cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2017)" : 17 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA NI NYOMAN YULI ADELINA .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar biologi dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan model pembelajaran langsung, (2) pengaruh interaksi model pembelajaran berdasarkan gaya kognitif terhadap hasil belajar biologi, (3) perbedaan hasil belajar biologi berdasarkan gaya kognitif field independent dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan model pembelajaran langsung, (4) perbedaan hasil belajar biologi berdasarkan gaya kognitif field dependent dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Ganesha Denpasar tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari VII 1 sampai VII 10, berjumlah 470 siswa, dengan sampel penelitian yang digunakan adalah 191 siswa, yang terdistribusi ke dalam empat kelas. Dua instrumen pokok penelitian ini yaitu Group Embedded Figure Test (GEFT) dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh berupa nilai terhadap pertanyaan pada GEFT, dan nilai tes hasil belajar siswa pada materi organisasi kehidupan. Data gaya kognitif dan hasil belajar dianalisis dalam dua tahap yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan uji ANAVA dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar biologi antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (2) terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran berdasarkan gaya kognitif terhadap hasil belajar biologi, (3) model pembelajaran Group Investigation lebih unggul dibandingkan model pembelajaran langsung dalam peningkatan hasil belajar siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, dan (4) model pembelajaran langsung lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran Group Investigation dalam peningkatan hasil belajar siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent. Kata Kunci : pembelajaran Group Investigation, gaya kognitif, hasil belajar This study aimed at analysing: (1) the difference in biological learning achievement by using Group Investigation learning model and direct learning model, (2) the influence of learning model interaction based on cognitive style on biology learning achievement, (3) the difference of biology learning achievement based on cognitive style of field Independent by using Group Investigation learning model and direct learning model, (4) the difference of biology learning achievement based on cognitive style of field dependent by using Group Investigation learning model and direct learning model. The research of this study was Quasi Experimental and by using Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population in this study is the VII grade students of Ganesha Denpasar Junior High School 2016/2017 academic year consisting of VII 1 to VII 10, amounting to 470 students. The subjects were 191 students of seventh grade in which distributed into four classes. Group Embedded Figure Test (GEFT) and the test of Children learning achievement were used as the main instruments in this study. The data was obtained in the form of the Group Embedded Figure Test (GEFT) score, and the students’ learning achievement of organizations life materials. The data of cognitive style and learning achievement were analysed in two stages: descriptive analysis and hypothesis test with ANAVA test. The results of this study indicated that: (1) There are differences in biology learning achievement between groups of students who are taught by cooperative learning model of Group Investigation type and group of students who are taught by direct learning model (2) there is an influence of learning model interaction based on cognitive style on biology learning achievement, (3) Group Investigation study model is superior to direct learning model in improving students' learning achievement that have cognitive style field independent, and (4) direct learning model is superior compared with Group Investigation study model in improving student learning achievement that have cognitive style Field dependent.keyword : Group Investigation model, cognitive style, learning achievement
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik Dengan Multirepresentasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Kelas X MIPA PUTU RUSMILA DEWI KESIMAN .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA kelas X MIPA. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. LKS berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi divalidasi oleh 2 orang dosen ahli media dan 10 orang praktisi pendidikan di sekolah yang menyelenggarakan kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja siswa berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Respon guru dan siswa berada pada kategori setuju terhadap penggunaan LKS berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi. LKS berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi menunjukkan efektifitas yang baik di kelas dengan kemampuan akademik tinggi dan kemampuan akademik sedang, namun belum menunjukkan efektifitas yang baik ketika digunakan di kelas dengan kemampuan akademik rendah. Kata Kunci : pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, multirepresentasi The purpose of this research is to develop and to produce a valid, practical and effective student worksheet based on the scientific approach with multiple representation, to improve the science process skills of the 10th grade students of science class. The 4D model with four development stages (Define, Design, Development and Dissemination) was used in this research. This model was developed by Thiagarajan. The student worksheet was validated by two learning media experts and ten educational practitioners from some schools that already implemented the curriculum of 2013. The results show that the student worksheet based on the scientific approach with multiple representation is valid and is practical to be used in a science learning class to improve the student’s process skill. Teachers and students agree to use this student worksheets in their learning class. In conclusion, this student worksheet based on the scientific approach with multiple representation is effective to be used for the classes with high and moderate academic ability, but it is not effective to be used in a class with low academic ability. keyword : scientific approach, science process skills, multiple representation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY SISWA MADE DWIPAYANA .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction). Jenis penelitian adalah penelitian semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP 2 Singaraja dan sampel sebanyak 75 orang siswa. Data self-efficacy dikumpulkan dengan metode kuisioner dan data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes essay. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manova. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa: 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self- efficacy siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) dengan rata-rata nilai gain score STM lebih unggul dari nilai gain score DI berturut-turut yaitu 0,53>0,48 pada variabel kemampuan pemecahan masalah dan 0,55>0,41 pada variabel self-efficacy, 2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction), 3) terdapat perbedaan self-efficacy siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction).Kata Kunci : Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM), Kemampuan Pemecahan Masalah, Self-Efficacy This study aimed to analyze (1) differences of problem solving abilities and students self-efficacy between Science Technology Society (STS) learning model student groups compared to Direct Instruction learning model student groups. This research type is quasi experiment with pretest-posttest non equivalent control group design. The population in this study are all seven degree students of SMP 2 Singaraja and sample of 75 students. The self-efficacy data was collected by questionnaire method and problem solving data was collected by essay test. Data analysis used in this research is Manova. Based on the research that has been done, it is found that: 1) there is difference of problem solving skills and student self- efficacy between group of students studying with STS learning model compared with group of students studying with direct instruction model with average value of gain Score STS is superior to the value of gain DI score respectively that is 0.53> 0.48 on problem-solving ability variables and 0.55> 0.41 in the variable self-efficacy, 2) there is a difference in problem-solving ability of students between groups of students Who studied with the STS learning model compared with the group of students who studied with Direct Instruction model, 3) Differences in student self-efficacy between groups of students who were learning with the STS learning model were compared With groups of students studying with Direct Instruction model.keyword : Science Technology Society learning models (STS), Problem Solving Abilities, Self-Efficacy
PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI CASE BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA LUH PUTU EMITHA UPADIANTI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi modul pembelajaran biologi berorientasi Case Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang meliputi, tahap penetapan (define), perancangan (design), pengembangan (develope), dan penyebaran (disseminate). Validasi modul dilakukan dengan uji validitas, uji kepraktisan, dan uji efektivitas. Uji validitas dilakukan melalui validasi ahli dan validasi empiris, uji kepraktisan dilakukan dengan pemberian angket respon guru dan siswa terhadap keterlaksanaan modul pembelajaran, dan uji efektivitas dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki validitas yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,25. Modul yang dikembangkan memiliki kepraktisan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,21 dalam hal keterlaksanaan modul. Modul yang dikembangkan memenuhi syarat efektivitas untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis 85,92. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung 22,567 > t tabel (1,868) yang menyatakan terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara sebelum penerapan modul dan setelah penerapan modul. Dengan demikian modul pembelajaran yang berorientasi Case Based Learning adalah valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Kata Kunci : modul pembelajaran, case based learning, keterampilan berpikir kritis This study aims to develop and validate the Case Based Learning module to improve the critical thinking skills of high school students. The development model used 4-D model that includes, define, design,develope, and disseminate. Module validation is done by validity test, practicability test, and effectiveness test. Validity test is done through expert validation and empirical validation, practical test is done by giving teacher and student response questionnaire to the learning module implementation, and effectiveness test is done by giving pretest and posttest to students. The results showed that the module developed has a very high validity with an average score of 4.25. The modules developed have a very high practicality with an average score of 4.21 in terms of the implementation of the module. The developed module qualifies the effectiveness to improve critical thinking skills with an average value of the critical thinking skill test of 85.92. Result of t test get t value 22,567> t table (1,868) which states there is improvement of critical thinking skill of students which is significant between before application of module and after application of module. The conclusion, learning module that is oriented Case Based Learning is valid, practical, and effective to improve critical thinking skill of high school student. keyword : learning module, case based learning, critical thinking skill
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL DAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR NI KETUT TRIASTI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar antara media audiovisual dengan media gambar. (2) pengaruh interaksi antara media pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan rancangan The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Sapta Andika berjumlah 186 siswa, dengan sampel penelitian yang digunakan adalah 120 orang, yang terdistribusi kedalam empat kelas. Data motivasi dan hasil belajar dianalisis dalam dua tahap yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan uji ANAVA. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang menggunakan media audiovisual dengan skor rata-rata 73,68 dengan siswa yang menggunakan media gambar menunjukkan skor rata-rata 67,34 terhadap hasil belajar IPA. (2) terdapat interaksi pengaruh antara penggunaan media audiovisual dan media gambar dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA diperoleh nilai statistic F = 8,409 dengan angka signifikansi 0,004. Angka signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dilihat secara keseluruhan kelompok siswa yang memiliki motivasi tinggi menunjukkan skor rata-rata 71,87 dengan kualifikasi baik dan kelompok siswa yang memiliki motivasi rendah menunjukkan skor rata-rata 68,92 dengan kualifikasi cukup. Hasil uji scheffe disimpulkan bahwa media audiovisual efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi.Kata Kunci : media audiovisual, media gambar, motivasi belajar, hasil belajar. The aim of this study was to analyze: (1) the differences in learning achievement between the audiovisual and image media. (2) the influence of interaction between learning media with learning motivation toward learning achievement. This research is a quasi-experimental research with The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this study were students of class VII SMP Sapta Andika. The total number of the students are 186 consisted of four classes namely. The sample used was 120 students, which is distributed into four classes. Motivation and learning achievement data were analyzed in two stages: descriptive analysis and hypothesis test with ANOVA test. The results of this study were (1) there was a significant difference between students who learned using audiovisual media (average score 73.68) with students who learned using the image media (average score 67.34) toward the learning achievement of science subject. (2) there was an interaction influence between the usage of audiovisual and image media with learning motivation toward science learning achievement which was obtained by statistic value F = 8,409 with significance number 0,004, it showed that the significance number is less than 0.05. (3) there was a significant difference between students who have high learning motivation with students who have low learning motivation. It could be seen from the whole group of students who have high motivation showed the average score of 71.87 with good qualification and groups of students who have low motivation showed the average score of 68.92 with sufficient qualifications. Based on Scheffe test result, it could be concluded that the audiovisual media effectively improve students’ learning achievement who have high learning motivation.keyword : audiovisual media, image media, learning motivation, learning achievement
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI LINGKUNGAN BERSETTING GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NI NYOMAN SERMA ADI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul biologi lingkungan bersetting Group Investigation (GI) yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Untuk menguji efektivitas modul menggunakan rancangan penelitian Pre-experimental dengan desain penelitian One-group pretest-posttest design. Pengembangan modul pembelajaran menggunakan model 4-D. Menurut Tiagarajan dkk (1974) unsur-unsur pengembangan model 4-D meliputi: 1) define; 2) design; 3) development; dan 4) disseminate. Dalam penelitian ini hanya dilakukan tiga tahapan yaitu define, design, dan development, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) modul pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan validasi oleh ahli dan praktisi memperoleh skor rata-rata 3,4 yang termasuk kategori valid, 2) modul pembelajaran memenuhi kriteria praktis berdasarkan rata-rata hasil keterlaksanaan perangkat pembelajaran, skor rata-rata respon guru dan respon siswa 3,5 berada pada kategori sangat praktis, 3) modul pembelajaran memenuhi kriteria efektifitas berdasarkan hasil ujicoba, yang ditunjukkan oleh aktivitas siswa dan pencapaian kompetensi siswa dalam pembelajaran. Terlihat dari rata-rata nilai pretest 61,89 dan posttest 85,54, sehingga berdasarkan uji t diperoleh nilai t hitung (30,86) > t tabel (2,03), yang artinya modul biologi lingkungan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan modul pembelajaran biologi yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA.Kata Kunci : modul biologi lingkungan, group investigation, hasil belajar This research aims to produce environmental biology module set Group Investigation (GI) that meet the valid, practical, and effective criteria to improve student learning outcomes SMA. To test the effectiveness of modules using Pre-experimental research design with One-group pretest-posttest design. Development of learning module using 4-D model. According to Tiagarajan et al (1974) elements of the development of 4-D model include: 1) define; 2) design; 3) development; And 4) disseminate. In this study only done three stages of define, design, and development, while disseminate stage is not done because of time constraints. The results of the study were: 1) learning modules developed based on validation by experts and practitioners obtained an average score of 3.4 which included valid category, 2) the learning module fulfilled the practical criteria based on the average of learning device implementation result, Average teacher response and student response 3.5 are in very practical category; 3) the learning module meets the effectiveness criteria based on the result of the test, shown by the student activity and the achievement of student competence in the learning. Seen from the average pretest value of 61.89 and posttest 85.54, so that based on t test obtained t value (30,86)> t table (2.03), which means environmental biology module is effective to improve high school student learning outcomes . Based on the research findings, it can be concluded that the developed biology learning module meets the valid, practical and effective criteria to improve the high school student learning outcomes.keyword : Environmental biology module, group investigation, learning outcomes
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Berbantuan Mind Map Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Biologi pada Siswa SMK I GUSTI BAGUS SUMARTA .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah dan mind mapp dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest-posttest Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Kubutambahan tahun ajaran 2016-2017. Sampel dari penelitian ini sebanyak 4 kelas yang terdiri atas 2 kelas eksperimen dan 2 kelas kontrol yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif dan tes hasil belajar. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif dan Manova. Skor rata-rata Gain Score untuk kemampuan berpikir kreatif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan Mind Mapp dan pembelajaran langsung berturut-turut adalah 0,76 dan 0,43. Sedangkan rata-rata Gain Score untuk hasil belajar siswa berturut-turut adalah 0,46 dan 0,22. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan Mind Mapp lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsungKata Kunci : Pembelajaran Berbasis Masalah, Mind Mapp, Berpikir kreatif, Hasil Belajar This study aims to determine the differences of creative thinking skills and biology learning outcomes between students who are taught by problem-based learning and mind mapp with students who are taught by direct learning. This type of research is a quasi experiment with a pretest-posttest Control Group Design research design. The population of this study is the9 th grade in SMK Negeri 1 Kubutambahan academic year 2016-2017. The sample of this study are 4 classes consisting of 2 experimental classes and 2 control classes determined by simple random sampling technique. Data were collected using creative thinking ability tests and learning result tests. The collected data were analyzed descriptively and Manova. The average score of Gain Score for students' creative thinking ability taught by Mind Mapp-based problem-based learning model and direct learning was 0.76 and 0.43 respectively. While the average Gain Score for student learning outcomes are 0.46 and 0.22 respectively. Based on these findings it can be concluded that improving the ability of creative thinking and student learning outcomes that are taught by the problem-based learning model with Mind Mapp is better than the direct learning model. keyword : Problem Based Learning, Mind Mapp, Creative Thinking, Learning Outcomes

Page 2 of 2 | Total Record : 17