that students remember more and understand more in the long term. This has an impact on improving student's understanding of mathematical concepts. (2) students' responses to Reciprocal Teaching strategy with Mind Mapping in learning are in very positive category with average student response score is 49.95. Keywords: Reciprocal Teaching strategy, Mind Mapping, concept comprehension
PENGARUH PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TEJAKULA Setiawan, K. A.; Mertasari, N. M. S.; Sukajaya, I. N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.422 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2835

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan metaphorical thinking terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu dengan desain post-test only control group. Populasi penelitian   adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tejakula. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang diambil 2 kelompok kemudian diuji kesetaraannya. Data motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan tes berbentuk essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan motivasi dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  pendekatan metaphorical thinking dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvesional (F = 25,511 dan Sig. = 0,000 < ? = 0,05); kedua, terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvesional (F = 37,680 dan Sig. = 0,000 < ? = 0,05); ketiga, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvesional (F = 8,425dan Sig. = 0,005 < ? = 0,05). Dengan demikian pendekatan metaphorical thinking berpengaruh positif terhadap motivasi dan prestasi belajar matematika siswa, pengaruh positif ini dilihat dari rata-rata skor motivasi belajar dan rata-rata nilai prestasi belajar. Kata kunci: pendekatan metaphorical thinking, motivasi belajar, prestasi belajar matematika  AbstractThis research has purpose for explaining the effect of metaphorical thinking approach towards motivation and achievement in learning mathematic. This research categoryze as quasi-experiment research with post-test only control group design. The population of the research is VII grade students of SMP Negeri 1 Tejakula. The sample is determined by using cluster random sampling technique which was taken 2 groups then was tested the equality. The motivation to learn data were collected by using questionnaire, while achievements learning mathematic data were collected by using essay. The data which were obtained and analyzed through MANOVA test. The result of analysis shows that: first, there is difference within motivation and achievement in learning mathematic between students who followed learning through metaphorical thinking approach and students who follow learning through conventional approach (F = 25,511 and Sig.= 0,000< ? = 0,05); second, there is difference in motivation to learn between students who followed learning through metaphorical thinking approach and students who followed learning through conventional learning (F = 37,680 and Sig. = 0,000< ? = 0,05); third, there is difference in achievement of mathematic learning between students who followed learning through metaphorical thinking approach and students who followed learning through conventional learning (F = 8,425 and Sig. = 0,005< ? = 0,05).  Thus, metaphorical thinking approach take effect positive towards motivation and achievement of mathematic learning student, this positive effect can be seen from average score of motivation learning and averages score of achievement learning. Keywords: metaphorical learning approach, motivation to learn, achievement of mathematic learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 TABANAN TAHUN AJARAN 2016/2017 Putrawan, D.G.A.; Ariawan, IP.W.; Hartawan, IG.N.Y.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.445 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2834

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Experiential Learning  terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tabanan Tahun Ajaran 2016/2017 yang belajar pada waktu pagi hari yang terdistribusi ke dalam 5 kelas.Uji kesetaraan populasi menggunakan uji Anava. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data kemapuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh menggunakan tes dengan bentuk uraiandan sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Data kemampuan pemecahan masalahdiuji normalitas dan homogenitasnya selanjutnya dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor pada taraf signifikan 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa lebih dari . Sehingga ditolak.Dengan demikian rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Experiential Learning lebih tinggi daripada rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Experiential Learning lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: model pembelajaran Experiential Learning, kemampuan pemecahan masalah. AbstractThis research aims to determine the effect of Experiential Learning model upon students? Mathematics problems solving skill. This research was quasi experimental by Post Test Only Control Group Design. The population of this study was the eighth grade students at SMP Negeri 3 Tabanan in the Academic Year 2016/2017 who studied in the morning wich distributed in 5 classes. Cluster random sampling technique was used to obtain 2 classes as the sample. It?s data was obtained by using test wich valid and reliable. Further more,it?s data was examined for normality,homogeneity and then, it?s analyzed by using One Tail T-test at significant level of 5%. The hypothesis testing result showed that  more than , so that the  was rejected. Therefore, the average of students? Mathematics problems solving skill that were taught by using Experiential Learning model is higher than the average of the students? Mathematics problems solving skill that were taught by using conventional learning. It can be concluded that students? Mathematics problems solving skill that were taught by using Experiential learning model is better than students? Mathematics problems solving skill that were taught by using conventional learning. Keywords: Experiential learning, students? Mathematics problems solving skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP PGRI 2 DENPASAR Eka Sucipta D, N. P.; Candiasa, I. M.; Sukajaya, I. N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.777 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2833

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek berbantuan GeoGebra. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain post test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP PGRI 2 Denpasar Tahun Ajaran 2016/2017 yang terdistribusi ke dalam 11 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk memperoleh 3 kelas sebagai sampel penelitian. Data kemapuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan tes uraian. Hasil uji hipotesis dengan uji ANAVA menunjukkan bahwa lebih dari . Artinya terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek berbantuan GeoGebra, model pembelajaran berbasis proyek saja dan model 5M. Sehingga dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe. Berdasarkan uji Scheffe dan rata-rata skor masing-masing kelompok sampel diperoleh temuan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek berbantuan GeoGebra lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model berbasis proyek saja dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model 5M. Selanjutnya ditemukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model 5M. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek berbantuan GeoGebra lebih baik dari model pembelajaran berbasis proyek saja dan model pembelajaran 5M guna meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.           Kata kunci: Pembelajaran berbasis proyek, GeoGebra, kemampuan pemecahan masalah AbstractThe purpose of this study was to describe the improvement of problem solving ability of mathematics students who were taught by project-based learning model assisted by GeoGebra. This type of research was a quasi experiment with post test only control group design. The population of this study were all students of Class VIII SMP PGRI 2 Denpasar Academic Year 2016/2017 which was distributed into 11 classes. Sampling was determinated by cluster random sampling technique to obtain 3 classes as research sample. The students' mathematical problem solving data was obtained using a essay test. Hypothesis test results with ANAVA test show that  more than . It means that them had different student?s problem solving ability result between students were taught by project-based learning model assited by GeoGebra, project-based learning only and 5M model. Hypothesis test will be continued by Scheffe test. Based on Sceffe test and average of each group, it found that student?s mathematics problem solving ability who were taught by project-based learning model assisted by GeoGebra is more better of students who were taught by project-based learning model only and 5M model. Then it found too that student?s mathematical problem solving ability who were taught by project-based learning model is more better of students who were taught by 5M model. So the conclution is project-based learning model assisted by GeoGebra most better than project-based learning model and 5M model to improve student?s mathematical problem solving ability. Key words: Project-based learning , GeoGebra, problem solving
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER BERBANTUAN LKS TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMK NEGERI 2 SERIRIT Teguh Tresnahadi, D.P.; Suparta, I N.; Sri Mertasari, N. M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.278 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2831

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelasdengan model pembelajaran Advance Organizer berbantuan LKS terstruktur untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 29 siswa kelas XI TKJ 2 SMK Negeri 2 Seririt pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Data hasil tes pemahaman konsep matematika siswa yang diukur dengan tes pemahaman konsep dan data respon siswa terhadap model pembelajaran yang diukur dengan angket, selanjutnya dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Pada siklus I rata-rata skor pemahaman konsep siswa adalah 64,53 dengan persentase ketuntasan belajar siswa adalah 24,14%. Pada siklus II rata-rata skor pemahaman konsep siswa adalah 71,63 dengan persentase ketuntasan belajar siswa adalah 55,17%. Pada siklus III rata-rata skor pemahaman konsep siswa adalah 75,33 dengan persentase ketuntasan belajar siswa adalah 75,66%. Selain itu, siswa juga memberikan respon positif terhadap penerapan model pembelajaran Advance Organizer berbantuan LKS terstruktur. Hasil tersebut telah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu rata-rata skor pemahaman konsep siswa Kelas XI TKJ 2 SMK Negeri 2 Seririt berada pada kategori tuntas dan persentase ketuntasan bejalar siswa mencapai 70% pada siklus III. Serta respon siswa terhadap model pembelajaran Advance Organizer berbantuan LKS terstruktur berada pada kategori positif. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran Advance Organizer berbantuan LKS terstruktur dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Kata kunci: model pembelajaran Advance Organizer, LKS terstruktur, pemahaman konsep matematika siswa. AbstractThis research aimed to improve the learning process in the classwith Advance Organizer learning model with structured worksheet to improve students? mathematics concept understanding. This type of research is classroom action research that involved subject 29 students of XI TKJ 2 class in SMK Negeri 1 Seririt at odd semester of 2017/2018 academic year. This research was acted in three cycle. Data of students? mathematics concept understanding measured by understanding concept test and student respose data about learning model measured by questionaire response, then gathered and analysed. In first cycle the average of student concept understanding is 64,53 with percent of student learning completition is 24,14%. In second cycle the average of student concept understanding is 71,63 with percent of student learning completition is 55,17%. In third cycle the average of student concept understanding is 75,33 with percent of student learning completition is 75,66%. Beside that, students also gave positive response about implementation of Advance Organizer model with structured worksheet. That result fulfilled the success indicator that decided which the average of student?s mathematics understanding score at complete category and the student?s learning completition at 70% at cycle III. Then students? response about Advance Organizer model with structured worksheet at positive category. So that, the implementation of Advance Organizer model with structured worksheet can improve students? mathematics concept understanding. Keywords: Advance Organizer model, structured worksheet, students? mathematics concept understanding 
PENGARUH STRATEGI CONCRETE REPRESENTATIONAL ABSTRACT (CRA) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 DAWAN Lestari, N. K. S. W.; Suweken, G.; Astawa, I W. P
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.409 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2830

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Concrete Representational Abstract (CRA) lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Dawan tahun 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini  adalah siswa kelas VII A  sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII C sebagai kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data tes pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi Concrete Representational Abstract (CRA)  lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi pembelajaran konvensional (thitung  (2,9418) > ttabel (1,9996)). Dengan demikian, penerapan strategi Concrete Representational Abstract (CRA) memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Kata kunci: Concrete Representational Abstract (CRA), pemahaman konsep matematika AbstractThis research aims to find out  whether the students? conceptual understanding of mathematics who learned with Concrete Representational Abstract (CRA) learning strategy is higher than students? conceptual understanding of mathematics who learned with conventional learning strategy. The population of this reasearch were all the students of grade VII at SMP Negeri 3 Dawan in academic year 2017/2018. The sample was taken by using cluster random sampling technique. Sample of this research were the students in VII A class as the experimental group and VII C as control group. The design of research that used in this research is the Post-test Only Control Group Design. The data of students? conceptual understanding of mathematics was analyzed by using one tail t-test with 5% significance level. The result of hypothesis test showed that the students? conceptual understanding of mathematics who learned with Concrete Representational Abstract (CRA) learning strategy is better than students? conceptual understanding of mathematics who learned with conventional learning strategy (tcount  (2,9418) > ttable (1,9996)). Thus, the implementation of Concrete Representational Abstract (CRA) learning strategy gives a postive influence on the students? conceptual understanding of mathematics. Keywords: Concrete Representational Abstract (CRA), Conceptual understanding of mathematics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TUTOR SEBAYA TERHADAP SIKAP DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 3 SINGARAJA Purnamasari, I.D.A.A.D.; Waluyo, D.; Candiasa, I. M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.71 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2837

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan sikap dan prestasi belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional sebelum dan sesudah variabel kemampuan awal siswa dikendalikan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKJ SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2017/2018 sebanyak 4 kelas. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Uji kesetaraan sampel menggunakan uji t berdasarkan nilai ulangan umum matematika semester ganjil kelas X TKJ 1 dan X TKJ 2. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X TKJ 1 sebagai kelas kontrol. Data kemampuan awal siswa dan prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes uraian, sedangkan data sikap siswa terhadap matematika diperoleh melalui angket. Data dianalisis dengan  uji MANOVA dan MANCOVA dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian MANOVA menunjukkan terdapat perbedaan sikap dan prestasi belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (Fhtung =11,184, Sig.<0,05). Selanjutnya, hasil pengujian MANCOVA menunjukkan tetap terdapat perbedaan sikap dan prestasi belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional setelah variabel kemampuan awal siswa dikendalikan (Fhitung= 5,911, Sig.< 0,05). Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik tutor sebaya terhadap sikap dan prestasi belajar matematika siswa kelas X TKJ SMK Negeri 3 SingarajaKata kunci: kemampuan awal siswa, model pembelajaran kooperatif, prestasi belajar matematika, sikap terhadap  matematika, teknik tutor sebaya Abstract            The research was intended to describe the differences in attitude and mathematics achievement among students who learn with cooperative learning supported by peer tutoring technique and students learning with conventional learning model before and after student?s entry behaviour variable controlled. This research is a quasi-experiment research with post-test only control group design. The population of this study was all students of Class X TKJ in SMK Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2017/2018, which consisting of 4 classes. The sample of this study was chosen by using cluster random sampling technique. The process of equaliting the sampel was done by using t-test based on the odd semester?s mathematics test scores of Class X TKJ 1 and X TKJ 2. The data of students? entry behaviour and mathematics achievement were collected by using the essay test, meanwhile the data of student?s attitude in mathematics were collected by using questionnaire. The data were analysed using MANOVA and MANCOVA. The result of MANOVA showed there are differences in attitude and mathematics learning achievement among students who learn with cooperative learning supported by peer tutoring technique and students learning with conventional learning model (F =11,184, Sig.<0,05). Then, the result of MANCOVA showed there are still differences in attitude and mathematics achievement among students who learn with cooperative learning supported by peer tutoring technique and students learning with conventional learning model, after controlled student?s entry behaviour (F= 5,911, Sig.< 0,05). So it can be concluded there is the effect of cooperative model of peer tutoring technique on attitude and mathematics achievement.  Keywords: Cooperative learning, entry behaviour,mathematics attitude, mathematics learning achievement, peer tutoring technique.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWAN Wirawan, I.W.A.; Sariyasa, Sariyasa; Ardana, I.M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.856 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2832

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan post-testonlycontrol group design.Populasipenelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIISMP Negeri 2Sawan tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 356 orang yang terdistribusi ke dalam 14 kelas. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik clusterrandom samplinguntuk memperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan, dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika kelas eksperimen adalah 48,83 sedangkan pada kelas kontrol adalah 44,28. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai  dan sehingga . Artinya terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran peningkatakan kemampuan berpikir dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir efektif mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata kunci: Model,berpikir, konvensioal, matematika, siswa. AbstractThis study is aimed at determining the effect of the application of learning models improve thinking ability to solving math problems. This type of research is a quasi-experiment with post-test only control group design. The population of this study ware all students of class VIII SMP Negeri 2 Sawan academic year of 2016/2017 amounted to 356 people who are distributed into 14 classes. The population equality test uses the Anova test. Sampling was determinated by cluster random sampling technique to obtain 2 classes as research sample. The students' math problem solving data was obtained using a essay test. Data analysis using one tailed t-test is right side, with a significance level of 5%. Based on the analysis it is obtained that average score of problem solving ability of experimental class is 48,83 while the control class is 44,28. The result of testing by t-test show thatand that . It means that there are differences in problem solving skills of mathematics between students who follow learning models improve thinking ability with students who follow conventional learning.Math problem solving ability of students who take the learning to the learning model application upgrades thought better of math problem solving ability of students who take the learning with conventional learning. So it can be concluded that the application of learning models improve thinking ability to think effectivelyeffects the problem solving skills of math students. Keywords : Models, thinking, conventional,math, students
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA KNISLEY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUKASADA Valentein, P.E; Candiasa, I M; Ariawan, IPW
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.575 KB) | DOI: 10.23887/jppm.v7i2.2829

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Matematika Knisley terhadap kemampuan komunikasi dan disposisi matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Sukasada. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling setelah dilakukan uji kesetaraan kelas menggunakan ANAVA satu jalur. Data kemampuan komunikasi dikumpulkan dengan tes essay dan dan data disposisi matematika dikumpulkan dengan pemberian angket disposisi matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi dan disposisi matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  model pembelajaran Matematika Knisley dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvesional (F = 4,547 dan Sig. = 0,015 < ? = 0,05); kedua, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Matematika Knisley dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvesional (F = 4,134 dan Sig. = 0,047 < ? = 0,05); ketiga, terdapat perbedaan disposisi matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Matematika Knisley dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvesional (F = 6,258 dan Sig. = 0,016 < ? = 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Matematika Knisley berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi dan disposisi matematika siswa. Kata kunci: model pembelajaran Matematika Knisley, kemampuan Komunikasi, Disposisi Matematika Abstract This research aimed at investigate the influence of Knisley Mathematics learning model towards the ability of communication and ability of disposition of mathematics. This study was a quasi-experimental research with  post-test only control group design. The population of this study was eighth grade students of SMP Negeri 3 Sukasada. The sample of this study was chosen by using cluster random sampling technique after implementing the equality by using ANOVA. The data of students? ability of communication was collected by essay test and ability of disposition of mathematcs was collected by questionnaire. The  collected data were analyzed by using MANOVA. The result of data analysis showed that: First, there were differences of students? ability of communication and ability of disposition of mathematcs between those whom were taught by using Knisley Mathematics teaching technique and those whom were taught by using conventional teaching technique (F = 4,547 dan Sig. = 0,015 < ? = 0,05); Second, there were  differences of students? ability of communication between those whom were taught by using Knisley Mathematics teaching technique and those whom were taught by using conventional teaching technique (F = 4,134 dan Sig. = 0,047 < ? = 0,05); third, there ware the difference of students? ability of disposition of mathematics between those whom were taught by using Knisley Mathematics teaching technique and those whom were taught by using conventional teaching technique (F = 6,258 dan Sig. = 0,016 < ? = 0,05). Thus it can be concluded that Knisley Mathematics teaching technique gives positive effect to improve students? ability of communication and disposition of mathematics. Keywords: Knisley Mathematics teaching technique, mathematics communication ability, mathematics disposition ability

Page 1 of 1 | Total Record : 9