cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2013)" : 51 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI MTS. NEGERI PATAS DWI AGUSTINI .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph.D .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.487 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis (1) perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) perbedaan penguasaan materi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, dan (3) perbedaan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung.Penelitian ini merupakankuasi eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Negeri Patas tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 146 siswa.Sampel penelitian berjumlah 116 siswayang diambil dengan teknik random kelas. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis MANOVA satu jalur dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan penguasaan materi dan keterampilan pemecahan masalah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan model pembelajaran langsung (F=26,940; p
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SMP N. W. Anggareni; N. P. Ristiati; N. L. P. M. Widiyanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.289 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan: (1) kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran langsung; (2) kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran langsung; (3) pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan the pre-test post-test nonequivalent control group design. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran langsung (F=68,151; p<0,05); (2) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran langsung (Fhitung=85,601>Ftabel=3,94; p<0,05); (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran inkuiri dibandingkan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran langsung (Fhitung=88,474>Ftabel=3,94; p<0,05).   Kata-kata Kunci: strategi pembelajaran inkuiri, kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep Abstract The aims of this study was to analyze the differences between: (1) critical thinking skill and conceptual understanding between the group of students who studied through inquiry learning strategies with the group of  students who studied through direct instructional strategies; (2) critical thinking skill between the group of students who studied through inquiry learning strategies with the group of  students who studied through direct instructional strategies; (3) conceptual understanding between the group of students who studied through inquiry learning strategies with the group of  students who studied through direct instructional strategies. This study was an quasy-experimental using the pre-test post-test nonequivalent control group design. Data were analyzed by using descriptive statistics and one way MANOVA.The result of study was stated: (1) there were the differences critical thinking skill and conceptual understanding between the group of students who studied through inquiry learning strategies with the group of  students who studied through direct instructional strategies (F=68.151; p<0.05); (2) there were the differences critical thinking skill between the group of students who studied through inquiry learning strategies with the group of students who studied through direct instructional strategies (Farithmetic=85.601>Ftable=3.94; p<0.05); (3)  there were the differences conceptual understanding between the group of students who studied through inquiry learning strategies with the group of  students who studied through direct instructional strategies (Farithmetic=88.474>Ftable=3.94; p<0.05).   Keywords: inquiry learning strategies, critical thinking skill, conceptual understanding
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA. K. Suartika; I B. Arnyana; G A. SETIAWAN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.282 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran group investigation (MPGI) terhadap pemahaman konsep biologi dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan the post test-only control group design.Populasi penelitian ini adalah siswa SMAN 2 Negara dengan sampel penelitian berjumlah 64 orang yang diambil secara acak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis MANOVA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif siswa antara siswa yang mengikuti MPGI dan siswa yang mengikuti model pembelajaran MPLC (Fhitung = 32,272); 2) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti MPGI dan siswa yang mengikuti MPLC (Fhitung = 47,990); 3) terdapat perbedaan keterampilan bepikir kreatif antara siswa yang mengikuti MPGI dan siswa yang mengikuti MPLC (Fhitung = 16,317).   Kata kunci: pembelajaran group investigation, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kreatif. Abstract This study aimed to determine the effect of the implementation of group investigation learning model for understanding biology concepts and creative thinking skill of the students. Kind of this research is quasi experimental with pattern post-test only control group design. The population of this research is 64 students of SMA Negeri 2 Negara taken randomly. The data analyzed by MANOVA. The conclution of this research are: First, there are differences in understanding the concepts and creative thinking skill of the students who took group investigation with cycle learning model (F = 32,272). Second, differences in understanding concepts between the students who took group investigation and cycle learning model (F = 47,990).Third, differences in creative thinking skill between the student who took group investigation and learning cycle model ( F = 16,317). . Keywords: group investigation learning, understanding of concepts, creative thinking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI INTELIGENSI SISWA SMA NEGERI 1 SRONO Mustachfidoh .; I. B Jelantik Swasta; N.L.P. Manik Widiyanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.754 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) interaksi antara model pembelajaran dengan inteligensi terhadap prestasi belajar biologi. (3) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok atas, (4) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok bawah. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan Non Equivalen Pre Test Post Test Control Group Design dengan populasi 248 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling.  Didapatkan jumlah sampel 199 siswa. Pengumpulan data dengan metode tes. Hasil analisis data dengan uji ANOVA dua jalur menunjukkan: (1) terdapat perbedaan prestasi belajar biologi yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran langsung (F=110,095;p<0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dengan inteligensi terhadap prestasi belajar biologi (F=5,047;p<0,05), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar biologi yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok atas (F=75,184;p<0,05), (4) terdapat perbedaan prestasi belajar biologi yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri dan model pembelajaran langsung pada siswa dengan inteligensi kelompok bawah (F=36,925;p<0,05). Hasil uji lanjut dengan LSD menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran langsung terhadap prestasi belajar biologi. Oleh karena itu, disarankan kepada guru untuk memberikan suatu prakondisi kepada siswa terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran dengan model inkuiri, yang menekankan pada aktivitas siswa untuk menemukan suatu konsep dan mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis.   Kata kunci: Pembelajaran inkuiri, prestasi belajar, inteligensi Abstract This study aimed to determine: (1) differences in academic achievement between students who learnt biology model of inquiry learning with students who learn direct instructional model, (2) the interaction between the model of learning with intelligence to biology learning achievement, (3) differences in academic achievement between students who learn biology model of inquiry learning with students learning directly model on students with higher group  intelligence. (4) academic achievement differences between students who learnt biology model of inquiry learning with students who learnt direct instructional model on students with low group intelligence. This study used a Quasi-Experimental Non-Equivalent Pre Test And Post Test Control Group Design with 248 students of total population. Technique used was random sampling. Achieved sample size were 199 students. Data collection was performed by the method of testing. Data analysis was performed by ANOVA two ways test. The analysis showed: (1) there was a significant difference achievement in learning biology between groups of students who learnt through inquiry learning model and direct instructional model (F= 110.095;p<0.05). (2) there was a significant interaction effect between learning models with biological intelligence learning achievement (F=5.047;p<0.05). (3) there were significant differences in the biology learning achievement between groups of students who learnt through inquiry learning model and direct instruction model to students higher goup intelligence (F=75.184:p<0.05). (4) there were significant differences between group who learnt using model inquiry and direct learning model on student with lower grup intelligence (F=36.925;p​​<0.05). The result from LSD shown that inquiry model gave more successfull than direct learning model in Biological learning. The improvement of student through Inquiry Learning Model was more significant than student of Direct Instructional Model. As the result, teacher is suggested to give student’s pre-condition in learning to know ability of student. Finaly, it could be states that inquiri model of learning is good to be applied for student’s to improve their creativity to find out development model of learning to enchace their systematical thinking, logical and high level of thinking. Keywords: inquiry learning, academic achievement, intelligence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ANALYZE, DESIGN, DEVELOP, IMPLEMENT, EVALUATE (ADDIE) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KOMANG TRISNA DEWI .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Dr. Ni Made Pujani,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.059 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan: (1) keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran ADDIE dan konvensional (MPK), (2) keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran ADDIE dan MPK, dan (3) pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran ADDIE dan MPK. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen post-test only control group design. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dan pilihan ganda diperluas. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian terdapat: (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep antara siswa yang belajar dengan model ADDIE dan MPK (F=30,294; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAINT)TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN SIKAP ILMIAH DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA M. P. RESTAMI; K. SUMA; M. Pujani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.768 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap  pemahaman konsep fisika dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan the post-test only control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 57 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yang terbagi dalam dua kelompok yaitu, kelompok eksperimen dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran POE dan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep, sikap ilmiah, gaya belajar,  dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan MANOVA dua jalur dengan desain factorial 2x3. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap pemahaman konsep fisika dan sikap ilmiah siswa (F=1,236;p<0,05). Kata Kunci: Model POE, pemahaman konsep, sikap ilmiah, dan gaya belajar ABSTRACT This study purpose to now the interaction between learning model and learning style to the understanding of physics concepts and scientific attitude. The research classified as a quasi experimental design by the post-test only control group design. The samples in grade X class with 57 students at SMAN 3 Singaraja academic year 2012/2013.  The Samples were taken by simple random sampling technique is divided into two group, experiment group  by using POE models in learning and control group by using conventional models in learning. Data were collected with a concepts understanding test, scientific attitude, learning style, and observation sheets. Data were analyzed using descriptive statistics and hypothesis testing using MANOVA and two lines with 2x3 factorial design. The results show an interaction effect between learning models and learning styles to the understanding of physics concepts and scientific attitude of students (F= 1.236, p <0,05).   Keywords: POE model, understanding the concept, scientific attitudes, and learning styles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI HIPOTETIK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SINGARAJA K. A. Astiti; I. W. Sadia; K. Suma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2495.28 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis (KBK) dan keterampilan proses (KP) antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri hipotetik dan konvensional, (2) perbedaan keterampilan berpikir kritis (KBK) antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri hipotetik dan konvensional, (3) perbedaan keterampilan proses (KP) antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri hipotetik dan konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x1 posttest only control group design. Data KBK dikumpulkan melalui tes, data KP siswa dikumpulkan melalui tes dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur dengan hasil (1) terdapat perbedaan KBK dan KP siswa yang belajar dengan model inkuiri hipotetik dan model pembelajaran konvensional (F=59,161; p<0,05), (2) terdapat perbedaan KBK siswa yang belajar dengan model inkuiri hipotetik dan konvensional (F=22,219; p<0,05), (3) terdapat perbedaan KP siswa yang belajar dengan model inkuiri hipotetik dan konvensional (F=113.559; p<0,05) Keyword: inkuiri hipotetik, keterampilan berpikir kritis, keterampilan proses sains     Abstract The purpose of this research was to analyze: (1) the difference of critical thinking skills (CTS) and science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model, (2) the difference of critical thinking skills (CTS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model, (3) the difference of science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model. This research was quasi experiments with post-test only control group design factorial 2x1. Data of critical think skill were collected by using test and data of science process skills collected by using test and observation. Data analyzed by using descriptive analyze and one way MANOVA. It was found: (1) there was significant difference of critical thinking skills (CTS) and science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model (F=59,161; p<0,05), (2) there was significant difference of critical thinking skills (CTS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model (F=22,219; p<0,05), (3) there was significant difference of science process skills (SPS) between student’s group who were managed with hypothetical inquiry model and conventional learning model (F=113.559; p<0,05).   Keyword: hypothetical inquiry model, critical thinking skill, science process skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KREATIF G. A. N. K Sukiastini; I W. Sadia; I W. Suastra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.873 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative integrated reading and composition terhadap kemampuan pemecahan masalah  dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent  control group design. Data yang diperoleh berupa g-skor ternormalisasi. Instrumen yang digunakan berupa tes. Analisis statistik yang digunakan MANOVA satu jalur dengan hasil: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CIRC dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F= 114,927; p<0,05). 2) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CIRC dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F=204,873; p < 0,05). 3) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CIRC dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F = 29,627; p < 0,05).   Kata kunci: CIRC, pemecahan masalah,  berpikir kreatif     Abstract     This study aimed to determine the effect of cooperative integrated reading and composition learning model on the students’ problem solving ability and creative thinking skills. This  research is a quasi experiment with pretest-posttest nonequivalent  control group design. There is an increase based on the analysis of the average gain scores. The instrument used in the form  of test. Statistical analysis used MANOVA one way with results: 1) there are significant differences in the problem solving and creative thinking skills between students who studied with CIRC and students who studied with conventional learning model (F = 114.927; p < 0.05). 2) there are differences students’ problem solving ability among the students who studied with CIRC and the students who studied with conventional learning model (F = 204.873; p < 0.05). 3) there is a difference between students’ creative thinking skills among students who studied with CIRC and students who studied with conventional learning model (F = 204.873; p < 0.05).     Keywords : CIRC, problem solving, creative thinking
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR SETTING 5E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA I KETUT SUASTIKA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan sikap ilmiah dan pemahaman konsep siswa yang belajar dengan model pembelajaran siklus belajar setting 5E dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan pembelajaran model siklus belajar setting 5E dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan pemahaman konsep fisika antara siswa yang belajar dengan pembelajaran model siklus belajar setting 5E dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN 1 Banjarangkan pada tahun pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah populasi sebanyak 96 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas, siswa kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen, serta kelas XI IPA2 sebagai kelompok kontrol. Instumen pengumpul data berupa tes pemahaman konsep fisika dan kuisioner sikap ilmiah. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif, dan uji MANOVA pada taraf signifikan 5%, yang dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan nilai rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan sikap ilmiah dan pemahaman konsep fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran model siklus belajar setting 5E dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (F = 53,726; p
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Biologi Ditinjau dari Motivasi Belajar San. S; Ristiati. Putu; Manik. W
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.299 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual berbantuan tutor sebaya terhadap hasil belajar biologi ditinjau dari motivasi belajar para siswa kelas X. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Katholik  Santu Klaus Werang, Flores Barat, NTT pada siswa kelas X semester II tahun pelajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan simple random sampling. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu (quasi) dengan pola pretest-posttest control group design. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar biologi dan data motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes motivasi belajar. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan Analisis Varians Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan, (1) secara keseluruhan hasil belajar biologi siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual berbantuan tutor sebaya lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung, (2) ada interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar biologi, (3) hasil belajar biologi siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual berbantuan tutor sebaya yang memiliki motivasi belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung yang memiliki motivasi belajar tinggi, (4) hasil belajar biologi siswa yang mengikuti model pembelajaran kontekstual berbantuan tutor yang memiliki motivasi belajar rendah lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung yang memiliki motivasi belajar rendah   Kata-kata kunci:   Pembelajaran Kontekstual, Tutor Sebaya, Motivasi Belajar, dan Hasil Belajar Biologi.   Abstract The aimed of this study was to investigate the effect of the contextual method of peer tutoring type toward biology  achievement viewed from learning motivation. This study was conducted at tenth grade students of St. Klaus catholic senior high school Werang, West Flores of the odd semester in the academic year 2012/2013. In determining the samples, simple random sampling technique was used by the researcher, then research design was used by the research was pretest-posttest control group design. The data were collected through multiple choice test and biology learning motivation questionnaire. The data were analyzed by two-way ANOVA. The result indicates that (1) there was significant difference of the mean score between students who were taught by using contextual method of peer tutoring type was higher than the mean score of the students who were taught by using direct  teaching; (2) there was significant interactional effect between teaching methods applied and students’ biology learning motivation toward their achievement; (3) there was significant difference between the students who had high biology learning motivation taught by using contextual method of peer tutoring type and the students who had high bology learning motivation taught by using direct teaching; and (4) there was significant difference between the students who had low biology learning motivation taught by using contextual method of peer tutoring type and the students who had low bology learning motivation taught by using direct teaching. Key words: contextual method, peer tutoring, learning motivation, and biology achievement.