cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERMUATAN KARAKTER DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA ., NI PUTU TITIN PRIYANTINI; ., PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd; ., PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian R&D ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting model pembelajaran STML yang memenuhi kelayakan. (2) Mendeskripsikan perbedaan karakter antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dan model pembelajaran konvensional. (3) Menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dan model pembelajaran konvensional. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan 4D dimodifikasi menjadi 3D yaitu define, design, dan develop. Data dianalisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Uji ANAVA satu jalur dan Uji Tukey. Hasil penelitian menemukan yaitu: (1) Buku guru dan buku siswa serta kelengkapannya sudah memenuhi kriteria kelayakan yaitu valid dan praktis dengan kategori sangat baik. (2) Terdapat perbedaan perubahan karakter siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran SMA bermuatan karakter dengan setting STML dengan kategori membudaya dan model pembelajaran konvensional dengan kategori mulai berkembang. (3) Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara siswa yang belajar menggunakan perangkat pembelajaran fisika SMA bermuatan karakter dengan setting STML dengan model pembelajaran konvensional (F=82,299 dan pQt=15,62>2,89).Kata Kunci : Keterampilan Berpikir Kreatif, Pendidikan Karakter, Perangkat Pembelajaran Fisika Research R&D is aimed at: (1) Generate a device learning physics high school charged character with setting STML learning models that meet eligibility. (2) Describe the difference between the character of the students after high school learning using the charged character with setting STML and conventional learning models. (3) To analyze the differences between the students creative thinking skills by using the high school learning charged character with setting STML and conventional learning models. This learning software development refers to the development of 4D but modified into 3D which define, design, and develop. Data were analyzed by descriptive and hypothesis testing using one way ANOVA and Tukey test. Results of research and discussion: (1) Book teacher and student books and apparatus meets the eligibility criteria are valid and practical with excellent category. (2) There are differences in changes in the character of the students who learn to use the high school teaching character charged with setting STML by category entrenched and conventional learning model with categories ranging flourish. (3) There are differences between the students creative thinking skills that students learn to use the high school physics learning charged with setting STML character with conventional learning model (F=82.299 and pQt=15.62>2.89).keyword : Creative Thinking Skills, Character Education, Device Physics Learning
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN SETTING MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA ., I GEDE KARIAWAN; ., PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd; ., DRA. NI MADE PUJANI, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika dengan setting model pembelajaran inkuiri yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Berpikir Kritis siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,80, (2) perangkat pembelajaran dinyayakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan (4) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan setting model pembelajara inkuiri telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kritis.Kata Kunci : Inkuiri, Pemecahan Masalah, Berpikir Kritis This research aims to produce a physics learning device by a valid, practical, and effective setting of inquiry learning model to improve the students Problem Solving ability and Critical Thinking ability. Development of the learning device refers to the 4-D model of development as define, design, develop, and dissemination. Step of development is only done to the develop stage. Data was collected using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The method of data analysis has been done using quantitative descriptive analysis of the validity and practicality of learning tools. Effectiveness of the learning is done by one group pretest posttest design. The effectiveness of the learning device was analyzed by t test right parties. The results were obtained (1) expressed very valid learning device with an average score of 3,80, (2) expressed very practical learning device with an average score of 3,71, (3) was declared effective learning device to improve problem solving ability, got tcount = 17,45 (tcount > ttable), gain score 0,61 and (4) was declared effective learning device to improve critical thinking ability, got tcount = 16,75 (tcount > ttable), gain score 0,35. Based on the results of this research concluded that the physics learning device by models of inquiry learning setting have a valid criteria, practical, and effective way to improve the ability of problem solving and critical thinking skills.keyword : Inquiry, Problem Solving, Critical Thinking
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA DENGAN SETTING SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP ., NI WAYAN HENI DESIANTI; ., PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si.; ., DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran IPA setting Sains Teknologi Masyarakat yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran ini mengacu pada model pengembangan Dick and Carey dengan tahap-tahap yaitu: penetapan mata pelajaran, analisis kebutuhan, pengembangan perangkat pembelajaran, dan uji coba perangkat. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran IPA setting STM yang terdiri dari Buku Siswa dan Buku Pegangan Guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian one group pre-test post-test design, dengan uji hipotesis menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat pembelajaran ini memenuhi kategori sangat valid, (2) perangkat pembelajaran ini memenuhi kategori sangat praktis, (3) hasil uji efektivitas perangkat pembelajaran ini menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa setelah belajar dengan menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM lebih baik daripada keterampilan proses sains siswa sebelum menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM, dengan thitung sebesar 23,85; dan keterampilan berpikir kreatif siswa setelah belajar dengan menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM lebih baik daripada keterampilan berpikir kreatif siswa sebelum menggunakan perangkat pembelajaran IPA setting STM, dengan thitung sebesar 21,28. Sehingga dapat disimpulkan perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kreatif siswa.Kata Kunci : STM, keterampilan proses, berpikir kreatif This research aimed to produce a science learning device settings Science Technology Society that valid, practical, and effective to increase the science process skills and creative thinking skills of students. Development of science learning device was refers to development Dick and Carey model with steps: fixed subjects, analytical needed, development device of learning, and trials device of learning. The devices of learning that improved is a science learning device settings Science Technology Society that consist of student book and teacher book. This research used one group pre-test post-test design, to test the hypothesis using the t-test right parties. The result of this research were: (1) this learning device was very valid, (2) this learning device was very practical, (3) the result of effectiveness test showed that science skills process after studied with the device of science learning with STM better than before used the device of science learning with STM, got tcount 23,85; and creative thinking skills after studied with the device of science learning with STM better than before used the device of science learning with STM, got tcount 21,28. So, the science learning device developed effective to development science skills process and skills for creative thinking of students.keyword : STM, skills process, creative thinking
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA SMK BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA TOPIK LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT ., IVANA NITA MONDOLU; ., PROF. I WAYAN SUBAGIA, M.App.Sc.,Ph.D; ., DR. I NYOMAN TIKA, M.Si.
Jurnal Pendidikan IPA Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar kimia berbasis keterampilan proses sains yang valid, praktis, dan efektif. Bahan ajar yang dikembangkan meliputi buku siswa dan buku pegangan guru pada topik larutan elektrolit dan nonelektrolit. Jenis penelitian ini termasuk research and development. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar dinyatakan valid dengan rincian, yaitu skor rata-rata untuk buku siswa adalah 3,56 dan buku pegangan guru adalah 3,61, (2) bahan ajar dinyatakan praktis dengan rincian, yaitu skor rata-rata keterlaksanaan bahan ajar adalah 3,53 dengan kriteria sangat praktis, dan skor rata-rata respon siswa adalah 3,67, dan (3) hasil pengujian efektivitas diperoleh nilai pemahaman konsep memiliki nilai rata-rata 80,81 dengan ketuntasan mencapai 87,50% dan nilai kinerja ilmiah siswa memiliki ketuntasan sebesar 95,00% dengan nilai rata-rata yang menunjukkan peningkatan setiap pertemuannya. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahan ajar memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif sehingga dapat diimplementasikan dalam lingkup yang luas.Kata Kunci : Bahan Ajar, Kimia, Pemahaman Konsep, Kinerja Ilmiah The purpose of this study was to produce chemistry learning device based science process skills valid, practical, and effective. Subjects who developed include the student book and teacher handbooks on the topic of electrolyte and nonelectrolyte solvent. This type of research, including research and development. The results showed that: (1) a valid learning material with details, the average score was 3.56 for the student book and teacher handbooks was 3.61, (2) the learning material proved simple with details the average score of the application of learning material is 3.53 with very simple criteria, and the average response score of the students is 3.67, and (3) effectiveness test results obtained value of understanding the concept of having an average value 80,81 with reach 87.50% completeness and value of scientific performance of students have mastery of 95.00% with an average value which indicates an increase in each meeting. Based on these findings we can conclude the study met the criteria valid, practical, and efficient so that it can be implemented in a broad scope.keyword : Learning Material, Chemistry, Understanding Concepts, Performance Scientific.
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning Terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran IPA-Fisika di MTs Negeri Negara Misrun Mauke; I Wayan Sadia; wayan Suastra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.229 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah pembelajaran fisika antara siswa yang belajar dengan model Contextual Teaching and Learning dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan “The posttest only control group design”. Populasi penelitian ini siswa kelas VIII MTs. Negeri Negara tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri atas dua kelas yang setara, sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran model Contextual Teaching and Learning dan kelas kontrol dengan pembelajaran model konvensional. Data pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa diperoleh melalui tes essay. Data dianalisis secara deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa yang mengikuti pembelajaran model Contextual Teaching and Learning dengan MPK (F = 40,792; p < 0,05). (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model Contextual Teaching and Learning dengan MPK (F=36,053 ; p < 0,05), (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model Contextual Teaching and Learning dengan MPK (F= 62,706 ; p < 0,05), uji Scheffe menunjukkan bahwa model Contextual Teaching and Learning lebih baik dari MPK.   Kata Kunci: Model CTL, Pemahaman Konsep, Kemampuan Pemecahan Masalah, Model Pembelajaran Konvensional (MPK).     ABSTRACT     The purpose of this research is to analyze the differences in understanding concepts and problem solving ability of studying physics among the students with CTL model and conventional learning model. This research used the design of "The posttest only control group design". The population of this research was eighth grade students of MTs in the academic year of 2012/2013. The sample of this research was two same level classes, as an experimental class with CTL model and a control class with Conventional model.The data of the conceptual understanding and problem solving ability gained through the student essay test. The results were analyzed by descriptive and MANOVA one lane.The results of this research showed that: (1) there was a significant differences on understanding concept and problem solving ability of the students who learned with CTL and MPK (F = 40,792; p < 0,05). (2) There were differences on understanding concept between the students who learned with CTL and MPK (F = 36.053, p <0.05), and (3) there were significant differences on problem solving ability between the students who learned with CTL and MPK (F = 62.706, p <0,05). Therefore, Scheffe test showed that the CTL model was better than the MPK.   Keywords: CTL model, Understanding Concepts, Problem Solving Ability, Conventional Learning Model (MPK).  
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E TERHADAP KREATIVITAS SAINTIFIK DAN LITERASI SAINS SISWA SMP I PUTU IVAN KARYA WIGUNA .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Siklus 5E terhadap kreativitas saintifik dan literasi sains siswa. Populasi dalam penelitian ini semua siswa SMP N 2 Sukawati dan sampel sebanyak 128 orang siswa, yang dibagi mendjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen terdiri dari 64 prang siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E. Sedangkan pada kelompok kontrol terdiri dari 62 orang siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data kreativitas saintifik dan literasi sains dikumpulkan menggunakan tes essay. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mancova. Hasil Penelitian yang telah didapatkan antara lain: 1) terdapat perbedaan kreativitas saintifik dan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (Direct Intruction), 2) terdapat perbedaan kreativitas saintifik siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pengajaran langsung (Direct Intruction) terdapat perbedaan kreativitas saintifik siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pengajaran langsung (Direct Intruction), 3) terdapat perbedaan kemampuan literasi sains siswa yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (Direct Intruction)Kata Kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar 5E, Kreativitas Saintifik, Literasi Sains This research was aimed at investigating the effect of 5E learning-cycle model towards the students’ scientific creativity and science literacy. The population of the research were all of the students in SMP N 2 Sukawati. There were 128 students who were selected as the sample of the research. Those were divided into two groups, the experimental and the control group. There were 64 students in the experimental group who were taught by means of 5E learning-cycle model. Meanwhile, there were 62 students in the control group who were taught by means of direct instruction model. The data of scientific creativity and science literacy were gathered by means of essay test. The data are analyzed by means of Mancova. The result of the reseacrh are: 1) there are different ability of scientific creativity and science literacy of the students who are taught by means of 5E learning-cycle model compared with those who are taught by means of direct instruction model, 2) there are different ability of the students scientific creativity who are taught by means of 5E learning-cycle model compared with those who are taught by means of direct instruction model, 3) there are different ability of the students science literacy who are taught by means of 5E learning-cycle model compared with those who are taught by means of direct instruction model. keyword : 5E Learning Cycle Model, Scientific Creativity, Science Literacy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR DAN KERJA SISWA SMA (Studi Eksperimen di SMA Negeri 1 Tampaksiring) I KETUT NUAJA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung, (2) pengaruh interaksi antara model  pembelajaran dengan motivasi  siswa  terhadap prestasi belajar   biologi, (3) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti pemabelajaran menggunakan model pembelajaran langsung pada siswa yang mempunyai motivasi belajar dan kerja tinggi, dan (4) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung  pada siswa yang  mempunyai  motivasi belajar dan kerja  rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu,  dengan  pos - test only non eqivalen  control group   design. Populasi penelitian  terdiri dari seluruh siswa kelas  X  SMA Negeri 1 Tampaksiring. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yaitu  empat kelas sampel, dua kelas ekperimen dan dua kelas kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians dua jalur dengan uji-F, dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menentukan kelompok mana yang lebih unggul. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan prestasi  belajar biologi antara siswa yang mengikuti  model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung (FA = 8,424 dengan p <0,05). Rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD lebih besar dari pada pembelajaran langsung ( = 84,750 > = 82,000), (2) Terdapat pengaruh interaksi antara model  pembelajaran dan motivasi  terhadap prestasi  belajar (FAB = 78,129 dengan p<0,05), (3) Ada perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran  langsung pada siswa yang memiliki motivasi belajar dan kerja tinggi,  (Q-hitung = 11,741 > Q-tabel = 3,900 , = 90,250 > = 79,125), (4) ada perbedaan prestasi  belajar  Biologi antara siswa yang mengikuti Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti pembelajaran  langsung pada siswa yang memiliki motivasi belajar dan kerja  rendah. (Q-hitung = 5,937 > Q-tabel = 3,900,  = 84,875 > = 79,250. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD, Pembelajaran Langsung, Pretasi Belajar Biologi, Motivasi Belajar dan Kerja. THE EFFECT OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE STAD TOWARD BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT OBSERVED FROM  LEARN AND WORK  MOTIVATION STUDENT SMA (An Experimental Study at SMA Negeri 1 Tampaksiring)   ABSTRACT This observation intended  to know (1) The differences of the students biology learning  achievement between the students who take part  the learning uses cooporative learning model type STAD to the students who take part the learning uses direct instruction model, (2) The effects of  interaction between learning model with the students learn and work motivation towards biology students achievement of SMA Negeri 1 Tampaksiring. (3). The differences of biology  achievement between  the students who take part the learning uses cooperative  model type STAD to the students who take part the learning uses direct instruction  model on the students who has high learning and working motivation, and (4) the differences biology learning achievement between the students who take part the learning uses cooperative learning model type STAD to the students who take part the learning uses direct instruction model on the students who has low learning and working motivation. This observation  uses the apparent experiment observation, with post-test non eqivale only control group design. The observation population  are the whole students of the X year of SMA Negeri 1 Tampaksiring. The sample was done by random tehnique sampling such  taking  four sample classes, two experiment classes and two control classes. The  data was analysed by two varian analysis such as by F-test continued by Tukey-test to ascertain which group was better. The result shows that (1) There are  different biologi learning  achievement  between  the students using  biology learning   cooperative learning model type STAD and the  students  using direct instruction model (FA = 8,424 with p < 0,05). The average result of the students cooperative learning model type STAD is bigger than the direct instruction  model ( A1 = 84,750 > A2 = 82,00),  (2) The  influence  interaction towards learning achievement (FAB = 78,129 with P = 0,05), (3) There are  different achievement  between the  students using biology learning  achievement cooperative learning model type STAD and  the students using   direrct instruction model has higher learn and work motivations (Q-hitung = 11,741 >Q _tabel = 3,900, A11 = 90,250 > A21 = 79,125), (4) There are  different achievement  between  the students using   biology learning achievement  cooperative learning model type STAD and the student who use the  direct instruction  model and  has low learn and work motivations (Q-hitung = 5,937 > Q-tabel = 3,900, A22 = 84,875 > A12 = 79,250).   Key words: The Cooperative Learning Model type STAD, Direct Instruction, Biology Learning Achievement, Learn and Work Motivation.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA SMK PUTU EKA SASTRIKA AYU .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar antara siswa yang belajar dengan model Kooperatif MURDER dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung. (2) mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model Kooperatif MURDER dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. (3) mendeskripsikan perbedaan motivasi belajar siswa yang belajar dengan model Kooperatif MURDER dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung. Penelitian eksperimen semu ini dilaksanakan di SMK N 2 Seririt tahun pelajaran 2013/2014, dengan rancangan Nonequivalent Post test Only Control Group Design dan Manova sebagai desain analisisnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas X di SMKN 2 Seririt berjumlah 172 siswa, dengan teknik random sampling diperoleh 112 siswa sebagai sampel. Data penelitian ini dikumpulkan dengan dua instrumen, yaitu tes untuk keterampilan berpikir kritis dan kuisioner untuk motivasi belajar. Data yang diperoleh diuji menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) keterampilan berpikir kritis siswa dan motivasi belajar yang mengikuti model kooperatif MURDER lebih baik daripada siswa yang mengikuti model langsung. (2) keterampilan berpikir kritis siswa yang mengikuti model kooperatif MURDER lebih baik daripada siswa yang mengikuti model langsung. (3) motivasi belajar siswa yang mengikuti model kooperatif MURDER lebih baik daripada siswa yang mengikuti model langsung. Kata Kunci : model kooperatif MURDER, berpikir kritis, dan motivasi belajar The study aimed at: (1) describing the difference of the skill of creative thinking and learning motivation between the students studying through MURDER cooperative model and the students through direct learning. (2) describing the difference of creative thinking skill of the students studying through MURDER cooperative model and the students studying through direct learning. (3) describing the difference of students’ learning motivation studying through MURDER cooperative model and the students studying thorough direct learning. This experimental study was carried out in SMKN 2 Seririt in the academic year 2013/2014, which was analyzed in Nonequivalent Post Test Only Control Group Design and MANOVA. The populations of the study were 172 tenth grade students of SMKN 2 Seririt. The samples of the study were 112 students gathered by using random sampling technique. The data were gathered by using tests to measure the skill of students’ creative thinking and questioners while the students’ learning motivation. The data gathered were analyzed by using MANOVA. The result of the study revealed that: (1) the skill of the students’ creative thinking and students’ learning motivation studying through MURDER cooperative model were better than the students studying through direct learning. (2) the skill of creative thinking studying through MURDER cooperative model was better than the students studying direct learning. (3) students’ learning motivation studying through MURDER cooperative model was better than the students studying through direct learning. keyword : MURDER cooperative model, creative thinking, and learning motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA N. P. J. Artini; Wayan Muderawan; I Wayan karyasa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.204 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap kecerdasan emosional siswa dalam pembelajaran sains. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 6 Negara dengan jumlah sampel 124 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kecerdasan emosional adalah tes pilihan ganda free content. Data yang diperoleh berupa g-skor ternormalisasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan ANAVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, terjadi peningkatan nilai rerata dari setiap aspek kecerdasan emosional pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen cukup signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan analisis data, diperoleh F hitung adalah 1491,278. Angka F hitung lebih besar dari Ftabel (3,89) pada taraf signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan  bahwa, terdapat perbedaan kecerdasan emosional antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran konvensional, dan kecerdasan emosional   Abstract This study aimed to investigate the effect of project-based learning model for emotional intelligence of students in science learning. This research was a quasi-experimental design with pretest-posttest non-equivalent control group design. The research population was a student of class VII in SMP Negeri 6 Negara with a sample of 124 students were divided into experimental and control groups. The instrument used to determine the emotional intelligence is a multiple choice test free content. The data obtained in the form g-score normalized. Analyses were performed using ANOVA one-way. Based on the analysis, an increase in the average value of each aspect of emotional intelligence in the experimental class and the control class. Increase in the average value of the experimental class is quite significant compared to the control class. Based on the analysis of the data, obtained F calculated is 1491.278. Figures F calculated is greater than F table (3.89) at the 0.05 significance level so that it can be concluded that, there is a difference between the emotional intelligence of students learning with project-based learning model and conventional learning models.   Keywords: project-based learning, conventional learning, and emotional intelligence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE (PREDICT, OBSERVE AND EXPLAIN) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SD KELAS V DITINJAU DARI KETERAMPILAN METAKOGNITIF Erdi Guna Utama; I Wayan Lasmawan; Ketut Suma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.624 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran POE (Predict, Observe and Explain) terhadap keterampilan proses sains siswa SD kelas V ditinjau dari keterampilan metakognitif. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posstest non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus 8 Kota Singkawang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control. Kelompok eksperimen adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POE dan kelompok kontrol adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Data  dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk keterampilan proses sains dan menggunakan kuesioner untuk keterampilan metakognitif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur  dan uji tuckey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional (FA=35,09;p<0,05);2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran POE dan keterampilan metakognitif terhadap keterampilan proses sains siswa (FAB=7,759;p<0,05);3) pada siswa yang memiliki keterampilan metakognitif tinggi, terdapat perbedaan signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q=8,79;p<0,05);4) pada siswa yang memiliki keterampilan metakognitif rendah, tidak terdapat perbedaan signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q=3,17;p>0,05) Kata kunci: POE, Keterampilan Metakognitif, Keterampilan Proses Sains