cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH DIKLAT LESSON STUDY TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU IPA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMKN 2 SERIRIT ., I PUTU OKTAP INDRAWAN; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr. Ni Made Pujani,M.Si
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kualitas pelaksanaan diklat lesson study pada guru IPA di SMK Negeri 2 Seririt; (2) Menganalisis pengaruh pelaksanaan diklat lesson study terhadap kompetensi professional guru SMK Negeri 2 Seririt; dan (3) Menganalisis pengaruh diklat lesson study terhadap prestasi belajar IPA siswa SMK Negeri 2 Seririt. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain penelitian one group pretset-postest design. Pengambilan sampel guru IPA menggunakan teknik sampling sensus dan teknik pengambilan kelas untuk penelitian digunakan teknik random sampling. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan uji hipotesis penelitian: wilcoxon signed-rank test (Uji peringkat bertanda) untuk data kompetensi profesional guru dan Uji-t sampel berkorelasi untuk data prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kualitas pelaksanaan lesson study masuk kualifikasi sangat baik (91,781); (2) terdapat pengaruh pelaksanaan diklat lesson study terhadap kompetensi professional guru (Z=-2,527; p
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS NATURE OF SCIENCE (NOS) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA KELAS X ., ILMA WIRYANTI; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran biologi berbasis Nature Of Science (NOS) yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan Model Dick and Carey (1990) yang telah dimodifikasi oleh Arnyana (2004) menjadi empat langkah yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) penetapan materi pembelajaran dan standar kompetensi yang akan dicapai siswa, (3) pengembangan perangkat pembelajaran, dan (4) uji coba perangkat pembelajaran. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi, dengan skor rata-rata validasi buku siswa 4, 36 dan buku pegangan guru 4, 38, (2) perangkat pembelajaran memenuhi kriteria antara praktis dan sangat praktis berdasarkan hasil keterlaksanaan perangkat pembelajaran, nilai rata-rata respon guru 4,22 dan respon siswa 4,55, (3) perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria efektifitas berdasarkan hasil ujicoba, yang ditunjukkan oleh aktivitas siswa dalam pembelajaran dan pencapaian kompetensi siswa. Hal ini terlihat dari nilai tes pengetahuan rata-rata 82,15 dengan ketuntasan belajar 91,30%. Nilai rata-rata keterampilan proses sains terjadi peningkatan dari 69,63 menjadi 84,13 dan sikap ilmiah dari 73,51 menjadi 89,81, dan berdasarkan uji t diperoleh nilai t hitung > t tabel.Kata Kunci : Kata kunci: perangkat pembelajaran berbasis NOS, pengetahuan, keterampilan proses sains, sikap ilmiah This research aims to generate biology learning device based Nature Of Science (NOS) which fulfill the criteria valid , practical , and effective way to improve the knowledge , science process skills and scientific attitudes of students . Learning device development uses Dick and Carey Model of which has been modified by Arnyana ( 2004 ) into four steps as follows: (1 ) needs analysis, (2 ) the determination of the subject matter and competency standards to be achieved by students. (3) development of a learning device, and (4) the test learning device . The research results obtained: (1) the learning device developed a very valid based on the results of the validation experts and practitioners , declared with an average value validation student book 4.36 and teacher handbook with an average value of 4.38, ( 2 ) the device met the criteria between the practical and very practical based on the test results with an average value of teacher responses 4.22, and student responses 4.55 ,(3) The device meets the criteria for effective learning based on the test results which indicated by students in learning activities , student responses , and the achievement of students knowledge competence both individually and classical . This is evident from the values obtained with the students average score of 82.61 mastery 91.30 % . Science process skills and scientific attitude of students increased from an average value of 69.63 into 84.13 and 73.51 into 89.81, and based on the t test values obtained t statistic > t table.keyword : Keywords : learning device based NOS, knowledge, science process skills, scientific attitudes
Pengembangan E-learning Fisika dalam Bentuk Website Berorientasi Sains Teknologi Masyarakat untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Kreativitas Siswa Kelas XI IPA ., I GUSTI NGURAH HARI YUDA; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom
Jurnal Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-learning fisika berorientasi Sains Teknologi Masyarakat serta keefektifannya dalam meningkatkan penguasaan konsep dan kreativitas siswa kelas XI IPA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan dengan desain pengembangan dari Sugiyono dan desain penelitian one group pretest posttest. Tahap-tahap pengembangannya, meliputi Analisis Kebutuhan (wawancara, observasi, dan penyebaran angket). Dilanjutkan dengan Desain Produk, Validasi Ahli, Revisi Desain, Ujicoba Produk I, Revisi Produk I, Ujicoba Pemakaian, Revisi Produk II, dan Deseminasi Produk. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI SMA N 1 Denpasar. Setelah deseminasi produk, dilanjutkan dengan penelitian untuk menguji keefektifan produk. Teknik statistik yang digunakan adalah Uji-t dua sampel berpasangan (paired sample T test). Hasil penelitian menunjukkan: (1) dihasilkan blueprint hypermedia yang terdiri dari menu utama, menu tambahan, dan konten pembelajaran; (2) Implementasi blueprint hypermedia mampu menghasilkan media pembelajaran yang layak digunakan dalam pembelajaran fisika di kelas XI IPA; (3) berdasarkan validasi ahli, produk hypermedia layak untuk diujicobakan kepada responden; (4) produk hypermedia mendapat respon positif dari siswa kelas XI IPA; (5) produk hypermedia mendapat respon positif dari guru mata pelajaran fisika; (6) produk hypermedia efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep fisika siswa (t=149,371 ; α=0,05); (7) produk hypermedia efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa (t=25,37 ; α=0,05).Kata Kunci : efektifitas, hypermedia, masyarakat, sains, teknologi The aims of this study was to test the product advisability of physics e-learning oriented by science technology society and its effectiveness to improve the mastery of concept and student’s creativity of Science class, grade XI Science. This study is research and development by using Sugiyono’s development design and research design using one group pretest posttest. The phases of the development were; Need Analysis (interview, observation, and questionnaires). Then followed by Product Design, Validation by the expert, Design Revision, Testing Product, Product Revision I, Test Usage, Product Revision II, and Product Dissemination. The research’s subject are students of SMA N 1 Denpasar grade XI. After product dissemination, the tests of effectiveness were conducted. Statistics technique used in this study was paired sample T Test. The result of this study shows that: (1) Produce the blueprint of hypermedia which have main menu, extended menu, and learning content; (2) Implementation of physics e-learning can produce learning media which advisable to use in learning physics of student grade XI; (3) Based on first expert validate, the hypermedia product can be used to the respondents; (4) Hypermedia obtains positive respond from the students of grade XI; (5) It was also obtaining positive respond from the physics teachers; (6) Hypermedia is very effective used for improving their mastery of concept (t=149,371 ; α=0,05); (7) It was also effective used by the students for increasing their creativity (t=25,37 ; α=0,05). keyword : effectiveness, hypermedia, society, science, technology
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN KONSEP DIRI SISWA SMP ., I MADE WIDYA ASTAWA; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan sikap ilmiah dan konsep diri antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek (MPBP) dan siswa yang belajar model pembelajaran konvensional (MPK), (2) menganalisis perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan MPBP dan siswa yang belajar dengan MPK, (3) menganalisis perbedaan konsep diri antara siswa yang belajar dengan MPBP dan siswa yang belajar dengan MPK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan rancangan penelitian postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 132 siswa, dengan sampel 90 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran terhadap sikap ilmiah dan konsep diri secara bersama-sama (F=128,3; pLSD while ǀµi - µjǀ = 9,98888 and LSD = 3,66369, so the scientific attitude of students concluded differ significantly between groups PBL with CL. Third, there was a significant difference of students’ self concept between the students who were taught by PBL (F = 151,981; p < 0,05) in which the students’ mean score of PBL = 76,41 was higher than that of CL = 62,97, with enough category. Based on the testing of LSD obtained with ǀµ i- µjǀ >LSD while ǀµ i- µjǀ = 13,4444 and LSD = 4,340411, so the conclusion of the self concept of students differ significantly between groups PBLwith CL.keyword : project-based learning, student’s scientific attitude, student’s self concept.
KOMPARASI PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KINERJA ILMIAH SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING ., NI KADEK SRI MULYANI; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan: (1) peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model project based learning (PjBL) dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) peningkatan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, (3) peningkatan kinerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Populasi penelitian eksperimen semu berdesain pretest-posttest non-equivalent control group design ini adalah siswa kelas X SMAN 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 148 orang dan terbagi menjadi lima rombongan belajar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas XA dan XD sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model PjBL dan siswa kelas XB dan XC sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes kinerja ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (2) keterampilan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing; (3) kinerja ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model PjBL lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing.Kata Kunci : Project based learning, inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis, kinerja ilmiah This research was aimed to describe and analyze the differences of: (1) improvement of critical thinking skill and scientific performance between students taught by project based learning (PjBL) model and those taught by using guided inquiry one, (2) improvement of critical thinking skill between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one, (3) improvement of scientific performance between students taught by PjBL model and those taught by using guided inquiry one. The population in this experimental quasi research with this pretest-posttest non-equivalent control group design is the tenth grade students in SMAN 2 Bangli in academic year 2014/2015. There are 148 students which divided into five classes. The sample was determined by simple random sampling, then the XA and XD classes became experimental group which were treated by PjBL model and XB and XC classes become the control group which were treated by guided inquiry one. The data was collected by critical thinking skill and scientific performance tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) students’ critical thinking skill and scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (2) students’ critical thinking skill taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one; (3) students’ scientific performance taught by PjBL model is higher than those taught by using guided inquiry one. keyword : project based learning, guided inquiry, critical thinking skill, scientific performance
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA DAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA ANTARA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING ., NI NYOMAN RUSMINIATI; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL, 2) perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL, 3) perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini menggunakan pretest-postest non equivalent control group design dengan populasi siswa kelas X yang berjumlah 144 yang terdistribusi dalam 4 kelas. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Dari 4 kelas yang sudah setara akan dirandom untuk menentukan 2 kelas sebagai sampel penelitian, yakni 1 kelas akan memeproleh pembelajaran Model PjBL dan 1 kelas lagi akan memperoleh pembelajaran Model DL. Data dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep kimia dan tes keterampilan berfikir kritis. Data dianalisis dengan statistic deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep dan berfikir kritis siswa yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PjBL dan DL (Fhitung= 8.991), 2) terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung= 7.262 ), 3) terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berfikir kritis siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan PjBL dan DL (Fhitung=16.603). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman konsep dan berfikir ktitis siswa dengan model PjBL relative lebih tinggi dibandingkan dengan model DLKata Kunci : Project based learning (PjBL), discovery learning(DL), pemahaman konsep kimia, keterampilan berpikir kritis This research aims at analyzing: (1) the difference in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (2) the difference in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by PjBL and those taught by using DL, (3) the difference in improvement of critical thinking skill between students which were taught by PjBL and those taught by using DL. This study was conducted in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015. The research design is pretest-postest non equivalent control group design and the population is 144 tenth grade students which distributed into 4 classes by using simple random sampling technique, then 2 classes would be randomly selected as sample of this research; 1 class were treated by PjBL learning model and 1 other class were treated by DL learning model. Data were collected by chemical concept understanding and critical thinking skill tests, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: 1) there is significant differences in improvement of concept understanding and critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 8.991), 2) there is significant differences in improvement of chemical concept understanding between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 7.262), 3) there is significant differences in improvement of critical thinking skill between students who were taught by PjBL and DL (Fcount = 16.603). The result of this study shows that the improvement of concept understanding and critical thinking skill treated by using PjBL is higher than DL modelkeyword : project based learning (PjBL), discovery learning (DL), chemical concept understanding, critical thinking skill
KOMPARASI LITERASI SAINS ANTARA SISWA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) DAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DINTINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMP ., I NYOMAN BAGIARTA; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparasi literasi sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) ditinjau dari motivasi berprestasi siswa SMP. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Banjarangkan semester 2 tahun pelajaran 2014/2015, dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dan faktorial 2x2 sebagai desain penelitiannya. Kelas yang digunakan sebagai sampel ditentukan dengan tehnik Cluster Sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI (group investigation) yang dikenakan pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang dikenakan pada kelompok kontrol. Motivasi berprestasi berperan sebagai moderator, yang dipilah menjadi dua tingkatan, yaitu motivasi berprestasi tinggi dan rendah. Sebagai variabel terikat adalah literasi sains siswa. Data motivasi berprestasi siswa dikumpulkan dengan kuisioner motivasi berprestasi dan data literasi sains siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes literasi sains. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis Varians (ANAVA) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) terdapat perbedaan signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap literasi sains, (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi tinggi, (4) terdapat perbedaan yang signifikan literasi sains antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siswa yang memilliki motivasi berprestasi rendah. Berdasarkan temuan hasil penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran dan motivasi berprestasi mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap literasi sains. Selanjutnya disarankan kepada guru IPA sebelum merancang model pembelajaran agar motivasi berprestasi tinggi menggunakan model pembelajaran tipe GI atau Inkuiri Terbimbing sedangkan siswa yang mempunyai motivasi berprestasi rendah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GIKata Kunci : Model Pembelajaran, Motivasi Berprestasi, dan Literasi Sains This study aims to determine the comparative advantages of scientific literacy among students that learned by cooperative learning model GI (Group Investigation) and Guided Inquiry learning model (Guided Inquiry) in terms of achievement motivation junior high school students. This experimental study was conducted in SMP Negeri 2 Banjarangkan second semester of the academic year 2014/2015, using The Posttest-Only Control Group Design and as a 2x2 factorial design study. Classes are used as the sample is determined by cluster sampling technique. The independent variable in this study is a cooperative learning model GI (Group Investigation) imposed in the experimental group and Guided Inquiry learning model imposed in the control group. Achievement motivation role as moderator, which divided into two levels: high and low achievement motivation. As the dependent variable is the science literacy of students. Data collected by student achievement motivation achievement motivation questionnaire and data collected by the scientific literacy of students using science literacy test. The data collected were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and two lanes. The results showed as follows: (1) there is a significant difference in scientific literacy among groups of students who take the GI cooperative learning model and a group of students who take the guided inquiry learning model, (2) there is an interaction between the model of learning and achievement motivation toward science literacy, ( 3) there is no significant difference in scientific literacy among the group of students who follow the GI cooperative learning model and the group of students who take the guided inquiry learning model student who has a high achievement motivation, (4) there is a significant difference in scientific literacy among the group of students who take GI cooperative learning model and a group of students who take the guided inquiry learning model student who has a low achievement motivation. Based on the research findings, it was concluded that the model of learning and achievement motivation have considerable influence on science literacy. Furthermore, it is suggested to science teacher before designing a learning model that uses high achievement motivation learning model GI type or Guided Inquiry whereas students with low achievement motivation using cooperative learning model type GIkeyword : Model of Learning, Achievement Motivation, and Science Literacy
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA YANG MENERAPKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA ., PUTU FANNY SASTRADEWI; ., PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk : (1) menguji validitas perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, (2) menguji kepraktisan perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) saat diimplementasikan di kelas, (3)Menguji efektivitas perangkat pembelajaran kimia yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan system pendekatan model pengembangan menururt Dick & Carey, dengan uji pakar melalui focus group discussion (FGD), dilanjutkan uji paktisi melalui desk-evaluation, dan uji empiris dengan melibatkan 36 orang siswa SMA kelas X dengan topik reaksi oksidasi an reduksi (redoks). Hasil uji pakar digunakan untuk menyempurnakan model pembelajaran. Masukan pakar dalam FGD digunakan untuk penyempurnaan perangkat pembelajaran, khusunya penyempurnaan terhadap buku pedoman guru dan buku pedoman siswa. Hasil desk-evaluation oleh guru Kimia SMA menunjukkan bahwa semua komponen perangkat model pembelajaran yang mencakup silabus, RPP, buku pedoman guru, buku siswa, LKS telah memenuhi syarat validitas.Hasil uji empiris model pembelajaran PBLuntuk meningkatkan pemahaman konsep kimia dengan menggunakan rancangan Dick & Carey menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL yang dikembangkan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan karakter siswaKata Kunci : Problem Based Learning (PBL), pemahaman konsep kimia This research aims at: (1) testing the validity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) to improve the understanding of the students’ concept, (2) testing the simplicity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) when it’s implied in the classroom, (3) testing the effectivity of chemistry teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) to improve the understanding of the students’ concept. This research was started by the development of teaching and learning documents which apply Problem Based Learning model (PBL) using approaching system of development model of Dick & Carey, with expert test through focus group discussion (FGD), continued by practitioner test through desk-evaluation, and empirical test which involved 36 the X Grade students of senior high school with oxidation and reduction topics. The result of the expert test was used to make the teaching and learning model complete. The inputs given by the expert in FGD were used to make the teaching and learning model complete, especially in completing the teacher’s book and the student’s book. The result of the desk-evaluation by the chemist teacher of senior high school showed that all components of the documents of teaching and learning model which include syllabus, teaching scenario (RPP), teacher’s book, student’s book, student’s worksheet (LKS) has completed the validity requisite. The result of empirical test of PBL teaching and learning model to improve the understanding of chemistry concept using Dick & Carey design showed that there was a significant improvement of understanding of students’ concept. It’s showed that PBL teaching and learning model developed in this research is effective in improving the character of the studentskeyword : Problem Based Learning (PBL), concept understanding of chemistry
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING ., I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (2). untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (3) untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan sikap ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non-equivalen control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA 3 yang ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok ekperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep dan kuisioner sikap ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning (PBL); (2) peningkatan pemahaman konsep kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (3) peningkatan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning PjBL lebih baik dibandingkan dengan siswa dibelajarkan Problem Based Learning (PBL)Kata Kunci : PjBL, PBL, Pemahaman Konsep dan Sikap Ilmiah This research aims at: (1) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (2) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (3) finding out and analyzing differences in improvement of scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning. This study is pseudo experimental research with pretest-postest non equivalent control group design. The population of this study is eleventh grade students in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015, then XI IPA 1 and XI IPA 3 were selected as sample of the study through simple random sampling technique. XI IPA 1 was an experimental group which treated by using problem based learning and XI IPA 3 was also an experimental group which treated by using project based learning. Data were collected by chemical concept understanding test and questionnaire of scientific attitude, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) the improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (2) the improvement of chemical concept understanding between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (3) the improvement of scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is better than those treated by problem based learning (PBL)keyword : PjBL, PBL, concept understanding, scientific attitude
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN SETTING SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA ., NI LUH EKA NINGSIH; ., DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc; ., DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran kimia dengan setting sains teknologi masyarakat (STM) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep kimia siswa. Pengembangan dilaksanakan dengan mengacu pada model Dick & Carey, meliputi: (1) penetapan materi pembelajaran dan kompetensi dasar, (2) analisis kebutuhan, (3) pengembangan perangkat pembelajaran, dan (4) uji coba perangkat pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah ahli, guru, dan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Bangli tahun pelajaran 2014/2015. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif tentang validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangat pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh: (1) validitas perangkat pembelajaran yang terdiri dari nilai validitas silabus dengan rata-rata 3,67; RPP 3,70; LKS 3,63; Buku Pegangan Siswa 3,66; Buku Pegangan Guru 3,66. Sehingga secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini berada pada kategori sangat valid. (2) kepraktisan perangkat pembelajaranyang terdiri dari rata-rata nilai keterlaksanaan perangkat pembelajaran 3,51, rata-rata respon guru 3,69 dan respon siswa 3,62. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran ini sangat praktis. (3) rata-rata keterampilan proses sains siswa meningkat setelah perangkat pembelajaran yang dikembangkan,penerapan pertama= 55,3; penerapan kedua= 70,2; penerapan ketiga= 80,9 dan penerapan keempat = 91,2. (4) terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep kimia sebelum dan setelah perangkat pembelajaran diterapkan. Kata Kunci : perangkat pembelajaran STM, keterampilan proses sains, pemahaman konsep This aims at developing valid, practical, and effective chemistry instruction with society technology science setting to improve students’ science process skill and students’ chemistry understanding. The development is done by using Dick & Carey model consisting of four steps, namely: (1) establishing the learning material and basic competency, (2) need analysis, (3) developing instruction tool, and (4) trying out learning tool. The subjects of this research are experts, teachers, and students of XI IPA 2 SMAN 2 Bangli in the academic year 2014/2015. The analysis method done by using descriptive analysis about validity, practicality, and effectiveness of learning tool. This research discovers: (1) the validity learning tool consisting of syllabus validity with average of 3,67; lesson plan of 3,70; worksheet of 3,63; students’ main book of 3,66, teachers’ book of 3,66. So that, all instruction is in very valid. (2) the practicality of the instruction tool consisting of the average score of learning tool application of 3,51, the average of teachers’ response of 3,69 and students’ response of 3,62. So that, all the learning tool is categorized into very practical. (3) the average score of students’ science process skill improve after the implementation of the developed instruction tool from implementation I = 55,3; Implementation II = 70,2; Implementation III = 80,9 and Implementation IV = 91,2. (4) there is a significant difference on students’ chemistry concept understanding before and after the instruction tool is implemented. keyword : science technology society instruction, scientific science skill, concept understanding